My Two Men Protector

My Two Men Protector
48.



"San...ayo kita ke taman kota. Kita bisa cari inspirasi kan disana.. "ucap Zoya. Teman kampus Sandy.


"Adduuhh....sumpeh gue udah putek banget. Gue ga nemu gerakan gerakan lain...aaghhh...."teriak Sandy histeris.


"Sama gue juga...mana gue belum makan lagi. Berasa kosong dah otak sama perut gue.. "


"Yoo lah...cus aja kita..."Sandy beranjak dari meja makan di kantin kampusnya. Dan segera diikuti Zoya.


"Yuuhuu..."


Baru mereka beberapa langkah seseorang memanggil mereka.


"Saann... "suara keras seorang pria memanggil Sandy membuatnya menoleh kebelakang.


Sandy tak terkejut karena dia sudah hafal dengan suaranya. Siapa lagi kalau bukan saudaranya. Kevin.


"Kak Kevin...? "


"Mau kemana...? "


"Cari makan .."


"Bukannya kalian dari kantin.. "


"Sekalian cari inspirasi Kak..."canda Zoya.


"Buat.. "


"Buat lomba lusa...Kakak tahu group kita masuk lima besar dance cover. Dan lusa adalah lombanya tapi gue berasa ada yang kurang dengan latihan kita. So...gue sama Zoya mau cari inspirasi. "


"Dimana.. "


"Ditaman kota.. "


"Kita ikut... "


"Emang ga ada kelas.. "


"No... Cmon sweety... "Kevin merangkul bahu Sandy .


"Kak ..yang lainnya...?


"Mereka pasti ngikutin kita...lihat saja... 1..2...3.."


Tiba tiba dalam hitungan detik munculah gerombolan pria tampan keluar dari arah kantin.


"Hoooyyy.... "


"Mau kemana kalian... "


"Lihat kan..? "Kevin menatap Sandy.


"Ya kau benar Kak... "tawa Sandy


Rey, Maxy dan dua teman lainnya , Zafi dan Harris berlari saat melihat Kevin dan Sandy keluar dari halaman kampusnya.


"Mau kemana kalian...kenapa ga ngajak ngajak kita.. "tanya Rey


"Kalau mau ikut...ikut aja jangan brisik. "


Akhirnya mereka bertujuh pergi menuju ketaman kota dengan berjalan kaki. Mengingat jarak antara kampus dan taman kota tidak terlalu jauh.


Saat sampai disana pun mereka sangat antusias karena taman kota sudah sangat ramai dengan beberapa aksi dance dari beberapa kumpulan remaja.


"Zooyy....cepet cepet rekam..."


"Iya iya bentar..."


"Gilaa ini bagus banget...loe bener cari solusi... "


"Siapa dulu.... Zoyaa.."


Zoya tampak merekam dengan ikut bergoyang. Namun saat dia merekam tepat dibawah sebuah pohon besar yang cukup teduh. Dia tampak diam dan terpaku saat melihat seorang wanita cantik dengan perut tampak sedikit menonjol.


"She's beautiful... "ucap Zoya dengan terus memegang kameranya yang hanya fokus mengarah pada seorang wanita cantik..


"Siapa..? "tanya Sandy pada Zoya. Karena terheran dengan temannya itu tiba tiba dia terfokus pada suatu tempat.


"San...dia cantik banget. Lihat gerakannya...gerakannya lamban tapi ..."


"Mana... Mana...? "teriak Sandy


"Itu...yang dibawah pohon besar itu.. "


Sandy Kevin dan yang lainnya mengikuti arahan yang ditunjuk Zoya.


Mereka terkejut dan...


"Kaak Keeyy.... "teriak Sandy, Kevin, Rey dan Maxy bersamaan.


Zoya, Zafi dan Harris tampak tersontak karena teriakan mereka.


"Kalian kenal... "tanya Zoya


"Kak Keyra....Kak Keeyy... "


"Kak.. "


Tanpa mendengar pertanyaan dari Zoya, Sandy Kevin dan saudara lainnya berlari mengejar Keyra yang tampak dari kejauhan akan segera pergi.


Zoya dan yang lainnya pun ikut berlari mengikuti Sandy family.


"Kak Key... "


"Kak Levin... "


Keyra mendengar teriakan seseorang memanggilnya lalu menghentikan langkahnya.


"Tunggu Kak...aku mendengar seseorang memanggil namaku.. "Levin pun ikut menghentikan langkahnya dan mengedarkan pandangannya mencari suara yang memanggil istrinya.


Levin menghela nafas saat melihat beberapa remaja berlari mendekatinya.


Haahh....pasti mereka akan mengganggu istrinya.


"Lihat mereka sayang...mereka yang memanggilmu.. "tunjuk Levin pada Sandy dan yang lainnya.


"Sandy... Kevin... Rey... Maxy...."ucap Keyra dengan tawanya.


Setelah jarak cukup dekat tanpa aba aba... mereka berempat memeluk Keyra dengan sangat erat. Sandy memeluk dari depan, Kevin dari samping kiri, Rey dari samping kanan dan Maxy memeluknya dari belakang. Gerakan spontan mereka tadi membuat Levin geram karena membuat genggaman tangannya terlepas.


Keyra memeluk mereka dengan kedua tangan sesampainya. Bahkan jika tak sampai Key mengusap puncak kepala mereka satu persatu. Seperti saat ini dia lakukan pada Maxy, Rey dan Kevin.


"Waaahhh....aku seperti seorang ibu yang sangat dirindukan keempat anaknya..."tawa Keyra.


"Kami memang sangat merindukanmu Kak. Sejak kejadian kau diculik oleh Kak Levin kami belum melihat wajahmu sampai detik ini..."ucap Sandy dengan nada manjanya.


"Ya betul Kak....dan tumben sekali Kakak tadi pagi belum bangun. Aku mencarimu... "giliran Maxy dengan masih memeluk Key.


Levin ingin melepas pelukan mereka namun ditahan dengan gelengan kepala dari Keyra. Tentu saja dia tidak bisa berbuat apa apa jika sang pujaan hati sudah bertindak.


"Apa Kakak sakit...? "Kevin dengan posesif memutar badan Keyra mengecek keadaan Keyra bahkan menempelkan punggung tangannya dikening Keyra.


"Tidak Kevvv.... Kakak tidak sakit.. "


"Lalu kenapa tadi pagi Kakak tidak menemui kami... "tanya Rey dengan wajah kesal nya.


"Tanyakan saja pada Kakakmu itu..."jawab Key santai dengan menunjuk Levin dengan dagunya dan dengan senyumnya.


"Kaaakk Leevvinn...."teriak Sandy dan yang lainnya bersamaan.


"Appaaa...!"geram Levin dengan matanya yang terbelalak.


"Mau protes kalian...harusnya aku yang protes... MINGGIR... "teriak Levin dengan menyingkirkan mereka dengan paksa dari Keyra.


Dan dalam sedetik Levin lah pemenangnya. Dia sudah mengkungkung tubuh Keyra dalam pelukannya serapat mungkin hingga tidak ada yang bisa mendekatinya. Bahkan dia mengecupi pelipis Keyra dengan sayangnya. Seolah olah ingin menunjukan pada semua orang bahwa ini adalah wanitanya.


Sandy dan yang lainnya sudah sangat kesal karena iri dengan tingkah Levin.


Sandy menghentakkan kakinya marah bahkan hampir menangis.


"Kak Keyy...aku ingin menciummu. "suara serak Sandy yang membuat Keyra tak tega dan melepas pelukan Levin paksa.


Keyra merentangkan kedua tangannya.


"Uuuhhhh sini sayang...."ucap Keyra gemas.


Sandy mendekat kemudian mengecup pipi kanan kiri Keyra dengan gemas dan lama.


Mmmuuuaaachh...


Setelahnya Keyra dan Sandy tertawa bersama. Namun tidak dengan tiga saudara lainnya. Keyra menyadarinya dan dia tersenyum.


"Kalian kenapa..? "tanya Keyra pada Maxy, Kevin dan Rey.


Mereka terdiam.


"Baiklah...kemari..? "Keyra menyuruh mereka mendekat. Seakan tahu maksudnya mereka mendekat dan langsung mengecup pipi kanan kiri Keyra bergantian.


"Sudah... Sudah.... "Levin kembali menyingkirkan mereka. Dan mengusap pipi kanan kiri Keyra dengan tangannya.


Mereka berempat hanya terkekeh geli karena Keyra-mereka membela mereka.


"San...kalian bawa teman..? "Keyra melihat beberapa remaja yang dari tadi menyaksikan kelebaian mereka.


"Owwh...maaf Kak. Sandy lupa. Kenalkan... Ini Zoya teman kampus sekaligus teman sekelas ku.. "


"Hai Kak...aku Zoya. Kakak cantik sekali.."Zoya mengulurkan tangannya.


"Hai...panggil saja Kak Key. Terimakasih..kau juga cantik.. "Keyra membalas uluran tangan Zoya.


"Dan ini...Kak Zafi dan Kak Harris...temannya Kak Maxy, Kak Rey dan Kak Kevin. "Zoya mengenalkan mereka pad Keyra.


"Zafi"


"Keyra... "


"Harris"


"Keyra.. "Keyra menyalami mereka satu persatu. Namun saat dia menyalami Harris ..dia merasa tatapan dan pegangan Harris berbeda padanya. Seolah tak ingin dilepas oleh Harris. Tapi tak ada satupun dari mereka menyadarinya.


Keyra menatap Levin.


"Kak Lev...."panggilan Keyra pada Levin mengejutkan Harris dan langsung melepas pegangan tangannya.


"Ada apa sayang.. "


"Aku lapar.. "


"Baiklah... Ayo kita makan.."Levin menarik pinggang Keyra kedalam mall.


"Ayo...kalian ikut kan.. "Keyra menatap Sandy dan saudara lainnya.


"Ikuuutt.. "teriak mereka bersamaan.


Akhirnya mereka beranjak kedalam mall dengan Keyra dan Levin sebagai pemimpin diikuti Sandy dan Zoya yang bergandengan tangan. Dan dibelakangnya lagi lima cowo keren mengikuti mereka.


"Cantik...Cantik sekali. Belum pernah aku melihat seorang wanita secantik itu. "batin seseorang.


"Pantas saja mereka semua menyayanginya.. "batinnya lagi.


"Bisakah aku memilikinya...bahkan dia sudah ada pemiliknya.."


                              ##


"Sayang ..kemarilah.."Keyra mematuhi perintah Levin mendekat padanya. Kemudian Levin mengusap sisa saos disudut bibir Keyra dengan ibu jarinya.


Keyra hanya tersenyum karena mulutnya masih penuh dengan burger didalamnya. Entahlah akhir akhir ini dia sangat suka sekali makan. Saat ini pun dia sudah menghabiskan satu burger , roti dan jus jeruk. Hanya makanan seperti itu yang bisa masuk di mulutnya.


Sejak dia tinggal di kota besar ini dia jarang sekali makan nasi.


"Kak...kau lahap sekali. Bahkan aku sendiri sudah kenyang hanya dengan melihatmu makan.. "ucap Maxy dengan gemas melihat Keyra.


"Entahlah...aku sering sekali lapar. "jawab Keyra santai .


"Apa my cousin's sering mengganggumu Kak ..."tanya Kevin.


"Tidak...mereka sangat menjagaku. Apa kalian tahu. Mereka akan terasa lapar jika Dady atau Uncle atau Auntynya ada di dekat nya agar Momynya tidak kesulitan untuk minta apa pun... "canda Keyra.


Mereka pun tertawa karena candaan Keyra.


"Heeyy...kenapa kalian tertawa..? "


"Aku tidak bercanda asal kalian tahu.. "


"Siapa yang berpikir kalau Kakak bercanda. Kami tertawa karena gemas dengan tingkahmu Kak....Kakak cantiiikkk ..."tiba tiba Kevin merentangkan kedua tangannya dan bangkit dari tempat duduknya.


"Mau apa kau... "bentak Levin dengan mendorong dada Kevin.


"Aaghhhh...Kak Levin menganggu saja..."ucap Kevin kesal.


"Kau yang mengganggu. "geram Levin pada Kevin. Namun yang lain hanya terkekeh geli.


"Sayang....apa masih lapar.? "tanya Levin dengan penuh kelembutan berbeda sekali saat berbicara dengn Kevin.


Keyra hanya menggelengkan kepalanya.


"Ya Kak...apa Kakak ingin makan lagi. Makan apa Kak....bilang saja pada kami. Pasti kami akan selalu mewujudkannya..."ucap Maxy dengan lebainya.


Saat Keyra ingin menjawab pertanyaan Maxy... Levin segera menangkup kedua pipi Keyra.


"Jangan dengarkan dia....kalau butuh apa apa bilang sama Kakak jangan sama Maxy atau yang lainnya. Mereka anakku..."ucap Levin sambil mengecup hidung Keyra gemas.


"Mereka juga keponakanku Kak.. "sergah Maxy.


"Ya...mereka juga keponakan kami Kak.."ucap Sandy mulai kesal.


"Kak Levin jangan egois dong...Kak Keyra juga Kakak kesayangan kami. Jadi bayi yang dikandung Kakak juga keponakan kesayangan kami..."giliran Rey spontan.


Keyra memijat pelipisnya...mulai lagi adegan mereka.


"Heey kalian...dia istriku. Istri kesayanganku. Dia milikku. Hanya milikku..."bentak Levin geram


Keyra hanya menggelengkan kepala.


"Oh Tuhan kalian mulai lagi... "lirih Keyra


"Kak...apa mereka selalu seperti itu.."tanya Zoya lirih


"Ya begitulah... "


"Mereka sangat menyayangimu Kak..."ucap Zoya.


"Ya...kau benar. "


"Apa kau tau Kak...tiga pemuda itu. Kak Maxy,Kak Rey dan Kak Kevin. Mereka terkenal dengan pemuda kampus yang sangat dingin dan kejam.. "


"Yaa... Kakak tahu sendiri kan...perusahaan Alfa. Tidak ada yang tidak tahu kekuasaan keluarga Alfa. Kampus kami juga milik keluarga Alfa. Tepatnya suamimu adalah pemilik tunggalnya.. "


"Apaa.. "Keyra membungkam mulutnya.


"Kakak tidak tahu.. ?"Keyra menggelengkan kepalanya.


"Whaatt...."teriak Zoya.


Bahkan teriakan Zoya tidak membuat mereka yang berdebat menghentikan perdebatannya.


"Kami semua disini tahu dan kenal siapa Tuan Levin. Makanya mereka tadi tidak mengenalkan dirinya pada Tuan Levin. Justru kami belum mengenalmu Kak...Tuan Levin beruntung sekali mendapatkan Kakak.."


Keyra tersenyum.


Key menatap Levin yang masih berdebat.


"Ternyata aku belum tahu banyak tentang dia. "ucap Keyra dalam hati.


Levin merasa ada yang menatapnya.  Dia menoleh dan mendapati istrinya sedang memandang wajahnya. Ada perasaan bersalah padanya. 


"Ada apa denganmu sayang. "Levin menangkup kedua pipi Keyra dan sesekali mengusap nya lembut.


"Tidak apa apa.. "


"Aku sudah selesai makan.  Apa Kakak sudah selesai berdebat..? "tanya Keyra dengan senyumnya.


"Mereka yang membuatku berdebat sayang. Mereka ingin mengambil alih dirimu dariku. Dan itu tidak akan kubiarkan dan tak akan pernah terjadi.. "


Keyra tersenyum kembali.


"Baiklah....apapun yang mereka lakukan aku tetaplah milikmu. Selamanya.."Keyra mengecup pipi Levin.


Levin menarik Keyra kedalam pelukannya dengan erat seolah ingin menunjukan pada orang orang wanita ini adalah miliknya.  Hanya miliknya.


Drrrtt.... Drrttt...


"Sebentar sayang..? "ucap Levin lalu melihat ponselnya yang berdering dan langsung mengangkatnya saat tahu Dadynya yang menghubunginya.


"Ya Dad... "


"......."


"Oh C'mon Dad.... "


"........"


"Ok.... Ok... "Levin langung menutup ponselnya sepihak.


"Ayo sayang...kita pergi. "ucap Levin lalu beranjak dan menarik tangan Keyra lembut.


"Mau kemana Kaakk.. "bukan Keyra yang bertanya namun Sandy dan saudara lainnya secara bersamaan. Kompak sekali mereka.


"Bukan urusan kalian... "ucap Levin sinis.


"Setidaknya ijinkan Kak Keyraku berpamitan pada kami.. "ucap si lebay Maxy. Dan membuat Keyra terkekeh geli.


"Aaaissh....itu tidak penting..She's not yours ok.. "ucapan Levin membuat Keyra menepukan jidatnya.


  "Oh God.. Not again..."ucap Keyra dalam hati.


Keyra melepas genggaman Levin pelan.


"Sayangnya Kakak... Kakak pergi dulu ya. And you all...take care ok.. "ucap Keyra lalu mengecup pipi mereka berempat dan mereka para lelaki membalasnya dengan kecupan dikening Keyra. Dan Sandy membalasnya dengan kecupan dikedua pipinya Lama.


"Kalian bertiga...Kakak pamit. Dan oh ya...habiskan semua makanannya. "pamit Keyra pada Zoya Zafi dan Harris.


"Tentu Kak...terimakasih.."ucap Zafi


"Tenang saja Kak... Dan senang bertemu denganmu.. "ucap Harris dengan senyumnya. Yang entahlah bagi Keyra tidak menyukai senyumannya.


"Boleh aku melakukan sama seperti Sandy..."tanya Zoya kaku. Dan Keyra terkekeh geli mengerti maksudnya.


"Kemarilah... "Keyra menarik lengan Zoya pelan lalu mengecup pipi Zoya dan Zoya membalasnya dengan mengecup kedua pipi Keyra.


"Apa kau tahu...mereka membuat peraturan melakukan ritual ini padaku dan itu wajib. Katanya mereka ingin menunjukan bahwa mereka sayang padaku melebihi diri mereka sendiri...."ucap Keyra terkekeh dengan melirik pada mereka berempat.


"Dan aku harap kau tidak seperti mereka..."lanjut Keyra.


Zoya terdiam.


Keyra tersenyum.


"Heii....aku bercanda.. "Keyra menepuk bahu Zoya menyadarkan lamunannya.


"Baiklah semua... Kakak pamit ya.. "


"Ayo Kak... "


Levin menggenggam lengan Keyra dan mengecup punggung tangannya.


"Sayang...jangan terlalu dekat dengan mereka.. "Levin menggerutu namun menatap Keyra dengan sayang.


Keyra memukul pelan lengan Levin.


"Mereka saudara saudara tersayangku Kak...jangan lupa itu... "


"Yaa..dan kau istri tersayangku... "


"Kau suami posesifku... "


Levin berganti memeluk pinggang Keyra posesif dan mengecup pelipis Keyra ditengah tengah langkahnya.


"Tentu saja Princess..."


"Love you..."kembali Levin mengecup pelipis Keyra berkali kali tidak perduli dengan tatapan para pengunjung mall.


Keyra tersenyum bahagia.  Dia bersyukur dalam hati. Karena dalam hidupnya telah hadir suami , saudara, dan keluarga yang sangat sangat menyayanginya.