
Levin tak sedetik pun melepaskan pandangannya pada Keyra yang saat ini sedang mempresentasikan program miliknya. Cantik. Satu kata yang selalu terngiang dalam hatinya untuk wanitanya. Bahkan dengan kacamata yang bertengger manis dihidungnya membuatnya semakin manis.
"My Sweety..."gumam Levin lirih namun masih didengar oleh Jon, Dadynya.
"Fokus Lev... "ucap Jon lirih.
"I know Dad... "balas Levin sambil bisik.
Setelah Keyra menyelesaikan tugasnya dia kembali ketempat duduknya. Dan tanpa aba aba langsung meminum susu moca yang entah sejak kapan sudah berada didepannya.
Jeremy pun dari tadi tak hentinya memandang Keyra dengan kagum. Cantik, muda, profesional dan sekaligus menggemaskan. Tapi dalam pikirannya saat ini ada hubungan apa dengan Levin.
Karena Jeremy tak bisa menatap langsung Keyra karena tidak duduk bersebelahan. Dia mencondongkan badannya lalu memanggilnya.
"Keyra... "panggil Jeremy lirih namun Keyra masih bisa mendengarnya karena posisi duduk mereka hanya selisih satu orang yaitu rekan kerja Jeremy hanya beda divisi.
Keyra yang masih asyik meminum minuman susu kotak kesukaannya mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang telah memanggilnya.
Keyra melihat Jeremy yang sedang melambaikan tangannya.
"Thank you... "ucap Jeremy pelan dengan bahasa bibirnya dan mengacungkan jempol padanya.
Keyra hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum kemudian ikut mengacungkan jempol pada Jeremy.
Levin yang tak sengaja melihat interaksi mereka seketika emosinya naik kembali.
"Nona Keyra... "panggil Levin dengan suara tegasnya.
Mendengar suara tegas suaminya Keyra menoleh pada Levin.
"Yes Sir... "jawab Keyra dengan senyumnya. Dia tahu sekali arti dari ekspresi wajah Levin saat ini. Dan tugasnya sekarang adalah meredamnya.
Hanya dengan satu senyuman saja Levin sudah jatuh dalam perangkap Keyra. Namun tidak kali ini dia harus membuat jarak jauh antara Keyra dan Jeremy. Ahaa.. Akan kuberi pelajaran kau Jeremy.
"Nona Keyra...kami sedang membuat program untuk perusahaan baru kami namun saat ini kami belum menemukannya. Bisakah anda membuat untuk kami yang simple namun sulit untuk dideteksi... "ide brilian Levin.
Keyra mengerutkan keningnya.
"Apa maksudnya nih... "batin Key.
"Ton...berikan profile programnya pada Nona Keyra biar dipelajari olehnya. " perintah Levin pada Toni sekretarisnya
"Baik Tuan... "
"Baiklah...kita lanjutkan meetingnya" ucap Levin pada semua orang yang hadir diruangan itu.
Selama meeting berlangsung suasana kembali hening dan fokus pada pekerjaannya masing masing. Tak terkecuali Keyra. Dia asyik dengan tugas yang diberikan Levin. Kelihaian kedua tangannya mengutak ngatik keyboard dengan mata yang masih fokus menatap layar laptopnya tidak memperdulikan mereka yang sedang berargurmen pada topik yang dibahas saat ini.
Sesekali dia menopang dagunya lalu meminum susu kotak disampingnya. Kemudian kembali fokus pada layar laptopnya.
Kembali lagi dia menopang dagunya memikirkan sesuatu kemudian melepas kacamatanya , tanpa disadarinya tangannya bergerak sendiri mengambil sebuah roti sandwich coklat kesukaannya. Dia membuka bungkusan plastik roti itu hingga menimbulkan suara yang membuat beberapa orang menoleh melihat tingkahnya.
Namun sosok cantik yang tidak sadar bahwa dirinya saat ini telah menjadi perhatian orang masih dengan asyiknya memakan roti itu tanpa mengalihkan pandangan matanya tetap fokus pada layar laptopnya.
Keyra bergumam sendiri sambil mengunyah makanannya. Dia alihkan tangannya kesamping mengambil susu kotaknya dengan mata masih tetap melihat layar laptop itu.
Melihat tingkah Keyra Levin jadi gemas sendiri. Didekatkannya susu kotak itu agar Keyra mudah meraihnya.
Namun sayang susu itu pun hanya tersisa sedikit hingga menimbulkan suara lagi.
Kembali para penghuni meeting menoleh pada gadis itu.
Merasa minumannya habis Keyra sedikit kecewa. Padahal dia tidak sadar bahwa dirinya sudah mengabiskan dua buah susu kotak moca.
"Kaaakkk... "rengekan Keyra pada Levin memecah keheningan suasana meeting.
Levin seakan tahu maksud dari istrinya langsung mengangkat sebuah interkom yang berada disampingnya.
Terlihat dia sedang menghubungi seseorang.
"Sekarang....Cepat.."tandas Levin pada seseorang diseberang sana.
"Wait a minute darl... "Levin mengelus pipi Keyra pelan tak lupa dengan senyum lembut yang mungkin hanya bisa dia berikan pada satu wanita saja siapalagi kalau bukan istri terkasihnya. Keyra.
Hanya orang orang yang belum mengenal Levin yang belum tahu hubungan sebenarnya antara dirinya dan Keyra. Termasuk Jeremy dan rekan kerja.
Lima menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar. Tok... Tok..
Tanpa aba aba Levin beranjak dari kursi kebesarannya dan melangkah menuju pintu kemudian membukanya.
Saat pintu terbuka terlihat seorang pria membawa sebuah nampan dengan 2 susu kotak moca diatasnya.
Levin mengambil cepat kedua susu moca itu.
"Terimakasih... "
Semua tercengang melihat apa yang dilakukan big boss itu.
Levin meletakan kedua susu kotak itu disamping laptop istrinya.
"Ini sayang... "ucap Levin dengan mengacak rambutnya gemas.
Keyra menoleh pada Levin dan tersenyum manis tanda terimakasih. Dia langsung saja mengambil satu kemudian meminumnya hingga tandas.
Tiba tiba Keyra seperti mendapat inspirasi yang entah dari mana dia langsung mengambil kembali kacamatanya dan memasangkannya kemudian mengutak ngatik keyboard didepan laptopnya.
Beberapa jam berlalu meeting telah selesai dilaksanakan. Tapi tidak dengan Keyra dia bahkan tidak menoleh sedikitpun kekanan kirinya yang sudah banyak orang yang akan pergi dari ruang meeting itu.
"Nona Keyra... "panggil Jeremy namun tidak diindahkan oleh sang pemilik nama. Jeremy mendekat dan berniat ingin menepuk pundaknya. Namun baru saja tangan Jeremy hendak menyentuhnya sebuah tangan mencekalnya.
"Dia sedang tidak bisa diganggu. Dia sedang menyelesaikan tugas dariku. "ucap Levin dingin.
"Tapi saya hanya ingin mengajaknya makan siang. "ujar Jeremy santai.
"Shit..!!Beraninya dia.."batin Levin penuh amarah.
"Dia tidak akan makan siang dengan siapapun. "meluaplah sudah amarah Levin.
Melihat raut muka Levin... Jeremy tidak bisa berbuat apa apa meskipun banyak pertanyaan yang ada dalam benaknya.
"Kalau begitu saya permisi. Terimakasih atas kerjasama anda. Oh ya sampaikan salamku pada Keyra. Lain kali saya akan menghubunginya..."ucap Jeremy lalu berlenggang pergi.
Levin mengepalkan tangannya menahan emosi.
Amarah Levin mereda setelah mendapat tepukan pelan dibahunya oleh sang Dady.
"Kendalikan dirimu Nak...lihatlah istrimu sepertinya dari pagi dia belum makan. Mau berapa susu kotak yang harus dia habiskan. Urusi dulu istrimu.. "Dady Jon dengan bijak meredam emosi Levin.
Levin diam lalu menoleh pada sosok cantik istrinya yang masih asyik mengerjakan tugas darinya. Kemudian dia mendekat berjongkok agar sejajar dengan istrinya yang masih duduk manis dikursinya.
"Sayang...ayo kita makan dulu.. "ucap Levin dengan mengelus rambut.
"Ehmm... "Key hanya bergumam tak jelas.
"Ayolah kita makan dulu...dari tadi pagi pasti perutmu belum diisi nasi kan.. "
"Sebentar Kak...ini hampir selesai.. "
Levin melepas kacamata Keyra dengan pelan kemudian menangkup wajah cantiknya.
"Jika tahu kau akan seserius ini mengerjakan tugas dariku hingga mengacuhkanku harusnya tadi Kakak tidak memberikan tugas itu padamu. "
Keyra merasa bersalah telah mengacuhkan suaminya.
"Maaf Kak...aku tidak bermaksud begitu. "
"Aku tahu...sekarang bisakah kita pergi. Kakak sudah lapar."
"Baiklah. "
"Tapi....sebentar Key harus menekan tombol ini dan ini..."Keyra memutar badannya cepat lalu menekan tombol di keyboard Enter 2x. Dan munculah disana sebuah garis berjalan cepat seperti sedang mengunduh file.
"Kak...laptopnya dibawa ya.."
"Tidak..."tegas Levin.
"Tapi Kak... "
Sudah habis kesabaran Levin tanpa aba aba dia menggendong Keyra dibahunya seperti memangku sekarung beras.
"Yaaahh Kaak... "teriak Keyra.
"Turunkan aku Kak...malu Kak ini dikantor. "Keyra meronta dengan menepuk punggung Levin.
"Diamlah sayang..."ucap Levin santai .
"Kak...please jangan seperti ini aku pusing. "seketika Levin langsung berhenti dan menurunkan Keyra.
"Hhhhh....akhirnya."
"Aaaghh.... "teriak Keyra. Baru saja bisa bernafas lega karena tadi posisi kepalanya dibawah sekarang dikejutkan dengan diangkatnya tubuh Keyra. Levin mengangkat Keyra ala bridal style yang otomatis Keyra mengalungkan kedua tangannya dileher Levin.
"Bisakah kau tenang sedikit hmmm.. "
Keyra hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum simpul.
"Kak...pekerjaanku bagaimana. "
Belum mendapat jawaban dari Levin ... Keyra melihat kebelakangnya yang ternyata Dady Jon dan Toni mengikutinya dari belakang.
Keyra mengencangkan pelukannya dileher Levin dan sedikit mencondongkan kepalanya kebelakang.
"Kak Toni..laptopnya jangan dimatikan sebelum unduhanku sukses ya Kak. "teriak Keyra pada Toni sekretaris Levin yang sedang memegang sebuah laptop yang masih dalam posisi terbuka.
"Baik Nona.. "
"Kau bisa berjanji padaku kan..?" teriak Keyra lagi.
"Saya janji Non..saya tidak akan mematikan laptop ini ."ucap Toni
"Dad...Dady mau makan bersama kami.? "teriak Keyra pada Joni.
Tingkah gemas Keyra membuat Levin tersenyum tanpa sepengetahuannya.
"Tidak sayang... Dad akan makan siang bersama Momymu. Kalian bersenang senanglah. "ucap Joni dengan senyum
"Baiklah...sampaikan salamku pada Momy ya Dad. Tell her that I miss her. "
"Tentu sayang... She miss you too. "
"Levin...jaga putriku baik baik. "
"I will Dad... "teriak Levin.
--------------------
"Kak...ke atas saja yuk. Disana makanannya enak enak loh. "ajak Key pada Levin saat sudah sampai di sebuah mall.
"Ok.... "Levin menarik tubuh Keyra kemudian merengkuh pinggangnya erat.
Sepertinya sudah menjadi hal yang biasa kemanapun mereka pergi pasti akan menjadi sorotan banyak orang. Seperti saat ini tak jarang orang orang yang mereka lewati melihatnya dengan tatapan takjup.
Levin dan Keyra berhenti disebuah cafe. Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang.
"Kak.... "ucap Keyra disela sela makannya.
"Habiskan dulu makanmu sayang..."Levin langsung menyuapi Keyra saat dia ingin membuka mulutnya untuk berbicara.
Keyra mengerucutkan bibirnya merasa kesal pada suaminya itu namun dia tetap saja mengunyah makanan yang sudah masuk kedalam mulutnya. Levin..dia hanya tersenyum kecil dengan tingkah gemas istrinya.
"Kak..."
"Hmm.. "
"Aku sudah selesai. Boleh bicara.. ?"
"Hmm.. "
Degg... Levin langsung menaruh gelas minumnya keras hingga tubuh Keyra sedikit melonjak karena kaget.
Levin terdiam begitu saja dengan pandangan mata kosong dan tangan mengepal keras *** gelas yang dari tadi dia genggam menahan emosi.
Saat ini yang ada dalam pikirannya adalah potongan potongan kejadian masa lalu saat Keyra berurusan dengan Alex dimana dia harus dilarikan ke rumah sakit, saat dia terluka karena melawan penculik yang menculik Momynya dan yang paling menyakitkan hatinya saat traumanya kembali menyerang istrinya.
Entahlah apa yang dirasakan Levin sejak bertemu Keyra. Dia merasa Keyra tidak hanya seorang istri yang harus selalu disampingnya tapi dia sudah menjadi salah satu bagian organ tubuhnya.
Jika salah satu organ tubuhnya terluka maka dia pun akan merasakan sakit.
Keyra menatap sendu wajah suaminya. Dia pun tidak tahu kenapa setiap dirinya mengutarakan ingin bekerja pasti suaminya langsung terdiam.
"Kak.... "Keyra menyentuh lembut rahang Levin.
Levin tersontak kaget dari lamunannya.
"Kakak ke toilet sebentar. "ucap Levin dingin dan tanpa sengaja menepis tangan Keyra.
"Hhh... "Key menghela nafas panjang.
Sambil menunggu Levin kembali dari toilet Keyra menikmati minuman segarnya dengan memandang suasana mall yang cukup ramai. Namun ada yang mengganjal dari penglihatannya. Dari kejauhan satu meter dia melihat seorang anak laki laki yang berlari kecil mengejar bolanya.
Keyra tersenyum kecil melihat tingkah nya. Dia sangat tampan apalagi dia keturunan bule terlihat dari rambut dan warna kulit tubuhnya. Namun tiba tiba dia merasa aneh. Anak kecil itu berlari sendirian. Dimana orang tuanya atau pengasuhnya. Dia edarkan pandangannya mencari sosok orang tuanya namun tidak ditemukan olehnya.
Saat dia alihkan kembali pada anak kecil Keyra langsung terkejut melihatnya. Bola itu memang berhenti dikolong kursi panjang yang terletak dipinggiran kaca pembatas. Anak itu mencoba menaiki kursi itu. Dan itu sungguh sangat berbahaya mengingat ini adalah lantai 15.
Keyra berlari kencang saat anak itu sudah berdiri dikursi dan tampak dia sedang melihat kebawah. Namun belum sampai Keyra menuju tempat itu segerombolan anak remaja menyenggol kursi itu hingga oleng. Dan...
"Aaaghhh... "anak kecil itu berteriak keras karena tubuhnya keluar dari kaca pembatas.
"Tidaaakkk..... "teriak Keyra.
Keyra spontan langsung ikut melompati kaca pembatas menangkap anak itu. Dan Heeeppp....
Keyra berhasil menangkap anak itu dengan satu tangan dan tangan satunya mencengkeram erat pegangan besi pembatas itu.
"Aaaahhh.... "semua orang yang dekat dengan kejadian spontan berteriak kaget melihat adegan itu.
Keadaaan mall pun berubah seketika menjadi tegang. Banyak orang berkerumun dan mencoba membantu mereka.
"Mamy.... Dady.... I'm scared... Aaaa.."anak itu menangis kencang dipelukan Keyra. Kedua tangannya memeluk erat tubuh Keyra.
"Hey... Hey... Please don't cry. Hsst..i'm with you ok.. "Keyra mencoba menenangkan anak itu. Dengan nafas tersendat menahannya dengan satu tangannya.
Levin terkejut saat dia keluar dari toilet dan kembali ke tempatnya dia tidak menemukan Keyra.
"Sayang... "Levin memanggil istrinya dengan sangat keras.
"Keyra ... "
"Cepat panggil polisi atau pemadam kebakaran. Kita harus menyelamatkan mereka.. "perintah seseorang kepada petugas keamanan yang melewati Levin.
Deegg...
"Tunggu... "Levin menghentikan mereka. "Ada apa Pak.. ?" lanjutnya.
"Seorang gadis berusaha menyelamatkan seorang anak kecil yang akan jatuh."
"Apaa..? "tiba tiba jantung Levin berdetak dan nafas nya pun sesak seketika.
Tanpa bertanya tanya lagi Levin langsung berlari menuju tempat kejadian yang sudah dipenuhi oleh kerumunan orang.
"Semoga bukan dia. "gumamnya.
"Permisi.. Permisi... Permisi..."Levin berteriak meminta jalan untuknya.
Betapa terkejutnya Levin saat melihat kebawah dimana seorang gadis cantik bergelantungan dengan satu tangannya sedang menggendong anak kecil dengan satu tangannya yang lain.
"Tidak.... Tidak.... "Levin menggelengkan kepalanya
"Keeeyyyy.... Keyra... "teriak Levin memanggil wanita tercintanya.
Keyra mendengar seseorang memanggilnya lalu dia mendongakan kepalanya ke atas.
"Kak Levin...."Keyra hanya bisa bergumam dan tanpa sadar matanya berkaca.
Levin melihat mata indah istrinya berkaca. Dia tahu bahwa istrinya saat ini sedang ketakutan.
"Kak...bisa kau carikan tali untukku. Aku sudah tidak kuat Kak.. "
"Baiklah. Tunggu dan tenangkan dirimu... "tanpa aba aba Levin berlari mencari sebuah tali.
"Tolong.... Tolong selamatkan anakku dan gadis itu.!"teriak seseorang yang tidak lain adalah orang tua anak itu.
"Hey boy... What is your name.?"tanya Keyra pada anak itu yang masih saja menangis.
"Hey boy look at me.? "
Anak itu akhirnya menatap Keyra dengan penuh air mata.
"What is your name.? "
"Nick "
"Nick.. "anak itu menganggukan kepala.
"Ok Nick.. Listen to me. Can you move behind my back. But do not let go of your hand." Keyra menjelaskan sesuatu tapi anak itu menggelengkan kepala.
"I will not let you go. Trust me.. "ucap Keyra meyakinkan anak bule itu.
"Ok... "
Anak itu menganggukan kepalanya pelan.
Tak lama Levin datang kembali dengan membawa sebuah tali.
Levin dikejutkan kembali dengan adegan yang sangat menegangkan. Dimana anak itu sedang berusaha pindah posisi. Yang tadinya memeluk erat Keyra dari samping sekarang dia sedang perlahan merubah posisinya dibelakang punggung Keyra tanpa melepas kedua tangannya dileher Keyra. Dan Keyra pun tak sedikitpun melepas pegangan tangannya dari tubuh anak itu.
"Ok.. .good boy. Now... do not even let go of your grip. Understand.."Key memerintakan pada anak itu agar jangan sekalipun melepas genggamannya. Dan anak itu pun hanya menganggukan kepalanya.
"Keey.... raih tali itu. "teriak Levin dengan menguraikan tali tambang panjang. Key ingin melepas pelukan tangannya ditubuh anak itu agar bisa meraih talinya.
"Stay with me ok... "Keyra berusaha menenangkan anak itu.
"Don't leave me ... please..."pinta anak itu pada Keyra.
"Hey.... just hug me. Do not let go. Ok. "pinta Keyra lagi.
"Emm... "
Keyra berhasil membujuk Nick. Hingga akhirnya dia berhasil meraih tali itu dengan kedua tangannya.
Levin dan beberapa orang disana memegangi tali itu dan mulai menariknya.
Usaha penyelamatan mereka membuat seisi mall itu berubah menjadi hening. Saat sudah mendekati ujung pembatas semua orang mulai bernafas lega.
"Kak...angkat Nick dulu Kak... "
"Give me your hand boy... "pinta Levin pada Nick.
"No... No... "Nick menggelengkan kepala tidak ingin melepas pelukan dileher Keyra.
"Nick...c'mon boy. Give your hand.."giliran Dadynya Nick yang meminta pada Nick agar mengulurkan satu tangannya padanya.
"No Dad... I'm afraid she will leave me.. "isak Nick dengan mengeratkan pelukannya pada Keyra.
"Of course no Son...but we will lift you first..."
"No Dad. I won't leave her.. "isak bocah bule itu lagi.
Semua orang terharu mendengar ucapan anak laki laki itu. Dia sudah begitu sayang pada gadis yang baru dikenalnya.
Keyra sebenarnya sudah tidak punya tenaga lagi menopang berat badannya dan berat badan Nick yang masih dalam gendongannya. Keringat bercucuran dipelipisnya. Levin pun sudah tak tahan melihatnya.
"Kak...aku sudah tidak kuat lagi. Kumohon... "isak Keyra.
"Aaaaa...." tanpa aba aba Levin menarik tali itu dengan kekuatan penuh. Hingga mereka selamat.
Keyra jatuh lemas dengan Nick masih diatas punggungnya.
Nick diangkat oleh kedua orang tuanya dan mereka langsung memeluk erat anaknya itu.
Suasana haru terjadi kembali saat Levin mencoba membangunkan Keyra.
"Key...sayang bangunlah sayang.. "Levin menepuk lembut pipi Keyra yang tergeletak lemas dipangkuan Levin.
"Please honey...i'm sorry i'm late...."Levin terisak dan langsung menarik Keyra dalam pelukannya.
Levin menangis terisak dan semakin erat memeluk istrinya itu.
"Ka ak....ha us.."lirih Keyra.
"Apa...sebentar.. "Levin mendengar suara lirih Keyra dan hendak beranjak mengambil minuman namun tiba tiba.
"Ini...ambilah."seseorang memberikannya dengan sukarela.
"Terimakasih.. "ucap Levin. Kemudian membantu meminumkannya pada Keyra.
Keyra menatap Levin.
"Aku pikir aku tidak akan melihat Kakak lagi... "Keyra mengusap lembut mata Levin
Levin menatap balik Keyra. Dan tanpa aba aba Levin menghujani wajah Keyra dengan beribu ribu ciuman.
Keyra terkejut dan tersenyum.
"Maafkan Kakak ya karena bersikap egois... "Levin mengecup bibir Keyra.
"Dan jangan buat Kakak khawatir lagi.."kembali Levin mengecup bibir Keyra.
"Tidak boleh sedikitpun memikirkan hal itu lagi sayang.."
"Tidak boleh.... "kali ini Levin mengecup bibir Keyra dan sedikit melumatnya.
"Yeeee.... "suara beberapa pengunjung mall dan diikuti tepukan bahagia karena berakhir dengan selamat.
Levin menghentikan kecupannya pada Keyra karena terkejut mendengar kemeriahan dari orang orang sekelilingnya.
Levin menatap Keyra dan tersenyum bahagia kemudian mengecup keningnya.
"Kita pulang...?"ucap Levin.
Keyra menganggukan kepala dan merentangkan kedua tangannya dengan manja. Sudah hafal dengan tingkah gemas istrinya Levin mengangkat Keyra dan memangkunya brydal.
Keyra mengalungkan kedua tangannya pada leher Levin. Baru satu langkah Levin akan beranjak pergi seseorang mencegah mereka pergi dengan kedua tangannya direntangkan.
"I'm sorry..."suara anak kecil membuat Levin menghentikannya untuk pergi. Siapa lagi kalau bukan Nick.
"Kak....turunkan Key sebentar ya."
"No... "
"Kaaakkk... please. "Key membujuk Levin. Akhirnya Levin menurunkan Keyra namun tidak melepaskan pelukannya dipinggang Keyra.
"Hey Boy...are you ok..? "tanya Keyra dengan membungkuk mensejajarkan dengan tubuh Nick.
Tanpa aba aba Nick menerjang tubuh Keyra dan memeluknya erat. Untung saja dibelakang tubuh Keyra ada Levin sehingga tidak membuat mereka terjatuh.
"Thank you. "ucap Nick.
Keyra menguraikan pelukannya.
"You're welcome... "jawab Keyra dengan mengusap rambutnya.
"And sorry.."lanjut anak itu.