My Two Men Protector

My Two Men Protector
7.



Ceklek...


"Maaf Tuan Fero..orang orang ini minta masuk paksa" ucap Sinta sekretaris Fero dengan gugup.


Melihat yang masuk ternyata anak buahnya Levin dia langsung bicara.


"Mereka anak buah gue Fer..." ucap Levin


Fero mendengar itu langsung segera menyuruh sekretarisnya keluar ruangan.


"Ya sudah Sinta ..tidak apa2. Kau keluarlah" perintah Fero


"Baik tuan..."jawabnya.


"Maaf Tuan Levin kami tidak sopan menerobos masuk. Krn ada suatu hal penting yang harus disampaikan." ucap dari salah satu anak buah Levin.


"Ada apa..! Bukankah bisa lewat telp." perintah Levin


"Kami sudah hubungi anda berkali kali Tuan.."


Levin segera mengeluarkan ponselnya dan ternyata memang benar ada 15 panggilan tak terjawab.


" Ini tentang Nona Keyra Tuan.."jelas mereka.


Seketika Fero dan Levin tersentak kaget.


"Maksud kalian apa haahh.." teriak Levin


"Tuan..Nona Keyra keluar dari rumah. Dia bersama dengan asistennya.


" APA..."teriak Fero dan Levin bersamaan.


"Fer..bukannya Key masih sakit.? " tanya Levin.


"Bentar gue tanya Bunda dulu." jawab Fero


Segera Fero menghubungi Bundanya dengan menggunakan telpon kantor. Setelah merasa diangkat sambungan telpon  oleh Bundanya..Fero langsung menanyakan


"Assalamualaikum Bunda.."


" Bunda apa ada Key.."tanya Fero.


"Dia pergi ke kampus sebentar katanya Fer, sepertinya tadi dia dapat telpon dari seseorang. Bunda udah larang tp Key memaksa." ucap Bunda.


"Bunda kasihan sepertinya dia sangat bosan jadi Bunda ijinin asal sama mang Diman" lanjut Bunda.


"Ni juga barusan berangkat mereka." timpal Bunda lagi


"Ya udah Bunda, Fero tutup ya..assalamualaikum," jawab Fero


"Key ke kampus Lev...barusan dia pergi sama mang Diman.," ucap Fero


"Fer..sebaiknya loe ikut gue" balas Levin dengan tergesa2. "Gue mau buktiin ke loe.." lanjut Levin.


Fero memang jadi penasaran setelah apa yang diceritakan Levin. Akhirnya dia mengikuti Levin segera dia mengambil jas dan ponsel nya.


Disaat mereka akan keluar ruangan. Levin tiba2 berhenti mendadak membuat Fero menabrak punggung Levin. Dug..


"Lev...yg bener dong.." ucap Fero


"Sory...gue cuma mau ngmng, janji ke gue loe ga akan apa apain Key setelah loe tau sesuatu." ujar Levin


Gila ni anak...Key kan ade gue bisa bisanya dia ngomong kaya gitu."batin Fero


"Gila loe...dia ade gue. Ayoo cepet buruan." perintah Fero.


Mereka pun akhirnya keluar ruangan dengan tergesa gesa, anak buah Levin mengikuti dari belakang. Dan setelah sampai dilobi mereka memutuskan untuk naik mobilnya Levin.


........


"Mang Diman...Key turun disini ya. Mang Diman pulang aja nanti Key telpon kalau udah selesai." ucap Keyra setelah sampai didepan kampus.


"Ga pa2 non...non baik baik aja kan" tanya mang Diman.


"Ga pa2 mang Diman, Key kuat ko," jawabnya.


"Baik non kl begitu, mang pulang duluan nya, non hati hati ya.." ucapnya


"Hmm.." balas Key dengan senyum manis.


Setelah mang Diman pergi, Keyra segera menuju ke suatu tempat namun bukan kampus. Tanpa disadari Key sedang diperhatikan oleh beberapa orang diseberang kampusnya.


Tampak Fero dan Levin berada didalam mobil Levin. Mereka sedang memperhatikan seseorang.


"Keyra.." ucap Fero terkejut karena melihat Keyra sedang menuntun sebuah motor ninja. Dia terus memperhatikan gerak gerik adiknya itu dari kejauhan.


"Fer..ade loe keren banget kalau lagi pake moge gitu. Sumpeh ..." ujar Levin


"Dia memang suka banget sama moge model gitu, tp gue larang masa cewe pake motor berat gitu. " jawab Fero


"Dasar bocah keras kepala,kepala masih diperban gitu mau pake moge. " gerutu Fero.


"Tunggu..bukannya dia pamit sama bunda mau ke kampus, terus mau kemana dia ..?"lanjut nya


"Dia pasti mau ke kafenya..kemana lagi," timpal Levin.


"Lihat saja..." lanjut Levin.


"Keyy...kenapa dia" sontak Fero saat melihat badan Key lemas seperti mau jatuh.


"Gue juga ga tau..." timpal Levin emosi dengan meremas setir.


"Sebaiknya kita kesana.." ujar Levin dengan segera ingin membuka pintu mobilnya namun ditahan tangannya oleh Fero.


"Tunggu Lev..dia baik baik saja." ujar Fero setelah melihat keadaan Key yg tampaknya baik baik saja.


"Ade loe itu memang keras kepala." timpal Levin dengan muka khawatir


"Ayo Lev...buruan kita ikutin dia." ucap Fero terburu2. Dan segera Levin tancap gas mobilnya mengikuti motor Key agar tidak kehilangan jejaknya mengingat Key cukup lihai mengendarai moge itu.


"Fer...ade loe jago juga pake motor segede gitu .." ucap Levin disela sela posisi menyetir mobilnya.


"Sebelum Ayah meninggal memang Key sangat suka pake moge, karena Ayah juga banyak mengoleksi motor jenis gitu. Dan ayah ga nglarang kalau Key pake motor itu." jelas Fero.


"Cuma Bunda sama Gue yang ga setuju tp apa daya Ayah sama Key sangat dekat makanya kita ngalah aja." lanjut Fero


"Hm..Key sebenarnya dia tomboy, dia jarang pake rok atau sejenisnya. Kemana mana pasti dia pake celana dan jaket hoodynya itu" ujar Fero.


Fero menghadap Levin.


"Loe bener bener sayang sama ade gue." tanya Fero dengan tatapan sinisnya.


Levin mengangkat kedua jari nya.


"Sumpah demi apapun gue sayang banget sama dia. Dan satu lagi...gue ga pernah ganti ganti pacar. Gue belum pernah punya pacar..." ucapan Levin disertai tonjokan Fero di lengannya.


"Bener Fer...gue belum pernah punya perasaan ingin memiliki seseorang seperti ini ke Key. Pikir aja...mana ada cowo belum nembak cewenya malah nembak klrganya duluan.." timpal Levin


"Udah sampe Fer..lihat ke depan. Itu kafe Key, dan betul kan dia berhenti disini" ucap Levin.


Fero takjub dengan bangunan indah dan minimalis. Tampak bersih dan strategis. Apa benar adiknya yang merancang ini semua.


"Gue baru tau kalau ada kafe didaerah sini. Bener ini punya ade gue Lev.." tanya Fero


"Ya bener..ini masih pagi jadi belum rame." jawab Levin.


"Sebentar lagi pasti rame, dan Key pasti kesini buat mbantuin temen2nya" lanjutnya.


Seketika Fero langsung menatap tajam Levin. Apa ini yang menyebabkan dia kambuh lagi sakitnya"batin Fero


"Ya..memang itu penyebabnya. Tp tenang aja gue udah siapkan empat orang buat kerja disini. " jawab Levin seolah tahu isi hati Fero.


Fero menatap Levin heran. Apa itu dia lakukan agar Key tidak kelelahan"batin Fero.


"Ayoo kita turun, kita ikutin Key dari belakang" ucapan Levin mengejutkan Fero.


Mereka turun dari mobil lalu melangkah menuju ke dalam kafe.


"Lev...keren banget ade gue bisa bikin kafe semegah ini" ucap Fero terkagum


"Yaa siapa dulu gadis gue" ledek Levin.


"Aawww...kepala nih bro" ucap Levin terkejut krn tiba2 mendapat jitakan dari Fero.


"Gadis gue ...gadis gue...dia ADE gue..." teriak Fero.


"Maaf...ada yang bisa kami bantu. Anda mau pesan apa? Tp maaf karena kami baru buka mungkin hanya minuman yang bisa kami sediakan." sapa salah satu pegawai kafe menghentikan perdebatan mereka.


"Oh ga pa2...kita pesan 2 coffe latte saja." ucap Levin.


"Baik tuan.." balas pegawai itu ramah.


Sesaat mereka menanti pesanan. Terlihat Keyra di depan meja receptionis dengan memakai baju serba hitam.


"Lihat gadis gue...dia cantik banget." ucap Levin. Dan seketika Fero berbalik arah menghadap belakang. Ya memang dia Keyra  adik kesayangannya.


Fero memperhatikannya. Tampak semua pegawai kafe hormat padanya. Namun yg buat dia kagum,Key nampak mencium punggung tangan seorang lelaki paruh baya.


......,.....


"Non Key..." sapa semua pegawai dengan menganggukan kepala tanda hormat.


"Non..." sapa Pak Anton menyusul.


Keyra melepas topi jaket hoodynya, dan membiarkan rambutnya tergerai. Dia tersenyum ramah pada semua pegawainya. Dan tidak lupa mencium punggung tangan Pak Anton.


"Paman..paman sehat" tanya Key


"Alhamdillah sehat non" jawab pak Anton.


"Nena..Paman..mana karyawan baru nya?" tanya Key lagi.


"Itu mereka sedang beres beres disana" ucap Nena dengan menunjuk sebuah meja makan yang tidak jauh dari keberadaan Fero dan Levin.


"Paman...pagi begini sudah ada pengunjung,memang sudah ada makanan.?" tanya Keyra saat melihat ada dua orang lelaki yg sedang duduk menanti pesanan.


"Belum non, tapi mereka tidak keberatan hanya pesan minuman." ucap pak Anton


Melihat dari belakang Key merasa tidak asing dengan mereka. Kok gue kaya ga asing ya lihat punggung mereka"batin Keyra.