My Two Men Protector

My Two Men Protector
77. (extra part 1)



12 tahun kemudian


"Kak....bukankah hari ini jadwal kumpul keluarga besar...ayo bangunlah..."


Di weekend hari ini sepasang suami istri masih asyik berpelukan mesra diatas ranjang kingsize milik mereka. Padahal matahari sudah bertengger cantik diatas rumah besarnya.


"Hmmm sayang....bisakah weekend bulan ini kita tidak usah datang. Lagipula anak anak kita juga tidak terlalu menyukainya.."Levin semakin mempererat pelukannya ditubuh istrinya.


"Oh ayolah Kak...sifat mereka mirip sekali denganmu. Tak ada satupun yang dibuang..."


"Tentu saja sayang...mereka kan anak anakku.."


"Ya...Ya...aku tahu. Tapi bisakah kau kurangi sedikit saja posesifmu itu...."


"Tidak..."


"Jika aku kehilanganmu sedeettiikk saja. Maka aku yakin kau akan kembali pada kami sangaattt lama.."


"Oh Tuhan .... Tolonglah aku. Bagaimana aku menghadapi tiga pria posesif sekaligus..."Keyra menepuk jidatnya.


"Tidak perlu kau hadapi sayang...cukup kau nikmati dan syukuri..."ucap Levin santai sambil menciumi pipi Keyra.


"Baiklah...Baiklah...terserah kau saja. Tapi biarkan aku bangun Kak. Aku ingin membangunkan anak anakku. Bagaimana kalau Mommy telpon dan aku belum siap siap..."


"Aku tidak perduli sayang..."jawab Levin bahkan semakin melilitkan kedua kaki dikaki istrinya itu..


"Leeooo..."


"Owen..."


Keyra meneriaki kedua putranya bermaksud meminta tolong pada mereka.


"Apa kau mencoba meminta bala bantuan sayang..."


"Tentu saja...lihat saja.."


"Boys...come here.."teriaknya lagi.


Braakk....


Pintu kamar tiba tiba terbuka lebar oleh kedua remaja tampan meskipun dengan rambut acak acakan dan masih dengan setelan piyama kembarnya.


Oh ya...pintu kamar Levin dan Keyra memang tidak pernah dikunci. Itu perintah mutlak dari sang nyonya besar. Katanya takut kedua putranya butuh sesuatu jadi dia akan secepat kilat datang pada mereka.


Namun untuk kebutuhan sang suami...dia selalu mengutamakannya. Saat mereka menjalin kasih pintu selalu dikunci rapat. Dan setelah selesai salah satu dari mereka diharuskan membuka kunci pintu tentu saja setelah memakai baju mereka kembali.


Dan mereka tak pernah melewatkan malam malamnya tanpa bercinta. Walaupun hanya sekedar bercumbu mesra. Itu adalah kunci dari kebahagiaan mereka. Selelah apapun mereka...pastikan meluangkan waktu sedikit untuk bermesraan.


Kembali pada mereka. Si kembar.


Leo dan Owen menatap Mommy dan Daddynya yang masih saja berpelukan erat. Dan tentu saja itu sudah menjadi pemandangan setiap harinya.


"Ada apa Mom...?"


"Apa Daddy menyakitimu...?"


Keyra menganggukan kepalanya penuh harap.


"Oh c'mon boys..tidak mungkin Daddy menyakiti Queen kita.."ucapan Levin membuat Leo dan Owen saling pandang membenarkan ucapan Daddynya. Ya tentu saja...Mommy-nya adalah Queen-mereka.


Tidak mungkin kan.


"Dengar Boy's...kalian tahu ini hari apa..?"tanya Levin. Leo dan Owen saling pandang kembali lalu menggelengkan kepala.


"Ini adalah hari berkumpulnya keluarga Ferdinand. So...?"


Ucapan Levin yang diakhiri sebuah pertanyaan .... membuat Leo dan Owen langsung sadar akan sesuatu hal yang ...


Leo dan Owen berlari secepat kilat menaiki kasur king size itu dan berteriak...


"Moomm..."teriak mereka bersamaan sambil memeluk sang Mommy. Leo memeluk leher Keyra. Owen memeluk perut Keyra. Mereka dibagian kanan. Sedang dibagian kiri tentu saja sang suami ...Levin.


Levin menyeringai...usahanya berhasil. Dan drama dimulai.


"Mom...Mommy ingin makan apa...biar Leo yang masak.."drama sang putra sulung sambil menciumi pipinya.


"Mom...hari ini biar Owen yang beres beres rumah. Ok..."drama sang adik yang lahir hanya terpaut 5 detik dari sang kakak.


Keyra tahu...mereka bertiga bekerja sama. Tentu saja dengan sutradara sang suami sendiri.


Keyra melirik tajam Levin.


Levin hanya mengangkat bahunya tak peeduli.


"Listen boys...Mommy tahu kalian hanya sedang drama. Itu tidak baik sayang. Mereka sangat ingin bertemu dengan kalian..."


"No Mom...kami tidak melakukan drama. Mom menuduh kami..."ucap Leo dengan wajah sedih. Dan tentu saja itupun hanya drama.


"Apa Mommy tidak ingin tinggal bersama kami diliburan kita kali ini Mom. Weekend kemarin...Daddy keluar kota. Weekend lalu Mommy ada seminar..."ujar Owen ikut bertampang sedih.


Oh percayalah....bahwa mereka sebenarnya adalah juara satu acting tingkat keluarga Ferdinand. Dan jangan salah...Keyra tahu mereka sedang bersandiwara. Tapi ada benarnya yang dikatakan putra bungsunya.


"Come here boys..."Keyra membetulkan duduknya bersandar diujung ranjang lalu merentangkan kedua tangannya selebar mungkin.


Dan dengan patuhnya para lelaki mendekat dan memeluk sang nyonya besar. Levin...tentu saja laki laki itu tidak mau ketinggalan. Dia merangkak dikaki sang istri dan memeluk perutnya. Leo dan Owen ...mereka memeluk sang mommy dikanan kirinya.


"Maafkan Mommy jika akhir akhir ini Mommy kurang meluangkan waktu untuk kalian. Tapi bukankah kita sama sekali tidak pernah lost contact sedetikpun...hmm.."mereka semua mengangguk patuh. Sejujurnya mereka hanya sedang menikmati acara pelukan hangatnya. Mereka hanya ingin mengulur waktu. Jangan lupa mereka hanya bersandiwara.


"Kalian tahu jika kita tidak ikut kesana. Grandma dan Nenek akan sedih sekali..."lanjut Keyra.


"Bukan kami tidak suka berkumpul dengan keluarga Mom.


Tapi...Mommy tahu sendiri kan. Para uncle pasti akan menculik Mommy dari kami. Seperti bulan kemarin..uncle membawa Mommy ke mall seharian full tanpa kami dan akhirnya kita terpaksa menginap karena Mommy kelelahan. Oh God...itu hal yang paling tidak bisa dilupakan Mom..."rancau Owen panjang lebar dan diakhiri dengan memeluk Keyra sambil menciumi pipinya berkali kali.


Keyra memeluk Owen erat dengan satu tangannya karena tangan yang lain dipeluk erat oleh sang putra sulung.


"Owen benar Mom..."


"Dad...kenapa adik adik Daddy suka sekali dengan Mommy kami. Bukankah mereka juga sudah punya keluarga sendiri Dad..?"pertanyaan Leo membuat Levin spontan membetulkan posisinya menjadi duduk tegap.


"Daddy tidak tahu. Tapi yang jelas...mereka sangat menyayangi Mommy kalian. Dan tentu saja kalian juga.."


Keyra tersenyum mendengar jawaban Levin yang terdengar santai. Memang itu yang sebenarnya...terdengar sepele memang. Tapi percayalah...kasih sayang Rey,Kevin,Maxy,Sandy dan Fero tidak pernah berubah sedikitpun. Bahkan semakin bertambah. Meskipun mereka semua sudah berkeluarga...setiap harinya tak pernah mereka tidak menghubungi Keyra..walau hanya sekedar "hay..."tanya kabar.


Drrtt....Drrtt..


"Leo...ambilkan phone Mommy please.."dengan sigap Leo mengambilkan ponsel Keyra dan memberikannya. Leo sempat menghela nafas saat layar ponsel itu tertera nama "Mommy". Yang berarti Grandmanya yang menghubungi Mommynya.


Leo memberi isyarat mata pada Owen. Tanpa aba aba...mereka menghela nafas bersamaan dan kembali memeluk sang Mommy dengan penuh sayang.


Levin tahu arti tatapan putra putra kembarnya. Dia hanya bisa tersenyum.


"Good Morning Mom.."


"Morning my princess..."teriak Mommy.


"Kenapa kau belum siap siap sayang...putraku mana...cucu cucu tampanku mana. Dimana mereka...?"lanjutnya dengan sangat ceria.


Keyra terkekeh geli saat melihat wajah cantik sang Mommy mertua dilayar ponselnya. Meskipun sudah tidak muda lagi...tapi wanita paruh baya ini masih sangat cantik dan elegant.


"Key rasa...Mommy tahu mereka sedang apa..."ucapnya dengan senyum gelinya.


Tampak sang Mommy sedang berpikir keras dengan lucu.


"Jangan bilang mereka sedang memelukmu...!"jeritan Mommy membuat Keyra tertawa lebar.


"Lihatlah Mom...."


Keyra melebarkan posisi ponselnya agar putra putra kembarnya dan suaminya terlihat oleh Mommy mertuanya.


Keyra tertawa lebar.


"Kau tahu Mom...bahkan mereka sama sekali tidak mengizinkanku bangun dari tempat tidur ini.."


"Oh God honey...kasihan sekali kau sayang. Tenang saja sebentar lagi pasukan Mommy datang..."


Ucapan Mommy membuat para pria mengerutkan keningnya tak mengerti. Keyra tersenyum geli melihat raut wajah pria pria kesayangannya.


"Dad...apa maksud Grandma..?"kali ini Owen yang bertanya pada Daddynya. Namun Levin pun mengangkat bahunya tak mengerti dan segera merampas ponsel istrinya itu dan bertatapan langsung dengan Mommynya.


"Mom...what do you mean..? Pasukan apa ? Apa Mommy kirim pasukan kerumahku...siapa..?"tanya Levin bertubi tubi.


Yang tanpa mereka sadari Leo dan Owen sudah berada dibahu kanan kiri Daddynya dengan wajah penasarannya sambil menganggukan kepalanya tanda setuju dengan pertanyaan sang Daddy.


Dan Keyra...dengan masih tersenyum dia bangun dari tempat tidurnya dan berlari kedalam kamar mandinya.


"Hahahaha....kalian lucu sekali. Grandma tahu pasti kalian akan menahan putriku. Jadi kali ini Grandma dan pasukan Grandma bertindak lebih cepat..."


"Moomm..."


"Grandma..."


Levin dan putra putranya berteriak bersamaan tak percaya dengan pikiran wanita paruh baya didepan ponselnya ini.


"Apaa...!"


"Jangan terlalu banyak berdebat. Sebaiknya kalian juga siap siap...jika tidak ingin wanita kesayangannya kalian kami culik lagi....hahahaha..."


Ponsel mati seketika disertai dengan tawa Mommy yang menggelegar.


Dan seketika itu pula mereka sontak menoleh kebelakang bersamaan. Menyadari wanita tercintanya sudah tidak ada dibelakangnya mereka spontan membelalakan mata.


"Mooommm..."


"Honeeyy..."


"Kalian cepat mandi atau Mommy akan pergi sendiri tanpa kalian..."jawab Keyra dari dalam kamar mandi dengan suara tak kalah keras


Tentu saja ucapan itu membuat para pria bangun tergesa.


"Hurry son..."ucap Levin dengan berlari sambil membawa handuknya.


"Daddy mau mandi dimana....?"tanya Leo


"Tentu saja dikamar mandi bawah. Daddy tak bisa jika harus menunggu Mommymu selesai mandi.."jawabnya sambil menuruni tangga.


"Kalian cepatlah. Jangan biarkan pasukan itu mendahului kita. Understand..."


"Yess Dad..."jawab Leo dan Owen serempak.


****


"Good Morning Mom..."


"Good Morning Bunda..."


"Good Morning Dad..."


Suara teriakan Keyra membahana keseluruh ruangan istana.  Ups salah. Rumah besar kelurga Ferdinand.


"Oh Honey...my darling...my princess...come to Mommy..."suara cetar Mommy datang dari dalam ruangan keluarga dengan membentangkan kedua lengannya.


Keyra memeluk erat satu persatu orang tuanya. Dari Mommy, Bunda dan Daddynya. Dan tak lupa dengan para uncle dan para aunty yang ikut menyambut kedatangan sang menantu kesayangan mereka.


"Sayang...dimana suami dan anak anakmu...?"tanya Mommy terheran karena melihat Keyra datang sendiri kedalam rumahnya. Dan itu sangat tidak mungkin terjadi putri menantunya ini datang sendiri tanpa pengawal setianya...siapa lagi kalau bukan suami dan putra kembarnya.


"Hmmm Moom.."Keyra menghela nafas panjang.


"Aku ingin minum dulu. Sebentar Mom..."Keyra langsung beranjak pergi kedapur untuk mengambil minumannya. Dan para orang tua memakluminya. Mereka kembali duduk diruang keluarga.


"Apa mereka tidak ikut sayang...dari tadi belum ada yang masuk.."


"Sayang...ada apa dengan kakimu. Kenapa diperban..?"Dady memperhatikan Keyra saat dirinya berjalan sedikit terpincang pincang.


"Tidak apa Dad. Hanya masalah kecil.."ujarnya santai.


"Sejak pasukan Mommy datang kerumah...mereka menjauhkanku. Bahkan putra putraku menghadang adik adikku saat pertama kali masuk rumah.."Keyra menghela nafas panjang saat mengakhiri ceritanya.


Flashback on


Leo, Owen dan Levin secara tidak sengaja menyelesaikan acara mandinya bersamaan. Saat Leo dan Owen keluar kamar memastikan apakah Daddynya sudah selesai dengan mandinya. Bersamaan dengan itu Levin berpapasan didepan kamar putra kembarnya.


"Cepat kalian ganti baju. Mereka akan segera datang.."


"Ok Dad.."


Tak lama...suara deru mesin mobil datang. Mereka tahu siapa yang datang. Dengan cepat kilat Leo dan Owen berlari menuju ruang tamu dan segera membukakan pintu utama.


"Hi  boys...come hug me..."Fero dengan tersenyum lebar merentangkan kedua tangannya menyambut kedua keponakan tersayangnya.


Leo dan Owen dengan bersidekap dada menatap para unclenya dengan dingin.


"Uncle tahu apa yang ada dipikiran kalian. Tapi uncle juga ingin dipeluk kalian...come here..."dengan tarikan paksa Fero menarik Leo dan Owen kedalam pelukannya bersamaan.


Masih dalam diamnya Leo dan Owen menerima pelukan satu persatu pelukan dari para unclenya.


"Mana Mommy kalian...uncle rinduuuu sekalii.."Maxy bertanya pada kedua remaja didepannya dengan sikap lebainya yang tidak pernah berubah jika menyangkut Keyranya..


Leo dan Owen mendengus kesal.


"Mommy sibuk ..."


"Sibuk. Biar aku keatas...Kak Keeeyyy..."kali ini Rey berteriak dan mencoba naik ke lantai atas.


Namun belum dia melangkah. Leo menahannya.


"Please Unc...kita tunggu saja disini.."ujar Leo dengan nada dinginnya.


Fero, Maxy, Kevin dan Rey terpaku seketika. Mereka tahu apa yang ada dalam pikiran kedua keponakannya itu. Mereka juga tahu sifat posesif keduanya yang menurun dari  sang raja dingin. Tak masalah bagi mereka. Justru itu hiburan tersendiri bagi mereka.


"Baiklah...biar uncle tunggu disini.."


"Kalian duduklah. Sebentar lagi princess kita turun.."perintah Fero pada adik adiknya yang lain dengan senyum kecil yang terlihat meledek keponakannya.


"Siap Kak..."ujar Rey Kevin dan Maxy.


Rey ,Kevin ,Maxy dan Fero saat ini seperti sedang duduk didepan pengadilan sebagai tersangka yang sedang diadili. Bagaimana tidak....Leo dan Owen menatap mereka dengan mata tajamnya. Dengan kedua tangan dilipat didepan dada...dengan penuh banyak pertanyaan.


Bagaimana bisa mereka selalu menomersatukan Mommynya ?


Bukankah mereka juga sudah punya keluarga ?


Apa tidak cukup hanya mereka saja yang melindungi Mommynya ?


Begitulah kira kira pertanyaan sikembar. Terlihat sekali dari kerutan dikening mereka. Dan itupun disadari oleh para uncle dihadapannya dengan senyum senyum kecil tak jelas.


"Jadi kalian pasukan yang dikirim Mommy..?"suara Levin terdengar dingin dan sinis pada mereka.


"Hi Kak...mana Kak Keyra?"sapa Maxy pada Levin yang baru saja duduk disamping mereka.


"Istriku belum selesai. Mungkin akan sangat lama.."jawab Levin datar.


Suasana kembali mencekam...rupanya kejadian Keyra dulu diculik oleh mereka ke mall dan berakhir dengan Keyra yang kelelahan dan sakit belum bisa diterima oleh Leo dan Owen. Levin jangan ditanya...dia bahkan menghukum adiknya satu persatu.


"Sebenarnya ap..."belum selesai pertanyaan Leo...Keyra turun tangga dengan sedikit berlari dan berteriak kencang.


"Haaii ...my prince.."teriak Keyra dengan girang saat melihat adik adik iparnya dan kakak tersayangnya.


Namun itu hanya sedetik.


"Mooommm..."


"Honeeyy...."


"Kakak...."


"Sayaangg..."


Teriak si kembar dan  Levin bersamaan saat melihat Keyra berlari menuruni tangga. Dan...


Arrgghh...


Teklek..