
"Akhirnya aku bertemu denganmu. Aku sangat merindukanmu ...."teriakannya membuat tubuh Keyra menegang seketika.
Levin pun berbalik ... Dia sudah kenal suara itu. Siapa lagi kalau dua sahabatnya. Miko dan Vano.
Levin kembali menatap istrinya yang tiba tiba menegang tidak memperdulikan dua orang yang berlari mendekat padanya.
"Sayang...kau tidak apa apa..?"Levin mengelus lembut pipi Keyra.
Key menatap matanya lembut.
"Tidak apa apa...hanya teriakannya membuatku terkejut...."
"Tunggu disini... "
Levin berbalik membelakangi Keyra dan membawanya dibalik punggungnya. Dia menatap tajam kedua sahabatnya yang sudah berdiri dihadapannya.
"Hai Lev...kemarilah...aku sangat merindukanmu.. "Miko merentangkan kedua tangannya berharap Levin datang padanya. Namun malang...bukan pelukan tapi cekikan di lehernya.
Levin mencengkeram leher Miko dengan rahang mengeras. Miko pun terkejut dengan aksi sahabatnya ini. Belum pernah sekalipun dia melihatnya semengerikan ini.
"Lev....a pa yang kau.. "
"Berani sekali kau... "suara Levin benar benar terdengar serak menahan emosi.
"Lev....dia Miko. Loe jangan bercanda.."suara Vano sambil menahan lengan Levin.
"Apa loe bilang....bercanda.?? Dia bikin istri gue ketakutan gara gara ..."
"Aku baik baik saja Kak. Lepaskan..."sentuhan Keyra di lengannya memotong ucapan Levin.
Tatapan tajam Levin berubah seketika saat Keyra di hadapannya. Dia menatap lembut wajahnya memastikan bahwa dia benar benar baik baik saja.
"Lepaskan... "lanjut Keyra memohon pada Levin.
Lengan kuat Levin mengendur tiba tiba dan tak lama cengkraman kuat nya pun terlepas.
Miko dan Vano bernafas lega. Namun Fero terkekeh geli melihat pertemuan pertama mereka diawali dengan cekikan dari pengantin pria.
"Sayang...benar kau baik baik saja..?"Levin menangkup kedua pipi Keyra lembut.
Keyra menganggukan kepalanya pelan.
Lalu dia membalikkan badannya menghadap dua pria asing didepannya.
"Kakak baik baik saja..."tanya Keyra dengan senyum manisnya.
Miko dan Vano tercengang melihat gadis cantik didepannya. Mereka memang tinggal diluar negeri. Tapi baru kali ini dia melihat gadis secantik dan semanis ini.
"Namamu siapa..? "tanya Miko dengan wajah berbinar mencoba merayu Keyra.
Keyra mengerutkan keningnya terheran heran.
"Hai cantik....aku Vano...siapa namamu..?" Vano mengulurkan tangannya.
Sekarang Keyra tahu maksud dari mereka berdua.
Baru saja Keyra ingin membalas uluran tangan Vano seseorang menarik pinggangnya.
"Dia istri gue. Kalian ga bisa lihat penampilannya..."jawab Levin sinis.
"Whaaatt...!!"teriak Miko dan Vano bersamaan.
"Kok cantik banget siii... "
"Sayang...siapa namamu..? "
"Key.... "
"Jaga panggilanmu Mik... "tunjuk Levin pada Miko.
"Kak.... jaga emosimu. "ucap Keyra pada Levin dan membuat mereka takjub... Levin seketika langsung luluh hanya mendengar kalimat singkat dari istri cantiknya itu.
"Maaf...apakah kalian sahabat dari Kak Levin..? "
"Ya.. "jawab mereka kompak dan sekaligus terpana melihatnya.
"Berarti kalian sahabat Kakakku juga..? "
"Kakak...? "
"Ya...Kak Fero..dia Kakakku.. "
"Whaatt... "teriak mereka lagi
"Berhentilah berteriak...atau kuusir kalian dari sini..."perintah Levin tegas.
"Ok... Ok... Maaf..."
"Aku hanya terkejut... Aku tidak tahu kalau Fero punya adik secantik ini.. "ujar Miko
"Kau juga Fero....kenapa tidak kau kenalkan dia dulu padaku...!"
"Sayang...siapa tadi namamu..? "tanya Miko lagi pantang menyerah.
"Keyra Kak..."
"Kenalkan...namaku Miko.. "
"Aku Vano....maaf karena terlambat datang. Ada urusan perusahaan yang tidak bisa ditunda... "
"Siapa yang mengundang kalian..?"Levin kembali bersuara dengan nada sinis.
"Kami memang tidak diundang olehmu. Tapi kami penasaran dengan istrimu. Wanita mana yang berhasil menundukan hati kejam seorang Levin.. "balas Miko
"Dan ternyata...wanita cantik ini dengan ikhlasnya menjadi pendampingmu.."lanjut Miko.
"Sayang....apa kau baik baik saja selama hidup dengannya..."Miko menarik kedua tangan Keyra.
Keyra tersenyum geli melihat tingkah lucu mereka. Candaannya sungguh membuatnya terhibur.
"Jangan panggil dia sesukamu. Itu adalah panggilanku. Hanya aku yang berhak memanggilnya seperti itu..."geram Levin dengan sangat marahnya.
Bagaimana mungkin diacara resepsi pernikahannya harus kedatangan mereka berdua. Dari mana mereka mendengar berita ini. Padahal dia benar benar menyembunyikannya agar mereka tidak datang.
Levin tahu pasti mereka tergila gila dengan istri cantiknya.
"Itu adalah hak kami para pria yang sangat mengagumi para wanita cantik. Kau kan sudah dari tadi bersamanya. Sekarang giliran kami..."
"Kakak silahkan makan dulu. Ayo aku antar... "
"Ayooo... "ucap Vano dan Miko bersamaan.
"Tidaakkk.... "teriak Levin sambil menarik lengan Keyra dan membawanya dibalik punggung Levin
"Kalian pergi saja sendiri....bisa jalan kan..? "
"Hei kau...sudah tidak menyambutku. Main usir dan sekarang apa...! "
"Kau melarang kami bersama dengan sayangku... "geram Miko.
"Dia istriku... "
"Memang kenapa...?"
"Kalian tidak boleh suka padanya.. "
"Memang kami bisa melarang hati kami sendiri..."
"Asal kau ingat...dia sedang hamil anakku. Jadi kalian jangan dekat dekat dengannya... "
"Memang kenapa kalau hamil anakmu. Kami akan ikut menjaganya. Kau ini rewel sekali... "
Perdebatan sengit mereka membuat Keyra dan para tamu tertawa geli.
"Kak...apa mereka seperti itu jika berkumpul.. "bisik Keyra pada Fero yag dari tadi di sampingnya.
"Ya...bahkan bisa lebih dari itu. Dan selalu aku jadi penengahnya. Tapi saat ini aku sedang tak mau. Aku ingin bersamamu Dek. Bolehkah... "Fero merangkul bahu Keyra dan menatapnya lembut.
"Tentu....tapi..apa kita akan meninggalkan mereka..? "
"Biarkan saja...mereka pasti berhenti. "
Keyra dan Fero saling merangkul bahkan terlihat mesra. Mereka pergi menjauh dari acara perdebatan suami dan sahabatnya.
Tanpa mereka sadari ketiga saudara ipar mereka memperhatikannya dari awal kejadian.
"Kev..sepertinya saingan kita bertambah... "ucap Rey dengan bersidekap.
"Kau benar...kita harus menjadi lebih kuat dari mereka. Kalian tahu siapa mereka kan..? "tanya Kevin pada Rey dan Maxy.
"Tentu saja...siapa yang tidak kenal dengan Miko dan Vano. CEO dari perusahaan besar setelah Levin. Mereka selalu berhasil mendapat tender tender besar. Mereka hebat jika dalam urusan bisnis. Tapi sepertinya tidak hebat jika berurusan dengan seorang Levin. Raja Bisnis Keluarga Ferdinand... "Maxy berucap dengan menyeringai sinis pada ketiga pria tampan yang masih berdebat.
"Kau benar Max...tidak peduli siapapun mereka Kak Key-kita harus tetap jadi milik kita... "ucap Rey dengan penuh tatapan tajam.
"Tentu saja... Kak Keyra akan selalu menjadi milik keluarga Ferdinand.. "ucap Max lagi yang dibalas oleh anggukan kepala Kevin dan Rey.
"Kak....aku lelah. Kapan mereka berhenti berdebat..."ujar Keyra tiba tiba duduk saat berbincang singkat dengan Fero.
Fero menatap wajah letih adiknya itu. Dia tahu maksud dari perkataannya.
"Apa kau ingin tidur..? "
"Kau ingin Kakak jadi penengah mereka lalu membawa Levin padamu. "
Keyra tak menjawab lagi dia malah tersenyum manis seakan membenarkan pertanyaan Kakaknya itu.
"Hhhh....senyummu itu membuatku tidak bisa membantah sayang. Sebentar..."Fero kemudian berbalik mendekati Levin Miko dan Vano.
"Ehmmm.. "Fero hanya berdehem dan langsung mereka diam seketika.
"Sebenarnya aku tidak peduli dengan perdebatan konyol kalian. Sampai acara ini selesai pun aku tak peduli. Tapi karena adikku membutuhkan suaminya...jadi bisakah kalian berhenti seperti anak kecil... "ucapan Fero panjang membuat Levin menegang seketika.
Kenapa bisa dia melupakan istrinya dan memilih berdebat dengan kedua sahabat konyolnya.
Tanpa pikir panjang...Levin berlalu mencari istrinya. Dan tentu saja diikuti oleh Fero Miko dan Vano.
"Dia sedang duduk di meja makan ujung kanan... "ucap Fero saat melihat Levin menoleh kesana kemari mencari sang istri.
Saat sudah terlihat sosoknya dari kejauhan Levin terpaku melihat tubuh Keyra sedang menunduk diatas meja makan dengan kedua tangannya dia lipat sebagai alas kepalanya.
"Sayang... "suara Levin membuat Keyra langsung terbangun.
Seperti lama tak bertemu Keyra menatap wajah Levin dengan berbinar dan mata berkaca. Dan tak lama dia merentangkan kedua tangannya.
Levin tahu maksud istrinya itu. Dia mendekat dan langsung memeluk tubuh istrinya erat.
"Maaf sayang....kau lelah..? "
Keyra memejamkan matanya sambil memeluk leher Levin dan menganggukkan kepalanya.
"Aku ingin tidur dipangkuanmu Kak. Apa Kakak sudah selesai berdebatnya...."ujar Keyra panjang masih dengan mata terpejam.
Levin mengerutkan keningnya tak tahu maksud perkataan istrinya.
"Kakak sangat rindu dengan kedua sahabatmu kan Kak..? Makanya tadi aku beri waktu panjang. Tapi aku sangat ingin tidur dipangkuanmu Kak....maaf....bisakah kalian lanjutkan lagi setelah aku tidur.. "
Miko dan Vano terkejut mendengar perkataan wanita cantik didepannya ini. Dia sangat baik...sangat polos...manja...dan menggemaskan. Sekarang mereka tahu...pantas saja Levin langsung tunduk padanya.
"Tentu sayang....kemarilah..."Levin beralih duduk dan mengangkat tubuh Keyra pelan di pangkuannya. Setelah merasa nyaman Keyra langsung membenamkan wajahnya di dada Levin dan langsung tertidur dengan nafas teratur.
Levin mengelus punggung Keyra lembut.
"Apa dia baik baik saja Lev... "tanya Miko
"Ya...sejak dia hamil jadi mudah sekali lelah.. "ujar Levin.
"Kalian pergi makan saja. Aku akan menemani istriku sebentar disini..."lanjutnya.
"Bukankah lebih baik langsung dibawa ke kamar... "tanya Vano.
"Dia memang selalu tidur dipangkuanku seperti ini. Nanti jika sudah cukup lelap baru aku pindahkan... "
"Baiklah. Kami akan menemanimu disini. Sekalian kita melanjutkan bisnis yang kemarin sempat tertunda... "ujar Vano.
"Terserah kalian.. "
"Biar aku ambil makanan kecil untuk kalian... "ujar Fero.
Vano dan Miko menarik kursinya pelan karena takut mengganggu sang putri yang tertidur. Tak lama Fero datang membawa beberapa makanan kecil dan minuman ringan lalu ikut duduk disamping mereka.
Banyak tamu undangan memandang sebuah meja bundar dimana empat orang tampan sedang berdiskusi layaknya sahabat yang baru saja bertemu. Yang membuat mereka kagum adalah mereka sama sekali tidak tergiur dengan pesta mewah dan gadis gadis cantik. Mereka lebih memilih mendampingi seorang wanita cantik yang sedang tertidur pulas dipangkuan salah seorang dari mereka.
"Waktu masih panjang tapi lihatlah para pria itu....mereka lebih memilih tempatnya sendiri sambil menemani putri tidur kita... "ucap Jon yang dari tadi memandang mereka dari jauh.
"Apa putriku baik baik saja. Kenapa tidak dibawa ke kamarnya saja. Dia pasti kelelahan... "ucap Momy penuh rasa khawatir.
"Kau seperti tidak tahu saja kebiasaan putramu. Dia akan memindahkannya setelah tidurnya cukup lelap.. "jawab Jon santai.
"Apa putriku merepotkan... "tanya Bunda dengan raut muka berbeda.
"Kenapa Kakak bilang begitu. Putriku Keyra sama sekali tidak merepotkan. Justru kami yang sangat kerepotan jika tidak ada dia disamping kami.."ujat Momy sambil menarik kedua lengan Bunda Keyra.
"Itu benar Kak. Jangan bicara seperti itu.. "timpal Jon.
"Apa Kakak tidak lihat seluruh keluarga kami begitu menyayangi Keyra. Dialah penyatu keluarga kami. Dialah penyemangat hidup putra kami. Dan kami....seluruh keluarga Ferdinand telah berjanji akan selalu membahagiakan Keyra. Dia sekarang tidak hanya putrimu Kak...tapi dia juga putriku. Putri kebanggaan keluarga Ferdinand..."ucap Jon panjang lebar.
Perkataan Jon sungguh membuat Bunda terharu. Mereka tidak hanya menganggap putrinya sebagai menantu. Tapi mereka juga sudah menganggapnya sebagai putri kandung kelurga Ferdinand. Bunda benar benar merasa lega sekarang. Putrinya telah hidup bahagia.
************
"Kaaakk....Kaaakk Keey...."teriakan seorang gadis remaja sedang berlari menaiki tangga menuju kamar pengantin wanita.
"Kak Key... "ucap Sandy merasa lega saat melihat wajah cantik Keyra sudah rapi dengan baju pengantinnya. Ya...hari ini adalah hari kedua acara resepsi pernikahan Levin dan Keyra. Yang sesuai permintaan Keyra diadakan di pinggir pantai.
Namun bukan Levin namanya. Jika permintaan istrinya tidak bisa dipenuhi. Bahkan suasana pantai yang cerah dan segar ditambah dekorasi panggung yang terlihat megah dan sengaja pula keluarga Ferdinand menyewa hotel berbintang sebagai tempat penginapan seluruh keluarganya dan para tamu undangan.
"Waaahhh...Kak...kau sangat cantik. Perut buncitmu bahkan menambah kesan sexy ditubuhmu Kak..."ujar Sandy tak berkedip saat membuka pintu kamar hotel Keyra dengan paksa.
"Itukah yang ingin kau katakan saat membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu... "ucap Keyra santai.
Sandy baru tersadar akan kesalahannya.
"Oh Tuhan...maafkan aku Kak. "ucap Sandy berlari mendekati Keyra yang masih duduk di kursi rias.
"Aku terpesona dengan kecantikanmu Kak. Jadi seketika lupa dengan tujuan utama ku... "lanjut Sandy.
"Itu karena keahlian mereka yang membuatku seperti ini.. "jawab Keyra melirik empat wanita penata rias profesional.
"Tidak Nona. Wajah anda memang sangat natural cantik. Kami hanya memoles sedikit dengan make up dan baju sederhana ini. Dan kami baru pernah merasa sepuas ini dengan hasil kami. Anda terlihat sangat sangat cantik Nona Key. Beruntung sekali keluarga Ferdinand mendapatkan gadis secantik Nona... "ucap salah satu penata rias dengan bangganya.
"Terimakasih semuanya atas bantuan kalian.... "
"Sama sama Nona... "jawab mereka serempak.
"Mereka benar Kak....kau sangat sangat cantik... "ucap Sandy yang masih duduk dibawah Keyra gemas memeluk pinggang Keyra yang sedang terduduk.
"Sudah.... Sudah jangan memuji Kakak seperti itu. Sekarang katakan apa tujuanmu sebenarnya sampai sampai mendobrak pintu kamarku... "
Sandy menepuk jidatnya karena baru teringat tujuan sebenarnya.
"Kau tahu Kak...dibawah sudah sangat ramai dengan teman teman kuliah Kakak Levin... "
"Bagus dong...jadi bisa reuni sekalian kan.. "jawab Keyra santai dengan masih menghadap kaca rias melihat para penata rias sedang menghias rambutnya.
"Tapi Kaaaakk....mereka kebanyakan cewe. Bahkan Kakak Kakakku juga dikelilingi cewe cewe genit. Sandy sebal Kak. Pokoknya Kak Key harus segera turun kebawah tegur mereka supaya jangan dekat dekat Kak Levin. Mereka genit sekali.... "rengek Sandy.
Seketika Keyra memutar badannya menghadap Sandy dan berteriak.
"BENARKAH...!! "
Namun seketika itu juga harapan Sandy langsung surut. Bagaimana tidak...harapan Sandy Kakak cantiknya ini marah marah tapi dia malah berteriak dengan wajah berbinar. What...
"Kak...apa kau baik baik saja... "
"Tentu saja aku baik sayang. Bahkan sangat baik.. "
"Suamimu dikelilingi perempuan genit kau baik baik saja.. "
"Memang apa yang harus kulakukan...?"
"Sandy....ini adalah pestaku jadi aku ingin bersenang senang tanpa pria pria posesif itu. Jadi biarkan mereka bersenang senang sendiri. Giliran kita yang menguasai semuanya..bagaimana. Kau siap... "ucap Keyra sambil mengedipkan matanya.
Sandy tahu sekarang maksudnya. Dengan berbinar juga dia tersenyum lebar.
"Kau benar Kak. Aku tidak pernah bersenang senang sendiri khusus denganmu. Dan ini saatnya... Ayo Kak...kita kuasai pesta kita sebenarnya..."Sandy menarik lengan Keyra.
Keyra tertawa gembira melihat tingkah Sandy.
"Nona... tinggal pakai sepatu.. "ucap salah satu penata rias.
"Tidak usah pakai sepatu....cukup hiasan ini saja..."jawab Keyra dengan menunjuk ke bawah kakinya.
Sandy menatap keseluruhan penampilan Keyra dari ujung rambut hingga telapak kakinya.
"Kak...aku berani taruhan. Jika mereka yang dikelilingi perempuan genit itu pasti akan langsung berlari padamu... "ucap Sandy tanpa sadar karena masih terpana akan kecantikan Keyra.
Memang gaun resepi kali ini terlihat lebih santai. Keyra mengenakan gaun putih transparan diatas lutut dia tidak memakai alas kaki namun hiasan dikakinya malah membuatnya semakin cantik. Bahkan perut buncitnya membuat ibu hamil ini semakin sexy.
"Lalu apa tugas mu...? "Keyra menatap Sandy menaikkan alisnya.
"Aku akan menghadang mereka... "jawab Sandy dengan tangan mengepal diangkat keatas.
"Itu baru adik cantikku... "Keyra mengecup pipi kiri Sandy.
"Ayo... "
Sandy dengan mantapnya menggenggam lengan Keyra menuntunnya kelantai bawah tempat dimana pesta berlangsung.
"Ck...lihat saja kalian...rasakan akibatnya..."ucap Sandy sinis dalam hati mengumpat Kakak Kakaknya yang berani menggoda perempuan genit.
"Ayo Kak Key....tunjukan keahlianmu. "