My Two Men Protector

My Two Men Protector
43.



Mata memerah, keringat dingin tiba tiba saja keluar dengan sendirinya, badannya bergetar sangat hebat,giginya terkatup rapat menahan amarah, kepalan tangannya setiap detik semakin kuat *** hingga memutih.


Itulah yang dirasakan Levin saat melihat sebuah rekaman didepan matanya. Belum pernah dia merasakan sakit sesakit yang dialaminya detik ini saat melihat tubuh seorang gadis dipukul dengan bertubi tubi dengan sebuah kayu, dicambuk dengan sadis nya tanpa perasaan, ditampar muka cantiknya berkali kali hingga dia ikut merasakan panas di pipinya.


Plak.. (suara rekaman video)


Plak.. (suara rekaman video)


"Pilih sekarang juga...berikan kehormatanmu atau aku siksa sampai mati.. " (teriakan seseorang di rekaman video)


"Ma ti... "(suara Keyra lirih di rekaman video)


Air mata Levin sudah tidak bisa dibendung lagi. Pertahanannya runtuh.


Fero...dia sudah mengamuk sendiri tak jelas sampai dicekal oleh Jerry dan Carl untuk menenangkannya.


"Hentikan... "ucap Jon agar rekaman video dimatikan


"Tidak... "teriak Levin.


Rekaman demi rekaman diputar hingga habis. Mereka menyiksa Keyra bergantian hanya karena dia mempertahankan kehormatannya. Hingga dia pingsan tak sadarkan diri.


Levin menundukan kepalanya lemah. Kenapa takdir seperti ini pada dirinya. Kenapa takdir tidak mempertemukan dengan Keyra terlebih dahulu dengannya.


"A i r... "(suara Keyra sangat lemah terdengar direkaman video)


Kepala Levin langsung tersentak mendekatkan wajahnya pada layar laptopnya. Tiba tiba dirinya langsung histeris.


"Air... Air.... Hei ambilkan air untuknya.. Kemana kalian bajingan.. "teriak Levin pada layar laptopnya. Diketuk ketuk layar laptop itu.


"Cepat ambilkan air untuk istriku... Cepat...dia kehausan..."teriak Levin semakin histeris.


Levin kalut dan tak bisa dikendalikan.


"Tolong hentikan. "perintah Jon tegas. Dan diikuti oleh Moe yang tiba tiba menarik flashdiscnya dari dalam laptop.


"Levin...ku mohon kendalikan dirimu nak.."ucap Jon dengan mencekal tubuh Levin yang terus memberontak.


"Heeii...kenapa mencabutnya. Pasang lagi rekaman itu. Cepat... "teriak Levin menangis histeris tidak mendengar ucapan Jon.


Menangis... Semua orang tersentak melihat tangisan Levin. Belum pernah mereka melihatnya menangis sesedih itu.


"Nak...Dad mohon tenangkan dirimu. Demi Keyra demi istrimu kendalikan emosimu.."Jon menenangkan Levin lirih.


Levin mulai sedikit lebih tenang namun masih terisak.


"Putar kembali videonya... Ku mohon..


Aku hanya ingin memastikan istriku dia beri air tidak . Dia kehausan Dad.."isak Levin.


"Oh Tuhan...kenapa ini terjadi padanya Dad..."ratap Levin dia menutup wajah dengan kedua tangannya.


"Istri anda sangat kuat...meskipun mereka tidak memberinya air sedikitpun. "ucapan Moe membuat Levin dan Fero membelalakan mata tak percaya.


"Tidak setetes dan tidak sesuap makanan yang dia makan. Dijaman sekarang dimana para wanita banyak yang rela menjajakan tubuhnya karena uang dan sesuap makanan tapi hanya satu wanita yang tidak rela tubuhnya disentuh sedikitpun oleh orang asing. Bahkan dia memilih kelaparan,kehausan, kesakitan yang teramat karena luka diseluruh tubuhnya. "


"Dia menahannya terus menahannya agar tidak membuat sang Ayah khawatir. Dia mencoba tersenyum agar tidak membuat air mata sang Ayah turun. Tapi ayah tetaplah ayah dia datang sendiri menuruti permintaan mereka tanpa sepengetahuan kami untuk menjemput putri kesayangannya. "


"Namun apa yang dia dapat...sekuat apapun Tuan Hijaya tidak sepadan dengan kekuatan mereka yang pengecut. Mereka menyiksa Tuan Hijaya...membalas karena Tuan Hijaya telah membuat perusahaannya bangkrut. "


"Selanjutnya anda tahu sendiri kan Tuan Fero. Kami tidak akan menceritakannya lagi. Sekarang tujuan kami kemari adalah menyelesaikan semuanya. Entah ini dendam atau apa tapi penjahat itu harus segera ditangkap... "


"Rekaman ini adalah bukti untuk menahan mereka dan memasukkannya kedalam penjara. "ucap Moe.


"Siapa mereka..? "


"Namanya adalah James. Tuan Jon pasti mengenalnya. Dia adalah rekan bisnis anda.."


"Apa..? "ucap Levin dan Jon bersamaan.


"Dia adalah orang yang membuat perusahaan anda kritis. Dia seorang mafia, penyelundup barang barang terlarang dan dia adalah orang yang sama yang berusaha menghancurkan perusahaan Tuan Hijaya dulu"


"Apa..!"


"Apa dia mengenal Keyra sebagai salah satu programmer perusahaan Ayah.? "tanya Fero.


"Tidak...Ayah anda menutup semua akses tentang Nona Keyra. "


"Nona Keyra diculik karena mereka hanya menganggap dia sebagai putri kesayangan Tuan Hijaya "


"Jadi itu yang membuat dia trauma psikis..."ucap dokter Joey tiba tiba.


"Maksud Anda...? "tanya Jon


"Setelah mendengar cerita dari Tuan Moe saya mendapat kesimpulan bahwa selain siksaan fisik Nona Keyra juga trauma karena dia tidak ingin kehilangan lagi orang orang tercintanya. "


"Pertama Tuan Fero dan Bundanya. Sekarang Tuan Levin. Ditambah lagi semua keluarga dari Tuan Levin sangat menyayanginya. Itu yang membuatnya menutup rapat rapat rahasianya. Rahasianya yang ingin membalaskan dendamnya tapi dia simpan dalam hatinya.. "lanjut Dokter Joey.


"Anda benar... Dia sangat tertekan. "ucap Moe.


"Bagaimana perasaan kalian melihat orang yang sangat kita sayangi disiksa hingga tewas didepan mata kepala sendiri..?"ucapan Moe membuat semua orang diam terharu.


"Tuan Levin...kami juga ingin berterimakasih padamu. "ucap Moe membuat Levin mengernyitkan dahi.


"Terimakasih...? "tanya Levin terheran.


"Kami bisa lihat bahwa anda sangat mencintai Nona kami. Anda menikahinya tanpa mementingkan masa lalu Nona Keyra. Sejak Tuan Hijaya meninggal Nona Keyra sudah kami anggap putri kami sendiri. Kami takut jika ada yang tahu masa lalu Keyra dia menolak menikahinya. Tapi percayalah putri kami sangat menjaga kehormatannya. "


"Aku tahu..."


"Dia istriku. Aku tidak perduli dengan masa lalunya. Aku tidak perduli meskipun dia menyimpan rahasia terbesar sekalipun. "


"Dan untuk penjahat yang telah membuat istriku menderita aku yang akan membalasnya. "ucap Levin tegas.


Levin, Fero dan yang lainnya bertekad untuk membuat rencana menghancurkan mereka. Dibantu oleh Moe dan Fian yang sudah menyelidiki mereka sejak dulu hingga informasi sekecil apapun sudah dapat mereka kantongi.


"Maaf...ada satu hal lagi yang harus kalian tahu. "ujar Dokter Ken tiba tiba


"Ada lagi.. ?"tanya Fero


Dokter Ken menganggukkan kepala dan mengambil kembali hasil lembaran scan Keyra yang tergeletak di meja.


"Saya ingin anda melihat ini. "Dokter Ken menunjuk dua bulatan kecil di bagian perut tubuh Keyra pada lembaran itu.


"Apa ini..?"Levin melihat hasil lembaran itu dengan seksama.


"Memang sangat kecil dan terlihat samar samar. Kami ragu memastikannya jadi saya hubungi Dokter Kriss untuk menjelaskannya. "wajah Levin seketika tegang kembali mendengar penjelasan Dokter Ken.


Kelihatan sekali Levin sangat frustasi dia memijat keningnya dan langsung terdiam.


"Oh Tuhan apalagi ini.. "batin Levin.


"Perkenalkan saya Dokter Kriss. Saya datang kesini karena perintah Dokter Ken.."sapa Dokter Kriss yang sedari tadi diam dengan mengulurkan tangannya.


Levin membalas uluran tangan Dokter Kriss dengan senyum terpaksa.


"Entahlah berita apa lagi yang akan aku dengar. Tapi aku harap berita yang kau ingin sampaikan adalah berita baik. "ucap Levin bernada sendu.


Dokter Kriss tersenyum.


"Jika berita istri anda hamil apakah termasuk berita baik menurut anda..? "


"Tentu saja itu.. "Levin baru sadar setelah beberapa detik ucapan Dokter itu dicerna dengan baik olehnya.


"APAA...? "teriak Levin tak percaya.


Ya meskipun baru beberapa kali dia berhubungan dengan Keyra tapi tak dipungkiri jika setiap melakukan itu pasti lebih dari dua kali.


"Istri anda Keyra sedang hamil Tuan Levin. Janinnya masih sangat muda berumur kurang dari tiga minggu tapi saya bisa pastikan itu adalah janin bayi kalian. "jelas Dokter Kriss dengan wajahnya yang terlihat antusias.


"Anda tidak bercanda kan Dokter..? "


"Apa anda tidak lihat dari wajahku yang sangat antusias menjelaskannya semuanya pada anda.?"


"Setelah mendengar penjelasan sebelumnya dari Dokter Ken tentang bagaimana dia melawan penjahat seorang diri tanpa dia tahu bahwa sebenarnya dia sedang mengandung saya menjadi penasaran hingga memeriksanya berkali kali. Bagaimana mungkin mereka sangat kuat didalam rahim seorang ibu yang sedang bertempur. It's miracle... ?"jawab Dokter Kriss.


"Ya itu benar Tuan Levin. Saat pertama kali saya memeriksa Nona Keyra detak jantungnya selalu tidak stabil seperti orang yang sedang hamil. Oleh karena itu saya memanggil Dokter Kriss karena dia dokter kandungan. Maaf jika saya melakukannya tanpa ijin anda Tuan Levin.."ucap Dokter Ken.


"Mereka....? "tanya Levin lirih


"Maksud anda 'mereka sangat kuat didalam rahim'...? "


"Mereka...janin yang berada didalam rahim Nona Keyra ada dua. Nona Keyra sedang mengandung bayi kembar. "ucap Dokter Kriss


Semua orang seketika tersenyum bahagia dan bertingkah aneh. Seakan cerita haru tentang Keyra tiba tiba menghilang diganti dengan berita kebahagiaan.


Fero ...dia langsung meloncat kegirangan.


"Wooo....aku jadi uncle Dad... "ucap Fero merangkul Dad Jon.


"Yes Son....Dady juga akan jadi Granpa... Oh God... I'm so happy.. "ucap Jon dengan senyum lepas.


"Dad...aku...sebentar lagi jadi ayah.?" ucap Levin tak percaya


"Ya...itu benar Nak. Selamat untukmu. "Jon merangkul Levin.


Levin meneteskan air mata.


"Oh God Dad... aku sangat bahagia. Aku akan jadi ayah.."ucap Levin dengan tawanya namun air matanya tak bisa berhenti keluar.


Dia bergantian merangkul semua orang yang ada di ruangan itu dan mengucapkan 'aku akan jadi ayah'.


"Tunggu...apa Key tahu kalau dia sedang hamil.?"


"Belum Tuan Levin. Akan lebih baik jika anda sendiri yang memberitahunya. "ucap Dokter Kriss.


"Tentu..."


"Dad...aku akan pergi. "ucap Levin tergesa.


"Pergilah Nak...semoga kalian selalu berbahagia"


Namun tiba tiba ponsel Levin bergetar. Dan saat melihatnya sebuah panggilan video dari Kevin.


Levin segera menerima panggilan itu.


"Heii Kak....apa urusanmu sudah selesai..."wajah Kevin terlihat garang menahan amarah.


"Ada apa..? "


"Kak Keyra.... dia ..."


"Kenapa dengan Keyra Kev... "teriak Levin sambil berlari meninggalkan ruangan. Namun segera diikuti oleh Fero dan yang lainnya.


"Kak Keyra dari tadi menangis Kak. Aku dan Sandy sudah mencoba menghiburnya tapi malah semakin keras ...sudah satu jam dia menangis histeris Kak. "


"Aku segera kesana. Kau tetap jaga dia. "


"Baik Kak... "ucap Kevin dan mengakhiri panggilannya.


Levin dengan tergesa segera menaiki mobilnya dan langsung menancap gas dengan kilat tanpa memperdulikan panggilan Fero yang dari tadi mengikutinya.


〰〰〰〰〰


"Kak...sebenarnya kau ini kenapa Kak.. katakan pada kami. Kakak ingin apa nanti Kevin belikan... "Kevin membujuk Keyra yang masih terduduk di rerumputan dengan kedua tangan melingkar pada kedua lututnya yang ditekuk dan ditenggelamkan kepalanya kedalam lekukan lutut itu.


Yang mereka tahu setelah seorang gadis menyanyikan lagu terakhir saat acara hiburan singkat tadi di taman rumah sakit Keyra mulai terisak.


"Kak...bagaimana kalau kita kembali ke kamar.?"Sandy yang dari tadi disamping Keyra terus membujuknya namun hanya gelengan kepala tanpa suara yang ditunjukan Keyra.


Kevin dan Sandy putus asa hingga mereka saling pandang tak jelas. Hingga keputusan terakhir diambil oleh Kevin. Dia menjauh dari Keyra dan Sandy lalu segera menghubungi seseorang.


Beberapa menit kemudian Kevin kembali dan berjongkok didepan Keyra yang masih menunduk terisak.


"Aku sudah menghubungi Kak Levin. Dia sebentar lagi kesini.."ucap Kevin pada akhirnya.


Ucapan Kevin membuat Keyra menengadahkan kepalanya menghadap Kevin. Mata indahnya merah dan sembab karena tangisannya yang tak kunjung berhenti. Hanya sedetik saat mendengar nama Levin dia berhenti menangis. Hatinya berdesir saat Kevin menyebut satu nama yang sangat dirindukannya.


Sungguh sebenarnya dia hanya ingin bertemu dengan suaminya. Tidak ada yang lain. Tapi kenapa dia tidak bisa mengatakannya pada Sandy dan Kevin.


"Aku i ngin ber temu dengannya... hiks.."ucap Keyra dengan terbata dan air mata yang terus mengalir.


Kevin terkejut dan tak tega melihat wajah sembab kakak iparnya.


Namun setelah itu dia menundukan kembali kepalanya dan menangis semakin histeris.


"Shit.. Dia itu kenapa lama sekali sii...!!"geram Kevin tambah frustasi.


"Oh Tuhan ... Kak kumohon jangan seperti ini kau membuatku khawatir.. "Sandy memeluknya dengan sangat erat karena tubuh Keyra semakin bergetar.


"Sayang..... "


Suara seseorang tiba tiba membuat mereka menolehkan pandangannya. Tidak terkecuali Keyra yang memang sangat merindukan suara itu. Suara yang selalu membuat hatinya tenang.


Keyra mengangkat kepalanya pelan.


"Kak Lev in... "ucap Keyra lirih dan sedikit tersenyum.


Levin tersentak melihat wajah cantik istrinya begitu menyedihkan. Matanya merah dan sembab sungguh sangat membuat hatinya tidak tahan melihatnya.


Dia mempercepat langkahnya dan berjongkok menyetarakan tinggi badannya dengan wanita yang sangat di rindukannya.


Levin menangkap kedua pipi Keyra dan memandangi beberapa detik seluruh wajah istrinya itu tanpa berkata apa apa.


Sungguh wanita ini sangat di rindukannya.


Dia mengecupi seluruh wajah Keyra dari kening,pelipis,kedua mata, hidung, pipi dan bibirnya berkali kali hingga tanpa sadar air mata turun dari mata Levin . Entahlah hari ini dia sering kali menangis jika berhubungan dengan istri cantiknya itu.


"Maaf... "ucap Levin lirih tangannya tak berhenti mengelus dan mengusap sisa air mata Keyra.


Keyra yang sudah lebih tenang dan tidak menangis lagi sekarang sedang menatap wajah tampan Levin.


Kenapa hanya dengan melihat wajah suaminya saja dia sangat sangat bahagia seperti telah mengalahkan beribu ribu virus komputer yang ganas. Hatinya berbunga seketika saat Levin mengecupi seluruh wajahnya. Kenapa akhir akhir dia sangat lebay...


"Aku ingin pulang Kak...."ucap Keyra dengan mengalungkan lengannya di leher Levin.


"Aku bosan disini...karena disini aku jarang sekali melihatmu. Aku merindukanmu Kak... "ucap Keyra lirih dan kembali terisak.


"Maafkan aku...kita akan pulang. Ayoo.."Levin langsung mengangkat Keyra ala brydal. Dalam pangkuannya Keyra tak sedetik pun melepas tatapan pada Levin. Sikapnya berubah menjadi pendiam dan tunggu...ada air mata yang menggenangi matanya. Apa suaminya itu menangis.


Keyra mengusap pelan bawah mata Levin dan jatuh lah setetes air matanya.


"Apa aku yang membuatmu menangis..?"tanya Keyra pada Levin yang masih menggendongnya dalam diam. Tidak satu patah kata pun keluar dari mulutnya.


Tidak kunjung mendapat jawaban dari Levin...Keyra mengeratkan pelukan di leher Levin dan menenggelamkan kepala di dadanya. Dan mengucapkan kata "maaf." pada Levin.


Levin mengecup kening Keyra.


"Love you... "ucap Levin setelah mengecup kening Keyra.


Keyra tersenyum dalam gendongan Levin hingga memejamkan mata.


Saat ini dia hanya ingin membawa istrinya pergi dari tempat ini dan selalu menemaninya. Entahlah perasaan bahagianya ini ingin sekali disalurkan pada istrinya itu. Dia akan membayar semua kesalahannya dan dia berjanji mulai detik ini dia tidak akan menjauhkan Keyra dari dirinya walau sedetik pun walau apapun yang akan terjadi nanti.


Saat tiba Levin dan Keyra di rumah besar Jon mereka disambut meriah oleh keluarga besar Jon. Tak sedetikpun Levin melepas pelukan dipinggang Keyra.


"Selamaat dataaanggg kembali..."teriak mereka saat Levin dan Keyra memasuki ruang tamu.


Keyra mengembangkan senyuman lebarnya. Satu tangannya masih diperban namun tak dirasakan oleh Keyra dia berlari kecil menghampiri Mommy dan Jon. Melihat tingkah Keyra yang lincah semua orang berteriak.


"Stttooopppp.... "teriak mereka. Mommy, Jon, para uncle, para aunty, Sandy, Kevin, Maxy dan Rey. Dan langsung mendekat pada Keyra agar dia tidak perlu berlari.


Teriakan mereka membuat Keyra berhenti seketika dan memandang mereka aneh.


"Ada apa dengan kalian aku hanya ingin memeluk Momy. "ucap Keyra polos.


Momy mendekati Keyra dengan merentangkan kedua tangannya.


"Kemarilah sayang...Momy juga ingin memelukmu. Ohh God... Momy sangat merindukanmu sayang... "ucap Momy dengan memeluk Keyra erat.


"Maaf karena waktu itu Momy tidak dirumah jadi... "


"Sudahlah Mom...i'm ok now... See. "ucap Keyra dengan memutar pelan tubuhnya memperlihatkan pada Momynya bahwa dia baik baik saja.


Melihat tingkah gemas Keyra semua tertawa bahagia. Levin mendekat dan merengkuh kembali pinggang Keyra.


"Kenapa putri cantikku menggemaskan sekali...sini kiss Momy dulu.. "Keyra mengecup pipi Momy kanan kiri dan setelah itu berganti Momy yang mengecup pipi Keyra.


Tak ada yang tidak tersenyum melihat keakraban mereka. Kasih sayang seorang ibu mertua kepada menantu kesayangannya membuat mereka terharu.


"Momy sudah dong gantian Dady... "Jon mendekat memeluk Keyra.


"Maaf karena Dady terlambat datang.."ucap Jon sambil mengelus rambut panjang Keyra.


"It's ok Dad...yang penting Dad datang...jika tidak mungkin aku...."ucap Keyra dan segera dihentikan oleh Jon.


"Kumohon jangan berkata seperti itu. Mulai detik ini Dady pastikan tidak akan ada kejadian seperti itu terulang kembali pada keluarga kita. "ucap Jon lalu mengecup kening Keyra.


Semua berganti memeluk Keyra menyambut kedatangannya.


Setelah acara melepas rindu Levin mendekat dan merengkuh kembali pinggang Keyra.


"Sayang...apa kau bahagia .?"


"Tentu saja Kak...setelah kau membuatku dipenjara selama tiga hari dan itu sangat membosankan.."


"Maaf...aku hanya ingin memastikan istriku sudah benar benar sembuh. Maafkan aku sayang... "


"Aku maafkan..."ucap Keyra dan tersenyum manis. Levin langsung menarik Keyra dalam dekapannya.


"Ada dua hal lagi yang ingin aku beritahukan padamu. "ucap Levin.


Keyra menguraikan pelukan Levin.


"Ehmm...apa itu?"tanya Keyra dengan penasaran.


"Tapi berjanjilah mulai sekarang kau tidak boleh melakukan kegiatan keras dan berlebih...terpaksa sekalipun. "ucap Levin tegas.


"Apa maksudmu kegiatan keras dan berlebih... "Keyra mengerutkan keningnya. Sungguh dia tidak mengerti arti kata itu.


"Bertarung...berlatih mungkin tanpa sepengetahuanku"


"Sejak aku menikah denganmu aku tidak pernah melakukannya tapi tidak jika dalam keadaan terpaksa hehe.. "


"Aku serius sayang.... "


"Ok... Ok... jadi apa hal itu? "desak Keyra.


"Berjanjilah dulu.. "


"Aku berjanji aku akan menuruti perintahmu...tapi tidak berjanji jika keadaan tersulit karena aku harus melindungi keluargaku. "ucapan Keyra dari mulut dan dari hati tidak pernah sinkron.


Mata Keyra menatap tajam Levin yang tak kunjung mengatakan apapun. Bahkan para penghuni rumah pun ikut terdiam membuat suasana menjadi tegang seketika.


"Kak... Ayolah... "Levin terkejut saat Keyra menggoyangkan lengannya.


"Apa kau tahu kenapa mereka tadi berteriak saat kau ingin berlari menghampiri Mommy.. ?"


Keyra dengan wajah polos dan innocent nya menggelengkan kepalanya. Tentu saja itu membuat Levin gemas dan menarik tubuh Keyra hingga menempel ke tubuhnya.


"Kenapa kau semakin menggemaskan hah...apa ini efek karena kau sedang hamil. ."ujar Levin dengan santainya.


Seketika tubuh Keyra terkaku dipelukan Levin.


Keyra mendorong tubuh Levin dan terdiam mencerna ucapan Levin.


"Apa....aku hamil... "batin Keyra


Tanpa dia sadari tangannya mengelus perutnya pelan. Air mata tiba tiba menetes.


"Apa itu benar...?"isak Keyra lirih


"Itu benar sayang...didalam perutmu ada dua janin yang masih sangat muda. Mereka baru berumur tiga minggu."


Ucapan Levin membuat Keyra menutup mulutnya tidak percaya.


"Oh Tuhan..." Keyra hampir jatuh berlutut namun dengan cepat Levin menyangga tubuhnya.


Levin mengernyitkan dahinya. Apa dia tidak senang mendengar kabar bahagia ini.


"Aku hamil....Oh Tuhan.... Aku hamil.."tangis Keyra


"Apa kau tidak senang... "


"Apa maksudmu Kak.. ?"ujar Keyra disela sela tangisnya. Tidak percaya dengan ucapan suaminya.


"Tidak ada seorang istri yang tidak senang mendengar bahwa dirinya sedang hamil. Apa lagi seorang Keyra yang dulu pernah disiksa seperti hewan. "


Deg


Deg


Ucapan Keyra membuat semua para penghuni rumah menegang seketika.


Levin tercengang mendengar ucapan Keyra.


"Sayang.."


"Apa kau tahu Kak...mereka kejam sekali. Mereka mengurungku tanpa memberi makan dan minum.... menyiksa menampar dan memukulku. Mereka menendang perutku berkali kali. Aku takut tidak bisa punya anak Kak... "tangis Keyra penuh emosi bahkan tanpa sadar menceritakan sendiri lukanya.


Sudah cukup....cukup...Levin tidak bisa menahannya. Ditarik tubuh Keyra dan dipeluknya erat. Sangat erat. Seakan akan jika melepas sedetik saja dia akan kehilangannya.


"Cukup....cukup sayang. Kumohon hentikan. "ucap Levin lalu menguraikan pelukannya.


"Dengar...wanita di depanku ini dia adalah seorang Keyra yang sangat sangat kuat. Wanita didepanku ini adalah seorang Keyra yang telah bertaruh nyawa mempertahankan kehormatannya hanya untuk suaminya. Wanita didepanku ini adalah istriku...istri yang sangat aku cintai yang sedang mengandung anakku... anak kita. "


Ucapan Levin membuat hati Keyra terkesiap. Tanpa aba aba Keyra menabrak tubuh Levin hingga terhuyung namun dia masih bisa menahannya.


Keyra menangis bahagia.


Namun tiba tiba baru tersadar dan menutup mulutnya.


"Oh Tuhan... Apa yang telah kulakukan..?? "


"Apa tadi aku menceritakannya...? "


"Masa laluku..? "