
"Kak Levin.... Pakai celanamu...? "Tak percaya melihat penampilan suaminya hanya dengan memakai celana boxer saja.
Teriakan Keyra tidak membuat Levin pergi darinya dia malah merapatkan tubuhnya menutupi tubuh bagian depannya.
Levin memeluk erat Keyra sampai mengayun ayunkan tubuhnya ke kanan kiri.
"Ehhmmmmm....hangat sekali.. "ucap Levin dengan manjanya.
"Oh Tuhan Kak....kembalilah kekamar dan pakai bajumu.. "
Levin mengurai pelukannya menatap wajah cantik istrinya.
"Tapi bajuku sudah melekat ditubuhmu sayang..."Levin mengedipkan mata menggodanya.
"Setidaknya pakai celanamu Kaaak..."Keyra benar benar kesal sekarang. Bukannya segera pergi Levin malah memeluknya kembali.
Keyra mendorong dada Levin walau hanya sedikit lalu dengan geram dia berteriak.
"Pakai celanamu atau tidak ada lagi jatah untukmu untuk satu minggu kedapan.. "
JDAR
JDAR
Bagai disambar petir ucapan Keyra membuat Levin lari secepat kilat.
Keyra terkekeh geli melihat tingkah lucu suaminya. Benarkah dia suaminya yang selalu dingin pada orang lain selain dirinya.
Mengabaikan suaminya yang sudah hilang dari depannya dia pergi keruang kerja suaminya dengan masih terkekeh sambil membawa dua gelas jus ditangan kanan kirinya.
Namun baru berapa langkah seseorang menghentikan langkahnya dengan bersidekap didadanya yang polos tanpa sehelai baju dan hanya memakai celana pendekya.
"Tidak bisakah kau menungguku sayang .."ucap Levin dingin namun tetap bernada lembut bagi Keyra.
Keyra memutar bola matanya jengah sambil tersenyum geli.
"Kaakk... baru dua langkah kau menghentikanku bagaimana aku mau pergi..? "
"Jadi kau berencana mau pergi dariku...?"ucap Levin menaikkan alisnya.
"Tentu saja...ada hal penting yang harus aku lakukan..."ucap Keyra santai
Levin maju perlahan selangkah Demi selangkah sambil menatap istrinya tajam.
"Ada yang lebih penting dariku..!"
Keyra menganggukinya pelan sambil tersenyum geli.
"Apa itu sayang...? "ucap Levin mulai melingkarkan kedua lengan ditubuh istrinya secara perlahan seolah membuat gerakan erotis menggoda sang istri.
Keyra menatap geli wajah Levin. Bagi Keyra sungguh dia sangat menggemaskan. Tanpa aba aba Keyra mengecup bibir Levin yang sangat dekat dengannya.
Mmuuachhh
Setelah Keyra mengecupnya lama dia tersenyum melihat ekspresi kaget suaminya itu.
"Heey suamiku...bisa kau menyingkir dariku karena lihatlah aku sedang membawa dua gelas jus dikedua tanganku... "ucap Keyra santai pada Levin yang masih mencengo karena terkejut dengan kecupan dadakan dari istrinya ini. Ralat. Dua kali kecupan dadakan.
Seolah dihipnotis dengan ucapan Keyra sontak Levin melepas pelukannya dan menggeser tubuhnya memberi jalan padanya.
"Terimakasih... "ucap Keyra lalu berlenggang pergi melanjutkan langkahnya menuju ruang kerja.
"Sayaaangg... "suara Levin merengek dengan menghentakan kakinya mengikuti kemana istrinya pergi.
"Dua kali kau mengecupku terlebih dahulu.. "lanjutnya.
Keyra tertawa mendengar suara rengekannya sambil meletakan dua gelas dimeja kerja.
"Memang salah aku mengecupmu dulu.. "
"Tentu saja tidak. Bahkan itu harus sayang. Tapi tindakanmu itu membuatku terkejut.."Levin membantu menggeser kursi kerjanya kebelakang dan membantu Keyra duduk. "Terimakasih.. "jawab Keyra.
"Kenapa bisa terkejut.."lanjut Keyra.
"Ya kau mengecupku tiba tiba..."Levin ikut duduk disamping Keyra dengan sangat menempel tubuh Keyra.
"Seperti ini.. "
Cuupp..
Keyra lagi lagi mengecup bibir Levin dan lagi lagi juga Levin dibuat mencengo.
Keyra tertawa geli.
"Kau ini kenapa Kaak...bukankah aku juga sering menciummu terlebih dulu. Lalu kenapa sekarang kau ..."
"Entahlah sayang...aku merasa jika kau menciumku ada kupu kupu terbang diperutku. Dan jantungku berdebar sangat cepat. Kemari tanganmu... Dan dengarkan..."Levin menarik lengan Keyra didadanya. Dan benar apa yang dikatakannya...dia bisa merasakan suara debaran jantung suaminya.
"Benarkan...? "
Keyra menganggukan kepalanya.
"Maaf... "
"Heeeii....kenapa minta maaf sayang. Aku bahkan sangat sangat menyukainya. Dan perasaan ini bahagiaaa sekali.."Levin menangkup wajah cantik Keyra.
"Hanya kau yang bisa membuatku seperti ini. Hanya kau sayangku..."Levin mengecup seluruh inci wajah Keyra.
"Hahaha..geli Kak. Cukup hentikan.. "
Levin menghentikan aksinya. Namun baru dia tersadar sesuatu lalu mengernyitkan dahinya. .
"Apa yang kau lakukan disini sayang...? "
"Bekerja...bukankah aku sudah berjanji pada orang CIA itu.. "ucap Keyra santai dan menyalakan tombol power komputer milik suaminya.
"Tap... "
"Kau bisa membantuku Kak jika kau mau.. "ucap Keyra cepat sebelum mendapat protes dari suaminya.
"Bisakah..? "
"Tentu saja Kak...apa kau bawa laptopmu..? "
"Ya...kemanapun aku pergi laptopku itu harus aku bawa. Sebentar sayang aku akan mengambilnya.. "Levin segera beranjak kekamarnya.
"Seperti istri keduamu saja... "gumam Keyra namun tanpa sadar masih didengar oleh Levin.
Levin berbalik dan mendekati istrinya itu.
"Selama aku masih hidup kupastikan tak ada istri kedua dalam hidupku. Jika kau ingin aku hancurkan laptop itu aku akan menghancurkannya detik ini juga... "Keyra sungguh sungguh tercengang mendengar ucapan dingin suaminya.
Sungguh tadi dia hanya bergumam saja tapi kenapa begitu serius menanggapinya.
"Ja ngan.."jawab Keyra lirih bahkan terbata. "Jangan hancurkan.. "
"Baiklah My Queen...apapun perintahmu.."Levin mengusap lembut rambut Keyra kemudian mengecupnya.
Mengerikan sekali. Itulah yang dipikirkan Keyra dalam hati. "jaga ucapanmu Key... "lanjutnya dalam hati.
Levin datang kembali dengan membawa laptop kemudian menyalakannya.
"Baiklah sayang...sekarang apa yang harus aku lakukan..."tanya Levin setelah menyalakan laptop didepannya.
"Sabar Kak..."jawab Keyra dengan senyumnya. Dia tampak lihai mengutak atik diatas keyboard lalu tiba tiba Keyra mengirim suatu file pada laptop Levin.
Levin terkejut.
"Itu Kak. Bukalah... "perintah Keyra pada Levin.
Levin mulai membuka file itu dan tampaklah layar laptop sudah dipenuhi dengan beberapa data file yang dia sendiri belum pernah melihatnya.
"Apa ini sayang..? "
"Aku belum pernah melihatnya... "Levin menatap layar laptopnya tanpa berkedip.
Keyra terkekeh geli mendengarnya.
"Itu antivirus Kak. Aku buat sendiri. Bisa kau instal itu di laptop mu karena nantinya aku pakai laptopmu saja. Bolehkan...? "
"Anything for you dear... "
Levin melakukan perintah dari istrinya dengan sangat patuh.
"Say... "Levin berhenti bertanya saat dirinya melihat wanita cantik disampingnya sudah dengan kacamata bertengger dimata indahnya dan tanpa kata dengan serius jari jemarinya sangat lihai menari diatas keyboard komputernya.
Levin selalu takjub saat melihat wanitanya seperti ini. Dia begitu cantik, begitu fokus, begitu terkendali, dan begitu jenius. Dia tak menyangka gadis yang dikenalnya dulu sangat rapuh ternyata sekarang menjadi wanita yang sangat luar biasa. Dan dia bangga bahkan sangat bangga bahwa wanita ini adalah istrinya. Istri kesayangannya. Separuh nafasnya.
"Kak...minumlah jusmu.. "ucapan Keyra membangunkan lamunannya.
"Apa... "
Keyra mengernyitkan dahinya.
"Kakak melamun...ck.."
"I love you my beloved wife.. "
Keyra menoleh dan melihat wajah tampannya.
"I love you too my dear husband.. "jawab Keyra dengan senyumnya. Levin mengusap lembut puncak kepalanya.
Setelahnya mereka sudah benar benar fokus dalam pekerjaannya masing2. Dua jam lamanya Levin menginstal data itu dan itu benar benar melelahkan dan akhirnya dia selesai dengan sempurna tapi tidak dengan Keyra. Dia bahkan masih terfokus didepan layar komputernya. Levin menatapnya lama dan dengan mengerutkan dahinya.
Keyra merasa ada seseorang yang memperhatikannya lalu menolehnya.
"Kau butuh sesuatu Kak.. "ucap Keyra dengan senyum manisnya.
Levin menjawabnya dengan gelengan kepala.
"Benar...?"tanya Keyra masih dengan kedua tangan menari di atas keyboardnya.
Levin menganggukan kepalanya.
"Kakak lapar...mau aku buatkan sesuatu..? "tanya Keyra lagi dengan tangan masih diatas keyboard namun tanpa bergerak.
"Tidak sayang....jika kau lelah berhentilah.. "ucap Levin dengan mengusap rambutnya. "Aku tidak peduli orang orang tidak penting itu aku hanya peduli padamu...jadi aku mohon berhentilah.. "lanjutnya.
Keyra tersenyum.
"Aku akan bercerita sesuatu tapi sambil bekerja boleh..? "
Levin mengernyitkan dahinya. Dia menganggukkan kepala dan menggeser kursinya lebih rapat dengan istrinya.
Keyra kembali mengerjakan tugasnya.
"Lima tahun yang lalu seorang teman berkeluh kesah padaku.."
"Perempuan atau laki laki ...."Levin menyambar cerita Keyra dengan nada keras hingga Keyra menghentikan kerjaannya.
Keyra menoleh pada suaminya itu.
"Oh c'mon Kak...itu tidak penting sungguh..."
"Tentu saja itu penting Key... "jawab Levin dengan nada penasaran yang meluap.
"Namanya Flo. Flora... "jawab Keyra.
Levin langsung tenang seketika.
"Bagus...berarti dia perempuan. "
"Mau aku lanjutkan... "tanya Keyra kembali.
"Tentu... "ucap Levin semangat.
"Hhh....kau ini ada ada saja Kak. Seharusnya kau datang dari dulu jika ingin tahu semua teman temanku..."gumam Keyra.
"Itulah yang aku sesalkan. Kenapa aku tidak datang dari dulu... "ucapan lirih Levin membuat Keyra menoleh padanya.
Keyra mengecup pipi Levin membuyarkan lamunannya.
"Tapi aku benar benar bersyukur kau datang disaat yang sangat sangat aku butuhkan. Terimakasih Kak..."
Pernyataan Keyra yang begitu sederhana entah kenapa membuat hati Levin berbunga. Dia merasa benar benar dibutuhkan oleh seseorang. Sebagai seorang pemimpin sebuah perusahaan tentu saja kehadirannya sangat dibutuhkan. Dia pernah merasakan betapa dia sangat dibutuhkan di perusahaannya.
Dia juga pernah merasakan dibutuhkan oleh keluarganya.
Tapi semua rasa itu sangat sangat berbeda saat dia merasa dibutuhkan oleh wanitanya. Levin merasa bahagia sekali melebihi segalanya.
Levin menatapnya dengan terharu dan berkaca. Tanpa aba aba dia memeluk Keyra dari samping dan mengecup pelipis dan pipinya berkali kali.
"Kaaakk...apa kau baik baik saja..? "
Levin menganggukan kepala dan berkata. "Lanjutkan sayang ceritanya.. "
"Flora bercerita padaku bahwa saat itu kondisi ayahnya sangat terpuruk. Dua minggu dia bekerja dari pagi hingga malam tanpa lelah sampai dia lupa sendiri untuk tidur. Dan ibunya berkali kali melihat kondisi ruangan ayahnya penuh dengan kertas yang berantakan. Hingga untuk waktu makan pun dia lupa. Kondisi seperti itu benar benar membuat Flora sedih , bukan karena iba melihatnya tapi karena dia benar benar tidak bisa membantu sedikitpun. "
"Kau tahu Kak...apa pekerjaannya.? "
Levin menggelengkan kepala.
"Programmer sebuah kepolisian. "
Levin tercengang dan mulai tahu arah dari jalan cerita istrinya.
"Aku bisa menebak pikiranmu Kak.. "
"Kau pasti berpikir aku membantu membuat program itu karena alasan dia ayah dari temanku.. ?"
Levin menganggukan kepala.
"Itu salah satunya... "ucap Keyra santai sambil tetap bekerja di komputernya.
"Tapi ada yang lebih penting. "
"Satu hari setelah Flora bercerita padaku aku bermain kerumahnya. Tapi aku disambut dengan air mata.."
"Karena kesibukannya bekerja membuat ayahnya jatuh sakit... namun bukan itu yang membuat Flora dan ibunya menangis. Mereka menangis karena melihat sang ayah masih tetap bekerja dengan selang infus ditangan dan hidungnya. Aku penasaran lalu mendekat dan melihat kondisinya. Kau tahu Kak...apa yang diucapakannya pertama kali saat melihat ku ...?"Keyra menoleh dengan mata berkaca.
"Kami para programmer harus memperjuangkan kepentingan orang banyak. Bukan ketenaran yang kami cari. Tapi kami harus benar benar berhasil jika tidak disana banyak orang yang nantinya akan menderita."
Keyra mengingat kembali ucapan itu.
"Dan saat itulah aku bertanya "apa yang kau buat"..?"
"Sungguh aneh bukan..ketika kita menengok orang sakit itu yang ditanyakan. "Keyra tersenyum.
"Tapi saat itulah...dia bercerita panjang padaku untuk pertama kali. Untuk orang yang sama sekali baru pertama kali bertemu aku sungguh terharu Kak.. "
"Dia bercerita tentang kriminalitas yang sudah merajalela. Banyak orang cerdas dengan iq diatas rata rata tapi banyak juga yang menggunakan kecerdasannya itu untuk kejahatan. Dia juga bercerita banyak tentang virus komputer..."
"Apa dia tahu kau seorang programmer..?"tanya Levin disela sela ceritanya.
"Aku pikir tidak tahu karena aku tidak pernah bercerita apapun pada Flora. Dan tentu saja dengan ayahnya...bahkan kita baru pertama kali bertemu. "
"Tapi saat dia bilang sesuatu padaku ..."kau akan menjadi programmer handal maka berhati hatilah Nak ....karena kau akan selalu dicari orang"..ucap Keyra sambil mengingat kenangan itu lagi.
"Disaat itulah aku berubah. Dan aku memang harus berubah. Merubah cara kerjaku, merubah cara berpikirku, merubah keahlianku menjadi lebih baik dan aku memang harus merubah segalanya. "
"Dan aku berhasil. Aku ambil alih pekerjaan ayah Flora dan menyelesaikannya. "
"Satu bulan kemudian ayah Flora meninggal... "
"Apaaaa... !"teriak Levin spontan.
"Ehm...Flora bilang karena sakit jantung. Tapi aku tak percaya...akhirnya aku selidiki diam diam. Dan kau tahu apa yang kutemukan Kak. "
Levin terdiam menunggu cerita selanjutnya.
"Keluarga Flora menjadi buronan para penjahat. Karena keberhasilan program itu para penjahat tertangkap tapi mereka menjadi incaran penjahat lainnya. Dan kau tahu Kak aku juga ikut sebagai daftar buronan. Tapi pihak kepolisian benar benar melindungi kami. Sejak saat itulah aku berpikir keras. Bagaimana caranya menghentikannya.Hingga akhirnya aku menciptakan virus penghancur... "
"Virus penghancur... ?"
"Ya. Sama seperti racun. Setiap racun pasti ada penawarnya. Begitu juga virus komputer...hanya bukan penawar yang aku buat. Tapi semacam virus penghancur. Virus ini akan menghancurkan data itu sendiri setelah waktu yang telah ditentukan. Dan aku berhasil. Aku membuatnya dan memberikannya pada kepolisian hingga seluruh data keluarga Flora hilang sendiri."
"Singkat cerita Flora dan keluarganya aman dan pindah keluar negeri. Mereka menyuruhku ikut dengannya tapi aku tidak bisa. Dan sampai sekarang aku belum pernah bertemu lagi dengannya. "
"Selesai... "
"Kak....tolong terima fileku. Aku akan mengirimnya kelaptopmu. "ucap Keyra.
Levin dalam diam menerima sebuah file yang tiba tiba muncul dilayar laptopnya.
Levin menoleh dan menatap istrinya yang mulai beranjak dari tempat duduknya.
Dia mengikutinya dari belakang.
"Sayang....apa sudah selesai.. "
"Hmmm. Sudah tinggal menunggu file itu selesai diunduh. Aku akan buatkan makanan untukmu Kak.."ucap Keyra sambil berjalan menuju dapur.
"Aku tidak lapar sayang..sebaiknya ayo kita tidur.. "jawab Levin merangkul bagi Keyra.
"Tapi the babys lapar Kak. Aku hanya buat sandwich itu cepat dan mudah..."ucap Keyra asal.
"Biar aku yang buat. Kau duduk saja.. "
Keyra tersenyum dan duduk di kursi santai.
"Sayang...file yang kau buat tadi itu...apa itu yang akan diberikan orang CIA itu..?"tanya Levin sambil mengoles coklat di rotinya.
"Ya...tapi itu antivirusnya. Bukan rumusnya. Aku akan menggabungkannya nanti dirumah besar karena datanya ada di kamar kita... "
"Apaaa..!!spontan Levin.
"Jadi kau akan bekerja lagi.. "
Keyra menganggukkan kepala santai sambil menyuapkan sandwich roti yang sudah siap dimakan.