My Two Men Protector

My Two Men Protector
23.



"Fokus... Fokus.. Key... Kau harus tenang. Bukankah selama ini kau sudah berlatih. Tunjukan pada mereka.. Siapa kau sebenarnya..."Keyra berbicara pada dirinya sendiri..


Dia mulai bersiap siap untuk melarikan diri. Jaket hoody hitam tidak lupa dia lekatkan pada tubuhnya. Lalu dia pergi ke kamar mandi kamarnya...dia nyalakan kran seolah olah ada orang didalamnya. Lalu dia kunci dari luar dan tak lupa dia masukan kunci disakunya.


Keyra mulai mengendap ngendap keluar kamar dan mengunci pintunya. Tak lupa juga dia masukkan kunci kedalam sakunya.


Dia melangkah turun tangga dengan berjinjit agar tak menimbulkan suara.


Jantung nya mulai berdetak cepat..


"Cepaaatt.. Bisa tidak...? Bagaimana kalau ada orang lewat mencurigai kita.."teriakan seseorang dari luar membuat Keyra spontan memegang dadanya.


Keyra mulai merangkak pelan menuju dapur agar tidak terlihat bayangannya. Lalu membuka pintu penghubung antara dapur dan garasi. Setelah masuk kedalam garasi dia menutup pintu dan menguncinya kembali.


Ceklek...


Terdengar beberapa orang masuk kedalam rumah dan berlari naik tangga. Lalu menggobrak paksa kamar Keyra.


"**Cepat cari gadis itu. Dia pasti dikamar mandi...."


"Kita dobrak saja..."


"Ok**.."


Keyra mendengarkan percakapan mereka dengan perasaan takut dan gemetar.


"**Tidak ada..."


"Mungkin dia tahu kita disini.'


"Cepat cari diseluruh ruangan ini. Cepaat..."


"Baik**..."


Mereka segera berlari menuju lantai bawah kembali. Dan seluruh ruangan tidak ada yang tidak dibuka oleh mereka. Meskipun ruangan itu dikunci mereka pasti akan mendobraknya secara paksa.


Keyra yang sedang berada didalam garasi mulai panik. Dia segera memakai helm dan langsung naik kemotornya dengan hati hati.


Meskipun dalam keadaan tegang Keyra harus berpikir bagaimana caranya keluar dari garasinya.


"Ok. Tenanglah Keyra.."batin Keyra.


Dia mulai menyalakan motornya namun belum menyetaternya.


Lalu dia nyalakan remot cadangan pembuka garasi. Dan memencet tembel open.


Seketika pintu garasi pun terbuka menyamping kekanan dan kekiri.


Tak ada satupun dari mereka menyadari akan terbukanya pintu garasi. Hingga dua orang dari mereka yang berjaga diluar menyadarinya.


"**HEEEYY. ...DIA DISANA. .."


"AYO CEPAT TANGKAP SEBELUM DIA LOLOS**. ."


Keyra menyadari kedatangan mereka. Dan saat mereka mulai mendekat dan pintu garasi pun sudah terbuka yang kira kira cukup untuk ukuran motornya. Dia seketika tancap gas motornya dan pergi melesat secepat kilat.


"CEPAT KEJAR DIA.... CEPAAATTT..."


Terjadi kejar kejaran antara dua mobil dan satu motor ninja. Untung saja dia sudah mahir menjalankan motor gedenya. Namun secepat apapun dia menjalankan motornya dua mobil dibelakangnya pasti tidak berhenti mengejarnya.


"Sayang... Apa kau baik baik saja... "suara Levin terdengar dibalik earphonenya.


Keyra mulai merasa lega saat mendengar suara yang dirindukannya. Meskipun dia tertutup oleh helm dikepalanya tak dipungkiri bahwa dia saat ini sangat panik dan berkeringat.


"Kak... Kak Levin... Tolong aku. Aku takut... "ucap Keyra gugup dibalik helmnya.


"Kak... aku sudah keluar rumah tapi mereka tidak berhenti mengejarku.."


"Jalanan sangat ramai Kak... Aku takut.."


"Sayang ..dengarkan aku. Jangan panik . Aku ada didekatmu. Kita bertemu di jalan fox... Apa kau tahu ..."


"ucap Levin dengan nada penuh khawatir.


Ya... Saat ini memang Levin sedang berada dimobil mengikuti Keyra melalui gps yang dia pasang dikalung Keyra.


"Hmmm.. ya aku tahu itu Kak...aku akan seg.... "ucapan Keyra terpotong saat dia menghindari sekelompok anak tk yang akan menyebrangi jalan perempatan.


"Awaass... Aaaahhh... "teriak Keyra memecahkan pendengaran Levin disebrang sana.


Seketika Levin tesentak kaget dengan mata melotot. Dia langsung panik dan mempercepat laju mobilnya... matanya memerah menahan emosi.


"Sayang...Key... "Levin memanggilnya. Namun belum ada jawaban...


"KEYRA. ..JAWAB AKU.. "teriak Levin dengan memukul setir mobilnya.


"K ka k Le vin.... "suara lirih Keyra membuat Levin bernafas lega.


"Sayang.. Kau baik baik saja. "suara Levin penuh kekhawatiran.


"Aku ba ik baik saja Kak... Aku akan segera menemuimu Kak.. "Key bangkit dari jatuhnya.


Namun tak disadari sendiri helm Keyra terlepas karena dia mencoba menghindari anak anak yang menyebrang tadi dengan membelokkan motornya secara mendadak hingga keseimbangannya goyang lalu jatuh dengan kaki tertindih badan motor dan terbawa hingga jauh.


"Naak...apa anda tidak apa apa...?"


"Kaaakkk....apa Kakak baik baik saja...?"


"Kaakk...kepalamu berdarah?"


"Ayo nak kita ke rumah sakit.?"


Suara suara itu terdengar jelas dikepalanya. Beberapa anak dan seorang ibu lebih tepatnya seorang guru mencoba membantu Keyra yang sedang mencoba untuk berdiri.


"Saya baik baik saja Bu. Terimakasih. Saya harus pergi.."


"Tapi nak...kamu terluka.."


Sesaat Keyra mulai teringat akan dirinya yang sedang dikejar kejar.


"Aku harus cepat sebelum mereka melihatku..."ucap Keyra dalam hati.


"Maaf Bu.  Saya harus pergi.  Permisi.."


Dia segera menaiki motornya kembali walau keadaannya sudah sangat kacau. Darah dikepalanya terus mengalir, mukanya sudah memucat, jalannya pun sudah mulai terpincang pincang namun dia tidak menghiraukannya. Saat ini hanya dua tujuannya. Melarikan diri dari mereka agar tidak tertangkap dan segera menemui kekasih hatinya.


Keyra dengan perlahan melajukan motornya berharap dia menemukan kekasihnya. Namun harapannya itu pudar.


Sudah ada dua mobil dan ditambah dengan keluarnya orang orang yang menyeramkan menghadang didepannya.


Tubuh Keyra menegang apalagi melihat sosok pria yang berdiri didepan sendiri membuatnya sesak nafas.


Pria itu menatap tajam Keyra dengan sorotan mata merah dan penuh dengan emosi.


Dia mendekat dan menarik tubuh Keyra yang lemah.


PLLAAAKKK....


Tamparan keras mendarat di pipi Keyra hingga pinggir bibirnya sobek dan mengeluarkan darah.


"**BERANI SEKALI KAMU HAAAHHH...."


"MENCOBA MELARIKAN DIRI DARIKU ... KAU TELAH MENGHINAKU**..."


PLAAAKKK..


"kak Le vin...to long a ku... "ucap Key lirih dalam hati.


Air mata Keyra tanpa sadar mengalir tanpa isak.


"Psy co... "ucap lirih Keyra pada Alex. Orang yang telah menyakitinya.


Seketika Alex mencengkeram leher Keyra.


"Apa kau bilang...?"ucapnya sinis.


"Psyco... Hahahahaha..."


"Kau yang telah membuat ku seperti ini..."ucap Alex dengan semakin erat tangannya mencekik lehernya.


"Kak Lev....in ...."


"LEPASKAAN DIA..."


Teriakan seseorang membuat Keyra bernafas lega. Suara yang sudah dikenalnya dan sangat dirindukannya.


Levin berlari mendekat dan menghempas tangan Alex.


"Berani sekali kau menyentuhnya..."


Bugghh... Bughhh...


Levin memukul Alex dengan garang berkali kali. Bahkan tidak ada waktu sedetik pun untuk Alex bisa membela dirinya.


Orang orang Alex pun hanya terdiam melihat pimpinannya yang sedang dihajar hingga babak belur.


Tentu saja mereka hanya bisa diam karena sekarang mereka sedang ditodong pistol oleh orang orang suruhan Levin dan Fero. Dan tidak ketinggalan bodyguard yang disuruh oleh Jon ayah Levin.


Fero pun tidak tinggal diam. Dia ikut menghajar Alex secara bergantian. 


Ya.. Fero memang sedari tadi mengikuti dibelakang mobil Levin. Sejak diberitahu oleh Levin bahwa adik kesayangannya dalam bahaya. Dia langsung membatalkan semua jadwal rapat dan pergi bersama Levin.


Keyra yang melihat kebrutalan kedua lelaki pelindungnya merasa sesak nafas. Dia sungguh tidak mengerti kenapa tidak ada yang menghentikan mereka. Bagaimana kalau Alex mati.


"K a a k... "suara lirih Keyra tersendat sendat karena sesak.


Tapi sama sekali tak dihiraukan oleh mereka.


"KEY... Tutup telinga dan matamu.."teriak Levin disela sela kegiatannya menghajar Alex.


Keyra langsung menutup mata dan telinganya. Dan dia pun menggelengkan kepala.


"Tidak... Tidak... Ini tidak benar..."


"Kak kumohon hentikan... Hentikan.. "bisik Keyra dalam hatinya. Dia ingin menghentikannya tapi tubuh lemahnya seakan tidak bisa bergerak sama sekali.


Emosi Levin sungguh tidak bisa dihentikan. Meskipun tubuh Alex sudah lemah tak berdaya dia tetap melayangkan pukulannya.


Hingga dia ingin sekali melayangkan pukulan terakhirnya yang bisa menghentikan nafas Alex.


"**KAU TELAH BERANI MENYENTUHNYA..."


"KAU BERANI MEMBUATNYA KETAKUTAN.."


"KAU BERANI MENAMPARNYA..."


"AKAN KU BUNUH KAAU**..."


"AAAGHHHH.... "Tangan Levin mengepal keras diatas.


"jangan Kak...hen ti kan "suara lirih Keyra mencoba ingin berteriak.


Namun nafasnya sesak dan lidahnya kelu. Akhirnya dia mencoba bangkit dari duduknya. Dengan tertatih dia mendekati Levin.


Keyra langsung memeluk erat tubuh Levin dari belakang.


"Cukup Kaak... Hentikan... "suara Keyra lirih dibalik punggung Levin.


Seketika tubuh Levin melemas,kepalan tangannya pun mulai luluh dan turun kebawah. Pelukan hangat dari gadisnya seketika menghentikan emosinya.


"Hen tikan Kak....aku mohon.."


Levin langsung memutar badannya hingga berhadapan dengan Keyra.


Levin langsung memeluk erat tubuh lemah Keyra. Dia sangat merindukan gadisnya.


"Maaf...."suara lirih Levin diceruk leher Keyra. Dan semakin mengeratkan pelukannya.


Namun pelukan Keyra melemah. Disadari oleh Levin bahwa tubuh kekasihnya mulai merosot. Levin menguraikan pelukannya.


Dan sungguh terkejut Levin saat melihat Keyra pingsan dalam pelukannya.


"Key...sayang..."Levin mengguncangkan tubuh Keyra pelan. Dan mengelus pipinya.


"Sayang.. Kumohon bangunlah . "teriak Levin sangat pilu dengan melihat kondisi kekasihnya saat ini.  Wajah pucat, bibir sobek kanan kiri, pipi merah bekas tamparan, dan darah yang terus menetes dari kepalanya.


"De....bangun De... "teriak Fero mulai terisak.


"Lev... Cepat bawa Key ke rumah sakit.  Cepatt.. ."