My Two Men Protector

My Two Men Protector
24.



"Dimana aku..? Indah sekali tempat ini... Hmmm... Udaranya sangat segar.."ucap Keyra dalam hatinya. 


"Keyra sayang...."


"Suara itu... ..Suara Ayah ?"


Keyra segera membalikan badannya.  Dan betapa terkejutnya dia.


"Ayah..."


"Ayah..."


Keyra segera berlari memeluk sosok pria yang diyakini ayahnya itu. Setelah berkali kali dia meyakinkan dalam hatinya bahwa pria yang didepannya itu memang benar adalah ayahnya. Ayah yang sangat dirindukannya.


Seketika air mata mengalir tanpa ijinnya. Air mata bahagia. Dia merasakan pelukan hangat ayahnya. Dan itu benar benar nyata saat Ayahnya membalas pelukannya.


"Ayah...aku rindu ..."isak Key.


"Ayah juga merindukanmu Nak. ..kenapa kamu ada disini Nak. .?"


Keyra merasa heran dengan pertanyaan Ayahnya dan menguraikan pelukannya.


"Memang aku ada dimana Yah. .?


"Ini bukan tempatmu Nak. Pergi dan kembalilah. Banyak orang yang menyayangimu sedih karenamu."


Keyra menggelengkan kepala berkali kali dengan beruraian air mata.


"Tidak Ayah. Aku masih rindu. Apa Ayah masih marah padaku.."


"Tidak  Nak... Bukan itu. Ayah tidak pernah marah padamu. Tidak pernah sekalipun. Kau adalah Princessnya Ayah. Kau adalah Keyranya Ayah. Apa kau ingat."


Keyra menganggukan kepala dan tersenyum. Dia ingat sekali Ayahnya suka sekali memanjakan dengan kata kata manis itu.


"Dengar Ayah baik baik karena Ayah tidak punya waktu lama"


Keyra menatap Ayahnya penuh sayang.


"Sayang jika nanti kau sudah kembali dan mengingat semuanya. Berjanjilah padaku ..kau harus tetap kuat. Ingat apa yang pernah Ayah ajarkan padamu. Ingatlah pada orang orang yang menyayangimu. Bunda, Kakakmu Fero, dan juga suamimu.


Keyra tertegun dengan kata kata terakhir Ayahnya.


"Suami....Ayah.. Aku belum menikah Ayahh.."


"Oh Ya... ?"ucap Ayah sambil tersenyum simpul.


"Tapi dia sudah datang pada Ayah untuk melamar putri cantik Ayah ini.."


Keyra kembali tertegun.


"Katakan pada kekasihmu itu.  Ayah setuju. "ucap Ayah kembali.


"Karena dia telah menjagamu dengan baik."


"**Ayah sudah tenang sekarang karena sudah ada orang yang sangat mencintai dan melindungimu. Kau tahu dia rela meninggalkan segalanya hanya untuk menolongmu. Dia orang kedua yang Ayah percaya untuk menjagamu."


"Maka dari itu kembalilah. Kau sangat mencintainya kan** .?"


Keyra langsung menganggukan kepalanya.


Ayah langsung memeluknya erat.


"Kembalilah Nak. Jangan mengkhawatirkan Ayah lagi.  Ayah sudah sangat bahagia. Dan jangan pernah lupakan ini. Ayah sangat sangat  mencintaimu."



"Sayangku Keyra... Bangunlah aku mohon... "isak Levin.


" Lihatlah aku sayang...."


"Kau sudah berjanji padaku kan tidak akan meninggalkanku.."tangis Levin.


"KEYRAAA... "teriak Levin dengan mengguncangkan badan Keyra.


Fero pun tampak pasrah melihat kondisi adiknya saat ini. Garis yang tak menentu dan sangat lambat di monitor membuatnya tidak bisa bernafas lagi.


Dia tidak bisa berkata apa apa lagi. Bagaimana dia harus bertanggung jawab pada Ayah dan Bundanya. Dia merasa sudah hilang separuh jiwanya.


"Dek... Kakak mohon jangan seperti ini... ucap Fero lirih.


"Bangun sayang.... "isak Fero dengan lemah.


Sejak dibawa ke rumah sakit dengan kondisi menyedihkan Keyra dinyatakan kritis dengan 10% kemungkinan untuk selamat.


Dokter mengatakan Keyra kehabisan banyak darah. Karena benturan dikepalanya dan karena dia juga pernah mengalami trauma sebelumnya.


Levin dan Fero hanya bisa menangis meratapi gadisnya. Gadis yang selama ini menjadi kebahagiaan mereka.


Fero bangkit dan mendekati tubuh Keyra.


"Kumohon Key... Jangan seperti ini caranya. Marahlah padaku , pukul aku Key karena Kakak tidak bisa menjagamu tapi jangan tinggalkan aku Key... kakak mohoonn... "ucap Fero dengan suara serak menangis.


"Kau adalah Keyranya Kakak, Kau adalah Princessnya Kakak... KUMOHON KEEYY... BANGUN..."teriak Fero dengan memeluk tubuh Keyra.


"K a k..."


Sontak kedua mata mereka menatap Keyra. Suara yang sangat dirindukannya.


Betapa terkejutnya mereka saat melihat mata Keyra perlahan lahan terbuka.


"Keyraa... .."teriak Levin dan Fero bersamaan.


Keyra menatap kedua pria tampannya dengan mata sayu dan lelah.


Fero dan Levin segera menghapus air matanya masing masing.


"Sebentar Kakak panggil dokter.."perintah Fero.


Levin terus menggenggam erat lengan Keyra dan menciumi punggung tangannya berkali kali. Bahkan tak sadar pria itu meneteskan air mata.


"Terimakasih Kak.."suara Keyra sangat lirih.


"Hmm...untuk apa..?"jawab Levin terkejut.


"Karena sudah menjagaku."


"Aku belum bisa menjagamu dengan baik sayang . Lihat saja sendiri kau berbaring disini..itu yang dinamakan menjagamu.  Maafkan Kakak ya..."ucap Levin sedih.


Keyra mengelus lengan Levin yang sedari tadi terus menggenggamnya.


"Tidak...ini bukan salah Kakak. Bahkan Kakak selalu didekatku..."


Levin mencium punggung tangan Keyra sekilas dan bangkit dari duduknya. Memeluk erat tubuh Keyra yang sedang berbaring.


"Kakak mencintaimu sayang.."


"Sangat mencintaimu.. Terimakasih karena sudah kembali padaku."ucap Levin lembut.


"Aku juga mencintaimu Kak..."Keyra membalas pelukan Levin pelan.


Levin menguraikan pelukannya namun belum melepasnya. Dia menatap lembut Keyra dengan menangkup kedua sisi kepalanya.


"Menikahlah denganku Key.."


Keyra tercengang.


"Aku ingin menjagamu sepenuhnya. Tidak akan membiarkanmu pergi dariku sedetik  pun. Maka dari itu... Menikahlah denganku.. "ucap Levin kmbali.


"Ehm... "suara deheman Fero membuat Levin melepas pelukannya.


"Ini sungguh keajaiban. Sepertinya kau sudah kembali dari traumamu.."ucap seorang dokter yang sudah biasa menangani Keyra dengan tersenyum .


"Apaaa...? "teriak Levin dan Fero bersamaan. Namun Keyra hanya tersenyum.


"Meskipun masih butuh pemeriksaan lebih lanjut. Tapi aku bisa simpulkan bahwa kau bisa menangani traumamu. Benturan dikepalamu yang membuatmu koma telah mengembalikan ingatanmu. Tapi ini benar benar mukjizat. Kau berhasil Key... Aku salut dengan perjuanganmu, kau pantang menyerah... "ucap dokter dengan mengelus kepala Keyra. Dan itu tidak luput dari pandangan Levin.


"Dok... "ucap Levin dengan memandang tangan dokter muda itu sinis.


"Hoo... aku lupa sekarang kau sudah ada yang punya Key.. "ucap dokter itu dengan mengangkat tangannya.


Keyra dan Dokter itu hanya tertawa ringan.


"Terimakasih Dok. Aku tadi berjumpa dengan Ayah...dan menyuruhku untuk kembali..."ucap Keyra dengan senyum manis.


Mendengar ucapan Keyra. Fero tercengang. Bertemu dengan Ayah. Apakah dia sudah ingat semuanya.


"Baiklah. Aku permisi dulu. Istirahatlah... meskipun tidak ada luka dalam tapi luka dikepala dan kakimu itu serius. Untuk sementara kau berjalan dengan tongkat dan dibantu dengan kursi roda. Permisi..."


"Key... Kau bertemu Ayah. "tanya Fero.


"Hmmm... "Keyra hanya menganggukan kepala pelan.


"Apa kau   sudah ingat   semuanya..?"tanya Fero terbata.


"Hmmm.. "Keyra kembali menganggukan kepala.


"Semuanya... "tanya Fero kembali memastikan.


"Hmmm... "


Seketika suasana menjadi hening. Fero menatap Keyra dengan perasaan bercampur jadi satu. Merasa bersalah karena telah membohonginya dengan kematian Ayahnya,bahagia karena adik kesayangannya sembuh dari traumanya, takut karena secara tidak langsung dia pasti akan mengingat sosok pelaku pembunuh Ayahnya.


"Kak Fero... "panggil Keyra memecah keheningan.


"Hmm... "


"Kemarilah.... "Keyra menunjuk sisi kiri pinggir kasur tidurnya. Fero pun melangkah mendekatinya.


Saat ini Keyra diapit oleh dua laki laki pelindungnya.


"Maafkan aku ya Kak...."Keyra menarik lengan Fero dan menggenggamnya.


"Selama ini pasti aku sangat merepotkanmu dan Bunda. Aku sudah ingat semuanya Kak tapi itu tidak akan merubah sayangku padamu Kak. Semua yang Kakak lakukan pasti demi kebaikanku kan Kak..?"Fero hanya menganggukan kepala berkali kali.


"Aku bertemu Ayah Kak...tadinya aku ingin sekali tinggal kembali bersama dengan Ayah. Tapi Ayah larang..."


"Tidak Tidak Key.... Kakak tidak tahu apa yang harus Kakak rasakan saat ini. Maaf karena selama ini telah membohongimu tentang...."ucapan Fero terpotong karena ditutup mulutnya oleh tangan Keyra.


"Key sayang Kakak...."


Fero langsung menarik Keyra dalam pelukannya dan mendekapnya erat


"Kakak juga sayang padamu Key. Karena kau adalah Keyranya Kak Fero dan.."


"Princessnya Kak Fero... "ucap Keyra dan Fero bersamaan. Dan mereka pun saling tertawa.


"Ehmm..."suara deheman seseorang menghentikan tawa mereka dan menatapnya tajam


"O O ...sepertinya Kakak harus pergi De. Jika tidak akan ada yang mengamuk disini."


Keyra hanya tersenyum geli.


"Baiklah Kakak pergi dulu mau menemui Bunda dan memberi tahu kabar gembira ini. Dah sayang... Muuaaahh.... "pamit Fero pada Keyra dengan mengecup keningnya lama.


"Aiisshh... "umpat Levin.


Levin terus menatap tajam Fero.


"Ok ok Bro... Gue pergi.. "pamit Fero meledek Levin. Namun sebelum dia benar benar pergi. Fero kembali berlari pada Keyra dan mengecup pipi Keyra. Mmmuuuaaahhh....


Lalu langsung melesat pergi karena pasti akan ada yang menghajarnya.


"Heeeiii.... "geram Levin.


"Haaha...i love you Key.... "teriak Fero meninggalkan kamar inap Keyra.


"Aisshh.... Sini loh Fer. Beraninya loe..."teriak Levin mengejar Fero.


Keyra menepuk jidatnya.


"Bentar sayang... Aku ada urusan sebentar. "Levin membalikan badan sebelum benar benar mengejar Fero.


"Huffft... "Levin kembali dengan nafas tersengal.


"Kak ... ini.. "ucap Keyra dengan menyodorkan segelas air putih.


Levin pun mendekati dan menerimanya.


"Kemarilah Kak....aku ngantuk. "Keyra menepuk sisi kasur disampingnya. Dan dia pun mulai membaringkan badannya perlahan.


Levin mendekat dan naik kekasur tempat Keyra berbaring.


"Peluk aku Kak...."


Levin segera menarik pinggang Keyra dan memeluknya erat.


"Aku rindu sekali denganmu Kak... "ucap Keyra dengan menghirup aroma tubuh Levin.


"Kakak juga sangat merindukanmu sayang. Tidurlah.. Kakak disini menjagamu... "Levin mengelus lembut kepala Keyra yang dibalut perban.


"Kak... Apa persiapan perusahaanmu sudah selesai..?"tanya Keyra dengan kepala masih berada didada bidang Levin.


"Hmm... berkat bantuan Dady semuanya lancar,  besok  acaranya... "jawab Levin semakin mengeratkan pelukannya.


"Dady...??? "Keyra terkejut dan mendongakkan kepalanya menatap Levin.


"Hmm... Dady dan Mamy kemarin datang. Tadinya ingin bertemu denganmu tapi gara gara.."


Sebelum ucapan Levin selesai Keyra kembali menubruk dada bidang Levin .


"Kak....apa.... mungkin... Ehmm..."ucap Key dengan ragu ragu.


"Apa sayang.... "tanya Levin lembut


"Kalau aku tidak datang tidak apa apa ya. Aku malu Kak... Masa datang dengan kondisi seperti ini. Pakai tongkat kepala diperban. Huftt..."Keyra menghela nafas didada Levin.


"Kenapa mesti malu. Ada Kakak yang menjagamu. Tapi jika kamu tidak mau datang... baiklah. Kakak juga tidak akan datang. Kakak akan menemanimu.. "ucap Levin santai dengan mengecup lembut pucuk kepala Keyra.


Keyra langsung mendongakan kepala .


"Itu tidak mungkin Kak. Itu kan acaramu,  perusahaan barumu.. Mana boleh tidak hadir. Jangan seenaknya kau Kak.... "Keyra mulai kesal dengan Levin.


"Tentu saja itu menjadi mungkin jika kau tak disisiku... "ucap Levin santai dengan kembali menarik pinggang Keyra pelan dan memeluknya erat.


Keyra pun tersentuh dengan pria yang sekarang disampingnya ini.


"Sudah jangan terlalu banyak pikiran. Tidurlah... "Levin mengecup kening Keyra lama. Dan mengelus punggungnya lembut hingga tertidur


Dan Levin pun ikut tertidur karena terbawa aroma harum rambut Keyra.


"I love you my princess.."


"I love you too my prince.."