
"Nona.... "teriak pengawal itu tiba tiba dan membuat Keyra terkejut. Namun teriakan itu seakan perintah keras bahwa dia harus bertindak lebih cepat . Tanpa aba aba Keyra langsung menarik lengan Jon dengan paksa.
"Ayo Dad....ikut aku.."perintah Keyra dan pengawal itu secara otomatis mengikutinya dari belakang melindungi Keyra dan Jon.
Ada perasaan aneh yang mengganjal dihati Jon atas tindakan putri kesayangannya.
Dia menatap punggung Keyra dari belakang dengan penuh tanda tanya. Dia menengok kekanan kiri dan kebelakang bahwa memang benar situasi pesta sedikit lebih ramai dari sebelumnya. Dan dia mengerutkan keningnya saat para pengawal pribadinya terlihat mengelilingi seluruh keluarganya tanpa diketahui oleh masing masing.
Keyra terus membawa Jon kedalam hotel yang sekarang sudah didampingi oleh beberapa pengawal disamping kanan kiri dan belakang mereka. Jon tetap patuh pada tindakan Keyra saat ini.
"Sayang....pelan pelan. Kau sedang hamil. "Jon menggenggam lengan putrinya dengan erat.
"Tidak apa apa Dad.."
"Aku tidak mau Dad kenapa kenapa..."ucap Keyra penuh khawatir.
Saat sudah didalam ruangan Keyra langsung duduk lemas.
Tiba tiba seorang pengawal menyodorkan satu gelas air mineral.
Keyra menerimanya dan langung meminumnya.
"Terimakasih Kak.... "ucap Keyra pada pengawal itu dan dibalas dengan anggukan darinya.
"Bagaimana keadaan diluar Kak.. "tanya Keyra pada pengawal itu.
"Keadaan diluar masih tetap aman Nona. Para tamu masih terlihat kondusif. Dan tentang keluarga anda... Nona tenang saja kami sudah menjaga mereka. "jelas pengawal itu.
"Dan tentang orang misterius itu...kami belum mendapat kabar dari teman kami Nona.. "lanjutnya
Jon terus memperhatikan percakapan antara putri dan pengawalnya itu.
Jantung Keyra mulai berdetak tak karuan dan kepalanya tiba tiba pusing. Keringat dingin keluar dari tubuhnya.
"Tidak...kumohon jangan sekarang.. "ucap Keyra dalam hati sambil memegang pelipisnya.
Jon mendekati Keyra.
"Sayang....kau tidak apa apa..? "
"Tidak apa apa Dad.. Key hanya..."ucapan Keyra terpotong saat dia merasa sesuatu yang mengalir dihidungnya.
"Oh Tuhan sayang... "Jon mengambil sapu tangan dalam sakunya dan menempelkan dihidung putrinya.
Keyra berjalan perlahan sambil menengadahkan kepalanya menuju sofa panjang. Jon ikut membantunya.
"Hati hati sayang... "
"Dad jangan kemana mana ya...tetaplah disini. "perintah Keyra.
Jon terdiam sejenak namun tak berani menolaknya.
"Baiklah sayang... "
"Apa yang terjadi sebenarnya..? "
Keyra memejamkan matanya berharap rasa pening dikepalanya bisa hilang. Disaat itu Jon menghubungi seseorang dan tak lama datanglah dua laki laki tampan dengan ekspresi yang sama...khawatir.
"Dad....dimana Keyra.. "tanya Levin.
Jon menunjuk Keyra yang sedang berbaring disofa panjang sambil memegang kain tepat dihidungnya.
"Mimisan lagi... "
"Temani dia dulu..."perintah Jon pada Levin.
Levin menghampiri Keyra.
"Sayang... "panggilnya dengan lembut.
"Kakak.... "ucap Keyra saat membuka matanya dan langsung melingkarkan kedua tangan dileher suaminya.
Levin menunduk dan memeluk Keyra erat yang masih berbaring disofa panjang.
"Apa ada yang sakit hmmm..? "tanya Levin lembut masih diceruk leher Keyra.
Keyra menggelengkan kepala dileher Levin.
"Dady dalam bahaya Kak...lakukan sesuatu. "ucap Keyra yang membuat Levin Fero dan Jon terkejut.
Meskipun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi Levin mencoba bersikap tenang.
"Tenanglah sayang...Kakak yang akan menanganinya. Kau istirahatlah.. "
"Maafkan aku....acaranya jadi berantakan. "
"Jangan pikirkan itu sayang...yang terpenting adalah dirimu. "Levin menguraikan pelukannya dan mengecupi seluruh wajah istrinya.
Keyra memejamkan matanya kembali. Levin menatap wajah istrinya. Ada bekas darah yang sudah mengering dihidungnya. Dan seperti kebiasaannya dia kecup hidung Keyra dengan sayang. Setelah merasa cukup terlelap.. Levin mengangkat tubuh Keyra kedalam kamar lalu membaringkannya pelan. Dia kecup keningnya lama lalu menyelimuti tubuh istrinya hingga dadanya.
Levin keluar kamar dan mengampiri pengawal yang dari tadi bersama mereka.
"Katakan...apa yang sebenarnya terjadi.?"suara Levin berubah dingin dan diselimuti emosi yang siap meledak.
"Tuan Jon tadi dalam bahaya Tuan...dan yang pertama menyadarinya adalah Nona Keyra..."jelas pengawal itu.
Jon Levin dan Fero benar benar ternganga mendengarnya.
"Jelaskan..! "perintah Jon.
"Awalnya kami juga tidak tahu Tuan tapi saat Nona menghampiri kami dengan panik kami tahu bahwa akan ada sesuatu yang terjadi. Nona melihat tanda titik merah ditubuh anda Tuan Jon.. "
"Titik merah..? "ucap Jon Levin dan Fero bersamaan.
"Ya...itu bukan titik merah sembarangan Tuan. Itu adalah sinar laser dari senjata snipper. "
"Snipper.? "
"Benar Tuan...Nona menyadari hal itu lalu memerintahkan kami untuk berpencar masuk kedalam acara itu. Selain untuk menjaga keluarga Nona tapi juga untuk mengacaukan titik fokus yang sedang diincar snipper.. "
"Apa hanya aku yang diincar..? "tanya Jon.
"Saya tidak tahu Tuan. Tapi kami dan Nona hanya melihat satu titik digedung sebrang hotel ini dan selalu mengincar anda. Kami juga sudah berpencar kegedung seberang atas perintah Nona namun saya belum mendapat kabar bahwa pelakunya sudah tertangkap.. "
"Keyra benar benar sudah menyiapkan semuanya dalam waktu singkat bahkan bisa saja dia yang terkena. Apa karena itu tadi dia mendekati dan memeluk Dady namun setelah itu dia meminta Dady untuk pergi dari tempat itu. "
"Benar Tuan. Seorang snipper hanya harus mengenai target yang sebenarnya..dia tidak boleh salah sasaran. Oleh karena itu meskipun titik merah itu sudah mengenai tubuh Nona tapi dia tidak mengenainya. Dan Nona tahu akan hal itu... "
"Tuan...saya permisi keluar. Saya sudah perintahkan pengawal handal mengelilingi hotel ini jadi Nona dan Anda pasti aman. Saya permisi... "pamit pengawal itu sambil menundukan badannya memberi hormat.
"Tunggu...! "perintah Levin tiba tiba membuat langkah pengawal itu terhenti seketika.
"Saya Tuan.. "
"Bagaimana kalian tahu bahwa istriku merasakan akan ada sesuatu yang terjadi pada keluargaku..? "tanya Levin yang dari tadi ada dibenaknya.
"Kami para pengawal dilatih sedemikian rupa.. salah satunya untuk melindungi atasan kami dan melihat kondisi sekitar yang berada dalam ruang lingkup atasan kami. Saat kejadian tadi kami melihat wajah Nona Keyra terlihat panik dan selalu melihat sekitar tempat pesta tadi. Kami tidak tahu Tuan kenapa Nona tiba tiba panik. Yang kami tahu sebagai pengawal bahwa Nona Keyra mempunyai insting yang sangat kuat bahkan melebihi insting kami sebagai pengawal keluarga anda. Saya mohon maaf sebelumnya Tuan... "
"Nona menghampiri saya yang terdekat dengannya dan memerintahkan untuk menghubungi semua pengawal dan jangan membuat para tamu panik. Itulah yang sebenarnya Tuan...kami para pengawal tahu yang dimaksud dengan perintah Nona...
"Tuan...kami berjanji akan menangkap pelaku itu dan menyerahkannya pada anda. ."
"Baiklah...terimakasih karena telah menjaga istri dan Dadyku.. "
"Itu kewajiban kami Tuan.. Saya permisi.."
Setelah kepergian pengawal itu. Jon menghubungi seseorang.
"Apa kalian sudah berhasil menemukannya.. "
"....."
Jon langsung menutup ponselnya sepihak.
"Menghubungi siapa Dad..? "tanya Levin
"Orang kepercayaanku. Kau ingat....sebelum acara ini Keyra menemukan titik koordinat pelaku yang meretas data perusahaan kita dengan virus komputer mematikan..? "
"Ya....aku ingat itu Dad. "
"Aku menyuruh seseorang untuk menemukannya dan berhasil."
"Levin...sudah cukup Keyra melindungi keluarga kita. Dia bahkan melindungi Dady tanpa memikirkan dirinya. Saatnya kita bertindak. Mulai sekarang aku ingin kau selalu berada disampingnya. Bila perlu bawa dia bekerja disampingmu sebagai sekretarismu lagi. Aku hanya ingin kau selalu mengawasinya. Aku tidak perduli sesibuk apapun dirimu. Urus semua keperluannya dan selalu nomer satukan kesehatannya dan cucu cucuku. Kau mengerti... "perintah tegas Jon.
Tanpa diperintahpun dia sudah memutuskan bahwa dia akan bertindak lebih. Namun mendengar penjelasan sang Dady seolah dia mendapat dukungan keras darinya dan justru itu akan membuatnya semakin mantap.
"Aku mengerti Dad... "
"Bagus... "
"Dan kau Fero. Sebaiknya kau ikut mengurus perusahaan Dad dicabang kota ini. Aku ingin putriku dikelilingi orang orang handal dari keluarga kita.
Dad juga akan memerintahkan Kevin Rey dan Maxy ikut andil dalam menjaganya. Kali ini mungkin Dad yang diincar tapi tidak menutup kemungkinan bahwa putriku akan menjadi sasaran selanjutnya. "
Levin dan Fero menganggukan kepalanya membenarkan penjelasan Dady.
"Baiklah Dad...aku akan menyerahkan tugasku pada orang orang kepercayaanku. Dad tenang saja....kita akan mengurus semuanya. "
********
"Tuan....snipper kita tertangkap. Tapi jangan khawatir....kami sudah melenyapkannya sebelum mereka mengorek informasi tentang kita... "
Braaakkk
"Bagaimana itu terjadi...? "geram seseorang dengan sangat marahnya sambil menggebrak meja didepannya.
"Bukankah dia sudah tahu target sebenarnya bagaimana bisa gagal.?"lanjutnya.
"Menurut orang yang mengawasinya dia sudah mengunci target namun saat akan melakukannya keadaan menjadi semrawut... hancur dan merusak konsentrasi snipper. Kunci target juga terlepas.."
"Bagaimana mungkin..? "
"Ada seseorang yang menyadari keberadaan snipper kita Tuan.. "
"Apaa..!! "
"Benar Tuan. Dan orang itu adalah putri kesayangan keluarga Ferdinand sendiri. "
"Bukankah dia tidak punya anak perempuan...? "
"Memang tidak Tuan. Tapi dia sudah mempunyai menantu dari putra tunggalnya bahkan sudah menganggap sebagai putri kandungnya. Lalu apa Yang harus kita lakukan selanjutnya Tuan..? "
"Selidiki wanita itu dan awasi dia...? "
"Aku akan buat perhitungan dengannya. Lihat saja.. "geramnya.
"Baik Tuan Kenan.. "
*******
Sejak kejadian ditempat resepsi pernikahan kemarin....Keyra menjadi orang yang sangat sangat beruntung dan sangat bahagia. Itu bagi mereka yang melihatnya dari jauh. Tapi tidak bagi Keyra sendiri. Bagaimana tidak....mulai detik itu segala sesuatunya harus sepengetahuan orang orang rumah. Tentu saja lama lama dia jengah sendiri.
Setelah satu minggu dari acara itu Keyra bekerja kembali sebagai sekretaris Levin jadi selama dikantor Keyra selalu dipantau dan diawasi oleh suaminya. Namun diluar kantor Keyra bagaikan putri raja kerajaan besar... Keluar dari kamar ataupun keluar rumah harus ijin sang suami agar ada seseorang yang menemaninya dan itupun harus keluarga.
Jika sedang bosan....maka ketiga saudara iparnyalah yang bertugas menghiburnya dan itupun di rumah. RUMAH.
Levin sekeluarga tidak mengizinkan istrinya pergi dari rumah kecuali kantor. Bahkan jika ada acara meeting pun Levin mengadakannya dikantornya sendiri. Jika klien tidak menurutinya maka putus sudah kerjasamanya.
Jika Keyra butuh sesuatu maka belanja online pilihan keluarga Ferdinand.
Namun begitu Keyra tetap menikmati fasilitasnya.
Seperti saat ini Keyra sudah memakai setdres selutut simple warna abu berbahan kaos dan dibalut cardigan panjang dengan panjang yang sama. Membuat perut buncitnya semakin terlihat dan semakin cantik.
Dan tentu saja itu hasil dari belanja online dan jangan tanya berapa nilainya.
"Waahhh.... Kak. Seperti biasa kau selalu cantik. Apakah ada meeting hari ini..?"Maxy datang tiba tiba menggoda Keyra saat mereka baru saja turun dari kamar masing masing.
Keyra tersenyum simpul mendengar godaan dari adik ipar tersayangnya
"Hssstt....jangan keras keras. "perintah Keyra agar tidak bersuara keras pada Maxy.
"Kak Levin masih tidur.. "
"Memang suamimu tidak kerja.? "
"Tentu saja suamiku bekerja tapi aku ada urusan sebentar diluar..."ucapan Keyra membuat Maxy mengerutkan keningnya.
"Dengan siapa..? "
"Benarkan...pasti itu yang ditanyakan.."ucap Keyra dalam hati.
"Dengan uncle Moe.. "jawab Keyra santai lalu mengambil sehelai roti coklat dan berpamitan langsung pada Maxy.
"Daaah Max...mandi dan belajarlah yang benar.. "Keyra mengecup pipi Max dengan senyumnya.
Max menganga tak tahu apa yang ada dalam pikirannya.
Keyra terkekeh melihat ekspresi wajahnya. Sungguh dia benar benar tahu ekspresi itu. Dipagi buta begini dia harus pergi tanpa didampingi oleh pihak keluarganya dan itu benar benar sungguh sungguh nekad.
Tapi Keyra tak memperdulikannya. Ada satu hal yang harus benar benar diselesaikannya. Urusan selanjutnya....dia pasrah menerimanya. Nanti.
Keyra membuka pintu besarnya dan masuklah udara pagi yang segar dan itupun tidak disia siakan olehnya.
"Good morning my baby's. Bantu Momy ok.. "ucap Keyra dengan mengelus perut buncitnya.
Keyra keluar halaman lalu menghampiri seseorang yang sudah berdiri disamping pintu mobil.
"Morning uncle... "sapa Keyra lalu memeluknya.
"Morning sayang...bagaimana keadaan cucu cucuku..? "
"Mereka sehat.. Kita pergi sekarang uncle.. "
"Tentu sayang... Ayo.. "Uncle Moe membuka pintu dan membantu Keyra masuk kedalam mobil yang sudah terparkir manis didepan rumah besarnya.
"Thanks uncle.. "
"Anything for you dear.. "
Setelah dia duduk nyaman uncle Moe memutar memasuki pintu kemudi lalu mulai menancap gas. Jangan lupakan beberapa mobil yang mengikuti mereka. Dua mobil didepan dan di belakangnya selalu setia menemani Keyra dan Uncle Moe. Mereka adalah pengawal setia dan handal Keyra yang khusus disiapkan uncle Moe. Bahkan kehandalan mereka pantas disamakan dengan pengawal presiden.
Berbeda dengan keadaan Maxy didalam rumah. Dia baru tersadar dan berteriak sehisteris mungkin sampai seluruh penghuni rumah terbangun. "Kak Keeeyy.."
"Oh Tuhan... Apa yang tadi aku lakukan...? "
"Kenapa tadi diam saja... "
"Memang mau kemana dia pagi buta begini "
"Bagaimana kalau terjadi apa apa padanya. "
Maxy terus bergumam sendiri sambil mondar mandir dengan terus mengacak rambutnya.
"Ini lagi orang orang pada belum bangun.."Maxy mulai kesal
"Rasakan ini... "
"Toolloongg.... Kakakku Keyra pergi. Toloongg... "