
Masih Flashback on
"Mommy..."Leo dan Owen berteriak histeris kala melihat Keyra terjatuh dari tangga.
Saat Keyra mendengar suara saudara saudaranya..dia keluar dari pintu kamarnya dengan sangat antusias. Dia menuruni tangga dengan berlari...namun naas hanya tinggal tiga anak tangga kakinya terpeleset dan jatuhlah dia.
Beruntung Levin langsung berlari menangkap tubuh Keyra jadi kepalanya tidak terbentur ke lantai.
"Kakak..."
"Sayang.."
Para pria pria tampan berlari menghampiri Keyra. Dan membantu Keyra.
"Sayang...oh Tuhan. Sudah aku bilang. Jangan lari jika turun tangga.."ujar Levin dengan nada sangat cemas. Dia segera menggendongnya dan membaringkannya disofa panjang.
"Maaf.."jawab Keyra merasa bersalah.
"Mom...mana yang sakit.."
"Ini.."
"Aarrghh..."Keyra menjerit sakit saat Leo menyentuh kaki kanan bagian bawahnya.
Leo tersentak kaget.
"I'm sorry Mom.."Leo berkaca melihat ringisan Mommynya.
Keyra menoleh pada Leo.
"Its ok Son. I'm ok.."Keyra menahan rasa sakitnya agar sang putra tidak mengkhawatirkannya.
"Hanya terkilir.."
"Tinggal kompres nanti sembuh. Bisa minta tolong ambilkan kotak obatnya..?"perintah Keyra lembut sambil tersenyum.
"Owen...boleh minta tolong Mommy ambilkan minum..."
Owen langsung berlari tanpa berkata apa apa. Karena jika dia mengeluarkan satu kataaa saja...pasti dia akan menangis.
Setelah putra kembarnya tak ada didepannya. Giliran urusan dia dengan suami dan saudara saudaranya.
Keyra ditengah rasa sakitnya menatap tajam kelima pria didepannya yang masih berdebat untuk membawanya kerumah sakit.
"Bisakah kalian diam...!" suara tegas Keyra membuat mereka semua diam.
Maxy dan Kevin berpendapat untuk langsung membawa Keyra kerumah sakit, Levin dan Fero berpendapat agar memanggil dokter saja biar cepat. Sedangkan Rey ingin langsung memberi tahu keluarga lainnya bahwa Keyra jatuh dari tangga namun segera dibantah oleh Keyra.
"Oh Tuhan aku hanya jatuh. Kenapa kalian tidak bisa diam sii..!"
"Kalian malah membuat putra putraku tambah khawatir.."
"Aisshhh...sungguh aku tidak percaya. Kalian ini tidak pernah berubah. Seperti anak kecil saja.."kesal Keyra.
Mereka tersadar akan sesuatu. Mereka lupa bahwa diantara mereka ada dua pria yang terlalu sensitif bahkan sangat sangat sensitif jika menyangkut Keyra. Siapa lagi kalau bukan Leo dan Owen.
Pernah suatu hari Keyra kena luka bakar ditangan saat pesta barbeque dirumah keluarga Ferdinand. Semua keluarga panik. Namun yang paling mencolok sekali adalah Leo dan Owen. Mereka histeris menangis dan mengamuk. Menghancurkan alat panggang yang digunakan Keyra. Dan melarangnya untuk melakukan segala sesuatu yang berbau panggang memanggang.
Sejak saat itu sampai detik ini Keluarga Ferdinand tidak pernah mengadakan lagi pesta barbeque lagi.
Seakan tak perduli dengan keluarga lainnya. Mereka membuat keputusan bulat dan tidak bisa dibantah siapapun.
"Maaf sayang kami lupa.."ucap Levin menggenggam tangan Keyra erat.
"Mom...minumlah.."Owen datang dengan membawa segelas air.
"Mom...sini kakinya Leo obati.."Leo dengan sigap mengobati kaki Mommynya. Dia mengoles salep dan menempelkan plaster hangat khusus untuk keseleo.
"Terimakasih Nak.."
"Owen bantu aku bawa Mommy kembali ke kamar.."perintah Leo datar pada Owen.
Semua tercengang mendengar ucapan dingin Leo. Jadi acaranya gagal. Acara yang hanya bisa berkumpul bersama untuk satu bulan sekali ini gagal.
"Baik Kak.."Leo dan Owen merangkul dibahu kanan kiri Keyra.
Maxy maju kedepan
"Biar uncle bantu.."
"Tidak.."jawab Leo tanpa menoleh sedikitpun.
"Sebaiknya Mommy kalian uncle gendong ya.."
Leo dan Owen berhenti saat mendengar ucapan Kevin dan memandang tangga didepannya. Mereka sempat berpikir akan menggendong Mommynya tapi mereka belum cukup kuat. Bagaimana kalau jatuh lagi. Tidak...tidak...
Begitulah si kembar jika sudah menyangkut keselamatan Keyra. Mereka akan panik tanpa berpikir panjang.
"Biar Daddy yang gendong Mommy.."
Leo dan Owen menoleh kearah Levin lalu mengangguk.
Levin menghampiri Keyra dan si kembar. Kemudian menggendong Keyra menuju kekamarnya.
Leo dan Owen mengikuti Levin dari belakang.
Tak lama Levin kembali kelantai bawah menghampiri saudara saudaranya.
"Tunggu disini sebentar. Istriku akan menenangkan sikembar dulu baru kita berangkat..."ujar Levin pada keempat saudara lainnya.
Flashback off.
"Lalu sekarang bagaimana keadaanmu sayang. Kenapa tidak kerumah sakit..?"
"Hanya terkilir Dad...sudah tidak terasa sakit.."
"Lalu bagaimana caramu menenangkan si kembar.?"tanya Mommy begitu penasaran.
"Hanya kupeluk.."
"Hanya itu.."heran Mommy.
"Ehmm..."angguk Keyra.
Masih dalam suasana kekeluargaan diruang tengah bersama Keyra. Sangat berbeda dengan mereka yang masih berada diruang tamu.
Leo dan Owen duduk berdampingan dengan mata menatap tajam kelima pria dewasa didepannya.
"Listen boys...boleh sekarang kami masuk..?"Ujar Fero memecah suasana tegang. Bagaimana tidak...dua remaja ini sedang dalam keadaan tidak bisa dikompromi.
"Uncle...Mommy Key sedang sakit. Jadi sampai keadaan Mommy sembuh Uncle tidak kami ijinkan untuk mengganggunya.."ucap Leo datar dan dingin.
Levin menahan tawa. Dulu dia yang bekerja keras menjaga sang istri. Sekarang dia sudah tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk melakukannya. Ternyata tanpa dilatih pun putra kembarnya sudah sehati dengan dirinya.
"Kami tidak akan mengganggunya. Kami hanya temu kangen memeluknya.."
"Itu juga tidak perlu. Uncle ...meskipun kami masih remaja yang tidak tahu apa apa tapi kami tahu sesuatu. Uncle selalu datang kerumah kami saat kami sudah pergi kesekolah kan..?"skakmat Leo.
Deg
"Bagai ma na kalian tahu..?"Maxy dan yang lain terkejut. Kenapa mereka begitu menciut saat sikembar mulai beraksi.
"Itu tidak penting."
"Kami ingin kalian berjanji jangan mengganggu Mommy kami jika itu dilanggar..kalian akan tahu akibatnya.."
"Tapi.."
"Mau berjanji atau kami akan bawa Mommy pulang kembali.."tutur Owen sinis.
"Ok...Ok...kami janji. Kami tidak akan mengganggu Mommy kalian. Puas..!"
Si kembar menganggukan kepalanya puas.
"Bagus.."
Leo dan Owen saling pandang. Lalu tak lama mereka berlari sambil berteriak.
"Mommy..."panggil mereka bersamaan.
"Aishh...kenapa aku jadi menciut gini ya.."kesal Fero.
"Hahahaha..."suara tawa Levin terdengar membahana. Bahkan keempat pria tampan disampingnya menatapnya aneh
Levin mulai beranjak pergi ingin bertemu sang istri.
"Hei kau...kenapa tertawa.?"kesal Fero.
"Tidak. Hanya lucu saja. Begitu semenyeramkah putra kembarku sampai kalian bertekuk lutut seperti itu. Hahaha.."
"Kakak ini bukan bantu kami malah diam saja.."geram Rey.
Levin berbalik menghadap mereka.
"Dengar...aku tahu siapa putra putraku. Mereka seperti itupun aku dan Keyra tidak pernah mengajari. Itu hanya naluri seorang anak pada ibunya. Jika aku melawan mereka maka akan menjadi lebih buruk. Kalian mau kami bawa Keyra pergi jauh dari negeri ini..?"
Deg
Levin menyeringai saat melihat tatapan mereka.
"Melihat ekspresi kalian..aku tahu kalian tidak sanggup.."
Levin pergi meninggalkan mereka dengan senyum devilnya.
"Sayaangg...where are you..?"panggil Levin dengan nada menirukan si kembar.
******
"Leo..Owen...Dad akan pergi sebentar bersama Granpa. Kalian jaga Mommy Ok..!"perintah Levin.
Levin dengan Jon akan pergi menemui klien dari luar negeri. Katanya hari ini adalah hari terakhirnya dikota ini jadi mereka mau tidak mau harus menemuinya.
"Ok Dad.."jawab Leo dan Owen kompak.
"Haaahhh...heran aku. Kita ini dirumah besar tentu saja banyak orang. Kenapa Kakak hanya memberi perintah pada si kembar..."ujar Maxy yang sedang duduk santai dilantai bawah. Mereka sedang berkumpul santai diruang keluarga.
"Diamlah kau Maxy.."timpal Rey
Keyra yang sedang duduk disofa dengan diapit oleh sikembar dikanan kirinya mendongakan kepala menghadap Levin.
"Bersama Daddy..?"tanya Keyra.
Levin menghampiri Keyra dan berjongkok dibawah lutut istrinya.
"Ya sayang. Maaf...katanya ada klien dari luar dan hari ini hari terakhirnya. Dad memintaku menemaninya.."Keyra mengangguk mengerti mendengar penjelasan Levin.
"Jika ingin sesuatu mintalah pada sikembar..."Keyra mengangguk kepalanya lagi.
"Ok Boys.."Levin menoleh pada si kembar.
"Dont worry Dad.."ujar Leo.
"Ok Dad..."jawab Owen singkat.
"Aku janji tak akan lama.."ucap Levin lalu mengambil kedua telapak tangan Keyra lalu dikecupnya bergantian.
"Aku pergi.."
"Emm..hati hati ."ucap Keyra.
Levin mengecup kening dan bibir Keyra sekilas. Entahlah meskipun masih banyak anggota keluarga dihadapannya. Levin tak pernah sekalipun melewatkan momen ini jika dia akan pergi. Katanya sebagai penyemangat.
"Dad pergi.."Levin mengecup kening Leo lalu mengacak rambutnya.
"Hati hati dad.."
"Kau juga Son. Jangan tinggalkan Mommy walau sebentar.."peringat Levin pada Owen lalu mengecup keningnya. Tak lupa juga mengacak rambutnya.
"Tidak akan Dad.."jawab Owen mantap.
"Semuanya...aku pergi. Titip istri dan anak anakku ya.."setelah mengucapkan itu Levin berlalu pergi meninggalkan ruang keluarga .
"Aku heran Kak...pada kalian dikecupi manis sekali. Kenapa tidak pada kami..."ujar Maxy tiba tiba.
Keyra terkekeh geli.
"Mommy juga heran. Putraku yang dingin dan datar entah menghilang kemana jika sudah denganmu dan si kembar.."
Keyra tersenyum.
"I'm sorry Mom. Itu kebiasaan kami.."
"Ooohh so sweet...i love you my daughter.."ujar Mommy Levin dengan gaya memeluk dirinya sendiri.
"I love you too Mom.."jawab Keyra.
Dan diakhiri dengan tawa mereka.
******
Saat ini...merupakan kesempatan emas bagi keempat pria tampan.
"Kak...mereka dimana..?"Keyra mengernyitkan dahinya tak mengerti saat Kevin duduk disampingnya.
"Siapa..?"
"Leo dan Owen..?"jawab Kevin
"Leo tadi ada panggilan dari temannya. Begitupun Owen. Kalian jangan lupa kalau mereka sekelas dan tak bisa dipisahkan.."
"Ya aku tidak lupa itu. Dan itu bagus untuk kita.."ujar Kevin lagi.
"Kenapa..?"
"Jadi Kakak ada sedikit waktu dengan kami.." timpal Rey yang diikuti Maxy Kevin dan Fero yang sudah disamping kanan kiri Keyra dan dua lainnya dibawah lutut Keyra.
"Ya itu benar.."ucap Kevin.
"Kau tahu Kak. Leo dan Owen begitu menyayangimu..begitu menjagamu melebihi kami..mereka juga lebih mengutamakanmu. Aku jadi merasa tidak berguna...."ujar Maxy yang sedang bergelayut manja dipundak kanan Keyra.
Keyra mengerutkan keningnya tapi tetap tersenyum.
"Aku takut..."
"Takut kenapa..?"
"Aku takut bagaimana jika mereka tahu perjuanganmu saat melahirkan mereka. Pasti mereka akan extra menjagamu. Dan kau semakin jauh dengan kami.."Maxy terlihat lesu saat ini.
"Ya..kau benar Max.."
"Tapi Max...Leo dan Owen belum tahu siapa Mommynya. Itulah kenapa kita masih harus selalu mengawasi Kak Keyra. Meskipun Kak Levin selalu menjaganya ketat. Tapi tidak menutup kemungkinan sesuatu akan terjadi padanya.."
"Maksudmu apa Kev.."tanya Maxy.
"Leo dan Owen belum bisa ikut latihan kita. Mereka masih belum cukup umur. Oleh karena itu kita harus tetap waspada...OK.."tegas Kevin
"Kau benar Kev.."timpal Fero dengan menatap Keyra sang adik.
"Dek...selama ini tidak ada masalah kan..?"Keyra menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Fero.
"Kalian jangan khawatir. Aku masih bisa melindungi mereka. Leo dan Owen tanggung jawabku penuh. Aku ingin mereka tumbuh dengan hatinya sendiri. Aku tidak ingin mengatur kehidupan mereka..."
"Lagipula...kalian tahu sendiri suamiku. Betapa dia sangat over over protektif padaku. Diibaratkan...satu tetes darah keluar dari tubuhku saja ...dia bisa merasakannya.."jelas Keyra.
"Ya...kami tahu itu.."ucap Rey dan diangguki kepala oleh yang lain.
"Dengar Kak...jika terjadi sesuatu dan tidak ada Kak Levin atau si kembar. Berjanjilah...kau harus menghubungi kami. Mengerti.."tegas Maxy
Keyra tersenyum
"Baiklah. Kakak janji.."
"Sebenarnya ada apa Mom.."tanya Leo tiba tiba mengejutkan semuanya.
"Apa yang kami tidak tahu Mom.."timpal Owen disamping Leo.