
"Sebenarnya kita mau kemana Kak..."sejak Keyra dan Levin keluar dari mall Levin langsung membawa Keyra kedalam mobil mewahnya.
Tanpa melepas tautan tangannya pada jemari istrinya Levin terus saja menyetir mobil dengan satu tangannya dengan tersenyum.
"Kau belum pernah kekantorku yang disini bukan..? "ucap Levin sambil mengecup punggung lengan Keyra.
"Jadi kita akan kesana..? "
"Hmm.. "angguk Levin karena saat ini dia sangat senang sekali. Entah karena apa saat ini dia bersemangat sekali ingin membawa Keyra kekantornya.
"Apa ada masalah Kak..? Kenapa tiba tiba kita ke kantor..? "Keyra membalas genggaman tangan Levin dengan satu tangannya yang bebas.
"Dady bilang salah satu klien kami ingin menemuiku karena mereka hanya mempunyai waktu satu hari saja tinggal dikota ini."
Keyra mengangguk paham atas jawaban suaminya. Sebegitu penting dan berkuasa kah suaminya ini.
Dia berpikir sejenak saat teringat kata kata Zoya.
"Kak...Apa kau pemilik tunggal kampus tempat kuliah Sandy dan saudaraku yang lainnya.?"
Levin mengernyitkan dahinya menatap sekilas istrinya itu lalu kembali fokus menyetir mobilnya.
"Saudaraku...?"tanya Levin
"Yaa..saudaraku. Kevin Rey dan Maxy.. "
"Aku tahu itu sayang. Tapi nada bicaramu..? "
"Memang kenapa dengan nada bicaraku.. ?"Keyra sungguh tak mengerti dengan pertanyaan suaminya itu.
"Nada bicaramu menunjukan kau sangat menyayanginya. Bahkan sepertinya kau sudah menjadi milik mereka.. "
Keyra memutar bola matanya jengah. Suaminya ini sedang cemburu pada keempat saudara sepupunya.
Keyra tersenyum tak menjawab pernyataan Levin. Biarkan dia merajuk. Kita lihat saja sampai kapan.
"Sayang... "
"Hmm.. "
"Keeyy.... "
"Ya.. "
Levin menghentikan mobilnya. Dan menarik lengan Keyra yang dari tadi digenggamnya hingga tubuh Keyra merapat ke dada bidang Levin.
Levin merangkul tubuh Keyra hingga tidak berjarak secenti pun.
Tanpa aba aba Levin menyentuh bibir istrinya dengan bibirnya. Dalam sedetik Levin sudah melumat lembut bibir wanitanya. Keyra menyambutnya..lihatlah..bahkan suaminya itu tidak tahan didiamkan olehnya walaupun hanya beberapa menit.
Setelah melepas pagutannya Levin menatap Keyra sambil mengusap bibirnya yang basah.
"Apa kau tadi mengabaikanku sayang..? "
"Kakak duluan yang merajuk padaku. "
Levin memeluk Keyra erat.
"Aku tidak suka kau menyayangi seseorang melebihi diriku.. "
Keyra membalas pelukannya dengan melingkarkan kedua tangan dileher Levin.
"Oh suamiku sedang cemburu.. "Keyra mengusap rambut halus suaminya.
"I'm serious honey.. "
"I know that. Dan aku juga serius.... Tidak ada yang melebihi cintaku pada suami tampanku ini."
Kata kata Keyra membuat hati dan jantung Levin berdebar cepat. Dia tersenyum dan semakin merapatkan pelukannya.
"Apa kita akan terus seperti ini.. "Keyra bukannya tidak nyaman dalam posisi sekarang ini. Bahkan sejak dia hamil sepertinya dia tidak ingin sedetikpun jauh dari suaminya.
Tapi lihatlah bahkan sudah lama Levin memeluknya tanpa mau sedikitpun mengendurkan pelukannya.
"Ehhmm sayang....aku paling suka memelukmu. Sebentaaar saja... "
"Apaaa kita tidak jadi kekantor..?"ucap Keyra pelan
Levin mulai mengendurkan pelukannya.
"Kau benar sayang.... Haahhh... Dady mengganggu acaraku. Padahal aku sudah ijin satu hari tapi tetap saja dia terus menggangguku. Kalau begini caranya kenapa tadi aku harus ijin .."Levin menggerutu panjang sambil merapikan dandanan rambut dan baju Keyra. Dan Keyra...dia hanya tersenyum simpul.
"Perfect... Istriku cantik sekali ternyata. Bagaimana kalau kita pulang saja sayang. "
Keyra menepuk lengan Levin pelan.
"Dan kau ingin mengabaikan perintah Dady.. "
"Baiklah sayang... Ayoo... "Levin keluar dari mobil dan Keyra terkejut. Bagaimana tidak...jadi dari tadi mereka sudah sampai tujuan dan adegan tadi...
"Oh Tuhan... Kak Leviinnn" teriak Key dalam hati.
Keyra mengintip dari dalam mobil gedung mewah didepannya. Dia pun sampai menengadahkan kepalanya keatas karena tingginya gedung itu.
"Ayo sayang... "Levin membuyarkan lamunan Keyra.
"Jadi dari tadi kita sudah sampai Kak.."ucap Keyra sambil menerima uluran tangan Levin.
"Ehem..."jawab Levin santai.
Keyra menepuk dada Levin pelan.
"Kenapa tidak bilang dari tadi. "
"Memang kenapa...?"ucap Levin dengan menarik lengan Keyra sambil masuk kedalam gedung megah itu.
"Bagaimana kalau ada yang melihat kita tadi dimobil..."
"Tak ada yang berani sayang..."langkah Levin terhenti hingga kening Keyra menubruk pinggang Levin dan berteriak.
"Aww Kaakk... "jerit Keyra sambil mengelus keningnya.
"Oh Tuhan...maaf sayang...maaf ..."Levin dengan penuh khawatir mengelus elus lembut kening Keyra sampai mengecupnya berkali kali membuat Keyra jengah dengan suami posesifnya.
"Kaakk...kumohon hentikan. Aku malu...lihatlah mereka terus memandangi kita Kak. Mengertilah.. "Levin mengedarkan pandangannya dan tampak beberapa karyawannya sedang menatap mereka dengan senyum senyum.
Levin menatap tajam mereka dan seketika mereka langsung pergi kedalam ruangannya masing masing.
"Jangan pedulikan mereka ok. Kau harus tetap disampingku... disampingku. "ucap Levin tegas pada akhir kalimatnya. Lalu tanpa memperdulikan ekspresi istrinya Levin menarik kembali lengan Keyra dengan erat.
Keyra kesal memanyunkan bibirnya.
"Kau mulai menggodaku sayang.. "bisik Levin.
Keyra memukul pelan dada Levin dengan satu tangannya yang bebas.
Namun dibalas dengan tawa Levin yang membuat para pekerja disana terkagum heran karena baru kali ini mendapati Bos Besarnya tertawa... Tertawa.
Levin merangkul pinggang Keyra posesif bahkan sesekali mengecupi puncak kepalanya. Dan sekali lagi mereka menjadi pusat perhatian.
Levin segera membawa Keyra keruang rapat sesuai perintah Dady Jon.
"Son...akhirnya kau datang..."ucap Jon santai namun dia langsung berdiri saat Keyra berdiri dibelakang Levin dan menyambutnya.
"My princess... "
"Dadyy... "
Keyra langsung berhambur memeluk Dadynya dan Jon pun menyambutnya dengan sayang. Kemudian mengecup kening Keyra
"Bagaimana keadaanmu sayang.. dan cucu cucu Dady..? "
"Keyra sehat Dady begitupun mereka.."ucap Keyra dengan mengelus perut buncitnya.
"Oh syukurlah sayang... Kemarilah duduk disampingku.. "Jon menuntun Keyra agar duduk dikursi kosong sebelahnya.
Setelah Keyra duduk Levin menyusul duduk disampingnya. Hingga Keyra sekarang duduk dengan diapit oleh kedua pria disampingnya.
Levin menarik satu lengan Keyra agar bisa digenggamnya.
Dan itu pun tak luput dari pandangan para peserta rapat dan beberapa kliennya. Mereka sangat penasaran dengan wanita cantik yang datang bersama bos besarnya.
"Maaf...sebelum rapat kita mulai lagi. Kami ingin tahu siapa wanita cantik ini..?"tanya seorang klien.
Levin mengepalkan tangannya hanya mendengar pertanyaan ringan dari seseorang.
"Kau ber... "ucapan ketus Levin terpotong oleh Jon.
"Dia putriku. Tepatnya menantu kesayanganku. Dia istri dari putraku Levin. "ucap Jon tegas.
"Oh maafkan saya Tuan Jon. Berlaku tidak sopan. Tapi karena kami belum pernah mendengar kabar pernikahan Tuan Levin mengingat betapa besarnya kekuasaan keluarga Ferdinand. "
Keyra diam terpaku membuat kedua pria disamping kanan kirinya menoleh padanya. Tanpa dugaan Jon menggengam lengan kanan Keyra seolah memberinya kekuatan. Dan Levin yang memang dari tadi menggengam lengan kiri Keyra malah semakin mengeratkannya.
Hingga kini mereka pun tercengang dengan perlakuan sayang mereka pada wanita cantik yang duduk ditengahnya.
"Mereka menikah di Indonesia dan kami sebentar lagi akan mengadakan resepsinya. Kalian pasti kami undang jadi tunggu saja.. "ucap Jon pada akhirnya.
Keyra dan Levin menoleh bersamaan.
"Daddyy.. "
"Daddy.. "
Ucap Keyra dan Levin serempak.
Jon hanya tersenyum santai dan mengangkat bahunya.
"Baiklah kita lanjutkan rapat... "perintah Jon tegas.
Saat rapat berlangsung Keyra sama sekali tidak mengganggu acara rapat, dia hanya mendengar dan menyimak. Sedikit banyak dia sudah paham apa yang mereka bicarakan.
Levin pun dengan tegas dan berwibawa mengikuti rapat tersebut. Meskipun selalu membuat Keyra disampingnya mengernyit heran karena jika suaminya bersuara selalu dengan nada dingin dan datar. Sangat berbeda sekali jika sedang bersamanya.
Dady Jon pun lebih banyak diam dan menyimak karena kebanyakan Levin lah yang berperan penting dalam rapat ini. Dia hanya akan bersuara jika ditanya saja.
Satu jam rapat itu baru selesai dan menghasilkan hasil yang sempurna. Para klien dan para karyawan berlalu satu persatu meninggalkan ruang rapat. Hingga tertinggal Jon Levin dan Keyra.
"Dad...ada yang ingin aku tanyakan dari tadi Dad..? "Keyra mulai membuka suaranya yang dari tadi terdiam.
"Apa itu sayang..? "
"Apa Dady dan Momy merencanakan sesuatu... maksudku resepsi pernikahan.?"
Jon tahu pasti hal ini membuat bingung putri menantunya.
"Lebih tepatnya Momy dan para auntymu yang sedang merencanakannya. Dady hanya membantu sedikit sesuai perintah Nyonya besar kita. "Jon mengelus rambut Keyra dengan sayang.
"Kenapa tidak memberitahuku Daaad... "
"Apa kau tidak suka sayang...kalau kita adakan resepsi pernikahan..? "tanya Levin dengan langsung menarik kursi yang didudukinya agar berjejer dengan istrinya.
"Bukan itu Kaak... "
"Maafkan Dady dan Momy sayang...karena belum memberitahumu. Momy bilang dia ingin membuat kejutan untuk menantu kesayangannya. Dan menurut Dady itu tak masalah malah memang seharusnya kau diperkenalkan sebagai anggota baru keluarga Ferdinand. "pernyataan Jon diangguki dengan antusias oleh Levin.
"Bukan itu Dad...
"Aku malah senang dengan perlakuan seperti ini padaku. Kalian begitu sayang padaku dan begitu menerimaku itu saja sudah cukup bagiku. Tapi aku...."ucapan Keyra menggantung dengan mata berkaca.
Jon dan Levin menatap Keyra dengan pandangan teduh. Betapa mereka sangat menyayangi wanita didepannya ini.
"Key sepertinya tidak pantas. Key takut malah akan mempermalukan keluaga besar kalian.. "isak Keyra dengan air mata mulai mengalir.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang mendengarkan didepan pintu yang sedikit terbuka.
"Sayang kau bicara apa..? "Levin menggenggam kedua tangan Keyra.
"Maaf...sepertinya sekarang ini aku lebih cengeng.. "ucap Keyra dengan mengusap air matanya.
"Tapi biarkan aku bicara dengan Dady Kak... "lanjutnya.
"Saat di Indonesia mungkin Key tidak memikirkan sampai situ. Tapi saat disini...satu persatu mulai aku ketahui. Betapa besar kekuasaan keluargamu Dad. Sampai sampai aku dibuat menciut saat mendengarnya jika dibandingkan dengan keluargaku. Ya...aku jadi tidak percaya diri Dad, aku takut mempermalukan keluarga kalian. Sudah beberapa hari ini aku memikirkan hal ini Dad. Tapi semua itu hilang begitu saja karena perhatian dan kasih sayang kalian padaku. Jadi bisakah tidak melanjutkan acara itu...? "
"Tidaak... "ucap seseorang dengan membuka pintu dari luar dengan mata memerah karena menangis.
"Mommy... "ucap Jon dan Levin bersamaan.
Mommy Levin menarik kursi agar berhadapan dengan Keyra. Lalu menggenggam kedua tangan Keyra.
"Mommy kenapa..? "tanya Keyra lirih dan dengan lembut menghapus air mata yang mengalir dipipi Mommy mertuanya.
"Kenapa kau bicara seperti itu sayang. Siapa yang membuatmu berpikiran seperti itu? "
Keyra menggelengkan kepalanya menandakan bahwa tidak ada siapapun yang membuatnya berpikiran seperti itu.
"Kau dengarkan Momy sayang. Kau tidak hanya pantas untuk keluarga kami. Kau adalah mutiara berharga keluarga kami. "
Kata kata Momy sangat menyentuh hati Keyra hingga tanpa sadar meneteskan air mata.
"Kau tidak hanya seorang wanita pilihan putraku. Tapi kau wanita pilihan Tuhan yang dikirimkan kepada keluarga kami. Tidak perduli dengan asal usul keluargamu,tidak perduli dengan apa yang ada dalam dirimu ...kau adalah putri kami. Bagaimana kau menyelamatkan Momy dari penculikan, bagaimana kau menyelamatkan Sandy dari perkosaan,bagaimana kau menyelamatkan Kevin dari gigitan ular, bagaimana kau melindungi Max dan Rey agar mereka selamat...padahal kau sendiri sedang merasakan sakit. Karena apa...karena kau menganggap kami keluargamu. Benar kan.? "
Lagi lagi Keyra tersentuh dan dengan cepat menganggukan kepalanya.
"Begitu juga kami sayang. Kami sudah menganggapmu bagian dari keluarga kami. Setidaknya kami ingin membalas sedikit saja pengorbanan yang kau berikan kepada kami..."isakan Momy Levin membuat Keyra sedih.
"Kau berikan keselamatan pada keluarga kami tapi apa yang kau dapatkan... Kesakitan yang luar biasa masih terngiang dikepala Momy... Maafkan Momy sayang... Maaf...."sungguh Keyra tidak tahan dengan isakannya. Dipeluknya dengan erat Momy mertuanya itu dengan erat dan sayang.
"Kumohon hentikan Mom...jangan seperti ini. Momy tidak salah kenapa harus minta maaf. Seharusnya aku yang minta maaf padamu Mom.. Maafkan aku..
Maaf Mom... "Keyra menguraikan pelukannya.
"Tidak ada kata balas balas an untuk sebuah keluarga. Aku sangat menyayangimu Mom... Jadi lakukan rencana Momy dan para aunty.. "ucap Keyra pada akhirnya. Dan seketika Momy berbinar bahagian dan tersenyum lebar.
"Tapi ada syaratnya.. " senyum Momy seketika luntur detik itu juga.
"Momy dan para aunty harus menyertakanku dalam urusan kalian. "
"Tapi sayang kau sedang hamil. Kau tidak boleh terlalu cape. Lagipula...persiapan sudah selesai. Jadi dua minggu lagi resepsi pernikahan kalian akan dimulai selama tiga hari...."ucap Momy santai dan berbinar.
"Apaa... Mommmyyy...."terik Levin dan Keyra.