
"Keeeyy.... Ada kiriman paket nih atas
namamu.."teriak Fero dari lantai bawah rumahnya.
Saat ini Keyra sudah berada di rumahnya sendiri. Dia keluar dari rumah sakit dijemput oleh Fero. Itu pun atas perintah Levin. Karena sebenarnya Fero pun sedang mengadakan rapat penting dengan kliennya.
Meskipun sempat terjadi perdebatan antara Fero dan Levin. Namun jika ditengah tengahnya ada Keyra pasti salah satu mereka pasti akan ada yang mengalah. Dan kali ini Fero lah yang mengalah.
"Ya...Kaaakk... Key turun.. "Keyra segera keluar kamar. Dan Fero langsung menengok cepat kearahnya.
Namun baru menginjakan satu kakinya di anak tangga pertama Fero mengejutkan semua penghuni rumah bahkan petugas pengantar paket yang berada didepan pintu utama.
"Stttooppp...... "teriak Fero tegas pada Keyra setelah melihatnya keluar dari kamar yang akan segera turun.
"Astaghfirulloh... "ucap Bunda dan kedua art nya secara bersamaan.
"Ya Allah Kaaakk.... Mau bikin Key jantungan apa..! "ucap Keyra dengan cemberut.
Fero segera berlari naik ke tangga.
"Tunggu disini pak... "perintah Fero pada petugas pengantar paket.
"Siap Den... "petugas itu hanya bisa menggelengkan kepala.
"Kenapa si Kak.. teriak begitu..."tanya Keyra heran pada Fero saat sudah didepannya.
"Hehe.... Ga ada maksud kali bikin adek cantikku ini jantungan. Abis nya tadi kamu bilang mau turun. "ekspresi Fero berubah seketika menjadi garang.
"Kamu mau turun sendiri dari tangga dengan kakimu seperti ini. Siapa yang suruh .....!! "Fero berteriak keras pada Keyra.
Keyra terkejut bukan main dan menundukan kepala.
"Ma af... "suara lirih Keyra. Lalu mendongakan kepala pelan.
"Key akan hati hati kok Kak...."lanjut Keyra
Fero menatap Keyra dan menyentuh pipi lembutnya.
"Maafin Kakak ya udah ngagetin kamu, .."Fero mengacak rambutnya pelan.
Keyra hanya mengangguk kepala pelan.
Kemudian Fero membalikan badannya dan berjongkok.
"Ayo naik.. "perintah Fero pada adik cantiknya itu.
"Key berat loh Kaak...
"Udah sini..."bantah Fero
Keyra segera mengalungkan lengan di lehernya dan menaiki punggung Fero. Kemudian Fero mengangkat Keyra dan membawanya turun.
"Ada apa Fer... Kenapa teriak teriak begitu.. "tanya Bunda lembut.
"Ini Bun... Keyra mau turun tangga sendiri. Dia lupa apa kakinya lagi sakit. Kalau terjadi sesuatu gimana coba. Ya kan Bun... "jelas Fero dengan masih menggendong Keyra.
Bunda melihat Keyra yang sedang memanyunkan bibirnya.
"Ya Key... Kakakmu benar. Kalau mau naik keatas panggil Kak Fero lagi ya... "Bunda malah membela Fero.
Keyra hanya memutar mata.
"Yah Bunda mah malah mbelain Kak Fero. ..iya...iyaa..."Keyra hanya bisa mengalah kalau udah Bunda yang turun tangan.
Fero membawa Keyra kedepan pintu utama lalu membawanya ke teras rumah dimana petugas itu sedang menunggunya.
Fero menurunkan tubuh Keyra di kursi.
"Mana Pak... Paketnya... "tanya Keyra sopan.
"Ini Non..."petugas itu menyerahkan sebuah kotak lumayan besar.
"Benar kan itu buat Non...? Alamatnya juga betul disini. .."lanjutnya.
Keyra membaca nama yang tertera diatas kotak tersebut.
"Ya betul Pak... Ini buat saya, tapi dari siapa ya...?? "gumam Keyra.
"Maaf Non... Saya kurang tahu disana tidak ada nama pengirimnya.Minta tanda tangannya aja disini ya Non..."
"Ok... Sini Pak..
"Kalau begitu saya permisi Non. Assalamualaikum... "
"Oh y Pak... Walaikusallam. Makasih ya Pak.
"Sama sama Non...
Kemudian Keyra membuka kotak paket tersebut.
"Apa ini Kak.... Kaos kaki kan..?"
"Ya... Kaos kaki sama sepatunya juga apa De.. ?"tanya Fero.
"Oh ya Kak.... "jawab Keyra dengan berbinar.
. (just visual)
"Dari siapa ya....??? "gumam Keyra
"Waaahhh.... Key. Kamu sudah punya penggemar gelap rupanya. Hati hati loh... Kamu udah jadi istri orang... "ledek Fero.
"Iihhh Kakak... "tutur Keyra.
Sementara itu Fero mengeluarkan ponsel dan memotret nya tanpa sepengetahuan Keyra karena dia sedang asyik mencoba sepatu baru nya.
Diam diam Fero mengirimkan foto foto itu pada Levin dengan senyum jahilnya.
"Rasain loe..... Gue pengen tahu gimana reaksi loe....ckck...."gumam Fero lirih dengan senyum senyum sendiri.
"Kenapa Kak.... Senyum senyum sendiri...??"tanya Keyra heran saat melihat Fero disampingnya cekikikan sendiri.
"Tidak apa pa kok De.. "jawab Fero dengan mengacak rambut Keyra.
Tiba tiba ponsel Fero berbunyi dan dia pun langsung mengangkatnya.
"Siapa yang kirim tuh barang... ??"
"Ga tahu gue...penggemar kali... "ledek Fero dengan jahilnya.
" Posisi..?"tanya Levin tanpa basa basi.
"Di istana.... "Fero kembali dengan senyum jahilnya. Dan langsung ditutup sepihak dari sebrang telpon sana.
"Nih anak ga sopan banget sama kakak ipar.... "gumam Fero lirih.
Keyra menyipitkan mata melihat tingkah aneh Fero.
"Kaak... Siapa..?"tanya Keyra
"Adik ipar..."
"Ada apa Kak Levin telp Kakak..?"tanya nya lagi setelah mencium trik jahil dari Kakaknya itu.
"Cuma nanya keadaanmu ...lagi ngapain.. "jawab Fero ngasal.
Keyra menyipitkan mata.
"Kaak... Sepatunya aneh... Kaya ada apa nya gitu di dalamnya..."
Fero langsung menyambar cepat sepatunya.
"Biar Kakak cek dulu...."
"Buunn... Bii..... "Fero tiba tiba langsung berteriak memanggil Bunda dan bibi.
"Ada apa Fer.... "tanya Bunda saat keluar rumah.
"Bun... Bawa Keyra kedalam. Bi... Bantu Bunda ya.. "Fero memerintahkan juga pada Bibi.
"Siap Den..."
Tanpa bertanya panjang lebar Bunda dan Bibi memapah Keyra agar masuk kedalam.
Keyra yang sedari tadi diam bingung dengan maksud Kakaknya itu. Emang sepatunya ada bomnya. Ga mungkin kan..? Huftt.. Dasar Kakak over protective.
"Bener juga. Apa si ni... Kaya kayu tp kok kaya ada magnet pengikatnya ya...."batin Fero saat meraba bagian dalam sepatu itu.
"Feer.... "seseorang mengagetkannya.
"Aisshhh.... "Fero tersontak kaget hingga terpental duduk.
"Hahaha... "tawa Levin meledek.
"Kayanya gue koalat sama adek gue... Tadi gue ngagetin dia sekarang giliran gue sama suaminya..."ucap Fero dengan mengelus dada.
"Kenapa loe kesini si Lev... !!"
"Keyra mana... Gue kangen ..."
"Haaalaaah.... Loe penasaran kan sama penggemar berat nya adek gue... "
"Anjiir loe.... Dia ngasih ini apa ke istri gue. Sini... Gue buang aja... "Levin menarik paksa sepatu baru yang dipegang Fero
"Hoy... Hoy... Jangan main buang aja dong.."teriak Fero namun tak dipedulikan Levin hingga sepatu itu terlempar dan...
Buughhh..
"Aww.... "jerik seseorang yang terkena lemparan sepatu dari Levin.
"Dokteerr.... "teriak Levin dan Fero bersamaan setelah mendengar jeritan seseorang yang kesakitan.
"Ada apa ini...kenapa sepatu Keyra dilempar lempar..? "tanya Dokter Hans. Ya... orang yang baru datang itu adalah Dokter Hans. Dokter pribadi keluarga Keyra.
"Dokter kok tahu ini sepatu Keyra..?"tanya Fero dan Levin serempak
"Ya iya lah... Ini kan dariku. "jawab Hans santai.
"Maksud Anda apa Dok...? "tanya Levin sinis.
"Oow... Jangan negatif dulu. Saya memang sengaja memberi sepatu ini sebagai pengganti tongkatnya karena hari ini dia akan pergi ke pesta..."jelas Hans.
"Meskipun begitu kakinya belum boleh banyak bergerak. Dan itu adalah tanggung jawabmu Tuan Levin."jelas Dokter Hans.
"Maaf Dok... Tadi kami cuma khawatir saja karena paketnya tidak ada pengirimnya... "tanya Fero
"Ohh.. Itu memang salah saya, waktu paket ini datang rencananya saya sendiri yang akan mengantarnya. Tapi pada saat yang bersamaan ada jadwal operasi darurat. Jadi saya minta bantuan orang kepercayaan saya. Dan waktu itu karena terburu buru saya hanya menulis alamat tujuannya..."
"Maaf jika hal ini mengganggu kalian..."ucap Hans.
"Oh.. Tidak.. Tidak Dok.. Kami Yang harus minta maaf. Maafkan kami ya Dok... "ucap Levin dengan menyodorkan tangannya.
"Tentu... Kita adalah keluarga. Sudah sewajibnya kita harus berhati hati dalam menjaga Keyra. Lalu dimana dia sekarang... "Dokter Hans membalas menjabat tangan Levin.
"Saya ingin memberitahu cara memakai y ssang benar sepatunya. "lanjutnya
"Dia didalam Dok.... "ucap Fero.
Tiba tiba datanglah Bunda dan Bibi bersama dengan Keyra ditengahnya. Namun kali ini Keyra keluar dengan memakai tongkat sehingga tidak perlu dipapah.
"Ada apa ini. Kenapa ramai sekali..?"tanya Bunda saat membuka pintu.
"Loh... Nak Levin... Dokter Hans.. Kalian disini kenapa tidak masuk.. "lanjut Bunda ramah.
"Kak Levin... "Keyra terkejut saat mendengar nama suaminya disebut oleh Bunda. Dan segera mencari sosoknya itu.
Levin hanya bisa tersenyum pada Bunda dan dia pun mencari sosok istrinya itu.
Saat tatapan mereka saling bertemu. Betapa sangat bahagia Levin melihat mata indah istrinya itu. Sungguh dia sangat rindu istrinya itu.
"Kak Levin. .."ucap Keyra dengan berjalan tertatih mendekatinya.
Levin pun segera mendekatinya. Dan segera merengkuh tubuhnya. Dipeluknya erat Keyra dihadapan keluarganya.
Keyra terkejut atas perlakuan Levin tiba tiba. Namun dia tetap membalas pelukan suaminya.
"Kamu baik baik saja kan sayang...?"ucap Levin diceruk leher Keyra.
Keyra hanya menganggukan kepalanya.
"Kak Levin kenapa kesini..?" Keyra menguraikan pelukannya dan menatap suaminya lembut.
Levin masih memeluk pinggang Keyra.
"Kakak kan kangen sama kamu sayang... "goda Levin diselingi ciuman singkat dihidungnya.
" Kakak kabur ya..."
"Hehe.... "Levin menggarukan kepala meskipun tidak gatal.
"Dia tuh yang bikin Kakak kabur.."Levin menunjuk Fero.
Keyra menyipitkan mata dan mengerutkan keningnya terheran.
"Enak aja....siapa yang suruh kesini. Bukan Kakak kok....dek.."geram Fero.
Drrtt.....
Drrttt..
Ditengah tengah perdebatan tiba tiba ponsel Levin berdering. Namun tak kunjung diangkat oleh Levin.
Drrt...
"Kak.. Ponsel mu.... "
Levin yang masih enggan melepas pelukan dipinggang istrinya pura pura tidak mendengar bunyi diponselnya.
"Kaaakk....
Levin hanya menggelengkan kepala dengan senyum manja seolah ia ingin berkata kalau dia tidak mau mengangkat ponselnya karena hanya akan mengganggunya.
"Kaakk.... Ponselmu bunyi terus. Bagaiman kalau dari kantor.. "bujuk Keyra
Levin pun kembali menggelengkan kepala.
"Biar saja... "jawab Levin singkat.
Plaak..
"Aawww... "Levin menjerit saat kepalanya dipukul oleh Fero.
"Kenapa sii loe... Main pletak aja... Sakit tau... "geram Levin dengan mengusap kepalanya
Keyra dan yang lain pun hanya cekikikan melihat keduanya.
"Loe tuh.... Ponsel loe bunyi terus dari tadi bikin kuping gue budeg tau ngga. "gerutu Fero.
"Angkat cepet.... "
"Aaaghhhh.....iya... Iya..."akhirnya Levin mengangkatnya tapi tak sedikitpun tangannya melepas pelukan dipinggang Keyra.
Bunda,Fero dan yang lainnya hanya menggelengkan kepala terheran dengan tingkah Levin yang terlalu posesif.
"Ya.....hallo."
"...."
"Aiisshhh... Ya... Ya... Gue kesana.."
Levin langsung menutup ponselnya dengan menahan emosi.
"Sayang... Kakak pergi dulu. Ada panggilan darurat. Pokoknya kamu harus datang ya.. Kakak tunggu... "pinta Levin pada istrinya.
"Key usahakan ya Kak..."
"Yaahh.... Pokoknya harus... Harus datang..."
"Memang disana ada artis koreanya.. "ledek Keyra.
"Kamu mau ada artis koreanya..? Sebutkan saja siapa.. Kakak akan panggilkan untukmu... "
Keyra mengerutkan keningnya. Baiklah... Ini kan hanya bercanda tidak mungkin kan suaminya mendatangkan artis Korea terkenal. Haha
Lagipula meskipun tidak ada artis koreanya pun dia pasti akan datang.
"Eehmmm.... "Keyra mengetukan dagunya berpikir. "Gd, exo, wanna one, ehmmm...siapa lagi ya..."
"Oh c'mon By... Kakak ga tahu siapa mereka tapi baiklah.. Kakak akan usahakan.. "ucap Levin serius.
Hihihi.... Tawa Keyra dalam hati.
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Tidak apa apa jika Kakak tidak bisa,Key juga akan usahakan untuk datang kok.. "ucap Keyra pura pura sedih.
"Kakak akan melakukan apapun permintaan mu asal kau bahagia sayang.. "ucap Levin menangkup wajah Keyra. "Kau percaya padaku..."
"Ehm... "angguk Keyra.
Muuuaaahhh...
Levin mencium kening Keyra lama.
Lalu dia berpamitan pada semuanya dan melangkah pergi.
Namun baru saja tiga langkah Levin memutar kembali badannya dan berlari mendekati Keyra.
Ditangkupnya pipi Keyra dan...
Mmuuaacchhh...
Levin mencium bibir Keyra dihadapan semua orang. Keyra melotot dan tertegun dengan tingkah manja suaminya.
"Love you..... "bisik Levin.
"Love you too. "jawab Keyra.
"Nih orang ga ada sopan sopannya ya... Pergi ga loe..."bentak Fero dengan mengangkat sepatu baru Keyra.
"Iya.. Iya... Dasar jones sirik loe... "ledek Levin sambil berlari menuju mobilnya.
"Anjir loe... Kalau bukan suami adek gue... Gue abisin loe... "teriak Fero emosi.
Keyra dan Bunda hanya menggelengkan kepala.
"Dok.. Silahkan masuk. Kita bicara didalam. "ucap Bunda ramah.
"Terimakasih Bunda.."
"Ayo Kak... Key butuh penjelasan darimu. Kenapa sampai Kak Levin bisa terburu buru kesini.. "ucap Keyra dengan menatap tajam Fero.
"Hehe... Baiklah. Ayo Dek... Kita masuk. Kakak bantu ya..."
"Ngga usah..."
Keyra melenggang masuk dengan kaki tertatih . Namun Fero masih tetap berada dibelakangnya.
************
Dikantor Levin tepatnya di lantai bawah yang sudah disulap menjadi ruangan yang sangat megah.
Levin sudah dikerubungi oleh sekretaris pribadi dan karyawan yang lainnya.
"Dari mana aja si loe Lev... "bisik Toni yang menjabat sebagai sekretaris dan sekaligus sahabat dekatnya.
"Abis ngurusin yang lebih penting.. "ucap dingin Levin dengan berjalan tegap.
"Ada yang lebih penting dari acara ini..??"tanya Toni sinis.
"Ada lah...ga usah kepo loe.. Udah cepet laporan.."ucap Levin tegas.
"Iyaa... Iya... Galak banget si..."
Levin memeriksa seluruh laporan dari karyawannya dengan profesional .
Dan ada satu hal penting yang diam diam direncanakan Levin. Bahkan dia turun tangan sendiri mengurus rencananya ini.
-----------
"Nona Keyra telah kembali.. Kita lanjutkan tugas kita yang dulu tertunda. Lindungi Nona Keyra kemanapun dia pergi. Dan siapkan tempat latihan seperti biasa."perintah panjang lebar seorang pria paruh baya kepada semua anak buahnya.
"Menurut informasi hari ini Nona Keyra akan pergi ke sebuah pesta pembukaan sebuah perusahaan.. "lapor salah satu anak buahnya.
"Baiklah...ikuti dan jaga dia dari apapun segala kemungkinan terburuk karena ingatannya akan membahayakan dirinya..."
"Baik Tuan.. segera kami laksanakan.."ucap mereka dengan serempak.