My Two Men Protector

My Two Men Protector
59.



Flashback on


"Non....ada telpon dibawah. Apa Non mau saya bantu turun kebawah..? "


"Siapa Bi..?"Keyra mengerutkan keningnya namun tetap melangkah turun kebawah didampingi asisten keluarganya.


"Kurang tahu Non. Cuma dia bilang ingin bicara sebentar dengan nona Keyra. Penting katanya. "


"Kenapa sepi Bi. ..?"


"Tuan Levin dan Tuan Jon belum pulang Non. Para Nyonya besar masih di panti. Non Sandy masih ekskul dikampus. Tuan Kevin dan Tuan Rey ada dikamar Non.. mau saya panggilkan Non..? "


Hari ini memang Keyra tidak ikut berangkat kerja dengan suaminya. Dikarenakan sedari pagi tadi dia terus mual dan muntah muntah. Levin dan seluruh keluarga dibuat heboh hanya karena mendengar suara Keyra dibalik wastafel.


Namun karena bujukan Keyra...semua terkendali dan Levin pun akhirnya tetap bekerja walaupun dengan uring uringan tak jelas.


"Tidak usah Bi. Kalau Max mana..? "


"Oh Saya lupa Non...Tuan Maxy sedang main game diruang keluarga. Mau.. "


"Tidak usah bi...Bibi lanjutin kerja aja. Key bisa kok.. "potong Keyra lalu duduk manis didepan telpon keluarga.


Keyra mengangkat gagang telpon yang terbaring dimeja.


"Halo ..."


"Non Keyra...ini uncle Moe. "


"Uncle..."Keyra sempat terkejut mendengar siapa yang menghubunginya.


"Uncle Moe apa kau baik baik saja. ?"


"Uncle Moe dan uncle Fian sehat non. Tapi ada satu hal yang membuatku mengganggumu. Maafkan uncle sayang.."


"Tidak apa apa Unc. Ceritakan saja.. "


"............."


Ada jeda lama


"*Non... "


"Non Key... putriku.. .apa kau masih disitu Nak... "suara Uncle Moe terus memanggil Keyra karena setelah penjelasan panjang darinya Keyra tak bersuara*.


"Uncle Moe....kenapa CIA bisa tahu diriku..? "


"*Nak...jangan lupa mereka juga handal. Sangat mudah mencari data seorang Keyra putri dari Tuan Hijaya.


Nak...maafkan uncle. Tapi sungguh uncle sudah berusaha tapi mereka tetap ingin bertemu dirimu. Tenanglah....uncle sudah mempersiapkan semuanya.. "


"Ijinlah pada suamimu Levin...uncle akan menjemputmu besok pagi pagi sekali pukul 5 pagi*.. "


"Baiklah..."


Flashback off.


"Max....ceritakan padaku. "ujar Levin dingin.


"K kak...aku me li hat Ka k Ke y tu run dari ka mar su dah sangat ra pi..."ucap Max dengan gagap.


Entahlah...dia merasa tatapan Levin sangat mengintimidasi dirinya.


"Kak....apa Kakak Key tidak meninggalkan pesan apapun padamu..."ucap Sandy tiba tiba penuh khawatir.


Mendengar ucapan Sandy...Levin teringat sesuatu.


"Kak....berjanjilah padaku kau akan selalu percaya padaku. Dan jangan pergi dariku.."ucapan Keyra pada saat malam sebelum tidur terngiang ngiang dalam pikirannya.


"Kenapa tidak terpikirkan olehku..."ucap Levin pada dirinya sendiri namun masih terdengar oleh keluarga yang lain.


"Kenapa Kak..? "


"Sudah aku cek semuanya tapi tak satu pun ...hanya saja aku teringat kata katanya tadi malam..."


"Tentang apa..? "Tanya Fero penasaran.


"Dia mengatakan bahwa aku harus berjanji bahwa aku harus percaya padanya dan jangan pergi darinya.."


"K ak...kenapa tidak menghubungi Uncle Moe saja.. Kak Key bilang dia dijemput olehnya.. "ujar Max membuat Levin terkejut.


"Apa..!"


"Kenapa tidak bilang dari tadi..! "Fero ikut geram.


"Baru saja ingat... "


Disela debat mereka Levin terus menghubungi Uncle Moe namun tak ada jawaban. Keyra pun sama..sejak dia bangun dan tak ada istri disampingnya Levin berkali kali menghubunginya namun tak kunjung mendapat jawaban.


Ada perasaan gelisah,khawatir ,marah ,rindu bercampur jadi satu.


"Aarrggggghhh...."teriak Levin.


Momy Bunda dan para Aunty hanya terdiam sambil menangis namun saling menguatkan. Jon sangat terpukul saat Maxy berteriak bahwa putrinya pergi. Sedari tadi dia hanya terdiam tanpa kata. Seluruh keluarga Ferdinand saat ini benar benar sangat kehilangan sosok wanita cantik yang selama ini ada disamping mereka. Bahkan baru beberapa jam saja mereka sangat hancur. Bagaimana jika...


Tidak.... Tidak...


"Lev...lebih baik hubungi polisi.. "ucap Jon tiba tiba memecah keheningan.


Levin dalam sekejap menatap sang Dady.


Tentu saja dari tadi yang ada dalam pikirannya adalah polisi. Tapi ini bahkan belum 24 jam.


"Tapi Dad..."


"Kalian jangan khawatir. Nona Keyra baik baik saja.. "ucap seorang pria paruh baya namun masih terlihat tegap masuk tiba tiba dengan penuh wibawa.


"Uncle Fian... "sontak Levin dan Fero bersamaan.


Fian mendekati keluarga Ferdinand dengan sopan dan sedikit menundukan kepalanya memberi salam.


"Maafkan saya Tuan Ferdinand jika saya mengganggu. Tapi sesuai pesan dari teman saya Moe...bahwa saya harus segera kesini menjelaskan sesuatu yang telah membuat keluarga anda resah.."


"Tuan Levin....maaf sebelumnya karena telah membawa Nona Keyra tanpa ijin anda. Karena sebelumnya kami tidak tahu ...atau mungkin lebih tepatnya tidak memikirkan sampai sejauh ini. Jadi dengan sangat terpaksa kami lagi lagi harus melibatkan Nona. "jelas Fian panjang lebar namun tak satupun dari mereka yang mengerti maksudnya.


"Apa maksud anda Uncle...? "Tanya Levin


"Ya benar...ada apa sebenarnya ini.."Fero ikut bersuara dengan khawatirnya.


"Nona Keyra saat ini berada di tempat rahasia.. "


"Apa maksudmu Uncle... "teriak Levin dan Fero bersamaan.


Drrrtt..... Drrttt..


"Sebentar Tuan... "


"Halo.. "


"...."


"Ya...aku sudah bertemu dengannya.."jawab Fian pada orang yang menghubunginya sambil matanya melirik pada sosok Levin. Dan tentu saja membuat Levin mengerutkan kening penuh penasaran.


"...."


"Baiklah...akan kuusahakan. Secepatnya.. "Fian langsung memutuskan ponselnya sepihak.


Setelah menerima telpon dari seseorang Fian menatap Levin penuh arti.


"Baiklah...Akan kujelaskan pada intinya saja. Karena dalam waktu tiga puluh menit dari sekarang saya harus membawa anda pada Nona Keyra. "


Semua terkesiap mendengar penjelasan Fian.


"Tuan Levin....istri anda saat ini sedang bersama anggota anggota CIA international..."


"Apa maksudnya Kakakku Keyra anggota CIA...? "tanya Sandy dengan muka terkejut.


"Bukan.... Tapi lebih tepatnya salah satu pencetus program rahasia yang dimiliki CIA..."penjelasan Fian benar benar membuat seluruh keluarga menganga.


"Dan program itu sekarang bocor karena ulah penjahat kelas kakap... "


"Dan sekarang istriku harus ikut terlibat.."Levin memotong ucapan Fian dengan sangat emosi.


"Kenapa kalian bawa bawa istriku... "


"Apa kalian lupa istriku sedang hamil.. "


"Oh Tuhann...kenapa ini terjadi lagi. Kenapa dia tidak pernah cerita padaku..."geram Levin dengan suara serak.


Fero dan Jon mendekati Levin mencoba meredakan emosinya.


"Maafkan kami....kami sudah mencoba berbagai cara bahkan kami menutupinya sejak Nona masuk rumah sakit dulu Tuan.. "lagi lagi keluarga Ferdinand dibuat menganga.


"Tapi sejak itu pula CIA tidak pernah berhenti menyeledikinya. Dan ini adalah puncaknya. Mereka mengancam keluarga besar Anda... "Levin Fero dan Jon mengeras. Mereka benar benar tidak tahan lagi.


"Tapi kami juga sudah menyiapkan semuanya. Kami sangat sangat menjaga Nona. Jadi percayalah pada kami. "


"Tuan....untuk hal selanjutnya saya akan ceritakan. Tapi saat ini Nona benar benar membutuhkan anda.. "


Levin tanpa sadar meneteskan air mata. Betapa jahatnya dia...dia sempat berpikir buruk tentang istri tercintanya. Tapi lihatlah....bahkan tak sedikitpun istrinya melupakannya.


"Nona Keyra butuh anda Tuan. "


"Maukah anda ikut denganku..? "


Tanpa aba aba... Tanpa jawaban apa apa Levin pergi menuju kamarnya. Fian sungguh bingung dengan sikapnya.. Apa itu artinya dia marah...??


Seluruh keluarga terdiam seketika tanpa arti. Membuat Fian tak tahu apa yang harus dilakukan. Apa dia harus pergi...atau harus menunggu jawaban...tapi Keyra membutuhkan orang orang yang mendukungnya kali ini.


"Maafkan saya jika telah mengganggu keluarga anda Tuan Jon...tapi sungguh Nona Keyra sangat membutuhkan orang yang mendukungnya. Saya harus pergi.... Permisi.. "ucap Fian pada akhirnya sambil menundukan badannya hormat.


"Tunggu..."


Suara seraknya sontak membuat Fian dan seluruh keluarga menolehkan kepalanya kebelakang.


"Tunggu Uncle.. "


"Aku ikut denganmu. Bukankah kau kesini untuk membawaku pada istriku..? "


"Bawa aku padanya. Bukan hanya dia yang membutuhkanku. Aku juga sangat membutuhkannya..."


Fian tersenyum seketika. Misinya berhasil.


Levin menghampiri Fian lalu tiba tiba memeluknya.


"Maafkan aku Uncle...maaf atas kelancanganku.. "


Fian tentu saja membalas pelukannya.


"Tentu saja Nak...aku mengerti perasaanmu.. "


Levin dan uncle Fian beranjak pergi namun...


"Kami ikut Nak... "


Tak diduga ternyata para pria keluarga Ferdinand sudah siap mengikuti mereka.


Ada Fero dan Jon didepan. Berikutnya para uncle dan tentu saja ketiga saudara sepupunya yang tak mau ketinggalan.


"Aku akan siapkan pasukan.. "ucap Maxy dengan tatapan seriusnya.


Levin menatapnya heran.


"Apa..! Aku serius.. "ucap Max karena ditatapnya dengan sinis.


Tanpa menjawab Levin melanjutkan perjalanannya.


**********


"Uncle....aku tidak suka tatapan mereka..."ucap Keyra lirih pada Moe yang selalu disampingnya.


"Tenanglah Nona....kami menjagamu...lihatlah..."


Keyra menatap sekelilingnya... Disebelah kanan kiri dan belakangnya dia didampingi oleh beberapa pengawal berbaju hitam hitam.


Sedikit memang hatinya lumayan terobati. Sejak masuk kedalam gedung besar ini jantungnya berdetak sangat cepat. Ada perasaan takut yang sangat dalam dirinya. Padahal dia bukan penjahat kenapa sebegitu takutnya. Apalagi saat dihadapkan dengan beberapa orang orang asing yang terlihat sangat jenius.


Bahkan sudah satu jam berlalu kedua tangan lentiknya belum bermain diatas keyboardnya.


"Uncle...lihatlah mereka. Mereka sangat handal kenapa masih membutuhkanku..."


"Uncle tidak tahu kalau mereka handal itu hanya penampilannya saja nak. Tapi uncle tahu kenapa mereka tidak pernah berhenti mencarimu karena uncle percaya kau melebihi mereka.. "


"Tapi ada sesuatu yang mengganjal uncle... "ucap Keyra dalam hati.


"Tapi unc...bahkan kedua tanganku saja masih gemetar. Aku tidak tahu apa yang terjadi denganku. Unc....apakah suamiku akan datang kesini.. "tanya Keyra penuh harap.


"Dia akan datang nak. Pasti. "


"Dan Uncle tidak memaksamu....biarkan mereka memulainya lebih dulu. Ini bukan lomba...tenang saja.. "


Ya...saat ini Keyra dikelilingi oleh para laki laki jenius yang sudah sibuk dengan jari jarinya mencari data atau mungkin bahkan virus yang membuat data data kriminal bocor ke tangan para penjahat.


Keyra pun sebenarnya belum tahu persis data kriminal apa yang bisa bocor dengan mudahnya. Namun saat ini dia enggan untuk bertanya. Entahlah dia seperti orang yang tak perduli.


"Nona...? "


Keyra tersadar dari lamunannya karena seseorang memanggilnya.


Mendengar dia dipanggil Keyra hanya mengangkat kepalanya.


"Kami tahu siapa anda. Tapi pasti anda belum tahu kenapa kami pantang menyerah mencari anda. Dan sepertinya anda tidak ingin bertanya dan terkesan cuek menanggapi masalah ini. Ketahuilah Nona....masalah ini sangat serius..."


Keyra terdiam lalu menghela nafas panjang.


Kenapa dia terus menerus berpikiran kalau dia sebenarnya sama sekali tidak dibutuhkan disini. Bahkan komputer yang sedari tadi nyala sudah menampilkan beberapa data yang sudah hancur tak beraturan pun Keyra enggan menyentuhnya. Dia bisa saja mengutak atik isi data itu...datanya sudah terkontaminasi virus.. "pikir Keyra"


Namun lagi lagi dia enggan menyentuh keyboard didepannya.


"Nona...perlu anda ketahui mereka hanya memperbaiki sistem kami. Yang sebenarnya adalah kami membutuhkan anda untuk mengganti sistem kami yang lebih baru dan juga sulit untuk terdeteksi...atau mungkin menemukan pelaku sebenarnya.. "ucapan pria tegas didepannya membuat Keyra menatap matanya.


"Kami tahu anda pasti bisa melakukannya dengan sangat mudah. Dengan kecerdasan IQ anda yang melebihi rata rata...kami sama sekali tidak meragukannya.. "lagi lagi ucapannya membuat Keyra terdiam namun uncle Moe yang selalu disampingnya benar benar terkejut. Dan jangan lupa bahwa tanpa Keyra sadari pria tampan yang dari tadi ditunggunya sudah berdiri dibelakangnya bahkan saat pria tegas itu berbicara dengan Keyra.


Pria tegas itu tersenyum.


"Apa anda juga baru mengetahuinya Tuan..? "tanyanya pada uncle Moe.


Levin dan Jon pun mengerutkan keningnya tanpa disadari oleh Keyra.


"Cukup... "teriak Keyra tanpa sadar dan langsung berdiri sambil mengelus perut buncitnya.


Semua penghuni ruangan hening seketika. Orang orang dalam sekejap menghentikan kegiatannya.


Levin,Jon dan Fero sungguh mengkhawatirkan Keyra. 


"Cukup hentikan..."ujar Keyra dengan satu tangan masih memeluk perutnya. Melindungi bayi bayinya.


"Saya tidak tahu maksud anda berbicara seperti itu padaku.  Saya juga tidak tahu maksud anda mencariku meskipun sudah banyak orang yang melebihi kemampuanku. Dan saya harap anda jangan melupakan sesuatu...program yang aku buat tidak bisa ditembus orang lain.  Jadi untuk apa saya ada disini..."ucapan Keyra lagi lagi membuat mereka cengang.


"Data kalian yang bocor bukan data dari program yang saya buat....."pria tegas didepannya itu mengerutkan keningnya.."bagaimana dia tahu.. "pikirnya dalam hati.


"Jadi katakan sebenarnya....apa tujuan anda sebenarnya dan mengapa kalian melibatkan keluargaku... "ucap Keyra tajam.


Lama pria itu terdiam hingga Keyra benar benar meluapkan emosinya...dia beranjak pergi keluar ruangan dengan wajah memerah menahan amarahnya.


Namun saat berbalik....tubuh Keyra membeku tiba tiba. Dilihatnya tiga orang pria tampan dibelakangnya. Suami, Kakak dan Dadynya. Entah kenapa cairan being menetes dipelupuk matanya.


"Kak... "isak Keyra. Dengan sedikit berlari dia menghampiri suaminya. Namun dengan sigap pula....Levin terlebih dahulu berlari dengan sangat cepat.  Sungguh dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan istri dan anak anaknya.


Direngkuhnya tubuh Keyra dengan sangat erat takut kehilangan lagi sosok dirinya. Keyra pun menjatuhkan kepala dileher suaminya dengan lembut dan lebih erat.


"Kakak.... "


"Hssst....sayang. Tenanglah.."Levin terus mengelus punggungnya lembut sesekali dia kecup kepalanya. Dia belum pernah melihat istri cantiknya ini emosi. Dan kali ini dia benar benar melihatnya dan sungguh itu sangat tidak baik untuk kondisinya.


"Ingatlah sayang....dalam perutmu ada anak anak kesayangan kita. Jadi tenanglah...ada aku disini.. "ucap Levin kembali.


Mendengar ucapan lembut suaminya...Keyra menanggukan kepala pelan merasa lebih baik dengan suasana hatinya saat ini.


"Maaf... "ucap Keyra lirih.


Levin menguraikan pelukannya kemudian menangkup kedua pipi istrinya


"Dan jangan pernah berlari lagi...aku tidak suka itu....berjanjilah padaku sayang.. "


Keyra menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis.


"Kau manis sekali... "Levin mengecup bibir Keyra singkat. Lalu menghapus air matanya


"Kaakk.....maaf jika aku pergi tanpa ijin.. "


"Jangan minta maaf. Aku memang khawatir saat kau tiba tiba tidak ada disampingku. Tapi aku juga tahu sayang....kau menungguku pulang sampai kau kelelahan dan akhirnya tidak sempat menjelaskan semuanya padaku..."Levin kembali mengecup bibir Keyra.


"Aku yang harusnya minta maaf sayang. "


"Maafkan aku sayang... "ucap Levin dengan sangat lembut.


Keyra menggelengkan kepala lalu segera memeluk suaminya erat.


"Aku sayang Kakak.. "ucap Keyra diceruk leher Levin.


"Aku lebih sayang padamu sayangku..."Levin mengecup pelipis Keyra berkali kali tak perduli dengan tatapan orang orang sekitarnya.


"Kak... "Keyra menatap mata Levin seolah ingin menjelaskan sesuatu.


Levin mengelus pipi Keyra.


"Aku tahu sayang.  Biar Kakak Dady dan Fero yang urus..."Levin mengecup kening Keyra lama.  Kemudian menatap tajam orang orang asing didepannya.