
"Oh Tuhan... "
"Kak Keeyy... "
Momy, Sandy, Maxy dan dua saudara lainnya berlari mendekati Keyra yang terbangun dari tidurnya yang masih duduk di ranjang kasurnya dengan wajah berantakan dan muka pucatnya.
Mereka sungguh terkejut melihatnya. Bagaimana tidak...Keyra mimisan lagi.
"Oh sayangku...kenapa denganmu Nak.."Mommy Levin mengelus pipi Keyra.
"Kau mimisan lagi...apa sakit lagi...kita kerumah sakit sekarang.. "
"Tidak Mom...Kak Levin dimana..?"ucap Keyra dengan sesenggukan dan dengan kasar menghapus darah mimisan yang terus mengalir dari hidungnya.
"Kenapa dia tidak di sampingku..dia bilang akan menemaniku Mom.. "Keyra terus merancau tentang Levin.
"Sayang...tenanglah dulu Nak...Levin pergi hanya sebentar ada urusan di kantor nya.. "Momy Levin mengikuti perintah putranya jika istrinya terbangun namun mendapat respon yang tidak diharapkannya. Keyra bukannya tenang tapi dia malah semakin menjadi tangisannya.
"Tidak Mom...dia tidak dikantor. Aku bisa merasakannya. Dia dalam bahaya. Dimana dia sekarang Mom..? "sungguh terkejut mendengar ucapan menantunya ini. Bagaimana dia tahu..?
Merasa tidak mendapat respon dari Momy mertuanya dia beralih pada saudara saudara iparnya.
Keyra mendekati dan terus mengusap mimisan dihidungnya.
"Kev...katakan padaku dimana suamiku.?"
"Max... Rey...kalian sayang padaku kan..kumohon katakan dimana dia..? "
Mereka terdiam antara bingung dan kasihan melihat kakak iparnya itu.
"Tenanglah Kak...dia pasti akan kembali. Dia bilang hanya butuh satu jam untuk menyelesaikan urusannya dan dia akan kembali padamu Kak.."ucap Kevin.
Keyra terus menggelengkan kepalanya. Ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Dia tahu itu. Dia pun tidak tahu kenapa tiba tiba dia menjadi lebih sensitif jika berhubungan dengan suaminya itu.
"Kalian bohong..."ucap Keyra dingin.
"Baiklah jika kalian tidak memberitahukan dimana suamiku aku akan mencari sendiri .."Keyra bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju lemari dan mengambil baju hangat tebalnya.
Sontak mereka terkejut melihat gerak gerik Keyra.
"Kau mau kemana Kak.. "tanya Kevin gelisah.
Keyra tak bergeming. Dia melangkah mendekati rak sepatunya. Dan mengambil sepasang sepatu snickersnya.
"Kak...kita tunggu saja Kak Levin disini... "ucap Rey.
"Ya betul Kak...kami akan menemanimu. Kau ingin apa ..? Nonton film, makan, atau. "ucapan Maxy seketika terhenti saat mendapat tatapan tajam dari Keyra.
"Aku tidak ingin apa apa...aku hanya ingin melihat suamiku... "teriak Keyra frustasi dengan tangisan semakin menjadi dengan menutup wajah dengan kedua tangannya.
Mereka terlonjak kaget mendengar tangisannya.
Keyra mendekati Momy.
"Mom...ijinkan aku mencari suamiku. Ada sesuatu yang akan terjadi padanya aku harus bisa menghentikannya. Maaf Mom...tapi aku takut sekali.. "isak Keyra.
Lama Momy berfikir dan menatap wajah sendu menantunya. Dia tidak bisa melihat wajah sedihnya apalagi dia sedang mengandung cucunya. Mungkin ini efek hamil mudanya.
"Levin, Fero dan yang lainnya mereka sedang berada di markas musuhnya. James.. "Momy terpaksa menceritakan yang sebenarnya.
Deg.
Deg.
Keyra memegang dada kirinya. Jantungnya berdebar sangat keras.
"Dimana..? "tanya Keyra lirih.
"Kau tidak akan kesana Nak.. "ucap Momynya tegas.
"Aku harus kesana Mom.. "
"Tidak...kau sedang hamil sayang. "
"Tapi aku tak bisa tenang Mom. Mereka sangat mengkhawatirkan Daddynya. . Aku bisa merasakannya Mom.. "ucap Keyra dengan mengelus perutnya.
Mommy tahu perasaan menantunya ini. Dia pernah merasakannya dulu saat mengandung Levin.
"Momy jangan khawatir...aku akan baik baik saja. Sandy jaga Momy. Aku akan pergi.. "Keyra melangkah pergi meninggalkan mereka yang masih mematung melihat dirinya sudah siap.
"Tunggu... "Keyra terhenti mendengar perintah Momynya.
Keyra berbalik menatap Momy.
"Kau tidak akan sendirian. Kevin, Maxy,Rey....kalian temani putriku dan lindungi dia. Jangan sampai dia terluka sedikitpun. "Momy mengatakannya dengan sangat tegas.
Keyra tersenyum melihat perhatian Momynya.
"Dengar sayang...Momy percaya padamu. Kau akan baik baik saja. Sekarang tugas Momy...ikut Momy.. "Momy menuntun Keyra turun menuju lantai bawah rumah besarnya.
Momy memerintahkan seluruh bodyguard Jon berkumpul didepannya.
"Dengar ... Antar putriku dan anak anakku ke tempat markas penjahat itu. Antar dia pada putraku. Kalian harus menjaga putriku kemana pun dia melangkah. Jika sampai terlihat satu gores saja ditubuhnya kalian akan mendapat hukuman dariku.. "perintah Momy tegas dan dengan aura yang menyeramkan.
Keyra pun sempat terkejut melihatnya. Baru pertama kali dia melihat aura itu dari Momy mertuanya.
"Mom.."Keyra mengusap bahu Momy pelan meredam amarahnya.
"Hati hati...."tanpa aba aba Momy mengecupi seluruh wajah Keyra penuh sayang.
"I will Mom... "
"Hey kalian yang didalam....jaga Momy kalian. Itu perintah dari Grandma. "Momy mengusap lembut perut Keyra.
Keyra tersenyum haru melihat betapa wanita didepannya ini sangat menyayangi dirinya.
Keyra mengecup kening Momynya.
"Sandy..."Key menatap Sandy yang dari tadi hanya menangis terdiam.
Sandy menubruk tubuh Keyra memeluknya erat.
"Aku tahu...aku akan menjaga aunty. Dan kau harus kembali.. Harus... "ucap Sandy dengan terisak.
"Heeii...jangan seperti ini. Kau seolah sedang mengucapkan perpisahan padaku.. "kekeh Keyra.
"Stop It.... "teriak Sandy setelah melepas pelukannya.
Keyra terkejut mendengar teriakan Sandy.
Sandy kembali memeluk Keyra.
"I'm sorry....sorry..."
"It's ok dear... I understand.."ucap Keyra dengan mengelus punggung Sandy lembut.
Lama Sandy menatap penampilan Keyra.
"Kak...kau sangat berantakan. Lihatlah rambutmu.."canda Sandy.
"Aku hanya akan membawa suamiku pulang bukan bertarung.. "ucap Keyra santai. Kemudian dia merapikan sedikit rambutnya dengan jari jarinya.
Lalu memasangkan kedua sepatu dikakinya dengan tergesa.
"Wooow Kak....you still beautiful... "Keyra hanya terkekeh mendengar pujian Sandy.
〰〰〰〰〰〰
"Apa kalian tidak memberiku senjata...."tanya Keyra polos saat mobilnya sudah berhenti.
Mereka diam dan saling memandang.
"Oh c'mon...hanya untuk berjaga. "celetuk Keyra geram.
"Baiklah ini... "Max akhirnya memberi sebuah senjata.
Key menerimanya dan mulai bersiap.
"Ok lets go.. "Keyra turun diikuti Kevin dan lainnya. Namun Key benar benar terkejut melihat beberapa mobil sudah mengelilingi mobilnya. Mereka adalah orang orang suruhan Momynya. Dia tahu mereka sangat handal dan terlatih. Tapi ini terlalu berlebihan pikirnya.
"Oh God... Momy terlalu berlebihan. "ucap Keyra setelah melihat sekitarnya.
"Itu tidak berlebihan jika berhubungan denganmu. Bahkan itu baru pengawal Aunty. Belum pengawal kami.. "kekeh Kevin.
Keyra ternganga mendengar celetukan Kevin.
Dorr..
Dorr..
Keyra terlonjak kaget.
"Apa kita bisa lihat posisi didalam..? "
"Bisa Nona...ini.."seorang bodyguard memberikan notebook kecil miliknya yang sudah terlihat rekaman cctv gedung tersebut.
"Kau bisa masuk ke jaringannya..? "
"Bisa Nona...sepertinya mereka kurang ahli membuat pengamanan yang kuat. "
Keyra mulai mengamati dari pantauan note nya. Dan mulai menggerakan jari jari lentiknya. Dia meretas sistem komputer di gedung itu.
"Ada berapa pengawal yang Kak Levin bawa..? "
"Kurang lebih 50 pengawal Nona..."jawab pengawal itu lagi yang bernama Kenzo.
"Apaaa..!! "
"Kalian masuklah kedalam lewat basement. Cepat....mereka akan segera dikepung. "perintah Keyra tegas.
Dan berlarilah beberapa puluh bodyguard menuju basement dan betul perkiraan Keyra banyak sekali anak buah James yang sedang menunggu perintah dari Tuannya untuk keluar. Namun itu langsung dihentikan oleh pengawal Keyra.
"Woow... Kau benar Kak... Bagaimana kau bisa melakukannya.? "ucap Rey kagum pada keahlian Keyra.
"Benar katanya sistem pengamanan gedung itu tidak kuat dan aku berhasil masuk kedalam nya.. "jawab Keyra santai dengan masih mengutak ngatik note itu.
"Apalagi yang kau lakukan Kak..? "
"Lihat saja.. "ucap Keyra santai.
Di sebuah gedung.
Setelah menghabisi hampir semua anak buah James akhirnya dia bertemu juga dengan orang yang menjadi tujuan utamanya.
"Akhirnya ..."Levin dengan masih menggenggam senjata di tangannya mulai menampakan sisi hitamnya.
Levin, Fero, Jon dan yang lainnya mengepung James dan ditemani beberapa sisa anak buahnya yang tangguh.
"Aku belum kalah...lihat saja kalian pasti akan terkejut..."James mengangkat ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang namun tak diangkat.
"Sial...kemana mereka. "geram James.
"Kau...cepat panggil mereka.. "James menunjuk salah satu anak buahnya.
"Aku tidak percaya ternyata kau butuh bantuan ..."geram Levin.
"Sebenarnya siapa kau? "tanya James pada sosok didepannya yang selalu menatapnya tajam seolah dia tidak segan segan untuk membunuhnya.
Tentu saja James tahu siapa Levin. Dia adalah putra tunggal Jon Ferdinand yang perusahaannya dia pernah mencoba menghancurkannya namun gagal.
Tapi yang aneh dari sosok Levin adalah dia seakan bukan manusia biasa tapi seperti sosok malaikat pencabut nyawanya. Dia melihat cara menghabisi seluruh anak buahnya. Kecepatan dan keahlian bela dirinya tidak bisa dipungkiri.
Apa yang membuatnya menjadi sosok yang menyeramkan.?
"Kau takut denganku..? "ucap Levin dingin dan menakutkan dengan tatapan matanya.
"Aku tidak pernah takut padamu dan pada orang orang sekelilingmu."ucap James dengan tanpa sadar dirinya bergetar.
"Hmm...tidak takut ?? Tapi kenapa aku merasa kau sangat takut padaku. "
"Asal kau tahu...kau tidak bisa keluar dari tempat ini. Lima belas menit lagi polisi akan mengepung tempat ini tapi sebelum itu aku akan memberimu pelajaran terlebih dahulu. "seringai Levin.
"Kau.. "geram James.
"Tenang saja...mereka tidak akan membantuku karena hanya aku yang akan menghabisimu."
Tak lama kemudian datang orang yang tadi diperintahkan James untuk memanggil bala bantuan. Namun dia kembali hanya seorang diri.
"Tuan... "panggilnya dengan nafas terengah.
"Kenapa kau haah...dimana yang lain.?"teriak James.
"Tuan...mereka ..."
"Mereka kenapa.? "
"Mereka tidak ada...? "
"Apa maksudmu tidak ada... "teriak James.
"Saya tidak tahu Tuan.. "
"Arrghhh.... "
"Cukup....sekarang serang mereka..!! "
Ditempat lain
"Kak...bagaimana ini apa yang harus kita lakukan..? "tanya Kevin yang dari tadi mengawasi rekaman cctv.
Keyra pun ikut terdiam melihat adegan demi adegan didepannya melalui layar note kecil itu.
Dia melihat kembali wajah itu...
Dia pun mengingat kembali wajah itu...
Wajah yang dulu sangat sangat dia benci... Wajah yang dulu menyiksa dirinya hingga sangat tersakiti. Wajah itu pula yang telah membunuh Ayahnya.
"Dia.... Dia..."ucap Keyra dalam hati saat melihat Levin sedang mengajar James.
Tanpa berkedip dia melihat adegan penyerangan itu.
"Oh Tuhan...Dia yang telah membunuh ayahku. Aku harus.."Keyra merasa geram dan marah saat melihat wajah itu. Dia ingin berlari dan menghajarnya.
"Tunggu....kenapa tubuhku....ada apa dengan tubuhku... Kenapa tidak bisa bergerak... "Keyra mencoba mengangkat dan menggerakan tubuhnya untuk berdiri tapi entah apa yang terjadi tubuhnya seperti sedang ditindih batu besar yang sangat berat.
"Kak.... Kak Key.... Sadarlah Kak... "teriak Kevin dengan mengguncangkan tubuh Keyra karena dari tadi tak mendapat respon dari mereka.
Keyra menoleh kesamping kanan kirinya. Ada Kevin, Rey dan Maxy yang selalu disampingnya. Dia bisa melihat wajah mereka yang sangat khawatir padanya. Tak terasa air matanya pun mengalir dengan sendirinya.
"Ada apa denganmu Kak..? "tanya Kevin dengan mengusap air matanya.
"Kev...dia yang telah menyiksaku... "isak Keyra tiba tiba yang membuat Kevin dan saudara lainnya tercengang sekaligus mengeram emosi.
"Kev...dia memukulku tanpa henti...menamparku berkali kali...menendang perutku seakan dia lupa bahwa aku ini seorang wanita.. "tangis Keyra dengan memeluk erat perutnya mengingat kembali rasa sakit di perutnya.
"Kev...bawa aku ke tempat itu... Aku ingin membunuhnya...dia telah membunuh ayahku..."Keyra histeris.
"Tapi Kev...kenapa tubuhku tidak bisa bergerak..aku tidak tahu kenapa tiba tiba tubuh ini tidak bisa diangkat. Bawa aku kesana Kev...aku mohon... "mohon Keyra.
Kevin merangkul tubuh Keyra yang gemetar. Dia tahu apa yang dirasakan Keyra. Kevin mengelus punggung Keyra lembut.
"Bawa aku kesana Kev...aku mohon.."Keyra terus memohon pada Kevin dengan memukul punggung Kevin yang sedang memeluknya.
"Kak...aku tidak bisa membawamu kesana.. Apa kau tahu kenapa..? "
Keyra melepas pelukan Kevin dan menjawab pertanyaan Kevin dengan menggelengkan kepalanya.
Kevin mengusap air mata Keyra.
"Jangankan aku... Rey dan Max sekalipun tidak bisa membawamu ketempat itu. Kakak tidak tahu kenapa..? "
Keyra kembali menggelengkan kepalanya.
"Karena anak anakmu yang menginginkan itu. "
Ucapan Kevin membuat Keyra mengernyitkan dahi bingung.
"Kak...aku tidak tahu ini benar apa tidak. Tapi itu yang bisa aku simpulkan. Aku tahu betapa dirimu sangat ingin membalaskan dendam dan aku juga tahu keahlianmu, aku tidak meragukan itu Kak. Tapi apa kau tidak berpikir kenapa kau tidak bisa mengangkat tubuhmu. Itu karena anak anakmu mencegahmu melakukan pembalasan itu. "
Semua terdiam mendengar penuturan bijak Kevin.
"Kak...percayalah pada kami. Sekarang kau tidak sendirian. Sekarang ada kami yang akan selalu melindungi mu. Ada Kak Levin yang selalu menjadikanmu tujuan utamanya. Bahkan janin dalam perutmu pun sedang melindungimu Kak.
Apa kau tidak merasakannya..? "
Air mata Keyra mengalir tanpa henti. Bukan karena sedih tapi terharu mendengar penjelasan Kevin. Benar... Kevin benar... Dia tidak sendirian... Dia sudah banyak sosok yang menggantikan sosok ayahnya.
"Kak... "sentuhan tangan Kevin mengusap air mata Keyra membuyarkan lamunan nya. Dan langsung membuat dia mendongak menatap Kevin.
"Tenanglah...kami akan membawa suamimu kembali padamu. Dan orang jahat itu akan mendapat balasan yang setimpal. Percayalah pada kami... "Keyra menatap intens mata Kevin dan menganggukkan kepalanya pelan.
"Sekarang saatnya kau berbahagia Kak...."suara Rey ikut menemani suasana haru.
"Benar Kak...dan jagalah selalu keponakan kami. "ucap Max.
Keyra menatap mereka bertiga dengan sayang.
"Terimakasih...boleh aku peluk kalian..."ucap Keyra dengan suara serak nya.
Mereka bertiga pun tersenyum gemas melihat wanita cantik didepannya. Dengan mata dan hidungnya yang merah dan dengan suaranya yang serak membuat Keyra semakin manis dilihat.
"Kak...seandainya kau bukan Kakak ipar ku..."gurau Max yang langsung dihadiahi jitakan di kepala oleh kedua saudara lainnya.
"Heeii... "geram Max.
"Kemarilah... "perintah Keyra agar Max mendekat padanya. Setelah Max mendekat dielusnya kepala Max yang tadi dipukul oleh dua saudaranya kemudian dikecupnya pelan.
Max mendongakan kepala dan menatap Keyra lembut.
Max langsung memeluk erat Keyra.
"Aku sayang padamu Kak... "ucap Max.
"Aku juga sayang padamu. "
Kevin dan Rey saling menatap dan tersenyum. Tanpa aba aba mereka pun memeluk Keyra.
"Kev sayang padamu Kak.. "
"Rey juga sayang padamu Kak.. "
Keyra tersenyum bahagia. Dia pun membalas pelukan mereka bertiga meskipun tangannya tak muat untuk memeluk tubuh mereka.
"Aku juga sayang kalian... "ucap Keyra dengan senyumnya.
"Sekarang...tolong bawa kembali suamiku. "
"Aku kembali... "
"Dan kalian... LEPASKAN ISTRIKU. "