My Two Men Protector

My Two Men Protector
30.



Keyra Pov


Dua minggu setelah acara ulang tahun Kak Levin dan pembukaan perusahaan terbarunya akhirnya disinilah gue


My Home Sweet Home.


Ya... Sekarang gue udah berada di rumah baru plus gede yang ternyata sudah lama dibeli oleh Kak Levin....katanya dulu dia pernah janji kalau gue nerima cintanya dia akan langsung beli rumah di Indonesia buat kita menetap katanya.


And.. Dua hari setelah acara itu juga Bunda dan Fero pergi ke singapura sesuai janjinya Bunda. Dan kakakku tercinta mengantar Bunda sekaligus mengecek kondisi perusahaan alhamarhum ayah yang ada disana. Katanya sedang mengalami kondisi krisis. Ok...gue terima alasannya.


Tapi dengan gue yang belum pernah ditinggal jauh oleh Bunda sama Kakak gue tuh krasa kangeennn banget.


Mereka bilangnya sii udah rela ninggalin gue pergi jauh karena gue udah ada Kak Levin. Ok...memang dia sekarang adalah pelampiasan gue. Karena gara gara Kak Levin gue jadi tidak bisa ikut sama Bunda dan Kak Fero.


"Errghh..."gue terbangun saat bunyi alarm ponsel berbunyi tepat pukul 5 pagi. Dan saat menggeliatkan badan gue merasa ada yang **** perut gue dan meluk gue dari belakang. Aahh..mencium aromanya saja gue udah tahu siapa lagi kalau suami tercinta Kak Levin.


Gue langsung membalikan badan pelan tapi Kak Levin mungkin merasa ada gerakan dari gue dia malah langsung menarik badan gue lagi dan mengeratkan pelukannya dalam keadaan masih tertidur.


Gue lihat wajahnya dengan seksama dan mengelus setiap wajah tampannya. Begitu damai jika dia sedang tertidur. Dia pasti sangat lelah..entahlah sekarang dia jadi super duper sibuk dengan bisnisnya. But....perlu digaris bawahi semakin dia sibuk semakin dia sangat over posesif sama gue. Huftt...


"Miss me ..."suara serak Kak Levin bikin gue kaget. Dan langsung membuka matanya.


"Apa aku mengganggumu .?"


"Tidak... "


"Maaf...


"Tidak sayang. Maaf juga Kakak tadi malam pulang larut "


"Hmm..."


"Setelah kerjaan ku selesai Kakak janji akan menghabiskan banyak waktu untukmu.. "


"Tidak masalah Kak...aku paham. "


"Apa skripsi mu sudah selesai..?"


"Sudah.. Hari ini adalah hari terakhir penyerahan. Dan setelahnya kampus mengadakan liburan Kak... Key boleh ikut.."ucap gue rada rada takut.


Kak Levin seketika langsung melepaskan pelukannya.


Bener kan...pasti ga dibolehin deh.


"Kaak..."gue coba bujuk Kak Levin.


"Kapan ..?"ucapnya dingin. Oh God...gue takut kalau dia udah gini nih


"Lusa.. "


Kak Levin tampak terdiam seperti memikirkan sesuatu. Dia langsung mengacak rambutnya dan pergi ke kamar mandi. Gue pun cuma bisa menatapnya bingung.


"Udah gue duga.. "


Keyra Pov End


******


AUTHOR POV.


Pada saat Levin di kamar mandi Keyra beranjak dari kamar tidurnya dan keluar menuju dapur yang berada dilantai bawah.


Sudah menjadi rutinitasnya sekarang setelah menjadi seorang istri Keyra memasak untuk sarapan pagi suaminya. Setelah siap dia langsung pergi ke kamar nya lagi untuk mandi.


Saat sampai didalam kamar nya dia tak menemukan Levin. Pintu kamar mandi pun sudah terbuka itu tandanya dia sudah selesai mandi. Keyra mencari Levin dan sungguh lega hatinya saat melihat Levin yang sudah rapi dengan baju kantornya yang tadi sebelumnya disiapkan olehnya sedang menghubungi seseorang diatas balkon rumahnya.


Keyra mendekat dan memeluk Levin dari belakang. Levin terkejut dan membalikan badannya dengan masih memegang ponsel di telinganya.


"Sarapan sudah siap...aku mau mandi,.."bisik Keyra karena takut mengganggu pembicaraan suaminya.


Levin mengangguk dan tersenyum...melihat senyum di wajah suaminya Keyra merasa lega berarti saat ini dia sedang tidak marah. Key melepaskan pelukan dipinggang Levin berniat untuk mandi.


Namun dengan cepat ditahan Levin hingga Keyra menabrak dada bidangnya.


Tanpa aba aba Levin langsung mengecup bibirnya sekilas.


"Morning kiss.. "ucap Levin singkat dengan menjauhkan ponsel dari telinganya.


Keyra memukul dada Levin pelan dan langsung berlari ke kamar mandinya.


Tidak lama kemudian Keyra keluar dan langsung berganti pakaian casualnya.


Keyra memilih celana panjang jeans biru dan atasan putih untuk kegiatannya hari ini. Sepatu kets putih yang simple juga dia pilih agar bisa leluasa.



"Sayaaang... "Levin memanggil istrinya yang dari tadi sudah turun ke lantai bawah rumahnya.


"Ya Kaak..."


Keyra turun tangga dengan berlari kecil. Dan Levin langsung beranjak dari tempat duduknya.


"What are you doing Key... "teriak Levin dengan menatap tajam Key.


Keyra sadar akan kesalahannya dengan caranya berlari turun tangga. Dia lupa bahwa pria di depannya saat ini adalah pria sangat sangat posesif.


Keyra langsung terhenti saat tangga terakhir.


"Maaf...aku takut Kakak menunggu lama.."ujar Keyra dengan terus menatap Levin. Dia memikirkan trik jitu.


Tiba tiba.....GHEEBB.


Keyra langsung memeluk Levin dan melingkarkan kedua kakinya kepinggang Levin. Levin sempat terkejut dan terhuyung kebelakang dengan serangan dari istrinya itu namun masih bisa dia tahan dengan tubuh kekarnya.


"Wwooww.. "Levin langsung merengkuh Keyra erat takut dia terjatuh.


"Kenapa sii Kakak marah marah terus ....aku salah apa Kak.. "ucap Keyra diceruk leher Levin sambil mencium aroma harum tubuh suaminya.


"Apa Kakak terlihat marah padamu hmm..."Levin semakin mengeratkan pelukannya dan membawa Keyra ke tempat makan rumahnya.


"Mmm... "angguk Keyra dan mengaitkan kedua kaki yang masih melingkar dipinggang Levin.


"Kalau begitu Kakak minta maaf.."Levin menangkup kedua pipi Keyra.


"Kakak hanya khawatir padamu sayang. Aku tidak akan memaafkan diri Kakak sendiri jika ada satu gores saja di tubuh mu.. "


"Suamiku ini kenapa jadi lebay gini sii... "ucap Keyra dengan menangkap kedua pipi Levin.


"Terserah apa katamu sayang.... Tujuan hidupku saat ini hanya melindungi dan membahagiakanmu.."


"Kakak cinta kamu sayang...sangat sangat mencintaimu.."ucap Levin lagi.


"Key juga cinta Kakak..."Key kembali memeluknya erat.


"Kak... turunkan aku, kita mau sarapan kan.."pinta Keyra karena saat ini dia masih dalam pangkuan Levin.


"Siapa tadi yang minta seperti ini.."


"Ayolah Kaak..nanti Kakak terlambat loh.. "bujuk Keyra yang sejak tadi ingin turun dari pangkuan Levin namun dia terus menahannya.


"Biar kita makan seperti ini jadi tambah romantis kan..."


"Tapi kan susah Kak.."


"Siapa bilang..biar Kakak yang ambil untuk kita berdua."


"Terserah Kakak saja..."


Akhirnya mereka berdua makan pagi bersama dengan posisi Keyra masih duduk diatas paha Levin. Levin terus memeluk pinggang Keyra. Lalu Keyra yang menyuapi suami dan dirinya secara bergantian.


"Mulai sekarang...kita harus makan seperti ini..!"ujar Levin tegas.


"Oh c'mon Kak ...jangan mulai deh. "


"Itu perintah Key dan aku tidak menerima penolakan.. "Levin kembali membuka mulutnya minta disuapi lagi.


Key dengan terpaksa menyuapi kembali suami manjanya. Lagi lagi dan lagi sampai dia menambah lagi nasi dan lauknya.


Key menyadari memang dengan cara seperti ini Levin menjadi banyak makannya.


"Mau nambah lagi Kak...


"Sudah cukup.." Keyra kemudian mengambil gelas air minum dan memberikan pada suaminya.


"Kenapa dari tadi Kakak lihat kamu makannya cuma sedikit..?"


"Bukan aku Kak yang makannya sedikit tapi Kakak yang nambah nambah terus makannya... "Keyra turun dari pangkuan Levin dan segera membereskan piringnya.


"Hehe...masakanmu enak sayang.."Levin membantu Keyra membawa piring dan gelas ke dapur.


"Sudah biar Key saja Kak...nanti Kakak terlambat.. "


"Kakak kan CEO nya jadi terserah Kakak lah... "


Keyra langsung menatap tajam suaminya.


"Ok..ok..."jawab Levin pada akhirnya.


"Hari ini aku tidak ikut Kakak ya, aku pakai motor saja.."ucap Keyra dengan merapikan kembali setelan jas suaminya.


"Tidak boleh..."tegas Levin.


"Kaaakkk..."rengek Keyra.


"Hari ini aku cuma menyerahkan skripsi setelah itu mau ke kafe ... aku kan lama tidak kesana Kak.. Pleaseee..."


"Hhh...ok..ok...tapi jangan lupa... "


"Tidak boleh main main, tidak boleh melirik laki laki lain, setiap jam terus kirim kabar,jangan lupa makan, jangan sampai kelelahan dan jangan lupa Kakak.."ucapan sehari hari Levin untuk Keyra diucapkan sendiri oleh Keyra.


"Good..."ucap Levin menoel hidung mancung Keyra.


"Tapi kita berangkat bersama biar Kakak dibelakangmu. "lanjut Levin.


Keyra memutar bola matanya.


"Again..."batin keyra.


"Ok.."


Keyra dan Levin pergi bersama hanya saja berbeda kendaraan. Keyra memakai motor ninjanya sedangkan Levin dengan mobil sportynya.


Jadi terpikir oleh Levin. Bahwa dia harus membeli satu mobil lagi untuk istrinya. Dan itu hal yang sangat mudah baginya. Dia tidak ingin istrinya menjadi pusat perhatian setiap pengguna jalan. Lihat saja...meskipun dia memakai motor khusus laki laki istrinya itu etap saja cantik dan sexy.


Saat sampai didepan kampus Keyra menghentikan laju motornya.


Lalu menghampiri Levin yang sudah keluar terlebih dahulu dan duduk dikap mobilnya.


"Terimakasih sudah mengantarku Kak..."ucap Keyra. Namun Levin langsung menarik pinggang Keyra hingga menempel dengan tubuh tegapnya.


"Mana hadiahnya..."


"Kau sudah terlambat Kak.. "Key mulai merasa gemas dengan tingkah suaminya.


"Bukankah hari ini ada meeting penting dengan Dady.. "lanjut Keyra.


"Oh shiit...Kau benar sayang, baiklah Kakak pergi dulu. I love you.. "ucap Levin dan langsung mencium bibir Keyra.


"your language please.."geram Keyra. Namun tetap membalas sapaan suaminya.


"I love you too... Hati hati... "


"i'm sorry sweety..."balas Levin lalu mengecup kembali bibir istrinya.


Levin menganggukkan kepala dan tersenyum lalu langsung masuk kedalam mobil kembali. Dan segera menancap gas mobilnya.


Baru saja ingin masuk kedalam kampus. Keyra dikejutkan oleh suara bunyi ponselnya. Dia mengambil ponsel didalam tasnya kemudian mengangkatnya.


"Halo..."


"Halo Non...saya Jay supir pribadinya Nyonya Besar. Gawat non.. "


"Nyonya Besar..maksud Anda..?"


"Nyonya Besar istri Tuan besar Jon.. "


"Maksud Anda Momynya Kak Levin..? "


"Ya betul Non... Nyonya Besar diculik, sekarang saya sedang mengikuti mereka.."


"Apa ..."


"Non... Saya sudah berkali kali menghubungi Tuan Besar tapi tidak diangkat. Saya bingung mau menghubungi siapa.. "


"Sekarang Bapak ada dimana.. "


"Di jalan Foxy Non.."


"Ok... Saya segera kesana.. Tetap ikuti terus pak..jangan sampai kehilangan jejak..."


"Baik Non...mobil jip warna hitam Non... mereka yang menculik Nyonya."


Keyra tidak jadi masuk ke kampus dia langsung memakai kembali helmnya dan menancap gas motornya.


"Jalan Foxy... tidak jauh dari sini. Tenang Mom Key akan segera menolong mu. Ini tidak boleh terjadi untuk kedua kalinya."ucap Key dalam hati yang saat ini sedang mengendarai motornya.


Keyra melajukan motornya sangat cepat bahkan semua pengendara motor dan mobil diselip beberapa kali.


Berapa menit kemudian Keyra sudah sampai di jalan foxy, dia mulai memperlambat laju motornya dan menelusuri jalan sepi itu. Dia mulai melihat sebuah mobil yang sangat dikenalnya. Mobil mertuanya.


Keyra memberhentikan motornya dan segera turun.


Lalu mendekati Pak Jay yang sedang berjongkok mengintai sebuah bangunan tua.


"Mana mobilnya Pak.. "tanya Key tiba tiba.


"Astagfiruloh..."Pak Jay terkejut hingga terjatuh dengan posisi duduk.


"Noon...ngagetin aja.. "


"Maaf Pak...mari saya bantu.. "Key membantu pak Jay bangkit.


"Non...mereka membawa Nyonya kedalam . Tangannya diikat dan matanya juga ditutupi kain Non. Bapak khawatir Non..."


"Berapa orang didalam pak.."


"Banyak Non ..kalau ga salah 10 deh Non....kenapa memang Non.. "


"Lihat...beberapa dari mereka keluar pak. Menunduk pak..."Keyra dan Pak Jay terkejut saat mobil mereka melewati dirinya yang bersembunyi di semak semak. Tapi tidak terlihat mereka membawa Momy.


"Berarti Momy ditahan didalam. Aku harus berbuat sesuatu sebelum mereka melukai Momy.. "putus Keyra dengan menurunkan tas ranselnya.


"Maksud Non..."


"Dengar Pak...hubungi terus Dady dan Kak Levin jika tidak diangkat kirim pesan saja. Setelah itu hubungi polisi suruh kemari... Bapak tetap tunggu disini sampai polisi datang. Mengerti Pak..!"perintah Keyra dengan mengeluarkan sarung tangan yang sering dia pakai waktu latihan boxing.


Sudah seminggu ini dia memang berlatih secara diam diam. Terkadang berlatih dikampus ataupun ditempat latihannya pribadi yang belum ada seorang pun tahu.


Kemudian dia tidak lupa memakai masker hitam.



"Non mau masuk...kalau begitu Bapak ikut Non. Bapak ga mau Non kenapa napa..."


"Bapak tunggu disini saja...takutnya nanti polisi datang dikira laporan palsu. Betul kan Pak...?"


Pak Jay tampak berpikir... Dia sangat khawatir pada kedua majikannya.


"Pak....saya takut Momy dilukai oleh mereka, mereka bukan penjahat sembarangan pak..."


"Baiklah Non... tapi Non hati hati ya. Janji sama Bapak Non sama Nyonya Besar harus kembali..."pinta Pak Jay.


"Hmmm...."Key menganggukkan kepala dan langsung mengendap pergi menuju bangunan tua itu.


Dan Pak Jay...segera melaksanakan tugas yang diperintahkan tadi oleh majikan mudanya.


Keyra mulai masuk kedalam ruangan yang gelap dan kotor. Perlahan lahan dia mulai berjalan mencari Momy. Sampai saatnya dia menemukan ruangan yang dijaga oleh 5 orang bertubuh tegap dan berpakaian serba hitam. Diamati dari jauh mereka oleh Keyra. Mereka bersenjata. Hanya dua orang yang menggantungkan pistol di samping pinggangnya. Tiga yang lainnya hanya memakai pisau kecil.


Key mulai merencanakan sesuatu. Dia harus melumpuhkan mereka satu persatu.


Key melempar kayu kecil agar salah satu dari mereka keluar dari tempat penyekapan. Dua orang dari mereka merasa terpancing dan mencari sumber bunyi berasal.


Keyra yang saat ini bukanlah gadis yang manja dan ceria. Tapi dia sekarang menjadi sosok gadis yang kuat yang tidak takut menghadapi kekerasan. Dia sudah mulai berlatih kembali teknik bela diri nya dan sekarang dia tambahkan teknik terbaru dari jurus muaythai dari pelatih pribadinya.


Sejak penyakit traumanya sembuh dan seluruh ingatannya kembali hanya satu tujuan hidupnya yaitu mencari pembunuh ayahnya. Oleh karena itu dia memperdalam ilmu bela diri nya yang dulu sempat terpendam .


Dan benar saja tiga orang dari mereka sudah dikalahkan oleh Keyra dengan sangat mudah. Meskipun tentu saja luka lebam di tubuh Keyra pasti ada karena terjadi pertarungan antara mereka. Tinggal dua orang terakhir ... dia harus lebih berhati hati.


Saat dua orang dari mereka menyadari bahwa keberadaan teman temannya tidak kunjung datang. Mereka mencari nya dan tentu saja meninggalkan ruang penyekapan. Dan kesempatan itu digunakan Keyra sebaik baiknya. Dia berlari menjinjitkan kakinya mendekati ruang itu. Sungguh beruntungnya dia karena ternyata ruangan itu tidak dikunci.


Saat perlahan pintu dibuka. Betapa terkejutnya Keyra melihat seorang wanita paruh baya diikat tangan dan kakinya, mulutnya pun ditutup oleh perekat hitam, matanya ditutup oleh kain hitam. Keyra menutup pintunya perlahan. Dan mendekati wanita itu.


"Mom....are you ok.. "bisik Keyra


"Siapa kau..?"


Keyra membuka segala penutup mulut dan matanya perlahan agar tak melukai wanita itu.


"Keeyy... "Momy terkejut dan bersuara tinggi.


"Hsssttt.."ucap Keyra dengan mengangkat jari telunjuk dibibirnya.


Momy langsung memeluk Keyra erat.


"Momy baik baik saja ?.. Apa mereka melukaimu Mom.? Mana yang sakit... "tanya Keyra panjang lebar sambil mengecek seluruh tubuh Momynya.


"Momy baik baik saja.. Mereka tidak melukai Momy hanya Momy takut Key.. Mereka adalah.... "


"Hsstt...kita bicarakan nanti Mom...saat ini kita harus segera keluar sebelum yang lainnya datang... "Keyra mulai membuka ikatan kakinya dan membantunya berdiri.


"Momy masih kuat berjalan... "


"Emmm... Momy masih kuat Nak.. "


"Baiklah...sekarang ayo kita pergi.. "


Namun baru saja membuka pintu ruangannya tiba tiba...


"Heeii... Siapa Kau...!!! "


"Uppss...."


Key menyembunyikan Momy kebelakang tubuhnya.


"Jadi kau yang telah mengalahkan teman teman kami.. "


Key tidak menjawab pertanyaan mereka dia mengepalkan kedua tangannya didepan dada dan kaki kanan nya maju kedepan menandakan posisinya sudah siap menyerang.


"Hahaha....kau perempuan mau melawan kami. Belum tahu siapa kami haahh... "


"Tentu saja aku tahu...kalian laki laki lemah. Hmmmm.... Lihat saja nanti..."batin Key dan dia tertawa di balik masker penutupnya.


"Ayo serang dia.... "


Kedua penjahat itu sudah siap menyerang Keyra dengan sangat marah.


"Aku tidak boleh buang waktu sebelum yang lain datang. "


Keyra nampak memejamkan mata dan mulai berkonsentrasi.


Saat sebuah satu serangan pukulan tangan datang melesat didepan wajahnya Key merasakannya seketika dia membuka mata kemudian menangkis tangan dan kembali menyerangnya.


Bughhh.


Dengan sangat cepat kepalan tangan Keyra melayang dari samping dan mengenai rahang penjahat itu. Seketika dia langsung roboh terkulai lemas tak berdaya jatuh ke lantai.


Satu penjahat yang melihat serangan kilat dari Keyra terkejut. Bahkan momy Levin pun terkejut dengan menutup mulut dengan kedua tangannya.


Bagaimana bisa hanya dengan satu serangan langsung jatuh tak bergerak.


"Brengsek...siapa kau sebenarnya.. Ayo lebih baik kita bertarung saja.."tinggal satu orang lagi dia mengeluarkan benda tajam untuk melawan Keyra.


"Hmmm...pengecut.."


"Jika itu melukai satu gores saja ditubuhku aku tidak menjanjikan kau akan selamat.."ancam Keyra.


Tanpa aba aba penjahat itu langsung menyerang Keyra. Dan terjadilah pertikaian hebat.  Key berkali kali terkena serangan dari lawan namun tak jarang juga dia melawannya.


Bughh... Seettt.. Seett...


Key terkena pukulan dipipinya sehingga oleng dan pisau tajam mengenai lengannya beberapa kali. Dan darah pun keluar dengan segarnya.


"Keeyyy..."teriak Momy.


Namun seketika Key menggunakan kekuatannya kembali menyerangnya dengan tendangan dan pukulan bertubi tubi.


Bughh..


Bughh...


Hyyattt.... Bughh... Keyra melayangkan tubuhnya dan mendaratkan lutut di dada penjahat itu dan langsung jatuh seketika.


Momy sungguh terkejut dia seperti sedang menyaksikan pertarungan boxing di tv. Dia juga tidak menyangka menantu kesayangannya sangat jago beladiri.


Key bernafas ngos ngos an,  dia berjongkok lelah menahan luka di tangan nya. Darahnya terus saja keluar.


"Keeyyy...."Momy berlari mendekati Keyra yang terluka.


"Momy tidak apa apa..? "


"Harusnya momy yang menanyakan itu. Kau baik baik saja Nak..."


Key hanya mengangguk lemah masih dibalik masker penutup wajahnya.


"Ayo Mom... Kita keluar dari sini.. "


"Ayo Nak..


Momy menuntun Keyra dan segera keluar dari ruangan itu.  Di tengah jalan pun dia bertemu dengan Pak Jay dan rombongan polisi.


"Nooonn... "teriak Jay dari jauh dan segera memapah Keyra.


"Non.. Bagaimana bisa begini...? "


"Sudah Pak... Key tidak apa apa, "


"Ayo Jay...kita bawa Key ke rumah sakit. "perintah Momy


"Tidak... Jangan Mom... Bisa khawatir nanti Kak Levin ini cuma luka kecil Mom. .."


"Oh c'mon Key...saat ini jangan pikirkan dia.  Disaat darurat seperti ini para laki laki itu malah sibuk meeting..."Momy emosi dengan anak dan suaminya.


"Moommm....panggil saja dokter ke rumah."bujuk Key.


"Baiklah.. Pak Jay panggilkan semua dokter terbaik dikota ini bawa kerumah ku.. "perintah Momy tegas.


"Siap Nyonya..."


"Ayo nak...kita pulang saja ke rumah Momy, di rumah mu pasti tidak ada orang. Biar Levin nanti Mamah beri pelajaran...enak saja tidak mengurusi putri Momy... "dumel Momy sepanjang perjalanan pulang ke rumah.


Key hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.