My Two Men Protector

My Two Men Protector
38.



"Kaak...ayolah...boleh ya? "Ya ya.. ?"bujuk Key pada suaminya Levin.


Saat ini dia sedang memasangkan dasi pada leher Levin. Dan terus menerus membujuknya karena keinginannya untuk bekerja.


Seminggu setelah acara kelulusannya dia sangat ingin bekerja seperti teman teman kuliahnya yang lain. Namun tak kunjung mendapat jawaban dari suami tercintanya.


Bahkan jauh sebelumnya saat dia pertama kali mengungkapkan keinginannya yang didapati selalu amarah dari Levin. Hingga dia tidak berani mengungkapkannya lagi. Tapi ini sudah berbeda. Dia sudah lulus kuliah bahkan dengan nilai yang memuaskan. Jadi mana mungkin hanya berdiam diri dirumah menuruti permintaan pria posesifnya.. Hhhh..


"Kaaaakkk.... "rengek Keyra manja namun Levin terdiam dan bahkan tidak meliriknya sedikitpun.


Levin berusaha menghindarinya bergerak kesana kemari namun tetap diikuti Keyra dibelakangnya.


Hingga saat Levin ingin meraih ponsel yang tergeletak diranjang kasur mereka yang sudah seperti kapal titanic karena pergulatan panas mereka tadi malam Keyra meloncat kekasurnya dan berdiri.


"Kak...ayolah...ijinkan aku kerja ya Kak. Aku bisa kerja dimana saja,.."ocehan Keyra terputus karena emosi Levin yang tidak bisa ditahan lagi.


"Tidak Key...sekali tidak tetap tidak. "teriak Levin keras bahkan Keyra sendiri sampai terlonjak kaget.


Key diam mematung karena teriakan Levin. Melihat istrinya mematung ketakutan Levin sadar karena telah membentaknya.


"Kemarilah sayang...maafkan aku. Kakak tidak bermaksud membentakmu.. "Levin mencoba meraih tubuh Keyra yang sedikit menjauh mundur darinya. Posisi Keyra yang masih diatas kasur hingga sejajar dengan tinggi tubuh Levin terus melangkah mundur hingga kepala ranjang.


"Ayo sayang...kita bicarakan baik baik ok... "suara lembut Levin membujuk Keyra. Dia takut dengan gerakan Keyra yang terus menjauhinya. Sungguh dia sangat takut itu.


"Mendekatlah padaku...kumohon.."Levin merentangkan kedua tangannya dengan penuh harap agar dia mendekat padanya.


Seketika Keyra melangkah dua kali dengan cepat lalu menjatuhkan tubuhnya ketubuh Levin dengan langsung melingkarkan kedua kakinya kepinggang Levin dan kedua lengannya dilehernya.


Levin yang mendapat pelukan dari Keyra langsung merengkuhnya erat. Dan dengan kuat menopang tubuhnya. Matanya menatap teduh mata cantik istrinya.


"Maaf karena tidak sengaja membentakmu.. "ucap Levin dengan mengecup kedua mata istrinya.


"Maaf juga karena tidak memperdulikan ocehanmu.. "ucap Levin lagi dengan mengecup bibir Key berkali kali. Posisi yang sangat disukai Levin saat dia menggendong Keyra menghadap didepannya.


Key hanya bisa diam dengan perlakuan lembut dari suaminya itu.


"Pokoknya aku akan terus seperti ini sampai Kakak mengijinkanku untuk bekerja. Aku tidak perduli baju Kakak akan kusut.. "gerutu Keyra yang hanya bisa mendapat senyuman dari suaminya itu.


"Silahkan saja...dengan senang hati sayang.. " Levin melangkah untuk mengambil jasnya dengan kedua tangan tetap memeluk pinggang Keyra.


"Kak...teman teman kuliahku sudah melamar kerja. Lalu apa yang aku lakukan disini..."


"Kau bisa ambilkan jas itu sayang.."pinta Levin menunjuk jas kantornya yang masih menggantung tidak jauh dari ranjangnya.


Tanpa menolak perintahnya Keyra tetap mengambilkan jas suaminya dengan masih berpegangan dileher Levin dan menguatkan kedua kakinya yang masih melingkar dileher Levin.


"Tadi mereka mengajakku pergi bersama Kak...tapi aku harus minta ijin padamu dulu kan Kak... jadi boleh ya... Pleaseeee... "


"Tas nya juga sayang.... "perintah Levin dan Key pun mengambil tas kerjanya lalu menaruhnya ditengah tengah badannya dan badan Levin.


Setelah semua dirasa cukup Levin melangkah keluar kamar dengan masih menggendong Keyra ala kanguru. Saat diujung pintu pun Keyra dengan sigap membuka enggel pintu.


"Kaak...ayolah. Aku janji tidak akan macam macam..."ocehan Keyra dibalas dengan kerutan dingin di kening Levin.


Levin terus meneruskan langkahnya menuruni tangga. Walaupun dengan posisi yang kurang enak dia masih bisa menyeimbangkan kekuatan tubuhnya.


"Kak..."


"Hmm"


"Kak Lev..."


"Hmm.. "


Melihat putra dan menantu kesayangannya turun tangga..kedua orang paruh baya tersenyum simpul.


"Selamat pagi anak anak Mommy...pagi pagi begini sudah bikin iri saja.. "ledek Momy yang sudah duduk bersama Jon dimeja makannya untuk segera makan pagi bersama.


"Pagi Momyyy.... Pagi Dad..."teriak Keyra dengan ceria seperti biasanya.


"Pagi Mom... Dad.... "ucap singkat Levin.


"Pagi sayang...apa kau ingin ikut bekerja dengan suamimu sampai sampai tidak mau dilepas begitu. Haha.. "canda Jon.


Pertanyaan Jon membuat ide cemerlang muncul diotak Keyra. Namun tidak dengan Levin dia langsung merubah raut mukanya tidak suka.


"Dad...jangan memancing ide cemerlang untuknya. Aku tak akan biarkan dia bekerja. Apa Dad tahu kenapa dia seperti ini..? "


Keyra terkekeh geli.


"Apa salah kalau aku bekerja Dad...?"tanya Keyra mencari dukungan. Namun dengan masih enak digendongan Levin.


"Tentu saja tidak sayang...bagaimana kalau bekerja dikantor Dady..? "ucap asal Jon.


Seketika tubuh Keyra langsung ingin bergerak turun dari pangkuan Levin. Namun dengan cepat pula Levin menahannya dengan kuat.


"No Dad..."ucap Levin sangat dingin.


Mereka langsung terdiam mendengar ucapan Levin begitupula dengan Keyra yang dari tadi menatap wajah Levin.


Levin menarik mundur kursi kemudian duduk dengan posisi masih memangku istrinya.


"Sebaiknya aku turun Kak. "


"Ambilkan saja roti untukku.. "


Keyra mengambil roti dan mengolesnya dengan coklat itupun dibantu Momy karena sadar posisi Keyra saat ini.


"Ini..."Levin menerima roti darinya kemudian menyobeknya menjadi potongan kecil dan memakannya. Setelah itu meyobeknya kembali dan menyuapi kemulut Keyra.


"Buka mulutmu..."


Acara makan pagi kali ini dipenuhi dengan suasana sunyi dan dingin. Namun Levin tak lepas memberi perhatian penuh pada istrinya dia terus menyuapinya roti hingga telas habis 3 roti. Meskipun dengan suasana dingin seperti ini tidak membuat pasangan suami istri paruh baya ini berhenti tersenyum . Mereka tahu sifat putra tunggalnya itu.


"Kak...aku ambilkan minum dulu. "


"Biar aku saja..."Levin dengan mudahnya menjangkau gelasnya kemudian meminum setengahnya lalu setengahnya lagi dia minumkan pada istrinya.


"Baiklah... Dad dan Momy sudah selesai. Kami pergi dulu ya sayang. "ucap Momy namun hanya diberi gumaman oleh Levin .


"Sepertinya kita sudah selesai makan paginya. Ayo Kak... aku antar kedepan ya.."Key hendak turun dari pangkuan Levin namun lagi lagi ditahan olehnya.


Levin semakin mengeratkan pinggang Key pada tubuhnya.


"Apa kau marah padaku.. "


"Tidak... "Key menggelengkan kepalanya pelan.


"Jangan mendiamkanku sekalipun aku sudah bersikap dingin padamu. "


"Tapi Kak... "


"Kau tahu sayang...aku punya alasan tersendiri tidak memperbolehkanmu bekerja. Aku sayang padamu bahkan sangat menyayangimu. Kau masih punya kafe yang harus tetap kau urus, apa kau ingat itu. Aku bisa saja tidak mengijinkanmu mengelola kafemu itu lagi tapi aku tahu itu adalah hasil kerja kerasmu selama ini. Dan aku ingin mulai sekarang kurangi jam kerja malammu. "ujar Levin dengan penuh penekanan dikalimat terakhirnya.


"Apa kau pikir Kakak tidak tahu hmmm...setiap malam terbangun hanya untuk mengecek kondisi kafemu. "


"Kakak akan carikan orang terbaik dan terpercaya untuk menggantikan pekerjaanmu. Jadi kau tidak begitu lelah. "


"Kau mengerti...? "ucap Levin panjang lebar dan diakhiri dengan mengecup hidungnya.


"Hmmm... "angguk Keyra.


"Kau begitu peduli padaku hingga sedetail itu. Terimakasih Kak... "ucap Keyra langsung memeluknya erat.


"Kak...ada satu hal yang aku ingin beritahu padamu. Dan ini adalah salah satu dari alasanku yang lain yang menjadi niatku ingin bekerja. "


Levin mengerutkan keningnya.


"Apa itu...katakan saja..? "


"Apa masih ada waktu ? Kakak ada rapat tidak hari ini ?"


Levin melihat jam ditangannya.


"Tidak ada rapat penting hanya rapat direksi nanti jam 11."


"Baiklah...aku hanya butuh waktu sepuluh menit. "


"Begini...aku sedang membangun kafe lagi Kak..."


"APAA... "teriak Levin .


"Maaf....tapi sudah tiga bulan ini belum dilanjutkan lagi karena dananya kurang Kak..."kekeh Keyra dibarengi dengan garukan kepalanya yang memang tidak gatal.


Levin semakin mengeratkan pelukan dipinggang Keyra. Dan membetulkan posisi duduk Keyra dipahanya.


"Jadi karena butuh dana untuk membangun kafe barumu itu jadi kau ingin bekerja. "


Keyra menganggukan kepalanya dengan wajah polosnya.


"Tabungan ku pun sudah kuambil sepenuhnya. Aku tidak mungkin minta bantuan Kak Fero dia sedang sibuk. Aku sudah berusaha bekerja sama dengan investor lain tapi itupun masih kurang. Penghasilan kafe yang sekarang tidak bisa diutak atik karena Key takut belum bisa mengaturnya. "


"Dimana tempatnya..? "


"Jalan Kemang.. "


"Sudah berapa persen pembangunannya.?"


"70 persen.. "


"Memang berapa dana yang kau butuhkan..? "


"Hmm sekitar 100juta mungkin..?"ucap Keyra asal .


"Apa dengan langsung bekerja kau akan dapat uang sebesar itu..? "


"Tidak.. "


"Lalu.. "tanya Levin.


"Key akan pinjam bank dulu. Tapi jika aku bekerja jadi akan lebih mudah membayarnya. Ya kan.?" jawaban Keyra membuat Levin tersenyum kecil.


"Kau pikir semudah itu..?"


"Aku tidak tahu. Karena aku tidak tahu ilmu bisnis.. Hehe.. "


"Lalu kenapa berani membangun kafe lagi.."


"Membuat mereka bahagia.. "


"Siapa mereka..? "


"Ya orang orang yang tidak punya pekerjaan Kak... "


Jawaban polos Keyra membuat Levin terkagum dan tanpa mereka sadari beberapa orang yang dari tadi memperhatikan mereka ikut terkagum.


"Benarkah...? "


"Maksud Kakak.. "


"Hanya itu alasannya.. "


"Memang menurut Kakak..? "


"Biasanya orang membuka cabang juga untuk mendapat penghasilan yang lebih banyak. "


"Hmm...kenapa tidak terpikirkan olehku ya Kak. "Key mengalungkan kedua lengannya keleher Levin.


"Baiklah...mungkin alasan itu bisa dijadikan alasan kedua. Hahah... "tawa Keyra.


"Apa kau sayang padaku... "tanya Levin


"Sangaaat sayang.."ucap Keyra dengan gemas


"Cinta.. "tanya Levin lagi


"Apa kau tahu siapa aku"


"Tahu.. "


"Siapa.. "


"Kau suamiku.. Suamiku tercinta. Alfa Levin Ferdinand. Dimana setiap detiknya hanya ingin selalu membahagiakan istrinya. "Levin menganggukan kepala membenarkan perkataan istrinya.


"Aku hanya ingin menegaskan padamu sekali lagi. Kau adalah milikku. Kebahagianmu adalah tanggung jawabku. Semua miliku adalah milikmu. Uangku adalah uangmu. Jika kau butuh uang berapapun itu mintalah padaku jangan pada orang lain siapapun itu selain aku. Mengerti..! "


"Mengerti..."


"Apa kau sudah mandi..? "


"Tentu saja sudah..."


"Kalau begitu bersiaplah... "


Keyra mengerutkan keningnya. "Memang mau kemana..? "


"Pergi denganku ke kantor.. "


"Ke kantor..? "


"Katanya kau ingin bekerja.."


"Me mang... "jeda Keyra memahami ucapan Levin. Lalu setelah memahami maksudnya dia berteriak keras.


"Yaaaaa..... "


"Heeii...kecilkan suaramu sayang. "


"Apa aku akan bekerja ditempatmu Kak...? "


"Hmmm... "


"Yaaaa....yes... Yes... "saking senangnya Key merentangkan kedua tangannya keatas dan berjingkrak jingkrak dipangkuan Levin.


Keyra langsung turun dari pangkuan Levin dengan sigap.


"Baiklah tunggu aku Kak...aku ganti baju dulu. "ucap Keyra dengan segera berlari keatas menuju kamarnya dengan Levin. Namun baru beberapa langkah dia kembali.


Levin yang sudah berdiri dari kursinya hanya memandangi tingkah istrinya itu dengan menggelengkan kepala. Dia bahagia sangat bahagia hanya melihat istrinya tersenyum. Bahkan saat Keyra berbalik padanya...


Keyra berlari kembali kearah Levin dan langsung memeluknya dan secara otomatis Levin pun melingkarkan kedua lengannya dipinggang Keyra.


"Thank you... "Key mengecup bibir Levin sekilas.


"Love you.. "kecupan keduanya dari Keyra dan langsung berbalik kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda tadi.


Tanpa disadari sendiri olehnya Levin senyum senyum sendiri. Belum pernah dia merasa bahagia seperti ini sebelumnya. Bahkan saat dia memenangkan tender terbesar pun tak pernah dia sebahagia ini.


"Are you happy...? "ucapan seseorang mengejutkan Levin.


"Mom... Dad...apa kalian dari tadi disini. "


"Ehm...kami sedang melihat sosok putra kami yang sangat jauh berbeda. Ada kebahagiaan yang terpancar diwajahnya. "


"Yes Mom...i'm happy...very happy.. "Levin memeluk mommynya dengan mengembangkan senyumnya.


"Mommy senang melihatmu bahagia Nak. "


"Jagalah selalu dia untuk kami Son.. "


Levin menguraikan pelukannya.


"Aku akan selalu menjaganya Mom...tidak hanya untuk kalian..tapi untukku. "


"Kita akan selalu menjaganya Son.. "ucap Dady Jon.


"Mommy... Dad... Kak Levin. ..kalian kenapa.? Apa aku melewatkan sesuatu..? "tanya Keyra karena setelah dirinya berganti pakaian dia dikejutkan dengan acara pelukan haru antara Levin Momy dan Dadynya.


Levin menatap istrinya lekat. Dia sungguh sangat terkejut dengan penampilannya saat ini.



Lama dia memandang istrinya itu.


"Apa ada yang salah dengan pakaianku Kak..."tanya Key ragu karena dari tadi suaminya itu terdiam.


"My beautiful wife.. "ucap Levin dengan masih menatapnya. "Come here... "Levin menyuruh Key mendekat padanya dengan mengulurkan tangannya.


Key mematuhinya dia mendekat pelan.


Saat berhadapan dengan Levin tanpa diduga dia mendapat kecupan lembut dipipinya.


"Yaaa... Kakak ini suka sekali membuatku malu.. "Keyra memukul dada Levin pelan karena terkejut tiba tiba dia mengecupnya.


"Kenapa mesti malu.. "


"Oh c'mon Kak...kau melakukannya didepan Mom and Dad. Itu tidak sopan. "


"Oh ya..."


"Ehm... "angguk Keyra.


"Lalu tadi apa yang minta digendong kangguru... "


"Stop Kak.... "Keyra membungkam mulut Levin dengan tangannya.


"Mom.... Dad... Sorry... "


"Oh putriku sayang....untuk apa minta maaf, mommy malah senang lihatnya. "


"See... "Levin membuka mulutnya dari tangan Keyra lalu mengecup telapak tangannya.


"Ayoo sebaiknya kita berangkat sekarang..."kemudian dia menarik tangannya keluar ruangan pergi ke kantornya.


"Mom... Dad..Key berangkat ya.. see you.."pamit Keyra dengan sedikit teriak karena Levin terus menarik tangannya.


"See you dear.. "ucap Mommy dan Dad Jon.


"Dad...aku ingin mereka segera merayakan resepsi pernikahan. Aku ingin semua orang tahu dia adalah putriku. "ucap Momy.


"Kau benar sayang...sebaiknya kita yang atur. Tapi tidak disini. Kita rayakan dirumah besar kita. "


"Sungguh...dirumah besar kita..di Amerika. ?"


"Ya...perusahaan Levin di Amerika sedang dalam masalah. Dan disana dia sangat dibutuhkan. "


"Apa Levin sudah tahu.. "


"Belum..aku juga baru tahu pagi ini. Mungkin nanti siang akan tahu sendiri. Dia harus kesana. "


"Lalu jika Levin sibuk mengurusi perusahaannya bagaimana dengan resepsinya.?"tanya Momy.


"Oleh karena itu kita yang akan mengaturnya lagipula disana banyak keluarga kita mereka pasti membantu. "


"Benar juga.. "


〰〰〰〰


"Tuan Levin... rapat direksi sepuluh menit lagi akan segera dimulai. Berkas berkasnya sudah kami siapkan. "ujar Toni.


"Baliklah ...aku akan segera datang. "jawab Levin dengan masih menatap layar laptopnya. Namun di detik kemudian dia teringat sesuatu dan langsung menghentikan pekerjaannya.


"Oh ya dimana istriku..? "


"Oh... Nona Keyra sedang keliling kantor Tuan. Sepertinya dia sangat bersemangat terlihat dari wajahnya yang selalu ceria membuat semua karyawan dikantor ini menyambutnya dengan ramah. Dia sangat cepat akrab dengan yang lainnya Tuan."


Mendengar penjelasan dari Toni dia tersenyum dengan sendirinya.


"Ya kau benar...aku akan menemuinya terlebih dahulu."Levin beranjak keluar ruangan diikuti oleh Toni.


Levin mencari sosoknya. Tak butuh lama untuk menemukan wanitanya dari kejauhan seorang gadis cantik berlari kecil menghampirinya. Levin pun ikut mendekatinya.


Heep...


Tak sengaja dia menubrukan tubuhnya ke badan Levin.


"Heeyy.....kenapa kau lari lari seperti itu. Untung ada aku bagaimana kalau jatuh hmm.. "omel Levin dengan merengkuh pinggangnya erat.


"Maaf..tadi aku tergesa. "


"Memang ada apa..? "


"Aku kan karyawan baru harusnya langsung bekerja tapi tadi terlalu lama berkeliling jadi lupa. Maaf.. "


"Apa sudah selesai kelilingnya..? "


"Sudah.. "


"Baiklah. Tugas pertama mu adalah menemaniku meeting.. "ucap Levin masih memeluk pinggangnya erat.


"Apa...!"


"Yaaa...aku kan baru saja mulai hari pertama masa harus langsung ikut meeting."


"Tidak mau... ?"


"Bukan begitu...lebih baik aku belajar dulu dari awal.. "ucap Keyra dengan mencoba melepaskan pelukan Levin di pinggangnya. Namun bukan lepas malah dia semakin erat.


"Ikut menemaniku meeting atau kuantar pulang. "


"Ahh... Ok... Ok.. "pasrah Keyra


"Tapi lepas dulu...malu Kak.. "dia mencoba mendorong dada bidang Levin.


"Baiklah... "Levin melepas pegangan di pinggangnya. Namun dia berganti menjadi merangkul bahunya dan membawanya ke ruang meeting.


"Ayo Ton...kita mulai meeting nya. Oh ya jangan lupa bawakan dua kotak susu moca ke dalam. "


"Baik Tuan.. "Toni segera menghubungi kantin agar membawakan susu moca ke ruang meeting. Dia tahu itu adalah kebiasaan Keyra.


Toni dan karyawan lainnya yang telah hadir mengikuti Levin menuju ruang meeting.  Mereka tersenyum melihat bossnya berubah tidak dingin lagi dan sekarang lebih banyak tersenyum.


Sepanjang koridor menuju ruang meeting Levin tak melepaskan rangkulan dibahu Keyra bahkan dia sesekali mengecup pelipisnya. Bukan sesekali..berkali kali hingga Keyra merasa risih. Dia suka bahkan sangat menyukai perlakuan manis Levin padanya tapi tidak di kantor dan tidak didepan karyawannya. Itu akan membuatnya malu. Iya kan..


"Kaak... "bisik Keyra.


"Jangan seperti ini pleaseee.. "


"Maksudmu..?"


"Jangan merangkul ku dan jangan menciumku terus.. ini kan dikantor Kak. Aku malu..."ucap Keyra dengan melirik kebelakang dimana karyawan yang ada dibelakangnya terkekeh geli melihat pasangan termanis didepan mereka.


Levin mengikuti pandangan istrinya ke belakang nya.


"Apa kalian bermasalah dengan kami seperti ini... "ucap Levin datar.


"Ah tidak Tuan..tentu saja tidak.."ucap salah satu dari mereka.


"See... mereka tidak masalah kan. Jadi buat apa malu. "ucap Levin pada Keyra lalu mengecup puncak kepalanya lagi.


"Hhhh...dasar. Tentu saja mereka tidak masalah. Wajahnya datar gitu.. "gumam Keyra namun sebenarnya masih didengar oleh Levin.


"Aku mendengarnya sayang... "


"Awas kau ya...tunggu saja hukumannya. "


"hfftt... "lirih Keyra pasrah dan Levin hanya tersenyum kemenangan melihat raut muka istrinya. Dan mengecup pelipisnya lagi.


#to be continue...