My Two Men Protector

My Two Men Protector
14.



"Tuan...saya ingin melaporkan tentang gadis itu." ucap seorang pria di depan meja kerjanya.


"Bagaimana..?" jawabnya.


"Dia bernama Keyra Putri Hijaya,putri dari Almarhum Putra Hijaya pengusaha terkenal yang meninggal karena kecelakaan. Dan usahanya sekarang diambil alih oleh kakaknya bernama Fero Putra Hijaya. Dia sangat menyayangi adiknya ini. Bahkan rela meninggalkan pekerjaannya hanya untuk menjaga adiknya.."


"Sejauh itukah cara dia menjaga seorang adik..?aku tahu bagaimana tanggung jawab seorang pebisnis." tanyanya pada pengawalnya."


"Yang saya dengar Keyra mengidap trauma yang dalam Tuan. Namun saya belum mengetahui penyebabnya Tuan. Saya akan cari tahu lebih lengkap lagi Tuan...permisi." ucap seseorang dengan meninggalkan ruangannya.


Namun sebelum dia beranjak.


"Tunggu..!"


"Bagaimana dengan orang yang bernama Levin.." dia bertanya penasaran pada pengawalnya.


"Pria itu kekasih dari Keyra Tuan..sepertinya belum lama dia menjalin kasih. Namun anda harus berhati hati dengannya Tuan.."


Alex mengeryitkan dahi mendengar penjelasan orang suruhannya.


"Nama lengkapnya Alfa Levin Ferdinand. Anda pasti sudah dengar Alfa Corp.? Dia lah pewaris tunggalnya Tuan. Sekarang bahkan sudah membuka cabang di Indonesia, sebentar lagi mungkin pembukaan perusahaannya."


Alex nampak terdiam dan memikirkan sesuatu.


" Tuan...Levin dikelilingi oleh banyak pengawal yang bahkan kita tidak bisa melihatnya. Jadi anda harus benar hati hati. Ditambah lagi karena sifatnya yang temperamental.."


"Ok...sebaiknya kamu pergi."


"Baik Tuan ... permisi." pamitnya dengan sedikit membungkukan badannya.


"Jadi ada dua pelindungmu.." ucap Alex pada dirinya sendiri dengan tersenyum sinis.


------


"Bunda..Key berangkat dulu ya.." teriak Key dengan menuruni tangga


Namun terhenti karena melihat diruang tamu ada dua sosok pria yang disayanginya masih tidur terlelap.


"Bunda..Kak Levin tidur disini..? " tanya Key heran pada Bundanya.


"Ya sayang..kamu lupa ya. Dari kemarin kan dia menemaninu. Dia lebih suka disini daripada diapartemennya. " ucap Bunda dengan tersenyum kecil.


"Sayang..makan dulu rotinya." perintah Bunda karena melihat anaknya tergesa gesa.


"Sebenarnya kamu mau kemana nak..ini baru jam 7 sayang."lanjut Bunda


"Rotinya aku bawa saja Bunda. Hari ini banyak urusan yang harus Key selesaikan dikafe. Habis itu baru kekampus. Tenang Bun..Key bisa jaga diri" ucap Keyra melihat raut wajah sang Bunda.


Key berlari kecil menuju Bundanya berpamitan dan menghampiri kedua pria yang sedang tidur lelap diruang tamu. Mereka tidur dikasur lantai yang cukup berantakan dengan dipenuhi kulit kacang dan berbagai macam bungkus snack kosong.


"Bunda..mereka habis main game..?" tanya Key.


"Eh hm.." jawab Bunda singkat


Keyra menggelengkan kepala.


"Kak..Key berangkat. Love you." bisik Key pada kakaknya yang masih tertidur menarik punggung tangannya dan mengecupnya.


Setelah itu Key menghampiri Levin.


"Kak Levin...Key berangkat. Love you too" bisik Key lalu mencium pelipis Levin.


Xixi..Keyra tersenyum kecil melihat dua pelindungnya tertidur lelap. Namun untuk sebentar saja dia ingin merasakan kebebasan selayaknya seorang gadis remaja pada umumnya.


Keyra pun berlalu pergi menuju tempat dimana motor kesayangannya diparkirkan. Ya..dengan rayuan maut Keyra pada kakaknya akhirnya motornya itu boleh dibawa kerumah.


Setelah bersiap siap Keyra menaiki motornya dan mendorongnya pelan.


"Bunda...jangan bangunin mereka ya. Biar mereka bangun sendiri..hehe." tawa Keyra pada Bundanya.


Bunda seakan tahu maksud Keyra hanya menganggukan kepala dan tersenyum manis.


"Kamu hati hati ya sayang "ucap Bunda


Karena Keyra sudah memakai helmnya dia hanya bisa menunjukan jari jempolnya dan memberi hormat.


Key melajukan motornya cepat namun sangat lihai untuk ukuran motor ninja bagi perempuan.


Setibanya dikafe Keyra langsung menuju ruang pribadinya setelah bertegur sapa dengan karyawannya.


Beberapa hari ini kondisi kafenya memang sangat ramai. Dan Keyra pun saat ini sedang fokus dengan persiapan pesta dikampusnya.


Akhirnya dia harus mengatur jadwal nya sendiri untuk bisa fokus dengan kafe dan kuliahnya.


Dia menatap layar laptopnya tanpa mempedulikan sekitar hingga tidak mengenal waktu.


"Permisi Non..mau saya bawakan minuman.?" pak Anton menghampiri ruang kantor Keyra yang tidak dikunci pintunya.


"Boleh...bawakan saja susu moca kotak Paman." jawab Keyra singkat. "Dua ya Paman.." lanjutnya.


Pak Anton hanya tersenyum kebiasaan tuan putri nya ternyata tidak berubah ..dua susu moca kotak praktis biar tidak merepotkan orang lain.


"Baik Non..segera saya antar." jawab Pak Anton


"Terimakasih ya Paman...." jawab Keyra dengan tersenyum.


Beberapa menit kemudian.


"Non..ini pesanannya.


Keyra langsung menerima susu kotak moca dari Pak Anton. Mengocok dan mengambil sedotannya dan langsung meminumnya.


"Terimakasih Paman..." ucap Keyra setelah menghabiskan satu susu kotak rasa moca. Dan dibalas dengan senyuman Anton.


"Non..apa hari ini tidak kekampus.?"


" Sebentar lagi Paman..lagi nanggung nih."jawab Keyra dengan melirik jam tangannya.


Pak Anton hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Setelah nya dia keluar ruangan menuju lantai bawah.


"Selesaai..." pekik Keyra.


Keyra langsung membereskan meja kantornya. Dan berkemas.


"Paman.." Keyra memanggil Pak Anton setelah sampai dilantai bawah kafenya.


"Ya Non.."


"Key mau lihat tanah kosong yang ada di Jalan Kemang ya Paman." jelas Keyra.


"Non sendirian.."


"Ya Paman ....setelah dari sana Key pergi kekampus.."


" Baik Non..Non tidak makan dulu."tanya Pak Anton.


"Belum lapar .. .Ya sudah Paman Key berangkat. Assalamualaikum." pamit Keyra pada Pak Anton.


"Hati hati Non..." pekiknya karena melihat Keyra terburu buru


***


"Bunda....mana Keyra.?" pekik Levin saat terbangun dari tidurnya dan langsung menuju kamarnya Keyra namun tidak menemukannya disana.


"Dia pergi pagi pagi sekali..katanya mau ke kafe setelah itu pergi kekampus." jawab Bunda dengan santai.


Levin terkejut saat terbangun tadi pukul 10 siang dan tersadar ada sesuatu yang dilewatkannya yang membuatnya resah dan khawatir.


"Bunda..Levin pergi ya.." ucap Levin dengan tergesa gesa dia langsung mengambil kunci mobil yang berada dimeja tv.


"Nak..kamu tidak mandi dulu..paling tidak sarapan dulu nak Levin." jawab Bundanya terkejut.


"Maaf Bunda...nanti saja.." Levin langsung pergi berpamitan dan segera pergi.


"Mau kemana sebenarnya dia..tadi malam bilangnya hari ini libur."gumam Bunda.


Hanya Fero yang masih tertidur.


"Fero sayang...bangun nak sudah siang, pergilah mandi setelah itu makan. Ayoo bangun.." Bunda menepuk nepuk lengan Fero membangunkannya.


"Hmm..." ucap Fero dengan suara seraknya.


"Key mana Bun..." lanjutnya namun dengan mata masih terpejam.


"Adikmu itu sudah pergi pagi pagi sekali. Dia mau kekafe setelahnya baru pergi ke kampus." ucap Bundanya santai.


"Appaaa..?" teriak Fero terkejut dan langsung terbangun menjadi posisi duduk.


"Kenapa Bunda tidak bangunin Fero? Dia berangkat pake apa? Sudah sarapan belum Bun? Oh ya..dimana Levin.?" tanya Fero beruntun dan terkejut melihat disampingnya sudah tidak ada sahabatnya itu.


Bunda hanya menggelengkan kepala.


"Bunda mau jawab yang mana dulu..?


"Keyra naik motor, dia tadi tergesa gesa jadi tidak sempat sarapan hanya membawa roti buat bekalnya nanti. Bunda tidak boleh membangunkanmu. Dan Nak Levin dia baru saja pergi setelah mendengar Keyra tidak ada dirumah." jelas Bunda tanpa jeda.


"Maaf Bunda..Fero hanya.."


" Bunda tahu sayang tapi biar Keyra melakukan kegiatannya sendiri. Percayalah...dia pasti bisa."


Fero tersenyum dan menganggukan kepalanya. Lalu dia mengambil ponsel yang berada dimeja tv.


"Loe dimana.?" tanya Fero langsung setelah merasa panggilannya diangkat.


"Gue mau ketemu sama cewe gue." jawab nya singkat.


"Emang loe tahu sekarang dimana.?" tanya Fero


"Dia sudah pergi kekampus, tadi gue ke kafe tapi katanya dia baru saja pergi.."


"Ya sudah..ati ati loe.."


"Baik Kakak Ipaarr.." jawab Levin


"Anjir loe..loe belum sah."teriak Fero


Diseberang sana Levin nampak tersenyum geli.


Setelah sampai diparkiran kampus Keyra dia langsung tersenyum kecil melihat motor ninja merah sudah berada didepan mobilnya yang menandakan gadisnya sudah ada dikampusnya.


Levin seperti orang yang dikejar kejar penjahat, dia berlari kecil menyusuri lorong lorong kampus tidak mempedulikan tatapan orang dengan penampilannya.


Meskipun hanya dengan celana panjang dan kemeja putih yang berantakan kancing teratasnya pun terbuka Levin tetaplah seorang Levin yang dikagumi kaum hawa. Bahkan dengan muka khas bangun tidur pun dia tetap tampan.


Levin mengambil ponsel dari dalam sakunya. Dan mencoba menghubungi Keyra. Mendengar panggilannya diangkat  Levin tersenyum.


" Dimana..?"tanya Levin langsung tanpa aba aba.


"Kak Levin...Key ada dikelas. Sebentar lagi kelas Key dimulai .. Ada apa Kak." jawab Keyra santai.


"Dimana kelasmu.." tanya Levin kembali.


"Kelas Key ada didekat perpustakaan Kak..memang ada apa Kak...Kakak lagi olahraga ya..kok nafasnya begitu..." tanya Keyra


"Kak...Kak Levin...kakak tidak apa apa kan..?" lanjut nya dengan penuh kekhawatiran karena panggilan nya diputus sepihak oleh Levin.


Braak..


Semua penghuni kelas langsung menoleh ke pusat suara dimana seorang pria tampan membuka pintu dengan keras.


"Kak Levin..." ucap Keyra tersentak.


Dengan nafas tersengal sengal Levin mencari sosok gadis yang sangat dirindukannya. Dari ujung depan hingga ujung belakang disusurinya terus tanpa berkedip. Dan sungguh lega hatinya gadis nya itu sudah ditemukan sedang menatapnya.


"Akhirnya.." ucap Levin lirih dengan bernafas lega


Levin langsung menuju kedalam kelas dan segera melangkah kedepan meja dimana Keyra sedang duduk.


Levin dan Keyra hanya saling menatap. Keyra bingung kenapa dia sekarang ada dihadapannya. Keyra berdiri dari kursinya.


"Kak Le vin.." ucap Keyra terbata karena suara jantungnya sedari tadi tidak berhenti berdegup kencang.


Keyra mencoba menormalkan detak jantungnya namun tidak berhasil karena dengan sigap Levin langsung menarik lengannya dan mendekapnya erat.


Keyra ternganga..Levin semakin memeluknya erat.


"Oh God..i miss you so much" ucap Levin lirih disela pelukannya.


Keyra tersentuh dengan perlakuan Levin selama ini. Namun dengan sikapnya yang ini membuatnya yakin bahwa tidak ada yang harus disembunyikannya lagi. Keyra membalas pelukan Levin.


Merasa pelukannya dibalas Levin semakin memperdalam dan mencengkeram erat pelukannya.


"Huit wiw...


" Dunia berasa milik berdua yang lain ngontrak..


"Gini ya nasib jones...sakiitt..


"Meleleh hati abang de...


Suara suara penghuni kelas tidak didengarkan Levin. Dia malah mengurai pelukannya dan mengecup kening Keyra lama, kedua mata,hidung, kedua pipi, dagu dan terakhir dia mengecup bibir Keyra sekilas.


" Kak...bukannya kita tiap hari ketemu ya.."tanya Keyra heran dengan tingkah Levin seakan sudah berapa tahun tidak bertemu.


"Ada apa ini...kenapa ribut sekali." teriak seorang dosen memasuki kelas.


Levin dan Keyra terkejut segera melepas pelukannya. Namun tidak dengan Levin..dia berpindah menggenggam tangan Keyra erat.


"Maaf Pak..saya Levin, saya mau mengajak calon istri saya keluar. Mohon ijinnya. " ucap Levin sopan namun tetap dingin.


Keyra tersentak dengan kata kata Levin yang terakhir.


"Calon istri..?" batin Keyra.


Dosen itu tampak terkejut dengan tingkah pria yang ada didepannya dengan beraninya blak blakan bicara kepada seorang dosen.


"Baiklah..ta..."penjelasan dosen terputus oleh Levin.


" Terimakasih Pak.."ucap Levin tanpa mendengar penjelasan dari sang dosen.


"Tapi Kak.." ucap Keyra.


"Ayo sayang kemasi bukumu.."perintah Levin tanpa mendengar persetujuan dari Keyra.


Keyra mengemasi buku dan memasukannya kedalam tas. Setelah selesai tas itu dibawa oleh Levin.


" Kak..biar aku saja yang bawa."ucap Keyra.


"Biar Kakak saja.." jawab Levin singkat.


Lalu segera menarik tangan Keyra dan menggengamnya. Dan mereka pun beranjak meninggalkan kelas.


"Kak..kita mau kemana. Terus motorku gimana." tanya Keyra saat mereka sampai didalam mobil Levin.


Levin memasang sealtbeatnya Keyra.


"Kita ke apartemen Kakak dulu, baru setelah itu Kakak mau mengajakmu kesuatu tempat." jelas Levin


"Apartemen.." batin Keyra.


Dia terdiam dan tampak gugup. Melihat gadisnya terdiam Levin menyadari sesuatu. Dan tersenyum geli


"Tenang sayang...Kakak tidak akan macam macam.." ucap Levin dengan mengacak rambut Keyra.