
"Kaaakk...tolong...Kak Keyra berdarah.."
Setelah mendengar teriakan itu... Levin dan yang lainnya segera berlari keluar ruangan. Namun saat didepan pintu... Levin melihat Bunda dan Momynya berdiri mematung didepannya.
"Mom.. "ucap Levin gagap
"Bunda... "Levin merasa bersalah melihat Bunda di depannya tiba tiba meneteskan air matanya.
"Jika terjadi sesuatu pada putri menantuku...kalian para pria harus mendapat hukuman berat dariku.. "ucap Momy penuh amarah dan langsung pergi menghampiri Keyra.
"Ayo Kak... "Momy menggandeng lengan Bunda dan dengan langkah cepat masuk kedalam ruangan dimana hanya ada Keyra dan Sandy.
Levin dan yang lainnya tidak tahu kalau Momy dan Bunda mendengar pembicaraan mereka tadi.
"Sandy...apa yang terjadi dengan Kakakmu..? "Momy mendekati Sandy yang dari tadi memegang handuk kecil yang menempel dibagian hidung Keyra.
"Key...sayang kau kenapa.? "tanya Bunda dengan terisak.
"Kakak mimisan aunty...Kakak melarangku memberitahu kalian. Tapi Sandy takut darahnya terus mengalir... Sandy takut aunty... "Sandy menangis keras.
"Sayang.... "Levin sambil berlari.
"Kak Levin...hidungnya Kak Keyra terus keluar darah...cepat panggil dokter.."ucap Sandy sambil terus menangis keras.
"Oh Tuhan... "Levin mengambil alih handuk yang dari tadi dipegangi oleh Sandy.
"Aku tidak apa apa Kak. Hanya mimisan..."ucap Keyra lirih dengan mata dan tangan masih fokus dilayar laptop.
"Hentikan pekerjaan itu sayang.."ucap Levin tegas.
"Sebentar Kak...ini hampir selesai. "
"Sayang...ku mohon... "ucap Levin sambil menarik wajah Keyra lembut agar menatapnya.
"Baiklah... "Keyra menjauhkan kedua tangannya dari keyboard dan langsung menengadahkan kepalanya keatas.
"Kev...bisa kau ambil alih pekerjaanku. Kau pasti tahu.. "ucap Keyra sambil menatap Kevin.
"Ten tu Kak. "ucap Kevin gagap karena ketakutan.
Keyra terheran dengan tatapan orang sekelilingnya. Semua mata mereka berkaca kaca.
"Heeeyy...aku tidak apa apa..kumohon jangan seperti itu. Mom.. Bunda... Aku baik baik saja..percayalah.."ucap Keyra dengan masih menutup hidungnya dengan kain baru.
"Kak....aku ingin tidur.. "ucap Keyra lirih pada Levin dengan mengulurkan satu tangannya pada Levin.
Levin langsung menyambutnya dan mengangkat Keyra brydal dengan lembut. Saat di pangkuannya Keyra langsung menjatuhkan kepalanya di dada bidang Levin dan memejamkan matanya.
"Aku hanya lelah..."suara lirih dan lembut Keyra yang hampir tak terdengar namun masih bisa didengar oleh Levin.
Levin dengan sigap membawanya kedalam kamar mereka dilantai atas rumahnya.
Sebelum pergi Levin sempat memberi perintah pada keluarganya.
"Kev...jangan kecewakan Kakakmu ..."ucap Levin pada Kevin yang hampir serupa dengan perintah tegasnya. Dan tentu saja Kevin menganggukkan kepalanya siap.
"Uncle....kuserahkan semuanya pada kalian.. "
"Tentu Nak.. "
"Rey...bantu Dady Jerry dan uncle Carl.."perintah Levin pada Rey.
"Mom... Bun...kalian tenang saja. Putri kalian baik baik saja. Aku akan selalu disampingnya. "
Bunda dan Momy Levin menganggukkan kepalanya patuh karena ucapan tegas dan dingin Levin.
"Max... "jeda Levin pada Maxy
Max menunggu perintah dari Levin.
"Dia baik baik saja. Kau lakukan tugasmu. Aku percayakan padamu.. "
Maxy dengan cepat menganggukkan kepala. "Baik Kak... "
Levin membawa Keyra kedalam kamar mereka dan membaringkan tubuh lemahnya pelan dan lembut dikasur kingsize miliknya.
Keyra benar benar sudah tertidur lelap. Levin mengusap pipinya lembut dan mengecupi seluruh wajahnya pelan. Tak terasa air matanya menetes dipipi Keyra.
Dia terkejut...dan langsung menghapus air yang akan menetes lagi dilanjutkan dengan menghapusnya pelan dipipi Keyra .
"Maaf sayang....maafkan Kakak. "ucap Levin dengan menarik tubuh Keyra kedalam pelukannya.
Levin sedikit menguraikan pelukannya karena teringat dengan mimisan di hidung istrinya.
Dia usap bekas darah yang tadi keluar dari hidungnya. Kemudian dia mencium lembut hidungnya. Dan lagi lagi tanpa sadar dia meneteskan air matanya.
"Maaf...Maafkan aku sayang... "isak Levin kembali memeluk erat Keyra. Bahkan sangat erat. Dia benar benar merasa bersalah. Dia menangis...Levin menangis...
"Oh Tuhan....apa yang terjadi padaku. Melihat dia seperti ini saja hatiku sakit sekali..."suara tangisan Levin benar benar terdengar.
"Kumohon Tuhan berilah istriku kesehatan. Lindungilah dia dan anak anakku. Aku mohon... "isak Levin dengan dada bergetar.
Tepukan lengan Momy menyadarkan Levin kemudian menguraikan pelukannya.
"Levin sayang... "
"Momy... "ucap Momy lalu dengan cepat Levin memeluk Momynya erat. Dia butuh sandaran untuk meluapkan rasa bersalahnya.
"Mom...aku bersalah... Akulah yang membuat istriku seperti ini. Lihat Mom...dia sangat sangat lelah... dia tertidur dengan sangat lelapnya. Dan aku...benar benar tidak tahu keadaan istriku. .."ucap Levin masih terisak
"Mom...apa yang terjadi denganku Mom. Disini merasa sakit sekali jika melihat istriku seperti ini.. "lanjut Levin dengan menunjuk dadanya.
"Aku benar benar takut kehilangannya Mom.. "
"Hsstt...jangan berkata seperti itu. Istrimu baik baik saja...dia sangat kuat. Bahkan saat sedang merasakan sakit pun dia tetap memikirkan kita. Maafkan Momy... Momy pikir kau tidak memperdulikan Keyra. Momy pikir kau hanya peduli pada masalah perusahaanmu. Tapi melihatmu menderita seperti ini...Momy yakin setiap detik dan setiap kau bernafas kau hanya memikirkan istrimu. Kau sangat mencintainya bukan...? "Levin dengan cepat menganggukkan kepalanya.
"Maka teruslah disampingnya di setiap detiknya. Apa kau tahu kenapa dia ingin sekali kembali bekerja denganmu..."jeda Momy.
"Itu karena dia sangat ingin di sampingmu. Kalian para pria hanya memikirkan bagaimana caranya agar pasangannya selalu dalam keadaan baik baik saja dan kami memakluminya. Tapi ingatlah sayang...istrimu saat ini dalam keadaan hamil. Disaat saat seperti itu mereka hanya membutuhkanmu tidak ada yang lain. Bahkan apapun dia lakukan agar selalu di sampingmu. Dan itu terbukti kemarin kan... "
"Pada awalnya dia hanya ingin melihat wajahmu karena rasa rindunya tapi lihat karena istrimu bukan wanita biasa dan dia melihat sendiri keadaan sulit perusahaanmu. Maka inilah yang terjadi.... tanpa peduli dia lelah dia habiskan kekuatannya untuk membantumu. Dengar Nak...kami para istri tidak akan membiarkan para suaminya kesusahan. Apa kau mengerti..? "
Setelah mendengar penjelasan dari Momynya hati kecil Levin mulai merasa sedikit lega.
"Sekarang...apa boleh dokter memeriksa istrimu..? "
"Apaa..? "Levin mengerutkan keningnya.
"Kau lupa siapa Maxy...? "
"Dia adalah orang ketiga setelah kau dan Fero yang sangat menyayangi Keyra. Maxy lah yang memanggil dokter. "ucap Momy dengan senyum kecilnya.
Ya tentu saja Levin tahu...diantara saudara ipar mereka. Maxy lah yang paling menyayangi istrinya.
"Tentu Mom...biarkan dokter memeriksa istriku.. "
Levin tekejut dan langsung menghapus sisa air matanya karena dokter pribadinya masuk dengan beberapa anggota keluarga dibelakangnya.
Ada Fero, Jon, Maxy, Rey ,para aunty dan Bunda.
Jadi dari tadi mereka disini. Itulah yang dipikirkan Levin dalam hati.
Jon menepuk bahu putranya.
"It's ok Son...dia akan baik baik saja. "
Levin lebih tenang sekarang. Dia tahu yang harus dia lakukan sekarang.
Dokter pribadi Keyra membawa serta rekannya yang seorang dokter kandungan. Itupun atas perintah Maxy.
Beberapa menit setelah mereka memeriksa Keyra para keluarga sudah siap menunggu hasil selanjutnya. Terutama Levin.
"Bagaimana Dok..? "tanya Levin tidak sabar.
"Tidak ada yang serius...dia hanya kelelahan. Ingatlah bahwa dia pernah terkena trauma tidak menutup kemungkinan akan terjadi efek samping meskipun dia sudah sembuh. Oleh karena itu dia pasti mimisan jika otaknya terlalu keras untuk bekerja. Dia wanita yang kuat. Dia baik baik saja. ..."penjelasan dokter membuat seluruh keluarga bernafas lega.
"Lalu bagaimana kandungannya Dok..?"lanjut Levin
"Kandungan Nona Keyra juga sehat Tuan. Mereka baik baik saja. Meskipun terjadi sesuatu dengan fisik Nona tapi itu tidak mempengaruhi kondisi kandunganya. Sepertinya Nona sangat cerdas menjaga mereka. "ucap Dokter Siska. Dokter kandungan sekaligus rekan dari dokter pribadi Keyra.
"Oh Tuhan...aku sangat bersyukur padamu. "ucap Levin lirih dengan tiba tiba menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kau dengar itu. Princess kita baik baik saja.. "Fero merangkul Levin dari samping dan memberi dukungan padanya.
"Kau benar Fer. .."mereka berdua berpelukan ala pria saling menghibur.
Beberapa keluarga yang melihat persaudaraan mereka tersenyum bahagia.
**************************
"Ehnggg... "Keyra terbangun dari tidur panjangnya. Dan terasa pelukan dibagian perut buncitnya. Keyra membuka matanya dan terpampang jelas wajah tampan suaminya.
"Kau pasti sangat khawatir... Maaf sayangku.. "ucap Keyra dalam hati sambil mengelus wajah Levin.
Keyra melirik jam dinding diatas nakas dan sungguh dia sangat terkejut saat waktu menunjukan pukul 02.10
"selama itukah aku tidur..."
Keyra bangun dari tidurnya secara perlahan setelah usaha kerasnya memindahkan pelukan lengan kekar suaminya.
"Oh Tuhan....hari ini acara resepsinya..."begitulah yang dipikirkan Keyra saat ini.
Keyra beranjak keluar dari kamarnya setelah mengecup pipi suaminya dengan lembut. "I love you... "ucap Keyra sangat lirih.
Dia masuk kedalam ruang kerja suaminya di lantai bawah.
"Baiklah....Mommy akan menyelesaikan dulu tugas ini. Are you ok kids.. "ucap Keyra pada diri sendiri setelah duduk didepan laptop miliknya lalu mengelus perutnya lembut.
"Tenang saja...ini tidak butuh waktu lama...hanya menekan ini.... Dan ini..."lanjut Keyra seakan janin dalam kandungannya tidak setuju dengan yang dilakukannya sekarang. Keyra hanya menekan tombol enter lalu munculah garis berjalan dengan sendirinya secara perlahan.
"Lihat sayang....Momy hanya tinggal menunggu loading selesai dan kita akan mengetahui siapa pelaku sebenarnya.."ucap Keyra pada kedua janinnya dengan mengelus perutnya.
"Sepertinya kau lapar sayang...perut Momy sangat lapar sekali.. Baiklah ayo kita buat makanan... "Keyra beranjak menuju dapur dan langsung membuat makanan yang saat ini diinginkannya. Spagethi dan salad buah.
Suara didapur yang tentu saja membuat seluruh penghuni terbangun dari tidur lelapnya. Levin yang sadar ketika tidak ada istri disampingnya langsung segera turun menuju ruang dapur. Momy, Jon, Bunda dan Fero pun ikut terbangun.
"Sayang....apa yang kau lakukan..? "ucap Levin yang langsung memeluk Keyra dari belakang lalu mengecup bahu istrinya berkali kali karena bajunya yang terbilang seksi menurut Levin.
Keyra terkejut dan memutar badan mengadapnya.
"Apa aku menganggu tidurmu..? "
"Tidak sayang. Apa kau lapar..? Kenapa tidak membangunkan ku.. ?"ucap Levin dengan suara manja bahkan dengan mendengus dengus leher Keyra.
Keyra tersenyum karena pelakuan Levin.
"Inilah kenapa aku tidak membangunkanmu Kak..."Keyra mengusap kepala Levin yang masih setia berada dilehernya.
"Keyra sayang....kau sedang apa. ?"tanya Momy tiba tiba muncul dibelakangnya.
"Mom, Dad, Bunda..Kak Fero..? "Keyra terkejut karena telah membangunkan semuanya.
"Maaf karena telah mengganggu tidur kalian.. Key hanya lapar.. "ucap Keyra dengan cengiran kudanya.
"Kenapa tidak membangunkan kami sayang.. "ucap Bunda.
"Ini masih dini hari Bunda..lagipula ini sudah selesai. Tinggal membuat salad buah. Tapi.... "jeda Keyra lalu melirik suaminya yang masih setia memeluknya dari belakang dan menjatuhkan kepalanya dibahu Keyra.
"Tapi lagi lagi suamimu mengganggumu.."ucap Momy menyindir Levin.
"Mooommm... "bantah Levin.
"Kak Levin juga baru tahu kalau aku sudah bangun terlebih dahulu Mom. Karena itu... "ucapan Keyra dipotong oleh Momy.
"Hhh...dan lagi lagi kau membela suami manjamu itu. "
"Mooommm... "ucap Levin tidak terima.
"Biar Momy yang lanjutkan sayang. Kau makanlah dulu... "
"Thanks Mom... "ucap Keyra dengan mengambil sepiring spagethi yang sudah siap.
Levin mengambil alih piring yang dibawa Keyra dan membantunya duduk di kursi makan.
Keyra langsung melahap spagethi buatannya dengan nikmat. Levin dan Fero duduk disamping kanan kirinya.
"Kalian mau..? Ambillah..? "ucap Keyra karena dari tadi merasa aneh dengan kedua pria disampingnya yang terus memandanginya.
"Tidak...Kakak hanya heran apa kau selapar itu.? "tanya Fero terheran karena baru kali ini dia melihat adiknya itu makan seperti orang rakus.
Keyra tidak perduli dengan ucapan Kakaknya itu dia hanya menganggukan kepalanya santai.
"Sayang....pelan pelan makannya "ucap Levin penuh perhatian.
Keyra menatap penuh sayang Levin. Berbeda sekali saat menanggapi ucapan Fero.
"Ini sayang...saladnya sudah siap.."Momy menaruh sepiring salad buah.
"Thanks Mom... "ucap Keyra manja
"Anything dear... "Mom mengelus rambut panjang Keyra
"Sayang...kau yakin akan menghabiskan semunya.. ?"Levin merasa dirinya salah bicara.
Dan terbukti. Keyra menghentikan makannya tiba tiba sambil menatap Levin dingin. Suasana pun semakin tegang.
Keyra menjatuhkan sendoknya lalu tanpa aba aba dia mengambil salad buah dan pergi menuju ruang kerja Levin sambil menghentakan kedua kakinya.
Hingga dia menutup pintu ruang kerja dengan sangat keras karena kesal.
Semua orang menatapnya heran kecuali para ibu.
Bughh..
Bughh..
"What Mom.? "geram Levin karena tiba tiba dia mendapat pukulan dari Momynya.
Dan itu pun berlaku untuk Fero.
Fero mendapat pukulan juga dari sang Bunda.
"Bunda...kenapa ikut ikutan Mom sii..? "
"Kalian ini...tidak bisakah menjaga bicara kalian. Levin....Istrimu itu sedang hamil. Dan dia hamil anak kembar. Kembar..."Momy menekan kata kembar saking kesalnya.
"Wajar saja jika nafsu makannya bertambah. Kau mau istri dan anak anakmu kelaparan. Ok...baiklah jika itu yang kau mau. Jika Keyra tiba tiba ingin makan kita akan atur waktunya.."pancing Momy.
"Mooommm... "teriak Levin dan Fero bersamaan karena tidak setuju dengan pernyataan Momynya.
Momy dan Bunda saling menatap dan saling menyeringai jail.
"Sebaiknya kalian cepat cepat minta maaf karena biasanya wanita hamil sangat sulit mengatur mood hatinya. Dan tentunya kalian tidak ingin mendapat hukuman langsung dari putriku Keyra. Kau ingat kan Fero....adikmu itu kalau marah bagaimana..? "ucap Bunda mengingatkan
Fero tampak berpikir.
"Dia akan mendiamkanku berjam jam... "
"Apaaaa... "teriak Levin.
"Beberapa menit aku jauh darinya saja aku tidak bisa. Apa lagi didiamkan berjam jam.. Tidak... "Levin berlari menuju ruang kerjanya dan disusul Fero dibelakangnya.
"Sayang...buka pintunya.. Aku minta maaf ok. Tapi tolong buka pintunya.. "
"Dek...Kakak juga minta maaf. Ijinkan Kakak masuk ya.. "
Levin dan Fero mengetuk ngetuk pintu ruangan dengan sangat keras dan penuh khawatir. Membuat beberapa keluarga lainnya terbangun satu persatu.
"Ada apa sii nih...berisik sekali.. "ucap Rey yang baru turun dari kamarnya.
"Aunty...apa yang terjadi. Ini belum pagi benar kan..? "tanya Sandy
"Aunt...siapa yang sudah menggangguku. Berisik sekali.. "ucap Max tiba tiba.
"Ada apa sayang...bukankan tadi baik baik saja.. "tanya Dad pada Momy.
"Mereka membuat putri kesayangan kita marah. Jadi mereka sedang berusaha untuk meminta maaf.. "ucap Momy dengan senyumnya.
Momy mendekati Bunda.
"Ayo Kak...biarkan mereka. Sebaiknya kita menyelesaikan pekerjaan kita. Ini kan hari bersejarah keluarga kita.. "Momy merangkul pundak Bunda.
"Baiklah.. Ayoo.. "
"Kita bangunkan Sarah dan Shany.. "ucap Momy santai dan membuat mereka terheran. Mereka tampak santai santai saja. Padahal biasanya jika berhubungan dengan Keyra-nya pasti mereka lah yang pertama maju.
"Sayang...buka pintunya.."
Namun tiba tiba terdengar teriakan Keyra dari dalam ruangan.
"Dadd... Daddyyy... "teriak Keyra keras.
Dan itu sungguh membuat Jon semakin khawatir. Tanpa berpikir panjang dia masuk membuka pintu ruang kerja Levin dengan sangat mudahnya. Dan tentu saja itu membuat Levin dan Fero tercengang saling memandang.
Jadi dari tadi pintunya tidak dikunci.
"Ada apa sayang...? "tanya Jon.
"Kau baik baik saja... "
"Sayang...kau kenapa..? "tanya Levin selanjutnya.
"Dek...kau baik baik saja kan..? "tanya Fero.
Keyra menatap kedua pria itu terheran.
"Aku baik baik saja....memang kenapa...?"ucap Keyra santai
Beberapa saat kemudian munculah para anggota laki laki lainnya.
Rey Max Kevin dan para uncle.
"Ada apa...sebenarnya apa yang terjadi.?"tanya uncle Jerry mewakili lainnya.
"Tidak ada apa apa. Maaf tadi Keyra teriak. Aku hanya terkejut ternyata usahaku berhasil.. "
"Usaha apa..? "tanya Dad
"Aku tunjukan Dad... sebentar.. "Keyra mulai membalikan badannya lagi didepan layar laptop.
Jangan lupakan salad buah yang dari tadi dipangkunya.
"Kak...maukah kau menyuapiku..."mohon Keyra pada Fero dengan jurus manjanya.
"Tentu saja sayang... "Fero mengambil alih salad buah yang dipangku oleh Keyra lalu duduk disampingnya.
Kemudian Keyra memulai kedua tangannya diatas keyboard menunjukan sesuatu.
"Dad...kemarin aku mencoba mencari lokasi orang yang menyebarkan virus komputer kedalam perusahaan Dad.."
"Sayaaangg...cukup hentikan. Aku tidak ingin kamu sakit lagi sayang... "Levin tiba tiba berjongkok menyetarakan Keyra dan mengelus pipinya.
"Aku baik baik saja Kak. Hanya menyelesaikan tindakan akhir dari hasil kerja Kevin.."ucap Keyra sambil melirik Kevin sekilas.
"Thanks Kev.... "lanjut Keyra dengan senyumnya.
"Hanya untukmu Kak... "jawab Kev lalu tanpa aba aba mengecup puncak kepala Keyra. Dan tentu saja langsung mendapat tatapan tajam dari kedua pria tampan yang berada disamping kanan kirinya. Siapa lagi kalau bukan Levin dan Fero.
Dan Kevin...dia hanya mengangkat bahunya tanpa merasa bersalah.
"Dad.....kita telah menemukan pelakunya. Lihatlah ini... "ucap Keyra menengahi pertarungan tatapan tajam mereka pada Kevin.
"Apa ini sayang....? "tanya Jon karena tidak paham dengan yang ditunjukan Keyra.
"Ini nomor ip pemilik virus itu.. "jawab Keyra santai.
"Apa..? "teriak para lelaki dibelakangnya.
"Aku hanya bisa mendeteksi sejauh ini Kak. Karena kecanggihan laptop ku tidak memadai. Kakak pasti tahu apa yang dilakukan setelah ini... "ucap Keyra pada Levin.
"Aku tahu sayang. Terimakasih banyak. "
"Biar Dad yang memerintahkan anak buah Dad untuk mengurusnya. Ingatlah Nak...hari ini adalah acara resepsi pernikahan kalian. Dad tidak ingin masalah ini mengganggu acara besar kita. Kalian mengerti... "ucap Dad diangguki oleh yang lainnya.
"Dan kau sayang...kau harus istirahat yang cukup. Jangan terlalu banyak pikiran. Acaramu sebentar lagi jadi nikmatilah ..."Dad mengelus puncuk kepala Keyra.
"Thanks Dad... "
"Anything for my princess... "Dad mengecup puncak kepala Keyra lalu beranjak pergi.