My Two Men Protector

My Two Men Protector
47.




"Sayang...hari ini Momy dan para aunty akan pergi ke beberapa tempat. So...jika butuh sesuatu calling Momy ok..."ucap Momy Levin pada Keyra yang sedang duduk berdua bersama Levin dimeja makannya.


Dady dan para uncle tentu saja sudah pergi ke kantor mereka masing masing. Dan para adik ipar sudah pergi kuliah. Dan karena kegiatan panas pagi mereka..... Keyra dan Levin menikmati sarapan pagi mereka hanya berdua. Ups...no..no..bisa dibilang bukan sarapan pagi karena ini sudah siang pukul 11.00.


Itu pun karena perut keroncongan Keyra sangat nyaring terdengar. Tentu saja para baby sudah kelaparan.


"Untuk apa menghubungi Momy...aku saja dirumah..."ucap Levin disela sela makannya.


"Ya Momy tahu. Tapi kau hanya mengganggu putriku saja. Lihat bisa bisanya dia baru bangun di jam seperti ini...apa kau tidak memikirkan cucu cucuku... "geram Momy pada putranya itu. Dan Keyra hanya terkekeh geli,dia tidak begitu menanggapi obrolan mereka karena yang saat ini dia inginkan adalah makanan lezat didepannya.


Namun Levin tetaplah Levin jika bersama Keyra dia seakan menjadi sosok pria yang hangat dan lembut. Bahkan saat mendengar omelan Momynya...Levin tidak merasa bersalah malah dia semakin menempelkan tubuhnya ketubuh Keyra dan menghujaninya dengan kecupan diujung kepala dan pelipisnya.


Bugh


"Aww... Apa yang kau lakukan Moom..."Levin terkejut karena tiba tiba dia mendapat pukulan keras di pundaknya.


"Jangan ganggu putriku. Dia sedang makan...kau dengar.. !!"geram Momy dengan sangarnya. Levin mendengus namun tetap menuruti perintah Momynya.


"Mommy mau pergi kemana..?"tanya Keyra lembut disela sela makannya.


"Momy akan pergi ke tempat organizer... "


"Apa akan ada acara Mom..? "


"Ya. Nanti kau akan tahu sayang... Ok Mom pergi sekarang... Bye.. "pamit Momy kemudian mengecup kening Keyra.


"Apa boleh aku ikut Mom... "pinta Keyra.


"Nooo... "teriak Levin cepat bahkan sebelum Momy menjawabnya.


"Sayang....kita kan mau pergi jalan jalan sendiri. Aku minta pada Dad agar libur hari ini karena ingin berduaan denganmu.. "ucap Levin dengan manjanya pada Keyra.


"Oh Tuhan...kau menggelikan sekali Lev..."Momy meledeknya karena tingkah manjanya pada Keyra.


"Momy jika mau pergi...pergilah.."Levin mendengus kesal.


"Lihatlah sayang....bahkan sekarang suamimu mengusirku. "adu Momy pada Keyra yang hanya bisa terkekeh dari tadi.


"Maafkan suamiku Mom... "ujar Keyra terkekeh.


"Its ok dear....baiklah Momy pergi dulu ya.. "Momy mengelus kepala Keyra dan berlalu pergi dan menggelengkan kepalanya terheran melihat Levin yang masih bergelayut manja pada Keyra.


Namun beberapa langkah Momy berbalik kembali dan memukul punggung Levin.


Bughh


"Aww... Moomm.. "teriak Levin


"Apa...!! "ucap Momy sambil berlalu pergi.


"Kenapa sekarang Momy suka sekali memukulku. Apa salah ku.. "teriak Levin


"Karena kau suka sekali mengganggu putriku .. "teriak Momy kembali.


"Aku juga putramu Moomm... "


"Dulu.... uuwee... "teriak Mom dan dari jauh dia berbalik dan menjulurkan lidahnya pada Levin.


"Mooomm... "


Keyra tertawa tanpa henti.


"Sepertinya kau bahagia sekali melihatku dianiaya oleh Momy..."


Keyra menggelengkan kepala sambil tertawa geli.


"Lalu kenapa tertawa seperti itu hmm.."ucap Levin sedikit kesal


Mendengar nada bicara suaminya yang kesal Keyra menghentikan tawanya dan langsung bertindak.


Dia beranjak dari kursi makannya lalu berpindah ke pangkuan Levin dengan duduk menyamping dan mengalungkan kedua tangannya di lehernya. Tentu saja tingkah istrinya membuat Levin tersontak kaget namun tak urung dia melingkarkan kedua lengannya dipinggang Keyra.


"Maaf...Aku hanya bercanda.. "ucap Keyra dengan posisi wajahnya sedekat mungkin dengan suaminya itu.


"Kau pintar sekali membujukku hm...."senyum Levin kembali dan mengecup bibir manis Keyra singkat.


"Tentu saja...istri siapa dulu..? "


"Siapa..? "tanya Levin gemas melihat tingkah istrinya


"Istri Tuan Levin Alfa Ferdinand. "


Mereka berdua tertawa bersama dengan Levin berkali kali mengecupi seluruh wajah Keyra.


"Sudah.... Sudah Kak... ini sangat geli. Selesaikan dulu makanmu bukankah kita akan pergi. "bujuk Keyra.


"Apa kau sudah selesai ..?"


"Ehmm.. "angguk Keyra.


"Sini biar Key suapin.. "


"Itu yang aku tunggu dari tadi sayang..."ucap Levin manja dengan mengkerlingkan matanya.


"Dasar... "Keyra menyuapi Levin dengan sangat telaten. Meskipun dirinya sering diganggu dengan kejahilan suaminya dengan acara mengecup pipi,leher,kadang bahu istrinya yang polos dan tentu saja tangannya yang tidak bisa diam didalam kaos longgar yang dikenakan Keyra namun dia tidak menghentikan acara menyuapi suami manjanya itu.


Setelah selesai Keyra turun dari pangkuan Levin dan membereskan piring yang kotor untuk dicuci.


"Kakak mandi dulu ..biar Key cuci piring dulu.. "


"Untuk apa dicuci sendiri kan ada bibi.. "


"Kalau bisa sendiri kenapa tidak dilakukan sendiri.."ucap Keyra santai dengan melenggang pergi membawa piring kotornya.


"Kakak takut nanti kau lelah sayang...apalagi kau sedang hamil.... "Levin mengikuti Keyra dari belakang.


"Ini hanya 2 piring dan 2 gelas Kak...jangan berlebihan seperti itu.. "


Levin tak habis pikir dengan pemikiran istri cantiknya itu. Dia terus memandangi tubuh Keyra dari belakang dengan bersidekap.


"Non Keyra...biar bibi saja Non yang bersihkan. "ucap asisten keluarga yang terkejut saat melihat majikannya sedang mencuci piring.


"Tidak usah bi...sebentar lagi juga selesai. Bibi kerjakan yang lain saja. "


"Tapi Non... "


"Bibi... "


"Baik kalau begitu Non. "


Tanpa Keyra sadari ada seseorang yang dari tadi melihat interaksi mereka.


Saat Keyra berbalik badan setelah mencuci piring dia terkejut karena tatapan seseorang dengan kedua tangan bersidekap di dada dengan santai.


"Kakak....bukankah tadi aku menyuruhmu untuk mandi.. "


"Aku menunggumu sayang... "Levin mendekat lalu tanpa aba aba dia menggendong Keyra didepan seperti koala.


Setelahnya Levin melangkahkan kakinya ke lantai atas menuju kamarnya dengan masih menggendong Keyra.


"Apa aku tidak berat.. "


"Bahkan sampai kau hamil sembilan bulan pun Kakak masih bisa menggendongmu.. "


"Sungguh...apa Kakak tidak lupa baby kita kembar "


"Tentu saja tidak. Percayalah padaku sayang. Aku akan selalu disampingmu menjaga anak anak kita.."ucap Levin tegas lalu mengecup bibir Keyra lembut.


Kemesraan mereka tanpa sadar membuat beberapa orang tersenyum. Para pekerja dirumah itu terkagum seakan baru melihat senyum dan tawa yang keluar dari majikannya. Tentu saja mereka menyadarinya juga sejak kedatangan gadis cantik bernama Keyra sejak itu juga terjadi perubahan yang besar pada Tuannya.


Beberapa jam setelah acara mandi bersama ....ya mandi bersama....siapa lagi kalau bukan Levin pelakunya yang memaksa Keyra, meskipun sempat terjadi perdebatan yang panjang akhirnya Keyra mengalah juga. Bukan maksud untuk menolak tapi bukankah mereka baru saja beristirahat setelah pertempuran tadi malam.


Namun akhirnya mereka keluar kamar juga dengan tawa dan senyum bahagianya.


"Kak...lihatlah perutku..? "



"Ini aneh sekali...bukankah usia mereka baru beberapa minggu. "Keyra terus menatap penampilannya sendiri dengan perut sudah sedikit menonjol.


"Aku juga heran...semalam Kakak meraba perutmu dan sudah mengeras. Itu mengagumkan sayang... "ucap Levin dengan terus mengelus perut Keyra.


"Berjanjilah padaku agar kau selalu menjaga kesehatanmu. Jangan lakukan apapun tanpa sepengetahuan diriku. "


Key mengembungkan pipinya


"Bailiklah..."ucapnya dengan menghela nafas panjang. "Posesifnya selalu dalam mode on.. "batin nya.


"Kenapa ..apa kau kesal.. "tanya Levin


"Tidak...ayo kita pergi.. "


"Tunggu...apa celanamu tidak terlalu kencang Key..? "ucap Levin dengan keposesifannya.


"Tidak Kaaakkk.... ayo. Jika kau seperti ini terus kita tidak jadi berangkat. "Key menarik lengan Levin karena mulai jengah dengan sikapnya.


"Memang kalau sesak Kakak mau berbuat apa.. "


"Kakak akan langsung mengganti pakaianmu.. "


"Meskipun kita sedang jalan jalan...? "


"Tentu saja...kita akan ke toko pakaian lalu membelinya lalu memakaikannya padamu.... "


Keyra hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil. Dia menghentikan langkahnya saat mereka sudah didepan mobilnya. Lalu membalikkan badannya.


"Dengarkan aku suamiku....aku tidak apa apa..aku baik baik saja...bahkan aku merasa tubuhku ini sangat sangat kuat dengan adanya mereka disini. Aku tidak merasakan sesak, letih apapun itu. Karena mereka dan kau selalu menjagaku. Jadi aku mohon...berhenti dengan kekhawatiran berlebihmu itu... "ucap Keyra panjang dengan menangkup kedua pipi Levin.


Levin terdiam mendengarkan suara merdu istrinya itu.


"Apa kau mengerti...? "


Levin menganggukkan kepalanya pelan.


"Kau tahu sayang. Aku takut sekali jika kau merasakan sakit.... "ucap Levin lirih. Sejak melihat video rekaman penyiksaan istrinya dulu...dia menjadi semakin menggila jika menyangkut sang istri.


Levin terus menatap Keyra lama dengan menelusuri wajah istrinya.


"Aku masih ingat sayang, wajah cantik ini menjerit kesakitan.."Levin mengecup pipi sang istri.


"Maaf atas sikapku yang terlalu berlebih padamu. Apa kau tahu baru pertama kali ini aku sangat mencintai seorang wanita.."mata Keyra berkaca mendengar pengakuan suaminya.


"Sejak aku melihatmu pertama kali di cafe, sejak aku melihatmu dalam keadaan sakit, sejak kau menerima cintaku...sejak saat itu aku bahagia karena telah menemukan cinta sejatiku. Kau pasti tidak percaya dengan cinta sejati. Tapi aku percaya...karena hanya dengan memikirkanmu detak jantungku selalu berdetak cepat. "Levin mengecup bibir Keyra


Levin menarik satu tangan Keyra agar menempel di dadanya.


"Apa kau dengar... "Keyra terkejut saat dia sendiri merasakan detak jantung Levin berdetak cepat seperti lari maraton.


"Itulah aku...jika menyangkut tentang dirimu. "Keyra kembali terkejut dan tanpa sadar pun air matanya mengalir dengan sendirinya.


"Kau tertawa, sedih, kesal, menangis pun aku selalu seperti ini. Aku tidak bisa mengendalikannya sayang. Mungkin jika aku mati..."ucapan Levin terhenti karena Keyra membungkam dengan bibirnya.


Keyra mengecup bibir Levin bahkan melumatnya pelan dengan penuh cinta bukan nafsu. Dia terharu bahkan meneteskan air matanya bahwa pria didepannya sekarang sangat memujanya.


Levin merasakan tetesan airmata itu di pipinya. Lengannya memeluk pinggang Keyra erat dan merasakan cintanya.


Keyra melepas pagutannya.


"Maaf.. Maaf... Kau boleh melakukan apapun padaku asal jangan bicara seperti itu lagi. Kau jahat sekali hingga bisa berpikiran seperti itu. .."isak Keyra


Levin mengecup kedua mata Keyra turun hingga kedua pipi, hidung, dan bibir ranumnya.


"Maaf juga telah membuatmu sedih...."ucap Levin dengan senyumnya dan dibalas dengan gelengan kepala istrinya.


"Tapi yang kukatakan itu benar adanya sayang. Sungguh akan jadi apa aku jika hidup tanpamu. "Levin sekejap menarik tubuh Keyra dan memeluknya sangat erat dan tanpa sadar juga dirinya meneteskan airmatanya.


Dia mengingat kejadian kejadian terdahulu dimana dirinya meninggalkannya beberapa hari dan berakhir dirumah sakit. Hatinya sakit mengingat itu. Dan bersumpah dalam hatinya dia tidak akan meninggalkan istrinya dalam sedetik pun.


Dalam dekapannya Keyra tersenyum.


"Kapan kita akan pergi Kak... "ucap Keyra.


Levin menguraikan pelukannya lalu menarik tangan Keyra menuju pintu mobilnya.


"Sekarang...dan aku akan habiskan waktumu hanya denganku. De ngan ku.."Levin menekan kata kata terakhirnya. Dan dibalas senyuman dari istri cantiknya.


"Aku terima My Hubby..."


Levin mengecup kening Keyra dan mengelus puncak kepalanya gemas. Lalu menuju pintu mobilnya.


〰〰〰〰〰〰〰


Saat ini mereka sedang jalan jalan bersama ditaman. Dan selalu diselingi dengan canda tawa bahagia. Tak sedetik pun Levin melepas genggaman tangannya pada Keyra. Kadang dengan rangkulan mesra pada pinggangnya bahkan sekali kali dia mengecup kening dan pelipis istrinya.


Tak banyak orang orang menatap mereka iri. Terkagum dengan ketampanan dan kecantikan mereka.


"Kak...aku baru tahu kota ini sangat indah dan segar. Dan ini bagus untuk baby babyku. "ucap Keyra dengan senyumnya yang tak pernah luntur.


"They my baby too honey... "Levin mengerucutkan bibirnya.


"Of course my hubby. They yours . Our baby... "ucap Keyra dengan memilin kedua pipi Levin gemas yang sedang merajuk padanya.


Tentu saja dengan mudahnya Levin kembali tersenyum.


"Kemarilah...duduk sebentar. Aku takut kau lelah. "Levin menarik Keyra untuk istirahat sejenak yang tersedia dipinggir jalan.



"Aku belum lelah Kaaak..."ucap Keyra gemas dengan mengelus rahang Levin dan menyatukan hidungnya dengan hidung Levin.


"Kau sangat menggemaskan sayang. Bagaimana kalau kita pulang dan kita lanjutkan di ranjang saja.. "goda Levin dengan mengerlingkan matanya.


Keyra menepuk dada Levin pelan.


"Kakak mesum... "teriak Keyra.


"Heeyy...tentu saja aku mesum aku pria sayang. Tapi aku hanya bisa mesum padamu. Istriku... "Levin mengecup bibir Keyra.


"Kak...ayo kita kesana. Disana sangat ramai Kak. Tempat apa itu..? "Keyra menarik lengan Levin ketempat yang lumayan cukup ramai.


"Itu taman kota yang biasa anak anak remaja berkumpul. Apalagi ada mall didepannya setiap harinya pasti ramai..."jelas Levin.


"Wooow....lalu mereka melakukan apa..? "


"Biasanya anak anak kampus yang berkumpul disini. Jadi ya paling mereka sekedar belajar atau semacamnya atau hanya sekedar latihan dance... "jelas Levin lagi dengan menggenggam tangan Keyra erat.


"Daannceee...."teriak Keyra dan itu cukup mengejutkan Levin.


"Heyyy sayang... "Levin menutup telinganya dengan satu tangannya karena tangan lainnya menempel terus menggenggam lengan Keyra.


"Aku ingin dance Kak... "rengek Keyra dengan manjanya.


"Tapi sayang... kau sedang... "ucapan Levin terpotong saat beberapa anak remaja seperti sedang memulai sebuah aksi panggung. Dan Keyra menarik lengan Levin dengan paksa.



Dan dalam sekejap sekumpulan anggota remaja wanita menari dengan lincah nya bahkan semua pengunjung nampak dengan sangat antusias mengikuti gerakan mereka.


Tak terkecuali Keyra. Dia sangat senang bahkan tersenyum dengan bahagianya. Levin terus menatap Keyra dengan tawanya.


Keyra nampak menggoyangkan badannya perlahan sambil mengikuti gerakan mereka. Memang karena dari lahir dia sangat cerdas dengan sekali melihat dia bisa menghafal gerakannya.


Bahkan sekarang Keyra bisa mengikuti dengan lancarnya.


"Hahaha....Ayo Kak...ini sangat menyenangkan. "


"Sayang pelan pelan.... "


"Tenang saja Kak ..."


Tapi memang Keyra tidak melakukan yang menurutnya bisa melelahkan. Dia hanya mengikuti gerakan ringan saja.


Dan Levin menyadarinya. Memang istrinya adalah wanita yang cerdas. Dia sungguh tidak tega menghentikan tingkah istrinya.


"Kau sangat cantik dengan tawamu itu sayang. Aku akan terus membuatmu bahagia. Aku janji itu... "batin Levin.


"Ayo Kak...kau pasti bisa.. "


"Tidak...aku hanya ingin melihatmu. "


"Berhentilah jika kau lelah.. "


"Baiklah... "


"Kau sangat sexy sayang dengan tarianmu itu. Bahkan lebih sexy dari mereka... "


Keyra terus menari dengan diawasi suaminya itu. Dan memang Levin sengaja memberikan tempat yang teduh untuk istrinya menari.


Anehnya adalah ada beberapa pengunjung yang malah melihat tarian yang digerakan oleh Keyra dengan terkesima. Meskipun dengan gerakan perlahan namun sangat luwes. Saat gerakan meloncat atau apapun itu yang mengangkat tubuhnya Keyra tak melakukannya.


Mereka tahu alasannya...perut buncit nya.


"Kaaak.. Kak Keeyy... "teriak beberapa remaja dari kejauhan saat tarian mereka selesai.


Merasa ada suara seseorang yang memanggilnya Keyra mencari sumber suara itu.


"Kak Key...."teriak seseorang lagi.


Keyra kembali mencari sumber suara itu namun tak kunjung terlihat.


Keyra kembali mendekat kepelukan Levin.


"Kau lelah... "tanya Levin dan diangguki oleh Keyra.


"Ayo kita istirahat dan makan dulu.."Levin menarik pinggang Keyra lembut agar menempel ke tubuhnya kemudian beranjak kesebuah mall didekat lokasi mereka.


"Kak...ada yang memanggilku. Apa tadi Kakak dengar.. "tanya Keyra.


"Tidak..."