My Two Men Protector

My Two Men Protector
28.



"Yuk Key...cepet turun... Udah telat kita nih..."bujuk Fero.


Saat ini Bunda, Fero dan Keyra sudah berada didepan tempat kerja Levin yang tampak dari luar sudah sangat megah.


Bunda dan Fero sudah turun dari mobil dari tadi. Tapi tidak dengan Keyra. Dia seperti enggan untuk keluar. Perasaannya mengatakan dari luar saja tampak megah apalagi didalam. Dan sudah barang tentu pasti didalam sudah hadir orang orang penting. Mungkin akan berbanding terbalik dengan keadaan dirinya. Dan timbulah rasa tidak percaya dirinya.


"Tapi Kak... aku takut..."lirih Keyra pada Fero melalui lubang kaca jendela mobilnya.


"Kamu pasti grogi ya... "ucap Fero dan diangguki oleh Keyra.


"Bagaimana kalau mereka memandang penampilanku terlihat aneh.  Bundaaa... "rengek Keyra


"Key sayang... Kamu cantik tidak ada yang akan memandang mu aneh.  Jangan dengarkan perkataan Kakakmu ini.. "bujuk Bunda.


"Ok.. Ok.. Kakak minta maaf. Kakak hanya bercanda Key.  Apa kau tahu... Adikku ini gadis tercantik yang ada di dunia ini.. "Fero pun mencoba membujuknya.


"Jangan merayu Kak...aku masih marah padamu Kak... "


Fero terdiam dia merasa bersalah pada adik kesayangannya ini. Tidak ada cara lain dia satu satunya yang bisa membujuknya.


"Baiklah Kakak kasih waktu untuk menenangkan diri. Kakak antar Bunda dulu kedalam ya. Nanti Kakak kembali setelah dirimu tenang. Ok... "ucap Fero dan diangguki oleh Key. Dia memang tahu jika adiknya ini belum pernah datang ke sebuah pesta jadi sangat wajar kalau dia menjadi grogi apalagi karena ledekannya tadi dirumah.


Meskipun sebenarnya penampilan Keyra saat ini Fero yakin pasti akan membuat Levin frustasi.


"Haha...gue kerjain loe Lev. Gue yakin pasti loe ga bisa tenang lihat penampilan adek gue.. "tawa Fero dalam hati.


Keyra masih terlihat duduk manis dikursi belakang mobilnya dengan *** remas bajunya.


Fero dan Bunda sudah masuk terlebih dahulu kedalam ruang pesta dan disambut hangat oleh keluarga Levin.


Levin yang sedari tadi gelisah menunggu gadisnya mencari kesana kemari karena tidak melihatnya datang bersama dengan Fero dan Bundanya.


Levin menyalami Bunda.


"Bunda.. Key..?? "tanya Levin dan ditanggapi senyuman oleh Bunda.


"Key tidak ikut...males katanya... "sosor Fero.


"Appaaa...?? "teriak Levin.


Levin langsung lesu dan tampak frustasi. Namun tidak dengan Fero dia malah ketawa sendiri.


"Dia datang kok nak Levin.. "ucap Bunda dan Levin langsung menatap Bunda terkejut .


"Apa itu benar Bunda..?Kenapa tidak bersama dengan kalian.."tanya Levin dengan memegang kedua tangan Bunda.


"Dia masih didalam mobil , katanya dia takut masuk ..."


"Takut...?"Levin mengerutkan keningnya.


"Ini semua gara gara dia.. "ucap Bunda dengan melirik Fero. Dan Fero pun terdiam hanya menggarukan kepala.


"Gara gara Kakaknya ini bilang kalau dia jalannya kaya robot karena pakai sepatu baru yang baru dikasih oleh Dokter Hans..."


"Apa..?"


"Pergilah Nak... Bujuk dia. Kami sudah membujuknya tapi dia masih ragu.. "ucap Bunda lagi.


"Baik Bunda...dan Loe...urusan kita belum selesai.. "ucap Levin sinis pada Fero.  Dan Fero pun hanya mengangkat kedua tangannya dengan cengiran kudanya.


Levin pergi keluar ruangan dengan gelisah namun saat melewati kantin nya dia berhenti dan teringat sesuatu.


"Beri aku susu moca.. "ucap Levin dingin.


"Baik Tuan... "ucap petugas kantin itu dengan menunduk hormat.


Setelah menerima pesanannya Levin kembali melangkah keluar menjemput gadisnya. Saat melihat sebuah mobil dia langsung berlari. Orang orang yang melihat pemilik perusahaan besar itu berlari menatapnya dengan terkagum.


Levin mengetuk kaca mobil itu. Dan Keyra yang masih berada didalam mobil itu pun terkejut.


"Kak Levin.... "Keyra segera membuka kaca mobilnya.


Levin sangat tertegun melihat penampilan Keyra meskipun hanya terlihat dari wajahnya. "Cantik.. "ucap Levin dalam hati.


Levin terdiam terpana melihat wajah cantik istrinya.


"Kaak"


"Kaak.. "panggil Keyra karena tak kunjung mendapat jawaban dari suaminya.


"Oh maaf... kenapa sayang... "ucap Levin dengan menyentuh pipi Keyra dari lubang kaca mobilnya.


"Kenapa Kakak kesini... Mana Kak Fero."tanya Keyra dengan muka cemberut nya.


"Sebentar... "Levin memutari mobil  dan segera masuk kedalam mobil itu.


"Fero dan Bunda sudah didalam. Tapi kenapa kamu tidak ikut kedalam ehm.."tanya Levin dengan lembut.


"Key takut Kak... Kakak belum lihat penampilanku seutuhnya. Aku takut nanti Kakak malu... aku tidak mau Kakak ma..."


"Sst... "Levin menutup mulut Keyra dengan tangannya. "Kau cantik sayang... Kau adalah istriku. Istri sahku.. Kenapa harus malu.. Kakak tidak perduli apa kata mereka... Yang Kakak perhatikan hanya Kamu sayang.. My Keyra.... "ucap Levin dengan menangkup kedua pipi Keyra.


Keyra bersemu mendengar perkataan Levin.


Levin pun tersenyum melihat wajah istrinya yang merona.


"Jangan tampilkan wajah meronamu pada orang lain selain aku.. "ucap Levin gemas dan mengecup bibir istrinya.


Keyra terdiam. Jantungnya berdetak cepat.


"K ak... "Keyra mendorong Levin pelan.


"Nanti riasanku rusak Kaak...jangan menciumku terus.."


"Maaf... Kakak ingin membawamu pergi dari sini agar tidak ada yang melirikmu.."ucap Levin.


"Apa... "tanya Keyra.


"Ah.. Tidak.. Tidak..."


"Ini Kakak bawakan minuman kesukaanmu... minumlah.."Levin memberi susu moca yang dari tadi dibawa di saku jasnya.


Mata Keyra berbinar.


"Makasih Kak.."


"Anything for you... "ucap Levin dengan mengecup pipi Keyra.


"Kaaakk..."Keyra kesal karena suaminya ini terus menciumi wajahnya.


"Ya... Ya..."


Levin keluar dari mobil dan memutarinya. Dia membuka pintu mobil dan mengulurkan tangannya pada Keyra.


"C'mon My Princess..."


Keyra tersenyum tersipu diperlakukan seperti itu.


Keyra menurunkan satu demi satu kakinya perlahan. Dikeluarkan badannya dari mobilnya dan meraih tangan Levin.


Levin kembali tercengang setelah melihat penampilan seutuhnya dari istrinya itu.



Baju longdres warna soft sederhana dengan lengan pendek menambah anggun penampilan Keyra.  Keyra sempat bingung dengan Levin. Tadinya dia tersenyum manis kepercayaan dirinya sudah kembali karena adanya suami tercinta disisinya.  Namun karena Levin melihat penampilannya seperti itu dia merasa gelisah kembali.


"Kaak... Kenapa..? Apa ada yang salah dengan penampilanku Kak..?"tanya Key lirih.


Levin mendengarnya namun kekagumannya pada istrinya mengalahkan segalanya.  Seakan akan dia ingin sekali membawanya kabur detik ini juga. Karena pasti didalam sana semua orang yang hadir pasti akan sama sama tercengang dengan dirinya melihat gadisnya berpenampilan cantik seperti ini.


"Maaf Kak..."lirih Keyra kembali dengan menundukan kepala dan *** kembali tangan ke baju nya.


Levin seketika merengkuhnya kedalam pelukannya.


"No... My princess. Please jangan seperti ini... Kenapa harus minta maaf. Kakak hanya kagum pada istriku ini. "Levin menangkup kedua pipi Keyra dan menempelkan hidungnya dengan hidung Keyra.


"Ingin sekali Kakak membawamu kabur dari tempat ini detik ini juga. Kau tahu...pasti mereka akan tercengang melihat kecantikanmu. Dan Kakak tidak suka itu. Because you're mine. Just mine. "ucap Levin tulus.


"Apa aku terlihat lucu memakai longdress ini Kak..hanya dengan ini bisa menutupi sepatuku.."


"Tidak ada yang lucu dan tidak ada yang aneh. Dengar... Jangan pernah pergi selangkah pun dari sampingku ya sayang. Kau mengerti... "perintah Levin.


"Ehm. "angguk Keyra.


"Ayo.. "ajak Levin dengan menggandeng lengan Keyra erat seakan takut dia melangkah pergi darinya.



"Kak...apa Kakak malu jalan dengan ku.. "ucap Keyra lirih.


"Apa cara berjalanku terlihat lucu seperti robot ya Kak..?"ucapnya lagi.


"Mereka terus memandangi kita Kak...bagaimana ini..?"rengek Keyra dengan semakin erat menggenggam lengan Levin.


Pertanyaan bertubi tubi dari Keyra tidak dijawab oleh Levin.  Dia memang tidak memperdulikan nya, dia malah melepaskan genggaman tangan Keyra dan beralih memeluk pinggangnya erat.


Keyra terkejut dan menatap suaminya itu.


"Jangan pikirkan yang lain. Hanya aku...mengerti. "ucap Levin diakhiri kecupan dikening Keyra.


"Love you..."ucap Levin lagi.


Keyra hanya menunduk malu. Bagaimana mungkin Levin menyatakan cintanya disaat banyak orang sedang tertegun memandangi mereka.


Keyra berjalan anggun dan pelan saat memasuki ruangan pesta yang megah itu. Rambut indahnya yang sengaja dia biarkan terurai menambah aura kecantikannya. Seluruh keluarga menyambut dengan senyum bahagia saat mereka baru tiba. Tidak ada satu orang pun yang tidak terpana melihat mereka. Dan Levin merasakan itu.


"She's mine.... "ucap Levin pada setiap orang yang dia lewati.


"She's mine..."


"Mine..."


Keyra tersenyum saat keluarga besarnya sudah terlihat.


Dipeluk nya Bunda,Mom,dan Dady nya saling bertegur sapa. Hingga satu orang yang dia lupakan.


"Kau tidak memelukku Key... "ucap Fero dengan merentangkan kedua tangannya.


"Mulai sekarang jangan peluk peluk istri gue.. "Levin langsung berdiri menengahi mereka dengan menyilangkan kedua tangan di dadanya.


"Aaiisshhh..... "Fero kesal.


"Please Dek... Maafin Kakak ya... Kakak tadi cuma bercanda kok. Yah Key..ya...maafin Kakak please.. "rengek Fero memelas karena masih dihalangi Levin.


Keyra dan keluarganya tersenyum lucu melihat tingkah mereka.


Keyra menyentuh bahu Levin agar melepaskan Fero.


"Oh My Princess..."teriak Fero langsung menarik Keyra kedalam pelukannya. Dia memeluk erat Keyra dan menggoyangkan badannya gemas. Keyra hanya bisa tersenyum dibalik pelukan Kakaknya.


"Tidak marah lagi kan..?"ucap Fero dengan menangkap kedua pipi Keyra gemas.


Keyra menggelengkan kepala.


Fero mengecup kening Keyra. Saat ingin memeluknya lagi sebuah tangan kekar menengahi mereka.


"Sudah... sudah... Loe udah di maaf in kan. Tapi belum sama gue.  Jangan peluk peluk ..main cium lagi.. "ucap Levin sinis dengan memisahkan Keyra dari Fero dan langsung melingkarkan tangannya di pinggang Keyra.


"Dia adek gue tahu.. "


"Dia istri gue..."


Keyra hanya menepuk jidatnya. Dan melirik pada Bunda seolah olah ingin mengatakan tolong hentikan mereka.


"Sudah... Sudah....Dia bukan milik siapa siapa.. Dia anak Dady dan Momy..."tiba tiba Jon menengahi mereka namun...


"No.... "teriak Levin dan Fero bersamaan.


"Ups... "maksud Jon ingin melerai malah dia yang kena.


"No Dad... "sontak Levin dengan semakin memeluk Key dari samping.


Keyra tidak tahu harus bagaimana cara melerai mereka.  Dia hanya diam saja menunggu acaranya dimulai.


"Sayang. .jangan kemana mana ya. Tetap disini bersama aku.  Ok... "ucap Levin memohon.


Key hanya bisa menghela nafas.


"Baiklah... "Keyra pasrah.


Perdebatan mereka terhenti saat mendengar panggilan seorang MC memanggil Levin sebagai pemilik tunggal perusahaan untuk memulai acaranya.


Levin dengan berat hati menerima panggilan tersebut dan meninggalkan Keyra untuk naik keatas panggung.


"Don't go anywhere... understand..!"perintah Levin pada Keyra dengan menangkap kedua pipinya.


"Ehm..."lagi lagi Keyra pasrah pada suami posesif nya ini.


Levin mencium kening Keyra.


Keyra tak habis pikir.. Memang dia mau kemana kaki saja belum bisa berjalan benar. Hufftt...


Key menatap suaminya terheran saat di panggung menjadi seseorang yang sangat dingin, tegas dan berwibawa. Tapi kenapa jika dengannya dia berubah menjadi orang yang sangat cerewet dan posesif .


"Pasti kau terheran dengan suamimu Nak... "tanya Jon seolah olah mengerti isi hati menantunya.


Keyra menatap Jon dan menganggukkan kepala.


"Saat berhadapan dengan rekan bisnis dan karyawannya dia memang terkenal dingin. Tapi saat bersama dengan keluarganya dia sangat ramah.."


"Namun setelah bertemu denganmu Dady tidak tahu kenapa dia jadi sangat cerewet dan terlalu posesif padamu. Mungkin karena dia terlalu mencintaimu. Dady harap kau mengerti Nak... "Jon merangkul bahu Keyra.


"Key mengerti Dad... "mereka pun tersenyum bersama.


Dari atas panggung Levin melihat Jon merangkul Keyra. Seketika acara pembukaan dipercepat dan diteruskan dengan hiburan hiburan.


Levin mempercepat langkahnya menuju Keyra dan Dadynya.


"Selamat Nak... Acara mu berhasil tapi kenapa cepat sekali.. "Jon merangkul Levin memberi selamat pada putranya.


"Itu karena Dady... "ucap Levin sinis.


"Dady..?"Jon terheran. Dalam sedetik dia berpikir dan akhirnya dia maksud dengan ucapan Levin.


"Oo... I"m sory...gadismu sangat cantik Lev.. "bisik Jon dan dibalas dengan tatapan tajam Levin


"Daaaddd...."teriak Levin.


Mereka tidak tahu apa yang diperdebatkan antara ayah dan putranya itu tapi satu persatu mereka memberi selamat. Mulai dari Bunda, Momy dan Fero. 


Setelah mereka selesai memberi selamat giliran Keyra. Dia menatap suaminya penuh cinta. Dan langsung mengalungkan lengannya ke leher Levin. Keyra mencium leher Levin lembut.


Seketika Levin terdiam mematung.


"Congrat My Hubby... aku sayang Kakak..."ucap Keyra tulus dengan menatap mata Levin


Levin tersenyum bahagia mendapat pelukan spesial dari istrinya itu.


Dia langsung menarik Keyra dalam pelukannya.


"Kakak lebih menyayangimu dan lebih mencintaimu..."ucap Levin dengan semakin erat memeluk istrinya itu.


Setelah mendapat ucapan selamat dari keluarga dan istri terkasih nya Levin dibanjiri ucapan selamat oleh teman teman dan rekan bisnisnya. Namun tak pernah sedetikpun Levin melepas pelukan tangannya dipinggang Keyra.


Hingga saat sebuah panggilan mengejutkan dari seorang MC yang memanggil seorang artis untuk menghibur acara tersebut.


"G-D..dari korea.. "teriak MC.


Seketika Keyra langsung memutar badannya menghadap ke panggung.


Benarkah.. Dia..??