
"Bundaaa.... Key minta roti sandwich saja ya, Key sudah telat Bun. "teriak Keyra dari kamarnya.
Saat ini dia sedang terburu buru karena bangun kesiangan. Padahal sudah ada janji dengan Pak Reynald untuk membuat kesepakatan kerja dengannya.
Saat sudah berada dilantai bawah Bunda tercengang melihat penampilan Keyra saat ini. Dilihatnya Keyra dari atas sampai bawah.
Sebuah baju kantor warna abu abu yang sangat cocok dengan tubuh Keyra.
"Nak... kamu mau kemana. Bukannya hari ini acara ulang tahun kampusmu.?"tanya Bunda.
"Key tidak jadi ikut acara itu Bun. Ada pertemuan bisnis dengan klien.."jawab singkat Keyra dengan melangkah menuju kulkas mengambil susu kotak kesukaannya.
"Bisnis..?"tanya Bunda heran
"Buun.. ada seseorang yang menyukai desaign gambar Keyra. Dan dia ingin memakai desaign itu untuk membuat cabang perusahaanya yang baru. Dan hari ini dia mengundang Keyra untuk datang keperusahaannya untuk membuat kontrak kerja.."
"Key seneeng banget Buunn.. "ucap Keyra dengan berbinar binar.
"Benerr... "Bunda menggenggam kedua tangan Keyra.
Key menganggukan kepala berkali kali.
"Key berangkat ya Bunda..kayanya sudah telat deh."ucap Keyra dengan segera memasukan dua susu kotak dan roti sandwich kesukaannya.
"Kamu berangkat sendiri.. "tanya Bunda.
"Hmm.. Key pakai motor aja Bunda. Hehe... "jawab singkat Keyra dengan tersenyum kecil
Bunda langsung memasang muka khawatir.
"Tenang Bunda... Key akan hati hati. Makanya Key pakai celana panjang biar gampang. "ucap Keyra menenangkan Bunda.
"Benar ya.. Kamu harus hati hati. Jangan ngebut. "perintah Bunda.
"Siip Bunda. "jawab Keyra sambil memakai jaket.
"Kalau kakakmu tanya bagaimana..?"tanya Bunda karena sudah tahu kebiasaan anak sulungnya itu dia pasti akan menghubungi orang rumah untuk mengecek adik kesayangannya itu.
"Bilang saja Key pergi menemui klien diperusahaan RENLD alamatnya di jalan Sudirman."jelas Keyra pada Bunda.
"Baiklah.. hati hati ya sayang.."
"Baik Bunda.. Key pergi ya. Assalamualaikum. "pamit Keyra sambil mencium punggung tangan Bunda.
"Walaikusallam..
Memang waktu malam hari secara tidak sengaja Key membuka email dan ternyata ada email masuk dari Pak Reynald Key membalasnya. Dan tidak disangka juga Reynald membalasnya dan membuat janji agar bertemu hari ini.
---------------------------
"Maaf Tuan... hanya mengingatkan, lima menit lagi meeting akan segera dimulai. "ucap seorang gadis yang saat ini menjabat sebagai sekretaris Levin.
"Ok..saya akan segera kesana. "jawab singkat Levin. Dan segera merapikan jasnya.
Saat Levin akan keluar ruangan menuju ruang meeting. Dia dikejutkan dengan kedatangan Toni yang tergopoh gopoh karena berlari .
"Lev... tunggu.. "ucap Toni dengan tersengal sengal.
"Kenapa loe... ngos ngos an gitu, untung jam kerja loe belum mulai, kalau udah gue pecat loe ..."tanya Levin. Toni memang kalau belum mulai jam kerja dia akan berlaku sebagai sahabat dekat.
"Lev... ini penting. Tentang pacar loe.. "jelas Toni to the point.
Seketika Levin terkejut dengan ucapan sahabatnya itu.
"Apa maksud loe.. !"bentak Levin sinis.
"Hp pacar loe kemaren jatuh dilantai atas, gue temuin setelah gue antar loe ke tempat parkir waktu pacar loe sakit. Mau balik lagi ngembaliin hp nya tapi loe udah pergi duluan."
"Gue mau hubungin loe tapi keburu ada rapat kemaren jadi gue tinggal dan gue taruh dilaci meja kantor gue. Tapi setelah itu gue lupa baru inget pas gue berangkat."
"Tapi ada yang aneh sama hpnya. Nih lihat sendiri.. "jelas Toni pada akhirnya dengan menyerahkan ponsel milik Keyra
Levin segera mengambil ponsel Keyra dan melihatnya.
66 pesan masuk
87 panggilan tak terjawab
"Apanya yang aneh... "tanya Levin.
"Loe buka aja isinya..."jawab Toni.
Levin membuka ponsel Keyra dengan menggunakan sandi masuk yang Levin ketahui. Keyra memang pernah memberitahu sandi masuk hpnya pada Levin.
"Sory gue ga sengaja lihat pesan masuk yang terakhir. Waktu gue ambil hp dari laci pas banget pesan itu masuk."ucap Toni
**0856xxx...
"Mulai sekarang loe mesti hati hati.... Gue akan balas perlakuan loe ke gue.
Alex**.
Levin secara tidak sadar menjatuhkan dokumen yang dibawanya untuk meeting.
Levin segera pergi kedalam ruangannya kembali dengan tergesa gesa.
"Ton.. meeting gue cancel sampai dua jam kedepan."ucap Levin tegas.
"Apaaa... "teriak Toni.
"Gue serahin sama loe.. "
"Baik Bos.. "jawaban akhir dari Toni.
Belum pernah dia melihat Levin sekhawatir itu. Toni menyadarinya bahwa sahabatnya itu akhirnya sudah menemukan gadis impiannya.
"Fer.. Keyra dalam bahaya."ucap Levin pada Fero saat panggilannya diangkat.
"Apaa..? Loe dimana..?"teriak Fero dibalik teleponnya.
"Gue lagi dijalan mau kekantor loe. "jawab Levin melalui earphonenya. Saat ini dia memilih memakai motor ninja putihnya agar cepat sampai tujuan. Namun tidak pernah ketinggalan dengan beberapa pengawal dibelakangnya.
Meskipun Levin tidak menyuruh mereka untuk terus mengikutinya. Mereka pasti akan terus mengawal tuannya atas perintah Tuan Besarnya yang tidak lain adalah Ayah Kandungnya .
"Ok... gue tunggu di lobi. "jawab singkat Fero.
--------------------------
"Bun..Keyra dirumah.?"Fero langsung menghubungi Bundanya dirumah.
"Keyra pergi nak..."
Belum juga Bunda menjelaskannya Fero memotongnya.
"Pergi Bun...??. Ke kampus? Katanya hari ini dia tidak jadi kekampus. "ucap Fero terkejut.
"Dengarkan Bunda dulu nak. Keyra pergi menemui kliennya. Diperusahaan RENLD di jalan Sudirman. Memang ada apa nak. "terang Bunda dibalik teleponnya.
Fero mengernyitkan dahi.
"Klien...?
"*Ya... Adikmu itu sudah berbisnis sekarang. Nanti kalau pulang kamu tanya sendiri ya."Bunda tersenyum tanpa mengetahui akan ada sesuatu yang terjadi.
"Fer... Ada apa..? Apa ada sesuatu yang terjadi pada adikmu nak..? "tanya Bunda saat menyadari ada nada kekhawatiran pada anak sulungnya*.
Fero menyadari itu dibalik pertanyaan Bundanya.
"Oh tidak apa apa Bunda. Fero hanya terkejut soalnya tadi malam bilangnya tidak ke kampus. Ok Bunda.. Fero tutup ya teleponnya. Dah Bunda Assalamualaikum. "Fero langsung menutup teleponnya takut Bundanya khawatir.
"Walaikusallam.. "jawab Bunda dibalik telepon.
Fero saat ini sudah ada dilantai bawah didepan lobi. Dia pun menunda jadwal meetingnya dua jam kedepan demi adiknya.
"Lev... kita ke jalan Sudirman. Perusahaan RENLD. "ucap singkat Fero pada Levin.
"RENLD? "tanya Levin terheran.
"Keyra disana... ayoo cepet..!!"perintah Fero
"Ok.. Nih helmnya gue bawa motor tadi keburu Buru."Levin menyerahkan helm satunya pada Fero.
Fero langsung memakai dan duduk dibelakang Levin. Setelah siap mereka pun langsung melesat pergi.
Tanpa memerlukan waktu lama mereka pun sudah tiba disebuah perusahaan besar dengan gedung yang menjulang tinggi.
Mereka segera masuk ke lobi dan mencari seseorang.
"Maaf Tuan Tuan... Ada yang bisa saya bantu.?"tanya seorang recepsionist.
"Ya.. Kami mencari seorang gadis katanya dia kesini untuk bertemu dengan kliennya. "tanya Fero.
"Maaf namanya siapa ya Tuan."
"Keyra..."
"Ooh.. Nona Keyra. Nona yang cantik itu."ucapnya mengingat ada seorang gadis cantik tadi pagi datang menemuinya.
Fero menganggukan kepala.
"Ya..tadi pagi Nona Keyra kesini, beliau diundang oleh Tuan Reynald untuk meeting membahas kontrak kerja."
"Kontrak kerja...?"ucap Fero dan Levin bersamaan.
"Ya betul... Sebentar lagi mungkin selesai, anda boleh menunggunya diruang tamu. Mari saya antar... "
Fero dan Levin menunggu Keyra dengan cemas.
Beberapa saat setelahnya Keyra datang dengan beberapa pria dibelakangnya. Levin dan Fero menatap Keyra tanpa berkedip.
"Itu beneran Ade gue kan Lev... "tanya Fero terheran.
"Bukan.. Dia cewe gue. "jawab Levin singkat dengan segera melangkah kearah Keyra.
"Anjiirr loee... "Fero melototkan matanya pada Levin dan segera menyusul Levin.
"Sayang... "sapa Levin setelah berada didepan Keyra.
Keyra merasa tidak asing dengan suara yang memanggilnya.
"Kak Levin..??"ucap Keyra terheran.
Sontak Levin pun langsung menarik lengan Keyra dan memeluk erat Keyra.
"Kau baik baik saja kan sayang.. "tanya Levin setelah melepas pelukannya dan menangkup kedua pipi Keyra.
Keyra nampak bingung yang dimaksud Levin.
"Ehhhmm... Memang kenapa Kak.. "tanya Keyra terbata.
Pelukan Levin dilepas paksa oleh Fero dan langsung memeluk Keyra.
"Kamu tidak apa apa kan sayang.. "tanya Fero.
"Ya ampun.. Kakak kakak ini kenapa sii.. "ucap Keyra mulai kesal dengan kedua pria didepannya.
"Ehem... "suara deheman memecah pertikaian mereka.
"Maaf... Tuan tuan ini siapa..?"tanya Reynald.
"Maaf Pak Reynald...saya kenalkan. Ini kakak saya Fero dan ini temannya kakak saya Levin. "Keyra memperkenalkan kedua pria didepannya pada Reynald.
"Saya Fero... "ucap Fero dengan bersalaman pada Reynald.
"Dan saya Levin, bukan temannya dia, tapi saya kekasih adiknya."ucap Levin melirik Fero dengan bersalaman pada Reynald.
"Saya Reynald..."jawab Reynald dengan tersenyum kecil.
"Saya tahu pasti kalian orang terdekat gadis cantik ini..."Reynald menatap Keyra.
"Tenang saja...kami hanya rapat membahas kerja sama kami. Perusahaan kami akan membuka cabang baru didaerah sekitar sini. Dan kami akan menggunakan desaign dari Nona Keyra."terang Reynald pada Levin dan Fero.
"Maaf Pak...saya ada kepentingan lain. Saya mohon ijin pergi dulu."ucap Keyra menyela pembicaraan.
Keyra pun berpamitan pada Reynald. Dan pergi mengabaikan kedua pria pelindungnya.
"Ehhh... itu anak malah pergi. "ucap Fero.
"Baiklah Tuan Reynald senang mengenal anda. Kami pergi dulu. "Fero dan Levin pun ikut berpamitan dan menyusul Keyra.
Reynald tersenyum melihat tingkah mereka.
"Keeeyyy.... "teriak Fero dan Levin bersamaan.
"Keey tunggu... "Levin menghentikan langkah Keyra.
"Kamu ikut Kakak ya... "ajak Levin.
"Kemana...."
"Ke kantor ...biar motormu Kak Fero yang bawa."
"Ya Key... kamu ikut Kak Levin, biar Kakak yang bawa motormu, soalnya sebentar lagi Kakak ada meeting. "ucap Fero.
"Ok.. "jawab Keyra.
"Loe hati hati ya bawa Ade gue.. "perintah Fero dengan menunjuk pada Levin.
"Siap Kakak Ipar.."jawab Levin dengan memberi hormat pada Fero.
Keyra tersenyum memutar kedua bola matanya.
"Kakak pergi dulu ya Key... "pamit Fero pada Keyra dengan mencium keningnya.
"Ehmm... Hati hati Kak.
Sebelum Fero melangkah pergi ketempat parkir. Fero membalikan badannya. Dan memeluk Keyra erat bermaksud meledek Levin.
"Ya ampun Kakak...."Keyra membalas pelukan Fero lebih erat.
"Sudah... Sudah... "Levin melepas pelukan mereka dengan paksa.
Keyra tertawa melihat tingkah Levin. Dan Fero pun hanya mengeluarkan lidahnya meledek Levin.
"Uuweee.... "ledek Fero dengan berlari menghindari emosi Levin.
"Anjiirrr Loee... "Levin emosi bermaksud mengejar Fero. Namun dihentikan Keyra.
"Kak Levin... Kakak mau dipeluk juga. "bujuk Keyra.
Seketika Levin menghentikan langkahnya dan menganggukan kepalanya berkali kali.
"Kalau begitu ayoo kita pergi dari sini."ucap Keyra
Sesaat Levin bingung dengan maksud dari Keyra. Namun tak lama kemudian dia jadi tahu maksud dari Keyra.
Diatas motornya Keyra memeluknya erat seakan tidak ingin lepas darinya.
Levin hanya bisa tersenyum bahagia.
Sebenarnya Levin mengajak Keyra kekantornya bermaksud menahannya agar tidak pergi kemana mana lagi. Karena diluar sana bahaya sedang menunggunya.
Dan itu pun tak luput dari kerjasama Fero. Fero dan Levin belum bisa menyelesaikan masalahnya dengan Alex karena rapat yang tidak bisa mereka tunda.
Oleh karena itu mereka berusaha menahan Keyra agat tidak jauh dari pandangan salah satu dari mereka. Dan saat ini Levin yang menahannya.