My Reincarnation and My Reincarnation 2

My Reincarnation and My Reincarnation 2
S2: 13. Kegilaan



Ingatan Lucas seolah berputar mengingatkannya akan sesuatu hal saat tangan Grizellemenyentuh pipinya. Rasa sakit itu membuatnya untuk memberontak badannya dan berteriak hingga lunglai ke tanah. Teriakannya itu mengeluarkan sihir sampai membuat semua orang di sana tidak sadarkan diri juga.


Sedangkan di luar dunia yang nyata….


Bibi Freddera mencoba mempertahankan rumahnya sampai serangan terakhir yang dilakukan oleh Alardo sendiri. Alardo membunyikan setiap jari-jarinya untuk mempersiapkan dirinya.


“Are you ready? Do you miss me, mam?!” sambil menyeringai.


Frederra mendengar hal itu mebuatnya menjadi kesal, “Dasar bocah sialan!”


Alardo dengan cepat menempelkan tangannya ke segel rumah milik Frederra itu lalu menyerap habis hingga rumah milik frederra terlihat semua. Sesudah itu, Alardo mencoba mendobrak pintu milik rumah bibi Frederra.


“I got you!!”


Semua sudah siap-siap diposisi mempertahankan dan membentuk melingkari Bianca yang sedang mengandung.


“Menarik!” Alardo memberikan tepuk tangan kepada mereka.


“Apa maumu, Alardo?!”


“Apa ya?” Lalu dia mengarahkan jarinya kearah Bianca. Frederra dan orang-orang disana menjadi semakin ingin tambah menyerang Alardo secara gegabah. Sebelum serangan itu menyerang, Alardo menjentikkan jari hingga 5 orang tersebut pingsan tertidur. Alardo dengan cepat menangkap Bianca agar kepala Bianca tidak terbentur dan mengendongnya ala bridal style.


“Bawa semuanya ke istana!”


Keluarga Frederra diletakkan di penjara bawah tanah akan tetapi Bianca di beri kamar yang mewah. “Biarkan mereka tertidur! Jangan ada yang masuk sampai ada perintah selanjutnya!”


“Siap, tuan!” semua menundukan kepala sebagai memberi hormat.


“Siapkan aku seseorang untukku.” Sambil berjalan menjauhi para pelayannya. Ia berjalan menuju singgasannya. Satu orang perempuan sudah disiapkan disana. Perempuan itu memberikan rasa takut yang amat sangat. Alardo menghirup udara dengan sangat keras sampai bisa mencium rasa takut dari perempuan itu, “Kau takut?”


“TIDAK!” Alardo tetap menghampirinya dengan cepat sampai tangannya menahan gerak perempuan ini ke dinding. Sebelum alardo menghisap darahnya sampai habis, dia berbisik kepada perempuan itu, “Bohong…”


Mata merah itu sudah tidak kembali lagi ke warna hitam berkilau. Sisi manusianya sudah menghilang di telan bumi tanpa adanya tanda-tanda akan kembali.


Darah wanita itu sudah mengalir ke dalam tubuh Alardo hingga ia merasa puas. Walau rasa haus itu menghilang tapi tidak bisa membuat sisi manusianya kembali.


\*\*\*\*\*\*\*\*


Pada bulan purnama merah di kerajaan serigala, semua pada menutup jendela kerajaan rapat-rapat hingga tidak ada yang dapat masuk ke dalam istana.


“Tuan, saya ingin melapor semua pintu dan jendela ditutup.”


“Baiklah. Kita harus menghindari dulu rasa peperangan ini hingga raja bajingan itu sudah kembali normal.” Semua dalam kondisi ketakutan dan gemetar.


Penjaga pun disuruh masuk dan berjaganya di dalam kerajaan. Seluruh rakyat serigala juga sudah dievakuasi ke dalam kerajaan.


Sebelum hari ini, Raja Jack sudah diberitahu oleh Luther bahwa akan ada bahaya jika bulan purnama ini membiarkan para serigala berlalu lalang di luar. Dikarenakan raja vampire sekarang lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Dia bisa membuat semua orang jatuh dalam perangkapnya lalu dihabisilah orang itu. Raja vampire ini mempunyai racun yang membuat serigala tidak bisa bergerak dan darahnya dihabisi sampai terkuras tanpa tersisa.


Perkataan dari Luther itu membuat Raja Jack meneguk saliva dengan kasar dan rasa takut muncul seketika.


\*\*\*\*\*\*\*


Raja Alardo keluar dari kerajaannya dan berjalan-jalan menikmati hujan dengan diterangi bulan purnama merah itu. Tanpa disadarinya, ia sudah menitihkan air mata yang tertutup dengan air hujan di wajahnya.


Apa ini tanda manusianya sudah kembali? hoho tidak semudah itu ferguso


Seiring warna matanya berubah, ia merasakan pusing yang amat sangat dan tetap warna mata merah tetap memimpin. Alardo langsung melesat pergi tanpa memberitahu siapa-siapa.


Satu manusia, dua manusia, dan lebih sudah dia habisi darahnya di bawah hujan yang deras. Dengan darah yang masih tersisa di mulutnya, dia berteriak keras serta tertawa sendiri.


“Ahhhhhhhh!!!! Hahahaha…”


Dia melihat di depan jalannya ada danau yang sangat dalam ratusan meter. Dia berlari lalu menyeburkan diri hingga ia merasa sesak di dadanya. Di dalam danau, sekelebat bayangan tentang kenangan bersama orang tuanya hadir dalam ingatannya.


Semakin dalam Alardo menenggelamkan dirinya ke dasar danau. Matanya mulai tertutup dan mulutnya tersenyum hingga ia pasrah apakah ia akan abadi atau tidak.


Tiba-tiba ada cahaya yang keluar dari gelang yang sudah rusak karena kekuatannya, gelang itu membuat gelembung air dan menariknya untuk keluar dari danau. Setelah itu, Dia ditaruh di tepi danau dalam keadaan tidak sadarkan diri.