
"Aku tunjukan sesuatu.. "
"Ini aksesku...ini ip ku... Kakak tahu kan.?"..ucap Keyra dengan menunjuk sebuah nomer id.
"Lihatlah saat aku ingin melihat cctv kedalam ruangan mu... "ucap Keyra dengan menekan tombol keyboard. Dan semua terpana melihat ketrampilan Keyra masuk akses komputer lain dengan sangat mudahnya.
Enter... saat tombol itu ditekan.. Bangg...
Layar laptop Keyra hilang dan langsung dipenuhi titik titik hitam seperti ribuan semut.
"Whaat... "teriak para pria bersamaan.
"Heeeyy...kalian bisakah dikecilkan volumenya... "geram Keyra karena suara Levin Fero Rey Kev dan Maxy berteriak disamping telinga kanan dan kiri Keyra.
Jon dan para uncle terdiam.
"Maaf sayang... "ucap Levin dengan mengelus kepala Keyra lembut.
"Sebaiknya matikan laptopmu nanti bisa menyebar kesemua datamu.. "uar Levin selanjutnya.
"Tidak apa apa...semua dataku sudah aku lindungi dengan antivirusku..."ucap Keyra santai sambil kembali menghadap layar laptop dan mulai kembali memainkan jari jemarinya diatas keyboard.
"Apa..!!"teriak Maxy.
Keyra menatap Max emosi.
"Maaf ...maaf Kak...aku hanya shock..kau bisa membuat antivirus sendiri... "ucap Maxy membuat semua orang saling menatap. Benar apa yang dikatakan Maxy.
"Max...aku lapar. Suapi aku makan.."ucap Keyra pada Maxy tidak memperdulikan pertanyaan darinya.
"Ok... Ok... Kak. Sebentar... "Max langsung berlari keluar ruangan sambil berteriak.
"Mooommm....siapkan makanan buat Kak Key. Max mau suapin Kakak...Yiihaaa.. "teriak Max senang.
Levin hendak bersuara namun Keyra dengan cepat menyelanya.
"Aku ingin Maxy yang melakukannya.."ucap Keyra tegas.
"Atau Kakak ingin lihat aku dan the baby's kelaparan..? "ucap Keyra kembali dengan menyipikan matanya sinis pada Levin yang hendak bersuara lagi.
Telak sudah...Levin tidak bisa melakukan apa apa lagi jika sudah berhubungan dengan si kembar.
"Kak...jam berapa kantor mulai beraktivitas..? "kembali Keyra bersuara dengan nada serius.
"Jam delapan..."
"Sekarang pukul 06.45...apakah sampai dalam waktu sesingkat itu. "ucap Keyra pada diri sendiri sambil melirik jam di layar laptopnya.
"Memang kenapa Nak...? "tanya Jon.
"Dad...ada seseorang yang berniat menghancurkan data perusahaan. "
Semua orang terdiam memandang Keyra.
"Mereka melakukannya melalui jaringan komputer. Mereka punya virus komputer yang mematikan. Bahkan dengan virus itu mereka bisa memanipulasi seluruh data yang ada. Virus itu awalnya membuat data berantakan lalu merubah datanya. Dan lambat laun akan menghilang namun dengan nama yang disamarkan. Mungkin kalian bisa melihat data itu tapi sebenarnya data itu sudah hilang atau mungkin dicuri. "jelas Keyra.
"Tapi untung saja mereka tidak bisa menembus data server. Atau bahkan mungkin belum menembus data server.. "
"Apa maksudmu sayang...server sudah aku kunci dengan pasword berlapis dan itu hanya aku yang tahu.. "ucap Levin.
"Dengan dikunci sampai 10 lapis tidak menutup kemungkinan untuk tidak bisa dibuka Kak... "
"Bagaimana kau tahu kalau aku melapisinya sampai 10 lapis..?" Levin terheran.
"Mereka bukan hackers biasa Kak...bahkan tidak ada dari kita yang menyadari bahwa mereka sebenarnya sudah masuk ke aksesmu sudah lama. Mereka sedang mencoba membuka kunci password server Kak... Lihat.. "
Jemari Keyra mulai beraksi dan beberapa saat kemudian bintik bintik ribuan semut di layar laptopnya hilang. Dan kemudian beberapa rumus Keyra ketik hingga muncul akses server perusahaan Levin.
"Waahh. Mereka benar benar jahat. Server mu sudah terbuka sampai 5 lapis Kak... "
"Apa..!! "ucap Levin dan Jon bersamaan.
"Lalu apa yang harus kita lakukan Nak..?"tanya Jon selanjutnya.
"Dad...aku akan mencoba menerobos masuk akses mereka. Namun butuh waktu lama. Sepertinya tidak mungkin sampai jam 8. "
"Dad akan meliburkan semua pekerjaan yang berhubungan langsung dengan jaringan komputer.."ucap Jon tegas lalu mengambil ponsel dalam sakunya dan menghubungi seseorang.
"Uncle Jery dan Uncle Carl...aku butuh bantuan kalian.. "ucap Key pada unclenya.
"Tentu sayang....katakan.?"jawab Jery singkat.
"Bisa bantu aku membuat antivirus yang sama dengan antivirus yang dipakai di komputer kalian..? "
"Apaa..? "Jery dan Carl terheran. Bagaimana Keyra mengetahui....
"Unc...jangan terkejut seperti itu. Waktu itu Key pinjam komputer di ruang kerja kalian untuk menghubungi temanku di Indonesia kan..? Apa uncle lupa..? "ucap Keyra sambil terkekeh geli.
"Oh ya benar...sepertinya kami lupa. Tapi itu butuh waktu lama Key.. "ucap Carl.
"Tak masalah...dua jam cukup..? "
"Lebih dari cukup. Baiklah kami segera laksanakan.. "Jery dan Carl beranjak menuju ruang kerja mereka.
"Kaaak Key...kemari. Makanan sudah siap. Sini aku suapin.... Aaaa... "Max datang tiba tiba sambil menggeser posisi Fero yang dari tadi disamping kiri Keyra. Sedang disamping kanannya Levin sudah mulai geram.
Keyra menerima suapan pertama dari Max.
"Apa kalian akan diam saja..? "tanya Keyra pada Levin dan Fero.
"Tidak...."ucap Levin dan Fero bersamaan.
"Lalu... "tanya Keyra yang sudah mulai jengah. Bagaimana tidak... Posisinya saat ini seperti sedang ditatap sinis oleh beberapa pria tampan dengan duduk melingkar dan dirinya berada ditengah tengahnya.
Tak memperdulikan mereka. Keyra mulai melemaskan jari jarinya dengan mulut masih mengunyah makanan.
"It's show time...."gumam Keyra.
Dengan kelihaiannya Keyra mulai beraksi mengetik sesuatu dalam layar laptopnya. Sesekali dia mengerutkan keningnya.
Sesekali dia menerima suapan dari Max.
Max pun menatap Keyra dengan penuh kekaguman.
"Beruntung sekali Kak Levin mendapat wanita cantik seperti Kak Keyra. Kudoakan semoga kalian bahagia Kak... "
"Apa mau tambah lagi makannya Kak..? "
Keyra menjawab dengan gelengan kepalanya.
"Max....bisa bantu aku minum..? "
"Tentu Kak.. "Max membantu Keyra dengan memegang gelasnya.
"Terimakasih Max... "
"Anything for you Kak... apa ada lagi yang bisa aku bantu..? "
"Bisa ambilkan kacamata ku di meja kerjaku didepan..? "
"Siap.. "Max langsung berlari keluar ruangan dan mengambil kacamata milik Keyra.
Max kembali kedalam dan membantu memasang kacamata pada Keyra.
"Terimakasih Max.... "ucap Keyra dengan senyumnya.
Max tidak menjawab dia malah mengecup puncak kepala Keyra lembut.
"Hentikan jika kau lelah Kak....jangan dipaksakan. Biar kami yang mengurusnya... "ucap Maxy dengan nada serius.
"Baiklah... "jawab Keyra tulus. Ada perbedaaan saat Maxy mengatakan itu. Biasanya dialah yang paling cuek tentang urusan bisnis.
Setelah mengucapkan itu Max hendak keluar ruangan.
"Kak...aku keluar sebentar. Apa tidak apa apa jika sendirian..?Tapi pintunya tetap terbuka. .."
"Tidak apa apa Max...pergilah. Bukankah kalian harus pergi kuliah. Maaf jika terlambat gara gara menyuapiku... "ucap Keyra dengan kedua tangan masih menari nari di atas keyboard.
"Kami tidak akan pergi kuliah Kak. Kami akan menemanimu. .."
"Apa maksudmu Max... "
"Barusan uncle Jon mendapat kabar bahwa keadaan perusaaan dalam keadaan genting. Ada beberapa perusahaan cabang jaringan komputernya rusak berantakan. Jadi Dady Jon dan Kak Fero pergi berpencar mengecek kantor cabang dan Kak Levin...dia sedang mengadakan rapat dengan beberapa klien di ruang kerja depan milik uncle Jon. Jadi kami memutuskan untuk menemanimu. "
"Oh Tuhan aku lupa server ini adalah server pusat. Pasti lapisan yang telah berhasil dibuka berhubungan dengan kantor cabang. "
"Kakak tenang saja...jangan terlalu dipikir. Lakukan saja sebisa yang kau bisa Kak. Sisanya biar kami yang melakukannya. Ingat Kak....kau sedang hamil .. "Max meredam emosi karena masalah ini telah menganggu pikiran Kakak tersayangnya.
Keyra hanya menganggukan kepalanya.
Maxy mengecup puncak kepala Keyra lalu segera pergi keluar ruangan.
Rahang Maxy mengeras dan tangannya dikepal kuat.. dia berjalan cepat menuju ruang kerja Jon dimana Levin dan yang lainnya sedang rapat. Dan itu terlihat oleh Kevin dan Rey.
"Max mau kemana...? "tanya Kevin.
"Max...Kak Key sendirian...? "tanya Rey
Max menghiraukan pertanyaan Kevin dan Rey. Dan mereka berpikir pasti terjadi sesuatu pada Max.
Kevin dan Rey mengikuti Max dari belakang.
"Sandyy...temani Kak Key... "teriak Rey pada Sandy yang tidak melihat sosoknya.
Teriakan Rey terdengar keras oleh Sandy di kamarnya
"Ya Kaaakk...."balas Sandy dengan teriakan juga.
Braakk..
Max tiba tiba membuka pintu ruang kerja Jon keras. Levin dan beberapa orang kepercayaannya serta Jerry dan Carl yang terpaksa mengikuti rapat menghentikan sementara tugas dari Keyra ikut terkejut karena melihat Maxy dengan wajah yang garang.
"Ada apa Max... "tanya Jerry dengan beranjak dari tempat duduknya.
"Maaf Dad...tiba tiba saja Max seperti ini. Aku akan bawa Max keluar... "Rey merangkul tubuh Maxy hendak membawanya keluar namun segera ditepis keras oleh Max.
Dan itu membuat mereka yang melihat kejadian itu terkejut. Pasalnya baru pernah mereka melihat emosi Max dengan sangat mengerikan.
"Kalian pergilah dulu...."ucap Levin dingin pada beberapa orang yang menghadiri rapat darurat di rumahnya ini.
"Baik Tuan. "ucap mereka bersamaan dan langsung segera pergi.
"Apa sampai detik ini belum ada solusinya.. "ucap Maxy tiba tiba.
"Apa maksudmu Nak... "tanya Jerry.
"Masalah ini...apa sampai detik ini belum ada solusinya..?"ulang Maxy
"Aku tahu ..aku tidak bisa melakukan apa apa. Tapi bukankah kalian punya detektif handal dan programer sangat ahli juga. Kenapa harus melibatkan Kakakku. "ucap Maxy penuh amarah.
"Dia sedang hamil Dad. Dan besok adalah acara resepsi pernikahannya. Bahkan seharusnya dia beristirahat untuk acaranya besok tapi apa yang dia lakukan saat ini..? Bukan hanya otaknya yang bekerja bahkan kedua tangannya tidak bisa sedetikpun jauh dari benda sialan itu.. "
"Kak...maafkan aku. Tapi aku tidak bisa melihat raut wajah lelah Kak Key. Sejak kau pergi ke kantor kemarin Kakakku menghabiskan harinya didepan laptop. Dia bilang dia merindukanmu. Aku tak tahu maksudnya...tapi yang aku lihat berjam jam dia tidak melihat wajahmu dia malah sedang mengerjakan sesuatu. Aku tak berani bertanya karena takut mengganggunya. Tapi sekarang aku tahu...dia sedang membuat antivirus komputer. "
Levin terkejut mendengar penuturan Maxy.
"Dan aku sangat bersyukur karena Bunda datang dan itu bisa menghentikan kegiatannya. "ucap Maxy selanjutnya.
"Kak.... Dad... perintah aku...suruh aku...apapun pasti akan kulakukan Kak.. Dad....aku akan bantu kalian..aku akan bantu Kakakku Keyra.."ucap Maxy lirih dengan mata berkaca.
Rey dan Kevin tercengang mendengarnya.
"Maxy benar Dad... perintahkan kami. Apa yang harus kami lakukan. Kami pasti akan melakukannya.. "ucap Rey..
"Ya Dad...apa yang harus kami lakukan. Kami akan lakukan apapun untuk Kak Key. "lanjut Kevin
Levin Jerry dan Carl...sangat terharu dengan cara pemikiran mereka.
"Maafkan Kakak karena tidak berpikiran panjang sepertimu Max. Tapi aku juga bersyukur karena ada kalian disamping istriku. Baiklah....aku akan beri perintah pada kalian.. "ucap Levin.
Namun sebelum Levin memberi satu perintah seseorang berteriak membuat jantung mereka berhenti.
"Kaaakkk....tolong... Kak Keyra berdarah."
Deg
Deg
Deg