My Two Men Protector

My Two Men Protector
22.



Saat ini Keyra sedang berada dirumah sendirian. Yaa...setelah jalan jalan di mall dengan temannya dan tidak ketinggalan dengan pria posesifnya .Levin....Keyra memintanya untuk mengantarnya pulang.


Bunda sedang pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan sehari hari tentu ditemani oleh asisten rumah tangga dan supirnya.


Sedangkan Fero... tentu dia sedang bekerja dikantornya. Dan hanya tinggal Keyra sekarang dirumah sendiri. Sebelum terjadi perdebatan sebelumnya dengan Levin yang tidak rela membiarkan gadisnya sendirian dirumah.


Namun Keyra bersihkeras untuk meninggalkannya sendirian karena dia tahu dari tadi bahwa Levin terus mendapat panggilan dari kantornya.


Dan akhirnya Levin meninggalkannya sendirian dirumah walaupun tidak rela sama sekali dihatinya.


Namun itupun dengan pesan yang berlebihan. Pintu rumah harus dikunci, setiap Keyra melakukan apa pun harus diberitahukan padanya baik itu lewat sms, rekaman,atau pun menelponnya. Tidak boleh keluar rumah dan ponsel harus selalu aktif.


Keyra sempat kesal karena keposesifannya namun dia sadar pria posesif nya sangat mencintainya.


Flasback on


"Dengar kan aku sayang.. Pakai ini terus ditelingamu.. Jangan dilepas sampai aku menyuruhmu... "perintah Levin menyerahkan earphone kecil tanpa kabel dan memasangkannya sendiri di telinga Keyra.



"Ini apa Kak... "tanya Keyra dengan menyentuh benda kecil yang sudah terpasang ditelingannya.


"Ini untuk menghubungkan aku sama kamu. Disini ada speaker kecilnya dan sudah aku pasang chip didalamnya. Jadi aku bisa tahu dimanapun kamu berada."


"Satu hal lagi... Ini... "Levin memasang sebuah kalung sederhana dengan liontin putih ditengahnya.



Levin pergi ke arah kotak P3K yang tersedia dirumah Keyra dan mengambil sebuah plester lalu menggunting secukupnya.


Keyra hanya melihat dan terdiam.


"Meskipun ini bukan kalung emas tapi kakak tidak ingin kamu melepasnya... "ucap Levin sambil merekatkan penghubung kalung itu dengan plester itu agar tidak terlepas.


Sebenarnya kalung itu sudah Levin siapkan dengan alat gps didalamnya.


"Terimakasih.... "ucap Keyra lirih. Sebenarnya dia tersentuh dengan perlakuan Levin selama ini.


Levin menangkup kedua pipi Keyra.


"Tidak perlu terimakasih...mulai sekarang kamu adalah tanggung jawabku. Dan tidak akan kubiarkan kamu pergi jauh dari jangkauanku.."


Keyra kembali terenyuh dengan perkataan Levin padanya. Keyra langsung menubruk kedada bidang Levin dan mengalungkan kedua tangan pada lehernya.


"Aku sayang Kakak... aku janji akan selalu didekatmu meskipun kita berjauhan. Aku akan lakukan semua yang Kakak perintahkan..."ucap Keyra diceruk leher Levin.


Levin semakin mengeratkan pelukannya. Entahlah apa yang dia rasakan beberapa hari ini. Seperti akan ada sesuatu yang terjadi pada gadisnya. Dia sangat takut... bahkan belum pernah merasakan setakut ini.


Rasa takutnya semakin mengeratkan pelukannya hingga tak sadar dia menyakiti Keyra.


"K..aa.. Kkk... Le.. Pas... "ucap Keyra lirih karena sesak.


Levin terkejut dan segera melepas pelukannya.


"Oh Tuhan sayang...maaf aku khilaf.."


"Maaf... Maaf... Kau baik baik saja.. "seru Levin dengan mengusap kepala, wajah, dan memutar badan Keyra memastikan tidak terjadi apa apa dengan gadisnya.


Keyra hanya tersenyum.


"Tidak apa apa Kak... "Key menggelengkan kepala dengan senyum manisnya.


"Maaf ya sayang..."kembali Levin meminta maaf padanya.


Keyra menganggukan kepalanya pelan.


"Sudah sana Kak... kapan perginya kalau disini terus. Bukannya ada meeting mendadak.."


"Aahhh... Meeting sialan.. "umpat Levin dalam hatinya.


Gara gara meeting sialan itu jadi mengganggu kebersamaan bersama gadisnya.


Levin menangkup kembali kedua pipi Key lalu mencium kening, kedua pelipis, hidung,kedua pipi, dan terakhir bibir ranumnya yang sekarang sudah menjadi obat penenang baginya.


Flashback off.


Keyra tergelitik geli mendengar suara lirih di telinganya.


"Sayang...sayang... ?"


Keyra menyentuh benda kecil yang terpasang ditelinganya. Terdengar suara yang sudah tidak asing lagi.


"Kak Levin... "jawab Keyra singkat.


"Ehmm.. Ini aku. Kakak juga sudah memasang alat yang sama denganmu. Jadi ceritakan semua kegiatanmu.


"Sekarang kau sedang apa sayang...?? "tanya Levin dikantornya.


Keyra memutar bola matanya. Sungguh dia sangat heran dengan pria ini.


"Oh Tuhan Kak... Belum ada setengah jam Kakak pergi dari sini. Aku ada dikamar sedang memeriksa keuangan kafe. Pintu depan sudah dikunci. Pintu kamarku pun sudah aku kunci. Puas Kak Levinku sayang... "jelas Keyra dengan greget.


Levin diseberang sana tersenyum geli.


"Bagus...jaga dirimu baik baik ya sayang.."


"Oh ya Kak... apa dengan suara berbisik Kakak masih bisa mendengar suaraku... "tanya Keyra


"Tentu saja. Kuberitahu sayang...salah satu perusahaanku bergerak dibidang elektronik dan alat alat canggih. Jadi jangan ragukan alat yang kuberikan padamu sayangku. Coba saja berbisik ..?"


"I love you.. "bisik Keyra.


"I love you too... Baby..  "jawab Levin.


Jantung Keyra berdetak cepat. Pipinya merah merona. Untung saja Levin tidak bisa melihatnya.


"Kakak tahu pipimu sedang merah..sayang sekali Kakak tidak bisa melihatmu. "Levin meledek Keyra.


"Kaaakk Levin... "teriak Keyra dengan sengaja.


"Wwoooww... suaramu membuatku rindu Key... "tawa Levin


"Baby... Kakak pergi meeting dulu ya. Jangan lupa apa yang harus kamu lakukan. Ingat itu... "perintah Levin.


"Iyaaa Kak...Semangat ya..."


"Aneh sekali Kak Levinku ini. Dia mau meeting tapi aku suruh menceritakan kegiatanku. Dia ingin aku terus mengganggunya. Huftt.. Yang benar saja.. "batin Keyra.


Di kantor Levin


"Dady... Momy... "teriak Levin dikejutkan dengan kedatangan orangtuanya dikantornya.


Levin segera memeluk Momynya.


"Levin...Momy rindu sekali Nak . Are you ok..? "tanya Karin momynya Levin.


"Hay Dad... "Levin memeluk Dadynya.


"Hi Son...dimana kekasihmu..?"tanya Jon ayahnya Levin.


"Ya Nak.. Mana gadis cantikmu itu yang sering kamu ceritakan itu... "lanjut Karin.


"Dia sedang tidak ikut Mam... Dia dirumah. Tadinya mau aku bawa kesini tapi dia melarangku karena panggilan meeting sialan itu. Dia takut menggangguku.."


"Wahh...gadismu itu perhatian sekali. Momy jadi tidak sabar ingin bertemu dengannya..."


"Son...bagaimana persiapan untuk besok...?"tanya Jon.


"Tinggal sedikit lagi Dad...meeting hari ini adalah finalnya. Baiklah Dad..aku pergi meeting dulu.."


"Dady ikut meeting ya..."


"Ok...itu lebih bagus but Momy..?"


"Momy lebih baik istirahat saja dikantormu. Mamy tidak mau jadi obat nyamuk... "canda Karin.


"Ok Mam...nanti akan ada yang mengantarmu..."Levin segera memanggil sekretarisnya untuk mengantar Mamy ke kantornya.


Levin dan Jon pergi menuju ke ruang meeeting.


Satu jam setelah acara meeting dimulai...Levin mulai gelisah diceknya earphone yang terpasang ditelinganya memastikan apakah ada suara memanggilnya. Namun nihil.. tidak ada suara Keyra disana.


"Key... Keyra....?"bisik Levin memanggilnya dengan menekan earphone ditelinganya.


Ada jeda lama Keyra tidak menjawab panggilannya. Dan Jon pun merasakan kegelisahan pada putranya.


"Are you ok Son..?


Levin hanya mengangguk pelan.


"Keeyyy... "bisik Levin kembali.


"Ya Kak... "Levin akhirnya bernafas lega mendengar suaranya.


"Maaf Kak... aku takut mengganggumu. Aku baru saja selesai menghubungi Paman Anton. Ada sedikit masalah di kafe. Tapi sekarang sudah beres.." Keyra tersenyum.


Levin hanya mendengarkannya dengan tersenyum kecil. Dan Jon pun yang sedang memperhatikannya hanya bisa menggelengkan kepala.


"Oh ya Kak... barusan ada dua mobil parkir di depan rumah. Tapi aku perhatikan tidak ada satu orang pun yang keluar dari mobil itu. Apa itu suruh Kakak..?"


Levin mengerutkan kening. Ekspresinya pun berubah seketika menjadi tegang dan khawatir.


Dia mengangkat ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Apa orang orangmu sedang berjaga di rumah Keyra...?"tanya Levin pada orang kepercayaannya.


"Tidak Tuan...karena kami tahu rumah itu kosong. Kami melihat mobil keluar dan kami mengikutinya... mereka sedang ada di supermarket.."jawab seseorang dibalik telponnya.


"Apaaa.... "teriak Levin membuat semua penghuni ruang meeting termasuk Jon terkejut dan menghentikan pembicaraan meeting.


"Ada apa Lev... "tanya Jon.


"Dad... Keyra dalam bahaya..."bisik Levin.


"Apaaa... "sekarang giliran Jon yang berteriak.


Levin terdiam seketika..dia merasa Key memanggilnya. 


"Tunggu Dad.... "


"Kaaakkkk.... Kak Levin... Mereka keluar dari mobil dan menuju rumahku. Seseorang sedang mencoba membuka pintunya Kak. Apa yang harus aku lakukan Kak... aku takut... "isak Keyra.


Levin menjadi semakin khawatir. Dia bangkit dari tempat duduknya.


"Maaf semuanya... saya tidak bisa melanjutkan meeting ini..."setelah berpamitan Levin langsung keluar ruangan.


Namun sebelum Levin melangkah keluar Jon menahan lengannya.


"Biar Dady yang menyelesaikannya. Kamu segera hubungi Keyra.."jawab Jon.


"Bak Dad. Terimakasih.."


Levin mulai melangkah menuju lorong dan mulai meghubungi gadisnya.


"Sayang... Dengarkan aku.. Apa kau dengar..??"Levin memanggil Keyra.


"Ya K a k... aku di si ni.. "suara Keyra terdengar gemetar.


Levin mulai kalut dan mengacak rambutnya. Dia pun memukul mukul tangannya ke tembok.


"Shit... Shit..."umpat Levin.


"Sayang dengarkan Kakak... Kau harus tenang dan ikuti kata kataku. Apa kau mengerti..?


"Hmmm...."


"Ada berapa orang diluar... apa kau bisa melihatnya.."


"Delapan.."


Mendengar jawaban singkat Keyra... Levin terkejut dengan mata melotot.


"Sayang...akan sangat berbahaya jika kau masih didalam. Jelaskan padaku dimana posisi mereka..."


"Empat orang masih berjaga diluar. Dua orang didepan pintu. Dua orang dipintu belakang.. "


"Apa motormu didalam ..?"


"Ya ..ada di dalam garasi."


"Sayang...keluar dari kamarmu pelan pelan. Lalu kegarasi. Kau harus keluar dari rumahmu Key. Pakai motormu."


"Ya Kak..."


"Apa kau bisa melakukannya Key..."


"Aku bisa Kak...


"Tenangkan dirimu...Kakak akan selalu didekatmu.. Kau ingat itu.."


"Hmm.."


"Kakak akan segera kesana. Kau harus hati hati sayang..Mengerti...!"


"Mengerti Kak.."


"I love you.... I love you so much..."


"I love you too Kak..."