
"Bundaaaa.... "teriak Keyra dengan merentangkan kedua tangannya dan tanpa terasa air matanya pun turun.
Bunda yang baru saja masuk kedalam ruangan kamar inapnya langsung berlari memeluk Putri kesayangannya.
"Putriku Keyra... "peluk Bunda dengan sangat erat dan saling menangis.
"Key rindu Bundaa.."
"Bunda juga sayang..."
"Kenapa baru sekarang Bunda kesini...?"tanya Keyra saat mendongakan kepala.
"Maaf sayang... Tapi Kakakmu yang satu itu melarang Bunda kesini. Katanya yang penting kamu sudah baikan dan sudah ada yang menjagamu.. "jawab Bunda dengan senyuman.
Fero memang melarang Bunda datang ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya menurun saat pertama kali diberitahu bahwa Keyra masuk rumah sakit.
Apalagi melihat kondisi rumah yang berantakan saat pulang dari belanjanya itupun membuat Bunda syok dan jatuh pingsan.
"Apa Bunda sakit...?"tanya Keyra to the point. Dia tahu pasti ada sesuatu kenapa Kakaknya Fero melarang sang Bunda menemuinya.
Bunda menggelengkan kepala.
"Bunda bohong... "ucap Keyra singkat.
"Bunda pingsan saat tahu kamu masuk rumah sakit. "jawab Fero saat dirinya baru masuk ruangan.
"Apaaa..??"teriak Keyra.
"Bunda sudah periksa dokter. Key tidak apa apa Bunda. ..jadi Bunda jangan kha..."lanjut Keyra penuh khawatir.
"Sudah sayang.. Tenanglah. Kakakmu itu langsung mendatangkan dokter ke rumah. .."
"Maaf Bunda...hik...hiks.."suara isak tangis Keyra.
Bunda langsung menarik tubuh Keyra dalam pelukannya.
"Keyra sayang... Bunda mohon cukup jangan menangis lagi. Jadikan ini deritamu yang terakhir.. "Bunda mengurai pelukannya dan menghapus air mata Keyra.
"Bunda tak ingin apa apa lagi, Bunda tak ingin melihat Keyraku yang menderita menahan sakit."
"Bunda hanya ingin melihatmu bahagia Nak...menikah dan segera menimang cucu dari anak anak Bunda. .."senyum Bunda.
"Bundaaaa... "rengek Keyra.
"Key kan masih kuliah. Mana mungkin menikah.."
"Tentu saja mungkin... "ucap seseorang dibelakang mereka.
"Kak Levin..."Keyra terkejut disertai dengan senyuman Bunda.
Levin langsung mendekat ke Bunda dan mencium punggung tangan Bunda.
"Bunda...ada yang ingin bertemu denganmu... "ucap Levin.
"Siapa Nak.."
"Mom.... Dad....sini."
Levin memanggil kedua orang tuanya yang memang dari tadi mengikuti Levin dari belakang.
Kemudian Jon dan Karin mendekat pada Levin dengan tersenyum ramah.
"Bunda... kenalkan ini Dady dan Momy, .."
"Jon.... Ayahnya Levin. "ucap Jon.
"Saya Karin, ibunya Levin. Senang bertemu denganmu. "ucap Karin dengan memeluk Bunda
"Kami sudah banyak mengenal keluargamu. Tapi kami sangat penasaran dengan putrimu. "ucap Karin terus terang.
Bunda memberi tempat untuk Karin melihat putrinya.
"Dia putriku... Keyra. "ucap Bunda.
Karin menatap Keyra tak berkedip. Dia duduk menyamping didepan Keyra.
"Saya Keyra Tante... "ucap Keyra dengan mengayunkan tangannya kedepan. Tubuh Keyra mulai gemetar dingin.
Karin menggelengkan kepala.
Keyra pun semakin tegang. Tanpa sadar dia menggigit bibir bawahnya dan menundukan kepalanya.
"Maaf Tante... Sa.."
Karin kembali menggelengkan kepala.
"Tidak sayang.. jangan panggil Tante."Karin memotong ucapan Keyra. Dia menyentuh pipi lembut Keyra.
Keyra terkejut mendengar perkataan Karin. Dan mendongakan kepalanya.
"Levin memanggil ibumu dengan Bunda. Jadi mulai sekarang kau harus memanggilku Momy. "Karin menangkup kedua pipi Keyra.
Keyra tersentuh hatinya. Dan menganggukan kepalanya pelan.
"Mom... "ucap Keyra lirih.
"Kau sangat cantik Nak... "ucap Karin lalu mencium kening Keyra dan kedua pipi Keyra.
Karin memeluk Keyra erat.
Keyra sangat terkejut melihat perlakuan orang tua kekasihnya yang berbanding terbalik dengan bayangannya selama ini. Lalu membalas pelukannya.
"Apa kau baik baik saja Nak..? "tanya Karin.
"Ehm... "jawab Keyra singkat dengan anggukan kepala.
"Tapi kaki dan kepalamu...?"
"Tidak apa apa... Hanya luka kecil sebentar akan sembuh. Tapi untuk kaki kata dokter membutuhkan waktu agak lama hingga gipsnya dilepas."jelas Keyra
"Lev... Bagaimana kau menjaganya. Kenapa bisa seperti ini..."tanya Karin pada Levin dengan tatapan tajam
"Maaf Mom.... "jawab Levin singkat.
"Tidak Tante... maaf."
"Mom...ini bukan salahnya. Kak Levin sangat menjagaku...."ucapan Keyra terpotong seketika.
"Dengar sayang... Jangan membelanya. Yang Mom lihat dia belum bisa menjagamu. Karena kau tidak selalu disisinya."
"Justru aku takut merepotkan Mom.."
"Tidak... "seru Levin.
"Kau sama sekali tidak merepotkan. Maaf karena belum bisa menjagamu dengan baik.."seru Levin lagi.
Keyra menggelengkan kepala.
"Saat pertama kali kau menghubungiku dengan suara ketakutan seperti itu, aku sangat takut kehilanganmu. Dan saat itu pula aku memutuskan untuk selalu berada disisimu. Jadi... Maukah kau menikah denganku.."Levin menggenggam lengan Keyra.
Keyra diam dan termenung. Dia menatap orang orang yang berada didalam ruanganya. Mereka diam dan tersenyum.
"Tapi Kak...."
"Apa karena kau masih kuliah..?"
Keyra geleng kepala.
"Apa kau masih ragu denganku..?"
Levin tampak putus asa karena tak kunjung mendapat jawaban darinya.
"Aku sama sekali tidak ragu denganmu Kak.."
"Aku mau menikah denganmu..."
"Sungguh. .."
"Ehm. .."
"Kau serius kan Key. .."
"Ehm. . aku serius."
Levin langsung menarik tubuh Keyra dalam pelukannya dengan erat.
Suara tepukan tangan pun mengiringi keharuan mereka.
Mereka akhirnya mendengar kabar bahagia yang telah lama ditunggu tunggu.
"Tapi. ..."suara Keyra menghentikan kebahagiaan mereka.
"Ada apa sayang... "Levin mengurai pelukannya.
"Ya Dek... Ada apa lagi.. "Fero pun ikut penasaran.
"Ehhmm... Bisakah kita menikah sederhana dulu Kak. Cukup keluarga kita saja yang tahu."
"Kenapa sayang.... Momy malah ingin merayakannya besar besaran."ujar Karin. Mommy Levin.
"Maaf Mom.... Kita rayakan resepsinya setelah acara Kak Levin selesai dan setelah aku selesai skripsi."
Levin mengelus pipi Keyra.
"Tentu... aku setuju. Apapun permintaanmu akan aku setujui. Dengan satu syarat.."
"Baiklah... Apa itu..?"
"Kita akan menikah sekarang. Ditempat ini, hari ini dan detik ini juga. ."jawab Levin tegas.
-----------------------
Keyra Pov
Ok.. Aku ga tahu apa yang harus aku ungkapkan tapi yang jelas dari lubuk hati aku bahagia.
Kak Levin segera memanggil penghulu untuk menikahkan kami. Entahlah apa yang ada dalam pikirannya kenapa dia terburu buru sekali.
Tapi hal itu malah sangat disetujui oleh Kak Fero, apalagi Bunda. Bunda sangat ingin lihat aku segera menikah. Soalnya beberapa hari lagi Bunda akan pergi ke Singapura karena Kakek disana sakit sakitan.
Dan itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Bunda tidak bisa tenang meninggalkanku sendirian.
Oleh karena itu mendengar lamaran singkat dari Kak Levin... Bunda langsung menyetujuinya.
Dan disinilah aku..masih terbaring dikasur rumah sakit dengan salah satu kaki yang masih digips.
Dan meskipun kepala masih dibalut perban tapi aku sudah bisa duduk dan jalan perlahan... Yaa tapi itupun harus dengan tongkat.
Dan acara khidmat pun dimulai.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah beberapa jam berlalu acara sakral itu. Dan keluarga kami pun pergi meninggalkan rumah sakit. Akhirnya tinggal kami berdua yang masih berada didalam ruangan yang sangat tidak aku sukai ini.
"Kak....aku ingin segera keluar dari kamar ini. "pintaku manja.
"Besok pagi aku akan bicara dengan Dokter. Apa kau sudah boleh pulang...."jawab Kak Levin.
Kak Levin menaiki ranjang kasur dan mulai membaringkanku perlahan.
"Tidurlah... pasti kamu cape setelah acara tadi... "Kak Levin memelukku erat, dan menaruh kepalaku ke dadanya.
Sungguh ini sangat nyaman sekali. Tapi aku merasa ada yang tidak enak dihati ini.
"Kaaakk..."
"Hmm... "Kak Levin mengelus rambutku pelan.
"Aku sekarang sudah jadi istrimu.."tanyaku dengan nada yang ga jelas.
"Tentu.... Kau sekarang adalah istriku. Istri sahku. Istri tercintaku. Kenapa tiba tiba kau bertanya seperti itu sayang... "ucap Kak Levin dengan menatapku.
"Maaf jika belum bisa melayanimu..."ucapku lirih.
Entahlah memang perasaan itu yang sekarang ini aku rasakan. Hati ini rasanya sesak jika memikirkan hal itu. Bukan karena aku tidak siap. Tapi keadaanku lah yang membuatku takut.
Aku melihat Kak Levin masih diam menatapku.
"Maaf. Dihari pertama kau jadi suamiku...aku mengecewakanmu..."ucapku dengan menutup wajahku didepan dadanya.
"Sayang...lihat mataku.. "Kak Levin menangkap kedua pipiku dan mendongakan kepalaku hingga aku bisa menatap wajah tampannya dengan sangat dekat.
"Apa aku terlihat menikahimu hanya karena hal itu...? Tidak sayang..."
"Aku menikahimu karena aku mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu. Hatiku ini hanya ingin selalu di dekat mu karena hanya denganmu aku bisa merasakan bahagia yang sesungguhnya."
"Jadikan aku sebagai tempatmu untuk berlindung dan tempat untuk mengeluarkan kesedihanmu. Mulai sekarang kau tidak boleh sedikitpun menyembunyikan apapun dariku. Berjanjilah padaku sayang. "Kak Levin terus menatapku tanpa berkedip menunggu jawaban dariku.
"Waktu itu kan aku sudah berjanji padamu Kak. Tidak akan menyembunyikan apapun darimu.. Sudah terbukti kan sampai saat ini aku masih ada di depan mu. "jawabku.
"Oh ku mohon Key... Jika Kakak mengingat hal itu. Aku malu padamu.... Melihat goresan di kepala mu saja aku sangat bersalah padamu sayang. Maafkan aku ya.... "Kak Levin tiba tiba menarik tubuhku kedalam pelukannya erat.
Aku hanya menganggukan kepala pelan.
"Sayang.. aku takut kehilangan mu. Berjanjilah padaku...jangan pernah meninggalkanku..."peringat Kak Levin tegas.
"Ya.. aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu."
"Good wife... I love you Key.. So much..."
"I love you too Kak, My Hubby. So much..."
Kak Levin semakin memelukku erat..sangat erat.
"Key..."
"Ehmm.."
"Bolehkah Kakak melakukannya jika kamu sudah siap..."
"Emm..."
"Emm apa..?"
"Kakak boleh melakukannya padaku..Kakak punya hak untuk itu.."
"Benarkah..?"
"Ya Kak..."
"Kamu tidak bohong kan sayang.."
"Emm..."
"Emm apa.."
"Aku tidak bohong Kak.."
"Good girl... sekarang tidurlah..."
"Emm.."
Kami pun akhirnya tidur bersama dikamar inap rumah sakit tanpa malam pertama.
Keyra Pov end
---------------
Keyra tiba tiba terbangun dari tidurnya. Padahal waktu masih pukul 3 pagi. Dirabanya tangan kekar yang melingkar di pinggangnya sejak tadi malam. Siapa lagi kalau bukan Levin suaminya.
Keyra bangun dan menurunkan tangan Levin dengan perlahan. Setelah berhasil melakukannya dia turun dari ranjang dengan kaki tertatih dan duduk perlahan di kursi dengan meja di depannya. Segera dia membuka laptop milik Levin dan memasukan email pribadi miliknya.
Keyra memang seorang gadis cantik biasa tapi dia juga seorang gadis yang memiliki banyak karyawan dari usahanya. Oleh karena itu dimanapun dan bagaimanapun keadaannya dia pasti memikirkan kewajibannya.
l
Dia pun mulai mengecek perkembangan kafe yang selalu dikirimkan padanya.
Lama dia bekerja sendiri tak mengenal waktu karena banyaknya tugas yang tertunda beberapa hari lalu.
Dia mulai tersadar ada cincin indah melingkar di jemari tangannya.
Dia memandangi nya lama dan mengecupnya. Lalu menoleh melihat suami tampannya yang masih tertidur pulas.
"I'm a wife now... "ucap Keyra pelan
"Tapi aku harus menyelesaikan tugasku sebagai seorang anak yang ayahnya telah dibunuh didepan matanya sendiri . Maaf Kak... aku tidak akan melibatkanmu...."gumam Keyra.
"Aku sudah ingat semua wajah mereka. Aku akan menghukum mereka Yah... Lindungi aku ya Ayah.." gumam Keyra pada dirinya sendiri. Dia mengepal erat kepalan tangannya.
Sebelum Keyra membuka mata dari komanya, dia diingatkan kembali oleh kejadian kejadian masa lalu ketika dia masih bersama dengan Ayahnya.
Benturan keras di kepalanya saat dia terjatuh dari motor ninjanya memunculkan kembali potongan potongan kejadian saat pertama kali dia diculik dan disiksa oleh beberapa penjahat.
Namun... saat dia membuka mata. Wajah wajah orang yang sangat menyayanginya membuatnya terdiam kembali. Dia tidak ingin kejadian buruknya terulang kembali pada orang yang dekat dengannya. Oleh karena itu Keyra tidak ingin menceritakan hal sedikitpun dimasa lalunya.
Dia ingin mencoba menyelesaikannya sendiri karena dia yakin akan dirinya sekarang ini. Keyra sekarang adalah Keyra yang terlahir kembali. Keyra yang kuat dan berani.
Keyra mulai kembali menatap layar laptop didepannya. Dan menuliskan sesuatu di emailnya untuk seseorang yang lama tidak ditemuinya.
"*Aku kembali. Ada tugas untukmu. Periksa kembali data data tentang kematian Ayahku yang dulu diselidiki oleh Kakakku.
"Setelah kakiku sembuh aku akan berlatih kembali. Jadi siapkan semuanya.... "
Sent : My Guardian*.