My Two Men Protector

My Two Men Protector
73.



"Kak...bagaimana ini tak ada baju untukku..aku tak mau pake gaun itu lagi..."ucap Keyra sedikit terisak saat dirinya baru beranjak dari bathup dengan telanjang bulat.


Levin pun ikut beranjak dan mengambil handuknya kemudian dengan pelan mengeringkan seluruh tubuh Keyra.


Keyra terhenyak seketika...kesalnya pun hilang entah menguap kemana.


Keyra hanya terdiam memperhatikan apa yang dilakukan suaminya. Setelah selesai mengeringkan istrinya giliran Levin mengeringkan tubuhnya sendiri dengan cepat. Lalu memakaikan bathrobe untuk dirinya dan istrinya.


"Tenanglah...suamimu ini tidak mungkin membiarkan istri kesayangannya kedinginan. Aku sudah menyiapkan semuanya tadi pagi baru datang...."ucap Levin dengan menangkap kedua pipi Keyra gemas. Lalu mengecup bibirnya.


"Jadi..."ucap Keyra terpotong karena tanpa aba aba Levin mengangkatnya brydal keluar dari kamar mandi lalu mendudukannya di pinggir ranjang kasur.


Levin mengambil paper bag yang tadi pagi baru sampai bersamaan dengan datangnya makan pagi mereka. Dia memerintahkan pengawal pribadinya untuk membeli satu setel pakaian santai untuk dirinya dan istrinya.


Kemudian Levin mengeluarkan isi paper bag yang isinya bra dan celana dalam untuknya dan Keyra. Dan tak ketinggalan baju untuk mereka.


"Kak...itu..."


"Ya...kemarilah sayang. Aku pakaikan..."ucap Levin sambil membantu istrinya berdiri.


"No. Berikan padaku Kak. Aku pakai sendiri..."Keyra menolak dan mengulurkan tangannya tapi ditahan oleh Levin.


"No honey. Let me..."


"But ..."


"Come here dear..."Levin membantu Keyra membuka bathrobe.


Keyra mulai pasrah.


"Please ...jangan macam macam lagi Kak. I'm so tired.."


"No i won't. I'm just admiring..."ucap Levin dengan memasang bra pada tubuh Keyra perlahan lalu dia mulai mengaitkannya dengan melingkarkan kedua tangannya kebelakang punggung Keyra.


"Kak...bra...dan...semuanya..baru...?"ucap Keyra pelan dengan nada ragu.


"Ehm...jangan salah. Ini semuanya baru tapi bersih dan steril. Percayalah....aku punya banyak orang dalam untuk mengurusi hal seperti ini. Jadi jangan khawatir...hmm."jelas Levin dan dibalas dengan anggukan Keyra.


Levin kemudian mengambil celana dalam untuk Keyra


"Biar aku saja Kak..."


"Angkat kakimu.."perintah Levin tak terbantahkan.


Dengan berat hati Keyra tetap menurut pada suaminya.


Levin dengan perlahan memakaikannya pada Keyra.


Kemudian Levin melanjutkan kegiatannya mengambil dress hamil untuk istrinya. Entah kenapa dari awal Levin melakukannya dengan hati yang berbinar dan terus tersenyum dalam hati.


Dan Keyra ...ada rasa tidak enak dalam hati. Oh ayolah...dia suaminya. Tapi dibalik itu semua...Keyra benar benar bahagia. Levin..suaminya sangat mengutamakan dirinya.


"Tundukan kepalamu sayang..."Levin memasukan dress hamil melalui kepala sang istri. Kemudian mengecup kening istrinya ketika sudah kembali tegak dari menunduknya.


"Done.."ucap Levin puas.



Keyra melihat penampilannya didepan kaca.


"Wwoooww...its pretty..."


"Kau suka...?"tanya Levin dengan gesit memakai pakaian untuknya sendiri.


"Sangat suka..terimakasih Kak..."ucap Keyra dengan berbinar sambil memutar badannya menghadap Levin. Namun terkejut saat melihat sang suami sedang memakai baju dan celana panjangnya.


"Kaak..."teriak Keyra yang spontan menghentikan gerakan Levin seketika.


"Maaf sayang...aku pakai baju disini..."ucap Levin. Karena biasanya dirinya memakai baju di walk in closet. Dia ingin cepat cepat berganti pakaian dan mengajak istrinya jalan jalan.


"Kenapa tidak menungguku...?"


"Apa..."Levin terkejut tak menduga ucapan Keyra. Dia pikir akan marah padanya.


"Kau pakaikan baju padaku. Aku juga ingin pakaikan baju padamu Kak...tapi.."ucap Keyra dengan mata berkaca.


Levin mendekap Keyra lalu mengecup puncak kepalanya berkali. Bumil cantik ini mudah sekali menangis pikirnya. Kemudian Levin mengusap rambut panjangnya mencium pelipisnya lalu menangkup kedua pipinya dan mencium kedua mata cantik istrinya.


"Maafkan aku jika membuatmu kecewa...tapi itu tidak perlu kau lakukan sayang...sungguh.."


"Kalau begitu Kakak juga tidak perlu lakukan padaku.."


"Karena aku menginginkannya sayang...aku ingin menikmatimu. Tidak harus dengan kita bercinta tapi dengan melakukan hal kecil tadi aku sudah menikmatinya sayang. Terimakasih...meskipun dengan perut besar seperti ini kau masih mau melayaniku dan membahagiakanku. Hal kecil tadi tidak seberapa dengan yang kau lakukan sayang. Jadi jangan kau pikirkan ya..."


"Tapi bagiku itu bukan hal kecil Kak..."Keyra mengecup bibir Levin.


"Terimakasih..karena selalu mengutamakanku.."Keyra mengecup kembali bibir Levin.


"Aku sangat mencintaimu Kak..."


"Kau separuh jiwaku sayang. Aku sangat sangat lebih mencintaimu..."


Levin mencium Keyra lembut dan....lama.


"Aku ingin mengajakmu jalan jalan disekitar hotel ini. Kau mau..."ucap Levin setelah melepas ciumannya.


"Mau..."


Levin memakai kembali jasnya dengan cepat.


"Ayo sayang..."


Levin merengkuh pinggang Keyra dan keluar ruangan. Dia tatap istrinya dari samping. Betapa cantik istrinya ini..dia sama sekali tidak memakai bedak dan kosmetik apapun. Dia hanya memakai lipglos yang sama sekali tidak berwarna. Memang sejak hamil...Keyra jarang memakai bedak dan lainnya makanya dia tak pernah membawanya di tas kecilnya.


Tanpa aba aba...dia kecup pelipis istrinya dijalan menuju lif.


"Kaak...kau ini suka sekali menciumku. Bagaimana kalau orang lihat.."


"Who cares..."jawab Levin santai kemudian masuk kedalam lift yang sudah terbuka.


Giliran Keyra yang menatap Levin dari samping. Lihatlah suaminya ini...tidak pernah tidak tampan. Sempat terpikir olehnya tidak mungkin selama ini sebelum bertemu dengannya  suaminya belum punya pacar.



"Kau tampan sekali. Apa kau ingin berniat menggoda wanita.."suara Keyra membuat Levin spontan menoleh padanya sambil mengerutkan keningnya. Ada apa dengan istrinya ini..?


"Aku memang tampan sayang. Tidak mungkin kau baru menyadarinya..."ucapan Levin terhenti saat lift terhenti dan beberapa orang akan masuk.


Levin membalikan tubuhnya menutupi tubuh Keyra disudut dalam lift. Dia mengungkungnya untuk melindungi Keyra dari desakan orang orang yang akan masuk kedalam lift.


Levin benar benar tak peduli dengan pandangan para pengunjung lift. Dengan posisinya seperti itu terlihat seperti orang yang sedang berciuman.


"Why with your position..?"tanya Keyra heran karena tiba tiba Levin berada didepannya dengan menempelkan kedua tangannya disamping kanan kirinya. Mengurungnya.


"I just want to protect my woman.. only that.."ucap Levin sambil mengangkat bahunya tak peduli dengan wajah kesal Keyra yang sedang memanyunkan bibirnya yang membuat Levin semakin gemas untuk menciumnya.


"Apa kau tahu sayang. Aku suka dengan wajah kesalmu.."bisik Levin ditelinga Keyra.


Keyra menjawabnya dengan mengerutkan keningnya tak mengerti. Seolah mengatakan..why...?


"Aku semakin ingin menciummu.."ucap Levin santai.


Keyra spontan memukul dada suaminya.


Dan semakin banyak orang yang keluar masuk lift.


Levin terkekeh geli dengan tingkah lucu istrinya.


"Come here dear...?"Levin merengkuh kembali Keyra dan membawanya keluar dari lift.


Levin membawa Keyra jalan jalan menikmati pemandangan disekitar hotel.


"Aku jadi ingat Indonesia. Bagaimana keadaan disana..?"ucap Keyra tiba tiba saat melihat gedung besar didepannya. Bangunannya sangat indah dan megah. Terlihat asri karena banyak pepohonan yang dibuat disekelilingnya.


"Maksudmu...?"Levin tak pernah sedetikpun melepas pelukan dipinggangnya.


"Cafe dan ..."belum selesai ucapan Keyra namun sudah dipotong oleh Levin.


"Jangan khawatirkan itu sayang. Aku sudah menempatkan beberapa orang kepercayaanku untuk mengurusi usahamu. Aku pun sudah melihat hasilnya..."terang Levin. Dia hanya tak ingin Keyra terlalu banyak pikiran.


Keyra menoleh dan menatap suaminya lembut.


"Terimakasih Kak.."


"Itu sudah kewajibanku sayang. Lagipula aku hanya meneruskan tugasmu mengawasi usaha disana. Kau hanya tinggal melihat hasilnya..."


"Ya...aku tahu hasilnya sangat memuaskan. Terbukti rekening ku terus mengalir setiap harinya..."ucap Keyra sambil tertawa geli.


"Thank you for anything Kak.."


"Apa kau bahagia..?"tanya Levin


"Aku sangat bahagia..."ucap Keyra dengan senyum manisnya.


"Bahkan aku terlalu bahagia..."


Levin merengkuh tubuh Keyra. Memeluknya erat.


"Aku pun bahagia sayang. Sangat bahagia. Entah aku berbuat baik apa dikehidupan lalu hingga Tuhan memberi kebahagian semelimpah ini. Memberi istri yang baik hati,kuat,cantik,rendah hati, dan hebat. Dan sebentar lagi putra putraku akan memanggil Dady padaku. Aku tidak butuh ucapan terimakasihmu cukup kau selalu disampingku seumur hidupku itu sudah melebihi dari segalanya sayang..."Levin mengecup kening Keyra.


"I love you so much..."


Keyra menatap Levin dengan mata berkaca.


"I love you too suami tampanku.."


"Aku ingin bertanya satu hal padamu Kak...?"tanya Keyra saat dia teringat sesuatu.


"Hmm...katakan.."


"Kau sangat tampan. Tidak mungkin dikehidupan dulu sebelum bertemu denganku kau tidak mempunyai seorang kekasih. Apalagi kehidupan barat dinegara ini adalah negara bebas. Aku takut tiba tiba ada seorang wanita yang datang mendatangimu lalu meminta kembali padanya atau apapun itu seperti di cerita cerita novel..."


Mendengar pertanyaan istrinya yang sangat panjang Levin terkekeh geli.


"Sepertinya kau mulai tak percaya padaku..."


"Tidak...tidak ...bukan seperti itu Kak. Hanya aku penasaran saja..."


"Baiklah ....baiklah...memang aku belum menceritakan asal usulku sebelumnya. Dan aku tak marah kau bertanya seperti itu padaku.."


"Pasti kau tak percaya jika aku ini masih perjaka sebelum menikah denganmu.." ucapan Levin membuat Keyra melebarkan matanya seraya menutup mulutnya.


"Benarkan...dilihat dari ekspresimu kau tak percaya.."ucap Levin


Keyra menganggukan kepalanya.


"Pertama kali kami menetap dinegara ini saat umurku 10tahun. Perusahaan Dad disini dalam kondisi kritis dan kami akhirnya terbiasa dengan kehidupan disini hingga kondisi kembali stabil. Tapi Mom...Mom orang indonesia asli dan Mom selalu menerapkan budaya Indonesia padaku sejak sekolah. Saat kuliah aku meminta Mom dan Dad agar kuliah di Indonesia dan mereka mengijinkan. Sampai akhirnya aku kenal dengan Kakakmu Fero.."


"Namun saat lulus Dad kembali membawaku ke Amerika untuk membantu perusahaannya disana. Hingga hari hariku penuh dengan kerja kerja dan kerja. Tak terpikir olehku ingin mencari seorang kekasih. Aku tahu dan tak memungkiri bahwa wanita wanita disini sangat cantik. Tapi hatiku tak tertarik sama sekali.."ucap Levin terkekeh geli saat ucapan terakhirnya.


"Bahkan Mom lama lama mengkhawatirkan kondisiku. You know what i mean.."tanya Levin dengan menoleh pada istrinya yang masih menganga mendengar ceritanya.


Levin tertawa melihat ekspresinya.


"Sayangg..?"ucap Levin lagi


Keyra tersadar. "Oh...i know..."ucap Keyra pada akhirnya dengan cengir kudanya. "Kakak pasti dikira tidak suka sama perempuan dan mmft...."


"Stop honey..."Levin memberi telunjuknya dibibir istrinya.


"Aku tahu kau akan mengatakan apa.."Levin mencium bibir Keyra.


"Aku masih normal sayang..."ucap Levin setelah melepas ciumannya. "Hanya saja aku mencari seseorang yang bisa membuat hatiku bergetar. Dan itu berakhir saat aku bertemu denganmu. Saat pertama melihatmu dikafemu itu...hatiku bergetar sangat hebat. Aku belum pernah merasakannya. Hingga aku membuat keputusanku sendiri kau harus kudapatkan..."


"Percayalah sayang. Jika sekarang ada banyak wanita paling cantik seduniapun. Aku tak kan berpaling. Dan takkan pernah bisa berpaling. Aku terlalu mencintaimu sayangku. .."


Keyra menatap suaminya ini dengan mata berkaca.


"Aku percaya Kak..."Keyra memeluk Levin erat. Dia tak ingin jauh darinya...suaminya. Dia sudah sangat bahagia. Dan dia akan membuat suaminya ini bahagia. Selamanya


Lama mereka berpelukan Keyra sadar sesuatu.


"Kak...kita pulang ya. Aku takut Nick datang dan mencariku."


"Hhh..."Levin menghela nafas panjang.


"Kenapa kak...?"


"Kau tahu sayang. Jika bocah itu datang bisa Kakak pastikan nanti kau akan mengabaikanku lagi. "


Keyra tersenyum mendengar celotehan suaminya ini.


"Suamiku sayang...aku tak kan bisa mengabaikanmu. Percayalah. Tapi bisakah sedikit saja berbagi dengan Nick. Dia lucu sekali Kak.."


"No.."


"Sayang .. Kau jelas tahu jika dirumah saudara ipar kesayanganmu itu selalu menghalangiku untuk sekedar berduaan denganmu. Apalagi ditambah satu bocah lagi...Oh God...aku tak bisa bayangkan.."


"Kak...Kak...sikapmu selalu seperti ini, bagaimana jadinya jika putra putramu sudah lahir..."ucap Keyra terkekeh geli dan menggelengkan kepalanya gemas.


"Tentu saja aku akan tetap sama sayang. Aku tak akan membaginya pada yang lain. Selamanya kau hanya milikku. Milikku..."


"Oh Tuhan...ada ada saja kau ini..."ucap Keyra dalam hati.


******


"Kak...kenapa banyak sekali mobil. Mereka siapa..? Apa mereka pengawal Dady yang baru..."ucap Keyra pada Levin saat mobil mereka telah sampai didepan halaman rumah besarnya.


"Entahlah sayang. Dady tidak mungkin merekrut pengawal baru tanpa sepengetahuanku. Ada apa sebenarnya...kenapa ramai sekali..?"Levin pun sangat penasaran dengan keadaan rumah besarnya yang sudah dikelilingi beberapa orang berpakaian serba hitam.


Levin membantu Keyra keluar dari mobil. Dia langsung merengkuh pinggang istrinya erat.


Saat Keyra dan Levin melewati orang orang berpakaian serba hitam itu...mereka semua menunduk hormat. Membuat Keyra sedikit bingung mengerutkan kening. Namun tak ayal dia tetap membalas mereka dengan senyum yang sudah menjadi kebiasaannya.


"Selamat siang Nona....Tuan..."ucap mereka bersamaan.


Levin kembali dingin dan sinis karena tentu saja dia sama sekali tak mengenalnya. Berbeda sekali dengan Keyra.


"Siang. Siapakah kalian...?"tanya Keyra.


"Kami pengawal dari Tuan Orion Nona..."


"Nick disini.."ucap Keyra dengan berbinar. Levin semakin mengeratkan pelukan dipinggangnya.


"Benar Nona Keyra. Tuan Muda sudah menunggu anda sejak tadi pagi.."ucap salah satu pengawal Orion.


"Ayo sayang...kita masuk.."


"Darimana mereka tahu namaku..?"Levin tak menjawab. Dia terus membawa istrinya kedalam rumah besarnya.


"Kenapa harus membawa pengawal segala. Aku semakin tidak suka dengan mereka.."ucap Levin dalam hati.


Ceklek


"Kaaakkk..."


"Kak Key...."


"Kakak Sayang..."


"Kakak cantikku.."


"Adikku..."


"Didi..."


Teriakan mereka yang bergantian membuat Levin menghela nafas panjang. Mereka berlarian bersamaan mendekati Keyra ingin memeluknya. Terlihat sekali mereka semua merentangkan kedua tangannya.


Namun belum sampai didepannya Levin berdiri tegap dihadapan mereka dengan melipat kedua tangan didadanya.


"Apa apan kalian...berhenti disana. Jika tak ingin aku bawa pergi lagi istriku..!!"teriak Levin dengan nada keras dan dingin.


Sontak mereka berhenti bersamaan. Dan tingkah mereka benar benar membuat orang sekitar mereka menahan tawa.


"Kalian mau apa..!"


"Peluk Kakak Key.."ucap Maxy dengan polosnya.


"Bersamaan..?"


Dengan sangat kompak mereka menganggukan kepala.


"Kalian tidak lihat istriku sedang hamil besar. Main acara peluk pelukan. Tidak boleh..!"


"Tapi aku rindu Didi...uncle.."suara Nick terdengar lucu dan polos. Keyra yang berada dibelakang tubuh Levin hanya menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya ini.


"Kau bawa kemana Kakak Key Kak..."tanya Rey


"Apa kau juga lupa adikku sedang hamil besar. Bagaimana jika tiba tiba dia mau melahirkan. Main bawa kabur saja.."suara Fero terdengar emosi


"Ya Kak Fero benar. Mana dihubungin tak ada yang aktif.."ucap Kevin.


"Kalian lupa jika aku adalah suaminya. Jadi segala sesuatunya harus sepengetahuanku dan atas izinku. Dan kau Nick...kenapa tidak sekolah. Bolos..?"Levin kesal pada mereka dan saat pada Nick dia harus berpura pura melembut.


"Hari ini aku libur uncle. Dan asal uncle tahu aku sudah pindah rumah. Dady membeli rumah disebelah rumah uncle jadi aku akan setiap hari bermain bersama Didi..."jawab Nick dengan riangnya. Levin terkejut mendengarnya. Keyra terkekeh geli. Para adik ipar meskipun kesal tapi mereka juga ingin memberi pelajaran pada Kakaknya karena telah membawa kabur Keyra. Dan para orang tua hanya menahan tawa.


Lihatlah...betapa lucunya mereka. Tiada hari tanpa memperebutkan Keyra. Bagaimana jika ditambah satu bocah kecil lagi.


"Whaatt..!"teriak Levin tak percaya.


Merasa melihat mereka yang sedang berdebat sangat membosankan para orang tua berniat meninggalkan tempat untuk bersantai.


"Ayo sayang..."ajak Momy pada Keyra yang dari tadi bersembunyi dibalik punggung Levin sambil berbisik.


Keyra menganggukan kepala. Lalu berjalan mendekati Momy dan keluarga lainnya dengan berjinjit pelan. Momy dan Bunda menuntun Keyra.


"Sebaiknya tinggalkan mereka..."Keyra menganggukan kepalanya dengan tersenyum.


"Maafkan kami Nona. Putra kami memaksa ingin bertemu denganmu..."ucap Julia istri Orion.


"Tidak Nyonya. Mereka memang seperti itu...biarkan saja nanti juga mereka baikan sendiri.."ucap Keyra.


"Ya benar Nyonya Julia. Mereka jika sudah berhubungan dengan putriku ini pasti akan langsung berubah. Jangan khawatirkan mereka..."timpal Momy dengan tawanya.


"Kami bisa melihatnya.."Julia dan Orion pun ikut tertawa.


"Aku mau ke kamar mandi sebentar Mom..."


"Baiklah sayang. Ayo.."


"Tidak Mom. Aku bisa sendiri..."


"Tapi Nak.."


"Aku pakai toilet bawah Mom...it's ok..."


"Baiklah. Hati hati sayang..."


Keyra menganggukan kepala dan beranjak kedalam toilet lantai bawah tak jauh dari dapur.


Baru beberapa langkah...Keyra mulai merasakan sakit dibagian perutnya. "Arghh..."


"Oh Tuhan..."ucap Keyra lirih tak perduli dengan rasa sakitnya karena dia benar benar ingin mengeluarkan hajat kecilnya.


Dia terus melangkah dengan tertatih. Dan tak satupun dari mereka memperhatikannya.


Baru dua langkah Keyra tak kuat menahan sakitnya. Keringat mulai bercucuran. Bagian bawahnya serasa ada yang mengalir dengan sendirinya. "Kak..."ucap Keyra dengan menahan perut besarnya.


Saat sampai didepan pintu kamar mandi. Keyra berlutut dengan tangan terus memeluk perutnya. Satu tangannya mencoba menahan ditiang pembatas antara dapur dan kamar mandinya.


"Kak...Kak Levin...sakit..."ucap Keyra dengan nada sedikit lemah.


"Kak Leviiinnn...."teriak Keyra dengan sekuat tenaga.