My Two Men Protector

My Two Men Protector
12.



"Kak..." ucap Key


"Kakak jangan terlalu memikirkan perkataan Bunda ya..Key sudah bisa jaga diri kok. Kakak tahu..sekarang tiap hari Key bawa vitamin jadi tidak akan lupa meminumnya. Kakak jangan terlalu mengkhawatirkanku lagi ya..ya.."


"Sekarang saatnya Kakak bawa Kakak Ipar ke rumah ini. Biar rumah ini jadi rame kak.." ucap Keyra memohon.


Fero hanya tersenyum mendengar perkataan Keyra. Dia mengelus pipi Key.


"Key sayang...Kamu adalah adikku. Adik kesayangan Kakak. Dan sebelum Ayah meninggal, Ayah menulis sebuah pesan untuk Kakak bahwa kamu dan Bunda adalah tanggung jawab Kakak."


"Meskipun kelak kamu sudah punya pendamping Kakak akan terus menjagamu. Yaa..yang pasti tidak sepenuhnya karena nantinya itu menjadi tanggung jawab suamimu nanti.."


"Kakak pasti akan membawa Kakak Ipar kerumah tapi yang pasti tidak hanya menyayangi Kakak tapi dia juga harus menyayangimu dan Bunda. " jelas Fero.


Keyra tersenyum. Tapi sedari tadi dia merasa aneh dalam hatinya. Seperti ada sosok Levin dalam hatinya. Dia pun mulai mencari sosok itu.


"Apa kamu mencari sesuatu de..?" tanya Fero.


"Tidak...Key rasa ada Kak Levin disini.."


"ehmm.."deheman Fero.


"Ada yang rindu nih.." ledek Fero pada adiknya.


"Kakaaakk.." rengek Key menutup wajah dengan kedua tangannya karena pipinya pasti sudah memerah.


"Apa kau menyukainya...?" tanya Fero to the point.


Keyra langsung terdiam mendengar pertanyaan dari Kakaknya itu.


"Entahlah Kak. .." jeda Keyra.


"Kakak tahu..aku belum lama mengenalnya, bahkan pertemuan kita pun sangat singkat tapi Kak Levin sudah menyatakan cintanya padaku.."


"Apalagi pertama kita ketemu dirumah ini ...Kakak ingat waktu itu Key sedang kacau. Mungkin dia menganggapku wanita gila.." ucap Key terpotong karena mulutnya segera dibungkam dengan tangan Fero.


"Cukup sayang...kumohon jangan bilang seperti itu lagi. Tidak ada yang menganggapmu seperti itu. Dan jika ada satu orangpun yang menganggapmu seperti itu dia pasti akan Kakak bunuh. " ucap Fero dengan emosi.


Keyra menggenggam lengan Fero mencoba meredakan emosi Kakaknya itu.


"Kak...A..pa..Kakak mengenal Kak Levin cukup lama." tanya Key lirih karena sebenarnya dia malu menanyakannya


"Wahhh..ternyata adikku ini penasaran juga...?" ledek Fero.


"Tidak..aku kan cuma tanya Kak " ucap Key dengan memukul lengan Fero pelan karena kesal dengan ledekan Kakaknya.


"Dia dulu teman kuliah Kakak. Kami berempat..yaa bisa dibilang sahabat dekat. Setelah selesai kuliah mereka semua pergi keluar negeri untuk mengurusi perusahaan keluarganya.


Miko dan Ken di London, Vano di Spanyol, dan Levin di Amerika. Dan hanya aku yang masih disini.."


" Diantara kami hanya Levin yang terbilang sangat sukses. Dia banyak mengembangkan bisnisnya dimana mana. Dan dia sekarang di Indonesia karena akan membuka cabang perusahaannya yang baru.


Apa kau tidak pernah baca majalah atau koran bisnis..?"tanya Fero.


Key hanya menggeleng gelengkan kepala. Jangankan majalah bisnis..nonton TV aja dia jarang sekali.


"Yang aku kenal dulu sebelum dia pergi keluar negeri, dia orang yang dingin, ngomong seperlunya, dia cerdas, emosi nya sangat tinggi jika ada yang membuatnya marah bahkan bisa menghabisi mereka."ucap Fero


Merasa mulutnya menganga karena terkejut dia langsung menutup dengan kedua tangannya.


" Benarkah Kak...tp yang aku lihat Kak Levin orang baik dia tidak dingin bahkan sangat melindungiku. Tapi..."jeda Keyra.


"Apa dia benar benar menyukaiku..?" ucap Keyra ragu.


"Dia kan seorang CEO..pasti banyak wanita cantik disekelilingnya. " lanjutnya.


"Keyra sayang...jika kau ingin lebih mengenalnya, tanya sendiri saja padanya. Kau tidak perlu memikirkan hal yang tidak penting ya.." ucap Fero dengan mengelus pipi Key yang lembut.


"Ferooo...ada telpon untukmu dari kantor." teriak Bunda dari lantai bawah.


"Ya Bunda..aku akan segera turun" teriak Fero.


"Kakak turun dulu ya De.." ucap Fero pada Keyra dengan mengelus kepalanya dengan sayang.


Saat Fero keluar dari kamar Keyra, dia dikejutkan dengan seorang sahabatnya Levin yang berdiri mematung ditepi pintu kamar Keyra.


"Anjir loe...kirain setan. " teriak Fero pada Levin


"Gila aja ganteng ganteng gini loe bilang setan.."bantah Levin.


"Gue pengen ketemu gadis gue..kangen berat niih.." ujar Levin pada Fero dengan menunjukan dadanya.


"Dia juga lagi mikirin loe tuh..sana masuk...tapi awas aja jangan jangan macem loe.." tegas Fero dengan menunjukan telunjuknya.


Levin hanya memberi salam hormat layaknya orang sedang hormat pada atasannya.


"Siap laksanakan.." ucap Levin tegas.


Fero hanya tersenyum geli.


Dan Levin setelah mendapat ijin dari sahabatnya dia langsung menuju kamar Keyra yang tertutup tapi tidak terkunci.


Tok..Tok..


"Pagi Key say.."sapa Levin namun terpotong karena terkejut melihat Keyra yang sedang merintih kesakitan.


"Keeyy..."Levin segera berlari mendekati Keyra dan merengkuh tubuhnya. Keyra pun terkejut dan langsung menoleh kearah Levin.


"Kaak Le vin.." ucap Keyra lirih karena menahan sakit dikepalanya. Kedua tangannya memegang kepala yang diperban.


"Key..aku panggil Fero ya." ucap Levin namun sebelum dia beranjak tangannya ditahan oleh tangan Keyra dengan menggeleng gelengkan kepalanya.


"Kumohon ja ngan laku kan itu" ucap Keyra terbata bata dengan masih menahan sakit.


"Se ben tar lagi sa kitnya hi lang..." ucapnya lagi.


Levin tidak tahan melihat gadisnya menahan sakit. Dia langsung memeluk erat Keyra bahkan sangat erat seolah tidak ingin kehilangannya. Dia meletakkan kepala Keyra didadanya. Dan mengelus lembut kepalanya dengan sayang.


Tanpa tersadar buliran bening keluar dari mata seorang Levin. Seorang yang dingin yang baru pertama kali ini mengeluarkan air mata hanya untuk gadis cantik yang lemah.


"Kumohon sayang...bertahanlah. Aku disini jadi tenanglah. " ucap Levin dengan masih memeluk erat Keyra.


Entah sejak kapan sakit dikepala Keyra mulai mereda. Keyra pun sedikit sedikit mulai tidak merasa sakit dikepalanya itu.


Pelukan erat dari Levin sungguh membuatnya tenang kembali.


Keyra pun mendongakan kepala.


"Kak..sudah hilang." hanya itu yang bisa Key ucapkan.


"Hmmm.." ucap Levin


"Sakitnya sudah hilang..terimakasih ya Kak." ucap Keyra pelan.


"Syukurlah..kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu. " ucap Levin dengan berkaca kaca.


Keyra mengelus rahang Levin dan menyentuh matanya dan seketika buliran bening itu menetes.


"Kak..." tanya Keyra dengan menunjukan cairan bening padanya.


"Kan tadi kakak bilang..aku sangat mengkhawatirkanmu. Kakak juga tidak tahu itu keluar sendiri. " ucap Levin dengan tersenyum.


"Kakak sangat mencintaimu Key...sangat sangat mencintaimu. Air mataku ini tidak tahan melihatmu kesakitan seperti ini lagi...Aku hanya ingin bersamamu sayang.."


Keyra hanya menatap mata Levin mencari kebohongan didalamnya namun lama mencarinya dia tidak menemukan satu pun kebohongan.


Keyra mengelus pipi Levin.


"Kak..aku belum mengenalmu, aku bahkan tidak percaya diri untuk selalu didekatmu. Aku sadar diri Kak aku ini orang yang sangat lemah. "


" Tapi Kak...aku belum pernah merasa senyaman ini dengan seseorang selain Kakak dan Bundaku. Apa boleh aku mengenalmu lebih Kak..? Apa boleh aku belajar mencintaimu Kak..? Apa boleh aku memintamu untuk selalu didekatku.?"


Levin tersentuh dengan gadisnya ini.


Dan langsung menarik dan memeluk erat tubuhnya.


"Key sayang...kau tidak perlu bertanya. Bahkan aku sangat ingin kau melakukannya untukku. Dan aku berjanji aku akan selalu didekatmu menjaga dan melindungimu." ucap Levin bahagia.


----------


Drtt...Drrtt..


Keyra memutar bola matanya saat dilihat dari layar ponselnya muncul nama yang sekarang sudah mengisi hatinya.


Dia pun langsung menekan tombol hijau dilayar ponselnya.


"Ya Kak...Key lagi dikantin..apa lagi Kakkk.." ucap Keyra dengan senyum geli namun greget. Karena semenjak dia diantar ke kampus oleh Levin dia tak henti hentinya menganggu Keyra dengan sms ataupun menghubunginya hanya sekedar menanyakan sedang apa,dimana, lagi ngapain,apa kau baik baik saja,sudah makan apa belum.


"Oh Tuhan..kenapa dia protect gini sama aku sii melebehi kakak gue sendiri" bathin Keyra.


"Di kantin..? Pesen apa..?" ucap Levin dari seberang sana.


"Belum pesen Kak...nih baru mau pesen Kakak telpon." ucap Keyra.


"Kak..apa kakak ga kerja..??" lanjutnya.


Hanya itu yang ingin ditanyakan sejak dari tadi.


"Ini Kakak lagi kerja. Bentar lagi kan GO." ucap Levin.


"Semangat ya Kak.." ujar Keyra dengan senyum tipis.


"Permisi..gue boleh duduk disini." seorang pria menghampiri Keyra.


Keyra hanya mengernyitkan dahi. Dia tidak mengenal pria itu.


"Sory gue ga kenal loe, tapi bentar lagi temen temen gue datang jadi.." ucap Keyra.


"Ga pa pa...gue cuma pengen duduk disini." ucap pria itu tanpa melepas pandangan matanya pada Keyra.


Keyra pun merasa risih. Dan tanpa disadari juga dia belum menutup telponnya dengan Levin.


"Siapa dia Key.." tanya Levin dari balik telpon karena mendengar suara seorang pria didekat gadisnya itu.


"Tidak tahu Kak.. mungkin senior " ucap Keyra lirih.


"Kak Levin...?."Keyra merasa sudah sangat risih dengan tatapan pria itu sehingga tanpa sadar menyebut nama kekasihnya.


Levin merasa ada yang tidak beres dengan kekasihnya itu. Dia pun langsung beranjak dari kursinya meninggalkan kantornya.


"Sayang...tunggu aku.."seru Levin dan langsung memutus sepihak.


" Tidak us...."ucap Keyra. Namun sayang sambungan telponnya sudah diputuskan sepihak oleh Levin.


"Loe ga makan..? " ucap pria itu.


"Tatapan yang menjijikan.." batin Keyra.


"Heyy...gue nanya ama loe. Loe ga makan." tanya pria asing tadi dengan terus menatap Keyra tanpa berkedip.


"Nanti nunggu temen temen gue." ucap Keyra.


"Sory gue mau ke perpus.."Keyra beranjak dari kursi kantin.


Namun sebelum dia beranjak tangan Keyra ditahan oleh pria itu.


"Sini aja dulu temenin gue.." ucap pria itu dengan genit.


Keyra spontan langsung menepis dan melepaskan genggaman tangan pria itu.


"Sory..gue harus pergi. " ucap Keyra


"Sory ..mungkin loe ga kenal gue. Kenalin..gue Alex. Senior loe.." ucap pria itu dengan menyodorkan tangannya.


Key terdiam, dia hanya berpikir dia tidak merasa ada senior yang bernama Alex.


"Gue Levin.." sebuah tangan membalas sodoran tangan Alex.


Keyra pun langsung terkejut dan menoleh kearah sampingnya. Aroma tubuh Levin yang sangat disukai Key membuat dia langsung tersenyum.


Levin langsung menarik pinggang Key dan menariknya agar menempel ditubuhnya.


"Sayang kamu belum makan kan..?"tanya Levin dengan mengelus pipi Keyra.


Keyra pun hanya menggelengkan kepala.


"Ayo kita makan..tapi tidak disini." ucap Levin dengan melirik tajam sosok Alex yang masih berada didepan mereka.


"Jangan mendekatinya lagi. Kuperingatkan kau.." pamit Levin penuh dengan tatapan sinis dan dingin.


Keyra dari tadi tidak berani menatap Alex. Memang sejak kejadian itu Key merasa tidak nyaman jika melihat orang asing didepannya.


"Ayo sayang.." ajak Levin yang masih memeluk pinggang Key erat.


Keyra sejak datangnya Levin,dia secara spontan langsung menyentuh dada Levin dan meremas bajunya seakan dia sedang mencari ketenangan. Dan Levin pun merasakannya sejak dari tadi.


Keyra mengikuti langkah Levin keluar dari kampusnya tanpa melepas genggaman tangannya dari dada Levin.


"Kak...dia orang jahat. Key takut." ucap Keyra lirih disela sela langkahnya.


Levin tesentak terkejut mendengar ucapan Keyra. Dia pun langsung memeluk erat Key. Dan mencium puncuk kepalanya.


-----


"Awas aja loe...berani menolak gue. Liat aja akibatnya." geram seorang pria yang terus memandangi gadis bersama pria disampingnya.