My Two Men Protector

My Two Men Protector
46.



"AKU BILANG LEPASKAN ISTRIKU..!! "


Suara keras nan menyeramkan membuat mereka bertiga spontan melepaskan pelukannya pada Keyra.


Suara yang tentu saja sangat familiar namun baru pernah didengar oleh mereka.


Kev, Rey dan Maxy diam mematung saat melihat wajah menyeramkan Levin. Dengan rahang mengeras dan kedua tangan mengepal membuat mereka mundur teratur hingga mereka merapatkan kebelakang tubuh Keyra yang masih terduduk.


"Kak...bisa bantu kami...?"bisik Max pada Keyra yang tiba tiba berjongkok dibelakang punggung Keyra meminta perlindungan.


Tentu saja tindakan Max mengundang kedua saudara lainnya melakukan hal yang sama.


"Apa betul dia Kak Levin? Kenapa menyeramkan sekali..? "bisik Kevin


"Oh Tuhan...sungguh ini pertama kali aku melihatnya. Dan aku harap ini terakhir.. "bisik Rey


Lain halnya dengan mereka yang sedang khawatir karena nasibnya ditangan Levin. Keyra malah terlihat bahagia bisa melihat kembali wajah itu. Dia tersenyum hingga meneteskan air mata.


Sontak saja itu terlihat jelas dimata Levin. Dia berlari mendekat pada Keyra dan langsung mengusap air matanya.


"Apa ini...?"tanya Levin saat mendapati air yang keluar dari mata istrinya.


"Sudah kubilang aku tak suka melihatmu menangis sayang... "lanjut Levin dengan menangkup kedua pipi Keyra dan menciumi seluruh wajahnya.


"Kau baik baik saja..?"Keyra menangkup wajah Levin meraba seluruh permukaan wajahnya.


"Hmmm...kau lihat sendiri...aku ada di hadapanmu tidak terluka sedikit pun. Bahkan mereka tidak bisa menyentuhku. Jadi kau tidak perlu khawatir lagi.."


"Semuanya sudah berakhir sayang...mereka sudah ditangkap polisi dan aku pastikan mereka tidak akan bisa keluar dengan mudah. "jelas Levin dengan perasaan yang bahagia.


Ucapan Levin membuat air mata Keyra semakin tak bisa dikendalikan. Levin berkali kali mengusap air mata itu. Berkali kali juga dia mengecup kedua matanya.


"Perasaan apa ini..? " Aku begitu bahagia...apa karena suamiku kembali...apa karena perasaan dendam selama ini telah terbalaskan. Aku tak tahu... Tapi kenapa air mata ini tidak bisa berhenti..."ucap Keyra dalam hati.


Tanpa berpikir panjang dia memeluk leher Levin dengan kencangnya. Dan menumpahkan perasaannya di dalam pelukannya.


Tangis kencang Keyra begitu menyesakan dada. Bahkan orang orang tersayangnya ikut merasakan harunya tangisan Keyra. Ada Fero,Jon,Uncle Moe dan Uncle Fian dibelakang mereka.


Dan tidak ketinggalan si tiga bersaudara. Entah apa yang dirasakan Keyra saat ini tapi mereka mengerti kenapa dia menangis histeris.


"Hsstt.....sayang. Aku paham dan mengerti perasaanmu tapi aku mohon padamu berhentilah menangis seperti ini. Sungguh itu membuatku tersiksa.. "ucap Levin masih memeluk Keyra erat dengan mengelus punggungnya lembut.


Tangis Keyra perlahan mereda. Dan tiba tiba. dia melihat sekilas sosok orang itu sedang keluar dari gedung itu dengan beberapa orang polisi di sampingnya.


Tubuh Keyra gemetar dan langsung mengeratkan kembali pelukannya di tubuh Levin dan menundukan kepalanya di dada Levin.


Levin merasakannya. Sejak mengenal Keyra dia menjadi orang yang sangat peka namun kepekaannya itu pun hanya bersangkutan dengan wanita tercintanya.


"Kenapa sayang... "tanya Levin


"Bawa aku pulang Kak... "isak Keyra


"Tentu sayang..."Levin menarik tubuh Keyra ke dalam pelukannya dengan erat.


Dan mengangkat tubuhnya ala brydal.


Saat langkah pertamanya Levin melihat sekilas James dan orang orangnya yang sudah dibrogol sedang dibawa oleh beberapa pasukan polisi.


Kini dia tahu dengan perubahan sikap istrinya. Levin segera beranjak dari tempat itu dengan cepat.


"Bagaimana Dad dan yang lainnya..?"tanya Keyra lirih dengan bersandar di dada Levin.


"Mereka baik baik saja dan akan menyusul kita pulang. "Levin menjawabnya singkat didepan Jon dan Fero. Seolah tahu maksud tatapan Levin mereka hanya menganggukan kepalanya.


Jon dan Fero tahu kenapa Keyra menundukan kepalanya didada Levin. Tentu saja karena James.


Levin segera membawa Keyra kedalam mobilnya yang sudah ada supir didalamnya. Dia tidak ingin melepas pelukannya pada Keyra, dia tetap memeluk istrinya dalam pangkuannya. Sejujurnya dia sangat rindu dengan istrinya itu.


Keyra tak pernah sedetik pun melepas pelukannya pada Levin. Dan Levin pun terus mengeratkan pelukannya dan berkali kali mengecupi puncak kepala Keyra.


Tak ada obrolan sedikitpun diantara mereka. Hanya keheningan didalam mobil saling melepas rindu dan saling memberi kenyamanan.


Keyra tanpa sadar mengendurkan tangannya. Levin tersontak dan langsung menatap wajahnya lekat. Perasaan lega dirasakan Levin saat disadarinya bahwa istrinya hanya tertidur.


"Sepertinya kau sangat lelah sayang.."Levin mengusap lembut wajah Keyra dan kembali mengeratkan tubuhnya yang masih dalam pangkuannya.


"Istri anda sangat mengkhawatirkan anda Tuan. "ucap seseorang didepan mereka. Levin menatap orang itu yang sedang fokus menyetir mobilnya.


"Maaf jika saya tidak sopan.. "


"Tidak apa..."ucap Levin singkat


"Kami terus mendampingi istri anda jadi kami tahu. Nona Keyra lah yang membantu anda Tuan. "ucapnya.


"Apa maksudmu..? "


"Nona Keyra meretas data komputer digedung itu. Semua akses berhasil Nona Keyra masuki dengan mudah. Saya juga heran sekaligus kagum pada Nona Keyra. Kami bisa melihat Anda dan yang lainnya yang sedang bertarung melawan mereka..."jelas Kenzo dengan masih fokus menyetir.


Levin mendengar cerita dari Kenzo dalam diam. Dia berpikir begitu beruntungnya dia karena telah mendapatkan wanita sehebat dia. Sungguh dia tidak akan pernah melepaskan wanitanya apapun yang terjadi. Levin mengecup kembali kening Keyra.


"Nona Keyra tadinya ingin menyusul Anda Tuan...bahkan Nona sempat meminta senjata pada Tuan muda Maxy. "


"Apa...apa dia memberikannya..?"Levin terlonjak kaget.


"Ya..Tuan Max memberikan pistol pada Nona.. "


Levin meraba seluruh tubuh Keyra dengan pelan karena takut mengganggu tidurnya. Dan betapa terkejutnya dia saat merasa di bagian belakang punggung Keyra ada sebuah tonjolan. Dan benar apa yang dikatakan Kenzo. Pistol.


"Sudah sampai Tuan...tunggu sebentar biar saya bantu.. "Kenzo dengan cepat membuka pintu kemudinya dan berlari memutari mobil membukakan pintu samping Levin.


Perlahan Levin keluar dengan masih memangku Keyra. Bahkan Kenzo meletakan telapak tangannya dibagian tepi atas pintu mobil untuk melindungi kepala majikannya.


"Terimakasih.. "ucap Levin


"Anything Sir.. "jawaban Kenzo membuat Levin menyunggingkan senyum tipis nya.


"Siapa namamu..? "


"Kenzo.. Tuan."


"Baiklah...amankan senjata itu. "


"Baik Tuan.. "


〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰


"Sayang... "Levin berteriak saat dirinya sadar dari tidurnya tidak mendapat Keyra disampingnya. Padahal sejak pulangnya tadi malam dari tempat kejadian itu dia tidak beranjak sedikitpun dari sisinya.


"Keey sayang. ..."tak mendapat jawaban dari sang istri Levin segera beranjak dari ranjang nya dan membuka pintu kamarnya dengan tergesa.


"Sayang.... "Levin kembali berteriak berharap ada yang menjawabnya.


"Ya Kaak...aku di dapur. "


Levin langsung bernafas lega dan segera berlari ke arah dapur. Terlihat Keyra sedang berdiri membuat minuman membelakangi dirinya.


Levin memeluk Keyra dari belakang dengan sangat erat. Dia menciumi leher dan bahu Keyra yang polos karena saat ini dia hanya memakai baju singlet.


"Kak...jangan menggangguku dulu. Aku sedang buat jus jeruk.."


"Kau ngidam sayang..? "


"Entahlah...tapi tiba tiba saja aku sangat menginginkan ini. "


"Kenapa tidak bilang padaku. Aku bisa membuatkannya untukmu. "ucap Levin dengan terus mengecupi tubuh Keyra.


"Aku tidak ingin mengganggumu. Lagian ini sudah selesai... Tadaaa... "teriak Keyra bangga akan hasilnya.


"Kak Lev mau..? "Keyra membalikan badannya dengan memegang satu gelas isi jusnya.


"Untukmu saja.."ucap Levin dengan kedua tangannya masih memeluk pinggang Keyra.


Keyra meminum satu gelas jusnya hingga tandas. Levin tersenyum gemas menatap istrinya.


"Aahhh..."ucap Keyra saat minuman jusnya telah habis tak tersisa dan menaruh jelasnya diatas meja dapurnya.


"Kenapa Kak...Kakak mau jusnya...?"tanya Keyra karena dari tadi suaminya ini terus menatapnya tak berkedip sambil tersenyum


Tanpa aba aba Levin menarik tengkuk Keyra mengecup bibir manisnya bahkan dalam sekejap berubah menjadi lumatan membuat Keyra terkejut membuka matanya.


Levin tak kunjung menghentikan aksi paginya. Bahkan dia semakin dalam dan mau tidak mau Keyra pun menikmatinya.


Levin melepas pagutannya saat dirinya merasa istrinya kehabisan nafas. Tanpa melepas pelukan dipinggang istrinya dan masih saling menyatukan dahi mereka.


"Aku sangat mencintaimu My Wife.. "


"Aku juga sangat mencintaimu My Hubby.. "


"Aku sudah merasakan jus jeruk buatanmu. Bahkan terasa sangat manis merasakan langsung darimu. "ucap Levin dengan mencuri kecupan singkat dibibir Keyra.


Pipi Keyra bersemu merah dan langsung menundukan kepala di dada Levin


Levin kembali mengecup puncak kepala Keyra. Dia sangat bahagia dengan kehidupannya sekarang ini.


"Sayang....bagaimana kalau kita lanjutkan dikamar.?"


Keyra memukul dada Levin.


"Apa kau tidak ingat ini sudah pagi Kak. "


"Oh c'mon. Ini baru jam 5 sayang bahkan yang lain pun belum bangun.. "


"Tapi Kak... "


Belum sempat Keyra menjawab Levin sudah mengangkatnya ala brydal dan mencium kembali bibir Keyra.


Keyra tak bisa menolak perlakuan manis yang diberikan Levin. Bahkan dia sangat menikmatinya. Levin membawa Keyra kembali kedalam kamarnya tanpa melepas pagutannya.


Saat sampai didepan kamarnya pun Levin membuka pintu kamarnya dengan kakinya. Untung saja tadi saat dia berlari mencari Keyra dia belum sempat menutup rapat kembali pintu kamarnya.


Levin menidurkan Keyra di ranjangnya.


"Tunggu sebentar.. "Levin melepas pagutannya dan melangkah kearah pintu kamar lalu menguncinya.


Levin kembali menaiki kasurnya dan langsung **** Keyra dengan tangan sebagai tumpuannya. Dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan anak anak dalam rahim istrinya.


"Aku sangat menginginkanmu sayang...."suara serak Levin dengan gairahnya yang sudah memuncak.


"Kau akan mendapatkannya Kak... "Keyra langsung menyambar bibir Levin. Tentu saja itu membuat Levin sangat terkejut. Karena baru kali ini Keyra mendahului nya.


Levin menikmati sentuhan Keyra bahkan dia sudah membalasnya lebih ganas lagi. Levin pun terheran dengan balasan Keyra. Apa mungkin ini karena hormon kehamilannya. Tapi dia sangat sangat menyukainya.


"Kau sangat menggairahkan sayang..."ucap Levin disela sela kegiatannya.


"Apa aku seperti jalang .."tanya Keyra di tengah tengah nafsunya. Entahlah dia pun heran sendiri dengan tingkahnya seperti ini. Bahkan dia terus mengecupi seluruh tubuh Levin dengan sangat sensual membuat Levin mengerang nikmat.


"Tidak sayang....kau adalah istriku... aahhh Key...aku sangat mencintaimu... ahhh... "erang Levin saat Keyra memimpin kegiatannya.


"Love you too.. "


Mereka hanyut dalam kenikmatan yang mereka ciptakan dengan kegiatan mereka masing masing.  Tanpa memperdulikan waktu. Tanpa memperdulikan suara suara panggilan dari lantai bawah rumah besarnya.


Penyatuan demi penyatuan terus menerus mereka lakukan. Kadang Levin yang memimpin terkadang juga Keyra yang memimpin namun yang lebih dominan tentu saja Levin. Dia seakan tidak pernah puas dengan tubuh istrinya.


"Tidurlah sayang...."Levin mengeratkan tubuh Keyra dalam pelukannya setelah beberapa jam dengan kegiatan panas paginya.


"Hmmm..."jawab Keyra singkat dengan memejamkan matanya lelah.


Levin menaikkan selimut menutupi tubuh polos mereka. Sebelum menyusul Keyra kedalam mimpinya dia mengelus perut Keyra yang terlihat sedikit sudah menonjol padahal baru berusia beberapa minggu. Dia mengecupi perut Keyra berkali kali.


"Sehatlah selalu didalam perut Mommymu sayang...dan jaga selalu Mommymu ok.. "ucap Levin pada anak anaknya disela sela kecupan nya.


"Daddy love you all... "Levin mengecup kembali perut Keyra


Levin kembali memeluk Keyra dengan sangat erat.


"Terimakasih sayang untuk kenikmatan tadi...aku sangat sangat menyukainya.."ucap Levin pada Keyra yang sudah tertidur lalu mengecupi seluruh wajah Keyra.


Keyra tersenyum dalam tidurnya.


"Aku sangat mencintaimu.. "Levin mengecup bibir Keyra.


"Sangat sangat mencintaimu... "kecupan kembali dilayangkan Levin pada istrinya. Setelahnya dia peluk erat istrinya dan kemudian memejamkan matanya.


〰〰〰〰〰〰


"Dad...Mommy akan lanjutkan rencana Momy untuk resepsi pernikahan Levin dan Keyra. "


"Baiklah...biar Sarah dan yang lainnya yang membantu Mommy. Jangan biarkan Keyra ikut mengurusnya dia sedang mengandung cucuku.. "


"Tentu saja Momy tidak akan melibatkan putri menantu kesayangan Momy itu. Dan satu hal lagi Dad...mereka juga cucu cucuku.. "


"Dan kalian....semua penghuni rumah ini. Putri menantuku sedang hamil muda dan kalian tahu jika dalam keadaan seperti itu akan ada acara ngidam dan yang lainnya. Turuti semua keinginannya apapun yang terjadi. Apa kalian mengerti...? "


"Siappp Komandan Uncle... "hormat mereka berempat siapa lagi kalau bukan Sandy,Rey,Kevin dan Maxy.