
"Kak....apa ini tidak terlalu berlebihan..?"Keyra menatap gedung yang menjulang tinggi didepannya.
Bagian depan ballroomnya sudah didesain dengan sangat mewah apalagi didalamnya. Mobil mobil mewah sudah bertengger rapi dihalaman parkir yang luas. Bahkan tak satupun mobil yang Keyra kenal.
Hanya mobil mewah keluarganya lah yang sangat dia kenal.
"Kau tahu sendiri Mom dan para aunty. Mereka sangat mendambakan acara ini dari dulu. Ayo sayang....mereka menunggu kita.. "Levin mengulurkan tangannya.
"Kak... "tanya Keyra gugup dengan menerima uluran tangan suaminya.
"Sayang...tanganmu dingin..? "Levin mengelus telapak tangan Keyra dan mengecupnya berkali kali.
"Aku hanya takut membuat malu keluarga Kak... Maaf... "
"Kau adalah princess keluarga Ferdinand jadi tak usah berpikir seperti itu. .."Levin merengkuh pinggang istrinya rapat dan mengecup keningnya lama memberi ketenangan padanya.
Setelah merasa cukup tenang Levin dan Keyra masuk kedalam ruang utama dimana sudah ada banyak pasang mata menunggu kedua peran utama acara besar ini.
Jangan lupakan beberapa pengawal yang selalu setia dibelakang mereka sejak dari awal keberangkatannya dari rumah besar menuju hotel megah ini.
Melihat kedatangan mereka membuat para tamu undangan hening sejenak menatap kagum pasangan pengantin yang sangat serasi. Bahkan para saudara laki laki ipar dan Fero berlari menghampiri mereka lalu melalukan ritual seperti biasanya.
Mengecup pipi kanan dan kiri Keyra.
Ohh...itu sangat mengharukan. Banyak para tamu undangan berbisik kagum dengan persaudaraan mereka. Begitu sayangnya mereka pada gadis cantik keluarga Ferdinand.
Setelah melakukan ritual mereka secara bergantian...mereka beralih kebelakang menggantikan posisi para pengawal.
Keyra hanya tersenyum kecil melihat tingkah mereka.
"Apa ritual seperti itu selalu kalian lakukan dimanapun.. "bisik Levin pada Keyra.
Mendengar ucapan suaminya Keyra hanya tersenyum geli lalu menganggukan kepalanya santai.
"Hhhh...lihat saja kalian nanti.. "ucap Levin lirih melirik sinis pada keempat laki laki tampan yang berjalan di belakangnya. Siapa lagi kalau bukan Rey Kevin Maxy dan Fero.
Keyra mendengarnya lalu menggelengkan kepalanya jengah. Selalu saja...cemburu pada saudara sendiri.
"Ada apa Kak...iri melihat ketampananku..?"Maxy menyapu rambutnya kebelakang karena melihat lirikan sinis Levin sekilas.
"Ckk...dasar bocah. "ucap Levin kesal.
"Awas saja kau Kak...lihat saja apa yang akan aku lakukan pada wanita cantik didepanku ini karena mengataiku bocah..."ucap Maxy dengan kerlingan matanya saat Keyra menoleh sebentar padanya.
Levin menarik wajah Keyra pelan lalu merapatkan tubuhnya.
"Lakukan saja apa yang kau bisa. Lalu rasakan akibatnya.. "geram Levin
Keyra mulai merasa jengah melihat tingkah mereka dan menghembuskan nafas panjangnya. Ada rasa bahagia saat didampingi pria posesif dan protektif seperti suaminya. Tapi jika setiap harinya harus berhadapan dengan lima pria dengan sifat seperti itu bisa bisa dia lebih baik mengurung dirinya dikamar agar tidak bertemu mereka.
Saat sudah berhadapan dengan para orang tua Keyra segera menghampiri mereka dan melepaskan rengkuhan Levin di pinggangnya.
"Bunda..Mom... Dad.. "Keyra memeluk dan mengecup kedua pipi mereka bergantian.
Kemudian beralih kepada para aunty dan para uncle yang berdiri disamping mereka dengan merentangkan kedua tangan mereka.
"Kau sangat cantik sayang... "
"Thanks aunt... "
Setelah kehadiran mereka Dady Jon mulai naik keatas panggung lalu memperkenalkan Keyra sebagai menantu kesayangan keluarga Ferdinand.
Kemudian setelah beberapa acara dilalui pesta pun dimulai dengan berbagai musik dan dansa yang turut meramaikan.
Sebuah tradisi keluarga Ferdinand yang baru diketahui Keyra bahwa para saudara pria dari keluarga pengantin pria harus bergantian berdansa dengan pengantin wanita. Dan tentu saja itu tidak membuat Keyra pusing. Hanya berdansa kan..?
Tapi lihatlah suami tampannya itu...sejak acara perkenalan pernikahan resmi mereka, Levin tampak terlihat dingin , mudah marah dan selalu uring uringan.
Benar saja...jadi tradisi ini yang membuatnya uring uringan. Keyra hanya tertawa kecil melihat calon ayah yang satu itu.
"Mooomm...harusnya tradisi ini kita hapuskan saja mulai sekarang. Aku tidak suka...sungguh.."ucap Levin dengan sangat kesal melihat istrinya sedang berdansa dengan Kevin.
"Enak saja...ini adalah tradisi dari kakek buyutmu. Mana berani Momy menghapusnya. Lagipula lihatlah....putriku Keyra sangat cantik apalagi saat berdansa dengan Kevin..."ucap Momy dengan bangga dan berbinar.
Levin hanya bisa diam kali ini namun dengan pandangan mata tajamnya menatap mereka dengan penuh amarah.
"Kak...lihatlah suamimu..dia seperti cacing kepanasan. Mondar mandir tak jelas... "ucap Kevin sambil berdansa pelan dengan Keyra.
Keyra hanya tersenyum geli melihat tingkah suaminya itu. Padahal ini baru Kevin belum lainnya.
"Entahlah apa yang sedang dia lakukan. Tapi aku juga heran dengan tradisi keluarga ini.. "tanya Keyra karena penasaran.
"Tradisi ini hanya untuk mempererat persaudaraan bahwa wanita di keluarga Ferdinand harus selalu dijaga dan dilindungi... "ucap Kevin namun dengan raut muka yang sudah berubah. Tak ada senyum lagi disana.
Keyra menyadarinya.
"Hei Kev...ada apa dengan wajahmu kau membuatku takut.."tanya Keyra disela sela dansanya.
"Maaf Kak...waktu itu...a-aku tidak bisa melindungimu..."ucap Kevin terbata dengan mata berkaca.
Keyra tahu...pria tampan di depannya ini pasti mengingat kejadian itu. Apalagi ditambah gerakan dansanya yang tiba tiba terhenti. Dan lagu pun mulai sedikit terdengar dan suasana pesta seperti ikut terbawa haru.
Bahkan Levin pun tiba tiba terdiam dari kegiatan mondar mandirnya melihat mereka berdua.
"Kev... "
"Maaf Kak...sampai detik ini pun aku tidak bisa melupakannya.."ucap Kevin mulai terisak.
"Bahkan saat aku berdansa denganmu pun aku merasa malu karena dulu tidak bisa melindungi mu...sungguh aku minta maaf Kak..."ucap Kevin dengan sangat tulus.
Keyra terharu akan ketulusan hatinya. Bahkan dia pun ikut meneteskan air mata. Ada apa dengan pria ini...bahkan dia sudah melupakan kejadian itu. Lagipula untuk apa dia mengingatnya karena bagi Keyra itu adalah kewajibannya.
"Kev... Kakak suda... "
"Entahlah Kak...sungguh aku tidak bisa melupakannya. Bahkan saudara saudaraku yang lainnya pun seperti itu..."Kevin memotong ucapan Keyra dan melirik pada ketiga saudara lainnya yang berdiri melingkar dibelakang mereka.
Dan benar saja...mereka menganggukan kepalanya dan mendekat menghampiri Keyra dan Kevin.
"Kak....di acara besar ini. Aku hanya ingin menyampaikan satu hal padamu. Kata maaf dan terimakasih tidak cukup untuk membalas pengorbananmu pada kami. Jadi mulai detik ini...berbahagialah Kak bersama Kakakku Levin. Jangan memikirkan apapun dan biarkan kami yang menjadi pertama untuk melindungimu. Mulai detik ini aku akan selalu di sampingmu Kak..."ucap Kevin dengan uraian air mata.
"Tidak ada balas membalas dalam persaudaraan... "ucap Keyra singkat namun sangat mengena dihati mereka.
Seketika itu juga...Kevin memeluk Keyra erat. Bahkan Rey Maxy dan Sandy pun ikut memeluk Keyra hingga sekarang posisinya berada ditengah tengah pelukan mereka.
"Kakak sayang kalian.... "ucap Keyra sambil mengecup kedua pipi mereka bergantian.
"Kami lebih menyayangimu Kak... "ucap mereka kompak.
"Sudah...sudah... Kalian kan laki laki masa menangis begitu. Bagaimana para wanita disini melihat kalian...belum apa apa sudah kabur ..."ucap Keyra sambil menghapus air matanya dan air mata keempat saudaranya.
"Biar saja...yang penting bukan Kakakku Keyra yang kabur.. "ucap Kevin.
"Benar Kak....aku tidak membutuhkan mereka. Aku hanya membutuhkanmu.."ucap Maxy
"Berjanjilah Kakak akan selalu ada untuk kami.. "lanjut Rey dibalas anggukan oleh Keyra.
"Kakak.....aku mencintaimu Kak... "Sandy merengek dengan manjanya dan bergelayut manja di lengan Keyra.
"Kakak juga mencintaimu sayang...adik kecilku... "Keyra mengecup kening Sandy.
Setelah itu mereka saling berpelukan bagai tele tubies.
"Kau tidak mau bergabung.. "ucap Fero tiba tiba disamping Levin.
"Tidak...untuk sementara aku tidak mau mengganggu mereka.. "jawab Levin singkat.
"Baiklah....sekarang giliranku berdansa denganmu Kak... "ucap Rey tiba tiba.
"Baiklah....tp Kakak lapar. Boleh aku makan dulu... "balas Keyra yang dari tadi menahan lapar.
"Tentu Kak...ayo aku akan siapkan untukmu.. "Rey menuntun Keyra menuju tempat makan mereka.
"Iya ayo Kak...aku suapi... "Maxy juga tak mau kalah menuntun Keyra disamping kirinya.
"Biar Kevin ambilkan Kak...."Kevin juga tak ingin ketinggalan dengan gerak cepat dia mengambil piring dan mengambil beberapa makanan.
Keyra menghela nafas panjang melihat tingkah mereka apalagi melihat Sandy yang menjaganya dengan bersidekap.
"Kau mau apa Kak...! Kalian jangan mendekat...malam ini Kak Keyra milik kami.. "ucap Sandy saat melihat Levin dan Fero ingin mendekati mereka dengan dingin dan sinis dan tak lupa kedua tangan bersidekap di dada.
"Minggir kau Sandy....ini acara pernikahanku..."geram Levin karena dengan beraninya Sandy mengaturnya.
"Aku tak peduli...kami belum selesai berdansa dengan Kak Key jadi kalian belum boleh mendekati Kakakku... "balas Sandy lebih menyeramkan.
"Asal kau tahu...dia istriku. Istriku.."ucap Levin dengan menekankan kata istri pada adik sepupunya ini.
"Dan jangan kau lupa juga dia adikku. Kalian bocah...pergilah berpesta sendiri.."Fero tak mau kalah karena memang dari tadi dia juga ingin berdekatan dan ngobrol dengan adik kesayangannya itu tapi sejak kedatangan empat bocah didepannya ini gagal sudah.
Tak sadar dengan ucapan Fero bahwa kata itu membuat mereka geram. Bocah katanya. What the hell.
Rey Kevin Maxy dan Sandy sangat kesal mendengar kata kata itu. Mereka menghentikan kegiatannya melayani Keyra dan menghadap sinis pada Levin dan Fero.
"Kak....lanjutkan makanmu. Jangan hiraukan kami..."ucap Maxy dengan sangat lembut dan mengecup puncak kepala Keyra lalu berbalik menatap Levin dan Fero dengan sangat sinis.
Sekarang posisi mereka berempat berdiri berjajar dengan Keyra yang sedang asik menyantap makanan dibelakang mereka menghadap Levin dan Fero.
"Apa aku salah bicara Lev...kenapa mereka berubah menyeramkan sekali..."tanya Fero lirih pada Levin disampingnya.
"Kau menyebut kata "bocah" bodoh..."balas Levin
"O OW... "
Beberapa jam kemudian...dimana Levin dan Fero akhirnya mengalah demi Keyra-nya. Malam ini benar benar mereka berempat berhasil menguasai Keyra. Setelah acara makan lahapnya Keyra menuruti keinginan keempat saudaranya.
"Cukup sudah kesabaran ku... "ucap Levin tiba tiba dengan cepat menghampiri istri cantiknya.
"Cukup Max...."suara dingin dan menyeramkan Levin mengejutkan Keyra yang sedang berdansa dengan Maxy.
"Hhh....baiklah..."Maxy menghela nafas dan menghentikan gerakan dansanya.
"Kak....sepertinya suamimu mulai menyeramkan. Terimakasih dansanya... I love you... "Maxy mengecup pipi kanan Keyra dan berhasil membuat mata Levin melotot.
Tanpa aba aba... Levin menggeser tubuh Maxy yang dari tadi tersenyum karena telah sukses mengerjai kakak sepupunya itu.
Saat benar benar dia dihadapan istrinya Levin merengkuh pinggangnya rapat dan menatap wajahnya lekat. Dan hal selanjutnya membuat para tamu undangan terkejut ternganga.
Levin menghujani berkali kali wajah cantik Keyra dengan kecupan kecupan lembut. Bahkan tak terasa matanya sudah berkaca.
Saat dikecupan terakhirnya dibibir Keyra. Levin mengecupnya berkali-kali tanpa malu bahkan dia tak peduli dengan pandangan sekitarnya dia melumat dalam dalam bibir ranum Keyra.
Keyra mulai terbuai namun seketika sadar lalu memukul pelan dada Levin.
"Kak...apa yang kau lakukan. Apa kau tidak malu...? "ucap Keyra dengan wajah memerah menahan malu.
"Untuk apa malu. Kau kan istriku..."
"Itu hukumanmu karena telah berani membiarkanku sendiri mengalah pada mereka. .."ucap Levin yang sesekali masih memberi istrinya kecupan hangat dibibirnya.
"Bukankah Kakak tadi sedang sama para tamu. Jadi jangan salahkan mereka kalau... "ucapan Keyra terpotong karena Levin lagi lagi mengecup bibirnya.
"Itu karena kau sama sekali tak ada waktu untukku..."Levin memeluk erat istrinya.
"Aku rindu padamu sayang... "ucap Levin diceruk leher Keyra.
Keyra tersenyum heran. Sambil menepuk nepuk punggung suaminya...Keyra berpikir bagaimana bisa pria ini rindu padahal dari tadi pun dia selalu bersamanya. Hanya saja tidak selalu disampingnya.
"Bukankah aku selalu di dekatmu Kak. Bagaimana kau bisa rindu.. "
"Apa kau tahu sayang....saat memelukmu pun aku sangat merindukanmu.."Levin terus memeluknya erat tak mau melepaskannya lagi.
Keyra sudah tak bisa berkata kata lagi. Saat ini dia hanya ingin merasakan pelukan hangat suami tampannya itu.
Keyra dan Levin saling berpelukan bahkan sesekali diselingi dengan gerakan dansa membuat mereka saling tertawa bahagia. Namun tiba tiba...
"Levin...."teriak seseorang mengejutkan mereka bahkan para tamu undangan.
"Akhirnya aku bertemu denganmu. Aku sangat merindukanmu ...."teriakannya membuat tubuh Keyra menegang seketika.