My Two Men Protector

My Two Men Protector
62.



"Kaaakkk... "


"Kakak Key...."


"Ada orang orang menyeramkan mencarimu..."


Maxy terus berteriak dari lantai bawah rumah besar keluarga Ferdinand. Dan tentu saja Maxy sengaja melakukannya.


"Apaaaa...!!!


"Mana... Mana...?"


Lihatlah....itu hasilnya.


Pengawal Keyra yang lain tentu saja langsung keluar dari kamar mereka masing masing. Rey dan Kevin menyusul Maxy yang sedang menghampiri Keyra di kamarnya.


Keyra membuka pintu kamarnya dan sudah berdiri tegap tiga pria tampan didepannya.


Keyra memandangi mereka dengan tatapan aneh.


"Sedang apa kalian...?"


"Menunggumu Kak..."jawab Kevin


"Kak...orang orang menyeramkan itu datang lagi. Kau harus hati hati... "Maxy berkata dengan sangat keras dan antusias.


Keyra memukul lengan Maxy pelan.


"Bisakah kau pelankan suaramu Max. Bagaimana kalau mereka dengar.. "


"Aku tak peduli..."jawab Max asal


"Mereka sudah diruang tamu Kak bersama Dad kami. Jadi...apa kau ingin menemuinya..? "


"Tentu saja Max...aku akan menemui mereka... "ucap Keyra sambil berjalan menuruni tangga.


Baru satu langkah diujung tangga Rey dan Kevin memegangi kedua lengan Keyra. Dan Maxy berjalan mundur didepan mereka sambil berpegangan di pinggiran tangga.


Keyra tersenyum sebagai ucapan terimakasih pada Rey dan Kevin karena tindakan posesif mereka.


"Hati hati Max... "ujar Keyra saat melihat tingkah anehnya.


"Kak...apa tidak sebaiknya kau pindah kamar di lantai bawah saja.. "


Keyra menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak mau Max.  Lagipula jika kau tidak mau membantuku saat perutku sudah besar nanti tak masalah aku masih bisa sendiri..."


"Tidak... Tidak Kak... Bukan itu maksudku Kak... "jawab Max cepat memotong ucapan Keyra.


"Tenanglah Kak...tak ada Max.  Aku pun bisa. Aku akan selalu ada untukmu selamanya ...itu janjiku.. "ucap Rey sambil melotot pada Max.


"Aku juga akan selalu disampingmu Kak. Tenanglah...aku berjanji akan selalu ada untukmu selamanya... "ucap Kevin tegas.


Keyra tersenyum geli mendengar ucapan mereka.


"Kaaakk...aku juga akan selalu ada untuk membantumu. Percayalah..."


Keyra diam tanpa ekspresi tidak menjawab pernyataan Max.


"Kak...kenapa diam saja.  Aku bersungguh sungguh Kak..."Max begitu khawatir saat Kakak ipar kesayangannya tidak menjawab pernyataannya. Padahal biasanya Keyra lah yang selalu perhatian padanya.


"Kak Keey kumohon... jangan seperti ini padaku Kak. Maafkan aku jika perkataanku salah.  Kumohon Kak... "Max tanpa henti membujuk Keyra.


"Selamat siang Nona..."ucapan salam seseorang menghentikan aksi membujuk Max. Maxy menoleh ke belakang bahkan tanpa sadar mereka sudah sampai dilantai bawah.


Keyra tersenyum melihat tiga orang berpakaian serba hitam berdiri menyambutnya.


Maxy tiba tiba tersentil hatinya saat melihat senyum Kakaknya itu. Berbanding terbalik padanya.  Dan dipastikan dia marah padanya.


"Siang. Silahkan duduk kembali Tuan.."jawab Keyra.


"Kau baik baik saja kan sayang... "tanya uncle Jerry karena Kevin dan Rey masih setia disamping kanan kiri Keyra.


"Aku baik baik saja uncle. Biasalah mereka... "ucap Keyra melirik Rey dan Kevin.


Keyra duduk diapit beberapa pria tampan disampingnya.


"Maaf jika kedatangan kami mengganggu Nona Keyra.."


"Tidak apa apa Tuan.  Aku sudah menyelesaikannya. Ini..."ujar Keyra dengan menyodorkan diatas meja sebuah flashdisc pada mereka.


Salah satu orang CIA itu menerimanya.


"Terimakasih Nona.  Aku percaya padamu.. "


"Ada satu hal penting yang harus kalian tahu.  Apakah mereka....?" ucapan Keyra menggantung.


"Mereka orang orang kepercayaanku.  Dan nantinya mereka juga yang akan melakukan pengcopyan data darimu Nona. "


"Baguslah..."Keyra melihat waktu di jam tangannya.


"Setelah mengcopy data itu pastikan dikunci dengan keamanan anda sendiri. Jika perlu dengan keamanan berlapis. Flashdiscku akan hancur sendiri tiga jam dari sekarang.. "ucapan Keyra membuat semua orang yang berada diruang tamu melotot matanya seketika. Tak terkecuali tiga saudara ipar dan para uncle langsung menatapnya.


"Maafkan aku...tapi aku tak mau flashdiscku jatuh ke tangan orang yang salah.  Dan itu pun hanya bisa dipegang oleh anda Tuan.. "lagi lagi Keyra membuat orang sekitarnya mencengo.


"Hanya Anda orang yang aku kenal. Jadi orang yang pertama menyentuhnya selain aku tidak bisa menggunakannya. "


"Bisa seperti itu...? "tanya salah seorang dari mereka.


"Tentu saja bisa. Kalian programmer bukan..? Segala sesuatunya akan lebih mudah diatur jika sudah ditangan kalian.."


"Boleh aku melihatnya Tuan..? "


Mereka saling memeriksa flashdisc yang berada ditangan atasannya. Dan benar benar tercengang saat melihatnya.


Flashdisc itu memang sekilas seperti flashdisc biasa tapi ternyata di bagian tengahnya terpasang finger scan.


"Nona...bagaimana jika ...?"


"Aku tahu maksud anda.  Bukankah aku sudah bilang dari awal.  Bahwa aku akan membuat rumus yang sama dari programku terdahulu. Hanya sekedar itu.  Jika terjadi sesuatu berarti programmer anda kurang berusaha.."


Keyra mulai berdiri dari tempat duduknya.


"Dan aku tidak memerlukan imbalan apapun. Masalah pelaku yang menyangkut keluargaku dulu belum ditemukan aku tidak perlu bantuan kalian. Suami dan saudara saudaraku bisa menanganinya sendiri. Maaf jika tidak sopan...aku harus pergi.  Selamat siang.. "


Tiga orang CIA itu benar benar terpaku melihat wanita cantik didepannya. Dia sangat tegas,cerdas sekaligus jenius.


Kata kata tajamnya sangat jelas sekali bahwa dia sangat tidak suka dengan orang orang seperti mereka.


Keyra melangkah meninggalkan mereka. Dan tak lupa Rey dan Kevin ikut beranjak mendampinginya.


"Nona...maafkan kami. Dan terimakasih.."


Keyra menjawabnya dengan senyum kecilnya.


"Nona... "


"Cukup...bukankah tadi Kakakku bilang tiga jam dari sekarang flashdisc itu akan hancur.."potong Kevin dengan nada dingin dan sinis.  Keyra mengelus lengannya dan menandakan gelengan kepala.


Tanpa kata apa apa lagi Keyra pergi dari ruang tamu diikuti Rey dan Kevin.  Dan Maxy....dia tetap mengikuti mereka dari belakang.


Tiga orang CIA itu pergi setelah berpamitan dengan para uncle.


"Mom...sedang masak apa..? "Keyra mendekati Momy diruang dapur mereka.


"Oh sayang...sudah selesai dengan tamunya.? "


"Sudah Mom... "


"Key bantu ya Mom.. "


"No honey... Levin berpesan pada Momy. Kau tidak boleh membantu Momy masak.. "ucap Momy sambil terkekeh.


"Mooommm....Kak Levin kan tidak disini. Ayolaahh....Key bosan sudah dua hari ini bermain didepan laptop.. "


"Oleh karena itu honey....suami posesif kesayanganmu itu memberi mandat pada Momy agar membiarkanmu istirahat.."ucap Momy penuh penekanan.


"Lagipula betul juga sayang apa yang dikatakan Levin dan kali ini Momy benar benar setuju.. "lanjut Momy.


"Baiklah... "jawab Keyra pada akhirnya dengan lesu.


Dia akhirnya berjalan menuju ruang keluarga menyalakan tv.


"Hmmm....my baby's. Kalian tahu kalau saat ini Momy sangat sangat bosan. Menurut kalian apa yang harus Momy lakukan.. "Keyra berbicara sendiri sambil mengusap perut buncitnya.


"Kau mau main denganku Kak.. "Kevin tiba tiba datang dan duduk disampingnya


"Tidak...lagipula...kenapa kau tidak kuliah..? "


"Hari ini tidak ada kelas Kak...jadi..bagaimana kalau kita pergi ke taman kota.."


Entah kenapa tawaran Kevin tidak menggiurkan bagi Keyra.


Keyra dengan lemas menggelengkan kepala.


"Bagaimana kalau kita ke mall Kak.."ucap Rey tiba tiba.


"Tidak Rey...aku sedang tidak ingin.. "


"Dimana Maxy... "lanjut Keyra karena biasanya jika dirinya sedang bosan dialah yang pertama selalu menawarkan diri.


"Dia di kamarnya. Dia sedang sedih karena dia berpikir kau sedang marah padanya.."


"Marah..? "


"Ehmm...kau ingat kejadian di tangga tadi.."Keyra mengingat ucapan Rey.


"Oh Tuhan...karena itu. Aku sama sekali tidak marah Rey..."


"Tapi baginya kau marah Kak... Kakak lupa dia begitu sangat menyayangimu."


"Aku akan membujuknya.. "Keyra beranjak ke lantai atas menuju kamar Maxy.


"Aku bisa sendiri Rey... Kev.. "lanjut Keyra saat melihat dua pria tampan itu ingin menyusul dirinya.


"Dimana Sandy.."tanya Keyra sambil berteriak.


"Sandy kuliah Kak.. "jawab Kevin dibelakang Keyra sambil tetap mengawasinya.


Keyra menaiki anak tangga dengan sangat pelan. Entahlah dia mulai merasa berat padahal itu belum seberapa besar perutnya.


"Kau baik baik saja Kak... "tanya Rey.


"I'm fine Rey. Hanya saja keponakan kalian sepertinya bertambah berat saja. Padahal ini belum terlalu besar.. "


Rey dan Kevin saling menatap. Dan langsung berlari menghampirinya dan menuntun Keyra.


"Ohh terimakasih.  Sepertinya aku tidak bisa hidup tanpa kalian.. "


"Kami juga tidak bisa hidup tanpamu Kak.. "ucap Rey sambil mengecup pelipis kanan Keyra.


"Ya itu benar.  We love you Sist... "Kevin mengecup pelipis kiri Keyra.


Keyra tersenyum.


Kevin mengetuk pintu kamar Max saat sampai didepan kamarnya.


"Max...buka pintunya.. "


Rey pun ikut mengetuk pintunya karena tak kunjung mendapat jawaban dari dalam.


"Max...Maxy... "


"Maxy...buka pintunya. Kau mau Kak Keyra pingsan didepan kamarmu.  Kau akan mendapat huk... "teriakan Rey dipotong oleh suara pintu yang terbuka.


Ceklek


"Kakak... "


"Boleh Kakak masuk... ?"tanya Keyra dengan senyum manisnya. Tanpa aba aba Maxy merebut lengan Keyra dan menuntunnya masuk ke kamarnya.


Keyra duduk dipinggir kasur Maxy.


Maxy ikut duduk dilantai dan menjatuhkan kepalanya di kedua paha Keyra.


Keyra lagi lagi tersenyum dan mengusap lembut kepala Maxy.


"Maafkan aku Kak...jika kau marah padaku.  Maaf.  Tapi jangan sekalipun marah padaku Kak... "lirih Max.


Keyra menatap Rey dan Kevin mengisyaratkan agar keluar dari kamar Max.


"Apa kau pikir Kakak marah padamu Max..? "


Maxy menganggukkan kepalanya.


Rey dan Kevin tidak pergi dari tempat itu...mereka tetap berdiri diluar kamar mendengarkan Key dan Maxy.


"Maaf jika sampai kau berpikir aku marah padamu. Tapi sungguh... Kakak tidak marah... "


Maxy mendongakan kepalanya.


"Sungguh.... "


Keyra menganggukan kepala.


"Kakak tahu kau berkata seperti itu karena kau peduli padaku. Bahkan tadi sewaktu aku mau ke kamarmu badanku sudah mulai terasa berat. Tapi karena aku rindu padamu aku harus bisa... "


Maxy tersentuh dan berkaca.


"Maaf Kak....harusnya aku tidak seperti anak kecil.."Maxy memeluk pinggang Keyra dengan masih bersimpuh.


"Tapi apa kau tahu Max...aku begitu menyukai kamarku sendiri. Ada kenangan tersendiri didalamnya. Ada kenyamanan dikamar itu. And the baby's like it. Dan mungkin...Kakak harus lebih banyak olahraga untuk naik turun tangga... "ucap Keyra dengan terkekeh.


Maxy dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Tidak.... Tidak perlu lakukan itu. Aku orang pertama yang akan membantumu..."


Keyra tertawa.


"Itu tidak mungkin sayang. Karena orang pertama pastilah Kakakmu sendiri yaitu suamiku.."Maxy lesu kembali mendengar ucapan Keyra.


"Hhh...kau benar Kak.. "


"Cukup kalian selalu ada untukku dan selalu menyayangiku. Itu sudah cukup bagiku Max. Tidak perlu berjanji selamanya akan selalu ada di sampingku tapi berjanjilah Kakak akan selalu dihati kalian itu juga sudah cukup bagiku Max.  Lagipula memang kalian tidak menikah jika selamanya selalu menemaniku..."Keyra lagi lagi tersenyum.


Maxy memeluk erat Keyra.


Tak sadar bahwa dari tadi mereka direkam oleh saudara mereka sendiri.


"Kau akan selalu di hatiku Kak. Jika aku akan menikah nanti kau orang pertama yang akan kuperkenalkan dengan calon ku... Kak... "janji Max masih memeluk Keyra.


"Max...apa kau punya ide agar aku tidak bosan.. "ucap Keyra masih dipelukan Maxy.


"Bagaimana kalau kita ke club.. "ucap Maxy asal. Tak sadar bahwa ucapannya sungguh membuat orang lain berteriak hebat.


"Max... "


"Maxxxyy... "


Teriak Rey dan Kevin penuh emosi membuat Maxy menguraikan pelukannya terkejut. Tapi tidak dengan Keyra.  "Kenapa wajahnya berbinar sekali.. "


Sadar akan ucapannya Maxy menutup mulutnya rapat rapat.


"Oh Tuhan....semoga Kakak tidak mendengarnya.."


"Semoga Kakak tidak menginginkannya.. "


Maxy terus berharap dalam hati. Sambil menggelengkan kepalanya pelan berkali kali.


"Waaahh...kau benar Max... "girang Keyra sambil merentangkan kedua tangannya ingin memeluk Max kembali.


Max mendekat dan langsung di peluknya.


"Memang hanya kau yang terbaik Max. Ini kan Amerika pasti club club disini sangat mewah. Sudah lama aku tak berkunjung ke club... "


"Kau pernah datang ke sebuah club..?"tanya Kevin datang tiba tiba.


"Tentu saja...tapi hanya menari. Selain itu Big No... Kalian tahu kenapa..?"pertanyaan Keyra benar benar membuat Rey Kevin dan Max penasaran.


Mereka menggelengkan kepalanya cepat.


"Karena Kakakku Fero selalu mengikutiku.."Keyra menepuk jidatnya.


"Hhh...kau tahu betapa protektifnya Kakakku yang satu itu. Tapi sekarang aku sangat menginginkannya. Aku harus kesana. Aku ingin menari lagi Max..."ucap Keyra dengan sangat sangat antusias sampai menggoyangkan tubuh Maxy.


"Kak...kau sedang hamil... "ucap Kevin penuh kesabaran.


"Memang kenapa..? "Keyra mulai cemberut


"Disana bau tak sedap...ada asap rokok,alkohol dan lainnya dan itu sangat tidak baik untuk kesehatan Kak.. "ujar Maxy diangguki Rey dan Kevin.


"Aku hanya sebentar Max...tidak sampai larut.. "


"Disana banyak pria hidung belang Kak.."timpal Rey.


"Siapa yang mau melirik wanita hamil Reeeyy... "Keyra menjawabnya santai sambil terkekeh geli.


"Justru karena kau hamil Kak... "


"Pasti nanti kau dimarahi Kak Levin.. "ujar Maxy ikut membujuk Keyra yang mulai beranjak keluar dari kamarnya.


"Kak Levin bilang dia ada rapat penting bersama Dady diluar kota dan pulangnya besok. Makanya aku sangat bosan Maaxx... "


"Lagipula...suamiku tidak akan marah padaku.. "lanjutnya santai.


"Dia tidak akan pernah marah padamu tapi pada kami itu pasti.. "


"Kau mau kemana Kak...?"


"Aku mau ke kamar. Apa masih ada baju yang muat untukku.. "


"Kalian jangan mengikutiku. "


"Dan jangan sekalipun melarangku. "ucap Keyra saat akan masuk kedalam kamarnya.


Baru saja tertutup sedetik kemudian pintu itu terbuka lagi.


"Jangan bilang pada suamiku.."


Kata kata terakhir itu membuat tiga pria tampan mencengo.


"Bagaimana ini..? "Maxy sudah pasrah


"Ini semua gara gara kau Max. Ucapanmu benar benar tidak bisa dijaga.. "kesal Rey.


"Maaf...tapi sungguh aku menyesal."


"Tidak ada cara lain. Kita hubungi Kak Levin.. "ucap Kevin pada akhirnya.


"Apaa..!! "teriak Max


"Apa benar tidak ada cara lain..? "


"Hanya Kak Levin yang mempunyai hak atas Kak Keyra boleh tidaknya. Dan hanya Kak Levin yang mempunyai akses masuk club dikota ini..? "


"Maksudmu..? "tanya Rey.


"Kata Momy...keinginan wanita hamil harus dituruti. Dan jika itu jalan terakhir hanya Kak Levin yang bisa masuk kesemua club terkenal dan melakukan sesuai keinginannya. Misalnya mengosongkan club...itu hanya Kak Levin yang bisa.. "


"Woow keren sekali.  Kenapa aku baru tahu.. "ucap Maxy polos.


"Bodoh...memang semuanya harus kau tahu.  Kak Levin memiliki club club terkenal atas usahanya sendiri.. Hanya karena sekarang dia terlalu sibuk dengan perusahaannya dia alihkan pada orang orang kepercayaannya.. "jelas Kevin.


"Kalau begitu tunggu apa lagi kita hubungi Kak Levin.. "ucap Rey


"Kita chat saja...lihat dalam beberapa detik.. "Kevin menuliskan pesan di ponselnya.. "Kak Lev.... We need you.  Kak Keyra... "


Setelah mengetik singkat itu Kevin mengirimnya.


"Hanya itu yang kau tulis.. "ucap Maxy saat melihat Kevin menulis pesan sesingkat itu.


"Kita tunggu saja.. "


1


2


3


Drrtt..... Drrtt...


"See..."