My Two Men Protector

My Two Men Protector
70.



****Warning ++


Semoga yang baca sudah buka puasa.


Happy reading****.


"Kak..."Keyra menyentuh lengan Levin dengan penuh kelembutan. Dia tahu siapa suaminya.


"Tidak kuijinkan.."ucapnya dingin tanpa menoleh pada istrinya. Percayalah jika dia sekali saja melihat wajahnya luluh sudah pertahanannya.


"Sayang..."suara Keyra begitu merdu masuk ditelinganya hingga tanpa sadar dia menoleh pada wajah cantik istrinya. Dan benar...Keyra sudah memasang wajah imutnya dengan rayuan pupy eyesnya.


"Mereka hanya ingin berfoto denganku...hanya foto.."


Hhh...Levin menghela nafas.


"Kau pintar sekali merayuku...jangan tunjukan ini selain padaku.."ucap Levin dengan mencubit pipinya gemas.


Keyra menganggukan kepalanya dan dengan senyum manisnya.


Levin kembali menatap mereka dengan tajam.


"Aku beri waktu lima menit...dari sekarang.."suara Levin dingin dengan menatap jam dilengan kanannya memberi syarat pada mereka yang ingin berfoto dengan istrinya.


Kenzo Jade dan Tom tersenyum dan berburu menghampiri Keyra. Tak menyangka Kenzo memberikan ponselnya pada Levin bermaksud untuk memfotonya. Tapi dengan pelototan matanya...Kenzo terdiam.


"Maaf.."


Lalu Kenzo memberikannya pada Fero dan Fero menerimanya dengan senang hati.


Tak lama mereka berfoto bersama dengan Keyra. Dan mereka juga memanfaatkan untuk berfoto hanya dengan Keyra.


Keluarga lainnya hanya memandang mereka dengan menahan tawa.


"Cukup...."ucap Levin dengan geram.


"Sudah lima menit..."lanjutnya. Levin segera menghampiri Keyra kembali dan duduk disampingnya dengan merangkul bahunya.


"Terimakasih Nona..."


"Kami permisi..."pamit Kenzo dan yang lainnya.


"Ya. Hati hati Kak. Salam untuk istri kalian.."ucap Keyra sambil tersenyum.


*******


"Aku ingin pulang Kak..."ucap Keyra saat dirinya sedang memakan buah jeruk yang sudah dikupas oleh Levin suaminya.


Levin yang sedang bekerja dikamar inap rumah sakit itu menoleh seketika.


"Apa..!!"


"Kak...aku sudah sembuh. Aku ingin jalan jalan. Aku rindu kamarku. Aku rindu rumah. Dan lihatlah...kau bahkan sudah 3 hari ini bekerja dikamar ini. Kau pasti lelah Kak.."cerocos Keyra.


Sejak hari dirinya bangun dari koma...dari hari ke hari Keyra semakin sehat. Dia jadi suka sekali makan. Bahkan dokter senang sekali melihat perubahan ibu hamil satu ini. Dokter pun berani memutuskan bahwa Keyra bisa melahirkan secara normal. Tapi itu pun tergantung kondisi Keyra nantinya..


Karena Levin sama sekali tak menanggapi ucapan Keyra. Dia bangun dari tempat tidurnya perlahan kemudian mendekati Levin yang sedang duduk dikursi meja disamping sofa panjang. Keyra tiba tiba menyentuh bahu Levin yang membuatnya terkejut lalu tanpa aba aba dia duduk menyamping dipangkuan Levin dan melingkarkan kedua lengannya dileher sang suami.


Keyra mengecup bibir suaminya lama. Hanya mengecup.


"Kau sepertinya sedang merayuku sayang...?"ucap Levin saat istrinya melepas kecupannya. Ada rasa kecewa dalam hati Levin. Dia benar benar menyukai jika istri cantiknya sedang mode seperti ini. Mode merayu.


Keyra menganggukan kepalanya dengan sangat lucu.


Levin menangkup kedua pipi Keyra.


"Kenapa kau sangat menggemaskan sekali..hmmm.."ucap Levin gemas sambil memutar mutar pipinya hingga manyun lalu dicium bibir lucu istrinya itu.


"Baiklah...kita lihat apa yang ingin kau katakan untuk merayu suami tampanmu ini.."lanjut Levin setelah menciumnya.


"Sayangku...istri cantikmu ini ingin sekali pulang. Kata dokter belum ada pertanda bahwa anak anakku ingin keluar. Jadi...sebaiknya aku habiskan waktu menungguku di..kamar tidur kita...berdua denganmu...hanya denganmu..."rayu Keyra dengan nada rendah dan menggoda dikalimat terakhirnya. Dan dibisikkan diujung telinga suaminya.


Levin tersenyum devil. Rayuan istrinya kali ini berhasil.


Dengan cepat dia kembali memangku Keyra dan didudukan pelan dikasur inapnya. Dan tentu saja membuat Keyra terheran dengan tindakan gesit suaminya.


"Tunggu disini...Jangan kemana mana....aku akan konsultasi dulu dengan dokter ahli.."ucap Levin penuh penekanan. Dan langsung keluar kamar seketika.


Keyra diam. Namun tak lama dia tertawa bahak setelah suaminya pergi


"Oh Tuhan...suamiku lucu sekali..."ucapnya disela tawanya.


*******


"Akhirnyaaa...."ujar Keyra yang tiba tiba keluar dari mobil tanpa menunggu sang suami. Lalu merentangkan kedua tangannya sambil menghirup udara segar saat tiba dihalaman rumah besar keluarga Ferdinand.


"Sayang...tunggu.."teriak Levin.


Keyra seolah tak mendengar teriakan suaminya. Dia hendak menghampiri pintu utama. Namun baru satu langkah. Sebuah teriakan menggema hingga terdengar kedalam ruangan.


"STOP RIGHT THERE OR WE GO BACK TO THE HOSPITAL..!"


Suara lantang sang suami membuat Keyra tak bisa berkutik dan mematung. Dia kesal lalu memanyunkan bibirnya.


Dengan kecepatan flash Levin mendekati Keyra lalu mengecup bibirnya.."kau cantik sekali jika sedang menurut seperti ini.."ucap Levin tiba tiba kemudian dengan mudahnya tubuh besar Keyra diangkat dan dipangku kedalam gendongannya ala brydal.


Keyra secara otomatis mengalungkan kedua tangan ke leher suaminya.


"Dan sayang ....jangan lupa janjimu .."ucap Levin dengan menaikkan alisnya berkali kali.


Tentu saja Keyra tahu. Karena memang dia yang menginginkannya.


Keyra tersenyum malu.


"Aku tidak lupa sayang..."ucap Keyra yang kemudian menutup wajah merahnya diceruk leher Levin.


Levin semakin semangat. Dan tersenyum bahagia.


"Oohhooo....akhirnya...wanita cantikku sudah kembali padaku...yeeaahh..."suara Maxy tiba tiba menggelagar saat membuka pintu utama. Dan diikuti oleh keluarga lainnya.


"Dia. Wanitaku...MAXY..."ucap Levin penuh penekanan didalamnya.


"Ya...ya...dia wanitamu. Dia istrimu. Sekarang turunkan dia...aku rindu sekali padanya.."lanjut Maxy mengalah.


Keyra sudah menyapa seluruh keluarga Ferdinand lewat senyum dan tatapan lembutnya.


"Tidak...istriku harus istirahat. Besok saja kalian menemuinya. Dan satu lagi...Mulai sekarang jika kalian ingin bertemu istriku harus ijin dariku. Ingat itu.."ucap Levin sangat emosi.


"Kecuali Bunda Momy dan Dady..."lanjutnya saat menatap orang tua mereka.


"Oh please Kak...aku juga rindu pada Kakakku. Kau jangan egois.."ucap Kevin mulai kesal. Namun tak didengarkan karena Levin terus melangkah masuk.


"Kak...Kak Key ingin makan sesuatu. Turunkan dulu dia.."Rey mengikuti Levin dari belakang.


"Kak...aku ingin bermain dengan Kak Key..."ucap Sandy manja.


Levin membalikan badan sebelum naik tangga menuju kamarnya.


"Dengarkan Kakak baik baik...Kak Key kalian sudah makan tadi dirumah sakit sebelum pulang kerumah ini. Dan Kak Key kalian juga sedang tidak ingin bermain dengan kalian. Sekarang Kak Key kalian hanya sedang ingin bermain denganku. Dengan suaminya. Hanya denganku. Apa kalian mengerti...!!"


"Mmfftthh..."Keyra hampir saja meledakan tawanya namun segera dibungkam dengan tangannya sendiri saat melihat pelototan mata suaminya.


Kevin Rey Maxy dan Sandy mencengo melihat Kakak sepupu satunya ini. Dia benar benar menyeramkan menurut mereka. Tapi kenapa tidak dengan Kakak Keyranya...lihatlah dia terlihat sekali menahan tawanya.


Sedangkan keluarga besar lainnya hanya bisa menggelengkan kepalanya terheran dengan tingkah putra putranya. Dan berlalu pergi meninggalkan mereka.


Levin melanjutkan kembali langkahnya menuju kamarnya.


Dan Keyra terus menatap gemas suaminya yang sedang menahan emosi. Terlihat jelas sekali di wajah merahnya dan rahangnya yang mengeras.


Keyra mengusap rahangnya lembut dan menciumnya.


"Sayang...ingatlah kita masih ditangga. Jangan menggodaku..."ucap Levin dengan menatap Keyra.


"Aku tidak menggodamu. Aku hanya meredakan emosimu. Akhir akhir ini kau suka sekali marah. Itu tidak baik sayang.."


"Hhh...kau tahu sendiri. Jika kau sudah bersama mereka kau dengan cepat melupakanku. Jadi sebelum mereka menguasaimu...aku ambil tindakan tegas.."


Keyra tersenyum geli. Dan mereka pun sudah tiba dikamar kesayangan Keyra. Kamarnya dan Levin.


"Kunci pintunya sayang..."ucap Levin pada Keyra yang masih digendongannya. Keyra menuruti perintah Levin. Dalam keadaan masih dipangku brydal dia mengunci pintunya.


Levin membawa Keyra berbaring dikasur king sizenya dengan lembut dan perlahan.


"Terimakasih..."ucap Keyra.


Levin mengusap kening Keyra dan mengecupnya.


"Aku mandi dulu...jika kau lelah tidurlah..."Keyra menggelengkan kepala.


"Aku akan menunggumu. Boleh aku pinjam laptopmu Kak..."Levin mengerutkan keningnya.


"Aku hanya ingin mengecek sesuatu.."lanjut Keyra seolah tahu apa yang ingin ditanyakan suaminya.


"Baiklah...hanya sebentar sampai aku selesai mandi.."ucap Levin.


"Siap.."jawab Keyra dengan posisi hormat.


Levin mencium bibir Keyra dan sedikit melumatnya.


Levin mengambil laptopnya kemudian menaruhnya diatas bantal yang sudah disiapkan Keyra didepannya.


Setelahnya dia pergi kekamar mandi.


Keyra membuka laptop dan masuk ke akun pribadinya. Ada sebuah kotak masuk disana dan terlihat sebuah rekaman audio dari uncle Moe.


Keyra mengambil headset disamping nakasnya kemudian memasang dikedua telinganya.


"Nona...semua hal tentang kejadian kemarin sudah terselesaikan. Kenan dipenjara 15 tahun karena telah melakukan perencanaan penyandraan dan pembunuhan. Dan James ...beruntung kemarin Tuan Ferdinand tidak jadi menghubungi polisi. Beliau hanya terlihat menggenggam ponsel tapi tidak menghubungi siapapun. Sepertinya Tuan Jon berfikir akan ada seseorang yang akan menyelamatkan mereka.."Keyra tersenyum mendengarnya.


"Nona...sekarang keadaan sudah kembali seperti semula. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada musuh musuh lainnya diluar sana. Ingatlah siapa anda...siapa suami anda...siapa keluarga anda sekarang.


Jadi....dimanapun kau membutuhkan kami. Hubungi kami. Kami akan selalu siap untukmu. "


"Oh ya...kabari uncle jika cucu cucu tampan kami sudah lahir kedunia. Uncle dan pasukan lainnya tidak sabar ingin menemui Tuan Tuan Junior kami. Mereka pasti akan menjadi pemimpin yang hebat seperti anda Nona.


"Selamat beristirahat Nona. Dan berbahagialah selalu..."


Keyra tersenyum dengan mata berkaca bersamaan dengan keluarnya Levin dari kamar mandi. Dia terkejut saat melihat istrinya melamun dengan headset masih terpasang dikedua telinganya.


"Sayang..."


"Sayang..."panggil Levin lagi saat merasa dirinya diabaikan. Dia mengelus puncak kepalanya dan mengusap air matanya yang tiba tiba menetes dengan satu kedipan.


"Ya..."Keyra terkejut.


"Ada apa denganmu..?"tanya Levin lembut.


"Tidak ada apa apa.."ucap Keyra sambil melepas headset dan menaruhnya kembali diatas nakas bersama laptopnya.


"Hanya sebuah pesan..."lanjutnya.


"Pakailah bajumu Kak..."ucap Keyra


"Pesan apa...?"Levin abaikan perintah Keyra.


"Agar aku beristirahat dan hidup bahagia.."jawab Keyra datar


"Dari siapa..?"


"Aku ambilkan pakaian untukmu.."Keyra ingin beranjak dari kasurnya namun tangannya segera ditahan.


"Dari siapa..?"


Keyra menghela nafas


"Dari Uncle Moe.."


"Dengarkanlah pesannya diakun pribadiku. Sandi passwordnya tanggal pernikahan kita.."jawab Keyra kemudian beranjak menuju lemari dan mengambilkan baju untuk suaminya.


"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud.."Levin memeluk Keyra dari belakang dan mencium leher dan bahu istrinya.


"Aku tahu..."Keyra mengusap puncak kepala suaminya dan berbalik badan hingga menghadap suaminya.


Keyra menatap lama wajah suami tampannya.


Lalu meraba setiap inci wajahnya.


"Maafkan aku jika selama ini terlalu banyak hal yang aku sembunyikan darimu Kak. Tapi sungguh..kejadian kemarin aku harap itu yang terakhir.."ucap Keyra masih dengan menatap Levin.


"Aku maafkan. Dan ya kemarin itu adalah terakhir. Akan aku pastikan itu.."ucap Levin sambil merapatkan tubuhnya. Meskipun terhalang dengan perut besar istriya itu.


"Kau tahu....sejak kau meninggalkanku menuju podium. Sejak itulah ketakutanku dimulai. Mungkin karena itu juga perutku sering sakit. Sungguh aku tak tahu hal itu akan terjadi. Aku takut...takut sekali... Aku ingin berlari menemuimu. Tapi keadaanku..."Keyra terus mengelus setiap inchi wajah Levin tanpa bosan.


"Aku takut tak bisa melihatmu lagi...aku..mmft"


Levin dengan cepat menghentikan ucapan istrinya dengan menciumnya lembut.


Dia tak ingin istrinya mengatakan kata kata haram itu lagi. Dia menciumnya penuh cinta dan lembut. Menghisap bibir istrinya berkali kali hingga dia lupa dengan kata kata yang tadi diucapkannya. Dia ***** bibir candunya hingga dia tak diijinkan lagi untuk meninggalkannya. Karena yang dibutuhkan dalam hidupnya kali ini hanyalah wanitanya...istrinya...ibu dari anak anaknya.


Levin melepaskan ciumannya saat merasa istrinya butuh udara. Dia mengusap lembut sisa salivanya dibibir istrinya dengan ibu jarinya kemudian dia hisap kedalam mulutnya.


"Maafkan aku karena tak bisa melindungimu. Maafkan aku karena aku tak disampingmu waktu kejadian itu. Tapi kumohon sayang....kumohon dengan sangat...


Jangan pernah kau mengatakan itu lagi. Aku akan selalu disampingmu. Apapun yang terjadi. Hingga ajal menjemput kita.."Keyra tak kuasa. Dia memeluk erat suaminya.


"Ingatlah selalu dalam hatimu bahwa aku mencintaimu. Suamimu ini sangat sangat mencintaimu. Kau percayai hal itu.."ucap Levin semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Keyra.


Keyra menganggukan kepalanya dengan tersenyum.


Levin menghirup dengan rakus bau harum dileher Keyra. Dia sangat rindu bau harum tubuh ini. Karena mabuk akan harum tubuh ini dia mengecupi dengan lembut leher Keyra berkali kali. Menjilatnya...dan menyisakan jejak kepemilikannya disana.


Perlakuannya membuat Keyra mendesah. Membuat Levin semakin bergairah.


"Sayang...can i..?"ucap Levin dengan mata sendu


"Bolehkah aku mandi dulu...?"Keyra tertunduk malu


"Tidak..."Levin kembali mencium bibir Keyra dengan lembut.


"Aku sudah...tidak...tahan ..."lanjut Levin dengan tangannya melepas seluruh baju Keyra dengan lihai hingga yang tertinggal hanya sepasang bra dan celana dalamnya.



"You're so sexy Honey..."ucap Levin dengan suara serak.


Melihat tubuh Keyra dengan perut besarnya terlihat sangat sexy bagi Levin. Bahkan sampai tak berkedip dia menatapnya.


Keyra menundukan kepala dengan melipat kedua tangan ditubuhnya bermaksud untuk menutupi dada dan perut besarnya. Tapi itu tidak mungkin.


"Kau mengejekku iya kan.."ucap Keyra dengan memanyunkan bibirnya kesal.


Tanpa aba aba Levin memangku dan membaringkannya dikasur dengan perlahan.


"Tidak sayang...bahkan dengan perut besarmu kau masih terlihat sexy. Boleh dimulai sekarang...?"tanya Levin lirih dengan jaraknya hanya beberapa centi saja. Bahkan sebelum mulai pun Levin terus mengecupi bibir Keyra tanpa henti.


Keyra menganggukan kepalanya malu.


Levin tersenyum bangga


"Jangan khawatir. Aku akan melakukannya dengan lembut..."Levin mencium kembali bibir istrinya dengan penuh cinta dan nafsu. Dia seakan tidak pernah puas dengan bibir candunya itu.


Sungguh Keyra merindukan ini. Rindu perlakuan lembut dan penuh cinta dari suaminya. Dia sangat menikmati kenyamanan yang diberikan suaminya. Bahkan kenyamanan itu membuat Keyra ingin juga membalasnya dengan penuh cinta.


"Giliranku sayang..."suara Keyra membuat Levin benar benar terperanjat. Keyra berbalik menaiki tubuh Levin. Dia kecupi seluruh tubuh Levin dari ujung kepala hingga ...


Sesekali dia jilat dan dia hisap bagian bagian sensitif suaminya hingga dia mengerang nikmat.


"Oohhh sayang..."erang Levin.


"Ini...sungguh...nik mat...aargghh..."Levin dibuat semakin jatuh dalam perangkap Keyra.


Sungguh pasangan ini benar benar sedang melepas rindu.  Mereka tak perduli waktu. Apalagi kamar penyatuan mereka ini dirancang kedap suara.


"Sayang..."


"Kau baik baik saja...?"


"Ya...aku baik baik saja Kak..."


"Lanjutkan Kak..."


"Cepat..."


"Sure Honey..."


Suara desahan dan erangan mereka menjadi saksi penyatuan cinta mereka.


Berkali kali penyatuan mereka lakukan tanpa kenal lelah.


"Arrghhh..."


"Arrghhh..."


Desahan mereka datang bersamaan. Entah untuk yang keberapa kalinya.


"Kau baik baik saja sayang..."


"Hmmm..."


"Sekarang tidurlah..."perintah Levin saat melihat tubuh lelah istrinya. Dia menyelimuti tubuh polos istrinya. Kemudian dipeluknya erat.


Tak lama sudah terdengar dengkuran halus dari sang istri. Levin menatap lembut wajah damainya kemudian mencium bibirnya lembut.


"Terimakasih sayang.."


"I love you.."


"And you too my baby's.."ucapnya saat mengusap perut besar istrinya.


Sebelum tidur Levin berdoa dalam hati sambil menatap wajah cantik istrinya.


"Tuhan...aku sungguh bersyukur padamu karena telah dipertemukan dengan wanita hebat didepanku ini. Aku sungguh bahagia dengannya Tuhan. Aku memohon padamu berilah kesehatan dan keselamatan pada istriku disaat melahirkan nanti. Sungguh aku tidak bisa hidup tanpanya. Lindungilah selalu keluarga kecil kami Tuhan.."


Setelahnya Levin mengecup kening istrinya lama kemudian memeluk erat tubuhnya dan menyusulnya kedalam mimpi indah mereka.