
Brraakk...
Levin membuka paksa pintu rumahnya dan Dady mengikutinya dari belakang. Wajah mereka terlihat sekali menegangkan.
"Keeyyy....
"Keeyyy.... "teriak Levin mencari sosok istrinya. Saat satu jam lebih setelah dirinya mengantar Key kekampusnya dia baru teringat bahwa selama meeting dia tidak mengecek ponsel yang dari tadi dia silent.
Dan Levin sangat terkejut melihat banyak sekali panggilan masuk dari istri dan supir pribadi Momynya. Tapi Yang lebih banyak adalah dari Pak Jay. Begitupun dengan Dady Jon.. Dia merasa sangat bersalah sekali karena baru kali ini dia mengabaikan panggilan dari keluarganya.
"Bi....Nyonya sama Keyra dimana..?"tanya Dady Jon pada salah satu asisten rumahnya.
"Non Keyra sama Nyonya diatas Tuan. Nyonya baik baik saja tapi Non Keyra....?"
Belum sempat selesai ucapan asistennya Levin langsung berlari cepat ke lantai atas rumahnya disusul oleh Dadynya. Perasaan nya saat ini sangat tidak tenang...
"Sayang...ku mohon . Maafkan aku karena tidak bisa menjagamu. "batin Levin.
Saat sampai disebuah kamar yang tidak lain adalah kamar Levin, Levin membuka pintu kamarnya pelan.
Ceklek.
Betapa terkejutnya dia dan Dady Jon. dokter ahli seperti sedang melakukan operasi di kamar nya. Dilihatnya juga banyak darah menetes dilantai kamarnya. Apa yang sebenarnya terjadi.
Tanpa sadar tubuh Levin terhuyung kebelakang dan untungnya dibelakang ada Dady menahan tubuhnya.
Momy dengan setia menemani Keyra dengan menggenggam lengan kanannya karena lengan kiri Keyra tergores pisau lipat namun karena terjadi berapa kali sayatan jadi lukanya semakin dalam. Dokter terpaksa menjahit luka Keyra karena takut terjadi infeksi.
"Sakit sayang...."tanya Momy pada Keyra yang memang dari tadi dia tidak mengeluarkan ekspresi wajah kesakitan.
"Tidak Mom... mungkin karena sudah dikasih obat bius dilengan Keyra.. "jawab Key santai padahal dalam hatinya tubuhnya sangat lelah Dan sakit karena luka lebam diseluruh tubuhnya.
Key merasa ada desiran aneh dalam hatinya, dia merasa ada seseorang sedang memperhatikannya. Dilihatnya kedepan dan sungguh terkejutnya dia karena suaminya sudah berada didepannya.
"Kak Levin... "ucap Keyra lirih namun masih didengar oleh Momy disampingnya. Ada perasaan aneh dalam hatinya saat ini. Rindu ingin sekali memeluk suami terkasihnya, takut karena Levin pasti tidak akan tinggal diam melihat satu gores luka saja ditubuh istrinya. Keyra takut kejadian dulu dialaminya lagi saat dengan sadisnya Levin menghajar Alex habis habisan.
Momy langsung bangkit dari atas kasur berlari menuju arah suaminya. Dipelukanya suaminya dengan erat.
"Momy... are you ok.. "Tanya Dady Jon pada istrinya.
"Momy baik baik saja Dad... Keyra menolong Momy... dia.. "
"Moomm.... "teriak Keyra agar Momy tidak melanjutkan ceritanya.
"Tidak sayang...mereka harus tahu..."ujar Mamy dan kembali menatap tajam Levin Dan suaminya.
"Levin..Dad...apa ponsel kalian rusak haahh..sampai sampai ada panggilan penting kalian abaikan. Apa meeting kalian lebih penting daripada kami haaahh... "teriak Momy.
"Kalian tidak tahu betapa takutnya Momy...mereka sangat jahat. Berani sekali berbuat kasar pada seorang wanita. Untung saja Keyra datang dengan cepat... dia dengan... "
"Mooomm... Please... "lagi lagi Keyra berteriak agar menghentikan ceritanya. Karena Key sudah melihat wajah Levin yang sudah berubah, matanya memerah, rahangnya mengeras,tangannya mengepal kuat menahan emosi. Key sungguh sangat takut.
"Dok... sudah belum..? "Key ingin sekali menghampiri suaminya namun pengobatannya belum juga selesai.
"Sebentar lagi Non... "
"Dia dengan beraninya melawan penjahat penjahat itu agar mereka tidak melukai Momy... hiks.. hiks... tapi saat penjahat yang terakhir dia memakai senjata tajam. Dia licik sekali Dad... Please Momy mohon.. hukum mereka yang sudah melukai putri Momy...hukum yang seberat beratnya Dad... Momy mohon... "tangis Momy dengan memeluk suaminya.
Jon mendengar sedikit saja cerita dari istrinya merasa geram namun dia menahan emosinya, saat ini yang lebih penting adalah ketenangan istri dan kesembuhan menantu kesayangannya.
Namun tidak dengan Levin. Pandangan nya terus menatap Keyra,penyesalan yang amat terdalam dirasakan dihatinya, bagaimana bisa dia mengingkari janjinya untuk melindungi istrinya.
"M mom...dimana mereka...?"suara serak Levin bergetar penuh emosi.
Momy melepaskan pelukan pada suaminya, dia berbalik menatap putranya. Sekejap dia terkejut mendengar suaranya.
"Mereka...? "tanya Momy pada Levin yang tanpa henti memandangi Keyra.
"Penjahat itu Mom...? "
"Mereka sudah dibawa polisi .."
"Bagus...aku akan kesana mengurus mereka.. "
Levin langsung bergegas keluar ruangan namun segera ditahan Dadynya.
"Tunggu Nak...kita akan mengurusnya tapi tidak sekarang, yang terpenting sekarang adalah kesembuhan istrimu... "ucap Jon dengan bijak. Dia bisa melihat emosi diwajah putranya.
"Tidak Dad....aku harus membunuh mereka...."geram Levin.
"Kaakk Levin...jangan pergi Kak... "isak Keyra lirih tapi tak didengar Levin.
"Nak...tahan amarahmu... "bujuk Dady
"Levin putraku... Mereka sudah diurusi polisi, kita tinggal menunggu kabar selanjutnya. Lebih baik kita temani Keyra. Sekarang Momy tahu kenapa dia tidak mau dibawa kerumah sakit karena takut melihat mu seperti ini menjadi tidak terkendali.."
"Momy mohon sayang...Keyra membutuhkanmu.. "
"Arghhh....Mom Dad...Aku harus membunuh mereka..."teriak Levin dan segera beranjak keluar.
"Mom... Dad... tahan Kak Levin.. kumohon jangan biarkan dia pergi Mom.. "teriak Keyra histeris.
Melihat Keyra menangis Momy dan Dadynya mengejar Levin. Keyra pun beranjak dari kamarnya. Tidak memperdulikan lukanya.
"Non... Lukanya belum selesai dijahit.."ujar salah satu dokter yang memang belum selesai menyelesaikan pengobatannya. Bahkan benang jahitnya pun digunting paksa oleh Keyra.
Saat ini Keyra tidak perduli dengan lukannya yang dia butuhkan saat ini adalah Levin suaminya.
Keyra keluar ruangan dengan tertatih, tubuhnya terasa sangat lemas tidak bertenaga mungkin karena lukanya saat ini mengeluarkan darahnya kembali. Namun segera dia tekan dengan tangan kanannya.
"Non Keyra... Hati hati Non.. "teriak salah satu dokter.
"Kak Levin.... Kaak... "isak Key
Keyra menuruni tangga. Badannya terhuyung kekanan kekiri namun untung saja dokter tadi mengikutinya dari belakang.
"Non.... "dokter itu langsung dengan sigap menahan tubuh Keyra.
Sungguh lega hati Keyra saat melihat Levin. Amarahnya belum reda bahkan dia sedang ditahan oleh kedua orang tua nya. Pintu masuk pun sudah ditutup agar Levin tidak memaksa pergi.
"Kak... Key mohon jangan pergi... "ucap Key lirih.
Levin mendengar suara yang dirindukannya. Dia menoleh kebelakang. Menatap sendu wajah istrinya. Keyra yang lemah hanya bisa menggelengkan kepala pelan seolah memberi isyarat pada suaminya agar jangan pergi.
Namun semakin melihat istrinya lemah semakin membuat dirinya menjadi sangat bersalah. Dan emosinya semakin menjadi jadi. Levin langsung berbalik kembali melanjutkan niatnya untuk pergi kekantor polisi.
Melihat kepergian Levin sungguh membuat hati Keyra sakit.
"Kembali Kak....."isak Keyra.
"Kembali kau Kak.... Atau aku yang akan pergi meninggalkanmu.. "teriak Keyra mengerahkan semua sisa tenaganya dan langsung jatuh berlutut sekaligus membuat semua penghuni rumah terdiam mematung.
Tidak terkecuali Levin.
Tubuhnya seketika melemas emosinya sesaat hilang entah kemana. Satu hal yang paling dia takuti didunia ini adalah ditinggalkan oleh istrinya Keyra.
Tidak.... Tidak...
Levin berbalik kembali. Melihat istrinya menangis terisak.
"Tidak bisakah Kakak mendengar ucapanku kali ini saja..."isak Keyra menatap Levin.
"Apa aku sudah tidak penting lagi bagimu Kak...? "Levin menggelengkan kepalanya dan berlari pada Keyra.
Saat sudah berada dekat didepan istrinya. Levin mengangkat tubuh Keyra dan memeluknya erat...sangat erat. Key yang sangat merindukan suaminya langsung mengalungkan kedua tangannya dileher Levin ,dia pun mengangkat tubuhnya sendiri dan melingkarkan kedua kakinya ditubuh Levin. Hal yang sekarang sudah menjadi hobinya.
Tangis Keyra semakin menjadi.
"Kumohon jangan pergi Kak... Aku akan melakukan apa pun untukmu asal kau jangan pergi Kak. Aku mohon... "isak Keyra.
Levin pun mengeluarkan air matanya dan mengelus punggung Keyra lembut.
"Aku bukan gadis lemah seperti dulu Kak. Jadi kumohon kendalikan dirimu... "
Key menguraikan pelukannya dan menatap wajah Levin lekat. Dihapusnya air mata Levin. Dikecupnya kedua mata Levin.."Aku sayang Kakak.... "
"Maafkan Kakak ya.. "ucap Levin dan langsung mengecup kilas bibir Keyra.
"Tapi Kakak minta...jangan berbicara seperti itu lagi,jangan pernah berkata akan pergi meninggalkanku lagi sayang.."Levin merasa sedih saat mengatakan kata kata itu.
Key tersenyum manis meskipun dengn wajah pucatnya.
"Mmm... "angguk Keyra Dan kembali memeluk Levin erat. Tanpa disadari banyak pasang mata memperhatikannya dengan haru.
"Maaf mengganggu Tuan....kita harus segera menyelesaikan pengobatan Nona Keyra..."seorang dokter tidak tega melihat darah yang terus menetes dari lengannya.
"Apa.... "Levin terkejut. Jadi dari tadi istrinya belum selesai diobati. Dan dia sedari tadi menahan sakit hanya untuk...
"Sayang... Key...? "Levin memanggil Keyra lirih yang masih memeluknya erat seakan tidak bisa dilepas. Levin menepuk punggung istrinya pelan namun tidak ada jawaban. Dia langsung panik kembali.
"Sayang.... Keyra... "teriak Levin membuat suasana tegang kembali.
Dilihat dari belakang punggung Levin...kepala Keyra memang tertunduk lemah dibahu Levin dengan mata terpejam. Namun kedua tangannya tetap erat melingkar dileher levin. Mom dan Dady pun seketika panik melihat kondisi Keyra saat ini.
"Dokter cepat periksa putriku.. "teriak Dady.
"Dad..apa yang terjadi pada istriku Dad.. "Levin tambah panik mendengar teriakan Dadynya.
"Lev...kita baringkan saja Key disini..ayo Dady bantu.. "Dady mengajak Levin menuju sofa terdekat untuk membaringkan tubuh Keyra.
Levin membawa tubuh Keyra yang masih berada dipelukannya ke sofa panjang dan menyandarkan tubuhnya. Namun saat Levin ingin melepas lingkaran tangan Keyra dilehernya ...dia tidak bisa melepasnya. Ada perasaan aneh dalam hatinya. Jantung dan hatinya berdetak hebat. Entahlah...rasa cinta,sayang,haru,takut,khawatir, dan bangga sudah menyatu dalam dirinya.
"Key sayang...Kakak akan selalu disini bersamamu, Kakak janji..."ucap tulus Levin dengan tanpa disadari tetesan bening dari matanya menetes dipipi Keyra. Levin mengecup pipi Keyra lembut. Dan dengan perlahan melepas kembali lingkaran tangannya. Dan berhasil....
"DOKTER... CEPAT PERIKSA ISTRIKU..."ucap Levin dingin.