
"Kak....lewat belakang saja. "
"Apa tidak apa apa San...? "tanya Keyra pada Sandy yang masih setia menuntunnya.
"Kak kalau kita lewat sana...para lelaki pasti akan melihatmu dan rencana kita akan gagal. Lagipula sebentar lagi acara hiburannya dimulai. Ayo Kak... "
Keyra hanya tersenyum mendengar penjelasan adik iparnya itu. Dia sangat antusias kalau berhubungan dengan dirinya dan pesta.
Sedangkan disisi lain...Levin Fero Miko dan Vano sedang berkumpul dengan teman teman kuliahnya dulu.
"Lev....dimana istrimu. Aku ingin lihat seberapa cantik wanita yang selama ini jadi pendampingmu.."seorang wanita cantik dan genit tiba tiba mendekati Levin hendak menyentuh bahunya. Namun belum sampai dia menyentuh Levin segera menepis kasar tangannya.
"Dengar...kau sudah tahu siapa aku. Jangan pernah sekalipun berniat menyentuhku. Aku menghargai kalian karena kalian teman kuliahku. Dan satu hal lagi...berbicaralah dengan sopan tentang istriku..."ucap Levin dengan marahnya. Rahang Levin mengeras menahan emosinya. Jika di hadapannya ini bukan wanita sudah dihajar habis wanita ular itu.
Sejak datangnya teman teman kuliah Levin yang memang kebanyakan dari mereka adalah wanita....Levin dan yang lainnya selalu dikerubuti oleh wanita wanita genit berpakaian sexy.
Jujur mereka sudah sangat risih. Tak sedikitpun mereka tidak menanggapinya. Mereka hanya mencoba menghargai tamu undangan.
Mereka...yaitu Levin Fero Miko dan Vano hanya berkumpul dengan teman pria lainnya membicarakan masalah bisnis. Namun selalu saja para wanita ikut mendampingi mereka.
"Levin benar Lisa...jaga bicaramu. Kau ini hanya tamu. Kau bisa saja kami tendang dari tempat ini jika kami menginginkannya.. "ucap Vano sinis tanpa melirik pada sosok centil didepannya itu
"Jika kau tidak tahu apa apa lebih baik diam dan nikmati acaranya. Jangan sok tahu... "timpal Miko ikut menyindirnya.
Fero yang sudah tahu siapa mereka hanya diam dan cuek. Dia sedang menanti. Menanti kedatangan Ratu dari acara ini...siapa lagi kalau bukan adik kesayangannya...Keyra.
Dia berani taruhan ketiga sahabatnya ini pasti akan segera berpaling dari tempat ini jika Ratunya sudah datang.
"Kenapa dia belum turun juga...? "ucap Fero sambil melirik jam tangan di tangan kirinya.
Levin menyadarinya.
"Kau benar...aku sudah tidak sabar.."Levin hendak beranjak namun sentuhan tangan menahannya dan malah membuatnya emosi kembali.
"Mau kemana Lev... "lagi lagi Lisa si wanita ular merayunya. Dan lagi lagi juga Levin menepisnya.
"Sepertinya kau ingin segera kuusir dari tempat ini..."ucap Levin dengan sangat sinis dan dingin.
Keributan ditempat Levin sangat berbanding terbalik dengan keadaan disebrang sana.
Disana Keyra tampak bahagia karena dikejutkan dengan kedatangan teman teman kuliahnya juga dari Indonesia. Mereka sengaja didatangkan khusus dihari kedua karena menurut Jon hari kedua ini lebih dikhusukan untuk para tamu muda. Ya...Jon lah yang membuat kejutan untuk sang putri kesayangannya.
Dan memang tempat dimana Keyra berada...para keluarga Ferdinand tentu saja sudah berkumpul disana. Apalagi ketiga saudara ipar yang dari tadi hanya menyeringai licik sambil melirik kearah sebrang sana.
"Apa mereka tidak sadar kalau Kakak Keyra sudah disini... "ucap Rey pada kedua saudaranya yang kompak bersidekap.
"Entahlah...dan itu bagus menurutku.."jawab Kevin santai
"Bagaimana mereka mau sadar jika selalu dikelilingi ular ular genit itu. Sebenarnya siapa mereka Kak... "tanya Maxy pada Rey dengan kesalnya.
"Mereka semua itu teman kuliahnya Kak Levin. Meskipun aku lihat Kak Levin dan yang lainnya tidak menanggapinya tapi tetap saja aku jijik melihat tingkah mereka.. "lirik Rey melihat ketempat Levin dan yang lainnya.
"Kau benar....untung saja bukan diantara mereka yang menjadi Kakak ipar kita..."timpal Kevin.
"Ck...jika itu terjadi mungkin aku tidak akan tinggal dirumah kita.. "jawab Maxy.
"Dan jika itu terjadi....maka Kak Keyra akan jadi milikku.. "jawaban Kevin membuat Rey dan Maxy sontak melihat Kevin bersamaan.
"Kau Benar... "teriak Maxy dan Rey kompak dan seketika mereka langsung tertawa bersama dan saling ber tos ria.
Acara sebenarnya akan segera dimulai. Tampak artis pria negro sudah siap tampil di atas panggung. Jon dan para uncle yang mempersiapkan semuanya.
Semenit kemudian suara dentuman musik mulai dimainkan membuat keributan ditempat Levin terdiam seketika.
"Acaranya dimulai.... Ayo kita kesana.."suara Lisa teman kuliah Levin cs masih dengan genitnya mengajak mereka.
"Pergilah sendiri...."jawab Vano sinis.
"Apa kita masih akan disini Lev...? "tanya Vano.
"Aku menunggu istriku...kalian kesanalah dulu... "
"Tidak...aku juga belum melihat Keyra. Nanti saja setelah aku melihatnya.."jawab Vano
Levin menatap garang Vano.
Akhirnya mereka memutuskan melihat artis itu dari jauh.
Saat nada lagu "eastside" terdengar dan lirik pertama mulai dinyanyikan oleh pria negro mereka langsung membalik arah duduk mereka agar bisa melihat panggung.
Uh
Yeah, yeah
When I was young, I fell in love
We used to hold hands, man, that was enough (yeah)
Then we grew up, started to touch
Used to kiss underneath the light on the
back of the bus (yeah)
Oh no, your daddy didn't like me much
And he didn't believe me when I said you were the one
Oh, every day she found a way out of the window to sneak out late
She used to meet me on the Eastside
In the city where the sun don't set
And every day you know that we ride
Through the backstreets of a blue Corvette
Baby, you know I just wanna leave tonight
We can go anywhere we want
Drive down to the coast, jump in the seat
Just take my hand and come with me, yeah
We can do anything if we put our minds to it
Take your whole life then you put a line through it
My love is yours if you're willing to take it
Give me your heart 'cause I ain't gonna break it
So come away, starting today
Start a new life, together in a different place
We know that love is how these ideas came to be
So baby, run away, away with me
"Ini lagu kesukaanku... "ujar Vano saat pria negro itu sudah mulai menyanyikan lirik lagu pertamanya.
"Ya..aku juga menyukainya...tapi kenapa sendirian...? "
Mereka pun menikmati lagu itu. Namun beberapa detik kemudian mereka dikejutkan dengan suara perempuan merdu yang sangat indah dan dua orang mengenalnya.
"Seventeen and we got a dream to have a family"
Seketika Levin dan Fero berlari secepat kilat menuju sebrang memastikan orang dengan suaranya itu. Dan tentu saja diikuti oleh Miko dan Vano.
Dan bingo...
Keyra menyanyikan lirik bagiannya sambil berjalan keatas panggung.
Betapa tercengangnya Levin. Ternyata benar suara itu suara istri yang dari tadi di tunggunya.
A house and everything in between
And then, oh, suddenly we turned twenty-three
Now we got pressure for taking our life more seriously
We got our dead-end jobs and got bills to pay
Have old friends and know our enemies
Now I, I'm thinking back to when I was young
Back to the day when I was falling in love
In the city where the sun don't set
And every day you know where we ride
Through the backstreets in a blue Corvette
And baby, you know I just wanna leave tonight
We can go anywhere we want
Drive down to the coast, jump in the seat
Just take my hand and come with me
Singing
"Oh God...she's my wife right..? "
"Yeah...she's my lovely sister too.. "
Levin dan Fero menatap Keyra yang sedang asyik bernyanyi tak berkedip. Mereka benar benar tak menyangka wanita ini begitu mengagumkan.
Tunggu...
Levin tersadar akan lamunannya.
Seketika juga dia berbalik kebelakang dan benar dugaannya. Sudah banyak teman kuliahnya yang berdiri menatap istrinya tak berkedip. What the hell...
Dan banyak juga teman wanita yang ikut bergoyang mengiringi musiknya.
"Tenanglah....kau urus mereka nanti. Lebih baik lihat penampilannya....dia berbeda sekali. Dia terlihat sangat bahagia... "ucap Fero menepuk bahu Levin.
Levin kembali menatap istrinya. Tak sedetik pun dia alihkan pandangannya selain pada Keyra. Bercampur aduk perasaannya saat ini. Ada rasa rindu dan gemas ingin sekali berlari merengkuhnya. Namun ada rasa marah juga dalam dirinya saat banyak pria ikut menatapnya.
We can do anything if we put our minds to it
Take your whole life then you put a line through it
My love is yours if you're willing to take it
Give me your heart 'cause I ain't gonna break it
So come away, starting today
Start a new life, together in a different place
We know that love is how these ideas came to be
So baby, run away with me
Run away, now
Run away, now
Run away, now
Run away, now
Run away, now
Run away, now
She used to meet me on the Eastside
She used to meet me on the Eastside
In the city where the sun don't set
"Wanita itu cantik sekali... "
"Kau benar....siapa ya dia... "
"Aku harus dapat kontaknya... "
"Dia sexy sekali... "
Kira kira seperti itulah suara suara yang membuat rahang Levin mengeras. Dia benar benar tak bisa menahannya.
Beruntunglah saat dia ingin berbalik menghajar mereka Fero menahannya.
"Lihat istrimu... "perintah Fero pada Levin yang langsung berbalik menatap Keyra yang juga sedang menatap dirinya. Seperti ada sihir dari mata Keyra... Levin mengerutkan keningnya dan tanpa sadar dia berlari mendekati panggung.
Saat sudah dihadapannya.. Levin membantu Keyra turun dari panggung lalu langsung merengkuh pinggangnya erat.
Dia usap wajah cantik istrinya itu dan menatapnya dengan penuh tanda tanya.
"Ada apa sayang....kenapa melihatku seperti itu... "tanya Levin karena istrinya itu terus menatapnya tanpa arti. Dia seperti ingin marah tapi di mata nya juga dia melihat kerinduan yang sama dengan dirinya.
"Apa Kakak masih cinta sama aku...? "
"Heeeiii....kenapa bertanya seperti itu sayang ...?"Levin menangkup kedua pipi Keyra terheran dengan pertanyaan darinya.
"Apa Kakak masih cinta sama aku..?"Keyra kembali mengulang pertanyaannya dengan berkaca.
"Tentu saja sayang...tidak hanya hari ini. Tapi untuk selamanya... "ucap Levin sambil mengecup pucuk hidungnya.
"Meskipun banyak perempuan cantik disana.. "ujar Keyra sambil melirik wanita wanita cantik yang sama sekali tidak dia kenal.
Levin tersenyum seketika. Dia tahu sekarang bahwa saat ini istri cantiknya sedang dalam mode cemburu. Tentu saja dia senang bahkan sangat senang. Walaupun tak sedikitpun sisa hatinya untuk perempuan lain selain wanita cantik didepannya ini. Tapi sungguh dia sangat bahagia.
Pukulan keras didadanya membuyarkan lamunannya..
"Tuh kan...Kakak malah ketawa. Kakak jahat....Kakak jahat... "ucap Keyra dengan memukul dada Levin berkali sambil menghentakan kakinya.
Sungguh gemas melihat rajukan istrinya ini. Levin malah menggenggam erat kepalan kedua tangan Keyra sambil tersenyum pula.
"Sayang....kau sangat menggemaskan sekali. Aku jadi ingin.... "bisik Levin ditelinga Keyra yang sekaligus membuatnya merona menahan malu.
"Kakaaakk..."teriak Keyra.
Levin terkekeh mendengar teriakan Keyra. Dia segera merangkul istrinya kedalam dekapannya. Melihat semua para tamu memandang mereka...Levin membawa Keyra menjauh dari panggung dan membantunya duduk di kursi lalu Levin berjongkok dibawah menggenggam kedua tangan istrinya.
"Dengarkan aku sayang...mereka teman teman kuliah Kakak dulu. Tapi percayalah Kakak tidak mengundang mereka ke acara kita. Mereka datang sendiri... "ujar Levin membela diri.
"Kenapa Kakak begitu... "
"Begitu bagaimana... ?"
"Kenapa Kakak ga undang mereka. Nanti mereka kira Kakak sombong... "
"Biar saja...Kakak tidak perduli."
"Kakak hanya peduli padamu dan calon anak anak kita.. "
Mendengar ucapan Levin...Keyra memukul bahunya.
"Itu tidak baik Kak..."
"Memang itu kenyataannya sayang...jika tidak percaya tanyakan saja pada mereka... "Levin melirik Fero Vano dan Miko.
Keyra menoleh ke belakang. Dia terkejut karena dari tadi ada Kakaknya Fero dan teman temannya mendengarkan pembicaraan mereka.
"Sayang...apa kau cemburu..? "tanya Levin pada akhirnya.
Keyra kembali menatap suaminya.
"Tentu saja Key cemburu Kaaakk.. "
"Mana ada istri yang tidak cemburu melihat suaminya dikelilingi wanita cantik dan sexy. Apalagi Key sedang hamil dan pasti tidak sexy lagi.. "ucap Keyra dengan sedikit terisak.
Mendengar ucapan manja istrinya... Levin tersenyum lalu mengecup kedua mata Keyra yang sebentar lagi dipastikan akan jatuh.
"Kau tahu sayang....aku sungguh bahagia melihatmu cemburu seperti ini padaku. Karena itu artinya aku sangat berarti untukmu... "
Keyra diam menatap mata Levin.
"Percayalah padaku sayang. Dihatiku ini...sepenuhnya sudah terisi namamu. Tidak tersisa untuk yang lain. Bahkan tak berniat secuil pun mengisinya untuk perempuan lain... "Keyra tersentuh ada desiran aneh di hatinya.
"Kau istriku... Kau calon ibu dari anak anakku. Tak peduli dengan perubahan fisik dirimu kau tetaplah istriku...istri yang sangat sangat aku cintai. Aku bersumpah...hanya kau yang selamanya ada disini.. "ucap Levin dengan mata berkaca sambi membawa lengan Keyra menyentuh dadanya.
Keyra tak tahan lagi. Dia jatuhkan badannya dalam pelukan suaminya.
"Maaf Kak... Maafkan aku... "isak Keyra.
"Awalnya aku biasa saja. Tapi setelah melihat mereka mengelilingimu aku ingin sekali marah Kak. Sungguh bukan maksudku meragukanmu Kak... Maaf.. "
Levin tersenyum sambil mengelus lembut punggung istrinya mencoba menenangkannya. Dia tahu dan paham betul hormon ibu hamil.
"Jangan minta maaf sayang. Bukankah tadi Kakak bilang bahwa aku bahagia melihatmu cemburu seperti tadi. Itu sangat menggemaskan sayang.. "Levin mengecup pipi Keyra..
Tak lama Levin tersadar sesuatu. Dia lepaskan pelukannya perlahan.
"Sekarang katakan padaku. "ucap Levin dingin membuat Keyra bergidik ngeri melihatnya.
"Atas perintah siapa kau bernyanyi tadi diatas panggung..! "
"Ups.... "batin Keyra.
"Kak....aku lapar.. "Keyra berusaha berdalih.
"Jangan mengalihkan sayang... "ujar Levin dengan kedua tangan bersidekap didada.
"Ehmm...itu.. aku ingin saja.. "jawab Keyra terbata sambil menundukan kepala.
"Benarkah...? "tanya Levin dengan mengerutkan keningnya.
"Ya sungguh...aku hanya ingin saja.."dia jujur mengatakannya memang itu atas keinginan Keyra sendiri.
"Kak Key....kenapa disini. Ayo ikut kami....sebentar lagi ada lagu baru. Bukankah dari tadi kau ingin menari.."ujar Maxy tiba tiba berjongkok didepan Keyra tidak memperdulikan seorang pria tampan sedang menahan marah didepannya.
Tak lama Kevin dan Rey ikut menghampiri Key.
"Kak Key...ayo. Ini adalah acaramu kita harus berpesta... "ucap Rey sambil menyeringai licik pada Levin.
"Iya ayo Kak....aku sudah siap nih. C'mon beib.. "ucap Kevin lebih bersemangat. Dan itu sungguh membuat Levin tidak tahan lagi. Dia benar benar ingin meledak.
"Kaliiaan....kenapa kemari.. "geram Levin.
Mendengar geraman Levin mereka bukan takut malah langsung menghadap Levin dengan bersidekap didada seolah menantangnya. Dan Keyra....dia hanya bisa menepuk jidatnya karena posisinya saat ini dibelakang tiga pria tampan Kevin Rey dan Maxy.
"Oh Tuhan....mulai lagi mereka. "ucap Keyra dalam hati.
"Apa maksudmu Kak... "tanya Maxy.
"Ini adalah acara Kakakku Keyra...bukannya dari tadi kau bersama wanita wanita genit itu. Jadi biarlah Kak Key bersama kami.. "timpal Rey.
"Begini saja... biarkan hari ini.. maksudku khusus hari ini Kak Keyra jadi milik kami saja dan kau terserah. Mau bersenang senang dengan mereka atau apapun itu....kami akan biarkan... "ucap Kevin tanpa rasa bersalah disertai anggukan Max dan Rey.
"Heeeyyy... "teriak Levin dengan sangat marahnya sambil menunjuk pada mereka bertiga. Sampai giginya pun ikut berbunyi menahan emosi.
Keyra lagi lagi menepuk jidat. "Hhhh....mereka benar benar.... "
Karena terlalu jengah selalu mendengar perdebatan mereka memperebutkn dirinya... Keyra diam diam menjinjitkan kakinya perlahan beranjak pergi meninggalkan mereka. Namun baru beberapa langkah dia menabrak tubuh kekar seseorang.
"Awww... "Keyra berteriak sambil mengusap keningnya.
"Sayang...."
Keyra mengangkat kepalanya keatas karena mendengar suara yang sangat familiar baginya. "Kakak... "
Fero menangkup seluruh wajah Keyra lalu menggantikan tangan Keyra dengan tangannya mengusap keningnya pelan kemudian mengecupnya dengan sayang.
"Kau baik baik saja kan sayang..? "
"Key tidak apa apa Kak. Syukurlah akhirnya kau datang..."Keyra melingkarkan tangannya dipinggang Fero memeluknya erat dan bersyukur dalam hati karena Fero lah yang dia temukan.
Fero membalas pelukan adiknya tak kalah erat.
"Memang kenapa sayang...Kakak perhatikan tadi jalanmu menunduk dan tidak meliat kedepan.. "tanya Fero sambil mengelus rambut panjang adiknya.
Keyra menguraikan pelukannya.
"Hhhh... Kak Fero kaya tidak tahu saja. Lihatlah mereka... "Keyra menunjuk kearah dimana Levin dan tiga saudara iparnya masih berdebat. Tapi dia dibuat terkejut dengan bertambahnya dua orang dipihak Levin.
Keyra lagi lagi menepuk jidatnya dan kembali kedalam pelukan Kakaknya.
"Kak....bisakah kau hentikan mereka. "
Fero hanya terkekeh geli mendengar permintaan adiknya ini. Sungguh adiknya ini benar benar menggemaskan.
"Kakak akan hentikan mereka. Ayo ikut Kakak... "Fero menarik pinggang Keyra dan membawanya kedalam kerumunan teman teman kuliahnya.
Fero memperkenalkan Keyra sebagai adiknya sekaligus sebagai istri dan menantu kesayangan keluarga Ferdinand kepada seluruh tamu yang tidak lain adalah teman teman kuliahnya. Dan tentu saja karena memang Keyra wanita yang sangat periang dan ramah banyak dari mereka menyukai dirinya.
Saat Keyra sedang berbincang dengan para tamu ada sesuatu yang tiba tiba membuat hatinya tidak tenang.
"Kenapa jantungku berdebar sekali seperti akan ada sesuatu yang terjadi.. "
Dia edarkan pandanganya keseluruh tempat itu. Namun tak ditemukan sesuatu yang aneh. Dia mengabsen seluruh keluarganya satu persatu mulai dari suami tercintanya Levin, saudara saudaranya sampai seluruh teman temannya. Bahkan para puluhan pengawal yang masih mengelilingi tempat dimana dia dan keluarganya berdiri. Tak ada yang aneh bagi Keyra.
Namun saat dia kembali mengedarkan pandangannya dan dalam sepintas dia melihat sosok orang disayanginya dalam posisi berdiri sedang bersenda gurau dengan teman bisnisnya. Keyra melihat ada yang aneh ditubuh orang itu.
"Oh Tuhan....tidak. Jangan terjadi lagi...."ucap Keyra dengan melangkah pergi mendekati Jon.
Keyra melihat satu titik merah ditubuh Jon. Ya...dari tadi pandangannya berhenti pada sosok Jon Dadynya. Dan titik merah itu tidak berpindah sama sekali namun sesekali titik itu hilang jika ada orang yang melewati Jon.
Keyra memfokuskan matanya pada titik merah itu dan mencari arah dari mana titik itu berasal. Keyra menengadahkan kepalanya keatas gedung diseberang tempat dia berdiri. Dan sungguh terkejutnya dia saat melihat cahaya kecil dan sosok hitam dibelakangnya.
Dia panik namun segera memanggil pengawal yang terdekat dengannya.
"Kak...arah 12.."ucap Keyra singkat.
Tanpa aba aba dia pun mengarahkan pandangannya sesuai petunjuk Keyra.
"Shiit.. "geram sang pengawal yang langsung berdiri dibelakang Keyra melindunginya.
"Nona sebaiknya pergi dari sini.. "
"Bukan aku targetnya. Tapi Dady.. "
"Cepat hubungi semuanya. Jangan buat para tamu panik. Kau tahu maksudku kan..? "
Pengawal itu menatap Keyra dan segera menganggukan kepalanya mengerti atas perintah dirinya.. dia segera menghubugi seseorang dan dalam sekejap seluruh pengawal berpencar ada yang masuk kedalam kerumunan para tamu dan ada yang keluar gedung.
Keyra diikuti pengawal tadi mendekati Jon. Dan saat sudah dihadapannya Keyra segera menubruk tubuh Jon dan memeluknya erat.
"Wooow....sayang sepertinya kau sangat merindukan Dady.. "Jon memeluk Keyra erat tanpa tahu tujuan sebenarnya dari putrinya itu. Pengawal yang dibelakangnya pun ketar ketir dengan sikap Keyra dan tanpa berpikir panjang dia menyiapkan senjata disakunya.
Keyra menguraikan pelukannya dan melihat pada tubuh Jon yang ternyata sudah tidak ada titik merah lagi sana.
"Dad maafkan aku tapi aku ingin kau pergi dari sini.."ucapan Keyra sungguh membuat hati Jon mencelos.
Pengawal itu berdiri membelakangi Keyra dan terus fokus menatap cahaya digedung sebrang. Namun karena sesuatu hal dia kembali menatap punggung Keyra. Dan betapa terkejutnya dia saat dia malah melihat titik merah itu bertengger dipunggung Keyra.
"Nona...."teriak pengawal itu.