
"Good morning sweety...saat membaca ini aku sudah dikantor. Ada meeting mendadak...aku janji jika sudah selesai nanti aku akan segera pulang. "
Saat terbangun tadi Keyra terkejut karena waktu telah menunjukan pukul sembilan pagi. Dan saat itu juga dia langsung berlari kekamar mandi.
"Bodoh...bodoh... Kau ini seorang istri Keyra. Bagaimana bisa sesiang ini kau baru bangun. Apa yang kau pikirkan Key..."Keyra berbicara pada dirinya sendiri saat baru saja keluar dari kamar mandi dengan terburu buru.
"Ahhh...bagaimana ini aku harus pakai baju apa..? " Keyra tidak menemukan bajunya dilemari Levin. Karena pikirannya sedang sangat kalut.
Akhirnya dia menemukan celana pendek sepaha miliknya dulu waktu dia menginap dirumah ini dan beberapa pakaian dalamnya. Tapi dia tidak menemukan atasannya. Tanpa babibu Keyra mengambil sebuah kemeja panjang milik Levin.
Setelah Keyra memakai bajunya dan sedikit merapikan rambutnya dia segera berlari turun tangga.
"Momy...."teriak Keyra dan langsung berhambur dipelukan Momy mertuanya.
"Maaf...Key bangun kesiangan jadi tidak bisa bantu Momy. "
"Heyy...sayang kau sudah bangun.?"
"Apa sudah baikan sayang.. ?"
"Hmm...Key sudah jauh lebih baik. Sebenarnya apa yang dimasukan dokter itu kedalam tubuhku Mom. "
"Momy tidak tahu. Tapi yang jelas Momy bersyukur karena putri cantik Momy sudah segar kembali.. Dan heeyy lihat..kau sangat sexy Key. "Momy memutar mutarkan badan Keyra.
"Moomm... tadi Key hanya asal ambil baju...apa kelihatan jelek ya Mom. "
"Tentu saja tidak sayang..Momy sangat suka. Siang nanti kita pergi kemall...momy dari dulu ingin sekali pergi ke mall denganmu. Kau tahu sayang saat pertama kali Levin bercerita tentangmu saat itu Momy ingin cepat cepat kau jadi bagian keluarga kami jadi Momy ada temannya."
"Kau tahu sendiri kan...laki laki dikeluarga ini pecinta kerja semua. Itu sungguh membosankan. Ya kan sayang.. "
"Ehmm...Key akan selalu ada untuk Momy.." ucapan Key singkat namun sangat menyentuh dihati Momy.
Tak sengaja mata Momy berkaca dan langsung memeluk erat penuh sayang pada putri menantunya itu.
"Momy harus berterimakasih pada Bundamu karena sudah menghadirkan putri cantik dan baik dikeluarga kami. "
Key membalas pelukannya dengan penuh kasih.
"Love you Mom... "
"Love you too my princess... "
﹏﹏﹏﹏﹏
"Pak...ada masalah dengan server kita."
"Apa maksudmu...? "
"Ada yang ingin mencoba meretas sistem program kita Pak. Dan ini sangat berbahaya...jika sampai berhasil rahasia kampus kita akan dijebol oleh mereka.. "
"Lalu apa yang harus kita lakukan..data data penting kampus ini tidak boleh bocor kepihak yang salah. "
"Pak..ada seseorang yang bisa membantu kita. Dia mahasiswi kampus ini hanya saja dia baru saja menyelesaikan skripsinya jadi masih dalam waktu berlibur".
"Oh ya..siapa dia..?
﹏﹏﹏﹏
"Key sayang...ponselmu berbunyi terus.. "panggil Momy pada Keyra yang sedang asyik berkutat dilaptopnya.
"Dari Kak Levin Mom.. "
"Sepertinya bukan...ini nomor asing. "
Key mengambil ponselnya yang tergeletak dimeja ruang keluarga. Ya tadi Key dan Momy sedang asyik nonton tv bersama namun dia teringat
dengan cafenya jadi dia meminjam laptop milik Momynya yang kebetulan tersimpan diruangan yang tidak jauh dari ruang keluarga.
Key mengangkat ponsel miliknya.
"Ya hallo... "
"Hallo...benar ini dengan Keyra. "
"Ya benar...maaf ini siapa.. "
"Saya Profesor Ben."
Deg... Keyra mengenalnya. Dia adalah dosen IT terkenal dikampusnya dan juga sangat disegani. Dia sering sekali diam diam mengikuti kelasnya dengan berpura pura mengganti identitasnya. "Ah...tidak. Jangan jangan aku ketahuan. "ucapnya dalam hati.
"Hallo..? "
"Oh ya...maaf Prof. Ada yang bisa saya bantu. "tanya Keyra gugup.
"Kami membutuhkan bantuan anda. Dalam sepuluh menit apa bisa anda kesini. "
"APAA... "teriak Keyra bahkan Momy pun sempat terkejut olehnya.
"Ada apa sayang... "tanya Momy lirih namun Keyra hanya menatap Momynya dengan masih mendengar ucapan seseorang disebrang sana.
"Kami tidak bisa menjelaskannya disini. Tapi ini tidak main main. Sistem komputer pusat dikampus ini ada masalah dan sepertinya seseorang sedang berniat jahat pada kampus ini dengan mengirimkan virus komputer yang sangat berbahaya. Kami sangat membutuhkan anda saat ini. Jadi tolong... "
"Baik saya akan segera kesana. "ucap Keyra singkat dan langsung naik keatas kamarnya mengambil tasnya. Tak lama dia berlari turun tangga.
"Hati hati sayang...jangan berlari seperti itu. Ada apa sebenarnya.? "tanya Momy penuh khawatir.
"Key harus pergi kekampus Mom. Ada masalah jaringan komputer disana. Prof Ben meminta Key membantunya. Dan dalam sepuluh menit Key harus segera kesana."jelas Keyra dengan terburu buru merapikan isi tasnya dan kemudian memakai sepatunya.
"Kalau begitu Momy antar. "
"No Mom....Key bisa pakai motor. "
"Tidaaakkk... "teriak Momy keras.
"Kau akan pergi diantar supir. Jika tidak lebih baik jangan pergi.. "
Keyra menghela nafas pelan. Tidak hanya Levin yang terlalu protect padanya seluruh keluarganya menjadi sangat sangat protect padanya.
"Ok... Mom... Key akan pergi dengan Pak Jay. "
"Bagus. "
"Mom... Momy punya syal atau semacamya. "
"Tentu...sebentar Momy ambilkan.."meskipun Momy heran untuk apa syall itu namun Momy tetap mengambilnya untuk Keyra.
"Ini sayang.. "
Key dengan cepat mengambilnya lalu berpamitan pada Momynya.
"Key pergi Mom...love you. "pamit Keyra lalu mengecup pipi Momynya dengan tergesa.
"Hati hati Nak...love you too sweety. "
"Jay...jaga putriku ya. Jangan ngebut ngebut. "teriaknya pada Jay yang sudah menunggu disamping mobile keluarga Levin.
"Baik Nyonya..."
Keyra hanya menggelengkan kepalanya pelan dengan tersenyum. Saat berjalan menuju mobilnya Key melilitkan syal yang tadi diberikan momy padanya kepinggangnya menutupi celana hotpannya.
Menurut Keyra itulah cara tercepat. Bagaimana mungkin dalam sepuluh menit dia cukup berganti pakaian terlebih dahulu.
Momy yang dari tadi melihat Keyra masuk mobil tertegun melihat tingkahnya. Meskipun masih sangat muda tapi dia juga menyadari statusnya saat ini adalah seorang istri. Dan kewajibannya adalah menjaga kehormatannya.
"Pak Jay...ayo cepat. Dalam waktu 7 menit aku harus sudah sampai sana. "
"Baik Non.. "
Setelah semua dirasa siap Jay menancap gas mobilnya. Dengan kelihaiannya Jay bisa melesatkan mobilnya dengan sangat hati. Dan untung saja kondisi jalan tidak terlalu macet.
Tak lama Key dan Jay telah sampai di sebuah gedung tinggi.
"Pak...Key masuk ya. Pak Jay pulang saja nanti kalau sudah selesai Key hubungi.. "perintah Keyra namun ditanggapi diam oleh Pak Jay. Karena sebenarnya tugasnya harus memastikan Keyra masuk dengan selamat.
Keyra tahu maksud dari diamnya Pak Jay dari saat ikut keluarnya Jay dari mobilnya.
"Pak Jay mau mengantar Keyra..? "
"Ya benar Non. "
Key menghela nafas.
"Baiklah.. "
Keyra melangkah masuk kedalam kampusnya. Saat pertama kali masuk gedung itu beberapa pasang mata memperhatikannya. Keyra pun merasakannya.
Mungkin penampilan Keyra yang terlalu santai. Baju kemeja panjang putih yang kebesaran namun masih tetap pantas ditubuh Keyra. Dan sebuah kain kotak merah melingkar dipinggangnya sehingga tampak sebuah rok span melekat ditubuhnya. Tak lupa juga tas cantik yang tersampir dipundaknya.
Sepatu casual yang membuatnya menjadi semakin cantik.
"Damn it...pasti Kak Levin marah kalau melihat penampilanku seperti ini. Semoga dia tidak sampai datang kekampus ini. Aku harus cepat cepat menyelesaikannya."Keyra merutuki dirinya sendiri sampai tak sadar dia mengumpat.
"Keyra....? "panggil seseorang.
Keyra mencari sumber suara.
"Loh...Kak Kenan disini.?"tanya Keyra pada seniornya yang sekarang menjabat sebagai programmer dikampusnya.
"Ya... aku menjemputmu. Ayo ikuti aku Professor Ben sudah menunggumu."ajak Kenan dan langsung menarik tangannya.
Kenan dan Keyra berlari kecil menelusuri lorong kampusnya. Karenanya mereka menjadi pusat perhatian seluruh isi kampus.
Pak Jay pun ikut berlari dibelakang mereka. Dia akan terus menemani Keyra sesuai perintah dari Levin.
Setelah sampai disebuah ruangan yang berada dilantai dua gedung itu. Mereka masuk dan langsung disambut oleh Professor Ben dan dekan kampus lainnya.
"Selamat siang Keyra... "sambut Prof Ben dengan mengulurkan tangannya.
"Siang Prof... "
"Maaf mengganggu waktu santaimu.. "
"Oh it's ok...no problem. "
"Silahkan kau bisa lihat masalah program kami..kita sudah tidak ada waktu.. "perintah Prof Ben agar Keyra duduk didepan komputer.
Keyra duduk dan mengamati sekilas lalu dengan otomatis diulurkan tangannya menyentuh keyboard dan mulai mengotak ngatik.
"Pak Jay...boleh minta tolong ambilkan kacamata dan flashdisc ku di tas itu.."ucap Key pada Jay yang dari tadi dibelakangnya.
Dengan sigap Jay langsung mencari barang yang dimaksud Key.
"Terimakasih Pak Jay. "
Key mulai memasangkan kacamatanya dan menancapkan fd nya ke cpu komputer itu.
Prof Ben dan yang lainnya tertegun melihat kelihaian Keyra.
"Professor...ada seseorang yang ingin masuk jaringan ini. Dia sudah berhasil memasuki jaringan sistem keamanan kampus ini dengan virusnya. Hmmm...aku penasaran siapa dia...?"
"Kau bisa mendeteksi siapa dia Key..? "
"Akan kucoba.."
"Maksudmu..? "
"Kau bisa masuk keserver komputer pusat disini kan..? Masuk dan lihatlah apa yang aku lakukan..? "
Kenan merasa heran tapi dia juga penasaran dengan apa yang dilakukan Keyra. Kenan duduk didepan komputer lainnya yang berdampingan dengan komputer Keyra.
Dia terkejut tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Ada apa Kenan.. ?"tanya Prof Ben
"Lihatlah Prof...Keyra menyerang virus itu seperti sebuah mainan. Dia melawannya dengan virusnya yang diciptakannya sendiri sehingga membuat sistem mereka rusak dan menghambatnya. "
Kenan kemudian membantu Keyra.
Selama dua jam mereka terus berkutat didepan komputer. Dengan kecerdasan mereka sedikit demi sedikit jaringannya sudah mulai kembali normal.
Ponsel Keyra terus berbunyi. Dia menyadari itu. Tapi dia tidak bisa mengangkatnya karena jika dia lepas satu kali saja tangannya dari keyboard komputernya maka usahanya akan kembali ke nol.
"Pak Jay...tolong ambilkan ponselku. "
"Baik Non... "Pak Jay mengambil ponsel milik Keyra dan terkejut seketika.
"Tuan Levin Non.. "lanjutnya
"Apa..."teriak Keyra.
"Duh...bagaimana ini..?Pak Jay maaf...bisa pasangkan earphone ditelingaku."
"Tentu Non...maaf sebelumnya. "Pak Jay memasangkan earphone kecil ditelinga Keyra kemudian mendial tombol hijau diponsel Keyra.
"Kau dimana Sayang... "teriak Levin.
Keyra pun terkejut mendengarnya.
"Key dikampus Kak... "jawab Keyra.
"Dengan siapa kau kesana..? "
"Pak Jay..."jawab singkat Keyra
"Siapa Key...?"tanya Kenan tiba tiba yang tentu saja bisa didengar Levin karena ponselnya tergelatak bebas dimejanya.
"Siapa itu Sayang...?" suara Levin terdengar dingin dan ketus.
"Dia... Kak.. "belum sempat Key jawab Levin kembali berucap.
"Aku akan kesana. "ucap Levin dengan nada lebih ketus membuat Keyra bergidik.
"Siapa dia Key...? "tanya Kenan kembali.
"Kak Levin... "
"Pacarmu... "
"Bukan.. "
"Lalu..kenapa kau sepertinya kau sangat takut padanya. "
"Bukan takut....tapi khawatir.. "
"Maksudmu.. "
"Yeeee......berhasil.."teriak Keyra senang bahkan sampai kedua tangannya direntangkan keatas.
"Prof...sudah selesai. Silahkan dicoba lagi dan periksa kembali datanya."
Professor Ben memeriksa kembali data dikomputer itu dengan seksama.
"Kau benar...semuanya sudah kembali dan tidak ada satupun data yang hilang. Terimakasih Key. "
"Sama sama Prof. Key pamit pulang ya... Oh ya sebaiknya Prof rubah sistem keamanannya dengan yang baru. "
"Kau benar. Baiklah hati hati dijalan. Kenan antar dia.."
"Tidak usah Prof. Kak Kenan...aku kan sudah ada Pak Jay.. "
"Ayolah...aku akan mengantarmu sampai depan kampus."
"Hmm..baiklah. "
Mereka pun akhirnya beranjak dari ruangan itu. Namun baru saja keluar dari pintu mereka dikejutkan dengan suara suara penghuni kampus yang sangat berisik.
Keyra melihat dari kejauhan dilantai dua gedung itu. Para gadis gadis disana sedang berteriak histeris seperti kedatangan seorang artis. Dia memang melihat seorang laki laki tampan dengan tubuh tegap berjalan angkuh menyusuri lorong kampus tanpa peduli dengan teriakan mereka.
Melihat lelaki itu seperti tidak asing bagi Keyra.
"Oh tidak jangan jangan.. "batin Keyra.
Levin terus melangkahkan kakinya menjemput wanitanya. Dia tidak memperdulikan suara suara bising disekitarnya yang sedang memuji ketampananya.
Dengan mengepalkan tangan Levin menahan emosi yang dari tadi meletup letup akan meledak. Dari kejauhan dia melihat Keyra bersama dengan dua orang laki laki. Dibelakang Keyra sudah pasti itu Pak Jay tapi disampingnya Levin tidak mengenalnya dan itu menjadikan langkahnya semakin cepat.
"Kak Leviiinnn... "teriak Keyra dan berlari kecil menghampirinya.
Setelah berada tepat dihadapannya Keyra tanpa babibu langsung saja menubrukan badannya kebadan Levin dan melingkarkan kedua tangannya dileher Levin.
Levin tanpa persiapan apapun dengan sigap menahan tubuhnya merengkuh kembali tubuh wanitanya dengan sangat erat. Dan seketika itu pula emosinya entah terbang kemana.
"Hmmm...aku rindu Kak.. "ucap Keyra dengan mencium aroma leher Levin.
Ya.. Keyra sangat merindukan suaminya itu apalagi tadi dia bangun kesiangan. Bahkan Keyra sampai mengeratkan pelukannya hingga kakinya berjinjit.
"Kakak juga rindu sangat rindu...kau baik baik saja."
"Ehmm... aku aik baik saja Kak."Keyra menguraikan pelukannya.
"Tunggu...."Levin mengamati penampilan Keyra.
Kemeja putih panjang miliknya yang digulung sampai siku dan sebuah kain yang melingkar dipinggangnya. Dia tahu itu adalah syal milik ibunya. Lalu kenapa ditutupi dengan syal itu.
Tanpa disadari oleh Key... Levin melepas sedikit ikatan kain itu dan melihat kedalamnya. Levin terkejut melihat Keyra memakai hot pan.
"Kau memakai ini ke kampus..! "ucapnya tegas.
"Maaf Kak...tadi aku tergesa makanya hanya ditutupin dengan ini. "
Levin dengan posesifnya mengaitkan kembali kain itu kepinggangnya.
"Tetap disampingku..."Levin memeluk erat pinggang Keyra.
"Pak Jay...anda boleh pulang. Biar nanti Key bersamaku..dan terimakasih telah menjaganya.. "ucap Levin.
"Sudah kewajiban saya Tuan. Baiklah saya pergi dulu.. "
"Hati hati Pak Jay... "ucap Keyra.
"Tentu Non...terimakasih."
Merasa gemas dengan Keyra ...Levin mengecup puncak kepala Keyra. Kenan yang dari tadi menatap mereka tiba tiba mendadak merasakan perasaan yang aneh.
"Oh ya Kak...kenalkan ini Kak Kenan. Dia senior kampus ini tapi sudah lulus dan sekarang bekerja dikampus ini sebagai IT. "
"Kak Kenan kenalkan ini Kak Levin. "ucap Keyra.
"Levin..."
"Kenan.. "
"Andaaa..?"tanya Kenan penasaran.
"Saya suaminya.. "
"Apa..? "teriak Kenan.
"Anda pasti bohong...Keyra belum punya suami bahkan yang aku dengar dia belum punya pacar.. "
Mendengar ucapannya membuat Levin geram.
"Apa maksudmu..? "teriak Levin
"Kak Kenan....Kak Levin memang bukan pacarku tapi dia suamiku.."
"Kak Levin...ayo kita pulang. "
"Dengar....aku tahu tatapanmu pada istriku. Ingat ini baik baik. Dia sudah menjadi miliku jadi jangan dekati dia.. "tegas Levin.
"Maaf aku tidak bermaksud seperti itu. Jika dia sudah jadi milik seseorang aku bisa berbuat apa..?"ucap Kenan pasrah.
"Bagus jika kau menyadarinya."
"Ayo sayang kita pergi..."Levin menarik pinggang Keyra dan berlalu pergi meninggalkan Kenan sendiri.
"Kita makan siang dulu. Kata Momy tadi kamu cuma sarapan roti."
"Ehmm...Key memang sedang lapar Kak..bahkan sangat lapar.. "
"Baiklah ayo kita isi perutmu sampai kenyang karena setelah itu kau akan mendapat hukuman dariku. "
"Maksud Kakak..."
"Karena kau pergi tanpa ijinku.. "
"Hhhh....mulai lagi"
"Hey sayang...tenang saja hukumannya sangat mudah. Cukup puaskan aku diranjang.."bisik Levin ditelinga Keyra
"Yaaaa...Kak Levin mesum. "teriak Keyra dilorong kampus. Keyra mencoba berlari menjauh dari Levin. Namun dengan cepat pula Levin menangkapnya.
"Mau kemana kau ...kau berani sekarang ya" Levin menggelitik badan Keyra yang membuat mereka saling tawa.
Karena tidak bisa diam Levin akhirnya mengangkat Keyra ala brydal. Keyra pun melingkarkan kedua tangannya dileher Levin erat.
"Love you Kak... "tanpa aba aba Keyra mengecup bibir Levin sekilas.
Levin terkejut dengan tingkah istrinya hingga dia menghentikan langkahnya.
Dan mengecup bibir Keyra bahkan sedikit melumatnya.
"Love you more..."ucap Levin setelah melepas kecupannya.
Kemudian Levin melanjutkan langkahnya pergi dari kampus itu.
"Bagaimana kalau aku makan kamu dulu.. "
"Yaaaa... Kak Levin.. "teriak Keyra dengan memukul dada Levin pelan.
"Hahaha.... "tawa Levin.
﹏﹏﹏﹏﹏
"Keyra.....kau sudah menghancurkan rencanaku. "ucap seseorang dengan tatapan tajamnya melihat keromantisan mereka.
"Lihat saja nanti. "