My Two Men Protector

My Two Men Protector
44.




"Apa yang terjadi denganku..."


"Kenapa aku mengingatnya..."


"Kenapa tiba tiba aku mengingatnya...."


"Tolong....tolong aku...ini menyakitkan...arrrrgghhh.."teriakan Keyra menggema diseluruh ruangan.


Entah apa yang terjadi dengan Keyra sejak mendengar bahwa dirinya sedang hamil seketika itu pula potongan potongan kecil kejadian masa lalu muncul kembali.


Kejadian yang sangat tidak ingin dia ingat membuat rasa yang sakit di kepalanya. Tubuhnya bergetar hebat karena isakan tangisnya.


Levin dan keluarga tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tidak menyangka bahwa kabar gembira untuknya malah membuatnya merasakan sakitnya datang kembali. Seperti ditusuk benda benda tajam Levin ikut merasakan rasa sakit yang diderita istri tercintanya.


"Sayang....tenanglah. Aku mohon tenanglah. Lihat aku....lihat aku.. "Levin memeluk tubuh Keyra erat kemudian menangkup wajah Keyra agar menatapnya.


Air mata yang terus mengalir diusapnya pelan oleh Levin. Saat mata indah itu sudah menatapnya Levin mengecup kedua mata Keyra lama.


Perhatian lembut Levin membuat Keyra kembali tenang walau masih sedikit terisak. Fero dan keluarga yang lain yang sedari tadi menyaksikan dari belakang merasakan sekarang bahwa hanya Levin lah obat penyembuh Keyra. Hanya dia seorang.


"Maafkan aku.."ucap Levin tiba tiba.


"Kenapa Kakak yang harus minta maaf..? "tanya Keyra tak mengerti.


"Aku tidak bisa mengurangi rasa sakit mu.. "


Ucapan Levin membuat Keyra menggelengkan kepalanya lemah.


"Kau tahu sayang...sejak pertama kali mengenalmu sejak saat itu aku memutuskan bahwa wanita ini harus jadi milikku."ucap Levin kemudian mengecup lembut hidung Keyra.


"Sejak pertama kali aku melihatmu menderita karena traumamu sejak saat itu aku memutuskan aku akan selalu mendampingimu mengurangi sedikit saja rasa sakit yang kau rasakan. Tanpa tahu penyebabnya dan menekan dalam dalam keinginanku untuk bertanya sebenarnya apa yang kau rahasiakan."


"Yang aku inginkan saat itu dan sampai detik ini adalah satu. Menghilangkan penderitaan mu. Karena entah kenapa aku begitu merasakan rasa sakit yang kau derita sayang. "ungkap Levin mulai terisak lalu mengecup kedua pipinya.


Keyra menatap dalam suaminya.


"Aku belum pernah merasakan seperti ini. Begitu sakit jika kau sakit. Begitu marah jika kau terluka. Begitu bahagia jika kau tertawa. Siapa kau sebenarnya sayangku....kenapa begitu pintar mengubah hati seorang Levin.. "isak Levin.


"Bahkan dengan mudahnya kau membuatku menjadi pria yang sangat cengeng.... "ucapnyw lagi diakhiri dengan kekehan kecil. Lalu kembali mengecup kedua mata istrinya.


Ungkapan hati Levin membuat Keyra diam terpaku. Perasaan bersalah menyelimuti hatinya.


"Apa kau tahu kenapa sayang ...? "


Keyra masih menatap Levin dengan air mata yang terus mengalir.


"Karena aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu sayangku..Tapi entah kenapa aku tetap belum bisa mengurangi penderitaanmu. Jadi aku mohon padamu... Maafkan aku... "isak Levin.


Keyra menggelengkan kepala. Tidak.... Tidak... Bukan salahnya...


"Maafkan aku karena aku yang bodoh tidak bisa membuatmu bahagia.. " Levin semakin terisak.


Keyra terus menggelengkan kepalanya. Tidak... Tidak... Dia tidak bodoh... Dia suamiku.


"Maafkan aku Key.... Maaf karena belum bisa menjadi suami yang kau banggakan... Aku telah membuatmu mender... "


Plaakk...


Keyra tanpa sadar menampar pelan pipi suaminya.


Levin diam seketika karena tamparan Keyra. Meskipun tamparan nya tanpa berasa apapun di wajahnya. Tapi dia merasakan kemarahan istrinya.


Keyra mendekat dan menangkup wajah Levin. Dengan deraian air mata Keyra menatap wajah sendu suaminya.


"Bukan kau yang salah Kak... Kenapa harus minta maaf yang jelas jelas bukan salahmu... "isak Keyra dan dengan tiba tiba menghujani wajah Levin dengan kecupan kecupan lembut Keyra. Levin terkesiap mendapat perlakuan dari istrinya itu.


"Akulah yang bersalah...aku takut kejadian itu terulang kembali. Aku begitu egois dengan berpikiran ingin membalaskan dendamku seorang diri meskipun aku tidak mampu. Maafkan aku Kak....seharusnya aku menceritakan semuanya padamu. Maaf... Maaf... Tapi sungguh jangan berpikiran bahwa kau orang bodoh...aku sangat malu jika kau berkata seperti itu..."Keyra mengecup bibir Levin berkali kali.


"Kau adalah suamiku. Aku begitu mencintaimu...aku sangat bahagia saat mendengar aku hamil. Begitu bahagianya..."jeda Keyra


"Sampai sampai aku merasakan bahwa anakku ini ingin ibunya bersahabat dengan masa lalunya. Itulah sebabnya tanpa sadar aku merasakan kejadian itu. "ujar Keyra dengan mengelus perutnya yang masih rata.


Keyra menghapus air matanya dengan cepat.


"Kak...maaf jika selama ini aku kekanakan. Sekarang aku sadar...tugasku saat ini adalah melindungi anak dalam rahimku bukan memikirkan lagi tentang masa laluku. "ucap Keyra dengan senyum


"Maafkan aku juga karena telah menamparmu.. Maaf ...Maaf..."mohon Keyra memelas dengan menundukan kepalanya.


Levin tak tahan melihat tingkah gemas istrinya itu. Ditarik nya kedua tangan Keyra dan direngkuh tubuh mungilnya dengan sangat erat.


"Kau adalah suamiku yang sangat aku banggakan. Kau adalah pelindungku. Kau selalu membuatku menjadi satu satunya orang yang paling bahagia dibumi ini. Bagaimana bisa kau bicara seperti itu...aku tidak suka Kak..sungguh.."ucap Keyra dibalik punggung Levin.


"Maaf...."ucap Levin lirih.


"Berjanjilah tidak akan mengulanginya..."pinta Keyra pada Levin.


"Aku janji sayang...aku tidak akan mengulanginya, aku akan selalu menjadi suami yang kau banggakan. "janji Levin


"Aku mencintaimu Kak.. "


"Aku lebih mencintaimu Keyra Ferdinand "


Keyra tersenyum bahagia saat Levin menyebutkan nama belakang miliknya.


Lalu kembali memeluk Levin erat.


Dan tentu saja pelukan itu dibalas tak kalah erat oleh Levin.


Tak ada satu pun dari mereka melewatkan adegan romantis itu. Meskipun sempat diawal merasa gelisah dan khawatir karena derita Keyra namun itu segera dibalas dengan perhatian tulus dari Levin.


"Oh ya sayang....ada satu hal lagi yang harus aku beritahu padamu. "


Keyra menguraikan pelukan dan menatap wajah Levin penasaran.


"Ada tiga orang yang harus kau temui..? "


"Siapa..?"tanya Keyra


"Hai My Princess... "suara seseorang yang tidak asing membuat Keyra menolehkan kepalanya.


"Selamat datang Nona Keyra... "


"Apa kabar Nona Keyra.. "


Keyra bergantian menatap mereka satu persatu. Dia perlahan mencoba bangkit berdiri mendekati mereka tentu saja selalu didampingi Levin.


Keyra menggenggam lengan Levin erat yang dari tadi menuntunnya.


Air mata kembali mengalir dari mata indahnya. Tak percaya bahwa saat ini orang orang terkasihnya sudah berada didepannya. Tepat di hadapannya.


"K-kak...uncle... "isak Keyra haru.


Fero langsung saja berlari menarik tubuh adik tersayangnya itu kedalam pelukannya. Tentu saja Keyra langsung menangis histeris.


"Kakak jahat sekali..."Keyra memukul dada Fero berkali kali.


"Kakak tidak rindu padaku tidak pernah menjengukku bahkan memberi kabar pun tidak...Apa kau tahu aku sangat merindukanmu dan Bunda..."


Sungguh kata kata itu sedikit menyakiti hatinya. Bicara apa dia... Tidak rindu.. Bahkan Fero menahan mati matian menahan rindunya hanya demi mengurus perusahaannya yang waktu itu sedang kritis. Tapi syukurlah dengan keahlian Fero dia bisa mengembalikan kondisi perusahaannya menjadi lebih baik.


"Maaf sayang...bukan Kakak tidak rindu. Bahkan Kakak sangat rindu padamu. Tapi kondisinya sangat sulit. Maaf... Maaf..."Fero memeluk Keyra erat dan mengelus lembut kepalanya. Mengecup berkali kali puncak kepalanya.


Keyra mendongakkan kepalanya.


"Kenapa Bunda tidak ikut...? "


"Bunda tidak bisa ikut. Karena Kakak larang takut Bunda lelah karena perjalanan jauh. "


"Key ngerti... "


Tatapan Keyra beralih pada dua orang paruh baya dibelakangnya. Kemudian dia mengurai pelukannya dan mendekati mereka.


"Uncle....apakah uncle juga tidak rindu padaku...? "tanya Keyra pada kedua uncle kesayangannya.


"Tentu saja. Kami rindu Nona.... "ucap Moe dan kemudian merentangkan kedua tangannya.


Keyra memeluk lama tubuh pria paruh baya itu.


"Uncle semakin tua saja... "celetuk Keyra.


"Tapi masih tetap kuat untuk menjagamu Nona.. "ucap Moe mengacak rambut Keyra.


"Kebiasaan... "gumam Keyra karena kebiasaan Moe memanggilnya Nona tidak pernah bisa berubah.


"Uncle Fiaaaan... "teriak Keyra pada Fian lalu menghambur kedalam pelukannya.


Memang diantara kedua uncle itu Fian lah yang paling dekat dengan Keyra.


"Nona-ku... "ucap Fian dengan memeluk Keyra erat. Dan tanpa mereka sadari ada seseorang yang memandang mereka tajam.


"Bagaimana keadaan basecamp kita...? "tanya Keyra pada Fian yang tentu saja membuat seisi rumah mengernyitkan keningnya kecuali Moe yang tahu maksud dari Keyra.


"Basecamp dalam kondisi stabil Nona. Sudah lama anda tidak mengunjunginya. Jika ada waktu berkunjung lah... "


"Tentu....tapi sekarang harus ada ijin dari seseorang.. "ucap Keyra sambil melirik matanya pada Levin.


"Ah ya...baiklah Nona. Dan selamat atas kehamilan anda, sebentar lagi aku jadi Kakek.. "


"Ya... Opa Fian.. "kekeh Keyra saat dirinya memanggil Fian dengan sebutan Opa.


Levin mendekat dan meraih pinggang Keyra erat dan merapatkan ke tubuhnya.


"Sebaiknya sekarang kau istirahat sayang...,"ucap Levin posesif.


"Tapi Kak...aku ingin... "


"Mereka tak akan kemana mana...Ayo..."Levin memotong ucapan Keyra dan langsung membawanya kedalam kamarnya.


Seluruh keluarga terkekeh geli melihat betapa posesifnya seorang Levin yang dulu dikenal karena sifat angkuh dan dinginnya.


"Waaaahhhh... ternyata seorang Levin raja dingin hanya bisa tunduk dan berlaku semanis itu pada istri cantiknya... "gumam Kevin.


"Ya.. Kau benar. Aku saja terkejut melihat perubahannya. "ucap Maxy


"Tentu saja siapa dulu yang merubahnya. Menantu kesayangan Momyy... "ucap Momy Levin bangga.


Semua orang tersenyum geli melihat tingkah Momy. Dia itu membela Levin atau Keyra. Tapi sudahlah... keluarga besar Ferdinand saat ini sedang dilanda bahagia yang sangat mereka syukuri. Kesembuhan dan kehamilan Keyra lah menjadi utama kebahagiaan mereka.


〰〰〰〰〰〰〰〰〰


"Ini minumlah sayang... "Levin memberikan segelas susu ibu hamil untuk istri cantiknya.


Sejak pertama Levin mengetahui Keyra hamil dia langsung memerintahkan Sandy untuk membeli produk susu ibu hamil yang terbagus.


"Terimakasih Kak...tapi tidak harus seperti ini. Aku bisa sendiri. "Keyra menerima gelas itu.


"Diminum... "Levin membantu Keyra meminumkan susu itu. Tidak menanggapi permintaan istrinya.


"Habiskan... "ucap Levin saat Keyra hendak menghentikannya.


Dengan terpaksa Keyra menghabiskan susu itu karena Levin terus saja memegang gelas susu itu.


"Bagus....istri pintar... "ucap Levin setelah melihat gelas itu kosong dan segera menaruhnya diatas nakas di samping kasur nya.


Keyra memanyunkan bibirnya karena kesal dengan suaminya itu.


"Jangan seperti itu jelek jadinya...lihat bibirmu... "tanpa aba aba Levin mengecup bibir Keyra dan membersihkan sisa susu yang masih menempel dibibir Keyra dengan lidahnya.


"Manis... "ucap Levin dengan senyum menawan nya.


Keyra terpaku.


"Dasar mesum... "teriak Keyra memukul dada Levin


"Hahaha...aku memang mesum sayang. Tapi hanya padamu.. "ucap Levin gemas dengan mengacak sedikit rambut Keyra.


"Sekarang tidurlah... "perintah Levin.


"Aku ingin tidur dipelukanmu Kak... "


"Tentu sayang....kemarilah..."Levin menaiki ranjang dan mendekap lembut tubuh Keyra menjadikan lengan Levin sebagai bantal kemudian lengan satunya memeluk tubuh Keyra erat bahkan sangat erat.


Keyra memeluk tubuh Levin dan menjatuhkan kepalanya di dada Levin sekaligus mencium aroma Levin yang sudah sangat menjadi candunya.


"Aku rindu sekali aromamu Kak... "ucap Keyra lirih namun masih didengar Levin. Levin pun tersenyum bahagia mendengarnya. Istrinya telah kembali...


"Aku juga merindukanmu sayang... "ucap Levin sambil mencium aroma strawbery rambut Keyra yang selalu harum padahal dia tahu Keyra beberapa hari belakangan ini tinggal dirumah sakit.


Levin mengecup puncak kepala Keyra berkali kali.


"Kak....terimakasih. "ucap Keyra


"Untuk...? "Levin tak mengerti maksud ucapan Keyra.


"Untuk semuanya..untuk kasih sayangmu, kesabaran mu, kesetiaanmu, kepercayaanmu dan untuk cinta besarmu padaku.. "ucap Keyra tulus dan tanpa sadar air matanya menetes. Entahlah akhir akhir ini dia merasakan sendiri dia sangat sangat cengeng.


Levin semakin mengeratkan pelukannya.


"Kau tidak perlu berterimakasih padaku sayang. Karena aku melakukannya tulus hanya untukmu. Akulah yang harus berterimakasih padamu karena buah cinta kita hadir disini.. "ucap Levin mengelus lembut perut rata Keyra. Levin menguraikan pelukannya kemudian turun hingga sejajar dengan perut Keyra.


Dia berkali kali menciumi perut rata Keyra hingga terkekeh geli.


"Hey baby's...Dady harap kalian sehat didalam sana dan Dady mohon pada kalian jangan membuat Momymu kerepotan ataupun kelelahan ok... Karena Dady sangat mencintai Momy kalian ini... "obrolan Levin dengan buah hati mereka membuat Keyra terharu dan tersenyum .


Levin mencium kembali perut rata Keyra.


"Oh Tuhan... Jaga mereka disini hingga mereka lahir dengan selamat dan segera menjadi pelindung untuk bidadari kami..."lagi lagi Keyra dibuat terharu karena Levin. Doa doa suaminya ini selalu ujung ujungnya hanya untuk dirinya.


"Sayang....ada apa denganmu kenapa menangis. Apa kau ingin sesuatu...katakan padaku cepat apa yang kau inginkan. "ucap Levin penuh cemas dan kekhawatiran yang mendalam saat dirinya tiba tiba mendengar istrinya itu terisak menangis.


"Aku tidak ingin apa apa Kak. Aku hanya terharu karena doamu. "


"Memang kenapa dengan doaku..? "


"Tidak ada yang salah dengan doamu aku hanya terharu seolah olah kau sedang menciptakan pasukan untuk menjaga ku. Mereka adalah anak kita kau harus ingat itu. "


"Tentu saja mereka anak kita. Tapi lihatlah nanti...betapa sayang dan cintanya mereka padamu karena mereka mengalir darahku yang dalam hatinya hanya selalu ada namamu nama Momynya tercinta. "


"Aku mencintaimu Kak... "


"Aku lebih lebih mencintaimu sayang.... "


Levin kembali menarik tubuh Keyra dalam pelukannya dan mengelus lembut punggung Keyra.


Lagi lagi Keyra sangat menikmati aroma harum tubuh suaminya.


"Aromamu membuatku nyaman Kak...aku ngantuk sekali.. "ucap Keyra dengan mata yang mulai terpejam.


"Kalau begitu tidurlah...aku akan selalu di sampingmu.. "Levin merapatkan kembali tubuhnya memberi kehangatan pada istrinya.


"Janji...? "tanya Keyra lirih karena dirinya sudah mulai berada dipintu mimpi


"Ya...aku janji. "ucap Levin dengan terus mengelus punggung Keyra lembut.


Beberapa menit setelahnya Keyra mulai mengeluarkan nafas teraturnya pertanda dia sudah tidur sangat lelap.


Levin mengecup kening Keyra lama.


"Sleep tight baby.... "


tok... tok..


Fero mengetuk pintu kamar Levin pelan namun tak mendapat jawaban dari dalam kamar itu.


Tanpa sengaja Fero mencoba membuka pintu kamar itu dan hasilnya pintu itu terbuka sedikit dan memasukan kepalanya sedikit.


"Sorry....may i...? "tanya Fero karena melihat Levin menatapnya tajam.


"Masuk loe... "perintah Levin dengan sedikit berbisik namun masih terdengar oleh Fero.


Fero masuk dan mulai mendekati Levin yang sedang memeluk Keyra.


"Istri gue baru aja tidur kalau dia terganggu gara gara loe...gue ga ijinin loe ketemu sama dia.. "


"Wooo...sory suami posesif...dia juga adik gue lagi..."


"Loe juga yang bikir onar mana main masuk kamar orang untung aja gue ga lagi ngapa ngapain... "ucap Levin asal.


"Anjir loe... Loe sendiri kenapa pintu ga dikunci. "Fero menjitak kepala mesum adik iparnya itu.


"Gue kesini juga karena terpaksa..ada hal penting yang harus gue omongin... Tapi ga disini... "lanjut Fero.


Levin mengernyitkan dahinya.


"Bentar...."perlahan Levin melepaskan pelukan Keyra. Dia sangat tidak ingin menganggu istirahat Keyra.


Setelah itu Levin menyelimuti Keyra hingga batas dada. Kemudian mengcp keningnya lama.


"Ayo...kita keluar... "ucap Levin dan berlalu pergi.


Fero terkesiap melihat tingkah Levin. Di saat yang bersamaan dia mengeluarkan dua sifatnya. Romantis sekaligus Angkuh dan dingin


Sebelum mengikuti Levin. Fero mengecup kening Keyra.


"Sweet dream my princess.. "kini giliran Fero mengecup kening Keyra kemudian mengelus kepala Keyra lembut.


Fero berlalu meninggalkan kamar Levin. Dan sampai dipintu depan kamar itu dia dikejutkan dengan tiga orang pria berbadan tegap.


"Argh shit... Kalian membuatku terkejut..."Fero melonjak karena melihat mereka dengan pandangan tajam.


"Kau ini....tadi mengajakku keluar tapi kau sendiri... "ucap Levin dingin dengan kedua tangan bersidekap di dada.


"Aku hanya sedikit melepas rindu pada adikku..."jawab Fero polos.


Levin mendengus mendengar alasan Fero.


"Baiklah... Baiklah... Ini serius. "raut muka Fero seketika berubah drastis.


"Uncle Moe...jelaskan..."perintah Fero ada Levin.


Moe, Fian, Fero dan Levin masih berada didepan pintu kamar Levin. Dan mulai serius membicarakan sesuatu.


"Tuan Levin... James sedang berada dimarkasnya. Rencana kita sudah berjalan lancar. Apa kita akan menyerangnya sekarang atau...? "jelas Moe


"Kita akan melakukannya sekarang...Fer siapkan peralatan. Uncle Moe dan Uncle Fian siapkan pasukan. Kita bertemu dibawah. "ucap Levin tegas.


"Ok..."jawab Fero singkat dan segera berlalu mempersiapkan segalanya.


"Baik Tuan... "jawab Moe dan Fian bersamaan.


Sedangkan Levin... dia masuk kembali kedalam kamarnya.


Levin duduk disamping Keyra yang sudah tertidur lelap. Dia mengelus lembut wajah cantik istrinya yang tidak pernah bosan bosannya menatapnya.


Dia membungkukan badannya dan menghujani seluruh wajah istrinya yang tertidur itu dengan kecupan kecupan lembut.


"Aku mencintaimu sayang... Sangat mencintaimu.. "Levin mengecup bibir Keyra lembut dan lama.


Setelah melepas kecupan lembutnya dia mulai bergegas melangkah kearah ruang walk in closet mempersiapkan segalanya.


Beberapa menit setelahnya Levin sudah keluar dengan pakaian serba hitam tidak lupa juga rompi pelindung sudah melekat di badannya.



Levin melangkah keluar kamarnya hingga dia akan membuka handle pintu dia berbalik kembali menatap istri cantiknya.


Hatinya sangat berat meninggalkannya saat dia tertidur ... akhirnya dia kembali mendekati Keyra.


Lama dia menatapnya kemudian mencondongkan kembali tubuhnya lalu mengecup kening Keyra dengan sangat lembut.


"Aku akan segera pulang...itulah janjiku.."


Levin melangkahkan kembali kakinya keluar kamar hingga dia berhenti dilantai bawah dan mulai memanggil keluarganya.


Seluruh keluarga besar Levin sudah tahu tujuannya saat ini mereka akan melakukan apa.


"Mom.. Sandy....kalian tidur di kamar ku menjaga Keyra. Maxy berjaga didalam kau tidur di sofa kamarku. Akan aku perintahkan beberapa orang berjaga didepan kamar. "


"Dan kalian Rey dan Kevin...kalian berjaga dilantai bawah. Aku akan segera kembali...."


"Itu memang yang harus kau lakukan..."jawab Rey.


"Hati hati Son... "suara Momy terdengar bergetar


Levin mendekat dan memeluk Momynya.


"Of course Mom...aku mohon padamu jaga dia untukku.. "pinta Levin dan diangguki berkali kali oleh Momy.


"Tentu Nak..Momy akan selalu menjaganya untukmu.. "


"Oh ya jika dia terbangun...dan bertanya tentang aku. Katakan saja aku sedang mengurusi pekerjaan kantornya. Satu jam aku akan kembali. "


"Kau bisa melakukannya dalam satu jam...? "suara seseorang dari belakang.


"Aku takut tiba tiba dia terbangun karena tidak aku disampingnya. Jadi aku harus secepat mungkin menghabisi mereka Dad. "ada nada seram di ucapan terakhir Levin.


"Baiklah. Kalau begitu Dad akan ikut.. "


"Ayo....tunggu apa lagi.. "Jon bergegas pergi.


"Ok Dad.... "Levin pun dengan langkah tegasnya mengikuti Jon.


"Kalian akan habis di tangan ku. "


#tiga puluh menit kemudian .


"Kaaakkk....."suara Keyra nyaring hingga terdengar oleh Momy dan Sandy.


"Kak Lev.... hiks... Hiks... Kak Leviinn... "


"Ayo cepat kita keatas...."Sandy mengajak Momy , Kevin dan yang lainnya.


"Belum satu jam mereka pergi Keyra sudah terbangun. Bagaimana ini aunty...?" Sandy mulai cemas.


"Bahkan baru setengah jam yang lalu mereka pergi... Oh Tuhan... "Kevin ikut khawatir mengingat kejadian dulu di rumah sakit.


"Aunty tidak tahu....sebaiknya kita temani dulu putriku... "


Ceklek...


"Oh Tuhan.... "


"Kak Keeeyy... "