My Two Men Protector

My Two Men Protector
76.(extra part)



7 bulan kemudian


"Selamat pagi Nona...?"suara seseorang dari balik ponsel cantik milik sang Nona besar.


"Ya selamat pagi. Dari mana ya...?"


"Saya Louis dari University Cyber Security. Hanya ingin mengingatkan bahwa satu jam lagi Anda akan mengisi acara kami sebagai motivator untuk mahasiswa mahasiswi disini..."


"Apaa...!"


"Benarkah...?"tanya Keyra tak percaya.


"Benar Nona. Bukankah anda sudah menyetujuinya dua minggu sebelumnya.."


"Oh Tuhan. Jangan jangan aku melewatkan alarmku..sebentar.."


Dengan sedikit berlari dia melihat sebuah kalender dengan masih menggenggam ponselnya. Setelah dia cek tanggal satu persatu..."Oh God..."


"Halo..."


"Ya Nona. Bagaimana..?"


"Maaf. Sepertinya saya telah melewatkan jadwalku. Apakah masih ada waktu..?"


"Tentu Nona. Apa perlu kami jemput kerumah anda..?"


"Oh tidak tidak..aku akan segera kesana. Baiklah aku siap siap dulu..."


"Baik Nona. Terimakasih dan ...


Hati hati..."


"Oh Tentu. Terimakasih.."


Tut


Setelah sambungan telpon diputus olehnya dia dengan gesit menuju lemari dan mengambil pakaiannya.


"Prince...dengar....Mommy harus pergi sebentar dan akan sangat sulit untuk menjaga kalian secara bersamaan. Jadi salah satu dari kalian ada yang harus bersama Daddy ..ok....."ujar wanita itu dengan memakai bajunya secara terburu buru. Hanya pakaian casual yang bisa dia pakai untuk mengejar waktu. Apalagi nantinya harus menggendong bayi kembarnya.


Tak ada respon dari bayi bayi tampan yang baru beranjak tujuh bulan ini. Mereka hanya memandang Mommynya dengan senyum lucunya karena melihat sang Mommy.


"Oh c'mon honey. Kalian sangat menggemaskan. Seandainya Mommy lebih teliti melihat jadwal Mommy. I'm sorry darling.."lagi lagi ucapannya dijawab dengan tawa lucunya.


"Ok...saatnya beraksi..."


Keyra mulai mengambil twin carrier dan menggendong satu persatu putra putranya.


Ya...wanita itu adalah Keyra.


Dimana tidak seorang pun yang menemaninya karena sang suami tercintanya sudah pergi lebih dahulu kekantor. Asisten keluarga yang biasa membantu mereka sedang ijin satu minggu untuk menghadiri acara pernikahan putranya.


Keyra tak mempermasalahkan akan hal itu karena memang dia tak pernah menggunakan jasanya jika sudah berhubungan dengan putra putranya.


Sang asisten hanya membantu membersihkan rumah dan menemaninya. Itu mutlak perintah dari sang suami. Walaupun sebenarnya Keyra bisa melakukan kegiatan rumahnya sendiri. Ayolah....jangan lupakan bahwa Keyra adalah wanita yang sangat kuat.


Tapi kekhawatiran Levin sang suami melebihi apapun.


"Ok. Lets go baby..."Keyra melangkahkan kakinya keluar rumah dengan menggendong kedua bayinya dikanan kirinya dan kedua tangan membawa kedua tas bayi mereka.


"I'm sorry baby....Mom tidak bisa pakai mobil sendiri karena akan sulit saat menggendong kalian. Pasti nanti Dad akan maraaahh sekali...."Keyra terus bicara sendiri pada putra putranya.


"Itu dia datang..."ucapnya lagi saat sebuah mobil taksi datang didepan rumahnya yang sebelumnya sudah dia pesan.


Setelah masuk kedalam taksi dan menyebutkan tujuannya yaitu kantor sang suami....Keyra segera mengeluarkan ponselnya.


"Halo Kak...apa Kakak dikantor..?"sapanya dengan nada tergesa saat ponselnya sudah tersambung dengan sangat cepat.


"Hy honey. Apa ada masalah...?"


"Ya Kak. Apa Kakak bisa menjaga Leo dua jam saja. Setelahnya aku akan kembali kekantor ..."


"Tentu saja sayang. Kapanpun aku pasti bisa. Kau dimana sayang...?"


"Aku di taksi Kak..."


"Apa..!"


"Kak...ini darurat. Nanti ceritanya ya..."


"Tapi say..."


"Kak...aku tutup telponnya ya. Owen minta susu. Aku segera sampai Kak. Bye ..."


"Say.."


Tut.


Sementara di kantor.


"Tuan....Tuan Levin...akan ada meeting setengah jam lagi. Apakah Anda ada acara Tuan...?"sang sekretaris berlarian mengejar Levin saat tiba tiba sang bos dengan tergesa beranjak keluar ruangan dan berjalan dengan cepat menuju kelantai bawah kantornya.


Namun Levin tak bergeming sama sekali dengan teriakan sekretaris. Hingga para karyawan yang melihat sang bos besar sontak langsung terkagum melihatnya. Tak dipungkiri bahwa pemilik sekaligus CEO tertinggi diperusahaan ini tak pernah luntur ketampanannya dan kewibawaannya meskipun sudah memiliki dua putra.


"Tuan...anda.."


"Dengan siapa kita meeting...?"tanya Levin dingin pada sekretaris yang dari tadi mengikutinya.


"Dengan GO Corp Tuan. Dan mereka sedang dalam perjalanan Tuan.."


"Aaaggghh shit..."geram Levin dengan menekan tombol pintu lift yang tak kunjung terbuka. Bukan karena meeting itu dia kesal. Bukan juga karena dirinya akan dititipi Leon. Tapi dia kesal karena tahu istrinya Keyra pergi kekantornya dengan taksi.


Oh c'mon...dia sangat melarang Keyra memakai taksi atau mobil online apapun itu. Bagaimana kalau dia diculik. Bagaimana kalau sopirnya orang jahat.


"Kemana sebenarnya mereka...?"dalam benaknya dia terus mempertanyakan sopir dan pengawalnya.


Sampai saat dilantai bawah Levin terus berjalan melewati lobi dan para reseptionist.


"Kakak...."teriak seorang wanita yang dinantinya.


"Oh syukurlah..."ucapnya dengan menghela nafas lega.


Levin melihat istri cantiknya dengan menggendong kedua bayi tampannya dengan tatapan haru dan kagum. Dengan cepat dia memeluk tubuh istrinya dengan tangan lebarnya dan menciumnya satu persatu.


"Akhirnya kau datang sayang..."Levin mencium bibir Keyra walau sekilas.


"Hello my prince...do you miss Dad..."Levin mencium Leo dan Owen secara bergantian.


"Sebentar Kak...aku ambil tasnya.."


"Biar aku.."Levin dengan cepat mendekati taksi dan mengambil dua tas bayi yang tergeletak dikursi penumpang. Setelahnya dia membayar taksi dan menyuruhnya pergi.


Keyra menyaksikan percakapan antara suaminya dan sopir taksi itu. Sangat dingin dan sinis.


"Tak pernah berubah..."ucapnya dalam hati sambil menggelengkan kepala.


"Ayo sayang kita masuk..."Levin merangkul Keyra dan kedua bayi yang masih digendongnya..


"Tapi Kak..."


"Kak...maafkan aku. Aku harus mengisi acara di University Cyber. Tapi aku lupa jadwalku. Bibi pergi. Sopir dipinjam Rey. Momy dan Bunda sedang menghadiri acara panti. Aku bisa saja membawa mereka berdua tapi aku takut tak bisa mengawasi bersamaan...maka dari itu..."


Levin mengecup bibir Keyra untuk menghentikan ucapannya.


"Baiklah. Maafkan aku sayang. Sini biar Leo bersamaku..."Levin membantu melepaskan gendongan Leo dipangkuan Keyra.


"Apa tidak akan mengganggu Kak..ini kan pertamakali Leo bersamamu dikantor tanpa aku.."


"Tidak sayang. Leo akan aman bersamaku..."giliran Keyra yang membantu memasangkan gendongan Leo ditubuh Levin.


Levin tampak lihai menggendong sang bayi. Dia memang sering dijuluki Hot Daddy oleh keluarga dan temannya. Meskipun begitu baru pertama ini putra putranya dibawa kerja olehnya.


"Dengar sayang....Leo bersama Dad sebentar ya. Jangan ganggu Dad bekerja. Ok..."ucap Keyra penuh peringatan pada Leo yang disambutnya dengan gelak tawanya


"Good Boy..."ucap Keyra dengan mengacak rambut Leo kemudian mengecupnya gemas.


"Kak...maafkan aku.."


Levin sangat gemas melihat istrinya seperti ini. Dia tarik tengkuk istrinya itu dan menciumnya dalam. Dan tak perduli banyak orang yang melihat adegannya.


"Oh God...apa kau tidak malu pada anak anakmu Kak..."ucap Keyra dengan nada rendah.


"Tidak sayang. Mereka mengerti. Lihatlah..."jawabnya dan menunjuk Leo dan Owen yang asyik dengan mainannya.


"Sudah ah...aku pergi. Oh ya Kak...susu nya ada dibotol semua. Kain penyangga untuk duduk Leo juga didalam tas itu...jika ada apa apa segera hubungi aku..."ucapan Keyra terpotong karena Levin mengecup bibirnya.


Keyra terkejut dan mematung. Heran dengan tingkah suaminya ini. Tidak lihatkah dia ....mereka sedang dikelilingi para karyawannya.


"Baiklah sayang. Kau hati hati. Aku yang akan menjemputmu. Jangan berpikir lagi kau akan memanggil taksi...."peringat Levin.


"And you my baby boy...jangan rewel dan tetaplah awasi Momy mu. Jika ada yang mengganggunya...lawan mereka ok..."


"Aww.."


"Kenapa kau memukulku sayang..."rintih Levin.


"Kakak ini...selalu saja begitu..."kesal Keyra.


"Sudahlah...nanti aku terlambat." baru saja Keyra akan berbalik. Levin menarik lengannya.


"Sopirku akan mengantarmu. Dan kabari aku jika sudah selesai.. Mengerti...?"perintahnya tegas.


"Ok...Ok..."jawabnya tak ingin diperpanjang.


Levin memerintahkan sopirnya untuk mengantar sang istri.


"Tuan...anda akan memimpin rapat dengan menggendong putra anda..?" Levin memberikan tatapan tajam pada sekretarisnya.


"Ehmm maaf Tuan. Maksud saya apakah tidak kesulitan. Atau lebih baik kita titipkan pada karyawan perempuan yang bisa menjaganya..."lanjutnya. Dengan tatapan tajam dan muka memerah dia berbalik dan menatap padanya.


"Dengar. Tak ada yang boleh menyentuh putra putraku selain aku,istriku dan keluargaku. Jika mereka tak ingin bekerja sama denganku karena putraku...suruh batalkan rapatnya. Aku tidak perduli.."ucap Levin tegas.


Dengan langkah tegap Levin merangkul memeluk erat Leo dipangkuannya. Penampilan rapi dirinya yang memakai jas tidak memudarkan kewibawaannya. Bahkan para karyawan terutama karyawan wanita dan para klien yang akan mengadakan meeting diruangan itu menatap kagum dirinya.


Saat masuk kedalam ruang rapat pun tak henti hentinya Levin memancarkan aura ketegasannya. Namun saat mendengar celotehan imut dari sang putra Leo dengan secepat kilat Levin bisa mengubah ekspresi wajahnya dengan sangat lembut.


Membuat para pengunjung meeting menatapnya tak berkedip.


Levin melihat tatapan mereka.


"Maafkan saya jika rapat kali anda anda sekalian melihat saya dengan putra saya. Jika karena ini mengganggu kenyamanan anda sekalian. Maaf...sebaiknya rapat ini kita batalkan.."ucapnya dingin.


Semua terdiam mendengar penjelasan sang pemilik perusahaan.


"Tidak Tuan. Lanjutkan saja rapat kita kali ini. Kami rasa putra anda sama sekali tidak akan mengganggu..."ucap seorang wanita dengan paras cantik yang menatapnya kagum.


Levin sama sekali tak menganggapinya. Dia tahu tatapan wanita itu. Tapi sama sekali tak berpengaruh sedikitpun padanya. Dalam hatinya...dan dalam hati putra putranya kelak...wanita tercantik didunia baginya adalah istrinya...ibu dari putra putranya.


"Baiklah...kita mulai rapat kali ini.."ucapnya tegas.



Sedangkan ditempat lain.


Tepatnya sebuah universitas seorang gadis...salah...seorang wanita dengan menggendong putra kecilnya masuk kedalam halaman universitas itu.


"Nona...saya antar..."ucap seorang sopir yang membuyarkan lamunannya terkagum akan kemegahan gedung didepannya ini.


"Ah...tidak...tidak...saya bisa sendiri."


"Biar tas nya saya gendong saja. Bapak pergi saja...Terimakasih .."pria paruh baya itu terkagum akan kesopanan majikannya. Dia memang baru pertama ini melihat sosok istri dari Tuan Besarnya.


Sopir itu memberikan tas itu pada Keyra. Lalu digendongnya.


"Apakah anda tidak apa apa jika saya tinggal..."


"Saya hanya takut anda kerepotan..."Keyra tersenyum melihat perhatian pria paruh baya itu.


"Tidak pak. Saya sudah terbiasa..."jawabnya sopan.


"Baiklah...saya tinggal Nona. Anda hati hati...permisi.."pamitnya.


"Terimakasih.."


"Baru kali ini aku bekerja dengan majikan yang sangat menghargai bawahannya.."ucap sopir itu dalam hati.


Keyra melangkahkan kakinya menelusuri gedung itu...sambil berceloteh ria dengan sang putra.


"Wwoooww sayang...Momy baru pertama kali ini masuk kesini. Besar sekali..."



Tiba tiba....


"Kaakkk....Kak Key..."teriak seorang pria tampan dan berlari menghampirinya.


Keyra berbalik saat merasa dirinya dipanggil.


"Oh Tuhan...ternyata benar kau Kak. Oh...i miss you..."ujarnya sambil memeluknya erat.


Keyra membalas pelukan dengan satu tangannya.


"Oh Kak...aku rindu sekali padamu. Dan aku juga sangat merindukanmu my baby Owen...hey booyy how are you. Miss me haah..."sapa Kevin pada little Owen seraya mengambil Owen dari gendongan Keyra. Lalu mengecup seluruh wajah gembul bayi itu dengan gemas.


"Kevin....kau disini..?"tanya Keyra.


"Ya. Aku dan temanku mewakili universitas kami. Akan ada pelatihan komputer disini dengan motiva..."ucapan Kevin terhenti saat menyadari sesuatu.


"Jangan bilang kalau Kakak motivatornya...?"Keyra menganggukan kepalanya dengan senyum manisnya.


"Haaahh...kenapa aku lupa dengan hal itu..."


"Baiklah ayo...sebentar lagi dimulai. Biar Owen denganku..."Kevin menggenggam lengan Keyra dengan satu tangannya karena masih menggendong Owen.


"Tapi nanti.."


"Sudahlah...kapan lagi aku bisa bersamamu dan my little baby Kak. Sejak kalian pindah rumah...kami kesepian. Hhhh...."Kevin menghela nafas jika mengingat kejadian kepindahan Keyra dari rumah besar itu. Tapi sang tuan besarlah ...yang tidak lain adalah Levin dengan paksa menggiring istri dan putra putranya pindah ke istana yang telah lama dibangunnya.


Keyra mengeratkan genggaman ditangan Kevin. Dan memberinya semangat dan ketenangan.


"Bukankah kalian sering mengunjungiku. Jangan bersedih.."ucap Keyra dan dibalas dengan senyum manis Kevin.


"Katakan padaku...kau sudah pacar...atau seseorang yang ingin kau dekati...atau..."hibur Keyra.


"Aahhhh....entahlah Kak. Belum ada satu wanitapun yang memikat hatiku...yang lainpun begitu..."ucap Kevin.


Keyra hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Mereka belum berubah.


"Maaf....apa anda Nona Keyra..?"tanya seseorang tiba tiba saat mereka tiba didepan pintu aula.


"Ya...anda...?"


"Saya Louis. Yang tadi menghubungi anda.."ucapnya dengan memgulurkan tangannya dan menatap Keyra penuh kagum.


Keyra membalasnya.


"Oh ya Tuan Louis.."


"Panggil saja Louis. "balasnya cepat.


"Oh Louis...maaf jika saya terlambat..."


"Tidak Nona. Silahkan masuk. Sudah banyak yang menunggu anda. Saya baru menyadari sekarang...kenapa banyak yang berminat dengan acara ini. Mereka sudah mengetahui sosok anda sebenarnya. Cantik,jenius,tegas dan elegant.."ucapnya. Kevin yang mendengarnya mengangkat alisnya.


"Jika tak ada little Owen. Akan kuhajar kau..."ucap Kevin dalam hati.


Keyra menatap wajah Kevin. Dan benar dugaannya. Rahang mengeras dan mengepalkan tangannya.


Keyra kemudian mengusap lengan Kevin agar tidak terpancing emosi.


Kevin kemudian mengambil ponselnya dan masuk dengan santainya.


"Heeii...kau mahasiswa darimana. Dan kenapa bawa seorang bayi haahh..."teriak Louis. Namun Keyra dengan cepat membalasnya.


"Dia adikku. Dan bayi yang dibawanya adalah putraku. Maaf...karena tergesa aku harus membawa putraku..."


"Jika anda tidak nyaman dengan kehadiran putra saya....saya lebih baik batalkan acara ini. Saya tidak perduli reputasi saya...."ucap Keyra tegas.


"Hhhhh....jika Kak Levin. Dia pasti sudah mati..."ucap Kevin geram.


Dan Louis ....dia mematung seketika mendengar ucapan Keyra. Dia benar benar wanita tegas namun dalam sekejap bisa berubah sedingin itu.


"Tidak....tidak Nona. Mari silahkan masuk..."Louis mempersilahkan Keyra masuk.


"Kev... sini Owen denganku saja."


"Tidak...biar denganku saja. Sepertinya mau tidur..lihatlah..."


"Ya...dia nyaman denganmu...sini Kakak betulkan gendongannya.." Keyra membetulkan kain gendongan Owen.



"Wooowww...kau sudah seperti hot daddy saja.."gurau Keyra saat melihat penampilan Kevin saat ini.


"Benarkah. Waahh...aku jadi ingin segera menikah..."ucap Kevin.


"Baiklah. Jika dia rewel berikan susu ini. Kau duduk dimana..?"


"Aku duduk dibelakang saja Kak..."


"Baiklah..."


Kevin membawa Owen digendongannya dan melangkahkan kakinya kebelakang.


Keyra mulai mengeluarkan suaranya sebagai pembicara. Dan mulai mengajarkan pada mereka tentang virus komputer dari mendeteksinya hingga menghancurkannya.


Suasana ruangan besar ini benar benar membuat mereka tenggelam dengan materi yang dijelaskan oleh Keyra. Bukan karena mereka terpesona dengan ibu muda cantik ini....oh tentu saja mereka terpesona dan sama sekali tidak dipungkiri kecantikannyan , tapi karena cara Keyra menyampaikan pada pendengar bisa dengan mudahnya ditangkap oleh mereka.


Bukan suasana tegang tapi lebih kepada persahabatan. Keyra dengan sabar pada mereka yang sama sekali belum mereka pahami.


"Baiklah....tidak terasa sudah hampir dua jam kita berada disini. Saya berterimakasih pada kalian atas kesediaan waktunya ditempat ini..."


"Nona Keyra...kenapa anda tidak mengajar saja dikampus kami.."ucap salah seorang mahasiswa yang tiba tiba menunjukan telunjuknya keatas.


Keyra tertawa.


"Dengan senang hati saya akan melakukannya. Tapi itupun jika ada yang meminta...hahaa..."tawa Keyra membuat mereka pun ikut tertawa.


"Tidak..tidak..saya bercanda. Apa kalian tidak lihat pria dibelakang sana yang sedang menggendong bayi. Itu adalah adikku. Dan bayi yang digendongnya adalah putraku. Karena keteledoranku mengatur jadwal jadi dengan terpaksa aku membawa putraku. Jadi...jika aku mengajar kalian dengan jabatan tetap....kurasa aku harus memikirkan seribu kali..."


"Maaf.."


"Nona Keyra....anda cantik sekali. Boleh minta nomermu Nona...?"benar benar dia ini ingin mati.


"Heeyy...."suara Kevin menggelegar keras.


Dia melangkah kedepan dengan tangan mengepal.


"Jangan sekalipun macam macam dengan Kakakku..."Kevin geram


Keyra menghampiri Kevin dan mengusap lengannya.


"Sudah Kev.."


"Baiklah...sekian dari saya. Terimakasih..."


Semua tampak kecewa dengan kepergiannya.


Keyra menggiring Kevin keluar ruangan.


"Apa dia masih tidur...?"


"Ya Kak. Tapi lihatlah....sepertinya dia lapar. Dia mulai tak nyaman. Susunya habis Kak..."


"Sini biar Kakak gendong. Apa kau tahu tempat aman...aku ingin menyusui Owen.."


"Kita kemobilku saja Kak.."


"Baiklah..."


Drrtt....drrttt....


"Kev...tolong angkat..."Keyra menyerahkan ponselnya pada Kevin saat suaminya menelpon dirinya. Suara tangis Owen yang kelaparan membuatnya terpaksa tidak mengangkat panggilan dari Levin.


"Baiklah...Kakak masuklah. Aku diluar.."Kevin membantu Keyra masuk kedalam mobil dirinya dan menutupnya kembali.


"Halo Kak..."sapa Kevin.


"Kau....kenapa ponsel istriku ada padamu. Kenapa kau bersamanya. Dimana istriku Kev...!"suara Levin terdengar sangar dan dingin.


Kevin memutar bola matanya jengah. Cerewet sekali dia.


"Bisakah kau tanya satu satu haah.."


"Kak Keyra sedang menyusui Owen didalam mobilku....dan jangan khawatir...aku diluar. Aku bersamanya karena aku mewakili kampus mengikuti seminar disini. Puas Anda..?"jawabnya jengah.


"Hmmm...tetap disana. Aku dalam perjalanan..."Levin langsung menutup sambungan telponnya sepihak.


"Dasar aneh..."geram Kevin.


"Ada apa Kev...?"tanya Keyra dari dalam mobil.


"Kak Levin sedang kesini Kak...sepertinya Leo juga lapar. Aku dengar dia menangis..."jawab Kevin.


"Sudah kuduga..."ucap Keyra singkat.


Tak lama datanglah Levin bersama putranya Leo dengan beberapa pengawal dibelakangnya.


"Hhhh...dia memang hobi sekali menarik perhatian..."ucap Kevin dengan menghela nafas setelah melihat Levin dari kejauhan dengan pengawalnya.


"Ada apa Kev...dari tadi kau menggerutu terus.."tanya Keyra masih dari dalam mobil sambil terkekeh geli.


"Dalam hitungan 10 langkah...Pangeranmu akan datang bersama para pengawal setianya..."jawab Kevin jengah.


Keyra dalam mobil tahu dari ucapan Kevin.


Dia terkekeh geli menggelengkan kepala.


"Seperti tidak tahu saja Kakakmu satu itu..."ucap Keyra singkat.


"Minggir....!!"


Suara tegas dan menyebalkan bagi Kevin tiba tiba menyingkirkan dirinya dengan sekali hempasan dibahunya hingga tersungkur kesamping. Untung saja tidak jatuh. Habislah predikatnya jika kejadian itu terjadi.


"Kak Key.....suamimu menyebalkan sekali..."teriak Kevin geram.


Dengan cepat para pengawal yang tadi bersama Levin mengitari mobil Kevin dengan bersidekap dada menjaga majikannya.


"Hi honey...i miss you..."sapa Levin pada Keyra sambil mengecup bibirnya sekilas. Kebiasaannya jika bertemu dengan sang istri.


"I miss you too.."itu jawaban yang diharuskan oleh Keyra. Jika tidak maka Levin akan terus menciumnya hingga dia menjawabnya dengan hal yang sama.


"Sini Kak...biar Leo kususui. Owen sudah kenyang lihatlah...dia tertidur.."ucap Keyra dengan senyumnya.


Levin dengan menggendong little Owen menatap haru dan kagum sang istri yang dengan telaten mengurus kedua putra kembarnya, mengurus dan melayani dirinya, mengurus kebutuhan rumah tangganya. Bahkan wanita cantik didepannya ini tak lupa selalu berbagi keahliannya kepada yang membutuhkan.


Dia pernah melarangnya namun dia tahu...kesibukan itu adalah kebahagiaan istrinya.


"Kak..."


"Kak..."


"Hmmm..."


"Kakak melamun ...?"


"Tidak...."


"Lalu...?"


"Sayang....jika lelah katakan padaku hmm..."


"Kakak akan selalu disampingmu membantumu. Aku sangat mencintaimu sayang..."Levin mengecup pipi sang istri lembut.


Keyra menatap mata suami.


"Lelahku terobati saat melihat mereka dan kau Kak..."


"Tetaplah disampingku...aku juga mencintaimu..."


Levin menarik dagu Keyra kemudian menciumnya lembut.


"Kita akan selalu bersama.."ucap Levin didepan bibir Keyra.


"Bersama. Selamanya.."lanjutnya.