
"Apa karena dia jadi kau melupakanku sayang..."bisik seseorang ditelinga Keyra.
Seseorang dengan tangan besarnya memeluknya dari belakang dan langsung melingkarkan kedua tangannya kepinggangnya hingga kebawah perut buncitnya. Seolah ingin menunjukan pada dunia bahwa wanita ini adalah miliknya.
Sentuhan dan hembusan nafas sang pria membuat Keyra terkejut dan ingin membalikkan badannya namun ditahan oleh pria itu.
"Tetaplah seperti ini sayang....kau bersenang senanglah...aku akan menjagamu. "ucap Levin diceruk leher Keyra tanpa memperdulikan keadaan sekitar yang ramai menikmati lagu.
Keyra memang tahu sejak awal bahwa orang yang memeluknya adalah suaminya. Dia paham betul gerak gerik Levin dan harum maskulin tubuhnya. Namun tentu saja dia tetap terkejut....bagaimanapun juga dia bisa berada disini tanpa ijinnya. Tapi kenapa tidak marah...itulah yang dikatakannya dalam hati.
Keyra tetap memutar badannya perlahan hingga dia bisa menatap wajah suaminya dan kedua tangannya langsung dia lingkarkan dileher suaminya.
Lama dia menatap wajah tampan suaminya. Tanpa ada suara yang keluar dari dirinya. Begitupun Levin...dia seakan terkunci pandangannya hanya pada satu wanita didunia ini dan bersyukurlah dia bahwa wanita cantik di hadapannya ini sekarang adalah istrinya...dan akan menjadi ibu dari anak anaknya.
"Aku sama sekali tidak pernah melupakanmu...sekalipun karena dia idolaku.. "ucap Keyra pada akhirnya.
Levin tersenyum mendengar ucapan istrinya. Dan dikecupnya singkat bibirnya.
Setelah mengatakan itu Keyra kembali melepas pelukan di leher Levin dan kembali menikmati lagunya. Bahkan dia mengikuti lirik lagu itu dan sesekali bergoyang.
Dan tentu saja Levin tak pernah sekalipun melepaskan pelukan di pinggang Keyra. Bahkan saat dia ikut menari kecil Levin tetap membiarkan istrinya bergerak dalam kungkungannya.
"Ingatkan aku untuk menghukum mu sayang...karena gerakan dan pakaianmu membuat para lelaki brengsek menatap mu lapar..."bisik Levin ditelinga Keyra dengan sangat lirih bahkan pikirnya mungkin istrinya tidak mendengarnya. Tapi melihat tubuh istrinya yang tiba tiba menegang dia tahu bahwa wanitanya mendengar bisikannya dan itu membuatnya mengeluarkan senyum jahilnya.
"Nikmatilah waktumu sayang....karena setelah itu kau harus menerima hukuman mu... "ucap Levin saat Keyra menoleh padanya dan mengecup bibirnya dengan sangat cepat.
"Akan kuberi pelajaran mereka..."ucap Levin dalam hati saat melihat beberapa pria menatap istrinya padahal dia sudah mengungkungnya dalam pelukannya.
Dan dimana saudara saudaranya. Rey Kevin Maxy dan Sandy...?pikir Keyra dalam hati. Lalu dia memutar arah pandangannya mencari sosok mereka. Dan dia pun merasa lega bahwa mereka masih ada ditempat ini hanya berbeda jarak dengannya.
"Kenapa mereka disana..?"
"Tadi mereka selalu di dekat ku..."tanya Keyra pada Levin yang masih memeluk pinggangnya.
"Sudah ada aku sayang...untuk apa mereka disini. Biarlah mereka menikmatinya sendiri. "ucap Levin santai.
"Tapi tadi aku yang meminta mereka menemaniku Kak... "
"Ya aku tahu sayang... "
Keyra terdiam mendengar jawaban singkat Levin.
Beberapa menit setelah acara usai lebih tepatnya lagu yang dinyanyikan liam selesai tiba tiba Keyra merasa perutnya sangat lapar.
"Kak....kita pulang.. "
"Kau ingin pulang.. "tanya Levin dan langsung diangguki oleh Keyra.
"Dengan senang hati sayang... Ayoo."Levin menarik lengan Keyra dan membawanya keluar dari kerumunan.
"Kak...Key lapar.. "ucap Keyra manja disela sela langkahnya .
"Baiklah....setelah keluar dari tempat sesak ini kita akan makan. "ucap Levin dengan mengubah posisinya menjadi merangkul bahu Keyra dan merapatkan tubuhnya kedalam tubuh kekarnya.
"Aku heran kenapa kau ingin sekali pergi ketempat ini....dan itupun tanpa ijin dariku.. "
"Maaf.. "ucap Keyra lirih merasa bersalah. Dia pada akhirnya menyesal karena pergi ketempat ini...lihatlah saat ini dia baru menyadari tempat yang tadinya sedikit longgar tiba tiba sudah menjadi penuh oleh orang orang membuatnya pusing.
Tubuhnya tiba tiba berkeringat, dadanya mulai terasa sesak ,kepalanya mulai pening. Dia takut terjadi lagi.
Dipeluknya erat pinggang Levin dan kepalanya dijatuhkan kepada bidangnya. Matanya perlahan mulai di pejamkan. Berharap pusingnya segera hilang.
Levin menyadari perubahan posisi istrinya masuk kedalam dadanya. Saat langkah mereka tepat didepan Rey Kevin Maxy Sandy dan beberapa pengawal yang mengelilingi mereka...Levin menatap mereka dengan tajam.
"Kita pulang..."ucap Levin tajam membuat mereka tunduk seketika. Meskipun mereka ingin sekali menanyakan keadaan Keyra saat ini.
Kemudian Levin menatap para pengawal dengan sorot matanya tajam. Dan ajaibnya mereka tahu maksud dari tatapan tajam Tuannya.
Levin mengangkat tubuh Keyra. Memangkunya ala brydal. Dan mendekapnya erat. Keyra pun langsung melingkarkan kedua tangannya dileher Levin dan menundukan kepalanya diceruk lehernya. Dia tak ingin melihat ribuan orang didepannya.
Beberapa pengawal mengelilingi Levin dan keluarganya dan membuat jalan yang bisa dilewati oleh mereka. Seakan tahu siapa yang dikawal mereka...banyak para penonton konser memberi jalan mereka dengan sendirinya.
Sedangkan saudara lainnya dengan wajah khawatir mereka masing masing karena melihat kondisi ipar cantiknya itu tanpa diperintah ikut membantu menjaga Levin yang sedang memangku Keyra. Tak sedetik pun mereka menjauh.
Saat mereka sampai di tempat parkir pun...Maxy membukakan pintu mobil Levin dan menaruh telapak tangannya diatas tepi pintu mobil saat tubuh Keyra mulai masuk kedalam mobil itu. Dan tindakan itu pun tidak luput dari mata Levin.
Dia menyadari sekarang...bahwa mereka sangat menyayangi Keyra istrinya .
"Terimakasih.. "ucap Levin pada Maxy.
Setelah mereka bersiap semuanya dimobil mereka masing masing....melajulah mobil mobil canggih menembus jalan besar dikota besar itu.
Perlahan tubuh Keyra kembali normal...kepalanya sudah tidak merasa pusing lagi...detak jantungnya pun kembali normal...dia yakin mungkin karena dirinya belum makan apapun apalagi sekarang dia sedang mengandung dua janin di perutnya.
" Oh Tuhan...maafkan Mommy Nak... karena terlalu egois hingga melupakan kebutuhan mu..."tanpa sadar cairan bening keluar dari matanya dan langsung dihapusnya. Dia tidak ingin Levin melihatnya.
"Aku ingin makan Kak... "Keyra menguraikan pelukannya dari tubuh Levin.
"Baiklah...kau ingin makan apa sayang.."tanya Levin lembut sambil mengelus pipinya.
Meskipun dalam benaknya...dia terheran, ada bekas air mata jatuh dipipinya. Dan ada banyak pertanyaan untuk wajahnya yang sekarang memucat. Tapi dia urungkan...saat ini yang lebih penting adalah menuruti permintaan istri cantiknya.
"Makan apa saja...yang penting aku makan. Aku sangat lapar...dan baby babyku juga kelaparan.. "ucap manja Keyra dengan mengelus perut buncit nya.
"Tentu sayang.. "
"Felix...berhenti direstoran selanjutnya..."ucap Levin tegas.
Setelah mendengarnya Keyra menjatuhkan tubuhnya kembali di dada bidang Levin. Dan langsung memejamkan matanya.
Levin segera mengeluarkan ponselnya.
"Siapkan makanan terbaik kalian. Dan pastikan itu sehat. Secepatnya. Jangan sampai aku menunggu setelah aku tiba disana.. "ucap Levin dingin dan penuh ketegasan pada orang yang sedang dihubunginya.
Setelah mengucapkan perintah mutlaknya. Dia memutus hubungannya sepihak.
Meskipun Keyra memejamkan matanya didada Levin....dia bisa merasakan aura dingin suaminya. Tanpa ingin membuka matanya lengan Keyra mengusap lembut dada Levin bermaksud agar meredakan sikap dinginnya.
Dan tentu saja itu berhasil...sentuhan tangan lembut istrinya mampu menembus hatinya. Ditariknya tangan Keyra dan dikecupnya berkali kali.
"Benarkah..? "dengan penuh antusias Keyra menegakkan tubuhnya.
"Ayo Kak...kita keluar.. "Keyra menggoyangkan lengan Levin manja dan tentu saja itu membuatnya terkekeh geli.
"Sepertinya istriku ini sangat kelaparan...mari ikut denganku My Princes...aku akan memanjakanmu..."Levin mengulurkan lengannya dan langsung disambut oleh istri cantiknya.
Levin membawa istrinya ke dalam sebuah restoran mewah miliknya. Ya miliknya. Jangan lupakan kekuasaan keluarga Ferdinand. Bahkan dengan satu kali perintah saja dia bisa mengosongkan isi restoran ini hanya untuk memanjakan istrinya.
Tapi tidak dia lakukan mengingat istrinya tidak suka dengan sikap angkuh dan dinginnya. Tentu saja dia tahu akan hal itu...tapi apa boleh buat sikap itu seperti sudah menyatu dengan dirinya. Hanya orang orang tertentu yang bisa meluluhkan hatinya. Dan tentu saja orang pertama adalah istrinya. Keyra Ferdinand.
"Kak...kita makan disini. Bahkan meja panjang ini sudah berisi makanan. Sedangkan kita hanya berdua.. "tanya Keyra terheran saat dirinya sampai dilantai dua restoran itu dan tepat didepan dirinya sebuah meja panjang yang sudah tersaji beberapa hidangan lezat. Apakah ini reservasi orang lain. Kenapa Levin membawanya kesini. Itulah yang dipikirkan Keyra dalam hati.
"Tentu saja sayang...kita makan disini. Semua ini aku yang pesan sebelum kita sampai. Dan siapa bilang kita berdua. Tentu saja adik adik ipar kesayanganmu juga akan makan disini.. "
"BENARKAH.. "teriak Keyra histeris.
"Woow sayang...jika tahu melihat reaksimu mendengar mereka akan datang kesini begitu senangnya...aku takkan mengundang mereka kesini. Itu sangat menggangguku kau tahu.. "ucap Levin dengan raut muka kesal nya.
Melihat suaminya sedang merajuk. Keyra menghampiri Levin lalu tanpa aba aba dia mengangkat tubuhnya sendiri keatas pangkuan Levin melingkarkan kedua kakinya kepinggangnya lalu mengeratkan kedua lengannya di leher Levin.
Levin yang memang sudah hafal kebiasaan Keyra dengan gendongan depan koalanya segera memeluk erat tubuh Keyra dengan kedua tangan kekarnya. Dan tentu saja kebiasaan Keyra seperti inilah yang sangat disukainya.
"Aku sangat mencintaimu Kak...terimakasih untuk semuanya..."setelah mengucapkannya dengan berbinar dia peluk erat suami tampannya itu.
"Sepertinya kau sangat merindukanku sayang... "Levin mengelus lembut rambut dan punggungnya. Dan Keyra menganggukan kepalanya berkali kali membuat Levin tersenyum geli.
"Setelah mengisi perutmu....kau bisa menghabiskan kerinduanmu..."lagi lagi Keyra menganggukkan kepalanya sambil menciumi aroma leher suaminya.
Plok.... Plok... Plok...
"Waaahhh....hebat sekali kau Kak...datang tiba tiba lalu menculik princess dan sekarang apa yang kau lakukan padanya...bisa bisa the babys sesak nafas karena ulahmu... "ucap Maxy garang karena terkejut saat melihat posisi mereka yang saling berpelukan.
Keyra tersenyum malu dan hendak menurunkan kedua kakinya. Namun segera ditahan oleh Levin.
"Itu bukan urusanmu. Dan satu hal yang harus kau tahu...the baby's lah yang menginginkan mereka dipeluk seperti ini... "ucap Levin dengan seringai jahilnya
Keyra memukul dada Levin pelan.
"Bukan begitu sayang ?...ayo kita makan. Mereka sudah datang..."Levin membawa Keyra ketempat duduknya dengan masih menggendongnya. Tidak tahu saja dia dibelakangnya ada empat orang masih berdiri dengan garangnya karena kesal melihat princess mereka dikuasai penuh oleh suaminya.
"Heeyyy....kalian duduklah. Apa kalian tahu aku dan the baby's sedang kelaparan..."ucap Keyra pada empat saudaranya.
Mendengar perintah dari sang tuan putri kesayangan mereka....Rey Kevin Maxy dan Sandy langsung dengan sigap menurutinya. Mereka berlari mencari posisi duduk mereka masing masing agar lebih dekat sang Kakak ipar.
Dan tentu saja hal sepele pun bisa membuat mereka berdebat. Maxy dengan sifat keras kepalanya berebut dengan tiga saudara lainnya hanya karena ingin duduk bersebelahan dengan Keyra.
Dan tentu saja itu membuat Levin jengah.
"Berhenti kalian...atau pergi dari sini..."ucap Levin telak. Dan ya...perintah tegas dan dingin itu membuat acara perdebatan mereka berhenti tapi tidak dengan Keyra...dia malah terlihat senyum senyum sendiri.
Rey Maxy Kevin dan Sandy segera menempati posisi mereka dengan teratur. Tentu tak ingin mereka pergi dari tempat ini...apalagi melihat makanan yang sangat menggiurkan. Nooo....
*****
Terlihat wanita cantik menggeliatkan tubuhnya terbangun dari tidurnya. Merasa ada sesuatu yang hilang...dia mengedarkan pandangannya mencarinya. Tapi tak ditemukannya.
"Kaaakk... "panggilnya dengan suara seraknya.
Ya...dia kehilangan sosok suami tampannya.
Saat berniat akan beranjak dari tempat tidurnya tiba tiba sosok yang di carinya muncul dengan membawa nampan berisi makanan dan susu putih.
"Tetaplah disana sayang..."Levin kemudian membawa sarapan pagi untuk istrinya itu keatas nakas di samping tempat tidurnya.
Kemudian dia menghampiri istrinya dan mulai mengendus endus lehernya. Keyra pun dengan sendirinya mengangkat tubuhnya diatas pangkuan suaminya.
"Apa belum puas tadi malam sayang.. "
Dengan cepat Keyra memukul dada bidang Levin.
"Berhentilah bersikap mesum seperti itu Kak.. "
"Lihatlah dirimu sayang....bagaimana bisa aku berhenti mesum padamu. Lagipula aku hanya mesum pada istri cantikku seorang..."Levin memandang penampilan Keyra yang terlihat semakin sexy dengan perut buncitnya.
"Kaak...berhentilah kumohon... "Keyra mulai kesal karena Levin tak kunjung menghentikan aksinya mengecupi seluruh wajah dan lehernya.
"Salahkan dirimu karena tubuhmu yang sangat menggoda ku sayang..."Levin terus saja mengecupi wajahnya bahkan saat sampai di bibirnya dia melumatnya pelan.
Dengan kekuatan yang tersisa Keyra mendorong tubuh Levin.
"Kaaakkk....kuharap Kakak jangan lupa berapa kali kau menyiksaku. "
"Entahlah sayang...berapa puluh kali pun aku tidak akan pernah merasa puas denganmu.. "
"YAAA.... Kakak mesum... "Keyra memukul tubuh Levin berkali kali. Dan tentu saja pukulan itu hanya membuatnya geli hingga tertawa terbahak.
Suara tawa bahak mereka terdengar hingga lantai bawah rumah bahkan membuat keluarga lain yang berada diruang makan yang sedang menikmati sarapan pagi mereka hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum bahagia.
Bagaimanapun sudah lama rumah besar ini tidak terdengar suara tawa bahagia. Tapi sejak datangnya bidadari cantik pemilik dari hati seorang pria dingin. Semua itu berubah.
********
"Tuan Kenan....perusahaan anda yang di Amerika membutuhkan bantuan anda...."ucap seseorang pada Tuannya.
"Apa maksudmu..? "
"Sejak Tuan James masuk dalam penjara. Seluruh aset hancur dan hampir mengalami bangkrut jika anda tidak segera turun tangan. "
"Tapi... "
"Dan satu hal yang mungkin membuat anda mempertimbangkan keputusan ini.
Gadis yang anda sukai sekarang berada di Amerika. "
"Apaaa...!!"