My Two Men Protector

My Two Men Protector
42.



Tiga hari sudah Keyra dirawat dirumah sakit membuat gadis ini terus uring uringan karena bosan. Dia tak habis pikir hanya tangannya yang terkena tembak tapi bisa dirawat selama ini. Bahkan kedua kakinya pun masih bisa berjalan.


Semua ini karena tindakan suaminya Levin. Tanpa sepengetahuan Keyra..dia meminta para dokter ahli untuk menscan seluruh tubuh istrinya terutama kepalanya. Dia hanya ingin memastikan bahwa traumanya benar benar sudah hilang.


Bukannya Levin tidak ingin melindungi lagi istrinya hanya saja dia sungguh tidak bisa melihat penderitaannya jika sakit kepalanya itu sewaktu waktu bisa kembali.


Memang benar yang ditakutkan Levin trauma Keyra masih bisa sewaktu waktu datang kembali jika dirinya terlalu lelah dan mengalami kejadian sama yang membuat dirinya pertama kali menderita sakit seperti itu.


Semua keluarga sudah tahu tentang sebenarnya diri Keyra karena diberitahu oleh Levin. Dia ingin semua anggota keluarga ikut andil menghibur Keyra dan juga mengawasinya agar tidak terlalu stress.


Tentu saja mereka dengan senang hati menerima tugas dari Levin. Seperti saat ini Sandy dan Kevin sedang menemani Keyra di taman rumah sakit.


"Hmmm...kapan sebenarnya aku akan pulang.."ucap Keyra dengan menundukan kepalanya lemah karena sudah sangat bosan.


"Jika Kakak mau hari ini bisa... "ucap Kevin santai.


"Tentu saja aku mau Kev... "spontan Keyra langsung menegakkan kepalanya saat mendengar ucapan singkat Kevin.


"Woooo... Kau semangat sekali Kak..."


"Tentu saja...apa kalian tidak lihat aku sudah baik baik saja. Aku bahkan masih bisa berlari Kev... "


"Apa dia tidak ingat sama sekali saat dirinya teriak kesakitan sampai dia memukul kepalanya sendiri.. "batin Kevin


"Apa Kakak tidak ingat sesuatu..? "tanya Kevin.


"Ingat tentang apa...?yang aku ingat terakhir saat para pengawal menghajar pimpinan penjahat itu setelah itu kepalaku sakit dan tiba tiba gelap. Kemudian saat terbangun sudah ada Kak Levin memelukku..."ucap Keyra dengan mengetuk pelipisnya sambil tersenyum saat dirinya dipeluk oleh Levin.


"Waaahhh....pipimu merah Kak setiap membicarakan suamimu.. "ledek Kevin.


"Benarkah...oh tidak tidak...harusnya aku marah dengannya karena dia aku jadi dipenjara dirumah sakit ini... Aaghhh... "teriak Keyra saking gemasnya dengan tindakan suaminya itu.


"Oh ya... Dimana Sandy bukannya tadi ke kantin kenapa belum sampai juga. Aku sudah sangat lapar.. "


"Tenanglah Kak...sebentar lagi juga datang.


Nah itu dia...panjang umurnya ternyata bocah itu.. "tunjuk Kevin saat dari kejauhan melihat Sandy dengan berlari lari girang.


"Kevin....tidak boleh bicara seperti itu...."ucap Keyra dengan nada peringatan.


"Maaf...."


"Kak Key... ini Kak pesananmu. "Sandy mengeluarkan semua pesanan Keyra dengan semangat.


"Yaaaa...akhirnya. Terimakasih San.. "ucap Keyra dengan terus mengambil susu kotak rasa moca kesukaannya dan roti sandwich coklat.


Tanpa aba aba...Sandy merebut rotinya dan menyobek bungkusnya kemudian setelah itu baru diberikan pada Keyra. Tentu saja karena Sandy tahu kondisi tangan kanan Key yang diperban dan digantungkan ke bahunya.


"You're welcome sys... "jawab Sandy dengan mengeluarkan deretan giginya yang rapi.


"San...bantu aku keluar dari sini..?"pinta Keyra disela sela makannya.


"What.. "pekik Sandy.


"Ya...dari tadi tuh yang dibahas hanya pulang. "ucap Kevin dengan mengembungkan mulutnya karena penuh dengan makanannya.


Sandy pun ikut mengambil cemilannya dan duduk bersila di rerumputan dengan santainya mengikuti Key dan Kevin.


Keyra tampak memikirkan sesuatu.


"Sebenarnya apa yang dilakukan suamiku. Aku dirumah sakit juga jarang bertemu dengannya. Aku bisa merasakan dia datang waktu aku sudah terlelap tidur lalu mengecup keningku. Tapi saat aku buka mataku sampai sekarang pun aku tidak melihatnya..."ucap Key dengan mata mulai berkaca.


"Aku tiba tiba merindukannya... "lanjutnya.


Sandy dan Kevin hanya saling bertukar pandang.


"Apa kalian menyembunyikan sesuatu dariku.. "Key melirik sinis pada mereka.


"Ah...tidak tidak Kak... "Sandy terlonjak kaget. Begitupun Kevin.


"Tentu saja tidak Kak...kami tidak menyembunyikan apapun. "bohong Kevin.


Tentu saja mereka menutupi hal yang sedang dilakukan oleh Levin dan keluarga besarnya.


Mereka sedang menyelidiki kasus penyanderaan kemarin dirumah besarnya. Dan tanpa Keyra sadari Levin sedang mencari sosok penjahat yang telah membunuh ayah Keyra.


"Kira kira dia sedang apa ya...?"Keyra menghentikan kunyahan di mulutnya dan tanpa terasa matanya yang sedari tadi panas akhirnya turun juga


Melihat Keyra sedih...Sandy memeluk dan menenangkannya.


"Oh..kakakku yang cantik..tenanglah dia tidak akan lama pergi. Dia hanya sedang menyelesaikan urusannya. Jika sudah beres pasti dia akan kembali padamu. "ucap Sandy dengan mengusap punggung Key.


"Heeii...lihatlah. Kenapa banyak orang datang ketaman. Ada apa sebenarnya.?"pekik Kevin langsung berdiri dan mencoba melihat kemana arah orang orang itu pergi.


Keyra dan Sandy pun ikut berdiri dan mengikuti Kevin.


Kevin mencekal lengan seorang suster yang mendorong seorang pasien di kursi rodanya dan mulai bertanya.


"Suster...maaf. Sebenarnya ada apa ini..."tanya Kevin.


"Oh..rumah sakit memberi fasilitas hiburan selama 1 jam setiap satu bulan sekali kepada para pasien. Kalian mau lihat...mari..."ajak suster pada Kevin Sandy dan Keyra.


"Bagaimana...kalian mau ikut. "tanya Kevin pada Sandy dan Keyra.


"Tentu...ayo... "ucap Keyra dengan semangat.


"Baiklah...ayo aku juga penasaran. "ucap Sandy.


Akhirnya mereka mengikuti kemana arah suster itu pergi.


〰〰〰〰〰〰〰


*Di tempat lain dalam waktu yang sama. *


Tok... Tok...


"Masuk... "


"Maaf Tuan Levin...ada beberapa dokter ingin menemui anda.. "ucap seorang sekretaris kantornya. Saat ini Levin, Jon , Carl dan Jerry telah berkumpul disebuah ruangan kedap suara didalam kantornya.


Levin mengernyit heran. Kenapa para dokter yang khusus menangani kondisi Key datang ke kantor nya. Pasti ada hal yang sangat penting mengenai hasil scan dari tubuh Keyra yang di minta nya. Tapi sepenting itukah sampai mereka ingin bertemu ditempat selain rumah sakit.


"Suruh mereka masuk... "


"Baik Tuan.."


"Apa kau memanggil mereka ke kantor ini Nak.. "tanya Jon.


"Tidak Dad...aku pikir jika hasil scan itu sudah keluar mereka segera menghubungiku tapi entah kenapa mereka membuatku takut dengan kedatangannya kemari. "ucap Levin gusar


"Apapun berita yang kau dengar nanti Dad ingin kau bisa mengendalikan emosi mu.. "


"I will Dad.. "


Masuklah beberapa orang kedalam ruangan Levin. Levin menatap mereka tajam ada beberapa orang yang tidak dia kenal.


Dua dokter dia kenal sebagai dokter yang pertama menangani Keyra. Satu orang lagi dia dokter tapi dia belum mengenalnya. Dan dua orang asing berpakaian serba hitam dengan menenteng tas koper nya.


"Siapa kalian... "tanya Levin ketus.


Sebelum dua orang asing itu menjawab tiba tiba datanglah seseorang yang dari kemarin dia tunggu. Seseorang dengan berpakaian casualnya langsung masuk kedalam ruangan Levin yang masih terbuka dan dengan nafas tersengal.


"Huft....untung saja aku belum ketinggalan.. "ucap seorang pria dengan langsung membungkuk menenangkan kondisinya setelah berlari dari loby sampai ruangan Levin .


"Hmmm...begitu caramu masuk ke ruangan tanpa memberi salam.. "ucap Levin dengan tangan bersedekap di dada.


"Oh..maaf aku terlalu tergesa..."pria itu menegakan tubuhnya lalu mendekat dan memeluk tubuh Levin.


"Hy brother...long time no see.. "Levin membalas pelukan pria itu dan menepuk pundaknya.


"Ya kau benar...Bagaimana keadaanmu. "


"Aku baik. Dimana dia...sepertinya kau tidak menjaganya dengan baik "


"Dia dirumah sakit tapi tenang aku sudah memperketat penjagaan disana.


Dan yaa..aku memang belum menjaganya dengan baik bahkan aku masih butuh bantuanmu. "


"It's ok...she's my sister. Aku akan selalu membantunya lagipula aku sangat merindukannya. Jika kondisi memungkinkan aku akan bawa Bunda ketempat ini. "ucap Fero. Ya...pria itu adalah Fero. Levin menghubungi Fero setelah kejadian mengerikan itu.


Levin sudah menceritakan semuanya pada Fero hingga pada akhirnya dia memberitahukan akan mengakhiri penderitaan Keyra.


Fero menoleh kebelakang Levin dan melihat keluarga besarnya.


"Hai Dad....how are you. "Fero menyapa dan merangkul Jon. Sejak Key menjadi salah satu keluarga Jon mereka memerintahkan Fero untuk memanggilnya sama dengan Levin.


"I'm good Son...how are you and you're Mom.? "


"I'm fine too Dad. Bunda ...dia sehat karena tidak memberitahukan kejadian Keyra padanya. "


"Maafkan kami Nak..."


"Tidak Dad....aku tahu dia bahagia bersama kalian. Kejadian kemarin adalah musibah. Dan kita harus mengakhirinya... "


"Kau benar Nak...maka dari itu kau harus tahu hal ini karena kau bagian dari keluarga ini... "


"Thanks Dad....karena kalian tidak melupakanku... "Fero merangkul sosok Ayah di depannya lagi.


"Bagaimana mungkin kami melupakanmu. Keyra adikmu sudah kami anggap putri kesayangan keluarga kami. ..."ucap Jon dengan menepuk pundak Fero.


"Heii...kuharap kau tidak melupakan kami...."ucap Jerry yang berdiri disamping Carl.


"Ya itu benar....kau belum menyapa kami..."lanjut Carl


Fero menoleh pada mereka.


"Sorry uncl.. How are you..?"Fero memberi salam dan merangkul mereka bergantian.


"Kami baik baik saja Nak... "


"Ya...kami sehat dan apakah kau sudah siap..? "ucap Carl.


"Of course Unc...aku selalu siap. "


"Baiklah...cukup sambutannya. Kita lanjutkan urusan kita. "sela Levin.


Suasana pun kembali hening.


"Silahkan duduk... "Levin mempersilahkan mereka duduk ditempat duduk mereka masing masing.


Fero dan Levin duduk berdampingan. Tampang Fero seketika dingin dan menatap tajam mereka.


"Baiklah...sebelumnya kami minta maaf karena kedatangan kami mendadak. Kami hanya ingin menunjukan hasil perkembangan kondisi Nona Keyra istri Anda.. "Dokter Ken mengambil sebuah lembaran hasil scan tubuh Keyra.


"Tuan Levin... Kami tidak punya banyak waktu jadi langsung saja. Ini hasil dari scan seluruh tubuh Nona Keyra. Semua bagus kecuali dibagian ini... "Dokter Ken menunjuk bulatan hitam dibagian kepala Keyra. Otomatis seluruh keluarga menajamkan matanya melihat bagian yang ditunjuk oleh Dokter Ken.


Semua tegang melihat betapa seriusnya Dokter ahli itu menerangkan hasilnya.


"Perlu anda ketahui ini bukanlah kanker atau semacamnya jadi kalian bisa tenang. Namun meskipun begitu harus tetap diperhatikan karena alat canggih kami tidak diragukan. "


"Benar...trauma Nona Keyra belum hilang. "


Deg


Deg


Levin dan Fero seakan lemas mendengar kabar itu.


"Tapi masih tetap bisa disembuhkan. Kalau kami lihat setelah menangani kondisinya Nona Keyra pintar sekali menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin orang lain tahu. Itu mengakibatkan gumpalan di kepalanya. Kalau orang umum menyebutnya stress. "


"Namun begitu Nona Keyra juga pintar menangani kondisi tubuhnya. Dia sering berolah raga yoga untuk menyeimbangkan kondisi fisik tubuhnya. Apa anda tahu..?


"Yoga...? "tanya Levin dan Fero bersamaan.


"Ya itu benar.. Kami pernah menanyakannya dan itu yang dia jawab."


"Karena kejadian sesuatu yang tidak ingin dia ingat namun bertolak belakang dengan keinginan hatinya membuat istri anda tidak bisa mengendalikannya. Akhirnya meledaklah gumpalan hitam ini yang menimbulkan rasa sakit yang sangat amat bahkan sampai mencair menjadi darah melalui hidungnya. Maka dari itu kemarin dia sering mimisan. "


"Lalu apa yang harus kita lakukan. "tanya Levin mulai berkeringat dingin karena takut setelah mendengar kondisi istrinya.


"Itu biar Dokter Joey yang menjelaskan..."ucap Dokter Ken.


"Begini Tuan Levin...ada sesuatu yang tidak ingin dia ingat tapi dia ingin sekali menyelesaikannya. Kita harus tahu terlebih dahulu apa yang sedang dia inginkan. Setelahnya perlahan kita bujuk dia agar membuka hatinya untuk menceritakannya sendiri. Itu akan lebih baik agar dia sendiri bisa bersahabat dengan trauma nya."


"Kami memang tidak pernah menanyakan kejadian apa yang menyebabkan dirinya trauma. Karena kami takut sakitnya kambuh lagi. "ucap Fero mengingat kejadian dulu.


"Yang kami tahu...dia menyimpan sakitnya karena kematian Ayah kami dulu. "lanjut Fero.


"Mungkin mereka bisa membantu kalian memecahkan masalah ini.. "ucap Dokter Joey menunjuk dua orang asing sedari tadi terdiam sopan.


"Siapa mereka..? "tanya Levin


"Mereka tadi mencarimu dirumah sakit dan katanya ada hal penting yang ingin disampaikan tentang Nona Keyra. Dan kebetulan kami juga ingin menemui anda jadi kami menyuruh mereka ikut dengan kami. "ucap dokter Joey.


"Tapi bagaimana kalian bisa langsung percaya dengan mereka..? "ucap Levin heran.


"Tentu saja kami tidak langsung mempercayai mereka. Tapi saat mereka menunjukan sesuatu tentang diri Nona Keyra kami percaya mereka orang baik..."kali ini Dokter Ken ikut bicara.


"Oh ya...apa yang membuat kalian percaya pada mereka. "


"Ini...."ucap orang asing paruh baya itu menunjukan sebuah lencana kepolisian dengan pangkat tinggi dan sebuah surat kuasa.


Levin mengambil surat itu dan membacanya.


Surat itu surat kuasa resmi dari Tuan Hijaya dengan masih ada tanda tangan aslinya sebelum dia meninggal. Isinya adalah bahwa orang yang bernama Moe dan Fian adalah benar benar orang kepercayaannya yang akan melindungi putrinya Keyra Putri Hijaya sampai maut mencabut mereka.


Levin tersentak...surat ini asli. Dia berpikir seorang Tuan Hijaya sampai memberi surat kuasa seperti itu berarti ada sesuatu yang besar yang disembunyikannya selama ini.


Levin memberikan surat kuasa itu pada Fero agar ikut membacanya dan diterima dengan cepat oleh Fero dan karena penasaran Jon, Jerry dan Carl mendekat ikut membacanya.


"Maaf sebelumnya kami belum memperkenalkan diri kami. "ucap orang paruh baya itu.


"Saya Moe...Dan ini Fian...dia asistenku. Biasanya Nona Keyra memanggil kami Uncle Moe dan Uncle Fian. "


"Jadi Key mengenal kalian tapi aku tidak mengenalmu.. "ucap Fero terheran.


"Tentu saja Tuan Fero tidak mengenal kami tapi kami sangat mengenalmu dan Nona Keyra. Bahkan kami sangat mengenal adik anda melebihi anda. "ucap Moe santai.


"Apa maksudmu..? "geram Fero namun Levin menahan emosinya.


"Apa anda tahu bahwa adik anda sebenarnya seorang programer handal.."?


Deg... Fero tercengang.


"Apa anda tahu dia juga seorang hacker..? "


Deg


Deg


"Apa anda tahu perusahaan besar anda berawal dari kejeniusan adik anda..? "


Deg


Deg


"Tidak kan...? "Diamnya anda berarti anda tidak mengenal adik anda sebenarnya. "


"Kami akan memberitahukan semuanya karena sekarang sudah waktunya. Dan juga karena keadaan Nona Keyra sekarang dalam bahaya.. "


"Apa maksudmu..? "ucap Levin dan Fero serempak.


"Kejadian terakhir kemarin adalah awalnya.. "ucap Moe


"Awal...? "Kalian tahu kejadian kemarin..?..."tanya Levin selanjutnya


"Ya tentu saja...kami selalu mengawasi Nona Keyra dari jauh. Selama dia masih bisa mengatasi kami tidak bisa keluar membantunya. "ucap Moe.


"Tuan Fero maafkan atas perkataan kami...."ucap Moe dengan menunduk hormat diikuti dengan Fian padahal dari tadi dia hanya diam.


"Semula berawal saat perusahaan Tuan Hijaya dalam kondisi kritis. Semua program yang dimiliki perusahaan bocor secara tiba tiba padahal sudah diberi keamanan level tinggi. Berhari hari kami mencari solusi dan ternyata ada seseorang yang sudah meretas program kami sampai akar akarnya. Semua data data penting hilang. Hampir semua pemegang saham memutuskan hubungannya. Tapi Tuan Hijaya tidak menyerah dia terus mencari cara membuat kembali program baru dan mengambil kembali hak haknya. "


"Suatu hari saya dan Fian diperintahkan untuk bekerja dirumah Tuan Hijaya karena beliau tidak bisa ke kantor karena sakit. Kami berusaha membujuknya untuk beristirahat namun beliau tetap bersikeras."


"Kami bekerja dari pagi sampai suatu waktu Nona Keyra masuk ke ruang kerja Tuan Hijaya yang ingin menunjukan hasil karyanya pada Tuan Hijaya. Waktu itu Nona Keyra berumur 16 tahun dan Tuan Fero sedang sibuk dengan kuliahnya. Benar begitu kan Tuan Fero...? "pertanyaan Moe dibenarkan oleh Fero dengan anggukan kepala.


"Nona Keyra memang suka sekali menggambar bahkan yang sering dia gambar hanyalah sebuah bangunan gedung tinggi dan desain interiornya. Dia sering memperlihatkannya pada ayahnya karena selalu mendapat tanggapan bagus darinya. Namun malam itu dia tidak mendapat tanggapan sedikitpun dari Tuan Hijaya karena kesibukannya. Meskipun disampingnya sudah ada putrinya beliau tidak menyadarinya ."


"Tanpa disadari Tuan... Nona Keyra melihat apa yang sedang dikerjakan oleh ayahnya. Beberapa menit Nona melihatnya hingga dia mengatakan sesuatu yang membuat kami tercengang. "Ada virus yang menyerang mu Yah. "


Flashback on


"Ada virus yang menyerang mu Yah.. "


Ucapan gadis itu membuat tiga orang dewasa tercengang dan menatap gadis itu dengan pandangan terheran.


"Apa maksudmu Nak.. "


"Ayah...program yang kau kerjakan diserang virus yang tidak bisa terdeteksi. Beribu cara kau mencari cara pasti akan hilang. "ucap Keyra santai dengan duduk dipinggiran kursi yang sedang ditempati oleh ayahnya itu.


"Apa... Virus. Tapi bagaimana kau...? "


"Ayah...aku tidak bisa menjelaskannya dengan teori. Boleh aku pinjam laptopmu. Biar aku serang balik mereka.. "ucap Keyra dengan melemaskan kedua tangannya lalu duduk dikursi yang semula diduduki ayahnya.


Dan dalam hitungan menit tiga orang dewasa yang mengelilingi Keyra mengamati apa yang sedang dilakukannya dengan terkagum.


Bagaikan seorang gadis yang sedang asyik bermain game di laptop nya seperti itulah Keyra memainkan permainan program Ayahnya.


"Akan ku buat dia hancur...tenang saja Yah.."ucapnya gemas.


Kelenturan jari jemarinya terus saja menekan nekan keyboard nya. Seorang ayah hanya bisa memandangnya takjub tak berkedip. Sesuatu yang tidak bisa dia selesaikan beberapa minggu sampai sampai dia kehilangan rekan bisnisnya hanya dalam waktu tiga puluh menit bisa diselesaikan dan dikembalikan seperti semula oleh seorang gadis cantik dambaan nya.


"Yeeesss....selesai Yah. "teriak Keyra.


"Kemarilah Yah..."Key bangkit dari duduknya dan membawa ayahnya agar duduk kembali di kursinya.


Ayahnya duduk dan menatap tidak percaya kedalam laptopnya. Keyra putrinya benar benar mengembalikan data data penting yang dulu hilang. Keyra putrinya benar benar memulihkan saham perusahaannya kembali normal. Bahkan beberapa menit kemudian dia mendapat kabar baik sebuah perusahaan yang tadinya memutuskan kerjasama kembali dengan mudahnya.


Tiba tiba sebuah teriakan bahagia yang melengking dari suara seorang ayah dan memeluk putrinya sayang sampai berputar putar dengan tawa bahagia.


"Siapa kau sebenarnya sayang..? "


"I'm your princess.. "ucap Keyra dengan senyum.


"Kenapa Ayah baru menyadari bahwa kau peri kecil Ayah. "


"Karena aku putri Ayah yang selalu mengerti kenapa Ayahnya jarang sekali meluangkan waktunya untukku. "


"Oh sayang... Maafkan Ayah.."sang ayah memeluknya erat


"Key tidak apa apa Yah. Key hanya khawatir tentang kesehatanmu. Dan ternyata yang mengganggu kesehatanmu hanyalah sebuah virus komputer yang bisa kukalahkan dalam waktu sekejap. "


"Kenapa tidak menceritakannya padaku Yah. Aku akan selalu membantumu. "ucap Keyra.


"Baiklah sayang...mulai sekarang kau adalah asisten pribadi Ayah. Dan mereka adalah rekan bisnis sekaligus saudara kita...dia adalah Mou dan Fian. Panggil mereka uncle Mou dan uncle Fian. "


"Hai uncle Mou... Hai uncle Fian.. "


Flashback off


"Sejak saat itu perusahaan Tuan kembali normal.  Program yang dipakai sebelumnya sudah tidak digunakan lagi dan diterapkan dengan program terbaru dari rancangan Nona Keyra sendiri. Dan dengan keahlian berbisnis dari Tuan Hijaya perusahaan menjadi semakin pesat. "


"Namun diam diam Tuan Hijaya mengkhawatirkan sesuatu. Yaitu Nona Keyra. Meskipun identitasnya disembunyikan rapat rapat tidak menutup kemungkinan akan keselamatan putra putrinya terancam karena musuh semakin gencar mengincarnya. "


"Hingga akhirnya tragedi itu terjadi di Singapura. "cerita Moe berakhir dengan ada sendu.


"Tragedi penculikan Keyra..? "tanya Fero.


"Benar...Dua hari Nona Keyra diculik dan disiksa tanpa ada ampun sedikitpun membuat Tuan Hijaya geram. Beliau berani menukar nyawanya hanya demi keselamatan putrinya. "jawab Moe dengan bergetar.


Ucapan Moe membuat Levin lemas seketika.


"Apa maksudmu disiksa tanpa ampun...?"ucap lirih Levin dengan lidah yang bergetar hebat.


Pertanyaan Levin membuat Moe dan Fian saling adu pandang.


"Katakan padaku..apa maksudmu disiksa tanpa ampun...dia istriku..? "teriak Levin geram karena tidak ada jawaban.


"Apa anda bisa menahannya jika aku perlihatkan video penyiksaan Nona Keyra..?"


Deg


Deg


Deg


Semua orang tersentak kaget mendengar perkataan Moe.


"Tak ada yang tahu kecuali kami jika tempat dimana kejadian mengerikan itu terjadi ternyata ada sebuah cctv yang terpasang di sebuah mobil usang. "


"Kami menyimpannya sampai detik ini..."lanjutnya


"Putar.. "


"Apa..? "tanya Moe


Tanpa aba aba Levin berjalan cepat menuju meja kerjanya dan menarik laptopnya.


Brak


"Putar rekamannya.. "ucap Levin dingin.


Moe menoleh pada Fian memberi tanda agar bukti itu dikeluarkan dari kopernya.


Dengan perlahan Moe memasukkan sebuah flashdisc kedalam laptopnya. Dan...