
"See.."
Tampaklah disana Levin melakukan panggilan video pada Kevin.
"Apa yang terjadi Kev...dimana istriku..?"
"Kak...kau harus bantu kami. Kak Keyra ingin pergi ke club Kak....ap.."
"Apaa..!"
"Pasti kalian yang memulainya..."
Kevin dan Rey segera menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak...tidak...bukan kami. Tapi ini gara gara dia..." Rey menunjuk Maxy yang sedang menundukan kepalanya dari tadi.
"Maxx..jelaskan padaku.."
"Kak...aku akan jelaskan. Tapi ini bukan saatnya. Yang terpenting saat ini Kak Keyra sedang memilih kostum Kak...kau tidak khawatir..." Max mencoba mengalihkan pertanyaan Levin.
"Apaa...!" Oh God..."
"Aku ingin bicara padanya.." Levin benar benar kalut. Seandainya dia tidak ada meeting darurat sudah dipastikan dia akan melarang istrinya terang terangan.
"Ada apa ini..." datanglah Momy dan Bunda yang memang dari tadi penasaran mendengar keributan dilantai atas.
"Mom...Bunda...gawat...dan benar benar gawat. Kak Keyra sedang ngidam..." ucap Maxy penuh khawatir.
"Ngidam. Mom kira Key kenapa..?"
"Tapi ngidam kali ini membahayakan Kak Key Mom..."
"Tidak ada seorang ibu yang ingin membahayakan anaknya. Kalian saja yang tidak mau menurutinya..." ujar Momy masih tetap santai menanggapinya.
"Mooomm...Momy tidak tahu Kak Keyra ingin apa. Kak Keyra ingin pergi ke club Mom..." ucap Kevin pada akhirnya.
Momy dan Bunda sempat terkejut mendengarnya. Tapi sedetik kemudian ekspresinya kembali tenang.
"Ya sudah...temani saja dia. Kalian tidak mau...?"
"Whaatt...Momy setuju."
"Kak Levin lihat....bahkan Momy saja setuju.." Kevin mengarahkan ponselnya pada Momy.
"Mom..." teriak Levin
"Bunda....tolong bujuk Keyra agar tidak pergi kesana. Disana berbahaya Bun...please Bun.."
Bunda tersenyum mendengarnya.
"Nak Levin...wanita hamil memang seperti itu. Dia pasti akan mengidam sesuatu yang aneh bahkan sesuatu yang dulu tidak pernah dilakukannya. Jadi maaf kali ini Bunda tidak bisa bantu..."ucap Bunda santai.
"Levin...ada berapa club yang kau punya..? Jika benar benar milikmu masa tidak bisa berbuat sedikitpun..?"ucapan Momy membuat Levin berpikir.
"Ayo Kak...kita lanjutkan masak saja. Sebentar lagi putri kita pasti lapar. Kita harus buat makanan kesukaannya.." Momy menuntun Bunda.
"Kak Levin..." Kevin memanggilnya karena tak terdengar suara apa pun disebrang sana.
"Kev...ada sesuatu yang harus kulakukan. Tetap awasi istriku dan beri aku kabar. ."
Kevin Rey dan Maxy menganggukan kepala.
"Satu hal lagi....ingatkan aku tentang hukuman kalian.." ucap Levin benar benar dingin dan tegas. Setelahnya ponsel dimatikan sepihak oleh Levin
Seketika peringatan Levin membuat mereka tegang dan saling menatap.
*******
Sementara didalam kamar Keyra.
Drrrt... Drrtt
Ponsel Keyra tiba tiba berbunyi.. Awalnya dia terkejut karena pasti suami protektifnya tapi saat dilihat ponselnya. Nama Sandylah terpampang disana.
"Sandy... "ada perasaan aneh dalam hatinya. Sandy tak pernah menghubungi dirinya jika masih jam kuliah.
Keyra menekan tombol hijau di ponselnya.
"Sandy... "
"Kak Key...apa hari ini kau sibuk...?"tanya Sandy dibalik telpon.
"Tidak. Ada apa San..? Kau gugup sekali. Apa kau baik baik saja.? "tanya Keyra khawatir.
"Kak...sesuatu terjadi di jaringan komputer kami. Aku ada kelas komputer Kak hari ini tapi semua sistem komputer disini tiba tiba erorr semua Kak. .."
"San...lalu apa hubungannya dengan Kakak. Bukankah ada dosen komputer disana.."ucap Keyra santai.
"Kaak...bahkan dosen dan para IT ahli sudah berkumpul semua disini. Tapi sudah dari pagi Kak tidak ada hasil. Kata mereka sistem komputer disini terkena virus.. "
Deg..
"Virus.. "
"Ya Kak...apa Kakak bisa kesini..? Kak Kevin dan yang lainnya ada dirumah kan.?"
"Ada. Tapi sebentar... "
"Keviiinn.. "teriak Keyra dari dalam kamar.
Mendengar suara Keyra yang nyaring para pria tampan yang dari tadi masih didepan kamar langsung membuka pintu kamar. Karena takut terjadi sesuatu pada kakak kesayangannya.
"Ada apa Kak..? "tanya Kevin cepat.
"Kata Sandy jaringan komputer kampus kalian dalam masalah. Aku akan masuk ke server mu. Apa passwordmu.. ?"ucap Keyra sambil menyalakan laptop dan memasang headset ditelinganya.
"Apaa..!" Bagaimana mungkin..bukankah sistem keamanan kampus tidak bisa ditembus siapapun.."Kevin terkejut namun dengan sigap langsung mengetik password di laptop Keyra.
"Ya aku juga merasa begitu. Kak Levin pernah bilang padaku. Sistem keamanan jaringan di kampus dilindungi dengan sangat kuat. Aku penasaran seperti apa yang membuat kampus kacau.."ucap Keyra sambil mengutak atik data diatas keyboard nya.
"San...kau masih disana.? Kau duduk manis saja didepan komputermu.. Aku akan memeriksanya dari sini.. "ucap Keyra dengan mata masih fokus di layar laptop.
"Ya Kak...sebentar aku kembali ke tempat duduk dulu. .."
Baru saja duduk Sandy terkejut dengan layar komputer didepannya. Didalamnya bergerak sendiri dengan lincahnya.
"Kak....ini kau yang menggerakan..?" tanya Sandy sambil memasang headset ditelinganya.
"Ya begitulah. Sepertinya ada virus asing yang mencoba masuk server pusat. Tapi tenang saja...benar Kevin. Keamanan sistem komputer disana sangat kuat. Sandy...Kakak sudah memasang antivirus dikomputermu setelah aku keluar segera kau instal dan suruh teman temanmu mencopy semua. Ok ..." ucap Keyra sambil terus fokus pada layar laptop.
"Ok Kak..."
"Satu hal lagi...itu hanya bertahan sementara. Besok biar Kak Levin yang memutuskan.."
"Berarti sampai besok belum boleh ada pelajaran komputer..?"
"Mungkin lebih tepatnya jangan ada satupun komputer yang dinyalakan.."jawab Keyra sambil tersenyum geli.
"Antivirusku hanya bertahan sampai 24jam...oleh karena itu kita tunggu keputusan selanjutnya dari yang berwenang.." lanjut Keyra.
"Waaahhh....kau hebat Kak. I love you Kak."
"Love you too San...bye." jawab Keyra sambil memutuskan sambungan telpon.
"Kak...aku tahu Kakak pasti bisa menyelesaikannya dengan mudah. Lagipula antivirus Kakak biasanya hebat semua. Tapi kenapa yang itu hanya sementara. Kenapa harus tunggu Kak Levin..?"tanya Kevin penasaran.
"Karena aku tidak punya wewenang untuk itu. " ucap Keyra santai
"Oh cmon Kak...kau kan salah satu keluarga Ferdinand juga.." desak Kevin.
"Kev....tidak semua orang berpikiran sepertimu..apa salahnya kita jalankan sesuai jalur dulu. Kau mengerti.."
Kevin mengangguk paham.
"Sudah sana kalian siap siap dulu...!" perintah Keyra pada mereka bertiga.
Rey Kevin dan Maxy mengernyitkan dahinya.
"Siap siap..?" Memang kita mau kemana Kak.."tanya Kevin terheran.
"Ya Kak...kita mau kemana..?" Rey ikut bertanya.
Keyra menyipitkan matanya.
"Kalian lupa...kalian kan harus menemaniku ke club. " ucap Keyra santai dan membuat mereka melototkan matanya.
"Apaaa..!"
"Kalian tidak mau.!"
"Moommm....Bundaaa.." teriak Keyra
"Ok...Ok...kita siap siap. Kakak juga ya..."bujuk Rey merayu Keyra yang sedang bersidekap.
"Ayo gangs...kita siap siap. Kita harus menemani princess kita.." lanjut Rey pada Kevin dan Maxy
"Siap Kak.." ucap Kevin dan Maxy dengan sikap hormat bersamaan.
Rey Kevin dan Maxy keluar dari kamar Keyra.
Keyra mengeluarkan senyum devilnya.
"Aku kira Kakak sudah lupa .." gumam Maxy sebelum benar benar keluar dari kamarnya. Dan tentu saja masih didengar oleh Keyra.
"Aku dengar Max...."
Maxy segera berlari mendahului Rey dan Kevin sampai menabrak tubuh mereka.
*********
"Mom... Bunda... Aku pergi dulu ya.."pamit Keyra pada Momy dan Bundanya sambil mengecup pipi kanan kiri mereka secara bergantian.
"Hati hati sayang....jangan terlalu larut nanti lelah. "
"Ya... Momymu benar sayang. Ingat didalam perutmu ada dua cucu Bunda.. "
"Tentu Bunda... Mom....aku selalu ingat itu.. "jawab Keyra dengan wajah cerianya.
"Kaaakkk....ayo cepat..!"suara Max menggelegar masuk kedalam ruangan. Dan diikuti oleh Kevin dan Rey.
"Ya cepat Kak...mobilnya sudah siap dari tadi loh.. "suara Kevin mulai terdengar.
"Kak...kau tidak pakai sepatu heel kan..?"Rey mulai dengan posesifnya.
Mendengar suara mereka Keyra tersenyum geli
"Lihat Mom... Bunda...mereka sangat manis sekali bukan..? "
Momy dan Bunda ikut tersenyum
"Ya kau benar sayang....mereka sangat manis sekali..."ucap Momy
"Jika sedang bersamamu.. "lanjut Momy.
Keyra dan Bunda tertawa melihat ekspresi sang Momy.
"Hmmm...sepertinya kalian yang sangat tidak sabar..."ledek Keyra sambil bersidekap di dada saat ketiga pria tampan sudah berjejer rapi didepannya.
(abaikan minumannya ya say...😊)
Ketiga pria tampan itu tiba tiba terdiam menganga melihat penampilan Kakak ipar kesayangannya.
"Kak...dengan pakaianmu seperti ini aku tidak yakin tidak ada laki laki yang mengagumi mu..."ujar Max dalam hati.
"Aku pastikan kejadian ini akan membuat hukuman kami bertambah berat dari sang raja.. "begitupun Kevin.
"Bahkan dengan perut buncitmu pun kau terlihat sexy Kak...seandainya.."Rey berujar dalam hati.
"Heeii....kenapa kalian diam... "teriak Keyra sambil mengibaskan tangannya didepan muka mereka.
"Kak...apa kau yakin dengan pakaianmu..? "
"Memang kenapa dengan pakaianku Max.. "tanya Key sambil melihat penampilannya sendiri.
"Apa perutmu tidak terlihat sesak..? "
"Tidak.. "
"Sepatumu tinggi sekali Kak.. "
"Heeeyy...kalian ini kenapa. Kita mau ke club. Apa aku harus memakai baju rumahan kesukaanku...cmon guys. "
Jangan lupakan baju rumahan kesukaan Keyra. Yang dimaksudnya adalah kemeja kebesaran suaminya dan celana pendek. Tapi tentu saja itu tidak mungkin dipakainya saat dirinya ingin clubbing.
"Ayo kita berangkat.. "ajak Keyra mengabaikan mereka yang masih menganga.
Max menyenggol Kevin menyadarkannya.
"Oh ya... Ayo Kak... "
Max Kevin dan Rey mengikuti Keyra dari samping kanan kiri Keyra.
"****** kita.. "
"Ya kau benar Max. "
"Aku pastikan tidak ada ampun untuk kita.."jawab Rey dengan sangat lirih.
************
Saat sudah sampai disebuah club mewah ternama Keyra benar benar dibuat kagum oleh pesona gedung itu.
"Waaaaahhh...indah sekali. Baru pertama kali ini aku melihat sebuah club semegah ini. .."ucap Keyra dengan kagumnya.
Keyra menatap tiga pria tampan disebelahnya dengan tatapan aneh. Bagaimana bisa mereka sama sekali tidak terkagum. Keyra mengerutkan keningnya.
"Ahhh...tentu saja. Mereka pasti sudah sering kesini. Dan Kak Levin...tentunya.."ucapnya dalam hati. Seketika itu juga dia jadi teringat sang suami tercinta dan langsung menghela nafas panjang.
"Hhhh... "
Mendengar Keyra menghela nafas Max Kevin dan Rey langsung menatapnya.
"Kau baik baik saja Kak..? "tanya Max penuh khawatir.
Kevin menggenggam lengan kiri Keyra. Rey pun menggenggam lengan kanan Keyra. Dan Max mengusap lembut kedua pipinya.
"Ya...aku hanya tiba tiba mengingatnya. "
"Ayo...kita masuk.. "Keyra berganti menuntun Kevin dan Rey untuk masuk.
Dan Max masih tertinggal dibelakang menatap Keyra.
"Tenang saja Kak...sebentar lagi dia akan datang.. "gumam Maxy.
"Ya Kak... "Max berlari mendekati Keyra Kevin dan Rey.
Baru satu langkah dia masuk ke pintu utama club para pengunjung dibuat takjub oleh sosok wanita cantik yang berdiri ditengah tengah para pria tampan.
Mata mereka bahkan tak berkedip melihatnya. Dan tentu saja membuat Keyra terlihat tidak percaya diri.
"Kev...apa ada yang aneh denganku..?" bisik Keyra saat melihat beberapa pengunjung menatapnya datar.
Kevin merangkul pinggang Keyra mencoba memberinya ketenangan.
"Kau sangat cantik Kak.."
"Kenapa pandangan mereka seperti itu..?"
Kevin mulai geram karena kakaknya mulai merasa tidak tenang. Dia menatap Rey dan Max memberi isyarat yang hanya mereka bertiga yang tahu.
Rey dan Max menganggukan kepala saat menerima isyarat dari Kevin.
Mereka berdua maju kedepan membelakangi Keyra yang masih memeluk erat tubuh Kevin
"Pelayan.." teriak Rey geram
"Tunjukan tempat yang sudah direservasi atas nama Tuan Alfa Levin Ferdinand.."
Seketika pelayan dan pengunjung terkejut saat Rey mengucapkan nama itu.
Siapa yang tak kenal nama itu...bahkan nama club ini berasal dari namanya.
"Maaf Tuan membuat anda sekalian menunggu. Mari akan saya antar..."suara seorang pelayan sambil tertunduk.
"Begini rupanya sikap kalian saat pengunjung datang. Sama sekali tidak sopan. Akan aku adukan semuanya pada pemilik tempat ini agar memecat kalian semua..." Max ikut bersuara dengan emosinya.
"Jangan ... Jangan Tuan..." datanglah seorang lagi yang bisa dipastikan dia adalah seorang atasan dari pelayan tadi. Muda dan berpenampilan rapi.
"Maaf atas kelancangan kami. Kami dan para pengunjung hanya terkejut melihat wanita yang bersama dengan anda Tuan. .."
"Apa maksudmu haaahh..." Maxy emosi dan mencengkeram krah baju orang itu.
"Maaxx..." teriak Keyra ingin menghampiri Maxy namun segera ditahan oleh Kevin dan Rey.
"Aku akan mengurus orang ini. Kalian bawa pergi Kak Keyra dari sini.." ucap Maxy dingin masih menatap tajam orang didepannya.
"Ayo Kak..."Kevin membawa Keyra ketempat yang sudah disiapkan.
" Tapi Maxy..."
"Dia nanti menyusul Kak.." ujar Rey.
"Baiklah.."
"Max...." mendengar sang Kakak memanggilnya Maxy menoleh dan langsung merubah ekspresinya selembut mungkin.
Dia tersenyum.."aku akan menyusul Kak..secepatnya.."
Keyra mengangguk sambil tersenyum. Dia tahu dan percaya bahwa dia tak akan melakukan apa pun pada orang itu.
"Dengar...kau tahu siapa wanita itu. Dia istri dari pemilik club ini , dia Kakak kesayanganku, dan dia juga putri kesayangan keluarga Ferdinand. Jadi kau tahu kenapa boss besarmu itu melarang pengunjung tempat ini menyalakan rokok sedikitpun dan melarang mengeluarkan minuman berbau alkohol. " kata kata Maxy membuat banyak orang terkejut.
"Dan karena tatapan kalian membuat Kakakku gelisah ..aku bisa menghukummu disini sekarang juga. Tapi aku tidak bisa membuat Kakakku menunggu.." Maxy melepaskan cengkraman dileher orang itu dengan keras.
Maxy beranjak meninggalkan tempat itu.
Namun sebelum benar benar pergi dia berhenti dan memutar kembali badannya sambil bersidekap dada.
"Aku tidak akan melaporkan kalian tapi ingatlah tempat ini penuh dengan cctv.." ucap Maxy dengan seringainya.
Seketika itu pula dua orang pekerja itu pucat seketika. Dan pengunjung yang mendengar itu langsung berbalik tidak ingin berurusan dengan keluarga besar itu.
Lihat saja...hanya membuat sang wanitanya gelisah karena terlalu banyak dipandang orang ...para keluarga Ferdinand maju turun tangan langsung.
Padahal mereka memandang karena terlalu kagum akan kecantikannya.
Baru saja mereka duduk dan menikmati hidangan. Keyra mulai merasa ada yang aneh dengan tempat ini. Dan dia baru sadar.
"Kev...aku baru sadar kenapa club ini tidak bau alkohol atau asap rokok seperti club biasanya..." tanya Keyra sambil memperhatikan sekitar.
Kevin Rey dan Maxy masih sibuk dengan makanannya dan tidak terlalu menanggapinya karena tentu saja mereka tahu alasannya. Siapa lagi kalau bukan Levin.
"Kev...Maxy ..Rey...."panggil Keyra karena merasa pertanyaannya tidak mendapat jawaban
"Kakakku yang sangat cantik malam ini. Bukankah bagus jika tempat ini bersih dari bau bau seperti itu. Jadi kedua keponakanku aman.."jawab Maxy merayu Keyra
Jawaban Maxy mendapat anggukan dari Kevin dan Rey.
Keyra tampak berpikir.
"Benar juga ..."
Keyra kembali dengan makanannya.
"Kalian kalau mau turun...turun saja. Lihatlah..sudah banyak yang menari .."
Kevin Rey dan Maxy saling menatap. Jujur saja mereka sudah sangat menahannya dari tadi. Tapi mereka tidak mungkin meninggalkan Keyra sendirian.
"Sudah sana...aku baik baik saja. Aku juga akan turun jika lagunya lagu kesukaanku.."lanjut Keyra dengan senyumnya.
Keyra tentu saja tahu keinginan ketiga pria didepannya ini.
" Tapi janji pada kami...Kakak jangan kemana mana.."
"Kalau mau ke toilet atau ingin apapun bilang juga pada kami Kak.."
"Kami akan terus memantau Kakak dari sana jadi jangan khawatir.."
Pesan ketiga pria itu pada Keyra.
"Ya..ya...baiklah. Sekarang pergilah.."
Kevin Rey dan Maxy bergantian mengecup kening Keyra dan langsung turun kelantai dansa.
Keyra menggelengkan kepala dan tertawa geli.
"Kalian kira aku anak kecil.." gumam Keyra.
"Mana mungkin ada anak kecil yang sedang hamil..." lanjutnya sambil menggelengkan kepala.
Keyra tertawa senang melihat tingkah polah ketiga saudaranya. Mereka sangat pandai berdansa. Dan banyak gadis gadis cantik mengelilinginya. Namun tak sedetik pun mereka menjauhkan pandangannya pada Keyra. Mereka terus memantaunya bergantian.
"Haii gadis cantik...aku melihatmu dari tadi. Kenapa tidak ikut berdansa dengan yang lainnya..." suara laki laki tiba tiba berdiri disampingnya dan tentu saja mengejutkan Keyra.
Keyra menoleh pada pria asing itu.
"Maaf ...tapi aku sedang ingin sendirian.." jawab Keyra dingin tanpa ekspresi.
"Akan lebih baik jika tidak sendirian di tempat seperti ini.." tiba tiba pria asing itu duduk tanpa ijin sang pemilik.
Keyra sudah mulai geram. Dia tiba tiba saja kesal dan langsung berdiri. Dan tentu saja membuat pria asing itu terkejut bukan main saat melihat perut buncitnya yang sangat menonjol.
"Maaf..lebih baik aku yang pergi. Ini lagu kesukaanku..." ujar Keyra dan langsung turun kelantai dansa.
Keyra langsung meliuk liukan tubuhnya dengan indah dan seksi.
(liat sendiri aja ya videonya...bayangin aja Keyra menari dengan lagu itu 😊)
Dia tak sadar bahwa sudah dari lama seseorang mengawasinya. Dengan rahang mengeras dan kepalan tangan yg kuat hingga mengeluarkan ototnya dia mencoba menahan kekesalannya. Bukan karena melihat wanita itu menari. Tapi karena ada seorang pria asing yang memperhatikan bahkan dengan sangat beraninya menggoda wanita miliknya.
Sungguh dia benar benar menahan emosinya. Namun perjuangannya menahan amarah sudah tidak bisa dibendung lagi saat dia mulai mendekati wanitanya ke lantai dansa.
"Damn.."
Dengan langkah cepat dan tegap dia menghampiri wanitanya yang masih asyik berdansa dan langsung menarik pinggangnya hingga bertubrukan dengan tubuh kekarnya. Tentu saja wanita itu terkejut setengah mati dan ingin menampar orang yang berani menyentuhnya.
Namun saat dia berbalik.
"Kak Leviiin...." teriak Keyra dengan sangat keras. Bahkan para penari dilantai dansa spontan menghentikan kegiatannya.
"Aagghhh...Suamiku pulang .." teriak Keyra lagi dengan senangnya sambil memeluk erat leher Levin hingga berjinjit.
Levin tersenyum. Emosinya hilang sesaat saat Keyra berteriak bahwa suaminya kembali. Ini terbukti saat pria asing yang ingin menggodanya terdiam seketika.
"Hooo sayang...hati hati. Sepertinya kau begitu merindukanku..?"
Keyra menguraikan pelukan eratnya dileher Levin tanpa melepasnya.
"Apa hanya aku yang rindu..?" ucap Keyra memanyunkan bibirnya.
Tanpa aba aba...Levin mengecup bibir istrinya itu.
"Sepertinya ..." jawab Levin dengan senyum jahilnya.
Keyra semakin kesal dan mencoba melepaskan pelukan kedua tangan Levin dipinggangnya. Namun segera ditahan oleh Levin.
"Kau marah ..."
"Bukan marah...tapi malu. Karena hanya aku yang rin..."
Levin lagi lagi mengecup bibir manis istrinya.
"Aku tidak rindu sayang. Tapi aku sangat sangat rindu. Bahkan rindumu mengalahkan rinduku padamu sayangku..." Levin ******* kembali bibir candunya. Bahkan sangat lama tak peduli orang orang melihat mereka.
"Bahkan sampai detik inipun aku masih sangat merindukan ini.." ucap Levin sambil mengusap bibir basah istrinya.
Keyra memukul dada Levin.
"Gara gara kau lagu kesukaanku habis.."
"Ingin berdansa denganku.."
"Sungguh...Kakak mau berdansa denganku..?"
"Tentu saja...kenapa tidak..?"
"Baiklah ...aku yang pilih lagunya. "
"Apapun untukmu..."ucap Levin sambil mengecup singkat bibir Keyra.
Keyra meminta satu buah lagu kesukaannya pada pegawai club.
Dan Levin membuka jasnya dan melemparnya pada tiga saudara tampannya yang dari tadi menyimak mereka.
Levin mendekati mereka.
"Bersiaplah kalian.."
"Membuat istriku ingin pergi ketempat ini dan lalai menjaganya hingga tanpa sadar kalian membiarkan orang tak dikenal menggodanya.."
"Apaa..!"teriak mereka.
"Kita bicarakan dirumah.."
Sebelum Levin pergi dia mengisyaratkan sesuatu pada mereka.
"Orang itu ...selidiki dia.." perintah Levin dengan mata tajamnya tertuju pada pria yang tadi menggoda istrinya.
Tentu saja perintah Levin bagaikan perintah sang raja yang harus segera dilaksanakan.
"Baik Kak.."
Tak lama terdengar lagu salsa.
Dan keluarlah Keyra ke tengah tengah lantai dansa sambil bergoyang salsa.
Levin benar benar mabuk sekarang. Disatu sisi dia sudah skakmat mati oleh pesona istrinya dan ingin sekali membawanya pulang. Disisi lain...kenapa istrinya itu harus memilih musik salsa.
"Double shit..."
"Cmon beib.." ajak Keyra dengan nada yang sangat menggoda sambil badan diliuk kan.
Keyra mengulurkan tangannya dan tentu saja disambut oleh Levin.
"Honey...kau menggodaku.." bisik Levin dengan sangat dekat.
Keyra tersenyum.
"You can dance this song right...?"tanya Keyra masih bergoyang didepan tubuh Levin.
"Of course honey. Dan kau orang pertama yang berdansa denganku..."
Levin mulai menari dansa salsa mengikuti musiknya sekaligus melindungi miliknya. Tak jarang dia merengkuh perut buncit istrinya.
Levin dan Keyra benar benar menikmati lagunya hingga lantai dansa dikuasai sepenuhnya oleh mereka.
( bayangin aja Shakira pakai dress dan lagi pregnant 😊)
Banyak para pengunjung club terpesona dengan pasangan itu.
"Wooow....aku baru tahu kalau Kak Levin bisa dansa salsa.." ucap Rey tiba tiba
"Ya ..aku juga baru tahu.." jawab Kevin
"Kak Keyra sangat sexy..." ucap Maxy dengan menganga.
Rey dan Kevin saling memandang.
"Maaxxx..." teriak Rey dan Kevin.
"Sayang...you so sexy..." bisik Levin di sela dansanya.
Keyra tersenyum manis.
"You too darling..." jawab Keyra dengan desahannya ditelinga Levin dengan sedikit menjilat singkat diujung telinganya.
Levin menghentikan gerakannya seketika dengan menegang dan mata sayu menahan gairahnya.
"Damn you..." gumam Levin yang masih didengar oleh Keyra. Ya Keyra memang sengaja menggodanya.
"I hear that..." jawab Keyra dengan menarik tangan Levin agar meneruskan gerakan dansanya.
Keyra dan Levin kembali berdansa menyelesaikan lagunya.
"I love you so much darling..." Levin mengecup pipi Keyra saat lagunya selesai dan disertai tepuk tangan yang sangat meriah memenuhi isi club.
Keyra tersenyum dan menyembunyikan wajah cantiknya didada Levin.
Levin berkali kali mengecup puncak kepala istri cantiknya.
"Lets go home honey..."