My Two Men Protector

My Two Men Protector
16.



"Ayo keluar... "perintah Levin lembut pada Keyra yang masih belum mau keluar dari mobilnya. Saat ini mereka sudah sampai di kantor Levin yang baru. Sungguh sangat megah kantornya ini. Dan itu membuat Keyra gugup.


Sudah berapa kali dia membujuk Keyra agar tetap keluar tapi entah apa yang ada dalam pikirannya hingga membuatnya betah dikursi depan mobil Levin sambil meremas remas bajunya.


Merasa kasihan melihat gadisnya yang sedang gugup, Levin membuka pintu mobilnya lalu berjongkok mendekati dan menggenggam tangan Keyra.


"Sayang...kenapa..hmm..?"tanya Levin lembut.


Dengan memegang tangan Keyra yang dingin karena gugup dan menciumnya.


"Kak..."jeda Key


"Hmm..


"Boleh...minta susu rasa moca.. "ucap Key lirih.


"Maaf Kak..tapi itu akan sedikit menghilangkan rasa gugupku "lanjut Keyra dengan nada cepat karena gugup.


"Baiklah.. Tunggu disini ya, jangan buka pintunya."perintah Levin lalu menutup pintu mobilnya dan masuk kedalam lobi.


Semua para pekerja disana sudah mengenal siapa Levin. Mereka langsung menunduk hormat dan menyapa pemilik perusahaan itu. Wajah dingin Levin membuat para pekerja takut menatapnya.


"Ambilkan susu moca.."perintah Levin dingin pada pelayan dikantin yang berada disamping lobi.


"Dua.. "lanjutnya dengan nada datar.


Seketika pelayan kantin itu langsung gemetar karena gugup atas perintah bosnya. Dia langsung berlari kearah kulkas dan mencarinya. Lama mencarinya tapi yang dia temukan hanya satu.


"Cepaatt.. "bentak Levin pada pelayan pria itu.


"Ma..af Tuan, hanya ada satu. Kami belum melengkapinya Tuan."ucap pria itu terbata.


"Apaa.. "bentak Levin lagi.


"Ya sudah cepat sini.. "ucap Levin lagi dengan sinis.


Levin mengambil satu susu moca dengan cepat. Lalu pergi keluar kembali.


Saat sudah sampai di samping mobilnya Levin mengetuk pintu kaca mobil agar segera dibuka.


Keyra membuka pintu mobilnya.


"Ini sayang.. "Levin menyodorkan satu susu moca pada Keyra. Dan Keyra pun langsung segera meminumnya.


"Kurang.. "tanya Levin pada Keyra saat melihat susu yang diminumnya sudah habis seketika.


Keyra menggelengkan kepala. Hhhhhmm.. Keyra membuang nafas.


"Ayo Kak.."


"Baiklah... "ucap Levin lembut pada Keyra yang masih belum mau keluar dari mobilnya. Saat ini mereka sudah sampai di kantor Levin yang baru. Sungguh sangat megah kantornya ini. Dan itu membuat Keyra gugup.


Sudah berapa kali dia membujuk Keyra agar tetap keluar tapi entah apa yang ada dalam pikirannya hingga membuatnya betah dikursi depan mobil Levin sambil meremas remas bajunya.


Merasa kasihan melihat gadisnya yang sedang gugup, Levin membuka pintu mobilnya lalu berjongkok mendekati dan menggenggam tangan Keyra.


"Key sayang...kamu kenapa..hmm..?"tanya Levin lembut.


Dengan memegang tangan Keyra yang dingin karena gugup dan menciumnya.


"Kak..."jeda Key


"Hmm..


"Boleh...minta susu moca.. "ucap Key lirih


"Maaf Kak..tapi itu akan sedikit menghilangkan rasa gugupku "lanjut Keyra.


"Baiklah.. Tunggu disini ya, jangan buka pintunya."perintah Levin lalu menutup pintu mobilnya dan masuk kedalam lobi. Semua para pekerja disana sudah mengenal siapa Levin. Mereka langsung menunduk hormat dan menyapa pemilik perusahaan itu. Wajah dingin Levin membuat para pekerja takut menatapnya.


"Ambilkan susu moca.."perintah Levin dingin pada pelayan dikantin yang berada disamping lobi.


"Dua.. "lanjutnya dengan nada datar.


Seketika pelayan kantin itu langsung gemetar karen gugup atas perintah bosnya. Dia langsung berlari kearah kulkas dan mencarinya. Lama mencarinya tapi yang dia temukan hanya satu.


"Cepaatt.. "bentak Levin pada pelayan pria itu.


"Ma..af Tuan, hanya ada satu. Kami belum melengkapinya Tuan."ucap pria itu terbata.


"Apaa.. "bentak Levin lagi. "Ya udah cepet sini.. "ucap Levin lagi dengan sinis.


Levin mengambil satu susu moca dengan cepat. Lalu pergi keluar kembali.


Saat sudah sampai di samping mobilnya Levin mengetuk pintu kaca mobil agar segera dibuka.


Keyra membuka pintu mobilnya.


"Ini sayang.. "Levin menyodorkan satu susu moca pada Keyra. Dan Keyra pun langsung segera meminumnya.


"Kurang.. "tanya Levin pada Keyra saat melihat susu yang diminumnya sudah habis seketika.


Keyra menggelengkan kepala. Hhhhhmm.. Keyra membuang nafas.


"Ayo Kak... "Keyra mengajak Levin masuk kedalam perusahaannya.


"Key udah siap.."lanjutnya.


Levin tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Keyra. Keyra menerimanya dan melangkah masuk.


Levin memeluk erat pinggang Keyra. Seolah ingin menunjukkan pada semua penghuni perusahaannya bahwa dia adalah gadisnya hanya miliknya.


Saat melewati kantin langkah Levin terhenti membuat Keyra tersentak kaget .


"Kakak mau beli sesuatu.. "tanya Keyra terheran.


Levin menggelengkan kepala. Keyra melihat raut wajah dingin Levin yang membuat dia mengernyitkan dahi.


"Bilang pada kepala kantinmu.. Lengkapi semua minuman. Kejadian ini jangan sampai terulang lagi atau kalian akan ku pecat."perintah Levin pada pelayan kantin yang tadi yang sedang menunduk takut.


"Baik Tuan.. Saya sampaikan"ucap pelayan itu dengan gemetar


Levin segera menarik Keyra menuju lantai atas tempat kerjanya.


"Gila itu bos...galak banget."gumam seorang pelayan kantin dalam hati


"Kakak marah.. "Keyra bertanya pada Levin disela sela langkahnya menuju lift.


"Bagaimana cara kerja mereka di perusahaan sebesar ini jika menangani hal kecil saja tidak bisa..."Levin mengingat kejadian tadi dengan sedikit emosi .


Keyra heran dengan pria yang ada disampingnya ini. Selain padanya kenapa dia sangat dingin. Membuat orang takut menatapnya.


Keyra mengelus dada Levin. Dan itu membuat Levin menatap Keyra lembut.


"Aku tidak tahu apa masalahnya sehingga Kakak marah seperti ini tapi perusahan Kakak kan baru selesai dibangun, menurutku wajar kalau semua belum sempurna.."


"Dan kau Kak..masa gara gara hal kecil seperti itu Kakak jadi marah marah. Lihat kerutan didahimu..sini menunduk sedikit,Kakak terlalu tinggi.. "perintah Keyra pada Levin


Levin menuruti perintah Keyra dengan terheran. Dia menundukan sedikit badannya. Dan sungguh sangat terkejut , Keyra memijit dahi Levin pelan dan menciumnya .


Levin tersentuh dan menatap Keyra lembut.


"Sudah...begini lebih baik.."Keyra menangkup pipi Levin yang sedang tersenyum.


Levin segera menarik dan memeluk erat Keyra.


"Jangan jauh jauh dari Kakak ya.. "ucap Levin dengan masih memeluk Keyra erat.


Keyra menganggukan kepala.


"Aku tidak akan pernah jauh dari Kakak meskipun itu Kakak yang minta."jawab Keyra.


Levin mengurai pelukannya.


"Sampai kapanpun dan apapun yang terjadi nanti Kakak tidak akan pernah memintamu untuk pergi jauh dariku. "ucap Levin dengan menangkup pipi Keyra dan mengecup keningnya lama.


Dentingan bunyi lift menyadarkan mereka.


"Jadi masuk tidak Kak...? "tanya Keyra dengan tersenyum geli.


" Ayoo.. "Levin menarik tangan Keyra dan menggenggamnya erat.


Didalam lift pun Levin tidak henti hentinya menciumi kening Keyra membuat dia tersenyum geli.


"I love you Key... Love you so much.. "batin Levin.


Setelah dilantai atas kantornya Levin segera menemui Ketua EO yang mengurusi persiapan GO perusahaannya untuk menanyakan kemajuannya.


Keyra yang menyadari kesibukan Levin, dia berusaha melepaskan genggaman tangan Levin yang sedang berbicara penting dengan orang didepannya. Namun satu gerakan Keyra berusaha melepasnya Levin malah semakin mengencangkan genggamannya seolah ingin mengatakan "jangan kemana mana tetaplah disampingku".


Keyra hanya bisa menatap Levin meskipun dia sedang memperhatikan lawan bicaranya.


"Kak..lepasin doonkk.. Emang aku ini obat nyamuk"batin Keyra dengan masih menggerak gerakkan tangannya.


Levin menyadari itu. Dan memberi intrupsi pada ketua EO nya itu.


"Sebentar.... "perintah Levin pada Pak Toni, ketua EO perusahaannya agar memberi jeda sebentar.


Pak Toni pun mengerti maksud Tuannya dan menundukan kepala.


"Baik Tuan.. "ucap Pak Toni dengan hormat.


Seketika Levin langsung menatap Keyra.


"Mau kemana sayang...?"tanya Levin lembut.


"Kak.. aku hanya akan mengganggumu jika tetap disini. Biarkan aku jalan jalan sebentar sambil lihat lihat ya.. boleh yaaa.. "rajuk Key manja.


"Hhhmm... baiklah. Tapi ingat jangan jauh jauh. Jangan sampai tidak terlihat olehku..."perintah Levin tegas .


Key tersenyum dan mengacungkan jempol. "Siap.. "ucap Keyra.


Levin melihat tingkah gadisnya gemas dan mengacak lembut rambutnya dan mencium tangan Keyra sebelum melepas genggamannya.


Keyra berlalu pergi melihat lihat bangunan dalam perusahaan Levin. Namun masih jangkauan pandangan Levin.


Levin kembali ketopik dengan Pak Toni.


"Lanjutkan.. "perintah Levin.


Pak Toni melanjutkan kembali pembicaraannya dengan teliti dan jelas. Levin mendengarkan dengan seksama namun tidak pernah sekalipun pandangannya terlepas pada gadis yang sedang melihat denah perusahaannya yang tertera di dinding.


Pak Toni pun menyadari kelakuan Tuannya karena sedari tadi penjelasannya hanya dijawab dengan Ya..Ya dan Ya.


"Kekasih Anda Tuan..? "tanya Pak Toni dengan hormat.


"Ya..."ucap Levin singkat.


"Ehh apa..?"lanjutnya saat baru tersadar atas pertanyaan yang ditujukan untuk dirinya itu.


Pak Toni terkekeh geli.


"Dia sangat cantik Tuan.. "ucap Pak Toni dengan ikut menatap Keyra dari jauh.


Levin mendengar itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah Toni dan menatapnya tajam.


"Pilih mana...mencongkel matamu atau badanmu babak belur.. "ucap Levin sinis.


"Ohoo.. tenang Bos, biasa aja kali. "ucap Toni dengan terkekeh geli. Selain sebagai rekan kerja mereka memang sudah berteman lama.


"Dia punya gue, .."Levin kembali menatap Keyra yang sedang mengotak ngatik tasnya seperti mencari sesuatu.


Toni tertegun melihat temannya ini, dia belum pernah melihat Levin menatap seorang gadis dengan pancaran mata seperti sekarang ini. Tidak pernah sedetik pun memalingkan pandangannya dari gadis itu.


Keyra sedang menikmati megahnya perusahaan Levin.


"Bagus sekali.... coba kafeku semegah ini."batin Keyra.


"Tapi tidak tidak... aku pasti ga bisa ngurusnya. "Keyra menampik pikirannya itu dengan menggelengkan kepala.


Saat sedang asyik melihat sebuah denah ruangan yang menempel didinding. Ponselnya bergetar dan Keyra langsung mencari benda pipih itu dalam tas slempangnya.


Setelah menemukannya betapa terkejutnya Keyra melihat sebuah notif pesan masuk di ponselnya.


0856...xxx:


"Aku sudah tidak sabar mendengar suaramu lagi. Besok bernyanyilah untukku sayang.


Alex.


Keyra mengernyitkan dahi dan mencoba mengingat sebuah nama Alex..


Tubuh Keyra langsung gemetar saat mengingat namanya. Keringat dingin keluar dari dahinya. Ponselnya pun seketika jatuh karena tangannya yang gemetar karena takut.


Entahlah yang dipikirkan nya saat ini hanya ingin berlari pada seseorang.


Levin..Levin.. nama itu yang seketika selalu muncul dalam hatinya.


Kakinya pun seolah kompak dengan hatinya. Dia berlari kecil setelah menemukan sosok yang dirindukannya.


Setelah sudah merasa cukup dekat jaraknya dengan Levin. Keyra langsung menubruk dan melingkarkan tangannya kepinggang Levin. Untunglah Levin bertubuh tegap dan kekar sehingga tubrukan Keyra tidak menggoyahkan sedikitpun badannya .


Keyra menjatuhkan kepalanya ke dada bidang Levin. Mencoba menutupi wajah takutnya. Mencium aroma tubuh Levin seakan menjadi obat baginya. Dia mengeratkan tangannya yang melingkar dipinggang Levin tanpa mempedulikan Toni yang masih disamping mereka.


Levin merasa ada yang aneh dengan gadisnya. Baru kali ini dia melihat tingkah aneh Keyra yang sangat membuatnya khawatir.


"Ada apa sayang.. Apa ada yang mengganggumu. "tanya Levin dengan mengelus rambut Keyra.


Keyra yang masih berada dipelukan Levin menggelengkan kepala.


Levin semakin khawatir saat merasakan baju nya basah namun tidak terdengar isakan.


Keyra mendongakan kepala menatap wajah Levin.


"Kak...aku ingin pulang.. "Keyra memohon dengan memelas. Namun Levin terkejut saat melihat mata cantik gadisnya basah, mukanya pucat dan dingin.


Dia menangkup wajah Keyra. Pasti terjadi sesuatu yang membuat gadisnya seperti ini. Ada banyak pertanyaan dalam benaknya namun dia urungkan. Dia sungguh tidak tega melihat wajah pucatnya takut terjadi apa apa dengannya.


"Baiklah.. ayo kita pulang "ucap Levin lembut lalu mencium kedua mata Keyra.


Keyra kembali tersentuh dengan perlakuan Levin padanya.


"Key pulang sendiri saja ya Kak.. naik taksi saja. Kakak kan belum selesai kerjanya. "ucap Keyra karena merasa tidak enak jika Levin mengantarnya pulang padahal mereka belum lama disini.


Namun Levin sekarang berbeda dengan Levin yang dulu. Dia sangat overprotective dengan gadis satu ini.


Levin menggelengkan kepala.


"Kamu tidak boleh pergi sendiri. Sebentar... "ucap Levin dengan masih menangkup pipi Keyra.


"Ton..gue pergi. Kita lanjutin besok."ucap Levin pada Toni singkat.


"Ok..tenang aja.. "Toni menepuk bahu Levin.


"Ayo sayang.. "Levin memeluk pinggang Keyra. Namun baru satu langkah kakinya, tubuh Keyra melemas namun untung dengan cepat Levin menahan dan memeluknya.


"KEEYY..."


"Maaf Kak.."


Seketika Levin langsung berjongkok didepan Keyra dan menarik tangannya agar melingkar dilehernya. Levin mengangkat tubuh Keyra dipunggung Levin.


"Kak.. Key jalan saja.. "ucap Keyra lirih.


Levin terdiam karena takut terjadi sesuatu dengan Keyra.


Keyra merasa sedih karena Levin langsung terdiam. Dia tidak mengerti arti diamnya Levin. Namun kepalanya tiba tiba sedikit terasa sakit. Keyra takut dia kambuh lagi.


Seketika Keyra langsung menangkupkan kepalanya dileher Levin. Hal yang sangat disukainya. Dan tangannya memeluk erat leher Levin tanpa melukainya.


"Oh Tuhan.. Jangan sekarang. Key mohon beri kekuatan sedikit saja. "batin Keyra dengan meneteskan air mata.


Levin merasakan pegangan Keyra dan membuatnya semakin gugup dan panik.


"Ton... tolong panggilkan sopir "perintah Levin pada Toni sambil berlalu pergi keluar ruangan menuju lift.


Levin tidak mungkin melepas pelukannya dari Keyra jadi dia meminta sopir untuk mengantarnya.


Sekitar perjalanan menuju lantai bawah, semua para pekerja menoleh dan melihat takjub pemandangan romantis yng dilakukan oleh Bosnya.


Seorang pengusaha sekaligus pemilik perusahaan bonafit yang tampan sedang menggendong mesra gadis cantiknya dengan erat tanpa mempedulikan pandangan sekitarnya.


"Key.. Kakak mohon bertahanlah. Sebenarnya apa yang terjadi padamu."


"Tak akan kubiarkan siapapun yang telah berani menganggumu. Kupastikan itu. "batin Levin bersumpah pada dirinya sendiri.