My Two Men Protector

My Two Men Protector
72.



Acara meeting ditunda sejenak untuk acara temu kangen antara Keyra dan Nick diruang meeting itu. Keyra sempat berpamitan agar dirinya dan Nick pindah ruangan saja agar bisa leluasa mereka memulai meetingnya. Tapi ditentang keras oleh Levin. Dia ingin selalu ada Keyra disampingnya.


Levin mulai sedikit kesal dengan tingkah bocah ini yang tiba tiba memonopoli istrinya. Terlihat sekali diraut wajahnya. Dan itu membuat orang tua Nick benar benar tak enak hati.


"Tuan...maafkan putra kami.."


"Putra anda tak pernah berubah ternyata.."ucap Levin dingin dengan masih memandang interaksi antara istrinya dan Nick.


"Sejak kejadian dulu...setiap dia tidur dia selalu mengigau memanggil nama istri anda. Dan terakhir malam tadi..."


"Apa..!"


"Ya Tuan. Bahkan kami sampai memeriksanya ke psikolog namun tak berlangsung lama. Kata dokter dia memendam rindu yang mendalam pada seseorang. Kami selalu mencari anda dan Nona Keyra keseluruh negara Indonesia. Tapi kami tak menemukan anda. Sampai akhirnya suamiku mendapat kabar perusahaan cabang di kota ini ada sedikit kendala. Dan mengharuskan suamiku sendiri menanganinya..."jelas Julia.


"Sepertinya takdir yang menuntun kami untuk bertemu dengan anda dan istri anda.."


Levin diam mendengar penjelasan mereka.


"Tuan...kami rela melakukan apapun untuk putra kami. Meeting ini tidak perlu dilaksanakan. Mari kita bekerja sama. Mari kita menjalin hubungan keluarga diantara kita. Kami mohon.."


"Dady...dady..."Nick menarik narik ujung baju Orion.


"DD akan segera mempunyai putra kembar...aku ingin menjaga mereka Dad. May i...?"ucap Nick dengan nada lucu.


"Of course boy. Kau harus menjaga mereka seperti DD menjaga dan melindungimu. You promise..?"


"I"m promise Dad.."jawab Nick kemudian berlari lagi menghampiri Keyra.


"DD...don't worry...mulai sekarang aku akan menjagamu dan putra kembarmu. Nick akan selalu disampingmu. Nick janji.."ucapnya dengan menunjukan jari kelingking pada Keyra.


Keyra tertawa geli melihat tingkah lucunya. Dia menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingkig Nick.


"I'll keep your promise.."ucapnya dengan senyum kecilnya.


Nick memeluk erat Keyra.


"I love you DD..."


"I love you too Nick..."jawab Keyra sambil mengedipkan mata pada Levin yang dari tadi sudah menunjukan mode kesalnya.


"Lihatlah Tuan Orion...dia menyatakan cintanya pada istriku.."ucap Levin kesal tanpa menatap wajah Orion dan Julia.


Orion dan Julia tertawa melihat kecemburuan Levin.


Lucu sekali kliennya ini.


******


"Baiklah sayang...DD sudah memberikan alamat rumahku pada Dadymu. Jadi kau bisa kapan saja bermain denganku..ok.."bujuk Keyra pada Nick karena sudah beberapa jam mereka bermain dan sudah lama pula dia mengabaikan suaminya. Ohh...Keyra tahu sekali apa yang akan terjadi jika dia sebentar saja mengabaikannya.


"Kenapa tidak hari ini saja DD..? Aku ingin menginap dirumahmu...?"jawab Nick lucu. Levin terkejut dengan mata melotot dan dengan gigi menggelutuk. Orion dan Julia benar benar sudah dalam merasa tidak enak hati.


Levin berdiri tegap dengan kedua tangan dimasukkan kedalam sakunya melirik pada Orion seolah mengatakan dengan tegas lakukan sesuatu. Orion menghampiri Nick.


"Boy...sebaiknya kita pulang dulu. DDmu harus istirahat..mereka juga butuh makan dan istirahat..."ucap Orion sambil menunjuk perut besar Keyra dengan dagunya.


"Bukankah kau sudah berjanji akan selalu melindunginya...?"


"But Dady..."


"Boy....dady tahu kau masih rindu pada DD Key. Menjaga dan melindunginya tidak harus sampai disampingnya terus karena itu bukan tugasmu. Membiarkan dia bahagia juga itu berarti kau sudah menjaganya. You know what i mean..?"


Nick tampak berpikir mencerna ucapan sang Dady.


"I know Dad..."


"DD...Nick akan pulang dulu. Kau istirahatlah...jika ada apa apa you can call me.."ucap Nick dengan mengusap pipi Keyra lembut.


Keyra membalas usapan Nick dipipinya.


"Ok...kau juga harus menjaga kesehatanmu Boy..."ucap Keyra mengecup pipi Nick. Nick langsung menerjang Keyra dan memeluknya erat.


Levin menegang seketika. Dia benar benar sudah tidak tahan dengan kelakuan bocah itu. Sedikit sedikit peluk. Sedikit sedikit peluk. Bagaimana kalau istrinya jatuh.


Keyra membalas pelukan Nick erat.


"I love you DD.."


Keyra menganggukan kepala dan tersenyum gemas pada Nick.


Levin bergumam..."again..."dan melirik sinis pada Orion dan Julia yang sedang menahan tawa.


"Let's go home Dad..."ucap Nick dengan menggenggam lengan Orion.


"Ok Boy..."Orion dan Julia berpamitan lewat senyum mereka karena Nick benar benar menarik lengan mereka.


Keyra membalasnya dengan senyuman juga. Levin masih dengan mode kesal dan dinginnya. Orion tak mempermasalahkannnya.


Levin menutup pintu ruangannya keras dan menguncinya.


Levin melangkah tegap perlahan mendekati Keyra dengan mata tajamnya. Keyra mulai waspada.


"Kak...ada apa dengan mu .."ucapnya dengan sedikit gugup.


Levin menyeringai devil.


Langkahnya semakin mendekati Keyra. Tubuh Keyra mundur perlahan hingga ujung meja dan terpaku saat Levin merapatkan tubuhnya dan merengkuh pinggangnya erat.


"Kak...apa yang kau emmfft..."ucapan Keyra terpotong karena Levin seketika mencium bibirnya lembut penuh perasaan.


"Kau tahu dari tadi aku menahan kesal pada bocah itu..."ucap Levin saat melepas ciumannya. Keyra menganggukan kepala dan terkekeh geli.


Levin mengecup pipi kanan Keyra.


"Kau meledekku...hmm.."


Keyra menggelengkan kepala.


"Kau tahu dari tadi aku menahan rindu ingin menerkammu.."ucap Levin lagi dan Keyra menganggukan kepalanya lagi.


"Dan kau hanya diam.."lanjut Levin dan mengecup pipi Keyra lagi.


"Maaf..."ucap Keyra pada akhirnya.


Kembali Levin mencium bibir candu istrinya. Dengan rakus dia melumatnya dan mengecap seluruh permukaan bibir istrinya. Keyra benar benar sudah terbuai dengan perlakuan suaminya ini.


Suara kecapan demi kecapan terdengar diseluruh penjuru ruangan.


Levin menyingkirkan isi meja kantornya dengan satu tangannya tanpa melepas ciuman panas mereka.


Kemudian dia mengangkat tubuh Keyra dengan mudahnya diatas meja kantornya dan Levin masih berdiri dan semakin merapatkan tubuhnya.


"Hhh..hh..."Keyra butuh oksigen.


"Kak...i ha ve to bre ath..."ucapnya disela sela ciumannya dan sedikit mendorong dada Levin.


Levin melepas ciumannya dengan sangat terpaksa.


Dilihatnya wajah merah istrinya yang sedang terengah engah dan dengan bibirnya yang basah akibat ulahnya. Levin mengusap sisa salivanya dibibir istrinya dengan ibu jarinya kemudian dihisap sendiri ibu jarinya. Dan itu pun tak luput dari tatapan Keyra.


"Do you want to kill me.."engah Keyra


"Of course Not honey. Itu sama saja aku membunuh diriku sendiri..."ucapan Levin terpotong karena telunjuk Keyra dengan gesit sudah berada di bibir Levin.


"Don't say like that...please.."ucap Keyra dengan mata berkaca.


Levin menarik telunjuk Keyra kemudian mengecupnya.


"I'm sorry..."hanya dengan kata sederhana itu mereka sudah saling memahami. Keyra tersenyum...Levin mengusap kedua mata istrinya yang berkaca kemudian mengecupnya lembut.


Lalu turun ke hidung,pelipis, kedua pipinya,hidung,bibir, dagunya dan kembali kebibir manis istrinya dan berlama lama disana. Levin sudah tak kuasa menahannya saat Keyra membalasnya. Dia sudah benar benar jatuh saat ini. Bahkan mereka sudah bermain dengan lidahnya masing masing.


Levin melanjutkan aksinya dengan turun keleher Keyra. Dia mengecup menjilat dan menghisapnya berkali kali hingga tertinggal banyak jejaknya. Desahan Keyra membuat Levin semakin bersemangat dia turun kembali menuju tempat favoritnya.


Entah sejak kapan dress Keyra dengan bahu terbuka sudah turun hingga kedua buah dada indahnya dan membuat Levin semakin mudah menjamahnya.


Levin meremas mengulum dan menghisap kedua puncak dada Keyra secara bergantian. Keyra benar benar tak bisa menghentikannya. Dia juga sudah sangat menginginkannya.


Kegiatan panas mereka terhenti karena sebuah ketukan pintu.


Tok....tok...


"K a k..."erang Keyra yang mendengarnya. Namun tak diperdulikan Levin. Keyra mencoba mendorong bahu Levin yang masih asyik dengan dunianya.


"Kak...stop...it..."ucapnya lagi.


Tok...tok...tok...


Suara ketukan pintu semakin sering dan semakin keras.


Levin menghentikan aksinya. Dia tatap wajah istrinya dengan senyum puasnya dan mengecup bibirnya sambil menaikkan kembali dress istrinya. Dia sama sekali tak perduli suara ketukan pintu. Dia hanya perduli pada istrinya. Istri kesayangannya.


"Biar aku saja Kak...bukalah pintunya.."Keyra menahan lengan Levin. Namun ditolak.


"Tidak...biarkan saja.."


"Bagaimana kalau ada yang penting..."namun Levin masih dengan santai merapikan penampilan istrinya karena ulahnya.


"Done...kau sudah sangat cantik kembali. I'm sorry..."dia kecup lagi bibir istrinya.


Keyra benar benar terbawa pesona Levin yang sangat mengutamakan dirinya.


Levin hendak berbalik membuka pintu namun ditahan oleh Keyra.


"Maaf karenaku rambutmu berantakan. Kemarilah..."ucap Keyra sambil menata kembali rambut Levin seperti semula. Levin tersenyum menatap kagum Keyra.


"Done..."ucap Keyra menirukan suaminya.


"Thank you..."Levin mengecup kembali bibir Keyra lalu berbalik menuju pintu.


"Oh God...dia suka sekali menciumku..."ucap Keyra dalam hati sambil menyentuh bibirnya.


Ceklek


"Ada apa..!"Levin menatap tajam Fredi yang sudah mengganggu kegiatan panasnya.


"Sorry sir..apa ada Nona Keyra..?"ucapnya gugup karena merasa ada yang aneh dengan aura bosnya didepannya ini.


"Whaaat...!"teriaknya geram. Sangat geram.


Orang ini telah mengganggu kesenangannya dengan istrinya dan sekarang dengan terang terangan dia mencari istrinya. What the hell...apa dia harus dibunuh sekarang juga.


Keyra mendengarnya. Dia sedang membereskan meja kantor akibat ulahnya dan suaminya sendiri...namun dia terkekeh geli sambil menggelengkan kepala saat mendengar percakapan didepan pintu ruangannya.


"Ada apa mencariku...apa dia ingin dibunuh oleh suamiku...hh.."gumam Keyra lirih masih dengan menata rapi meja kantor suaminya.


"Kau...kau...berani sekali menggangguku dan sekarang mencari istriku didepanku..."ucapnya penuh penekanan pada Fredi.


"Ma maaf Tuan...saya hanya butuh dengan istri anda..?"


"APAA....!!""


"APA YANG KAU KATAKAN...!"Levin sudah tidak tahan dengannya dia meraih kerah baju Fredi dan berteriak keras didepannya.


"Oh God..."Keyra mendekati mereka dan mencoba melepaskan cengkraman lengan suaminya dileher Fredi.


"Sayang...lepaskan dia...please..."ucap Keyra dengan penuh harap.


Levin menoleh dan menatap wajah Keyra.


Perlahan dia melepas cengkramannya.


Keyra menarik pinggang Levin pelan agar menjauh dari Fredi. Levin membalasnya dengan memeluk erat pinggang Keyra.


"Maaf Pak Fredi. Ada apa mencariku...?"tanya Keyra pada Fredi.


"Maaf Nona...ada pesan dari Tuan Jon. Tuan Jon mengirim pesan penting pada anda. Karena tak kunjung mendapat balasan beliau menghubungi saya. Maaf.."ucap Fredi masih menunduk takut pada tatapan tajam Levin.


"Dan...dan beliau menyuruh anda untuk segera menghubunginya..maaf Nona.."lanjutnya.


Keyra terkejut. Memang sejak datangnya Nick dia belum sekalipun membuka ponselnya.


"Baiklah Pak Fredi...aku akan segera menghubungi Dady. Terimakasih ."ucap Keyra.


Fredi menganggukan kepalanya kemudian berpamitan.


Dengan cepat Keyra meraih tasnya dan mengambil ponselnya.


"Oh God...Dady menghubungiku berkali kali.."gumamnya.


Lalu dilihatnya pesan sebelumnya dari Dadynya.


Pesan itu bertuliskan. "Dear...bisakah kau menghubungiku sekarang. Ini penting.."


"Kak...apa Dady menghubungimu..?"tanya Keyra.


"Tidak..."jawabnya santai sambil duduk disamping istrinya kemudian tanpa merasa bersalah dia mengusap perut besarnya dan mengecupnya berkali kali.


Keyra menekan tombol hijau dan melakukan video call dengan Jon.


"Hi Dad...i'm sorry karena baru menghubungimu..."sapa Keyra pertama kali saat sambungannya terhubung.


"Hi dear. It's ok. Dimana Levin...Dad menghubunginya tapi langsung dimatikan. Apa dia bersamamu Nak..."


Keyra menatap Levin kebawah yang masih asyik dengan perut besarnya.


"Kaaakk...?"panggil Keyra dengan nada penuh pertanyaan.


Merasa dirinya dipanggil Levin menghentikan aksinya dan tersenyum tak peduli.


"Dad mengganggu kegiatan ku karena itu aku matikan panggilannya..."jawab Levin santai.


Saat mereka asyik dengan kegiatan panasnya tadi ponsel Levin bergetar disakunya. Diam diam dia mengambilnya lalu dilihatnya sekilas. Tapi dengan cepat dia matikan saat tahu Dadynya menghubunginya. Dia lempar ponselnya kesembarang tempat lalu melanjutkan aksi panasnya tanpa sepengetahuan istri cantiknya.


Keyra membelalakan matanya tak percaya. Tentu saja dia tahu maksud kegiatannya.


"Are you crazy Son. Putriku sedang hamil besar dan kau masih mengganggunya.."suara Dady Jon dari layar ponsel Keyra.


"Memang apa masalahnya Dad..."


"Oh God...i can't believe this. Aku akan segera pulang dan membawa putriku pergi jauh darimu sampai dia melahirkan cucuku..."


Keyra menepuk jidatnya.


"No Dad. My wife must stay with me. Just with me.."bantah Levin penuh penekanan pada Dadynya.


Ok...Ok...Keyra harus menghentikannya.


Dia merampas ponselnya dari tangan Levin agar perdebatan cepat selesai.


"Dad...i'm sorry. Kita kembali ke topik. Apa Dady ada masalah..?"ucap Keyra dengan senyumnya.


"Ya Nak. Begini....ada masalah yang harus Dady selesaikan disini dan mungkin Dady akan stay untuk dua minggu kedepan. Dady hanya ingin bilang...jika kau butuh sesuatu segera hubungi Dady..ok.."


"Whaaatt...!"itu bukan suara Keyra. Itu suara Levin.


Levin merapatkan tubuhnya disamping Keyra dengan merangkul bahunya agar dia bisa melihat wajah Dadynya diponsel Keyra.


"Dad...apa masalahnya serius..?"lagi lagi Levin bertanya dengan penasaran.


"Tumben sekali kau perduli dengan masalah yang Dad tangani. Bukan masalah serius...hanya butuh sedikit perhatian.."


"Lalu untuk apa Dad memberitahu Keyra. Jika Dady tidak pulang pun aku kan sudah ada disampingnya..."Keyra memukul paha Levin karena ucapan tak sopannya.


"Aww...honey.."


"Languange sayang....."geram Keyra


"Ya pukul saja dia Nak...Dady tahu yang ada dalam otak mesumnya..."geram Jon. Keyra terkekeh geli. Levin melirik sinis Dadynya.


"Dad...hati hati disana. Jika aku akan melahirkan...aku akan segera menghubungimu. Aku juga ingin seluruh keluargaku disampingku saat proses kelahiran nanti.."ucap Keyra sopan.


"Baiklah Nak...Dad tunggu kabar darimu. Dad akan usahakan masalah disini cepat selesai. Dan kau ...putraku yang sangat sangat mesum...ingat jangan pergi jauh jauh dari istrimu. Aku tidak perduli dengan kepentinganmu. Yang penting bawa selalu istrimu didekatmu. You understand Boy..."ucap Jon dikata kata terakhirnya yang penuh penekanan.


"Yes Dad. I understand. Aku akan selalu disamping istriku. Jika perlu aku akan membawanya kedalam kamar mandi .."


"Heeyyy...."teriak Jon.


"Ok ok Dad. Maafkan suamiku..."potong Keyra.


"Hhh...bahkan kau yang meminta maaf padaku untuk suami mesummu..."


"Baiklah Nak...Dad tutup telponnya. Jaga dirimu. I love you my princess.."


"Wait...wait Dad.."teriak Levin gesit.


"What else..?"suara Jon terdengar santai.


"Bisa kau kembalikan sekretarisku Toni padaku. Aku tak suka dengan Fredi. Dia sudah mengganggu istriku..."ucap Levin dengan rahang mengeras.


"Benarkah...tapi yang aku tahu Fredi bukan orang seperti itu. Mungkin kau hanya..."ucapan Jon terpotong oleh Levin.


"No Dad. Dia genit pada istriku..."suara Levin menggebu.


Tidak tahu saja dia bahwa Keyra sedang memberi isyarat pada Jon agar jangan ditanggapi serius olehnya.


Dan Jon mengerti maksud isyarat dari putrinya. Fredi hanya belum mengenal putranya yang sangat cemburuan jika sudah menyangkut tentang istrinya.


"Dia tidak sopan padaku dan istriku. Dia juga mengganggu kegiatan ku.."lihatlah tanpa sadar Levin menceritakannya lagi. Dan itu membuat Jon benar benar paham maksud dari ungkapan putra putrinya.


"Aku tidak suka padanya Dad. Aku ingin besok Toni kembali padaku. Jika tidak lihat saja apa yang aku lakukan Dad..."ancam Levin pada akhirnya. Lagi lagi Keyra membuat isyarat menganggukan kepalanya berkali kali pada Jon. Seolah mengatakan turuti saja Dad.


"Baiklah. Besok Toni aku kembalikan. Kau puas..!"


"Apa..?"


"Semudah itu..."Levin tak percaya dengan keputusan tak terduga dari Dadynya. Biasanya dia pasti akan berdebat dulu dengannya.


"Ya...itu sangat mudah. Kau ingin Dady kembalikan Toni. Lalu Dady menurutinya. Mudah kan.."


Keyra terkekeh geli.


Levin menggarukan kepalanya terheran. Dia menoleh pada istrinya yang masih disampingnya. Namun Keyra hanya mengangkat bahunya tak tahu.


"Ya sudah. Dady tutup telponnya. Bye Son...bye dear.."


"Bye Dad..."ucap Keyra.


"Kak...apa ada kerjaan lagi...?"


"Tidak...kenapa. Kau ingin sesuatu..?"


"Aku ingin pulang. Aku ingin makan salad buah Kak.."


"Baiklah ...ayo..."ucap Levin langsung berdiri menarik tangan Keyra dan melangkah pergi keluar ruangan.


*******


"Kita mau kemana Kak..."tanya Keyra saat menyadari bahwa ini bukanlah jalan pulang menuju rumahnya.


"Apa kau lupa dengan janjimu sayang..."ucapnya dengan seringainya.


Keyra tampak berpikir dalam.


Tak lama dia membuka matanya lebar.


"Oh no...kau benar benar akan melakukannya."ucap Keyra saat ingat akan janjinya. Menginap dihotel setelah meeting.


"Tentu saja honey..."jawab Levin dengan mengecup punggung tangan istrinya.


"Oh God...bersiaplah kau Key..."gumamnya dalam hati.


"Persiapkan dirimu sayang..."ucap Levin lagi.


******


"C'mon baby..."lihatlah Levin sudah berkali kali memanggilnya dengan sebutan khas sayangnya. Meskipun berbeda beda jujur Keyra sudah terharu karenanya. Dia menyukainya.


Saat ini mereka sudah sampai di sebuah hotel megah dan jauh dari rumah besarnya. Itu tujuan Levin sebenarnya. Hahaha.


Levin mengulurkan tangannya dan disambut langsung oleh Keyra. Namun Keyra memanyunkan bibirnya dan tentu saja tidak bisa luput dari pandangan suaminya.


"Kenapa denganmu sayang...?"tanya Levin dengan sigap merapatkan tubuhnya pada tubuh Keyra yang baru keluar dari mobilnya. Levin membuka jasnya dan memakaikannya pada tubuh Keyra untuk menutupi bahunya yang terbuka.


"Kaaak...aku pikir kita pulang terlebih dulu. Aku bahkan tidak membawa apapun asal kau tahu..."rengek Keyra.


Levin merangkul bahu Keyra erat dan membawanya masuk kedalam hotel.


"Memang apa yang kau butuhkan sayang. Sepertinya kau lupa siapa suamimu.."


"Kak...apa kau akan tidur dengan baju kantor ini. Dan aku...aku tak bisa tidur pakai gaun ini. Lalu saladnya...bagaimana..?"ucap Keyra tanpa henti.


"Baby...bukankah akan lebih baik jika kita tidur tidak memakai apapun ..."ucap Levin lirih ditelinga Keyra. Dan tentu saja membuat wajah Keyra memerah menahan malu. Apa suaminya tidak bisa melihat tempat. Mereka sudah memasuki lobi dan banyak pengunjung berlalu lalang. Bagaimana kalau didengar orang...Oh God...


"Kak...please...that's embarrassing..."ucap Keyra memukul dada Levin pelan.


"Kenapa malu sayang..."ucap Levin yang tanpa sadar sudah sampai didepan lobi dan beberapa pegawai hotel tersebut sudah siap menyapanya.


"Selamat malam Tuan..."sapa mereka.


"Reservasi atas nama Levin Ferdinand.."ucapnya dingin. Levin bisa langsung berubah 180 derajat jika berhadapan dengan orang lain


"Baik Tuan...mohon tunggu sebentar..."pegawai itu mengecek sesuatu dilayar komputernya.


"Kamar anda dikamar vvip dilantai 15 no 563..ini kuncinya. Anda akan diantar oleh pegawai kami. Silahkan..."ucap ramah pegawai itu.


"Kakak...saladnya.."rengek Keyra lagi.


Oh God...Levin lupa.


"Oh maaf sayang. Ayo kita makan dulu..."ucap Levin lembut pada Keyra.


"Kami akan makan dulu..."lanjut Levin kembali dingin saat menatap pegawai hotel yang akan mengantarnya.


"Baik Tuan...mari saya antar.."


********


"Hh....hh..."


"Ba by...you so hot..."


"K a k....please..."


"I'm coming honey..."


"Arrgghh..."teriak mereka bersamaan.


Entahlah untuk yang keberapa kali Levin menguasai Keyra. Dia benar benar tidak merasa lelah jika sudah menempel dengan tubuh istrinya. Tapi dia harus menghentikannya. Keyra ...istrinya sudah sangat lelah olehnya.


"Tidurlah sayang...."


"Ehmm..."


"Apa kau lapar..."


Keyra menggelengkan kepalanya kemudian menubrukan kepalanya dada Levin.


Levin memeluknya erat. Setelah mengecupi seluruh wajah Keyra dan tak lupa perut besarnya...Levin menyusul sang istri ke alam mimpinya.


Setelah acara makan salad buah untuk Keyra. Levin memanfaatkan janji istrinya dihotel megah ini. Dan dipastikan sampai besok pagi tak ada seorangpun yang akan mengganggunya.


Sinar mentari masuk perlahan kedalam kamar king size yang tadinya megah dan elegant sekarang tampak sudah berubah berantakan dengan isinya yang sudah berhamburan entah kemana.


Lenguhan wanita cantik mengisi ruangan sepi ini.


"Eennggghh..."lenguh Keyra bangun dari tidur nikmatnya.


"Good morning baby...morning kiss...ccuupp..."suara berat lelaki menyambut dirinya yang benar benar sudah terjaga.


"Jam berapa ini kak...?"


"Eeehhmmm....jam 9. "jawab Levin santai.


"Whaatt..."teriak Keyra.


"Good morning my baby's...cuupp...."dikecup perut Keyra berkali kali dan sama sekali tak memperdulikan teriakan sang istri.


"Kaaakk..aku harus buat sarapan. Aku harus mandi..."


"Noo...you don't have to do that. Kau lupa kita dimana..."


Keyra tampak berpikir.


"Kita masih dihotel...?"


"Of course baby. Apa kau juga lupa tadi malam kau memanggil namaku dengan...."godaan Levin terpotong karena mulutnya segera dibungkam oleh tangan Keyra.


"Stop it ..."teriak Keyra.


Levin melepas tangan Keyra dari mulutnya kemudian mengecupnya.


"Thank you darling....."dia kecup bibir istrinya.


"Anything for you my husband..."jawab Keyra dengan senyumnya.


Levin mengusap lembut rambut panjang Keyra.


"Apa kau lapar...?"tanyanya.


Keyra menganggukan kepala. Lihatlah suaminya benar benar perhatian.


"Sebentar lagi pesanan kita datang..."ucap Levin didepan bibir sang istri. Keyra bisa merasakan nafas hangat dari suaminya.


"Kau tahu sayang. Aku sangat mencintaimu..."ucap Levin tiba tiba. Tentu saja Keyra tahu.


"Aku tahu..."


"Apa kau tahu..aku tidak bisa hidup tanpamu.."


"Aku tahu...kenapa Kakak tiba tiba berkata seperti itu...?"


"Ingatlah kata kata itu saat kau berjuang nanti honey..."ucap Levin dengan menatap lembut Keyra.


Keyra berkaca terharu mendengar ucapan suaminya. Kata kata itu membuatnya bersemangat untuk berjuang.


"Aku akan selalu mengingatnya Kak..."Keyra mengecup bibir Levin lama. Levin tak tinggal diam dia pun sudah melumatnya dalam dalam.


Tok...tok..


Tok..tok..


Keyra mendorong tubuh Levin. Levin menggeram marah.


Keyra tertawa geli lalu menutup seluruh tubuhnya.


Levin beranjak dari kasur. Sebelum keluar kamar dia menoleh pada sang istri memastikan sesuatu. Dan saat dilihat tubuh polos sang istri sudah tertutup rapat Levin keluar kamar dan membuka pintu utama ruang hotel yang dihuninya.


"Pagi Tuan. Saya mengantarkan makanan pagi anda.."


"Masuklah..taruh saja disana.."ucap dingin Levin. Dengan memakai baju kimono tidurnya.


"Baik Tuan...."


"Permisi..."pamit pelayan hotel itu dan beranjak keluar ruangan.


"Kak...apa makanannya sudah datang..?"


Levin sontak menoleh dan terkejut membelalakan mata saat melihat betapa menggemaskannya istrinya. Dengan perut besarnya Keyra menggulung dirinya dengan selimut lebar seperti kepompong dan hanya terlihat wajah cantiknya.


Levin tertawa terbahak melihatnya.


Keyra menatapnya heran sambil memiringkan kepalanya.


"Kenapa Kakak tertawa..."


Levin menghentikan tawa lepasnya. Walau belum sepenuhnya menghilang. Dia masih terkekeh geli sambil mendekati Keyra.


"Sayang...kau sangat menggemaskan.."ucap Levin lalu mengangkat kepompong Keyra dengan sangaaat mudahnya.


"Aaaghhh..."jerit Keyra.


Dalam gendongannya Levin terus mengecupi bibir Keyra berkali kali. Lalu menurunkannya di kursi makan. Sebelumnya juga Levin mengaitkan ujung selimutnya kedalam agar Keyra tak bisa keluar dari gulungan selimut itu.


"Duduklah dulu. Aku akan siapkan makanannya.."ucapnya sambil menangkup kedua pipi istrinya.


"Biar aku saja Kak...tapi bisakah carikan baju untukku...?"


"Tak ada baju sayang. Jadi biar aku yang melayanimu.."ucap Levin dengan mengecup bibir Keyra dan kembali kearah dapur.


"Kak...bagaimana aku bisa makan jika aku seperti ini. Apa aku pakai bajumu dulu saja Kak. Pleasee..."rengek Keyra.


"Aku sudah bilang biar aku melayanimu.."Levin menyiapkan sendiri beberapa makanan dari hotel ini dan menata rapi dihadapan Keyra.


Sontak dia berbinar saat melihat makanan lezat dihadapannya.


Setelah siap...Levin menarik kursi lagi dan dirapatkan dengan kursi yang Keyra duduki.


"Baiklah. Mau mana dulu..."tanya Levin dengan antusias.


"Lepas dulu selimut ini Kak tolong..."


"No Honey. Tinggal sebut saja apa yang kau mau dan Kakak yang akan menyuapi. Ok. Sekarang apa yang ingin kau makan..?"


Keyra menatap Levin. Dia benar benar terharu dengan perlakukan suaminya.


"Pasta..."


Dan begitu seterusnya hingga seluruh makanan habis. Levin benar benar melayani Keyra dengan sangat telaten.


"Kak...aku ingin mandi..."


"Baiklah...ayo..."dengan sigap Levin menggendong Keyra kembali dan membawanya kedalam kamar mandi.


Levin membuka gulungan selimut dan terpampanglah tubuh sexy Keyra yang hanya memakai bra dan celana dalam. Levin terus menatapnya tak berkedip.


"Kaaakk...keluarlah..."rengek Keyra sambil menghentakan kakinya berkali kali. Dia tahu arti dari pandangan suaminya.


Melihat caranya dia merengek Levin malah tertawa lebar.


"Oh sayangku. Stop bertingkah seperti itu jika aku ingin keluar dari sini. .."Levin merengkuh tubuh Keyra kemudian merangkum wajah cantik istrinya gemas.


"Apa maksudmu..?"


"Kau semakin menggemaskan sayang asal kau tahu itu. "


"Tapi....kau membuatku kembali bergairah sayang..."lanjutnya sambil mengecupi leher Keyra tanpa henti.


"Kak..."desah Keyra namun dia melebarkan mata saat dia merasakan sesuatu dibawah sana sudah menusuk dirinya.


"Apa kau merasakannya...?"ucap Levin serak.


"Ya..."Keyra terus mengeluarkan desahannya karena sentuhan lembut suaminya. Dia juga sudah kembali bergairah.


"Teruskan Kak..."


"With pleasure honey..."


Dan berlanjutlah penyatuan mereka tidak memperdulikan waktu, tidak perduli sekitar, dan tidak perduli betapa banyak orang yang mencarinya.


Mereka hanya ingin bersama.


Levin hanya ingin menikmati penuh hari hari bersama wanita cantiknya.


Begitupun Keyra dia hanya ingin menikmati perhatian penuh dari suaminya.


"I love you honey...my darling wife....so much.."


"I love you too my handsome husband...so much..."


*********


"Kemana sih mereka Bun...?"


"Mom...apa Kak Levin menghubungimu. ..?"


"Tidak.."


"Tidak tahukah mereka ada bocah kecil yang sedang mengamuk disini. Siapa dia sebenarnya sih..."teriak Maxy frustasi.


"DD....DD...dimana kaaauu...!""


"Dimana kalian sembunyikan DDku...kembalikan DDku.."


Itulah teriak teriakan Nick dirumah besar keluarga Ferdinand.