
"Kak please dong jangan kaya gini...aku maluu.. "rengek Keyra dengan kesal karena sejak dari masuk cafe disebuah mall Levin tak pernah sekalipun melepas pelukan dipinggangnya.
Bahkan kali ini dia sedang duduk menyamping dipangkuan Levin dengan satu lengan dilingkarkan dileher Levin dan satu tangannya lagi untuk menutupi mukanya yang pasti saat ini sudah menjadi sangat merah karena malu. Dan Levin menyuapinya makan. Oh God... Mau taruh dimana tuh muka.
"aaaa.. Ayo Key...buka mulutmu."ucap Levin dengan sifat bossynya. Meskipun baru dua suapan Key menggelengkan kepala karena malu.
"Kaaak...Lihat mereka...semua menatap kita. "Levin melihat sekitar. Dan benar saja.
Semua pengunjung cafe menatap mereka dengan bisikan bisikan tak jelas. Ada yang menatapnya karena iri,terkagum dan aneh melihat mereka.
"Sudah jangan pedulikan mereka. Ayo buka mulutmu..."kekeh Levin dan terus memerintah Keyra agar membuka mulutnya untuk makan.
Dengan terpaksa dia mematuhi semua perintahnya. Anggap saja hanya mereka yang tinggal dimall itu.
Mungkin rasa lapar Keyra mengalahkan segalanya bahkan dia yang tadinya jaim mendadak ingin menambah lagi dan nambah lagi.
"Lagi Kak...."yang itu... "rengek Keyra dan menunjuk satu makanan.
"Ini... "
"Hmm.."kemudian Levin kembali menyuapi istrinya dan memakannya sendiri atas paksaan Keyra.
"Kak aku mau ambil yang itu... "tunjuk Keyra lalu dengan gesit turun dari pangkuan Levin. Keyra mengambil chicken spicynya lalu dia langsung duduk dikursi kosong yang tersedia.
Dan mulai memakan chicken itu bahkan dengan kedua tangannya.
Levin menatap tajam Keyra...itu pasti trik agar dia terlepas dari pangkuannya. Namun saat melihat wajah cantiknya bahkan kedua pipinya yang terlihat kembung penuh dengan chicken yang sedang disantapnya. Levin merasakan sesuatu..
"Apa sebenarnya yang ada dalam dirimu sayang hingga aku benar benar tak bisa berpaling darimu walau sedetikpun."batin Levin hingga dia menopangkan dagunya dengan terus menatap Keyra yang berada disampingnya.
Merasa dirinya diperhatikan Keyra menghentikan kegiatan makannya. Melihat Levin menatapnya dengan tajam Key mendekati suaminya itu.
"Kakak marah..?"tanya Keyra dengan manisnya. Levin menggelengkan kepalanya lalu menangkup kedua pipi Keyra.
"Apa kau tahu sayang...sejak pertama kali kita bertemu tak pernah ada sedikitpun alasan Kakak untuk marah padamu. Sekalipun kamu menyimpan suatu rahasia sekecil apapun itu."
Degg... Hati Keyra berdetak cepat. Ada sesuatu yang belum dia ceritakan pada suaminya.
Semenjak dia sadar dari komanya dulu hatinya jadi mudah tersentuh dan menjadi sangat cengeng. Saat ini pun matanya sudah penuh dengan air mata mendengar ucapan Levin .
"Heeii sayang...kenapa seperti ini. Kakak tidak suka dengan air mata ini. "ucap Levin dengan mengusap air mata Keyra yang tiba tiba menetes.
"Maaf... "
"Kita pulang yuk Kak.."
"Selesaikan dulu makanmu. "ucap Levin mengelus pipi istrinya.
Key menggelengkan kepala.
"Aku sudah kenyang Kak..."
"Bentar ya aku cuci tangan dulu. "Keyra langsung bergegas menuju wastafel yang berada tidak jauh dari meja makan mereka.
Saat dia mencuci tangannya dia dikejutkan dengan sebuah tangan kekar melingkar dipinggangnya.
"Ya ampun Kak....bikin kaget aja."tubuh Keyra terlonjak kaget.
"Maaf...habisnya kamu tiba tiba pergi begitu aja..."ucap Levin dengan tampang tak bersalahnya.
"Kak Levin suamiku...istrimu ini hanya ingin mencuci tangannya. Bahkan jika Kakak tetap disana pun aku masih terlihat kan.. "Keyra mulai kesal dengan sifat posesif suaminya itu.
Levin hanya menaikan bahunya tidak perduli. Bahkan saat ini pun dia mempererat pelukannya dan sesekali mengecup puncak kepala Keyra.
"Oh Tuhan... Apa benar dia suamiku..?"gumam Keyra lirih namun masih terdengar oleh Levin.
"Aku mendengarnya sayang. Tentu saja aku suami tercintamu.."ucap Levin yang masih terus berdiri disamping Keyra dan mengacak rambut Keyra gemas.
Keyra menggelengkan kepalanya pasrah.
"Selesai... Ayo Kak.."
"Oh ya sudah bayar makanannya belum Kak..?."tanya Key setelah dirinya membasuh tangannya.
"Sudah sayaaangg... "ucap Levin gemas.
Mereka pun akhirnya pergi dari mall itu dengan diikuti beberapa pengawal yang sedari tadi mengawasi mereka. Levin sengaja mengatur mereka agar tidak terlalu dekat dengannya karena Keyra tidak menyukai hal itu.
------------------
"Kak... Key dulu ya yang mandi.. "ucap Keyra setelah mereka sampai dirumahnya dengan Levin.
"Baiklah...mau Kakak temani.?"
"Jangan mulai deh Kak. "Key langsung berlari kecil naik keatas kamar pribadinya.
"Sayang...pelan pelan "teriak Levin melihat tingkah istrinya itu
Keyra berhenti seketika mendengar teriakannya.
"Iya... Iya..Kak."
Kemudian Keyra melanjutkan jalannya dengan berjalan anggun bak model.
Levin tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Kemudian dia mulai menutup pintu dan mengunci rumahnya. Setelahnya Levin menyusul Keyra menuju kamarnya.
"Kakak ya....? "teriak Keyra dari dalam kamar mandi.
"Ya sayang...ada apa..? " ucap Levin dibalik pintu kamar mandi.
Keyra terkekeh geli didalam sana.
"Sepertinya aku akan lama Kak... Kakak mandi dikamar mandi sebelah ya..? "teriak Key lagi.
"Hufft... "Levin menghembuskan nafasnya kecewa.
"Baiklah...asal jangan terlalu lama sayang, nanti bisa masuk angin. "ucap Levin lalu berlalu pergi menuju kamar mandi satunya.
"Ok Kak... "
"Oh Tuhan kenapa tubuhku penuh lebam seperti ini. Bagaimana jika Kak Levin mengetahuinya. "batin Keyra saat dirinya menatap cermin melihat seluruh tubuhnya saat ini penuh dengan biru biru gara gara bertarung dengan penculik itu.
Dia mulai merendamkan tubuhnya dibathup yang sudah dipenuhi dengan air hangat. Ada rasa perih saat dia tidak sengaja menggosok badannya.
"Aww.. "lirih Keyra.
Tiga puluh menit berlalu Levin masuk kembali kekamarnya setelah dia mandi dikamar mandi sebelah kamarnya.
Namun Levin terkejut saat dia tak menemukan istrinya disana.
"Keeyy...."teriak Levin lalu membuang sembarang handuk dari lingkaran lehernya.
Tok.. Tok..
"Keey....apa kamu masih didalam.?"panggil Levin dengan mengetuk pintu kamar mandinya.
"Ya Kak..."
"Kaaak... "suara Keyra lirih.
"Key...sayang kamu kenapa, kamu baik baik saja kan?. buka pintunya.. cepat...!"teriak Levin khawatir mendengar suara Keyra yang bergetar.
"Aku lupa bawa handuk Kak...terus waktu mau turun dari bathup aku terpeleset,.. "
"Apaa..!! "teriak Levin
"Aku tidak apa apa Kak hanya keseleo sedikit. Kakak tolong ambilkan handuk ya Kak di... "ucapan Keyra terpotong dengan suara ketukan pintu Yang sangat keras.
"Cepat buka pintunya Key... "amarah Levin dari luar pintu kamar mandi.
Mendengar suara Levin yang pastinya sedang marah Key terpaksa membuka pintu kamar mandinya.
Ceklek. Mendengar suara pintu dibuka dari dalam Levin segera membukanya dengan sangat keras.
Betapa terkejutnya Levin dia pun membelalakan matanya melihat tubuh mungil istrinya polos sedang berjongkok kedua tangannya pun dilingkarkan dikedua lututnya karena kedinginan.
Keyra mendongakan kepalanya menatap Levin.
"Kak Levin..."panggil Keyra lirih.
Levin langsung beranjak keluar kamar mandi dengan sangat tergesa.
Keyra pun pasrah dengan keadaannya saat ini,malu, takut karena pasti suami posesifnya ini pasti akan sangat marah sekali. Hufftt.... Key menghembuskan nafas panjang. Betapa cerobohnya dia...baju nya sudah terlanjur basah, handuk lupa dia bawa, kepeleset pula... Oh Tuhan... Dan sekarang diacuhkan oleh Levin.
"Sini... "tiba tiba Levin datang kembali dengan membawa sebuah selimut besar. Dia lingkarkan selimut itu ketubuh Keyra menutupi tubuh polosnya. Kemudian dia angkat tubuh istrinya ala bridal style yang sudah seperti kepompong terbalut selimut tebal.
Keyra terdiam pasrah melihat wajah suaminya. Datar dan dingin menahan emosi. Dia melihat rahang suaminya mengeras yang sangat tidak disukainya.
"Aku pikir tadi Kakak pergi meninggalkanku. "
Levin mendudukan tubuh Keyra pelan di kasurnya.
"Bajuku tadi sudah terlanjur basah Kak...dan ternyata lupa tidak bawa handuk.."
Levin diam dan beranjak keluar kamar.
"Dia marah... "batin Key
Keyra tak bisa bergerak sedikitpun karena selimutnya menutupi tubuhnya hingga leher. Key bergerak pelan mengeluarkan kedua tangannya.
Tak lama Levin datang dengan membawa nampan yang isinya sebuah gelas dan kotak P3K.
"Kak... "panggil Keyra
"Keluarkan kakimu.. "ucap Levin dengan sangat dingin.
Key mengeluarkan kedua kakinya dari balutan selimut tebalnya.
Levin melihat salah satu kakinya memar biru kemudian mengoleskan obat pada lukanya.
"Hanya terkena benturan tembok Kak...besok juga sembuh..Aww..."jerit Keyra saat Levin memijitnya pelan
"Maaf sayang... Sakit.. "ucap Levin sangat khawatir.
Keyra menggelengkan kepala.
Levin terus mengobati kaki Keyra dengan memijitnya pelan pelan.
"Sudah Kak....sudah baikan. Lihat.."key menggerakan kakinya yang sudah agak baikan.
Levin kembali diam. Lalu dia mengambil gelas yang berisi susu coklat panas.
"Minum... "ucap Levin dingin kembali.
Key menerimanya pasrah. Belum juga habis dia serahkan gelas itu pada Levin.
"Habiskan... "
"Hfftt... "Key menghabiskan minumannya dengan terpaksa. Setelah dia habiskan minuman itu dia serahkan kembali gelas itu pada Levin.
Levin meletakan gelas itu diatas nakas.
"Kak... "
"Bisakah kamu tidak membuatku khawatir Key... Kakak takut kamu kenapa napa sayang... "
Keyra mendekati Levin dengan menggeser perlahan tubuhnya.
Cup
Keyra mengecup bibir Levin sekilas.
"Maaf.. "
Hati Levin terkesiak menatap Keyra.
"Bagaimana kalau sampai tidak ada Kakak dirumah.. "
Cup.
Key mengecup kembali bibir Levin lalu tersenyum manis pada suaminya.
"Jangan menggodaku Key,kamu tahu Kakak sedang marah padamu.. "
Cup.
Key lagi lagi mengecup bibir Levin.
Memang dia tahu caranya meredam emosi Levin.
"Ehmm... aku tahu Kakak lagi kesal,"angguk Keyra lalu menunjukan sederetan giginya.
Keyra merentangkan kedua tangannya dengan muka imutnya. Levin tahu maksud dari istrinya. Kemudian dengan segera menarik tubuh Keyra kedalam pelukannya. Memeluknya erat dan saaangat erat. Menciumi pundaknya yang polos.
"Aku cinta Kakak... "ucap Keyra dengan mata terpejam menikmati pelukan hangat suaminya.
"Kakak juga sangat mencintaimu Keyra sayang... "
Levin terus mengecupi pundak Keyra berkali kali hingga leher Keyra.
Bulu kuduk Keyra berdiri dengan sendirinya karena kecupan Levin.
"Geli Kak.. "
Levin menguraikan pelukannya lalu menatap Keyra.
"Aku belum pakai baju Kak.. "ucap Keyra lirih dengan deguban jantungnya yang sudah tidak karuan.
Levin mengecup bibir Keyra lama hingga dia sudah tidak bisa menahannya.
"Bolehkah..?"tanya Levin dengan mata sayu menahan gairahnya.
Seakan tahu maksud dari suaminya Keyra menganggukan kepalanya. Memang dia akan memberikan haknya pada Levin suami tercintanya.
Mendapat persetujuan dari istrinya Levin langsung menarik tengkuk Keyra dan melumat bibir ranum istrinya itu.
Kecupan lembut Levin semakin panas karena mendapat balasan dari Keyra. Gairah mereka berdua pun mengisi kehangatan disuasana malam yang dingin ini.
"Aku mencintaimu .. "ucap Levin serak ditengah tengah kegiatannya.
"Sangat mencintaimu... "Levin langsung mengecup kembali bibir manis istrinya dengan panas bahkan kecupannya sudah turun dileher Keyra dan menghisapnya menjadi sebuah tanda merah.
Levin menarik sembarang selimut yang menggulung tubuh istrinya.
"Oh say ang.."suara serak Levin penuh gairah melihat tubuh indah istrinya itu. Namun dalam sekejap wajahnya berubah dingin saat dia menemukan beberapa luka lebam ditubuh istrinya.
"Ini.. "
Keyra menyadarinya, namun segera dia naik keatas pangkuan Levin melingkarkan kakinya kepinggang Levin dalam keadaan telanjang.
"Hanya bekas pukulan Kak... "Keyra mencium bibir Levin agar dia tidak berubah menjadi emosi.
"Apa itu akan sakit jika Kakak... "tanya Levin saat ciumannya terhenti sejenak.
"Tidak akan sakit Kak. Ayo kita lanjutkan.."
Mendengar penuturan istrinya Levin kembali menarik tengkuk leher istrinya itu dan melumatnya.
"Kakak akan pelan pelan.. "
Keyra pun menganggukan kepalanya dengan senyumannya.
Dan akhirnya mereka pun melakukannya setelah selama ini mereka saling memendam hasratnya.
Bahkan mereka melakukannya sampai tiga kali berturut turut hingga pukul 3 pagi. Dan itu pun lebih dominan atas keinginan Levin karena dia seperti tidak pernah puas bergelut panas dengan istri cantiknya itu.
Suara alarm membangunkan Keyra dari tidurnya. Dia perlahan membuka mata dan meraba raba mengambil jam wekernya lalu mematikannya.
Ingin segera bangun dari tempat tidurnya tapi dia merasakan sesuatu yang berat di perut dan kedua kakinya. Key mencoba melihatnya..tangan kekar Levin melingkar erat dipinggangnya dan kakinya **** kuat kedua kaki Keyra.
Dengan perlahan Key mengangkat tangan dan kaki Levin. Dia tidak ingin mengganggu tidurnya.
Setelah lepas dari pelukan kuat Levin. Key perlahan menggeser tubuhnya dan melilitkan selimutnya ketubuhnya.
Namun saat menginjakan kakinya dilantai kamarnya dan bergerak maju satu langkah dia merasakan sakit yang amat perih dibagian bawahnya.
"Aaghhh.... "jerit Keyra yang langsung berjongkok dan berlutut kemudian di tutup mulutnya karena tak sengaja berteriak.
Mendengar jeritan seseorang Levin langsung terbangun dari tidurnya.
"Sayaanngg.... "Levin turun dari kasur dan menghampiri Keyra.
"Maaf membangunkanmu Kak tadi tidak sengaja."ucap Keyra
"Are you ok honey... "Levin ikut berjongkok dan mengelus pipi Keyra.
Key menggelengkan kepala
"Tidak apa apa Kak hanya sa kit di bagian ba wah.. "jawab Keyra terbata.
Levin mengetahui penyebab rasa sakit yang dialami Keyra.
"It's ok Kak...dibawa mandi juga sembuh..."
"Kalau begitu ayo Kakak bantu.."langsung saja Levin mengangkat tubuh Keyra yang masih berbalut selimut dan membawanya kedalam kamar mandi.
"Aku bisa sendiri Kak..."
"Biar Kakak bantu jadi bisa lebih cepat.."modus Levin.
"Benarkah..?
"Tentu saja benar.. sini buka selimutnya."Levin menarik selimut yang menutupi tubuh Keyra.
Dengan paksaan dari Levin dia memandikan Keyra, menyabuni dan menggosok rambut panjang Keyra dengan sampo. Setelahnya Levin mengangkat tubuh Keyra kedalam bath up yang sudah penuh dengan air hangat.
"Tunggu disini ya.. Kakak ambil handuk dulu. "
Keyra menganggukan kepalanya pasrah.
Tak lama Levin masuk kembali dengan membawa dua handuk.
"Kakak mau mandi..? "
"Tentu saja.."
"Oow. "ucap Keyra.
"Apa maksudmu sayang.."
"Kakak modus. "
"Hahaha.. tahu saja." Levin langsung menyusul Keyra kedalam bath up dan ikut berendam.
Dan kegiatan selanjutnya..tebak sendiri deh.
---------------
"Biar aku bantu Kak..."Keyra menghampiri Levin kemudian membantunya memasang dasi.
"Sudah dong....jangan serem gitu mukanya. Aku saja takut liatnya apalagi nanti karyawanmu dikantor Kak."
Bagaimana tidak rencananya dia memang ingin berangkat ke kantor siangan bermaksud ingin berduaan saja dengan istrinya. Namun gara gara meeting dadakan yang tidak bisa ditunda Levin harus berangkat pagi. Untung saja tadi dia sudah mandi terlebih dahulu.
"Dengarkan aku sayang. Hari ini kau tinggal dirumah saja,jika mau pergi keluar kabari Kakak lima belas menit sebelumnya dan baru akan pergi setelah mendapat ijin dariku. Tidak boleh bawa motor..sekarang sudah ada supir yang akan mengantar sekaligus melindungimu. Mulai sekarang tidak boleh keluarkan ketrampilan bela dirimu. Hari ini jangan masak dulu nanti kamu kecapean biar Kakak yang pesan dari luar suruh antar kerumah."
"Tapi Kak... "
"Dan satu hal lagi..."jeda Levin
"Aku tidak menerima penolakan. "ucap Levin tegas dingin.
Key memanyunkan bibirnya kesal mendengar pesan panjang Levin yang bahkan tidak memberinya waktu untuk membela diri.
"Kau mau menggoda Kakak lagi.."Levin yang melihat bibir kerucutnya istrinya mulai tergoda dan menarik pinggang Keyra yang berada didepannya hingga menempel dengan dada bidang Levin.
"Siapa yang menggoda.."Keyra memalingkan wajahnya namun tetap melingkarkan kedua lengan dipinggang Levin.
Levin menangkup kedua pipi Keyra.
"Tidak sopan sayang memalingkan muka begitu sama suami kamu. "ucap Levin gemas.
Keyra memeluk Levin tiba tiba.
"Maaf... "ucap Key lirih dan mengecup leher Levin.
Entah kenapa semenjak Keyra menikah dengan Levin dia sangat menyukai aroma leher suaminya itu.
Levin pun membalas pelukan Keyra erat bahkan mengangkat tubuhnya hingga Keyra memekik keras.
"Aaghhh... Kak Levin.. "Keyra memekik dan disusul dengan tawanya.
"Kakak tidak jadi kerja saja ya sayang.."ucap Levin malas.
Keyra menikmati kemanjaan manja suaminya itu. Jujur jika dia boleh memilih ingin sekali melarang suaminya bolos kerja sehariii saja...karena dia juga tidak jadi ikut berlibur ditempatnya kuliah karena Levin melarangnya sejak tragedi penculikan Momy.
"Hmmm..."Key menghela nafas panjang.
Levin menguraikan pelukannya.
"Ada apa sayang..?"
"Aku juga ingin bersama denganmu Kak seharian penuh..kita belum pernah melakukan quality time bersama kan Kak sejak menikah.. "
"Bagaimana kalau kita bulan madu.. "
"Kemana..?"tanya Keyra
"Terserah kamu mau kemana..? "
"Haah... Kakak ini. Bereskan dulu pekerjaanmu baru kita pikirkan lagi. "
Keyra menarik lengan Levin.
"Ayo lebih baik kita sarapan dulu. Nanti Kakak terlambat. Memang meeting penting ya Kak nyampe dadakan gitu."tanya Keyra dengan menggandeng tangan suaminya itu menuruni tangga rumahnya.
"Ada perusahaan yang ingin kerjasama dengan perusahaan Kakak. Menurut kabar yang beredar rancangan programnya selalu dengan hasil yang memuaskan. "
"Apa perusahaan Kakak juga sedang membutuhkan program baru."tanya Keyra.
"Lebih tepatnya programer.. rancangan awalnya kita sudah punya. Jadi kita tinggal mencari programmer baru.."jelas Levin.
"Masa perusahaan besar seperti perusahaan Kakak tidak punya programmer handal.. "gumam Keyra namun masih bisa didengar oleh Levin.
"Apa maksudmu sayang.."
"Ah..tidak tidak.."
"Ini makanlah. ."Key memberikan dua roti sandwich dan satu gelas susu putih. Dia belum sempat memasak sarapan paginya karena kegitan mendadak mereka tadi dikamar mandi.
"Mana rotimu..? "tanya Levin ketika melihat istrinya hanya melihatnya saja tanpa ikut makan bersamanya.
"Key nanti saja..belum lapar. "bohong Keyra. Karena sebenarnya persediaan rotinya habis dan hanya cukup untuk Levin saja.
Levin mengerutkan keningnya.
"Kak... bagaimana kalau aku jadi programmer diperusahaan Kakak. "
"Uhuk uhuk... "Key segera memberikan segelas air minum untuk Levin karena tiba tiba tersedak.
"Maksudmu bekerja...?"langsung mendapat anggukan dari Keyra dengan memamerkan sederan gigi putihnya.
"Tidak..."
"Memang kenapa tidak boleh. Oh ayolah Kak...teman kampusku sedang berlibur lalu aku.. "?
"Dengar sayang...kau boleh lakukan sesukamu asal atas ijin dariku. Karena Kakak tidak akan tenang jika penjahat itu belum tertangkap... Mengerti. "ucap Levin dengan menangkup kedua pipi Keyra dan menatap tajam mata istrinya itu.
Keyra tidak bisa berbuat apa apa jika sudah bertatapan dengan manik mata tajam Levin.
"Bagaimana kalau kerjanya hanya sementara.."
"Listen to me. You're mine now.. Jadi turuti perintahku."ujar Levin dingin.
Lalu tanpa sadar Levin sudah menautkan bibirnya dengan bibir Keyra lembut.
Tak lama mereka pun melepasnya.
"Sudah sana berangkat... "Keyra tersenyum malu memukul dada Levin pelan.
Levin pun tersenyum melihat istri cantiknya dan kemudian beranjak pergi.
"Kakak berangkat. Hati hati dirumah dan Kakak sudah pakai earphone jadi jika ada apa apa cepat hubungi aku."
"Iya. Iya.. Kaaak... Sudah sana... "Keyra mendorong tubuh Levin yang dari tadi sepertinya enggan untuk berangkat kerja.
Dengan terpaksa Levin melangkah pergi namun baru beberapa langkah dia kembali membalikan badan dan berlari menghampiri Keyra.
"Ya ampun. Apa lagi Kaaakk... "Keyra mulai jengah dengan tingkah suaminya itu.
"I just want to say thank you for last night.. "ucap Levin kemudian mengecup bibir Keyra lalu segera berlari menuju mobilnya.
Pipi Keyra memerah mendengar ucapan Levin..
"Kaak Leviinn.... "teriak Keyra.
----------------
"Halo.. "
"Selamat pagi Nona. Betulkah saya bicara dengan Nona Keyra.? "
"Ya betul. Saya Keyra.. Maaf ini siapa? "
"Saya Jeremy dari Astra Corporation. Maaf mengganggu istirahat anda. Saat ini kami membutuhkan bantuan anda"
"Maaf tapi saya tidak mengenal anda dan perusahaan anda."
"Kita memang belum pernah bertemu. Tapi perusahaan kami beberapa bulan yang lalu membeli program yang anda buat. Apa anda tidak ingat..?"
Keyra mengerutkan keningnya mendengar penjelasan dari lawan bicara dari ponselnya.
"Sebentar... Sebentar... Saya lihat data dulu" Keyra berlari kelantai atas rumahnya. Dan jika Levin melihatnya pasti akan mendapat teriakan darinya.
Setelah sampai dikamarnya Keyra membuka laptop dan menyalakannya. Dan munculah data data pentingnya.
"Halo...apa anda masih disana.? "
"Ya. Bagaimana..? "
"Perusahaan Astra. Dulu memang pernah memakai program yang kubuat tapi atas nama Pak Roy sedangkan anda..? "
"Roy memang programmer kami, Saya pemilik langsung perusahaan ini. "
" o o w...maaf. Jadi maksud anda menghubungi saya ?"Kita kan sudah tidak ada kontrak lagi. "
"Kami ada rapat penting dan ingin menunjukan program kami selama ini sedangkan programmer kami tidak bisa hadir. Oleh karena itu kami membutuhkan bantuan anda sebagai pemilik asli dari program tersebut. Tenang saja anda akan mendapat keuntungan besar"
Keyra tampak diam berpikir. Bukan masalah keuntungannya secara dia tidak terlalu membutuhkannya. Dia sudah banyak mendapat penghasilan dari banyak usahanya. Apalagi sekarang dia adalah istri dari seorang Levin pengusaha sukses dan terkenal.
"Ok... Saya akan bantu anda. Tapi bukan karena keuntungannya. Saya melakukannya karena program itu berawal dari saya."
"Terimakasih Nona. 30 menit lagi meeting nya akan segera dimulai jadi bisakah an... "
"Apaa..!"teriak Keyra
"30 menit lagi.. "
"Ya betul...maaf mendadak. Kami tidak tahu kalau programmer kami akan ijin hari ini karena istrinya akan melahirkan jadi kami langsung mnghubungi anda."
"Ya... Ya.. Baiklah. Shareloc saja tempatnya saya mau siap siap dulu. "ucap Keyra pada akhirnya.
"Biar dari pihak kami yang menjemput anda. "
"Ahh...tidak usah."
"Baiklah Nona saya akan share lokasinya."
----------------
"Selamat siang Tuan Levin... "
"Selamat siang. Panggil Levin saja sepertinya kita seumuran. "ucap Levin seraya membalas uluran tangan Jeremy.
"Anda benar. Perusahaan yang sangat besar untuk sebuah perusahaan baru. Kami harap anda berkenan bekerjasama sama dengan perusahaan kami. "ucap Jeremy penuh harap.
"Tentu....semoga kita bisa menjalin hubungan kerjasama yang baik. Karena perusahaan anda sudah sangat terkenal dengan program program yang menjanjikan"
"Ah berbicara masalah program saya jadi teringat programmer kami sedang ijin karena istrinya melahirkan tapi saya sudah menghubungi programmer aslinya. Jadi bisakah anda memberi waktu pada kami sampai dia datang. Maaf karena ini sangat mendadak"
"Maksud anda programmer asli..? "
"Kami hanya pengembang program..perancang aslinya adalah bukan karyawan kami karena dia masih kuliah waktu itu. Jadi kita membeli program itu dengan membuat kontrak dengannya."jelas Jeremy.
"Oh ya.. Ada orang seperti itu. "tanya Levin.
"Ya saya juga baru menyadarinya. Bahkan saya juga belum pernah bertemu dengannya. Yang jelas dia seorang perempuan cantik ,saya juga hanya melihat sekali dari data profilnya. Sebentar lagi mungkin akan sampai. "
"Baiklah kita tunggu. "
Drrrtt.. suara notif dari ponsel Levin.
Levin membuka ponsel dan tertera disana nama My Key.
**My Key :
"Kak... Key pergi keluar sebentar ya ada urusan bisnis.
Love you 😘😘**
Levin tampak mengerutkan dahi. Dan meminta ijin pada Jeremy dan rekan bisnisnya yang lain.
"Maaf permisi . Saya ada keperluan sebentar.."setelah mendapat anggukan dari rekan bisnisnya. Levin menjauh beberapa langkah dari mereka dan mulai menghubungi Keyra.
Levin tampak kecewa karena beberapa panggilan nya tidak diangkat.
"Ya Hallo Kak..."
"Dimana kamu. "ucap Levin dingin.
"Masih dirumah Kak...lagi cari sepatu.
Kak... Kakak lihat sepatu heel ku tidak."
"Apa maksudmu sayang. Kamu mau pergi kemana. ?"jawab Levin menahan emosi.
"Key juga ga tahu mau pergi kemana. "
"Apa..?"
"Ada rekan bisnisku dulu Kak minta bantuan. Hanya untuk presentasi saja Kak. Yeehhh...ketemu."teriak Keyra saat menemukan sepatu heelnya.
"Dimana kantor nya.?"
"Key juga tidak tahu Kak."
"Apa.!!!"teriak Levin lagi hingga para rekan bisnisnya memandangnya tajam
"Bagaimana bisa..."
"Awww..."teriak Keyra memotong pembicaraan Levin
"Kenapa Key..apa kau baik baik saja.?"tanya Levin dengan khawatir sampai dia tidak sadar bahwa dirinya dari tadi mondar mandir tidak jelas.
"Hanya terkilir Kak...it's ok I'm fine. Sudah ya Kak nanti Key terlambat. Tenang saja Key sama supir kok"
"Berikan ponselnya pada Felix"
"Iya iya...
"Kak Felix.... Bos mu telephone nih. "teriak Keyra dibalik sana.
"Ya Non....Astaga Non kenapa jalannya begitu... "
"Hsstttt...ini cepat Kak Levin mau bicara. Key tunggu dimobil dan tutup pintunya ya."
Levin semakin mengerutkan keningnya.
"Halo Tuan... "
"Felix...apa kau tahu kemana Keyra akan pergi."
"Belum Tuan...alamatnya belum diberikan pada saya."
"Dengar kan aku...turuti perintahnya tapi jaga dia baik baik jangan sedetik pun meninggalkan dia sendiri bila perlu kau masuk kekantor itu. Mengerti"
"Baik Tuan saya mengerti"
"Oh ya... tadi dia bilang terkilir, bagaimana keadaannya. ?"
"Tadi Non jalannya tertatih Tuan. Mungkin karena terburu buru dengan sepatu heelnya. "
"Shit.. "
"Tuan tenang saja saya akan pastikan Nona Keyra akan baik baik saja. "
"Bagus... Sekarang pergilah jangan buat istriku kecewa. "
"Baik Tuan saya permisi "
Levin menutup sambungan ponselnya lalu berjalan mendekati mereka yang sudah menunggu kehadirannya.