My Two Men Protector

My Two Men Protector
21.



Aaghhhh..... "teriak Keyra.


Keyra terbangun dari tidur panjangnya. Namun sangat terkejut karena dia terbangun dengan Levin dan Fero disamping kanan dan kirinya.


Dan tambah terkejut lagi karena dia tidak tidur di kamarnya sendiri melainkan disebuah kasur lantai.


Teriakan Keyra pun membangunkan kedua privat tampan disampingnya.


"Ada apa Key... Ada apa... "jawab Levin seketika langsung bangun dari tidurnya.


"Kenapa Keyyy.... suaramu itu loh... "jawab Fero gemas.


"Kak... kenapa Key tidur disini. Ini jam berapa..? Trs kenapa Kak Fero ada disini. Ini rumah kak Levin kan ya.. "tanya Keyra beruntun.


"Busyet nih anak... cerewet amat... "gumam Fero dengan kembali menjatuhkan tubuhnya.


"Lev... cewe loe tuh cerewet banget. Gue masih ngantuk. "ucap Fero asal dengan menaikan selimutnya sampai kepalanya.


"Kaakk Ferrooo... KAKAK JAHAAATT... "teriak Keyra dengan memukul mukul lengan Fero.


Levin membujuk Keyra mengelus pipinya.


"Sayang... ya benar kau masih diapartemenku. Kak Fero memang sejak tadi malam tidur disini juga, dia mau antar kamu pulang tadi malem tapi takut ganggu kamu. Kamu mengigau terus tidurnya.."ucap Levin panjang dengan mengelus pipinya.


Seketika Key teringat dengan teman temannya dikampus.


"Kak... boleh pinjam ponselmu. Aku mau hubungi teman temanku dikampus.. "ucap Keyra.


"Tentu boleh sayang... "Levin mengambil ponsel disamping bantal dan memberikan pada Keyra.


"Tapi sayang... Ponselmu sebenarnya sudah ketemu dari kemarin. Maaf Kakak lupa memberitahumu..."lanjut Levin takut Keyra marah karena baru memberitahukan tentang ponselnya.


"Oh. Tidak apa apa Kak. Tenang saja, aku malah berharap ponselnya tidak ketemu.... "jawab Keyra santai dengan tangan masih sibuk mengetik diponsel Levin.


Levin terdiam seketika,


"Sampai setakut inikah dia dengan teror orang itu. Kurang ajar... Berani sekali mengganggu gadisku. "batin Levin.


Levin mengelus kepala Keyra.


"Apa karena teror itu ? "ucap Levin lembut.


Keyra menatap Levin dan mengangguk pelan.


"Maaf... "ucap Keyra.


Levin menggelengkan kepala.


"Nanti kita ganti nomormu yang baru ya... "bujuk Levin.


Keyra mengangguk dan tersenyum manis.


"Kak... aku mau kekampus ya, setelah itu ke kafe, setelah itu ketemu sama Pak Reynald, setelah itu...Mmmmppphhh..."


Levin membungkam mulut Keyra dengan mengecupnya lama.


"Tidak sayang... Hari ini kau tidak boleh kemana mana selain denganku. Dan Kakak tidak mengijinkanmu bertemu Reynald apa siapa itu ... Soal kampus Fero sudah mengurusnya untuk cuti satu minggu.. "terang Levin tanpa jeda.


"Apaaa....??? Kok bisa... Mana mungkin aku cuti satu minggu, bisa ketinggalan materiii Kak... "rajuk Keyra.


"Soal itu bisa diatur. Khusus hari ini kita bersenang senang...dan tidak boleh ada penolakan..."ucap Levin dengan cengir kudanya.


Keyra memanyunkan bibirnya.


"Hufft... dasar tukang ngatur. .."batin Key.


********


Saat ini Key sudah berada didalam mobil Levin.


"Kita kemana Kak..."


"Jalan jalan... Kau sudah makan..? "tanya Levin dengan masih fokus menyetir mobilnya.


Key menganggukan kepalanya pelan.


"Ehm.. sudah tadi..."


"Kita ke market dulu ya.. "ucap Levin langsung memutar mobilnya ke arah supermarket.


"Mau beli apa Kak... "tanya Keyra.


"Terserah mau beli apa..?"


Keyra mengernyitkan dahinya bingung.


Setelah Levin memarkirkan mobilnya mereka berdua turun dari mobil. Levin menggenggam erat lengan Keyra dan masuk kedalam market itu.


"Sayang..ambil semua yang kamu suka.. "ucap Levin.


Keyra menaikan alisnya dengan mata berbinar.


"Benaaarr.... "


"Hmmm..."Levin menganggukan kepala dengan senyum.


Melihat Keyra tersenyum bahagia Levin sangat senang. Dia memang sengaja untuk menghabiskan hari ini untuk membuat gadisnya bahagia.


Keyra dengan senang hati berlari mengambil troli dan segera berkeliling mencari sesuatu yang dibutuhkannya.


Melihat dia berlari.. Levin mengikutinya dari belakang.


"Sayang...hati hati. .. "ucap Levin khawatir.


"Tidak apa apa kok Kak... aku paling suka ke supermarket. Hehe... "rajuk Key


Lama Keyra memilih dan tak satu detik pun Levin meninggalkannya.


"Kak... Kak Levin tidak beli .. Beli apa gitu ??sini biar troli nya aku yang bawa..."ucap Keyra karena merasa bersalah membiarkan Levin hanya menemaninya tanpa memilih apapun.


Keyra mencoba mengambil alih troli namun Levin mencegahnya


"Biar saja Kakak yang bawa lagian Kakak butuh apa apa.. Aku hanya butuh kamu.. "rayu Levin.


"Hmmm... mulai dehh..."


Keyra meihat makanan kesukaannya namun dia sulit menjangkaunya.


"Kak... aku mau ambil yang itu. Bisa tolong ambilkan."


Levin mengikuti arah yang ditunjuk Keyra.


"Tentu..."


Levin segera berjongkok membelakangi Keyra.


"Naiklah ke bahuku Key..."


Keyra mengernyitkan dahi. "Maksud Kak Levin..??


"Ayo sini.. mana tanganmu. Biar Kakak pegangi..."


Keyra mengulurkan tangannya. Levin memegang tangannya erat. Keyra mulai menaikkan badannya kebahu Levin.



"Ka k... Key takut. Pegangi ya..


"Iyaa.. tenang aja Kakak pegangi kok.."


Levin mulai mengangkat badan Keyra.


Tak sedikit pengunjung supermarket yang melihat adegan romantis mereka.


"Waahh...so sweet banget.. "


"Baper gue bang... "


"Mau gue jadi cewenya.. "


Hingga Keyra pun mendengar ucapan mereka.


"Sudah Kak. Turun. "perintah Keyra pada Levin.


Levin pun segera menurunkannya.


"Sini..."Levin mengambil makanan yang tadi diambil Keyra. Dan menaruhnya ditroli.


Keyra melihat sekelilingnya.. yang dari tadi ternyata mereka di kerubuni para pengunjung. Dia pun mulai kesal.


"Sudah ah Kak.. kita ke kasir sekarang ya.. "ucap Keyra manja dengan mengalungkan lengannya ke lengan Levin.


Levin tersenyum .


"Cemburu..? "Levin menggoda Keyra dengan menyentil hidung mancungnya.


"Ya lah...mana ada cewe yang suka cowonya diliatin kaya gitu. Kakak lihat deh.. cara mereka natap kakak... "ucap Keyra pelan karena takut didengar mereka.


Levin langsung memeluk pinggang Keyra erat.


"Tapi Kakak suka melihatmu cemburu... "ucap Levin dengan senyum devilnya.  Lalu seketika mengecup pipinya.


"Kakaakkk.... "Keyra memukul dada Levin pelan. Namun Levin hanya tertawa.


"Ayoo kita pulang.... "Levin menarik pinggang Keyra menuju kasir.


****


"Kak Lev... sebenarnya kita mau kemana lagi... "tanya Keyra terheran. Karena dari tadi mobilnya tak kunjung berhenti sejak dari supermarket.


"Lihat saja nanti... "jawab Levin singkat dengan menggenggam lengan Keyra erat.



Levin mengajak Keyra ke sebuah Taman.


"Woooowww... Kak.  Indah banget...."


"Dari mana Kakak tahu tempat ini. "tanya Keyra pada Levin.


"Dulu kami sering kesini setelah pulang kuliah.  Apa Fero tidak pernah mengajakmu..?"


"Ehm... Tidak pernah.."Keyra menggelengkan kepala.


Mereka hanya jalan jalan menikmati Taman. Keyra terlihat bahagia walaupun hanya dengan jalan jalan ditaman.  Levin tersenyum bahagia. Belum pernah dia sebahagia ini padahal hanya melihat senyuman kecil dari gadisnya.


Dia tidak akan pernah melupakan momen momen indah bersama gadisnya.


"Kak Lev... besok acara pembukaan perusahaan mu yang baru kan Kak...?"tanya Keyra pada Levin.


Saat ini mereka sedang duduk santai direrumputan dekat Taman. Dan Keyra tak lupa membawa makanan kesukaannya yang dia beli tadi di supermarket.


"Ya besok.. Memangnya kenapa. ?"tanya Levin balik


"Kakak benar mengundangku..? "Keyra menata manik mata Levin.


"Tentu saja...kenapa bertanya begitu.. "


"Tidak... hanya saja...???


"Tenanglah sayang... Aku kan ada disana.. "Levin berpikir tentang trauma Keyra. Dia takut keramaian dan orang asing.


"Bukan itu Kak..."


"Lalu..??? "tanya Levin


"Ehm. ...."


"Gaun pesta yang aku punya sudah lama lama...nanti pulang dari sini aku mau ke mall sebentar ya Kak..."


"Ok...nanti kita ke mall... "Levin memotong penjelasan Key.


Keyra langsung menatap Levin.


"Kita...???


"ehmm.. bukannya tadi Kakak bilang hari ini tidak boleh kemana mana selain denganku.. "ucap Levin santai.


"Tapi Kak.... aku mau jalan jalan sama temen temen kampus. Nanti kita ketemuan di mall.,"rajuk Keyra.


Levin menatap tajam Keyra.


"Tidak boleh.... "tegas Levin.


"Oh Tuhan... Mulai lagi ..."batin Keyra.


"Kaaakkk.... Pleasssee..."rengek Keyra dengan menggoyang goyangkan lengan Levin dan menatap Levin dengan mata puppy eyesnya.


Levin kembali menatap lembut Keyra. Dia memang tidak bisa berbuat apa apa kalau Keyra sudah menggunakan jurus jitunya.


Levin menghela nafas panjang.


"Please sayang... jangan pake jurus itu.."ucap Levin santai.


"Ok.... Kau boleh ke mall dengan mereka dengan satu syarat..."


"Syarat...? Yaah.. Kak Levin curang... "Keyra memanyunkan bibirnya.


"Ya sudah.. Kalau tidak mau.. "ucap Levin santai dan senyum miringnya


"Ok... Ok... Apa syaratnya..."


"Kakak ikut denganmu ke mall...dan tidak ada penolakan.. "tegas Levin.


Keyra kembali memanyunkan bibirnya dan memalingkan muka.


Tapi dia rindu dengan teman temannya. Dia kembali mengadap Levin.


"Baiklah... "ucap Keyra lirih.


Senyum Levin mengembang.


Dia memang saat ini belum bisa mempercayai orang orang terdekat Keyra selama pelakunya belum ditemukan.


"Ayo.. Kita pergi.."


"Kemana Kak..."


"Ke mall..."


Keyra tersenyum manis dan menganggukan kepalanya berkali kali.


Levin mengacak rambut panjang Keyra gemas.


"Seneng banget denger Mall... "gemas Levin.


Levin membantu Keyra untuk berdiri. Keyra berdiri dan tidak lupa dengan susu kotak nya.


Levin berjongkok dan membantu paksa Keyra agar dia segera naik ke punggungnya.


Keyra tidak bisa membantah perlakuan Levin.



"Kak... Kakak ini suka sekali menggendongku... memangnya aku anak kecil... malu tahu Kak..."ucap Keyra manja diceruk leher Levin dengan satu tangan masih memegang susu kotak kesukaannya.


"Kenapa mesti malu...kakak suka semua yang berhubungan denganmu.."ucap Levin santai. Dan beranjak pergi meninggalkan Taman.


"Lagi pula gadisku ini memang seperti anak kecil...lihat saja..tidak pernah seharipun kau ketinggalan minuman mu itu. "ledek Levin dengan berjalan santai.


Keyra memanyunkan bibirnya.


"Turunkan aku Kak... "ucap Key sinis.


Levin tahu gadisnya saat ini sedang marah.


Dia tidak menuruti perintah Keyra.. Levin malah semakin mengeratkan pelukan gendongannya pada Keyra.


"Tidak bisa... "tegas Levin.


"Huft...Dasar tukang ngatur.. "Keyra sengaja berbicara di ceruk leher Levin agar dia mendengarnya.


"Dan Si Tukang Ngatur ini sangat mencintai Keyra Gadis Cantiknya. "ucap Levin singkat.


Keyra tersenyum simpul mendengar pernyataan Cinta Levin.


********


BRAAKK...


"Ini sudah tidak bisa dibiarkan... Berani sekali dia mengabaikan peringatanku. "geram Alex setelah melihat laporan dari mata mata mereka yang selama ini diperintahkan untuk mengikuti Keyra kemanapun dia pergi.


Alex mengepal erat tangannya hingga urat urat tangannya memutih.


"Rupanya loe suka dengan cara kasar. Ok....Gue harus dapetin loe Key atau ga akan ada satu orang pun yang akan dapetin loe.... "janji Alex pada dirinya sendiri.


"Dengar.... Perintahkan pada semua pengawalmu... SERET GADIS ITU KESINI... AKU TIDAK INGIN ADA ALASAN... KUTUNGGU 24 JAM DARI SEKARANG. JIKA TIDAK KALIAN AKAN AKU BUNUH.... "suara keras Alex membuat takut orang orang yang ada disampingnya.


#bersambung.