My Two Men Protector

My Two Men Protector
36.



"And Sorry..."ujar Nick terisak dengan nada yang sangat lemah.


"Its Ok Nick. Next time please becareful ok.."


Nick menganggukan kepala pelan.


Lalu kedua orang tua Nick menghampiri Keyra dan Levin. Dan mengangkat Nick.


"Terimakasih..."ucap mereka.


"Kenalkan saya Orion dan ini istri saya Julia."mereka mengulurkan tangan pada Levin dan Keyra. Mereka pun membalas uluran tangan mereka dan saling berkenalan.


"Maaf Nona Keyra.. "


"Panggil saja Keyra.. "


"Oh baiklah. Keyra apakah anda baik baik saja. Bagaimana kalau kita kedokter...? "tanya Julia.


"Saya baik baik saja. Hanya lelah. Kalian tidak perlu khawatir. Saya sudah ada yang menjaga. Lebih baik kalian menjaga putra kalian.. "jelas Keyra. Ada nada ketus dan menyindir diterakhir kalimatnya membuat mereka sangat bersalah.


Lain halnya dengan Levin.. dia bahkan terkejut atas ucapan Keyra. Levin menatap wanita disampingnya dengan tertegun. Ucapannya sangat berarti padanya seperti ada sebuah amanah didalam kata katanya. Dia tidak menyangka bahwa Keyra sudah menyerahkan hidupnya untuk dia jaga. Dan dia harus menjaga amamah itu. Levin mengecup pelipis Keyra lama tanpa memperdulikan tatapan orang didepannya.


"Maafkan kami. Karena... "ucapan Orion terpotong oleh Levin.


"Maaf...saya harus membawa istri saya pulang. Dia harus istirahat.. "ucapan dingin dan tegas seorang Levin membuat mereka tidak bisa berkata apa apa.


Tanpa aba aba Levin mengangkat Keyra ala brydal dengan tidak berpamitan sedikitpun. Lalu melangkah pergi membelakangi mereka.


Nick merengek...Keyra mendengar rengekan Nick kemudian menoleh kebelakang dan menggerakan tangannya mengisyaratkan selamat tinggal dan memberinya kiss bye dari jauh. Tak lupa dia memberi senyuman manis dan mengucapkan sesuatu dengan gerakan bibirnya "I'm ok ".


Nick diam dan menatapnya sendu.


"Dad...she will be fine right..."isak Nick dan menangis dipelukan Orion.


"It's ok Son.. we will find out who they are..and we will make sure she's fine... "ucap Orion. Dia bertekad akan mencari tahu siapa mereka dan dimana mereka tinggal. Mereka tidak akan pernah melupakan kejadian ini. Mereka akan melakukan apapun jika hal buruk menimpa Keyra. Itulah tekad Orion.


Orion tampak mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang.


"Cari tahu seseorang yang bernama Keyra dan suaminya Levin. Hubungi aku secepatnya.. "perintah Orion pada orang suruhannya. Dan langsung menutup ponselnya sepihak.


--------------


Disisi lain Keyra tampak lega karena Levin segera membawanya pergi dari tempat itu. Sebenarnya dia juga ingin menanyakan keadaan Nick tapi rasa sakit dikepalanya tiba tiba datang tanpa permisi. Keyra menjatuhkan kepalanya lemah dipangkuan Levin. Seperti ada batu yang sangat besar menindihi kepalanya sehigga membuat kepalanya sangat beraat.


Key mencoba memejamkan matanya agar sakit dikepalanya hilang.


Namun beberapa saat kemudian dia merasa akan ada sesuatu yang keluar dari hidungnya. Dia sedang tidak menangis tetapi seperti ada ingus yang keluar dari hidungnya.


Dia pegang hidungnya dan merasakan ada cairan yang menempel ditangannya. Keyra terkejut saat melihat tangannya ada cairan merah kental. Apa ini...? Dia coba berkali kali membersihkan hidungnya namun malah semakin banyak cairan itu keluar.


Masih dalam gendongan Levin yang sedang melangkah pergi keluar mall Keyra menutup hidungnya dengan tangannya.


Saat sudah berada didepan mobilnya. Levin menurunkan Keyra pelan. Keyra turun dan berdiri namun dengan kepala menengadah keatas dan satu tangannya menutup hidungnya.


"Kaak... tolong ambilkan aku tisue..? "


Mendengar suara serak istrinya, Levin menoleh padanya dengan raut muka yang sangat sangat khawatir.


"Sayang.... Kenapa denganmu "suara keras Levin penuh dengan nada khawatir.


Levin memeluk pinggang Keyra dengan satu tangannya dan tangan lainnya membuka tangan Keyra yang menutup hidungnya.


"Oh Tuhan... "Levin sangat panik saat melihat bekas tangannya penuh dengan darah. Dan darah dari hidung istrinya pun terus saja keluar.


"Kak...aku tidak apa apa hanya mimisan.. "ucap Keyra pelan dengan masih menengadahkan kepalanya keatas.


Tanpa berpikir panjang Levin menarik dasi dari lehernya dan membantunya menutup hidung Key dengan dasinya.


Levin membawa Keyra masuk kemobilnya pelan. Dia sandarkan Keyra pada kursi mobil yang sudah dia set agar lebih turun.


Rahang Levin kembali mengeras. Dia emosi pada dirinya sendiri bagaimana istrinya sedang mimisan dia tidak tahu.


Shit.... Shit.... Shit... Levin memukul keras badan mobile .


Levin masuk mobil dengan tergesa. Dia langsung menancap gas mobilnya tanpa melihat kondisi Keyra. Yang dia pikirkan saat ini adalah rasa bersalahnya betapa bodohnya dia kenapa dia meninggalkannya sendirian waktu di mall tadi. Kenapa dia melakukannya lagi dimana janjinya saat dia akan selalu melindunginya...pikiran itu selalu berputar putar diotaknya. Tanpa sadar dia memukul setir mobilnya keras saat lampu merah menyala.


Keyra menoleh kesamping kanannya dan menarik tangan kiri Levin. Levin yang merasa ada sentuhan menyentuh tangannya dia melonjak kaget.


Keyra membawa lengan Levin menyentuh dadanya.


"Apa Kakak bisa merasakan detak jantungku saat ini..?"tanya Keyra lirih.


Levin merasakan detak jantung Keyra sangat cepat. Dia menatap istrinya penuh cinta.


Levin menyetir mobilnya pelan dengan satu tangannya hingga berhenti dipinggir jalan. Lalu membalikkan badannya hingga menghadap badan Keyra.


"Bisa bantu aku Kak... "Keyra menggerakan badannya berusaha untuk duduk .


Levin membantu Keyra pelan dan merengkuh tubuhnya erat hingga menempel dengan tubuh Levin.


"Kenapa denganmu Kak..dari tadi Kakak selalu marah. Aku tidak apa apa...lihat..aku sudah tidak mimisan lagi... "ucap Keyra lembut dengan mengelus rahang keras Levin.


Levin mengecup bibir Keyra.


"Kau tahu sayang....satu sentuhanmu saja bisa membuatku kembali hanya terpusat padamu. "Levin mengusap lembut pipi Keyra.


"Maafkan Kakak...karena tadi meninggalkanmu sendiri sampai kejadian mengerikan itu terjadi. "Levin membersihkan sisa darah dihidung Keyra dengan jemarinya. Kemudian mengecup lembut hidung Keyra hingga mata Keyra terpejam merasakan sentuhan dari suaminya.


"Aku sangat mencintaimu sayang. Benar benar mencintaimu dengan tulus. Aku mohon jangan pernah terpikir satu kali saja untuk meninggalkanku. Apapun yang kau lakukan ingatlah bahwa ada satu pria bodoh yang sangat mencintaimu yang akan mati jika kau tidak disampingku "air mata Levin mengalir dengan sendirinya.


Kejadian mengerikan tadi masih terekam dikepalanya. Membayangkanya saja bahwa Keyra akan jatuh tadi membuat jantungnya berdetak hebat. Apalagi jika...Ah tidak...


Levin mengecupi seluruh wajah Keyra dengan semakin deras air matanya. Keyra yang sedari tadi memang wajahnya dibanjiri air matanya karena ucapan Levin semakin terisak.


Levin sangat bersyukur karena istri tercintanya masih berada dihadapannya.


"I love you too Kak.. "


"Maaf karena telah membuatmu khawatir. Aku sangat egois. Waktu aku melihat anak itu terlempar dari atas balkon tubuhku merespon sendiri dan tanpa sadar aku langsung saja melompat. Tapi detik selanjutnya aku baru sadar bahwa aku sedang diujung maut. "isak Keyra.


"Kau tahu Kak...sebenarnya aku sangat takuut sekalii tapi Kakak tahu ada yang lebih takut dariku. Nick. Anak itu badannya bergetar dan tangisnya membuatku harus bertindak sesuatu. Dan saat itu aku sangat beruntung karena Kakak akhirnya datang. Thank you my husband..."Keyra mengecup pipi Levin.


"Jadi kumohon jangan berpikir gara gara Kakak aku jadi celaka. Kau adalah pelindungku Kak. Percayalah ..."Key menangkup kedua pipi Levin.


Levin terpaku mendengar ucapan Keyra. Lama dia menatap istrinya dengan mengusap lembut wajahnya...merapikan rambut panjangnya.


Karena lama tak kunjung bersuara Keyra memulai duluan.


"Apa kita akan seperti ini terus...?"tanya Keyra pada Levin yang masih terus saja membelai wajahnya dan memeluk erat dipinggangnya.


"Hmm... "gumam Levin dengan masih mengelus matanya sesekali dia juga mengecup matanya.


"Kenapa kau cantik sekali sayang..? "


"Apa Kakak tidak lelah...?"Keyra mengalihkan pertanyaan Levin karena malu.


"Ingin rasanya mengurungmu dikamar hingga tidak ada yang ikut melihat kecantikanmu. Kau adalah miliku sayang. Only me.. "


Keyra tersenyum.


"Ponselmu Kak.."ponsel Levin terus berdering namun tak dihiraukannya dia lebih asyik menatap wajah cantik istrinya.


"Paling orang kantor... "ucap Levin singkat.


"Lihat dulu Kak...?"


Dengan terpaksa Levin mengambil ponsel yang ada disakunya.


"Momy. .."ujar Levin dan menunjukannya pada Keyra.


"Ayo cepat angkat... "ucap Keyra tak bersuara.


Levin mendial tombol hijau diponselnya.


"Levin....dimana putri Momy.? Kamu dimana saja hah...kenapa tidak bisa menjaganya. Momy tahu Key ada denganmu cepat bawa pulang kerumah Momy. Se Ka Rang...!! "teriak Momy tanpa henti bahkan satu kata pun belum sempat dia ucapkan Momy langsung menutup sambungannya sepihak.


Levin langsung melajukan mobilnya menuju rumah Momynya.


"Pasti Momy tahu kejadian ini.."batin Levin.


"Ada apa Kak...? "


"Momy miss you.. "ucap Levin singkat


"Hmmm... Key juga. "ucap Key berbinar saat tahu dia diajak akan bertemu dengan Momynya.


"Habislah gue sama Momy.. "batin Levin. Namun dia tetap tersenyum dan mengacak pelan rambut Keyra.


〰〰〰〰


"Keeeyy sayang.... "teriak Momy.


"Apa kau tidak apa apa Nak...coba Momy lihat apa ada yang luka... "


Momy terus saja memeriksa badan Keyra yang masih ada dipangkuan Levin. Sejak kedatangan mereka dirumahnya Momy dan Dady Jon sudah menunggunya didepan pintu rumahnya. Dan tanpa aba aba Levin langsung menggendong Keyra.


"Heh Levin cepat turunkan putri Momy.. "


"Aissh Momy ini kasar sekali."geram Levin namun tak ayal tetap menurunkan Keyra pelan.


"Key tidak apa apa Mom..."


"Apa Momy tidak memelukku."ucap Keyra manja dengan merentangkan kedua tangannya.


"Oh sayang.... Hiks.. Hiks.. Momy takut sekali saat melihatmu bergelantungan dimall itu. Hiks.. Hiks...kenapa kau suka sekali membuat Momy khawatir sayang. Momy love you... "isak Momy.


Kejadian dimall tadi tanpa mereka sadari sudah tayang secara live di semua tv. Tentu saja karena mall itu adalah mall terbesar dikota itu.


"Maaf... "ucap Keyra


"Apa kau terluka sayang... "tanya Dady.


"Tidak Dad... "


"Lalu apa ini...bekas darah.. "teriak Momy saat menemukan bekas darah dibaju Keyra.


"Oh..ini tadi hanya mimisan."


"Apa....!! "teriak Momy dan Dady histeris


"Levin cepat panggil dokter...cepat.


Kau apakan anak Momy haah sampai mimisan begitu. Bugh... Bugh... "Momy memukul badan Levin berkali kali meskipun tidak terasa apapun bagi Levin.


"Aw... Aw... Ya Mom aku sudah memanggilnya sebentar lagi akan datang. "


"Benar...? "Momy langsung menghentikan aksinya. Keyra yang melihatnya hanya bisa tersenyum.


"Dengar jika kau tidak bisa menjaga putriku akan Dady bawa keluar negeri bersama Momy.. "tegas Dady.


"Tidaaaakk... Apa apaan Dady ini. Bisa bisanya berniat mau memisahkanku dan istriku... "geram Levin yang langsung saja menarik tubuh Keyra ketubuhnya dan memeluknya erat.


"Jangan main main denganku Dad. Karena aku tak akan membiarkan itu terjadi sampai kapanpun."ucap Levin yang langsung mengecup lembut puncak kepala Keyra dan pelipisnya.


"Ayo sayang...kau harus istirahat.."Levin langsung mengangkat Keyra ala brydal dan membawanya kekamarnya. Keyra terdiam karena perlakuan Levin.


"Apa benar itu Levin kita Dad... "Tanya Momy pada suaminya Jon.


"Ya dia Levin kita Mom. Dia sangat mencintai gadis itu. "jawab Jon dan merangkul bahu istrinya.


"Momy bahagia Dad...akhirnya Levin menemukan cinta sejatinya.. "


"Ya dan Keyra telah mengubah pria dingin itu. "


〰〰〰〰〰〰〰


"Nona Keyra baik baik saja. Mimisan yang tadi dialaminya karena dia terlalu menahan rasa sakit dikepalanya dan tentu saja karena kelelahan."


"Tuan Levin....mulai sekarang istri anda tidak boleh terlalu lelah dan jika dia mulai merasa sakit dikepalanya biarkan dia istrirahat sejenak dan minum obat ini.. "jelas Dokter pribadi keluarga Levin.


Entahlah ada rasa khawatir yang mendalam dalam diri Levin saat ini. Dia hanya diam mencerna penjelasan sang dokter.


"Tenang saja Tuan Levin...istri anda akan sembuh berjalannya waktu asal ikuti anjuran saya tadi. Ini hanya efek dari kesembuhan traumanya.. "


"Baiklah saya permisi dulu..."pamit dokter itu dan pergi meninggalkan kediaman Levin.


Levin mengacak rambutnya frustasi kemudian masuk kedalam kamarnya.


Ditatapnya wajah istri cantiknya yang sudah tertidur lelap bersama Momynya yang dari tadi menemani Keyra.


"Dia baru saja tidur setelah dokter memberinya obat penenang. "ujar Momy saat tahu ada Levin didepannya.


"Momy keluar dulu...jaga dia Lev. "


"Of course Mom... " Levin mendekat dan menaiki ranjangnya.


Ditariknya tubuh Keyra perlahan dalam dekapan Levin dan memeluknya erat.


"Sleep well my wife. Love you.. "Levin mengelus rambut Keyra dan diakhiri dengan kecupan dipuncak kepalanya.


Momy Levin terenyuh melihat pemandangan indah itu. Dia sangat bersyukur dengan datangnya Keyra dirumahnya. Setelah melihat Levin ikut tertidur dia keluar kamar dan tidak menutup pintu kamar itu.