
Saat ini Key sedang menuju apartemennya Levin.
"Kak.." tanya Key
"Hm.."
"Kakak belum mandi.? "
"Belum.." jawab Levin santai.
"Kenapa..bau ya..?"tanya Levin dengan mendekatkan tubuhnya pada Keyra.
Keyra tertawa dan menggelengkan kepalanya.
"Kak...hati hati.." Keyra mendorong pelan tubuh Levin
Levin tersenyum kecil.
"Maaf..." ucap Levin dengan kembali fokus menyetir mobilnya.
"Kak Lev..."
" Hm...
"Kak Levin.."
" Ya...
Levin mengerutkan dahi karena tak kunjung mendapat jawaban dari Keyra.
"Kak L.."
" Apa kau sedang menggodaku hahh.."Levin menarik badan Keyra hingga dia berada di dada bidangnya dan memeluknya erat dengan satu tangannya. Sedang tangan yang lain tetap memegang setir mobilnya.
Mereka tertawa.
"Tidak. Hanya suka memanggil namamu.."
"Apa hanya suka namaku saja..?"tanya Levin dengan muka dingin.
Keyra mengetahui perubahan ekspresi muka Levin. Tapi dia tanggapi dengan senyuman.
"Kak Levviiinnn...Key laaperr.." munculah sifat manja Keyra merajuk Levin dengan mata puppy eyes nya.
Levin melirik sekilas wajah Keyra karena dia sedang fokus menyetir. Tapi seketika dia tertawa lalu mengecup pucuk kepala Keyra.
Keyra memeluk erat Levin dan tangannya melingkar dipinggang Levin. Mencium aroma tubuh yang sangat berbeda namun sangat disukai Keyra.
"Setelah Kakak mandi kita pergi makan ya..". Keyra yang masih dalam pelukan Levin dia hanya mengganggukan kepala dan tersenyum kecil.
" Kenapa aku suka sekali peluk Kakak seperti ini ya...?"ucapnya manja dengan mendongakan kepalanya.
Hati Levin berdesir .. Belum pernah dia merasakan seperti ini sebelumnya pada semua wanita yang sudah dikenalnya.
Sungguh dia sangat mencintai gadisnya ini.
Levin mengecup kening Keyra. Beruntung lampu jalanan didepannya berwarna merah.
"Kalau begitu mulai sekarang...apapun yang terjadi...jika kamu sedang sedih..takut..sakit sekalipun..berlarilah padaku dan peluk erat Kakak dan jangan pernah sekalipun jauh dariku..." ujar Levin namun dengan nada memerintah.
"Mengerti...
Keyra menganggukan kepala.
" PAHAM..
Keyra menganggukan kepalanya kembali.
"Berjanjilah padaku Key..."
" Key janji..."ucap Keyra dengan tersenyum manis
Levin memeluk erat gemas Key dan menciumi kepalanya.
Beberapa menit kemudian mereka telah tiba diapartemen Levin. Tak sedetik pun Levin melepas genggaman tangannya pada Keyra sejak dari parkiran mobil sampai menuju ke dalam ruangannya.
"Sayang..kamu tunggu disini ya. Aku mandi sebentar." perintah Levin pada Keyra.
Keyra tidak mendengarkan perintah Levin, dia disibukan dengan pemandangan indah dari luar apartemen Levin.
Sejak masuk kedalam ruangan apartemen Levin dia langsung berlari menuju luar balkon , mondar mandir kesana kemari menikmati harum segarnya ruangan.
Rapi, bersih dan tertata rapi. Itulah keadaan apartemen Levin yang bisa Key lihat sekarang ini.
"Kau menyukainya..?"
Levin memeluk erat Key dari belakang karena merasa perintahnya dihiraukan oleh gadisnya.
Merasa terkejut dengan pelukan kekarnya. Key membalikkan badan hingga berhadapan erat dengan Levin.
Key menganggukan kepala.
Keyra spontan melingkarkan tangannya kepinggang Levin.
"Suka sekali.."
Merasa gemas dengan tingkahnya Levin menangkap kedua pipi Keyra hingga bibirnya manyun dan itu malah membuat Levin semakin gemas. Dia tertawa melihatnya.
" sakit Kaaakmk."ringis Keyra dengan memanyunkan bibirnya.
Mmmwwuuuaahh...
Levin mencium lama bibir Keyra namun tanpa lumatan.
"Kakak..." Keyra memukul dada bidang Levin.
"Kau sangat menggemaskan sayang..." Levin mencubit hidung Keyra pelan.
"Apartemen Kakak harum sekali .." ucap Keyra
Levin kembali tersenyum..
"Kalau begitu tinggalah disini...bersamaku." jeda Levin lalu menangkup kedua pipi Keyra.
"Menikahlah denganku.." lanjut Levin tegas.
Keyra terdiam mendengar pengakuan Levin. Dia tercengang dan membisu, lidahnya kelu tidak bisa mengeluarkan kata kata.
Suasana seketika hening. Mereka hanya saling menatap.
Krruuyukk...krruuyyuukkk...
Suara perut Keyra memecah keheningan. Seketika wajah nya langsung merah menahan malu. Dan langsung merapatkan mukanya kedada bidang Levin.
"Maaf..." ucap Keyra lirih dengan masih menutup wajahnya didada Levin.
"Maafkan Kakak juga karena membuatmu menahan lapar." ucap Levin merasa bersalah dengan masih memeluk dan mengelus rambut Keyra.
Levin menarik tubuh Keyra yang masih menutupi wajahnya ke dapur dan menuju kulkas. Keyra masih memeluk Levin menahan malu.
Levin membuka kulkas dengan satu tangannya karena tangan yang lain masih setia memeluk Keyra. Lalu dia mengambil buah dan snack seadanya didalam kulkas.
Kemudian Levin menarik tubuh Keyra lagi menuju sofa. Keyra didudukan pelan oleh Levin. Lalu menangkup kembali pipi Keyra.
"Makanlah ini untuk mengganjal perutmu. Kakak mandi sebentar habis itu kita pergi makan. Kamu tetap disini ya.. Jangan kemana mana." perintah Levin dengan tegas.
Keyra hanya bisa menatap mata Levin dan menganggukan kepala.
"Ok.." ucap Keyra dengan mengacungkan jempolnya.
Levin kembali gemas melihat pipi merah Key. Dia lalu mengecup kilas bibir Key dan langsung melesat pergi kekamar mandi.
"Kak Leeviinnn..." teriak Keyra.
Levin yang sudah ada dibalik pintu kamar mandi hanya bisa tertawa geli.
---------
"Kak...apa harus ditempat mewah seperti ini. " tanya Keyra heran.
Saat ini Keyra dan Levin sudah tiba direstoran mewah milik Keluarga Levin tentunya.
Kali ini Levin yang menghiraukan pertanyaan Keyra. Dia malah semakin mempererat pelukan dipinggang Keyra. Dan masuk dengan penuh wibawanya. Keyra pun menyadari perubahan itu
"Kak..." tanya Keyra lagi.
"Hm.." gumaman Levin singkat.
Levin sekali lagi tidak mempedulikan pertanyaan Keyra meskipun mendengarnya.
Dia terus membawa Keyra menuju meja yang sudah dipesannya.
"Silahkan Tuan..meja Anda sudah disiapkan, mari saya antar.." sapa seorang pelayan restoran dengan ramah.
"Terimakasih. " jawab Levin masih dengan muka seriusnya.
Kali ini Keyra terdiam dan memilih menuruti Levin.
Setelah sampai dimeja pesanannya Levin menarik kursi dan menyuruh Keyra untuk duduk. Setelah dia duduk Levin membungkukkan badannya seketika yang membuat Keyra terkejut.
"So cute..".. Cup.." bisik Levin ditelinga Keyra dan mengecup telinganya.
Keyra langsung bergidik geli karena tingkah Levin. Dia hanya tersenyum tanpa merasa bersalah dan menarik kursi disamping Keyra lalu segera duduk.
"Kak....kenapa Kakak mengajaku kesini, kita kan bisa makan dikafe saja. Apa kakak tidak malu..lihat pakaianku..berbeda sekali denganmu." ucap Keyra lirih dengan sedikit mencondongkan badannya ke arah Levin.
Keyra merasa tidak percaya diri melihat dirinya dan Levin yang sudah memakai set jas rapi. Apalagi disebuah restoran mewah.
"Memang ada yang salah dengan bajumu.? Kamu tetap cantik sayang. " ucap Levin.
"Bukan itu maksudku Kak...apa Kakak tidak lihat cara orang orang memandangku..? Mereka memandangku seperti simpanan seorang pengusaha." ucap Keyra dengan nada sedih.
Seketika wajah Levin berubah menjadi datar dan sinis. Dia lihat sekeliling nya yang memang benar para pengunjung restoran memandang kearah mejanya. Namun dengan tatapan tajamnya orang orang jadi memalingkan muka kembali tidak berani menatap mereka lagi.
Ingin rasanya dia berteriak dan menyuruh mereka keluar dari restorannya. Namun itu tidak mungkin dilakukan karena pasti akan terjadi keributan dan itu akan lebih membuat gadisnya semakin sedih.
Levin membuka jas luarnya dan melepas dasinya hingga yang tertinggal kemeja putih polosnya. Dia buka kancing teratasnya dan menggulung lengan kemeja panjangnya hingga sikut.
"Lihat..Kakak sudah sama denganmu terlihat santai kan..? " ucap Levin dengan tersenyum bermaksud menghibur gadisnya.
Keyra tersenyum kembali. Dan itu sungguh membuat Levin senang. Sungguh sangat mudah membuat gadisnya tersenyum.
"Maaf..Kakak tidak bermaksud untuk membedakan penampilanku denganmu sayang. Hanya saja Kakak pikir setelah dari sini kita akan pergi kekantor baruku." ucap Levin dengan mengelus pipi Keyra.
"Kita..??
" Ya..Kakak ingin mengajak mu ke kantorku yang baru disini. Aku hanya mengecek disana sebentar. Dua hari lagi pembukaannya ..Kamu ,Fero dan Bunda harus datang. Sekaligus merayakan ulangtahunku. "Ucap Levin santai.
"Kak Levin ulang tahun..?" ucap Keyra dengan terkejut .
"Hey sayang...tidak usah terkejut begitu. Sebenarnya aku tidak menginginkannya. Mommy memaksa.."
"Momy..." Keyra terkejut kembali
"Sayang..kenapa denganmu." tanya Levin dengan kembali mengelus pipi Keyra yang dari tadi seperti ada yang aneh dengan gadisnya.
"Kak...Key tidak datang ya.." ucap Keyra memelas. Dia berpikir bagaimana dia akan menghadapi keluarga Levin yang notabene keluarga pebisnis terkenal.
Levin mengerutkan dahinya
Keyra menundukan kepala.
"Key takut Kak...bagaimana nanti aku bertemu dengan keluargamu yang sangat terkenal. Key takut tidak bisa menyesuaikan disana.Maaf..." Keyra terlihat terisak.
Levin menarik Keyra agar duduk dipangkuannya. Keyra terkejut dengan tingkah Levin. Secara mereka masih didalam restoran.
"Key sayang...disana ada aku. Kenapa harus takut. Dan dengar...Kakak sudah menceritakan semuanya tentangmu dan keluargamu. Aku mencintaimu sayang. Jika kau tidak datang akan kubatalkan semuanya." ucap Levin dengan menangkup kedua pipi Keyra dan diakhiri dengan nada serius dikalimat terakhirnya.
Keyra tersenyum dan menganggukan kepala. Melihat gadisnya tersenyum seketika wajah Levin berubah lalu menarik tubuh Keyra dalam pelukannya.
Levin yang dingin sekarang berubah tidak mempedulikan sekelilingnya. Saat ini dia sedang memeluk erat gadis yang masih ada dipangkuannya. Keyra pun mau tidak mau menikmati harumnya leher Levin.
Cukup lama mereka berpelukan hingga seorang pelayan mengganggu acara mereka.
"Maaf Tuan..Nona...makanan sudah siap, apa boleh disajikan sekarang.?" tanya seorang pelayan.
Keyra mendengar ada pelayan datang menahan malu karena posisinya sekarang ini. Keyra ingin melepas pelukan Levin. Namun Levin menahannya. Keyra memukul punggung Levin pelan dan menundukan kepalanya dilehernya.
"Key malu Kak..." bisik Keyra yang hanya bisa didengar oleh Levin.
Levin semakin mempererat pelukannya. Dia mulai tahu kebiasaan gadisnya. Dia akan menahan malu dengan menutup wajahnya pada tubuhnya.
"Ya...sajikan sekarang." ucap Levin tegas pada pelayan itu dengan masih memeluk tubuh Keyra.
Setelah semuanya tersaji. Levin menarik kursi dan mendekatkan kesampingnya.
"Ayo kita makan. Mau masih disini atau mau duduk dikursimu. " tanya Levin dengan tersenyum geli
Keyra melepas pelukannya dan memukul pelan dada Levin.
"Kakak jahat..." Levin hanya bisa tertawa kecil.
Mereka pun menikmati makanan yang sudah disajikan dengan romantis.
Meskipun saat ini Levin masih mengharapkan gadisnya mengatakan cinta padanya. Tapi dia mengesampingkan hal itu yang dipikirkannya saat ini adalah selalu didekatnya dan itu sudah cukup bagi Levin.