
"Eerrgghhhh.... "Keyra menggeliat tubuhnya terbangun dari tidurnya. Matanya mengerjap perlahan dan melirik jam dinding diatas dinding kamarnya.
"Hhh jam satu...? memang aku tidurjam berapa tadi ya...?"Key mengernyitkan dahi mengingat kejadian sebelumnya.
Sesaat dia mengingat sesuatu, dimana dia terakhir berada di perusahaannya Levin lalu menerima pesan dari nomor yang tidak dikenalnya yang ternyata adalah Alex, senior yang sangat ditakutinya.
Dia pun mengingat saat dia merasa sakit lalu hampir pingsan dan jatuh dalam pelukan seseorang. Levin.
"Ehhmmm... aku ingat, pasti karena obat itu. "Key ingat saat dia dibawa dalam mobil dia meminta obat yang ada ditasnya pada Levin.
Obat yang sangat dihindari Key, karena pengaruh obat tidur dalam kandungannya. Dia hanya akan meminumnya saat keadaan darurat saja.
"Oh ya.. aku akan menghubungi Kak Levin ahh.. "Key mulai mencari ponsel dalam tas slempang yang tadi siang dipakainya.
Namun tak ditemukan ponselnya itu.
"Hmm.. dimana yaa..??"pikir Key dalam hati.
Key menepuk jidatnya pelan.
"Ya Tuhan..kemaren ponselku jatuh."
Keyra berpikir sejenak.. Dalam hatinya apakah dia harus sedih, khawatir, atau senang kalau ponselnya telah hilang.
Sedih karena tidak bisa menghubungi Levinnya, senang karena secara tidak langsung dia tidak akan diteror oleh seniornya.
"Ahh.. sudahlah."Key menyerah dengan ponselnya.
"Lapaarr.. "Key memeluk erat perutnya sendiri karena dari tadi tidak hentinya berbunyi.
Dia segera turun dari kasurnya dan segera melangkah turun menuju dapur mencari makanan. Suasana ruangan yang gelap membuatnya merinding lalu segera menyalakan semua lampu ruangan.
Lalu melangkah menuju dapur dan membuka kulkas. Tidak tanggung tanggung dia mengambil dua susu moca kesukaannya, snack, dan keju.
Roti tawar pun tidak lupa dia ambil lalu menaruh keju ditengah tengahnya dan ditumpukan satu roti tawar lagi.
Setelah selesai membuat dua roti sandwich dia membawa semua makanannya kedalam kamar. Dia tidak ingin membuat Bunda dan Kakaknya terbangun karenanya. Tak lupa dia pun mematikan semua lampu ruangannya kembali.
Saat melangkah menuju kamarnya dia dikejutkan dengan sebuah bayangan hitam didepannya. Jantungnya berdetak cepat ,tubuhnya gemetar. Dia hanya bisa menunduk dan tidak berani melihatnya.
Tapi dia harus beranikan diri. Perlahan dia mengangkat kepalanya dengan memejamkan mata.
Matanya dibuka satu satu.
"Arrghhh... "teriak Key namun segera dibungkam mulutnya oleh Fero.
"Hhsssttt...jangan keras keras nanti Bunda bangun. "ucap Fero pelan.
"Kakak sii... Key kaget tahu "Key memukul pelan dada Fero.
"Kakak ini kenapa bangun dengan muka seperti itu? Rambutnya juga... nyeremin tahu" lanjut Key .
Dia terkejut dan secara spontan berteriak karena melihat sosok tubuh besar dengan rambut acak acakan yang ternyata tidak lain adalah Fero.
"Kamu lagi ngapain.. "tanya Fero
"Key laper Kak.. "jawab Key dengan menunjukan beberapa makanan yang dibawanya pada kakaknya itu.
"Ohhh..
"Kak.. Key makan dikamar Kakak ya.. Gara gara Kakak jadi masih deg deg an nihh.. "bujuk Keyra
"Ya udah yuk... "Fero merangkul bahu Keyra dan mengajaknya kekamarnya.
Setelah sampai dikamar Fero, Keyra duduk dimeja belajar Fero. Lalu menaruh semua makanan yang tadi dibawanya. Membuka susu kotaknya dan segera meminumnya. Roti sandwichnya pun tidak luput dilahapnya.
"Kak...boleh pinjam hp? "tanya Keyra disela sela makannya.
"Memang hpmu dimana..? "tanya Fero yang sudah kembali berbaring dikasurnya.
"Hilang.. "jawab Key singkat.
Mendengar jawaban adiknya Fero seketika terperanjat dan terbangun.
"Kok bisa..hilang dimana.. "tanya Fero heran.
"Yaah Kakak...namanya juga hilang ya ga tahu dimana lah. Boleh ga niih.. "jawab Keyra santai.
"Niihh... "Fero menyodorkan ponselnya pada Keyra.
"Aazaaa... terimakasih Kakakku yang paling cakep... "ucap Keyra dengan perasaan senang.
"Haalaahh ada maunya ... Bilangnya manis banget. Coba kalau ada Levin.. Hhhh.. "ledek Fero dengan kembali berbaring dikasur.
"Kok Kakak tahu... Haaha.. "jawab Keyra dengan tawa kecil.
"Tenang aja Kak... Kak Fero ku still number one for my life.. "lanjut Key dengan bangga.
"Sini... "Fero menyuruh Keyra agar mendekat padanya.
Keyra mendekat dengan masih mengunyah makanannya dan ditangan kiri memegang ponsel sedangkan tangan kanannya memegang susu kotak.
Setelah merasa cukup dekat jaraknya dengannya, Fero langsung terbangun lagi dan memeluk erat Keyra.
Keyra tersontak kaget. Namun tidak bisa membalas pelukannya karena kedua tangannya masih menggenggam ponsel dan susu kotaknya.
"Kak Ferooo... "
"Key... Bener kan kalau Kakak tetep jadi nomer satu buat kamu? Sampai kapanpun.? "ucap Fero dengan masih memeluknya.
Keyra menganggukan kepalanya.
"Ehm.. "jawab singkat Keyra.
Fero melepas pelukannya.
"Kakak.. tumben..? "tanya Keyra terheran dengan tingkahnya Kakaknya itu.
"Tidak. Hanya rindu. Kau sehat kan..? Kok tadi siang pulangnya digendong sama Levin." Fero mengingat kejadian tadi siang saat Key pulang dengan Levin.
"Ohh...sehat kok. Cuma sedikit lelah aja. "bohong Key.
"Ehhmm.. kamu harus bisa jaga kesehatan kamu ya, kalau ada apa apa bilang saja sama Kakak atau Levin. "ucap Fero mengelus pipi Keyra.
Key menganggukan kepala dan tersenyum manis.
"Ya sudah.. Kakak tidur lagi saja."
"Oh ya.. nanti Key pinjam laptop ya mau ngecek email hehe.."bujuk Keyra
"Ya pake aja. Tapi jangan kelamaan..ini udah malem loh.."
"Ok.. "Keyra mengacungkan jempolnya tanda setuju.
"Bukannya besok acara kampus kamu..? "tanya Fero karena baru teringat kalau besok adalah hari ulang tahun kampusnya. Dan Key ikut tampil diacara itu.
"Key tidak jadi ikut Kak.."jawab Key santai dan beranjak kembali ke meja belajar nya Fero.
"Kok bisa.. "tanya Fero heran.
"Tidak apa apa....hanya malas... "balas Key singkat dan kembali makan dengan rotinya
Fero merasa Keyra menyembunyikan sesuatu darinya. Namun dia hanya diam tidak ingin menganggu adiknya yang sedang asyik dengan makan malamnya.
Keyra berniat mengabari Levin dengan menghubunginya namun dia urungkan. "Key ini jam berapa..? Dia pasti sudah tidur. "Key berbicara dengan hatinya sendiri.
"Hmm.. baiklah lebih baik aku sms aja"
Keyra mulai mencari nama Levin dalam ponsel Fero.
"Ini dia.. "
"**Kak...makasih ya udah nganterin Key.
Key baik baik saja, kakak tak perlu khawatir. Selamat tidur, have nice dream (keyra)
Setelah itu Keyra menaruh kembali ponsel Fero didekat bantal Fero.
"Sudah..? "tanya Fero dengan suara serak khas orang tidur.
"Sudah Kak...makasih "
"Kamu belum mau tidur.. "tanya Fero masih dengan mata terpejam.
"Belum Kak.. Key mau cek email dulu"
"Mau Kakak temani..?
"Tidak usah Kak.. Kakak tidur saja, kan Key masih dikamarmu. Selamat tidur..." Fero tidak membalasnya karena sudah terlelap. Keyra mencium kening Fero lama. Lalu kembali menuju meja belajar Fero dan membuka laptop.
Keyra mulai mengecek email miliknya. Dan betapa bahagianya dia saat menemukan pesan masuk bahwa salah satu desain bangunan miliknya disetujui oleh seorang pengusaha bisnis bernama Reynald.
Awal pertemuan Keyra dengan Reynald saat dia tidak sengaja sedang menggambar dikafe miliknya.
Reynald yang saat itu sedang berkunjung dikafe untuk makan malam melihat Keyra menggambar sebuah gedung.
Dan Reynald pun tertarik dengan bakatnya. Tanpa basa basi Reynald meminta Keyra untuk mendesaign sebuah gedung karena dia akan mendirikan cabang perusahaannya yang baru.
Akhirnya setelah beberapa hari diajukan dan mengirimkannya via email Reynald menyetujuinya bahkan langsung membuat kontrak kerja dengannya.
"Yeesss... "ucap Keyra bangga dengan mengepalkan tangannya.
Malam ini dia sedang dalam keadaan bahagia sampai sampai dia lupa dengan rasa ngantuknya.
Keyra pun mulai mengecek perkembangan kafenya. Dengan melihat data data yang sudah dikirimkan via email oleh Anton.
Tak terasa waktu menunjukan pukul empat pagi. Tanpa terasa Keyra mulai mengantuk dan tanpa tersadar juga kepalanya jatuh di atas meja belajar Fero.
Satu jam kemudian Bunda datang kekamarnya Fero dan mengetuk pintunya terlebih dulu meskipun pintunya tidak pernah Fero kunci.
Fero yang saat itu memang sudah terjaga menggeliat badannya.
"Masuk Bunda... "Fero menjawab ketukan pintunya .
Bunda pun masuk kekamarnya.
"Fer.. Bunda tidak menemukan adikmu dika... "ucapan Bunda terpotong saat dia terkejut melihat Keyra tertidur dengan posisi duduk dikursi dan kepalanya tergeletak dimeja belajarnya Fero.
"Keyra.. "teriak Bunda.
"Ya Ampuunn Keyra... "Fero pun ikut berteriak saat menoleh kesampingnya.
Fero langsung beranjak dari kasurnya dan berlari kearah adiknya. Fero mengangkat dan menggendong keyra. Lalu dia baringkan dikasurnya. Diselimuti adiknya dengan lembut.
"Sepertinya dia kelelahan Bunda. Entah sampai jam berapa dia terjaga, laptopnya pun tidak sempat dia matikan. Itu bukan kebiasaan Keyra kan Bun.. "ucap Fero dengan menatap Keyra yang tertidur nyaman dan damai.
"Ya..kamu benar Nak. "
"Ya sudah biarkan dia tidur. Kamu pergi mandi lalu sholat. "perintah Bunda pada Fero.
"Siip Bunda.. "jawab Fero dengan mengacungkan jempolnya
"Bunda kedapur dulu ya.. "ucap Bunda dengan mengelus kepala Fero.
Fero balas dengan anggukan kepala.
-----------
"Assalamualaikum Bunda. Key ada..?"sapa Levin saat Bunda membuka pintunya.
"Nak Levin... ini baru jam enam. Ada apa nak.. "tanya Bunda karena melihat Levin dengan muka khawatir.
"Tidak apa apa Bunda. Hanya ingin bertemu.. "ucap Levin lirih pada Bunda.
Bunda tersenyum mendengarnya.
"Ya sudah sana... Key masih tidur dikamar Fero.."ledek Bunda dengan menepuk lengan Fero.
"Kok dikamar Fero Bunda.. ?"tanya Levin
"Tanya saja sendiri sama Fero,Bunda mau lanjutin masak nanti kita sarapan sama sama ya. "ucap Bunda dengan tersenyum kecil.
"Assyikk... Ok Bun.. "jawab Levin singkat dan segera berlari kelantai dua menuju kamar Fero.
Sesampai dikamar Fero. Levin mengetuk pintu kamar Fero.
"Masuk... "perintah Fero dari dalam kamarnya.
"Ini gue Fer... "jawab Levin
"Oh Loe... Masuk aja Lev..."
Levin masuk dan seketika terhenti langkahnya saat menatap wajah Keyra yang cantik sedang tertidur pulas.
Dia pun melangkah maju mendekati Keyra dan mengelus pipinya.
"Jangan ganggu tidur ade gue... Dia ga bisa tidur semalam. "ucap Fero santai sambil memakaikan dasi kelehernya.
"Ga sakit kan..?
"Lagi seneng malah . Dari tadi gue liat tidurnya senyum senyum sendiri. "jelas Fero.
"Kok bisa dia tidur disini sie..?? "tanya Levin dengan menatap tajam Fero.
"Hahaha... gue ngga sengaja nakutin dia waktu terbangun buat ngambil makanan. Key kan paling takut sama hantu. Dia kira gue hantu kali... "Fero tertawa kecil saat mengingat kejadian tadi malam.
"Trs kenapa dia sms pake hp loe..."tanya Levin
"Oh jadi dia pinjem hp gue buat sms loe.."
"Ehmm.. emang kenapa..? Loe iri...?"tanya Levin sinis.
"Ngga lah. Kenapa juga mesti iri. Soalnya tadi dia sudah bilang ama gue. I'm number one for her.... Hahahahaha... "tawa Fero keras meledek Levin sambil berlari kecil kelantai bawah.
"Anjiiirr loe.... Sini... "Levin balas dengan mengejarnya
"Hahhahahaha.... "Fero tertawa ditengah tangga.
"Awas loe Fer...."
Kejahilan Fero membuat Levin emosi, meskipun bisa ditangani saat melihat Bunda.
"Sedang apa kalian... Sini makan pagi dulu. "potong Bunda saat mereka masih kejar kejaran layaknya anak kecil.
"Ok Bun...Fero harus berangkat kekantor pagi ini ada meeting soalnya.. "jawab Fero dengan santai agar Levin berhenti mengejarnya.
"Lev... gue mau bicara ama loe. Penting... Sini duduk. "perintah Fero pada Levin.
Mereka berdua duduk dikursi meja makan secara berhadapan.
"Lev... Loe hari ini ada acara penting dikantor loe ngga. ?"tanya Fero to the point.
"Ehhmm.. Gue ada meeting pagi membahas tentang persiapan GO perusahaan lusa... "jawab Levin serius.
"Memang kenapa.? "lanjutnya terheran.
"Ponsel Keyra hilang... Dan hari ini adalah hari ulangtahun kampusnya,...dia akan tampil kan diacara itu? Tapi tadi malam gue tanya katanya dia ga jadi ikut acara itu.
"Dan Keyra bukan anak seperti itu. Dia udah sering latihan apalagi dia suka banget nyanyi. Gue jadi berpikir pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan dan itu berhubungan dengan hilangnya ponsel dia.."
"Ponsel Keyra hilang.... Pantas saja..tadi malem gue hubungin ga diangkat.. "pikir Levin.
"Loe tadi malem hubungin keponselnya Keyra... masih tersambung.?"tanya Fero
"Masih..."
"Nanti kalau meting loe udah selesai kabari gue. Biar gue kekantor loe setelah itu kita kekampus.. "ucap Fero memutuskan.
"Ok...