
Sebenarnya tadi Alex ada dikantormu Kak.
"Apaaa.... "Levin terkejut menahan emosi.
Keyra tahu Levin saat ini sedang menahan emosi. Terbukti dengan mengeras rahangnya.
Keyra mencoba mengontrol emosinya.
"Kak... aku tidak apa apa, kumohon jangan seperti ini. Bukankah Kakak pernah bilang padaku jika aku takut maka harus mencarimu."
"Aku lakukan itu kan Kak. Waktu itu telpon dikantormu berbunyi dan aku tahu itu panggilan interkom karena nomer 8 nya menyala Kak.."
"Tadinya aku tidak mau angkat tapi berdering terus tanpa henti. Jadi akhirnya Key angkat. Dan suara itu...."
Key mulai meneteskan air mata namun tanpa isakan. Tidak mampu melanjutkan ceritanya...
Levin segera memeluknya erat yang masih dalam pangkuannya. Keyra pun membalas pelukan Levin kencang dengan *** baju belakang Levin.
"Dia bilang... Dia rindu suaraku... Dia sangat menginginkanku... "lanjut Keyra dengan terisak. Bahkan air matanya sudah membasahi baju dibahu Levin.
"Aku sangat takut Kak. Aku langsung menutup telponnya dan mulai mencarimu.."tubuh Keyra bergetar hebat sudah tak mampu lagi bercerita.
Dibalik tubuh Keyra, Levin geram menahan emosi. Dia peluk erat gadisnya. Jika Keyra tidak dipangkuannya dan memeluknya erat saat ini juga dia akan pergi ke kantornya dan mulai mencari pelakunya.
Bagaimana bisa seorang penjahat masuk kedalam perusahaannya tanpa pemeriksaan terlebih dahulu. Dan mengganggu gadisnya.
"Tak kan kubiarkan ini terjadi lagi padamu"batin Levin.
Keyra melepas pelukannya lalu menatap Levin.
"Kak...jika sesuatu terjadi padaku berjanjilah padaku. Jangan pernah tinggalkan aku karena sesakit apapun itu aku akan selalu mencarimu.."ucap Key dengan air mata yang terus menetes.
Levin menangkup kedua pipi Keyra.
"Kumohon sayang ...jangan bicara seperti itu. Hatiku sangat sakit mendengarnya.."tak terasa air mata Levin menetes.
"Apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu. "ucap Levin tegas.
Keyra menyentuh mata Levin dan menghapus air matanya.
"Maaf untuk ini...Maaf Kak... "Keyra merasa bersalah dengan ucapannya pada Levin. Namun entah kenapa perasaannya saat ini sedang tidak enak seperti akan terjadi sesuatu dengannya.
"Jangan pernah mengatakan seperti itu lagi sayang. Berjanjilah padaku.."perintah Levin.
"Hmmm. aku janji. Aku sangat mencintaimu Kak.. "Keyra menatap lembut Levin meskipun dengan mata sembab menyatakan cintanya untuk yang kedua kalinya.
Levin terdiam terpaku menahan denyut jantungnya. Dia benar benar mendengarnya sekarang.
"One more...."
"I love you my prince..."
"I love you so much, so please don't leave me... "ucap Keyra.
"I love you too my princess. So much... And I promise .. I will never leave you until death separates us...."Levin menarik Keyra dan menciumnya lembut. Mencurahkan rasa sayang mereka.
Lama sudah Keyra dalam pelukan Levin. Dia tidak diijinkan pergi dari pangkuannya sedetik pun. Sampai dia pun tertidur.
Levin mengangkat tubuh Keyra kedalam kamarnya. Membaringkan dan menyelimutinya. Dikecup kening dan kedua mata sembabnya. Sungguh melihat gadisnya saat ini dia ingin sekali membawanya pergi jauh hingga tak ada satu orang pun yang akan mengganggunya.
Sepintas Levin menjadi teringat orang yang telah mengganggu gadisnya. Levin pergi keluar kamar dan mengambil ponselnya. Dia langsung menghubungi beberapa orang kepercayaannya.
"Cek semua rekaman cctv dikantor hari ini lalu segera kirimkan ke emailku. Sekarang juga.. "perintah Levin tegas pada seseorang dibalik telponnya.
"Baik Tuan... "jawab seseorang patuh.
Levin langsung menutup ponselnya. Lalu menghubungi seseorang kembali.
"Perintahkan orang orangmu untuk berjaga di rumah Keyra. Utus salah satu dari mereka..selidiki dikampus Keyra yang bernama Alex. Segera beri kabar padaku."
"Tambahkan lagi pengawal disekitar apartemenku...Laksanakan sekarang..." perintah Levin kembali pada seseorang dengan tegas.
"Baik Tuan..."
Levin menutup kembali ponsel nya. Dan kembali menghubungi seseorang.
"Fer...kerjaan kantor loe sudah selesai...? "tanya Levin pada Fero.
"Ini barusan selesai..."
"Kalau begitu datanglah ke apartemenku.. "ucap Levin dingin.
"Ok... Sekarang gue kesana.. "jawab Fero.
Ting tong....
"Masuk Fer... "ajak Levin.
"Keyra disini..?
"Ya..dia tidur dikamar gue. "
"Apaa....?"teriak Fero
"Tenang aja... Gue ga macam macam kok..."jawab Levin santai.
Fero segera melangkah kekamar Levin untuk melihat Keyra.
"Fer... Gue mau cepat cepat nikah sama Keyra. "ucap Levin serius dengan bersandar dipintu kamarnya.
"Lev....apa dia habis nangis..?"Fero tidak menjawab pertanyaannya Levin.
"Ya... Maka dari itu loe gue panggil kesini."
"Alex datang kekantor gue... "ucap Levin.
"Apaa... "teriak Fero.
Levin mengajak Fero ke ruang tengah apartemennya. Dia membuka laptop dan membuka emailnya. Levin pun menceritakan kejadian tadi siang yang Keyra alami.
Mereka berdua memeriksa rekaman cctv yang baru masuk diemailnya. Dan benar telah ditemukan bahwa Alex memang telah masuk ke kantornya dengan menyamar sebagai pegawai kantin.
Saat mereka sedang fokus fokusnya meneliti emailnya. Tiba tiba dikejutkan oleh bayangan Keyra yang tiba tiba berdiri.
"Kak Leviinn... "lirih Keyra dengan suara serak dan mata sayu nya mendekati Levin yang sedang duduk dengan Fero disofa panjang.
"Keeeyyy... "ucap Levin dan Fero bersamaan.
Keyra terus mendekati Levin dan langsung memeluknya.
"Kaaakk... aku mimpi buruk, dia terus mengejarku.. "isak Key namun kembali tertidur dalam pelukan Levin
Levin mengusap punggung Keyra lembut.
"Hssst... tenang ya sayang. Kakak disini.. "ucap Levin dengan masih mengusap punggungnya.
Setelah merasa Keyra tenang dan kembali tidur Levin membetulkan tidurnya.
Dia angkat tubuh Keyra dan meluruskan kakinya disofa panjang. Kepalanya ditumpukan dipahanya. Keyra yang merasa terusik tidurnya menggeliat dan membalikan badannya mengadap perut Levin. Tangannya dia lingkarkan dipinggang Levin. Dan kembali tertidur lelap.
"Fer ambilin selimut dong di kamar gue. "perintah Levin.
Fero seketika mematuhi perintah Levin, dia berlari kekamar Levin dan mengambil selimutnya.
Setelah kembali dari kamar Levin, Fero langsung menyelimuti Keyra.
"Lev...gue takut trauma Keyra kembali lagi.. "suara Fero gemetar.
Levin mendongak seketika.
"Gue lebih takut."
"Gue udah perintahin orang orang gue buat jagain rumah loe, gue juga udah suruh orang buat nyelidiki orang itu. Gue udah perbanyak pengawal disekitar apartemen gue."
"Sory Fer..kalau gue terlalu mengatur Keyra. Sejak bertemu dengan orang itu gue merasa Keyra berbeda dari biasanya. "jelas Levin
"It's ok..gue ngerti. Gue seneng malah loe perhatiin ade gue. Gue setuju kok loe nikahin Keyra. "ucap Fero to the point.
"Bener loe Fer... Loe ga bohong kan.. "ucap Levin
"Gue belum pernah liat Keyra bergantung pada orang lain selain gue dan Bunda. Tadi gue liat dengan mata gue sendiri. Dia hanya akan tenang saat dekat denganmu."
"Gue harap loe ga akan pernah nyakitin dia. Dia bagian dari kehidupan gue.. "ucap Fero.
"Gue ga akan pernah nyakitin dia. Dia bukan bagian dari kehidupan gue tapi dia kehidupan gue."ucap Levin dengan mengelus elus kepala Keyra.
-------------------------
"Tuan... Sepertinya dia sudah tahu Anda sedang mengintai kekasihnya. Dia sudah mengerahkan semua pengawalnya untuk berjaga jaga. Bagaimana selanjutnya Tuan... Apa yang harus kita lakukan... "tanya seseorang pada Tuannya. Siapa lagi kalau bukan Alex.
"Brengsxx... "Alex emosi dengan menggebrak meja.
"Kita lanjutkan rencana selanjutnya.."perintah Alex sinis.
"Baik Tuan.."
"Sudah cukup kesabaranku... Lihat saja kau Key... Aku akan mendapatkanmu..."batin Alex dengan *** tangannya sendiri.