My Two Men Protector

My Two Men Protector
52.



"Kaaakkk....aku ikut denganmu ke kantor ya..  ?"rengek Keyra pada Levin yang akan berangkat ke kantor karena ada meeting mendadak.  Namun lagi lagi Keyra menghentikannya dan bergelayut manja pada lengannya. 


Berbagai cara wanita cantik itu lakukan agar bisa merubah keputusan suaminya. Bagaimana tidak....keputusan suaminya melarang seluruh keluarga membantu Keyra untuk tidak melakukan kegiatan yang menurutnya kelelahan. Hanya menurutnya.... Menurut pikiran Levin.


Dan tentu saja itu membuat Keyra semakin bosan saja. Sehari harinya dia habiskan dengan membaca buku sambil bersantai ria ala ala ratu kerajaan. Levin membeli semua buku buku novel. Dari bergenre romance sampai horor. Bahkan membantu memasak saja dia tidak diizinkan kecuali....kecuali...untuk dirinya.


Ya... Levin hanya mau dan hanya bisa makan masakan yang dibuat oleh istrinya.  Hanya istrinya. 


Pernah suatu ketika karena Keyra sedang kesal pada suami posesifnya dia tidak membuatkan sarapan untuk suaminya. Oleh karena itu dia terpaksa memakan sarapan yang dibuat Momynya.  Dan hasilnya...baru satu suapan saja Levin berlari kedalam kamar mandi dan memuntahkan semuanya. 


Keyra tahu kejadian itu.  Dia panik dan sangat khawatir. Tapi dia juga ingin membuat suaminya berhenti bersikap terlalu protektiv padanya. Daaann....dasar Levin terlalu keras..dia malah pergi ke kantor tanpa sarapan setelah mengecup kening istrinya yang sudah menjadi kewajiban setiap harinya.


Keyra semakin semakin merasa khawatir....Setelah lima belas menit suaminya pergi dia memasak semua makanan yang disukai suaminya lalu membawanya ke kantor.


Flashback on


"Selamat pagi... "sapa Keyra pada resepsionis dilobi kantor Levin


"Selamat pagi..Maaf nona.. Ada yang bisa saya bantu..? "jawabnya dengan senyum manis pada Keyra.  Dia terkagum melihat sosok wanita cantik didepannya. Baru kali ini dia melihatnya.



Meskipun dengan penampilan yang sangat sederhana hanya memakai celana jeans panjang dan cardigan panjang merah maron. Tapi entahlah...wanita itu begitu cantik dipandang. (Look mulmed atas).


"Bisakah aku bertemu dengan Tuan Levin..? "


"Maaf...apakah anda sudah ada janji..? "


"Belum...."


"Tapi bisakah aku bertemu dengannya...ini sangat penting..."ucap Keyra memohon.


"Baiklah....mohon tunggu sebentar.."resepsionis itu mengangkat gagang telpon lalu menghubungi seseorang.


Beberapa menit setelahnya raut muka resepsionis itu mulai terlihat panik.


Lalu dia bertanya pada Keyra dengan masih memegang gagang telpon.


"Maaf...nama anda siapa..? "tanyanya pada Keyra dengan nada gugup.


"Saya Keyra.."


Deg


Deg


Resepsionis itu kembali bersuara didepan telponnya.


"Namanya Nona Keyra Tu an.. "suara resepsionis itu dengan sangat sangat gugup.


Tak mendengar jawaban dari Tuannya dia malah diberi suara keras dari gagang telpon yang dibanting.


"Nona..."recepsionist itu bertanya dengan nada khawatir.


"Ya... Bagaimana...? Bisakah aku bertemu dengannya...? "tanya Keyra dengan wajah berbinar.


Tapi tak kunjung mendapat jawaban dari resepsionis cantik itu dia malah terlihat panik melihat wajahnya berubah menjadi pucat.


"Anda kenapa nona...? Apa anda baik baik saja..? Bisakah aku bertemu Tuan Lev... "


"Tentu saja bisa... "suara bariton seseorang terdengar keras lalu menghampiri dirinya dengan sedikit berlari.


Levin mengecup kening dan pipi Keyra kemudian merengkuh pinggangnya posesif.


"Dengan siapa kemari..? "


"Kak Felix.. "


"Kenapa masuk sendiri... Kenapa dia tidak menemanimu...kalau saja Felix menemanimu pasti tidak akan ditahan disini.. "ucap Levin dinada terakhirnya sambil melirik sinis resepsionis.


Keyra melihat aura itu dan memutar matanya jengah.


"Kak Felix ada urusan penting lagi, dia mau mengantar Momy pergi.  Jadi aku melarangnya menemaniku. "terang Keyra dengan mengusap dada Levin lembut.


"Kenapa tidak menghubungiku jika ingin kesini. Aku bisa menjemputmu sayang..."ucap Levin diselingi kecupan di pelipis Keyra.


"Hentikan sikapmu Kak...apa kau tidak membiarkanku masuk. "Keyra memukul dada Levin pelan.


"Ayo...kita masuk. "Levin menarik pinggang Keyra erat dan menatap resepsionis itu sinis. Lalu berkata.


"Dengar....jika sekali lagi kau menahan wanita ini untuk bertemu denganku. Lebih baik pergi dari tempat ini... "aura dingin Levin kembali dia tunjukan pada wanita yang bertugas didepan lobi kantornya itu.  Gadis itu terlihat pucat dan menunduk.


Keyra meliat wajah pucat gadis itu.


Yang bisa dia lakukan adalah menarik wajah tampan suaminya itu pelan agar menatapnya. Setelah itu Keyra mengecup pipi Levin lembut.


"Jangan seperti itu. Kasihan...lagipula sepertinya dia belum tahu siapa aku kan..? "bisik Keyra ditelinga Levin.


Levin menatap wajah cantik istrinya itu.


"Benarkan..? Lagipula waktu pertama aku kesini...aku belum melihatnya. Apa dia baru..? .."bisik Keyra lagi.


"Dia tidak baru...hanya waktu itu dia mungkin tidak sedang bertugas... "ucap Levin dengan membenarkan tatanan rambut panjang istrinya.


"Nah...berarti dia tidak sepenuhnya salah kan.? "


"Baiklah...baiklah...kau menang sayang. "ucap Levin dengan mengelus pipi halus istrinya.


Tak peduli dengan sosok wanita didepannya yang sedang tertunduk Levin menarik dan merengkuh pinggang istrinya erat dan membawanya kedalam ruangannya.


"Sungguh wanita itu sangat baik sekali...beruntung sekali bos dingin itu mendapatkannya. "rutuk seorang wanita dalam hati dengan wajah takutnya.


Wanita itu tanpa sadar terus menatap punggung bos dan istrinya itu dari belakang hingga tiba tiba dia terkejut karena sang istri membalikkan kepalanya ke belakang lalu tersenyum manis padanya.


"Oh....dia benar benar cantik..."lirih pelan wanita itu lalu membalas senyuman Keyra dengan sedikit menunduk dan tersenyum kembali padanya.


Saat didalam ruangan Levin.


"Baiklah....ceritakan padaku. Ada perlu apa kau datang kesini sayang.. "tanya Levin lembut dengan menarik tubuh Keyra diatas pangkuannya.


"Dan sepertinya....istri cantikku ini sudah tidak kesal lagi padaku.. "lanjut Levin dengan seringainya.


Bugh... Keyra memukul sedikit keras dada Levin.


"Bagaimana aku bisa terus kesal...kalau kau sendiri pergi tanpa makan sesuap pun. Apa kau ingin menyiksa dirimu sendiri Kak.. "Keyra mengeluarkan kekesalannya.


"Tentu saja aku tidak mau menyiksa diriku sendiri. Tapi mau bagaimana lagi...aku tidak bisa makan dari buatan wanita lain meskipun itu Momyku sendiri..."ucap Levin dengan mudahnya.


"Bagaiamana kalau kau sakit...? "


"Jika dengan aku sakit. kekesalanmu mereda...aku akan lakukan.. "


"Kau jahat.... Kakak jahat... "Keyra memukul dada Levin berkali kali dengan terisak.


"Kakak jahat....kau ...memberi aturan padaku dengan posesif, kau terlalu melindungiku tanpa tahu perasaanku,giliran aku yang kesal karena aturan konyolmu kau keluarkan keras kepalamu lalu dengan mudah nya kau bilang lebih baik sakit.. Kalau kau sakit....siapa yang akan menjagaku... "kembali Keyra memukul tubuh Levin berkali kali hingga tak tahan melihat isakan Keyra....Levin menarik tubuhnya lalu memeluknya erat.


Dalam pelukannya Keyra memukul punggung Levin pelan.


"Aku benci Kakak...Kau egois...."isak Keyra.


"Tidak... Tidak... Jangan katakan itu sayang. Jangan bilang kau membenci ku.."suara Levin berubah serak membuat Keyra berhenti memukul mukul pinggang Levin .


Levin semakin mengeratkan pelukannya.


"Kau boleh memukulku... Kau boleh kesal padaku... Tapi ku mohon jangan mengatakan itu..."Ucap Levin saat menangkap kedua pipi Keyra.


."Jangan pernah mengatakan kata itu lagi.. Aku takut sayang....sangat takut. Ku mohon..."Levin kembali menarik tubuh Keyra dan di peluk nya sangat sangat erat. 


Dan heeyy....dia menangis. 


Keyra melihat air matanya.


Apakah dia sejahat itu hingga membuat suaminya menangis.


Apakah dia sungguh tidak menerima perlakuan over over suaminya.


Tapi suaminya itu melakukannya hanya semata mata untuk dirinya.  Dan bayi mereka.


Keyra tersentuh...dia balas pelukan erat suaminya. Dengan sangat erat.


"Maafkan aku Kak...aku tidak tahu kenapa kau sesedih ini. Maafkan aku dengan sikap ku ini.  Maaf..."isak Keyra dengan menghapus air mata suaminya


"Tidak sayang....seharusnya aku yang minta maaf. Maaf atas semua tindakan yang berlebihan padamu tanpa memikirkan perasaanmu.  Maaf atas keegoisanku. Tapi percayalah...semua yang aku lakukan tak ada dasar apapun selain karena aku sangat mencintaimu... "ucap Levin dengan menangkup wajah cantik istrinya.


"Aku sangat mencintaimu sayang...dan jangan pernah sekalipun lagi mengatakan benci padaku. Sungguh aku sangat takut sayang ditinggalkan olehmu...."isak Levin dengan mata semakin merah.


"Bantulah aku sayang...menjaga cintaku ini. Bahkan hanya dengan melihat wajah kesalmu cintaku ini tak pernah luntur sekalipun. Sampai mati pun cintaku ini akan selalu aku jaga.."


"Terimakasih atas cintamu yang sangat besar padaku Kak. Percayalah padaku...aku tidak hanya akan menjaga cintamu padaku Kak... Tapi aku akan selalu menjaga cinta kita... "


Levin mengecupi seluruh wajah Keyra. Hingga sampai dibibir ranum istrinya..dia kecup lama bibir itu bahkan entah karena rasa rindu mendalamnya dia melumat lembut bibirnya hingga dia menarik tengkuk Keyra dan menekannya dalam.  Tak ada nafsu di kecupan nya...hanya rasa rindu yang sangat. 


"I love you my wife... "


Setelah mengucapkannya Levin melanjutkan kembali aktivitasnya.  Dan kali ini ada nafsu yang besar di antara mereka.


"A ku kesini...memba wakan mu makan Kak..."ucap Keyra disela sela kegiatannya. Karena Levin tak sedetik pun melepaskan ciuman nya.


"Aku akan...ma kan...se te lah ini.. "jawab Levin serak dengan bibir masih saling menempel.


Dan tanpa aba aba... Levin mengangkat tubuh Keyra brydal dan membawanya kedalam kamar pribadi di kantor nya.


And....


Flashback off


"Kak...ayolah...aku bisa membantumu. Bukankah aku masih sekretaris mu.. "


Melihat istrinya yang terus menerus merengek padanya membuat dia gemas sendiri . Bukan tidak mau dia mengajak istrinya kekantornya...apalagi jika ada wanita cantik disampingnya tentu saja ada bonus penyemangat kerjanya. Dan dia sangat sangat menyukainya.


Tapi hari ini...saat ini ada masalah yang sangat serius dikantornya yang membuat Levin harus turun tangan sendiri. Bahkan Dady Jon dan para uncle belum bisa menyelesaikannya. Dan tentu saja dia tidak ingin melihat istrinya khawatir apalagi dua hari lagi acara besarnya akan berlangsung.


"Sayang....maaf,  bukan aku tidak ingin mengajakmu tapi dikantor sedang dalam keadaan genting.  Dan aku harus menyelesaikannya sebelum acara besar kita..."ucap Levin dengan merangkum seluruh wajah cantik istrinya hingga mulutnya memanyun dan sesekali dia mengecup bibir manyun istrinya.


"Apa Kakak akan pulang malam..? "


"Aku tidak tahu sayang...tapi jika sudah lelah jangan menungguku.  Ok.. "


Meskipun dengan perasaan kesal Keyra tetap menganggukkan kepalanya.


Setelah acara perdebatan kecil dan acara gemas gemasan Levin akhirnya pergi dengan terpaksa dan tentu saja tanpa melupakan rutinitasnya.  Mengecup keningnya. 


********


"Keeyy sayang... Lihat siapa yang datang.. "di saat Keyra sedang asyik dengan laptop di depannya dia dikejutkan dengan suara Momy mertuanya.


Keyra menoleh dan langsung berbinar saat mendapati seseorang yang sangat sangat dirindukannya.


"Bundaaa.... "teriak Keyra dan langsung berlari mendekati Bundanya.


Namun sebelum Keyra benar benar berlari tubuhnya segera dihentikan oleh keempat saudaranya.


"Jangan berlari Kak... "ucap Maxy tegas dan menyeramkan menurut Keyra.  Bahkan dalam sekejap dia langsung menganggukan kepalanya.


"Maaf... "


Maxy dan ketiga saudaranya menuntun tubuh Keyra hingga mendekati sang Bunda. Dan langsung Keyra memeluknya erat...sangat erat...


"Bundaaaa.... Key rindu Bunda.. "


"Oh sayang....Bunda juga sangat merindukanmu sayang.  Apa kau baik baik saja...apa cucu cucuku juga baik baik saja.."


"Tentu Bunda...Key dan si kembar baik baik saja.  Bahkan sangat baik...apalagi di rumah besar ini Key selalu diperlakukan seperti putri raja yang sedang sakit.. "Keyra melirik keempat saudara iparnya di nada nada terakhirnya.


"Kakak.... "ucap mereka bersamaan.


"Lihat kan Bunda....bahkan mereka sangat kompak. "


"Maafkan mereka Kak....sikap mereka memang seperti itu jika berhubungan dengan Kakak iparnya... "ucap Momy Levin pada Bundanya Keyra.


"Tidak Kak...aku merasa bahagia dan sangat berterimakasih padamu karena telah merawat putriku selama ini.. "ucap Bunda terharu


"Heeeyy....apa kau lupa Kak...sekarang dia tidak hanya putrimu tapi dia adalah putriku. Putri kesayangan keluarga kami..."


"Bunda...kenapa Bunda tidak memberitahuku akan datang hari ini.  Bahkan aku tidak menjemputmu Bunda.  Maaf... "isak Keyra.


"Heeyy... "ucap Bunda dengan menghapus air mata putrinya.


"Apa kau lupa siapa suamimu dan siapa kakakmu..?"


Keyra mulai berpikir sejenak.


"Jangan jangan...? "ucap Keyra dalam hati.


"Ayo sayang....Bunda ingin melepas rindu dengan putriku.  Bolehkah..? "


"Tentu Bunda....ayo Key antar ke kamar Bunda.. "


Berjam jam Keyra habiskan waktunya melepas rindu dengan Bundanya.  Makan bersama...bercerita pengalaman mereka masing masing...bercanda tawa...dan banyak hal lain yang mereka lakukan meskipun hanya di sebuah kamar.


Tak terasa waktu pun sudah mulai dini hari. Dan tak terasa pula Keyra sudah tertidur pulas di pelukan sang Bunda.


"Masuklah Nak... "ucap Bunda saat melihat Levin sedang berdiri di ujung pintu kamarnya.


"Maaf tadi Levin tidak ikut menjemputmu di bandara.  Ada urusan yang benar benar tidak bisa kutinggalkan Bunda. "


"Bunda tahu Nak...dan sebagai gantinya kau memberikanku puluhan pengawal untuk menjemputku.. "


"Haahh...kau sangat berlebihan Nak."


Levin tersenyum mendengar ucapan Bunda.


"Apa istriku sudah tidur dari tadi Bunda.."tanya Levin saat melihat Keyra tertidur menggemaskan diperlukan Bundanya.


"Ya.. Sepertinya dia kelelahan karena menunggumu."


Levin menghampiri dan menatap rindu sosok tubuh sang istri.


"Maaf Bunda...aku tidak bisa tidur tanpanya.  Bolehkah...? "


Bunda tersenyum mengerti maksud dari putra menantunya.


"Tentu Nak...dia istrimu...bawalah dia bersamamu. "


Levin mengangkat tubuh Keyra brydal dan membawanya ke kamarnya..


"Tunggu Nak... "pinta Bunda


Levin menghentikan langkahnya.


"Ya Bun... "


"Terimakasih karena telah menjaga putriku..."


"Aku juga berterimakasih padamu Bunda.  Karena telah melahirkan wanita cantik ini sebagai istriku. Bunda jangan khawatir...aku akan selalu menjaga istriku ini.  "ucap Levin dengan senyumnya.


"Bunda istirahatlah..."


Bunda tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Levin membaringkan Keyra pelan dan lembut bagaikan seorang putri raja...tidak...Keyra memang seorang putri mahkota di hatinya.


Levin duduk disampingnya...lalu mengelus perit buncit nya.


"Heyy boys...Dady harap seharian tadi kalian tidak menyusahkan Momy karena Dady tidak bersamanya..."Levin berdialog dengan terus menatap dan mengelus perut Keyra.


"Maafkan Dady karena hari ini tidak menemani kalian. Tapi berjanjilah jika tidak ada Dady kalian lah yang harus menjaga Momy.  Kalian mengerti....Dady love you all boys.. "Levin mengecup berkali kali perut istrinya


Setelah melepas rindu dengan babynya Levin membaringkan tubuhnya lalu menarik tubuh Keyra lembut kedalam pelukannya. Dia mengecupi seluruh wajah Keyra.


"Aku sangat merindukanmu sayang...."kembali Levin mengecup bibir ranum istrinya yang masih tertidur.


"I love you... "setelah mengucapkannya dia dekap erat tubuh Keyra.


Tanpa sadar Keyra membalas pelukan Levin lalu bergumam yang membuat Levin mengerutkan keningnya.


"*Mereka jahat Kak.... "gumam Keyra disela sela tidurnya.


"Key akan membantumu Kak*.. "


Levin menatap wajah Keyra yang masih memejamkan mata.


"I love you honey......so much.. "


*******


Matahari sudah mulai masuk menyinari kedalam ruang megah dimana sepasang suami istri masih saling berpelukan.


Keyra mulai terbangun dalam tidurnya. Selain karena sinar matahari mengganggu tidurnya ....rasa mual juga tiba tiba datang sendirinya dirasakan di tenggorokannya.


Dia ingin segera mengeluarkan rasa mual nya...namun pelukan lengan kekar suaminya susah dipindahkan.


Namun dengan susah payah akhirnya dia bisa melepaskan dan langsung berlari ke dalam kamar mandi dan memuntahkan segala isi perut kosongnya.


Suara didalam kamar mandi membuat Levin langsung terbangun dan berlari menghampiri istrinya. 


"Sayang....kau baik baik saja.."tanya Levin dengan khawatir berlebih sambil memijat tengkuknya.


"Keluarlah Kak...ini menjijikan.."Keyra mencoba mengusir Levin. Namun dia tak selangkah pun menjauh dari istrinya.


"Kemarilah... "Levin menuntun Keyra kedepan wastafel kamar mandinya...memegangi rambut panjangnya lembut lalu membersihkan bibirnya tanpa rasa jijik sedikitpun.


"Apa masih mual...? "


Keyra menggelengkan kepala.


"Ayo....Kakak bantu ganti bajumu.. baru kita turun untuk sarapan pagi.."


"Ambilkan saja sweater itu Kak..."


"Baiklah sayang...."Levin membantu memasang sweater itu pada Keyra.



"Ayo...Kakak akan buatkan minuman segar untukmu.. "Levin menggendong Keyra ala brydal.


"Kak...Key bisa jalan sendiri. "


Levin mengabaikan keinginan Keyra dan terus membawanya ke lantai bawah rumah besarnya yang sudah ramai dengan seluruh keluarga besarnya dan ditambah lagi beberapa anggota baru.


"Lev.... Keyra kenapa...? "


Suara seseorang yang sangat familiar membuat Keyra menolehkan kepalanya.


"Kak Fero... "teriak Keyra masih dalam gendongan Levin.


"Morning sick. Nanti aja loe kangen kangennanya..."ucap Levin dingin pada Fero yang dari tadi mengikutinya dari belakang.


Levin mendudukan Keyra diatas meja dapur. "Diam disini... "perintah tegas Levin pada Keyra.


"Dan loe..."tunjuk Levin pada Fero.


"Jangan deketin istri gue dulu... "


Keyra menatap Fero dengan iba.


"Sorry.... "ucap Keyra tanpa suara.


Fero tersenyum. 


"Its ok dear.. "balas Fero tanpa bersuara juga.


Fero tahu saat ini... adik ipar sekaligus sahabatnya sedang dalam mode protektif yang sangat sangat berlebih.


Dia tenang dan juga bahagia....bahwa sekarang adik kesayangannya sudah berada dalam tangan dan lindungan yang benar.


"Kak...buatkan aku jus jeruk saja.."ucap Keyra pada Levin


"Anything for you sweety... "



(Kira kira seperti ini posisinya)


Setelah Keyra meminum jus jeruk buatan suami tercintanya... Keyra bergabung dengan yang lainnya di ruang makan.


Sebelum duduk di kursi yang disediakan Keyra menghampiri Bunda, Momy dan Dadynya lalu mengecup kedua pipi mereka masing masing.


Karena tak mungkin Keyra menyambut seluruh isi keluarga dengan cipika cipikinya dia hanya memberi salam pada semuanya.


"Selamat pagi semuanya.. "


"Pagi juga sayang... "balas para uncle dan aunty bersamaan.


"Pagi juga Kakakku yang cantik... "balas Kevin, Rey dan Sandy.


"Pagi juga My Lovely Sister yang tercantik...kemarilah Kak duduk disamping ku.. "ucap Maxy dengan menepuk kursi kosong disampingnya.


"Heeyy.... "geram Levin dan Fero menggelegar bersamaan membuat semua orang terkejut dan langsung terdiam.


Keyra memutar bola matanya jengah.


"Wwaaaahhh.....Kak Key kau duduk saja di tempatmu. Aku tidak mau berakhir dengan hukuman mengerikan lagi.. "ucap Maxy pasrah. Disertai senyuman kecil dari anggota keluarga lainnya.


Namun sebelum benar benar duduk Keyra menghampiri Fero.


"Apa kabarmu Kak.... "ucap Keyra dengan spontan memeluk Kakak tersayangnya dengan erat.


Fero membalas pelukannya dengan sayang.


"Aku baik baik saja sayang. Bagaimana kabar keponakanku...? Apa mereka sehat.?"tanya Fero dengan masih memeluk pinggang Keyra.


"Mereka sehat Kak.  Hanya tadi pagi aku sempat mual. Tapi sekarang tidak lagi... "


"Baguslah....jaga selalu kesehatanmu dan keponakanku. Jika butuh sesuatu dan suamimu tidak bisa melakukannya katakan padaku ...maka aku akan langsung datang padamu.. "ucap Fero dengan mencubit pelan hidung Keyra gemas sambil melirik Levin yang dari tadi sudah mulai mengeluarkan asap emosi.


Keyra menganggukan kepala sambil tersenyum.


"Apa kau tahu Kak...kau seperti mereka..."ucap Keyra dengan melirik keempat saudara iparnya.


"Jika suamiku tidak di sampingku...maka merekalah yang selalu menjadi penggantinya.  Jadi mana mungkin aku kekurangan sedikitpun keinginanku. "


"Sayang....kemarilah, sebaiknya kau makan..tadi kau sudah mengosongkan perutmu jadi sekarang waktunya mengisi lagi perutmu.  Kasihan my baby boys pasti kelaparan.. "ucap Levin dengan menarik tubuh Keyra dari pelukan Fero.


Levin membantu Keyra kembali ke tempat duduknya. Tidak memperdulikan beberapa keluarganya sedang memandangnya heran.


"Sayang....apa kalian sudah tahu jenis kelamin sikembar..? "tanya Momy tiba tiba.


Keyra mengerutkan dahinya namun tak lama dia tersadar panggilan Levin pada si kembar.


"Mom....Key belum periksa kandungan lagi.  Lagipula usia kandungannya masih sangat muda jadi belum terlihat jenis kelaminnya... "ucap Keyra santai.


"Lalu....? "Mommy melirik Levin yang sedang asyik menyantap makan paginya.


Keyra tersenyum dan mengangkat bahunya pertanda dia juga tidak tahu kenapa suaminya selalu memanggilnya the boys...mungkin hatinya yang sudah terkait dengan sang janin yang ada dalam perutnya.


"Oh Tuhan....Kak..."teriak Keyra setelah menyuapkan dua sendok makan kedalam mulutnya. Dan tentu saja membuat semua orang menatapnya.


Keyra menatap mereka satu persatu saat tersadar sesuatu.


"Maaf.... "ucapnya pelan.


"Ada apa sayang... "tanya Levin khawatir.


"Kak...ada yang ingin aku beritahu padamu.. sebentar..  "Keyra bangun dari tempat duduknya dan berjalan cepat mengambil laptopnya yang berada tidak jauh dari ruang kerja suaminya.


"Hati hati sayang... "ucap Levin dan segera menyusul nya.


"Kak....Key pinjam ruanganmu sebentar ya, ada sesuatu yang terjadi di perusahaan mu... "Keyra menatap Levin saat menghampirinya karena khawatir.


Levin menganggukkan kepalanya bingung tapi tetap menuruti ajakan istrinya.


"Tentu saja sayang...."


"Sebelumnya aku minta maaf karena telah masuk akses perusahaanmu tanpa ijin. Tapi percayalah....aku hanya masuk ke area cctv.  Karena kemarin....the baby's merindukan Dadynya.."ucap Keyra sambil menundukan kepalanya merasa bersalah.


Levin mengangkat dagu Keyra lalu menatap mata indah istrinya.


"Kau boleh melakukan apapun tentang ku.  Tanpa ijin dariku pun kau berhak atas segalanya tentang diriku..."Levin mengecup bibir Keyra sekilas.


"Terimakasih Kak..."


"Tapi ada sesuatu yang mengganjal Kak."


"Selain aku ada akses lain yang berusaha masuk kedalam jaringanmu..."


"Apa...!"suara Dady Jon muncul dengan beberapa anggota lainnya kecuali para wanita.


"Ya Dad...apa masalah yang terjadi dikantor karena keuangan..? "tanya Keyra.


"Ya itu benar Nak.  Bagian keuangan kami sudah melaporkannya dengan benar.  Tapi saat dikerjakan lagi semua data berantakan dan tiba tiba saja hilang. Dan jika dikerjakan ulang lagi membutuhkan waktu yang lama. Bahkan suamimu sampai mengecek ulang semua data komputer di semua bagian dan hasilnya... "jeda Jon.


"Hasilnya...? "tanya Keyra penasaran.


"Hilang... "ucap Levin tiba tiba.


"Hilang... "teriak Keyra terkejut sampai membelalakan mata.


"Ya....bahkan server pun sudah aku cek hasilnya baik baik saja.  Tapi tak satu pun data penting kami ditemukan. Aku heran apakah mungkin terkena virus komputer..? Tapi jika memang iya apakah ada virus seperti itu. ?"...ucap  Levin.


"Tentu saja ada Kak.. "suara Keyra membuat Jon, Levin,  Fero, dan para uncle terkejut.


Tak terkecuali Rey, Kevin dan Maxy. Karena penasaran mereka mengikuti ayah ayah mereka masuk kedalam ruang kerja Levin.


Rey dan Kevin yang memang kuliah di jurusan komputer tentu mereka paham dengan apa yang terjadi di perusahaan keluarga mereka. Apalagi mereka juga nantinya akan menjadi penerus keluarga Ferdinand. Tapi tentang virus yang dimaksud Keyra mereka benar benar belum tahu.


"Benarkah ada Kak...."


Keyra menganggukkan kepalanya. Saat dirasa layar komputernya sudah siap Keyra mulai menghadap didepannya dan menarilah jemari lentiknya diatas keyboardnya itu.


"Aku tunjukan sesuatu... "