
Satu minggu setelah kejadian didalam ruang rapat dan karena sudah mendapat persetujuan dari sang tuan putri siapa lagi kalau bukan Keyra, seluruh keluarga tampak sibuk dengan tugasnya masing masing. Tak terkecuali keempat saudara sepupu mereka. Sandy, Kevin, Rey dan Maxy...walaupun hanya diberi tugas untuk menemani sang tuan putri agar tidak kesepian. Namun tugas itulah yang mereka tunggu tunggu.
Dan itu membuat Keyra merasa sedih. Bukan sedih karena rencana besar mereka. Tapi sedih karena tak boleh urusan secuil pun Keyra ikut membantu.
Oh c'mon ... Ini juga acaranya kan.
"Mom...biar Key bantu membuat hiasan nya.. "Keyra mendekati Mommy mertuanya yang sedang menghias sebuah aksesoris bersama para pekerja lainnya. Memang ada beberapa aksesoris untuk souvenir yang dibuat dengan kerajinan tangan. Bahkan Mommy memperkerjakan ratusan orang untuk menyelesaikannya.
"Ehm....sayang. "Mommy menghela nafas saat putri kesayangannya datang mendekatinya.
"Kenapa turun dari kamarmu...?"
"Urusan Key sudah selesai Mom. Jadi.....may i help you..? "ucap Key manja bahkan dengan menunjukan jurus nya yaitu kedipan eyes puppynya.
Tentu saja siapapun yang melihat jurus itu tidak sanggup untuk menolaknya. Tapi jurus perlawanan Momy lebih berbeda lagi..
"Uuuu sayang...kemarilah..."Momy merentangkan kedua tangannya dan Keyra pun mendekat dan masuk kedalam pelukan Momynya.
"Kenapa kau mengeluarkan jurus itu sayang. Pantas saja putraku tidak bisa sedetik pun pergi jauh darimu... "Keyra tersenyum menang..akhirnya...
"Kemana suamimu Nak...? "senyum Keyra luntur seketika. Kenapa malah menanyakan suaminya.
"Kak Levin diruang kerjanya Mom...bersama Dady, Kak Fero dan para uncle.. "ucap Key dengan mengurai pelukannya.
"Ooohhh....jadi itu yang dilakukannya. Tunggu disini...akan Momy beri pelajaran mereka.. "geram Momy mulai beranjak.
"Tidak... Tidak....kenapa jadi seperti ini. Momy ini... "batin Keyra.
"No Mom...Momy jangan kesana. Kak Levin sepertinya sedang sibuk. Tadi malam saja dia tidur larut lalu tadi pagi bangun dia langsung pergi ke ruang kerjanya dengan Dady. Jadi pasti ada masalah serius. Ku mohon jangan ganggu mereka Mom.... Key janji tidak akan mengganggu Momy lagi. Asal jangan ganggu mereka.."
"Ok...putriku sayang. Itulah yang Momy inginkan. Kita tidak mau berurusan dengan suami kesayanganmu itu...bisa bisa dirumah ini akan ada perang dunia.."ucap Momy dengan ekspresi ketakutannya.
Momy mengecup kening Keyra, dan kembali melanjutkan kegiatannya dengan senyum kemenangan.
Jadiii...sejak Momy berniat merencanakan resepsi pernikahannya besar besaran selama tiga hari, tentu saja tidak disetujui oleh Levin. Tiga hari..?? Yang benar saja. Satu hari saja ...tidak...satu jam saja dia tidak ingin melihat istri tercintanya kelelahan apalagi terlalu banyak pikiran. Bahkan sampai terjadi perdebatan sengit antara Momy dan Levin. Dan tentu saja itu membuat Keyra berpikir.
Dan akhirnya terciptalah keputusan terakhir.
Flashback on.
"Stoopp...Kak... Momy...kumohon jangan seperti ini. Asal kalian tahu jika terus berdebat seperti ini lebih baik batalkan saja.. "
"Tidaaakk...."kompak Levin dan Momynya
"Baiklah dengarkan aku....akan aku ambil jalan tengahnya. Dan kalian akan jadi saksinya.. "tunjuk Keyra pada keluarga lainnya. Jon,para uncle dan aunty, Fero dan keempat saudara iparnya hanya menganggukan kepalanya serempak dengan tersenyum lucu.
"Mom...memang benar apa yang dikatakan suamiku. Tiga hari itu terlalu lama.."mendengarnya Levin tersenyum menang dan Momy terdiam sedih.
"Dan kau Kak...jangan terlalu berlebihan padaku. Bayi bayiku kuat dan aku tidak selemah itu..."luntur seketika senyum Levin.
"Jadi kuputuskan...acaranya akan diselenggarakan selama dua hari tapi dengan suasana yang berbeda. Satu hari kita adakan ditempat yang sudah direncanakan Momy. Dan satu tempat lagi sesuai keinginanku. Bagaimana...?
"Memang kau mau dimana sayang...?"tanya Momy lembut.
"Key ingin acara resepsinya nuansa santai dan segar. Jika boleh Key ingin suasana pantai.?"
"Tentu sayang...apapun akan Momy lakukan untukmu. Benar kan Nak.. "tanya Momy pada Levin.
Levin menghela nafasnya pasrah.
"Baiklah... Tapi aku pun punya aturannya. Khusus untukmu sayang. Kau tidak boleh sedikitpun ingat..sedikitpun membantu mereka. Dan kalian...termasuk Momy dan Dady...jika sampai aku lihat kalian membiarkan istriku melakukan sesuatu yang sepele sekalipun ku pasti kan kalian akan dapat hukumannya. Dan ingat aku serius tentang ini. "ucap Levin tegas pada Keyra dan terakhir pada penghuni rumah besarnya.
"Tapi Kak...itu ber... "ucapan Keyra terpotong.
"Aku tidak terima penolakan sayang. Dan jika kau tidak ingin mereka dihukum turuti perintahku.. "setelah mengucapkan ultimatum terakhirnya Levin mengecup kening Keyra lalu beranjak pergi.
Sejak itulah tak ada satupun yang berani melanggar perintah pangeran mudanya. Bahkan raja sekalipun.
Flashback off.
Keyra Pov
Beberapa hari ini keluargaku mengisi hari harinya dengan kesibukan mengurus resepsi pernikahan kami. Dan dihari libur ini semua orang sibuk dengan urusannya masing masing namun mereka melakukanya dirumah.
Mommy dan para aunty sibuk menghias souvenir. Aku heran padahal Mommy sudah melimpahkan semuanya pada WO. Tapi adaaa saja yang ingin dikerjakan sendiri oleh kerajinan tangan katanya biar lebih sempurna.
Kevin dan Rey sedang di studio pribadinya, Sandy tentu saja sedang bermain dengan teman kampusnya di mall, Max sibuk dengan gamenya karena ada teman yang menantangnya. Aku geleng kepala jika mengingat kesibukan keempat saudara saudaraku. Tapi jangan salah....satu kalimat saja pesan dariku maka rumah besar akan ramai dengan sendirinya.
Aku ambil ponsel lalu masuk aplikasi chatting dan kucari sebuah kontak group yang namanya selalu membuat aku tersenyum. "Key's lover"
Sungguh jika suamiku tahu ini entahlah apa yang akan terjadi.
Dan asal tahu saja...nama itu bukan aku yang membuatnya. Tapi Maxy...entahlah diantara mereka Maxy-lah yang sangat sayang padaku. Bukan berarti Kevin Rey dan Sandy tidak sayang hanya saja Maxy sangat berlebihan jika menyangkut tentang ku.
Me : Apakah kalian sibuk..?
1
2
3
Maxy : " Kakak kenapa..? Bosan..?"
Lihatlah...aku tersenyum sendiri. Tidak butuh waktu lama.
Kevin : " Aku bisa menghentikan latihan ku jika Kakak butuh aku.. "
Rey : "Kami segera turun Kak.. sebentar aku bereskan alat alat dulu"
Aku tersenyum geli...Kevin dan Rey memang berada dilantai dua rumah ini.
Sandy : "Sandy ada ditaman kota Kak...ada konser liam..? Sebentar aku akan pulang, kakak tunggu Sandy ya.. 😘"
Wooow...sepertinya Sandylah yang membuat bosanku hilang.
Me : "Tidaaakk...jangan pulang San. Sepertinya the baby's juga ingin melihat idola Momynya.. "
Hahaha...aku tertawa dengan bahagia. Akhirnya..
Tapi lihatlah sebentar lagi...
1
2
3
Maxy : "Sannddyyy....!!!!" 😤😤😤
Kevin : "Saanddyy...!! Kupastikan kau akan terima hukuman dari Kak Levin.. 😠
Rey : " Kak Key-ku...bagaimana kalau kita temani saja ke mall..akan kutraktir sepuasnya. Ok... Ok.. 😆😍
Lihaat mereka....begitu menyebalkan. Semua yang aku inginkan selalu tidak boleh.
Me : "Baiklah... "
Jedaku membuat mereka lega... Tapi maaf... Hanya sesaat.
Me : "Aku akan pergi sendiri...jika kalian tidak mau menemaniku.. "
Hahahaha...kita tunggu dalam waktu..?
Dug.... Dug... Dug.... Dug...
Suara langkah kaki yang sangat ramai berlari dari lantai atas rumah besar itu.
"Heeeyy....apa yang kalian lakukan.. Berisik sekali... "kudengar teriakan para aunty.
"Tidak apa apa Mom... maaf...kami sedang terburu buru ada panggilan darurat.. "suara Kevin.
"Ya Mom...tenang saja. Kak Key dimana Mom.. "suara Maxy sedang berpura pura tenang.
"Kakakmu Keyra sedang didepan halaman. Sana temani Kakakmu... "
"Tentu Mom... "
Saat mereka di hadapan ku....
Aku sudah memasang wajah memelas.
Xixixixi..
"Jangan pernah pergi kemanana pun sendiri tanpa kami Kak.. "suara Rey yang hanya aku balas dengan senyuman.
"Ayo...kita temani kemanapun Kakak mau...asal ada syaratnya..?"aku tahu rencana Maxy.
"Apa..?"tanyaku asal yang sebenarnya sudah tahu itu apa. Pasti minta disayang.
"Dua kecupan di pipi kanan dan kiri..."ucap Maxy yang dibalas dengan senyuman manis mereka bertiga.
Betul kan pikiranku.
Tanpa menunggu lama aku mengecup pipi kanan dan kiri mereka secara bergantian. Dan langsung saja mereka penuh semangat menemaniku.
"Kev... Maxy...atur semuanya. Kalian tunggu didepan aku ambil mobil dulu.."perintah Rey
Aku tidak tahu yang dimaksud dengan Rey...tapi setelah mendengar perintahnya Kevin dan Maxy langsung mengambil ponsel mereka masing masing dan langsung menghubungi seseorang.
"Ayo Kak... "Maxy membantuku masuk kedalam mobil. Sungguh dia sangat sayang padaku.
"Kak...apa Kak Levin sudah tahu..? "tanya Rey tiba tiba.
"Belum... "jawabku santai dengan menggelengkan kepala.
Seketika suasana dalam mobil hening dan mendadak tegang.
Aku tahu pikiran mereka. Tapi aku hanya tersenyum dalam hati. "Kalian tenang saja...kalian aman bersamaku. "ingin sekali aku mengucapkan itu tapi tidak..
"Kev... "ucap Rey menatap Kevin dari kaca spion.
Seolah tahu maksud dari Rey.... Kevin hanya menganggukan kepalanya. Lalu dia mengeluarkan ponselnya.
Hhh...aku tidak tahu apa yang mereka lakukan. Tapi dalam benakku saat ini melihat konser artis terkenal dan semoga saja bisa mendapat tanda tangannya.
"Kalian jangan khawatir...kakak tidak akan lama. Setelah dapat tanda tangan dari liam kakak pasti pulang.. "ucapku agar sedikit mengurangi kekhawatiran mereka.
"Janji ya Kak... "kata Rey
Aku hanya menganggukan kepala cepat tanda setuju dan dengan senyum yang dari tadi tidak bisa berhenti.
Entahlah....hari ini aku merasa terhibur.
Author "( my imagination)
"Woooww Kak... You look so amazing...ayo kita masuk. Sandy sudah menunggu didalam... "ajak Maxy semangat saat turun dari mobil dan langsung menggandeng lengan Kerja.
"Heeeyyy Max... "geram Rey saat melihat Maxy dengan seenaknya membawa Keyra bersamanya.
"He's crazy...."Kevin ikut kesal dan langsung berlari menyusul Keyra
Saat para pengunjung sedang antri panjang mereka dikejutkan dengan pemandangan seorang gadis cantik diapit oleh ketiga pria pria tampan dengan tangan mereka menggenggam lengan kedua sisi gadis itu.
Dengan mudahnya mereka masuk tanpa antrian panjang. Dan tentu saja itu membuat mereka terheran heran.
Namun setelah melihat beberapa pengawal dibelakang mereka akhirnya mereka tahu bahwa mereka adalah keluarga Ferdinand.
Ya...pengawal berseragam baju hitam hitam dengan logo di lengan kanannya berhuruf F membuat semua orang tahu bahwa yang datang ke acara konser itu adalah keluarga Ferdinand yang sangat berkuasa itu.
Namun yang membuat mereka terheran siapa gadis itu...tidak..dia bukan seorang gadis. Dia wanita...wanita hamil.
Siapa dia...??
Ya..sebelum mereka berangkat Kevin memanggil pengawal pribadinya dan pengawal pribadinya Maxy untuk melindungi mereka, khususnya untuk Kakak ipar kesayangannya ...Keyra. Sedangkan Maxy bertugas untuk memesan tiket khusus agar mereka tidak antri panjang.
Tak satupun dari Rey Kevin dan Maxy menanggapi ucapan mereka yang tidak penting. Mereka malah saling mengeratkan genggaman lengannya pada kedua lengan Keyra.
"Apa Kakak senang..? "
"Tentu saja Kev... Tapi dimana Sandy..? "
"Itu dia Kak... "ucap Maxy setelah menemukan sosok Sandy dari kejauhan.
"Kak Keeeyyy.... "teriak Sandy dan berlari mendekati Keyra.
Sandy memeluk Keyra erat.
"Kak...maaf. "
"Untuk..? "
"Gara gara kau keceplosan jadi begini...lihatlah kebelakang...? "ucap Kevin pada Sandy memotong pembicaraan mereka.
Sandy melihat kebelakang mereka dan betapa terkejutnya dia....
Para pria tampan ini sampai mengerahkan beberapa pengawal untuk mendampingi mereka berarti kesalahannya sangat fatal. Oh tidak....habislah dia jika Levin tahu.
"Maaf Kak..."ucap Sandy pada Kevin.
Keyra memukul lengan Kevin.
"Siapa bilang ini salah Sandy...jika kau salahkan Sandy berarti kau juga salahkan the baby's... "geram Keyra
"Tidak ... Tidak Kak... bukan itu maksudku Kak.. "sesal Kevin
"Lalu apa maksudmu....kalian juga kelewatan. Nonton konser aja sampai bawa pengawal. Suruh mereka pulang...!!"
"Nooo...."ucap Rey Kevin Maxy dan Sandy serempak.
Keyra mengerutkan dahinya heran.
"Kalian kompak sekali... "
"Sudah ahh...sebentar lagi mulai. Kalian lanjutkan saja berdebatnya. Kakak pergi dulu. "tanpa aba aba Keyra beranjak meninggalkan mereka yang terkejut mencengo melihat tingkah dirinya.
"Apa ini efek hormon ibu hamil..."ucap Maxy tanpa sadar.
"Kak... tunggu... "teriak Maxy lalu berlari mengejar Keyra dan disusul lainnya.
"Tunggu Kak... "teriak Rey
"Kak...hati hati. Banyak orang.... Ya Tuhan....semoga tidak terjadi apa apa..."teriak Kevin sambil berlari
"Oh Tuhan.. Kak... "lirih Sandy.
Di tempat lain
"Sayaaang... "Levin mencari istrinya saat beberapa jam dia di ruang kerja dia baru sadar bahwa dia belum melihat istri tercintanya.
Levin terus mencari keseluruh ruangan dilantai dua rumahnya. Saat tak menemukannya dia kembali ke lantai bawah rumahnya.
"Moomm...dimana istriku? "
"Tadi disini...setelah itu...? "Momy baru sadar bahwa tidak ada Keyra disekelilingnya.
"Dimana yaaa....? "
"Moom...kumohon jangan bercanda.."Levin mulai panik.
"Aunty....kau lihat Keyra..? "
"Tadi dia didepan halaman...katanya mau liat bunga."
Levin sedikit lega. Lalu berlari menuju halaman.
"Keeyy... "teriak Levin berkali kali namun tidak ditemukannya.
Perasaan Levin mulai tidak karuan. Jantungnya berdegup cepat dan nafasnya juga mulai sesak.
"Keey...dimana kau sayang..? "gumam Levin lirih
"Levin...tadi Rey Kevin dan Maxy keluar kamar dengan terburu buru mencari Keyra. Lalu aunty kasih tahu kalau Keyra ada di halaman. Jika mereka pun tak ada. Apakah Keyra bersama mereka...?"aunty Sarah menjelaskan pada Levin.
"Apa...!! "
"Uncle...hubungi mereka.?" Levin meminta unclenya menghubungi mereka sedangkan dirinya berkali kali mencoba menghubungi Keyra namun tak kunjung dibalas.
"Tak ada satupun dari mereka yang mengangkat teleponku. Sandy sekalipun."
"Tunggu....ada panggilan dari orang kepercayaan ku.. "ucap uncle Jerry pada Levin.
"Ada apa...? "tanya Jerry to the point saat panggilannya tersambung.
"Maaf Tuan...saya mau melaporkan bahwa putra anda Tuan Maxy dan Tuan Kevin meminta beberapa pengawal pada kami. Dan mereka meminta pengawal terbaik dari kami.. "
"Apa ..!!"
"Untuk apa..! "
"Salah satu dari mereka barusan melapor padaku....mereka sedang berada di taman kota karena sedang ada konser artis besar. "
"Maksudmu..? Putraku nonton konser dengan pengawal terbaik darimu..? "
"Itu tidak masuk akal... "
Para uncle, Jon , dan Levin mengernyitkan dahinya mendengar pembicaraan mereka yang diloudspeaker.
"Mereka memang diperintahkan oleh Tuan Maxy dan Tuan Kevin tapi bukan untuk melindungi mereka. Lebih tepatnya untuk melindungi Nona Keyra. "
"Apaa..!! "teriak uncle dan Levin bersamaan.
Dengan gerakan cepat Levin menyambar ponsel yang dipegang uncle Jerry.
"Dengar...apa konsernya sudah dimulai..?"
"Sudah Tuan... Beberapa menit yang lalu namun artis utamanya belum keluar. Dan kondisi disini sangat ramai Tuan Levin. Saya juga ikut turun .."
"Apa kau lihat istriku..? "
"Saya melihatnya Tuan...Nona terlihat antusias karena akan bertemu dengan idolanya. "
"Oh God... "
"Dengarkan aku. Amankan tempat disekitar istriku. Dan pastikan dia tidak terjepit...jangan sampai dia lecet sedikitpun. Jika itu terjadi kupecat kalian.!! "geram Levin
"Baik Tuan.. "sambungan terputus oleh Levin
Dengan berlari Levin mengambil kunci mobil dan beranjak pergi menyusul istrinya.
"Dad...aku harus menjemput istriku. "
"Pergilah Nak.. "ucap Jon.
"Son...jika sudah bertemu dengannya. Jangan marahi dia ya...Momy pikir mungkin Keyra sedang ngidam dan kau sibuk bekerja.. "ada nada sindiran di ucapan terakhirnya. Dan itu tentu saja membuat Levin terdiam.
Tanpa menjawab pertanyaan Momynya... Levin pergi dengan merenung.
"Benarkah kau sedang mengidam sayang..? "
"*Kenapa tidak beritahu aku..? "
"Suami macam apa aku ini...istri sedang hamil malah kau tinggalkan dia untuk bekerja dihari libur. "
"Maafkan aku sayang... "
Levin terus saja bergumam sendiri dan* terkadang mengacak rambutnya frustasi.
"Tunggu aku sayang.. "
******
Saat ini Keyra berada dibawah panggung menunggu artis idolanya tampil. Dan tentu saja dia dikelilingi oleh orang orang yang sangat menyayanginya dan tidak lupa beberapa pengawal yang berdiri melingkar mengelilingi mereka.
"Kaak....itu liam Kak.. "teriak Sandy
"Mana... Mana..? "Keyra berkali kali berjinjit dengan sangat lincah.
"Kak...jaga gerakanmu. Aku tidak mau terjadi apa apa denganmu.."ucap Rey penuh nada kecemasan.
"Tenanglah Rey...Kakak baik baik saja..."jawab Keyra pada Rey.
"Bagaimana aku bisa tenang....entah apa yang terjadi padaku jika Kak Levin ada disini.. "Rey merasa ada yang tidak beres dengan suasana ramai ditempat ini. Dia bahkan berkali kali memutar pandangannya seperti mencari sesuatu tapi dia sendiri pun tidak tahu mencari apa.
"Liiiaaammm... "Rey terkejut dari lamunannya karena teriakan yang memecahkan telinga.
Dan tentu saja teriakan itu juga datang dari sang kakak dan adiknya.
Keyra dan Sandy ikut bernyanyi dan bergoyang dengan bahagia sampai suatu pelukan dari belakang melingkar di pinggang Keyra bahkan kedua lengan kekar itu mengelus perut buncit nya.
"Apa karena dia jadi kau melupakanku sayang..."bisik seseorang ditelinga Keyra.